Divine Unity di dalam Doa Tuhan Yesus bagi Orang-orang Percaya
A) Pendahuluan
Alkitab mencatat bahwa Tuhan Yesus sangat sering menyendiri untuk berdoa. Ada beberapa yang tercatat isi doa-Nya, tentu merupakan doa yang sangat penting. Salah satunya dalam Yohanes pasal 17.
Doa ini merangkum relasi diri Yesus dan Bapa di Sorga, juga orang-orang yang mau menerima Yesus. Memahami isi doa yang istimewa ini akan membantu kita memahami seluruh pengajaran Yesus, bahkan pengajaran Rasul Paulus.
Kita akan memulai dari Yoh. 17:21-23 sebagai titik masuk (entry point), bagian yang dinaikkan bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya.
(slide 2, 3, 4) 21 『supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.
22 Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
23 Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.』
(1) Apa poin penting dari doa ini?
(slide 5) Mari kita lihat elemen penting yang diulang-ulang dalam bagian doa Yesus ini:
21 supaya mereka semua menjadi satu, …
22 … supaya mereka menjadi satu,
sama seperti Kita adalah satu …
23 … supaya mereka sempurna menjadi satu
Dalam 3 ayat saja sudah muncul 4 kali kata 『satu (unity) 』. (slide 6) Yesus menginginkan kita supaya menjadi satu.
Tapi satu yang bagaimana? Satu organisasi gereja? Satu jam ibadah? Baju paduan suara yang sama? Ataukah semua saling senyum di bibir, tidak bertengkar? Apa kalau sudah begitu sudah bisa disebut satu, ya tah?
Ilustrasi Anton orang baru di gereja. (Dari satu perspektif, semua seragam suka bertengkar itu juga satu unity)
(Footnote) kata unity memiliki makna: seragam (satu ragam), memiliki satu sifat, sama² memiliki. Ini pandangan umum dunia, ya itu bagus. Tapi apakah 『satu (unity) 』 yang dimaksudkan Yesus, cuma itu saja? Apa ada bedanya dan ada keistimewaannya yang lebih mendalam?
B) Unity yang Ilahi
(slide 7) Mari kita melihat terlebih dahulu apa yang Yesus lakukan untuk membuat kita menjadi satu seperti yang Ia bentuk.
C) Yesus tinggal di dalam diri kita
(slide 9) (Yoh. 6:56) 『Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku (artinya orang-orang yang menerima Yesus), ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia.』
Walau tidak bisa 100% namun ada ilustrasi yang bisa membantu kita membayangkan maksud 『ia tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia. 』
(slide 10) Ilustrasi: manusia dalam oksigen; ikan dalam air


Kita berada, tinggal, dan hidup di dalam oksigen. Lalu kita menghirup O², kita menerima O² masuk ke dalam diri kita, dan O² masuk ke seluruh sel² tubuh.
Kita tinggal di dalam oksigen, oksigen di dalam kita.
Setiap orang yang mau menerima Yesus, yang mau percaya kepada-Nya, maka 『Aku di dalam dia』. Yesus datang dan tinggal di dalam diri orang itu.
Di saat yang sama kita berada, tinggal, dan hidup di dalam Yesus.
Inilah unity Yesus dengan kita.
Apakah begini saja? No! Go deeper!
(1) Unity ini lebih istimewa, karena seperti unity Yesus dengan Bapa.
(slide 11) Dalam doa Yesus di ayat 21
『sama seperti Engkau Bapa di dalam Aku; dan Aku di dalam Engkau Bapa (1);
mereka di dalam Kita (2)』.
Ini adalah kesatuan ilahi antar pribadi Allah TriTunggal (TriUnity), lalu diterapkan oleh Allah kepada kita semua orang-orang percaya yang mau menerima Yesus, agar menjadi satu di dalam Bapa dan Yesus.
Keseragaman yang kita sama² miliki adalah unity yang ilahi, begitu istimewa. Bukan karena datang ibadah memakai baju batik yang sama atau jubah paduan suara yang sama.
① Unity yang ilahi ini istimewa karena unique
Mari kita lihat 『Pada waktu itulah kamu akan tahu, bahwa Aku di dalam Bapa-Ku dan kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.』 (Yoh. 14:20), kata 『Pada waktu itu』 adalah menunjuk waktu sesudah Ia mati di salib, dan bangkit. Artinya unity 『kamu di dalam Aku dan Aku di dalam kamu』 nyata setelah Ia mati di salib dan bangkit dari kematian (lihat juga point D.① di bawah, mengapa sesudah Ia mati di salib), dan itu bisa terjadi karena Yesus Sang Allah datang ke dalam dunia. Hanya Yesus. Allah manakah yang datang ke dunia dan mati bagi mu sehingga engkau memiliki Allah tinggal di dalam diri mu dan engkau tinggal di dalam Dia? Hanya Sang Allah saja yg bisa melakukannya.
