「Tidak Menerima Pengajar Palsu」
Mengapa sangat krusial dan berbahaya menerima atau bersahabat dengan para pengajar palsu?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(2 Yoh. 1:10-13 [ITB])
10Jikalau seorang datang kepadamu dan ia tidak membawa ajaran ini, janganlah kamu menerima dia di dalam rumahmu dan janganlah memberi salam kepadanya.
11Sebab barangsiapa memberi salam kepadanya, ia mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat.
12Sungguhpun banyak yang harus kutulis kepadamu, aku tidak mau melakukannya dengan kertas dan tinta, tetapi aku berharap datang sendiri kepadamu dan berbicara berhadapan muka dengan kamu, supaya sempurnalah sukacita kita.
13Salam kepada kamu dari anak-anak saudaramu yang terpilih.
Yohanes dalam perikop sebelumnya menasehati orang percaya 「hendaklah berhati-hati」 menghadapi yang tidak mengakui Yesus Kristus adalah Anak Allah, yang menyesatkan orang, perikop ini lebih lanjut mengemukakan tindakan nyata dari 「hendaklah berhati-hati」 — Tentu saja ini bukan satu-satunya tindakan. Yohanes mengajarkan orang percaya terhadap mereka yang 「bukan membawa ajaran ini」, jangan menerima mereka ke dalam rumah, juga jangan memberi salam kepadanya. Kata 「ajaran ini」 dilihat dari teks sebelum dan sesudahnya adalah menunjuk ajaran yang mengakui Yesus Kristus telah datang ke dalam dunia sebagai manusia, dan dari perikop lain yang terkait dapat diketahui, ajaran ini juga menunjuk Yesus Kristus adalah Anak Allah. Dengan kata rangkuman, ajaran ini terkait kebenaran tentang doktrin Kristus dan doktrin anugerah keselamatan. Yohanes menggunakan sikap yang tidak dapat ditawar menghadapi orang yang menyiarkan ajaran sesat, karena ini adalah terkait dengan pokok iman yang sangat serius.
Di sini menggunakan kata 「rumah」 (Oikia bangunan rumah) dalam bahasa aslinya Yunani sering digunakan untuk menunjuk tempat berkumpul ibadah (Rom. 16:5; 1 Kor. 16:19; Ko.l 4:15), maka ada peneliti Alkitab yang berpendapat Yohanes bukan melarang orang percaya tidak boleh menerima orang-orang tersebut secara pribadi, tetapi agar mereka jangan memasuki tempat ibadah orang percaya, sehingga mereka memiliki kesempatan menyiarkan doktrin sesat yang tidak percaya, juga mungkin mengakibatkan perselisihan pendapat di antara orang percaya. Pada zaman Yohanes menuliskan surat ini, sudah terdapat jalan lalu lintas yang baik, banyak orang berpergian antar kota atau lintas propinsi dan menyiarkan ajaran sesat. Kata 「menerima」 tamu mencakup makna memberikan tempat tinggal, makanan dan perlindungan, bukan hanya sekedar bertemu dan berbincang-bincang. Orang percaya juga jangan memberi salam kepada pengajar palsu, agar tidak mendapat bagian dalam perbuatannya yang jahat, ini tidak menyatakan anda menyetujui ajaran sesat yang mereka siarkan, tetapi sangat mudah disalah-pahami sebagai anggota mereka, terlebih lagi mungkin diselewengkan sebagai persetujuan anda terhadap mereka, bahkan mendukung apa yang mereka siarkan.
Paling akhir, Yohanes memberikan salam kepada masing-masing orang dalam gereja, dan menyatakan masih ada lebih banyak lagi hal-hal yang hendak berbagi dengan mereka, hanya saja berharap dapat datang sendiri segera bertemu muka dengan mereka dan membicarakannya, dengan tujuan agar setiap orang mendapatkan sukacita sempurna, ini tidak hanya menunjuk gereja yang menerima surat, juga mencakup Yohanes yang menulis surat juga mendapatkan sukacita sempurna. Yohanes memberikan perhatian kepada orang percaya di dalam Tuhan, bukan karena pekerjaan atau tanggung jawab, tetapi demi anggota tubuh di dalam Roh, maka ia juga tidak lupa mewakili gerejanya memberikan salam kepada mereka yakni 「anak-anak saudaramu yang terpilih」, ini adalah relasi orang percaya yang demikian intim dan hangat. (Relasi persekutuan yang benar adalah relasi di dalam kebenaran Kristus Yesus. Dan itu yang mampu membawakan sukacita sempurna. Kebalikan dari relasi persekutuan dengan para pengajar palsu yang membawakan kesesatan dan kebinasaan kekal. )
Renungkan: mengenai bagaimana sikap menghadapi ajaran sesat, masing-masing orang mungkin memiliki cara yang tidak sama. Ada orang Kristen berharap melalui banyak hubungan, diskusi, menyiarkan kebenaran kepada mereka, agar mereka berbalik kepada Tuhan; juga ada orang Kristen yang tidak mau berhubungan untuk menyatakan bahwa mereka tidak sama ajaran. Perlu kita berhati-hati bahwa mereka bukan hanya sekedar salah membuat pilihan dalam iman, sehingga termasuk dalam ajaran sesat, tetapi mereka juga adalah orang yang termasuk milik iblis dan Anti-Kristus. Demi Injil, setiap orang perlu kita berikan perhatian dan menyiarkan Injil kepadanya; tetapi dalam peperangan roh, harus berhati-hati atas tipu muslihat rancangan iblis, yang melalui persahabatan dan hubungan dekat, mencuri domba-domba dalam rumah Allah, serta dengan relasi yang erat menyamarkan diri di antara orang percaya.