Tag Archives: Baptisan Yesus

Yohanes 1:32-34

「Melihat Roh Kudus」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:32-34 [ITB])
32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.

Kesaksian Yohanes Pembaptis belum berakhir.

Selanjutnya, dia memakai sebuah bagian tentang Yesus dibaptis untuk memaparkan identitas Yesus Kristus. Patut diperhatikan bahwa ayat ini menekankan tentang Yohanes melihat Roh KudusAku telah melihat Roh. Jika kita membandingkan ketiga kitab Injil lainnya, Injil Lukas hanya memberikan gambaran objektif tentang turunlah Roh Kudus, dan tidak mencatat melihat Roh Kudus; Injil Matius memiliki gambaran bahwa Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, tetapi kata Ia ini menunjuk kepada Yesus sendiri; Injil Markus juga hanya mencatat bahwa saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya, tidak secara langsung menggambarkan siapa yang telah melihat Roh Kudus.

Namun, Injil Yohanes menyisipkan apa yang dilihat Yohanes Pembaptis: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Bagaimana Yohanes melihat Roh Kudus? Bagaimana Roh Kudus dapat dilihat? Tentu tidak sulit bagi kita untuk memahami bahwa Yesus dapat melihat Roh Kudus, inilah interaksi antara Tritunggal Allah. Bapa mengirimkan Roh Kudus kepada Yesus dari surga, dan Yesus mendengar suara Bapa. Roh Kudus adalah kasih yang erat antara Bapa dan Putra. Ini adalah hubungan Allah Tritunggal, yang tidak pernah berubah sejak kekekalan.

Bagaimana kita memahami Yohanes melihat Roh Kudus? Yohanes Pembaptis membaptis Yesus, dan oleh karena Yesus sehingga ia mengalami hubungan Allah Tritunggal. Yohanes tidak hanya melihat Roh Kudus, tetapi dia mendengar suara Bapa: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus (ayat 33). Tidak dapat disangkal bahwa suara Bapa sebenarnya melalui Roh Kudus sehingga ia mendengar suara itu. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis sedang mengalami interaksi Tritunggal – dalam proses pembaptisan, ia memegang tubuh Yesus, melihat kedatangan Roh Kudus, dan melalui Roh Kudus sehingga ia mendengar suara Allah Bapa.

Seseorang dapat mengalami hubungan Tritunggal, semua hanya karena pekerjaan Roh Kudus di dunia. Jadi, secara permukaan, Yohanes sedang membaptis Yesus, tetapi fakta sebenarnya, Yohanes sendiri mengalami baptisan Roh Kudus yang dianugerahkan oleh Yesus. Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus, Di permukaan, Yesus seperti dibaptis dengan air oleh Yohanes, ternyata, Yohanes Pembaptis-lah yang menerima baptisan Roh Kudus oleh Yesus, dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah (ayat 34). … tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus (1 Korintus 12:3) Oleh karena itu, Yohanes menerima baptisan Roh Kudus yang diberikan oleh Yesus dapat menyatakan: Yesus Kristus adalah Anak Allah. Ini jelas merupakan bukti dari Roh Kudus.

Renungkan:
Hari ini, kita semua telah mengalami baptisan Roh Kudus. Berdasarkan hal inilah kita dapat memberikan kesaksian tentang Tuhan. Apakah Anda melihat pekerjaan Roh Kudus? Atau, tidak mudah bagi Anda untuk melihat pekerjaan Roh Kudus pada orang lain, tetapi setidaknya Anda dapat melihat jejak-Nya dalam hidup Anda.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:26-28

「Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:26-28 [ITB])
26 Yohanes menjawab mereka, katanya: Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, 27 yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. 28 Hal itu terjadi di Betania yang di seberang sungai Yordan, di mana Yohanes membaptis.