Manusia dengan manusia tidak bisa “kamu di dalam aku; aku di dalam kamu“.
Juga tidak ada istilah “Bapa di dalam ayam; ayam di dalam Bapa” (Mengapa? Pikirkan setelah membaca poin D① dan D②)
Unity yang ilahi ini istimewa karena unique, radically distinctive and without equal.
=> Aplikasi:
pernahkah bersyukur memiliki unity yang ilahi dengan Sang Pencipta mu? Unity yang unik istimewa, hak khusus orang yang menerima Yesus?
Setiakah engkau rindu tiap hari datang kepada Yesus menikmati: Yesus di dalam engkau; dan engkau hidup di dalam Yesus?
Pedulikah engkau?
D) Unity dalam kemuliaan yang diberikan Yesus
(slide 12) Di dalam doa-Nya di ayat 22, Yesus mengatakan bahwa 『Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan.』
Apa yang dimaksudkan 『kemuliaan』 yang telah Yesus berikan kepada kita?
Yoh. 1:14 『Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.』
Perhatikan 『kemulian Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran』, itulah kemuliaan yang diberikan Yesus kepada kita.
① Melalui kematian-Nya memberikan kemuliaan kasih, kebenaran, pengudusan
Melalui kematian Yesus di atas salib dan bangkit di hari ke-3, Yesus menguduskan orang-orang percaya, Yoh. 17:19 『Aku menguduskan diri-Ku bagi mereka, supaya merekapun dikuduskan dalam kebenaran.』
Melalui kematian dan kebangkitan-Nya Yesus membuat orang yg mau menerima Yesus menjadi kudus.
Kemuliaan hanya bisa diberikan setelah ada pengudusan, itu harus dalam kebenaran. Kekudusan adalah sifat adanya kebenaran. Dan kebenaran yang kudus adalah salah satu sifat dari kemuliaan Allah.
Pentingnya kekudusan agar kita dapat tercakup dalam unity yang ilahi ini terlihat dalam Yoh. 17:8 『Segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku; telah Kuberikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, yakni di dalam firman-Mu yang adalah kebenaran.』
(Ayat ini juga memberikan pemahaman bahwa orang percaya harus menjaga kekudusan dengan cara menjalankan dan menghidupi Firman Allah, agar tetap terjaga tinggal di dalam unity ilahi Yesus dan Bapa yang kudus. Lihat point D③)
Yesus memberikan kemuliaan dalam kasih karunia, kebenaran, pengudusan kepada kita. Itulah yang membuat kita dapat tercakup dalam unity yang ilahi. Tanpa penyucian pengudusan tidak bisa!
② Kemuliaan itu adalah gambar dan rupa Allah yang sempurna
Kemuliaan dari Yesus Sang gambar dan rupa Allah yang sempurna, diberikan kepada kita untuk memulihkan gambar dan rupa dalam diri kita yang rusak oleh dosa.
Kini kita memiliki keseragaman karakter kemuliaan Allah, yang merupakan milik Yesus. Dia Sang gambar dan rupa Allah yang sempurna itu, membentuk kita semua (kamu, saya, dia) seragam, kembali memiliki kemuliaan Allah yang satu ragam satu rupa dan satu gambar dengan Yesus, tentu saja juga milik Bapa.
Seragam yang horizontal dengan semua sesama orang² yg mau menerima Yesus. Se-ragam secara vertikal ilahi dengan Bapa dan Yesus.
Unique tiada tanding? Ya.
(Berdasarkan poin D① dan D② pikirkan: mengapa manusia dengan manusia tidak bisa saling “kamu di dalam aku; aku di dalam kamu“.
Juga tidak ada istilah “Bapa di dalam ikan; ikan di dalam Bapa”. Anda akan makin merasakan unity ini sungguh unique tiada tanding. Siapa yg bisa wewujudkannya? Hanya satu, Yesus Tuhan)
=> Aplikasi:
Keseragaman (satu ragam) apa yang sudah kita tunjukkan di wajah kita? Jubah paduan suara yang sama? Jam ibadah yang sama? Apakah senyum “basa basi“ yang sama di wajah kita (biar ngak bertengkar)?
Coba saling berhadapan dengan teman yg duduk sebelah anda. Apa yang kau lihat di wajah teman mu?
