「Hari raya Paskah dan hari raya Roti Tidak Beragi」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 23:4-8 [ITB])
4 「Inilah hari-hari raya yang ditetapkan Allah, hari-hari pertemuan kudus, yang harus kamu maklumkan masing-masing pada waktunya yang tetap.
5 Dalam bulan yang pertama, pada tanggal empat belas bulan itu, pada waktu senja, ada Paskah bagi Allah.
6 Dan pada hari yang kelima belas bulan itu ada hari raya Roti Tidak Beragi bagi Allah; tujuh hari lamanya kamu harus makan roti yang tidak beragi. 7 Pada hari yang pertama kamu harus mengadakan pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat. 8 Kamu harus mempersembahkan korban api-apian kepada Allah tujuh hari lamanya; pada hari yang ketujuh haruslah ada pertemuan kudus, janganlah kamu melakukan sesuatu pekerjaan berat.」
Paskah (Passover) berasal dari kata Ibrani pěsăh, yang memiliki tiga arti utama: (1) melewati dan memasuki tahun yang baru (passing over into new year); (2) mengacu pada persembahan korban Paskah; (3) Mengacu pada perayaan Paskah itu sendiri.
Paskah adalah salah satu dari tiga hari raya besar Yahudi. Orang-orang merayakan hari raya itu setiap tahun mulai dari tanggal 15 bulan pertama (bulan Nisan, yang merupakan bulan Maret sampai April dalam kalender Barat), selama tujuh hari (saat berada di Israel) atau delapan hari (saat tidak berada di Israel). Dalam beberapa hari ini tidak boleh makan apa pun yang mengandung ragi, jadi Paskah juga dikenal sebagai hari raya Roti Tidak Beragi, dan persembahan korban yang paling penting adalah mengorbankan domba Paskah. Jadi makna utama dari hari raya Paskah adalah mengorbankan domba Paskah, memasuki tahun baru dan memelihara hari raya.
Ketika kita membaca kitab Keluaran, kita tahu bahwa bani Israel telah menjadi budak di tanah Mesir selama lebih dari empat ratus tahun. Allah memanggil Musa dan Harun untuk memimpin bani Israel keluar dari Mesir. Setelah 9 bencana yang diturunkan, TUHAN menurunkan bencana ke sepuluh pembunuhan anak sulung untuk memaksa Firaun mengizinkan orang Israel meninggalkan Mesir. Allah melalui Musa dan Harun memerintahkan orang Israel untuk mempersiapkan Paskah sebelum mereka meninggalkan Mesir (Keluaran 12:1-20) dan menetapkan bulan ini sebagai bulan pertama. Saat senja tanggal 14 bulan ini, yaitu, sebelum malaikat yang membunuh anak sulung datang, setiap rumah orang Israel harus menyembelih seekor domba tanpa cacat, dan dari darahnya haruslah diambil sedikit dan dengan hisop dibubuhkan darah itu pada kedua tiang pintu dan pada ambang atas, pada rumah-rumah di mana orang memakannya, dagingnya harus dimakan mereka pada malam itu juga, pinggang berikat, kasut pada kaki dan tongkat di tangan, makan dengan buru-buru siap untuk pergi.
Pertama-tama, alasan mereka menjadi orang Israel bukan karena keturunan darah mereka, tetapi karena mereka adalah umat perjanjian, mereka dipanggil untuk meninggalkan Mesir, semua yang percaya bahwa ini adalah panggilan TUHAN harus mengikuti Musa untuk meninggalkan Mesir. Karena itu, hanya mereka yang percaya yang akan memelihara Paskah seperti yang diperintahkan, mereka yang percaya yang akan menyembelih domba ini. Sampai Keluaran pasal 19, kita membaca bahwa TUHAN datang di Gunung Sinai, membuat perjanjian kasih karunia dengan Israel dan memberikan hukum Allah. Hanya mereka yang dapat meninggalkan Mesir yang dapat membuat perjanjian dengan TUHAN di Gunung Sinai dan menjadi umat perjanjian. Dengan demikian kita melihat urutan langkah: TUHAN menyelamatkan dahulu, lalu membuat perjanjian, artinya, orang Israel terlebih dahulu mengalami keselamatan dan kemudian menerima permintaan hukum. Oleh karena itu, mereka yang merayakan hari raya Paskah harus terlebih dahulu menerima anugerah keselamatan Allah, kemudian menjadi umat perjanjian Allah, yaitu mereka yang percaya akan panggilan keselamatan Allah dan mengingat perbuatan-Nya.
Kedua, berharga diperhatikan adalah penggunaan 「darah」, para ahli umumnya berpendapat bahwa kata 「darah」 yang digunakan dalam Keluaran 12:7 memiliki dua arti utama: (1) artinya penahiran penyucian, karena darah disapukan memakai hisop melambangkan penahiran, menahirkan rumah; (2) artinya melindungi dari bahaya (apotropaic), darah ini dapat melindungi orang-orang di rumah dari bencana pembunuhan. Kedua makna ini sekaligus melambangkan keselamatan Allah. Di bawah perlindungan darah, umat Allah akan dihindarkan dari penghakiman Allah.
Renungkan:
Melalui Paskah, orang Israel mengingat status mereka sebagai umat perjanjian. Hidup mereka tidak ditentukan oleh materi dan orang lain, tetapi oleh perjanjian dengan Allah. Bahkan jika mereka menghadapi kesulitan, mereka akan yakin bahwa TUHAN tidak akan pernah meninggalkan mereka. Dan apakah Anda juga percaya bahwa diri Anda adalah umat perjanjian kasih karunia? Apakah Anda percaya bahwa Allah memiliki perjanjian yang kekal dengan Anda?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 17-27 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Desember 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.