Atas pertanyaan para imam dan orang Lewi itu, Yohanes Pembaptis sama sekali tidak menjawab. Yohanes tidak membela diri dalam membaptis orang. Kenyataannya, Yohanes tidak pernah tertarik untuk menjawab pertanyaan menghakimi kualifikasi yang dilontarkan para imam dan orang Lewi. Yohanes hanya tertarik untuk menyaksikan Kristus kepada orang-orang yang tidak mengenal Kristus — oleh karena itu Yohanes menggeser topik menghakimi kualifikasi beralih kepada topik bersaksi tentang Kristus.

Ini adalah jawaban Yohanes Pembaptis yang rendah hati: Aku membaptis dengan air; tetapi di tengah-tengah kamu berdiri Dia yang tidak kamu kenal, yaitu Dia, yang datang kemudian dari padaku. Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak. Mari pertimbangkan jawaban Yohanes Pembaptis ini:

Aku membaptis dengan air: Implikasi dari kalimat ini berarti Aku (hanya) membaptis dengan air. Dikorespondensikan dengan ayat 33, Tuhan Yesus Kristus yang membaptis dengan Roh Kudus, Yohanes tahu bahwa apa yang dia lakukan benar-benar begitu kecil tidak ada apa-apanya. Baptisan air hanya bersifat simbolis, tidak dapat benar-benar mengubah kehidupan, hanya mempersiapkan pekerjaan Tuhan dan menuntun orang untuk mengalami baptisan Roh Kudus yang diberikan oleh Kristus.

Kamu tidak kenal: para imam dan orang Lewi masih belum mengenal Kristus. Meskipun mereka datang ke Yohanes Pembaptis dengan perhitungan strategi mereka, yang mereka dapatkan adalah kesempatan untuk mengenal Kristus. Siapapun yang benar-benar bertemu dengan Kristus hidupnya diubahkan. Meskipun mereka membawa berbagai macam motif yang buruk, tetapi sekali mereka bertemu Kristus dan baptisan Roh Kudus datang, hidup mereka akan diubahkan. Oleh karena itu, pada saat ini sebelum perjumpaan itu terjadi, Yohanes, sebagai seorang saksi Kristus, mengambil peran sebagai penghubung ini.

Membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak: Ini adalah pertama kalinya Yohanes secara pribadi menggambarkan hubungannya dengan Kristus, itu adalah kalimat negatif lainnya sama seperti aku bukan Mesias (ayat 20). Dapat disimpulkan, aku bukan Mesias, aku bukan, dan aku tidak layak membuka tali kasut-Nya adalah kesaksian yang dirangkum oleh Yohanes Pembaptis.

Renungkan:
Kesaksian Yohanes Pembaptis telah berakhir. Dalam beberapa hari terakhir ini kita telah bersama-sama merenungkan kesaksian Yohanes Pembaptis, kita telah melihat bagaimana Yohanes memandang peran dirinya di hadapan Kristus. Menghadapi segala macam perhitungan penuh staragtegi licik di dunia ini, Yohanes dengan jelas mengajari kita bagaimana menjadi saksi Kristus di dunia. Saudara dan saudari, bersediakah Anda mengikuti teladan Yohanes Pembaptis hari ini dan menjadi suara yang bersaksi bagi Kristus di dunia?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Lukas 3:21-22

「Konfirmasi Kebenaran Identitas — Panggilan Dimulai」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 3:21-22 [ITB])
21Ketika seluruh orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa, terbukalah langit 22dan turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: 「Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.」

Perikop yang hendak direnungkan hari ini hanya dua ayat. Dilihat secara sepintas, dua ayat ini merupakan perikop terkait baptisan Yesus, tetapi berharga untuk diperhatikan, perikop baptisan Yesus ini merupakan catatan pertama tentang Yesus pertama kali keluar melayani. Catatan Yesus menerima baptisan menjadi sebuah catatan permulaan pelayanan Yesus, seperti merupakan hal yang sudah sepatutnya. Tetapi jika kita amati dengan teliti, maka akan menemukan catatan ini memiliki penggambaran yang berbeda dari kitab Injil yang lain. Dalam kitab Injil yang lain dicatatkan Yohanes Pembaptis melakukan baptisan bagi Yesus, dan dalam semua catatan ini juga telah menuliskan percakapan antara Yohanes Pembaptis dengan Yesus, tetapi dalam Injil Lukas justru seperti dengan sengaja tidak menuliskan pertemuan antara Yohanes Pembaptis dengan Yesus. Luk. 3:1-20 telah mencatat hal terkait Yohanes Pembaptis, maka jika dalam perkara baptisan ini jika menuliskan anak yang dikandung Elisabet pada akhirnya dengan bertemu anak yang dikandung Maria, sepertinya merupakan hal yang sangat logis. Tetapi Injil Lukas tidak melakukan catatan ini, dapat dilihat inti penulisannya bukan diletakkan pada perihal Yohanes melakukan baptisan bagi Yesus, tetapi justru adalah turunnya Roh Kudus pada diri Yesus, dan Yesus disebutkan adalah 「Anak Kekasih Allah」.