Atau yg kita lihat adalah wajah yang menyinarkan kemuliaan Allah? Apakah kita hanya memperhatikan “kotoran mata” yang ada di wajah teman kita?
Apakah kita terlalu sering memperhatikan kesalahan teman kita, dan di saat yg sama tanpa menyatakan kemuliaan Sang Raja yang penuh kasih karunia?
Nyanyikan lagu “Kulihat di wajah mu Kemuliaan Sang Raja.”
Apakah kita menunjukkannya dengan tindakan nyata saat melihat wajah teman mu memancarkan kesedihan?
Sasa yang penuh kasih mau menuggu dan membawa Linda dan teman-teman yang lain pergi ke tempat outting. Tindakan yg kecil juga bisa memperlihatkan sifat alamiah wajah Kemuliaan Sang Raja.
Kemuliaan yang Yesus berikan karena Ia tinggal di dalam kita; dan kita berusaha tetap tinggal di dalam Yesus.
③ Menjaga agar tetap berada dalam unity ilahi:
Yoh. 15:4 『Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu. …』
Kita perhatikan kata 『tinggallah』 merupakan seruan Yesus agar kita melakukan tindakan tinggal. Tetapi tindakan konkret apa yg harus dilakukan untuk agar kita 『Tinggal di dalam Aku』
Yoh. 17:8 『Segala firman yang Engkau berikan kepada-Ku; telah Kuberikan kepada mereka dan mereka telah menerimanya. Kuduskanlah mereka dalam kebenaran, yakni di dalam firman-Mu yang adalah kebenaran.』 Kekudusan yg sudah kita terima harus dipelihara dijaga. Ayat ini memberikan pemahaman bahwa orang percaya harus menjaga kekudusan dengan cara menjalankan dan menghidupi Firman Allah, agar tetap terjaga tinggal di dalam unity ilahi Yesus dan Bapa yang kudus.
Tindakan konkret dijelaskan Yesus di Yoh. 15:10 『Jikalau kamu menuruti perintah-Ku, kamu akan tinggal di dalam kasih-Ku, seperti Aku menuruti perintah Bapa-Ku dan tinggal di dalam kasih-Nya.』
Rasul Yohanes kelak menuliskannya dengan gamblang, 1 Yoh. 3:24 『Barangsiapa menuruti segala perintah-Nya, ia diam di dalam Allah dan Allah di dalam dia. …』
(Mat. 12:50) 『Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.』
Orang yang bersaudara memiliki keserupaan wajah yg mirip. Sesama 『saudara-Ku laki-laki』 ataupun dengan 『saudara-Ku perempuan』 menunjukkan keserupaan wajah dengan Yesus. Orang yang melakukan Firman (kehendak Bapa) menjaga rupa dan gambar Allah yang ada dalam dirinya tetap serupa dengan Yesus, serupa dengan Allah.
Perhatikan hal ini saat membaca poin F di bawah, itulah juga tujuan kita butuh pemeliharaan ilahi.
E) Unity yang ilahi dalam misi ilahi yang diberikan Yesus
Apa tujuannya Yesus dengan sudah memberikan Unity ilahi penuh kemuliaan kepada orang² yang mau menerima Dia?
(Slide 13) 『21 supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.』
23 『mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu』
18 『… Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia』
Dalam tiga ayat ini Yesus berdoa mengenai tugas ilahi yang Ia berikan kepada kita. 『Supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku.』Agar dunia tahu
Perhatikan ayat 18 『Sama seperti Bapa mengutus Yesus ke dalam dunia, demikian pula Aku telah mengutus mereka ke dalam dunia』 Sekali lagi pattern unity ilahi, pengutus ilahi dari Bapa kepada Anak Tunggal Allah Yesus Kristus, kini diterapkan oleh Yesus kepada kita sebagai anak-anak Allah.
Yesus diutus ke dalam dunia agar dunia mengenal Bapa + percaya bahwa Yesus adalah Messias yang diutus Allah. Maka kita semua yg se-ragam ini juga diberi satu ragam visi misi ilahi, menjadi utusan Allah. Agar dunia mengenal Bapa dan Yesus.
=> Aplikasi:
Hari ini apakah yang menjadi kepedulian utama kita hidup di dunia ini?
Apakah jualan “panci” yang menjadi tujuan utama kita? Ataukah tujuan hidup kita se-ragam “menjadi utusan Allah“ yang membawa kemuliaan Allah; yang memiliki Yesus di dalam diri kita; dan kita yg satu-ragam hidup di dalam Yesus?