Di perikop Luk. 3:21-22, frasa 「orang banyak itu telah dibaptis dan ketika Yesus juga dibaptis dan sedang berdoa」 ini merupakan sebuah anak kalimat, bukan kalimat utama. Kalimat utama justru adalah: 「turunlah Roh Kudus dalam rupa burung merpati ke atas-Nya. Dan terdengarlah suara dari langit: 『Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Mulah Aku berkenan.』.」 Oleh karena itu kita dapat percaya, yang ingin Lukas nyatakan adalah saat Yesus berjalan masuk pentas Ia menggenapkan rencana anugerah keselamatan, konfirmasi Allah terhadap identitas diri-Nya merupakan hal yang sangat penting. Bagi Lukas, fokus ini jauh lebih penting daripada mencatat pertemuan dengan Yohanes Pembaptis, karena secara ketat, bapa dari Tuhan Yesus bukan Yusuf, Yesus dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Maria, maka bapa yang sesungguhnya adalah Tuhan Pencipta langit dan bumi, Bapa yang dari sejak kekekalan telah bersama-sama dengan Yesus, barulah merupakan relasi Bapa dan Anak yang sesungguhnya. Kita telah melihat masa remaja Yesus, di Bait Suci Ia mengatakan 「Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku?」 Dapat dilihat Lukas ingin membawa kita melihat dengan jelas, dasar Yesus berjalan masuk ke dalam masyarakat manusia, karena Ia adalah Anak Kekasih Bapa.

「Engkaulah Anak-Ku yang Kukasihi」 berasal dari Mazmur 2 yang menjelaskan perbuatan Allah mengurapi raja, dari dahulu tidak akan terhindar dari serangan serta ejekan dari raja-raja asing dan pemimpin bangsa-bangsa (lihat Mazmur 2:1), di Kis. 4, makin bertambah jelas menyatakan pemandangan ini. Tepat seperti konsep hamba yang menderita dalam kitab Yesaya, Anak Kekasih Allah akan menerima aniaya, Ia yang diurapi juga hendak menghadapi berbagai penderitaan, kesulitan dan tantangan. Oleh karena itu peristiwa baptisan ini dalam catatan Injil Lukas, konfirmasi identitas Yesus, benar-benar menyatakan sebuah figur Mesias yang sangat tidak disambut orang — bukan seorang raja yang memimpin dunia, yang mendapat kemenangan demi kemenangan, malah sebaliknya memikul dosa manusia dunia, mengambil jalan kayu salib, jalan Golgota.

Renungkan: fokus catatan baptisan Yesus diletakkan pada konfirmasi panggilan-Nya, Anak yang memikirkan perkara dari Bapa di Surga barulah akan mengerti apakah yang disebut sebagai panggilan bagi orang di dunia. Panggilan dari dahulu bukan dijalani dengan buta, asal-asalan mengikuti arus 「arah rohani」, malah sebaliknya setelah mengenal dengan jelas berbagai pergumulan dan kesulitan dibawakan panggilan, barulah mampu mengatakan apa yang Tuhan Yesus ucapkan di taman Getsemani. (… “Ya Bapa-Ku jikalau cawan ini tidak mungkin lalu, kecuali apabila Aku meminumnya, jadilah kehendak-Mu!” Mat. 26:42)