Kemarin ada pelatihan Pengabaran Injil, itu adalah sebuah pelatihan yang bagus membantu kita melaksanakan tugas ilahi ini. Saya usul kita boleh mengundang orang sudah pengalaman, memberikan pelatihan buat kita, dan kita ini boleh membuat program serta team untuk merealisasikan tugas pengutusan ilahi ini.
Inilah doa Yesus untuk kita, keseragaman ilahi atas tugas ilahi boleh secara seragam direalisasikan.
Ataukah kita hanya seragam karena secara seragam mengenakan jubah yang seragam, dengan senyum bibir yg seragam? Apa bedanya dengan seragam yg ada di super mall Jepang yg seragam ramah penuh senyum seragam di bibir, seragam harmonis berusaha tidak bertengkar dengan pengunjung? Gereja juga bisa jika mau punya seragam senyum bibir dan ramah supermall Jepang.
(Ngomong² kita mungkin ngak sudi punya yg di bibir saja dan yg di jubah luar ginian, tapi jangan² se-ragam yg sering kita punya adalah pipi merah bergambar jejak telapak tangan)
F) Unity dalam pemeliharaan Allah
(Slide 14) Di satu sisi kita harus berusaha, di sisi lain kita tidak bisa hanya mengandalkan kekuatan sendiri, kita butuh pertolongan Roh Kudus.
Maka doa Yesus 『Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita.』 (ayat 11)
Kita butuh kekuatan pemeliharaan Allah karena seperti dalam doa Yesus di ayat 14 bahwa dunia membenci kita. Maka di ayat 15 sekali lagi dalam doa Yesus meminta, Yohanes 17:15 『 … Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat.』
Dunia dan si Jahat ingin kita melompat keluar dari dalam Yesus, seperti halnya ikan melompat keluar dari air, bahkan kalau perlu diseret.

Ingat poin “Tinggallah di dalam Aku”, ini merupakan sebuah siklus, hanya tinggal di dalam Yesus saja (dengan melakukan dan menghidupi Firman) kita baru dimampukan tidak ditarik keluar dari dalam Air Hidup.
Marilah kita bersatu hati, seragam pikiran meminta pertolongan ilahi dari Tuhan Yesus.
=> Aplikasi:
Itulah yang juga Yesus doakan bagi kita. Adakah kita berdoa memohon pemeliharaan Bapa?
Itulah sumber kekuatan bagi kita untuk hidup di dunia ini sebagai utusan Allah.
Saat engkau merasa hidup ini berat dan sulit, tariklah nafas yang dalam, hiruplah oksigen. Saat engkau menghirup oksigen, engkau hidup di dalam oksigen; oksigen ada di dalam dirimu. Demikian juga engkau hidup dan ada di dalam Yesus yang penuh kasih, kekuatan dan kemuliaan Allah; di saat yang sama Yesus tinggal di dalam dirimu memberikan kekuatan, kesegaran, pemeliharaan Allah.
(Slide 15) Apakah kita sekedar seperti ikan yang hidup di dalam air; dan air di dalam diri ikan? Sekedar hidup di dalam oksigen dan oksigen di dalam diri kita? Jika demikian maka tidaklah banyak perbedaan kita dengan keseragaman orang dunia.
Dunia secara seragam hidup di dalam oksigen, dan di dalam diri mereka ada oksigen, tetapi bukan Yesus; karena mereka bukan hidup di dalam Yesus.
Tetapi kamu hidup dan ada di dalam Yesus yang penuh kasih, kekuatan dan kemuliaan Allah. Dan Yesus hidup dan tinggal di dalam kamu.
E) Summary
(Slide 16) Tunjukkan pada dunia siapa Yesus, melalui keseragaman unity ilahi yang kita miliki.
Sehingga ketika dunia melihat hidup ku yg se-ragam dengan hidup mu, dunia boleh berkata: ku lihat di wajah mu kemuliaan Sang Raja.
Kelak kita saat bertemu Sang Raja, kita berkata sama seperti Yesus berkata 『Aku telah mempermuliakan Engkau ya Bapa di bumi, dengan jalan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan kepada-Ku untuk melakukannya.』
G) Doa
Kiranya kita boleh memiliki pengharapan dan doa yang sama, agar nama Tuhan Yesus dimuliakan di dalam gereja ini, di dalam kehidupan keluarga kita, di dalam tempat kerja kita, selama-lamanya. Amin.
H) Homework / Bahan PA Pribadi
Berdasarkan inti dari khotbah ini, coba lakukan Pendalam Alkitab:
- Dengan makna dari pattern “Aku di dalam kamu; kamu di dalam Aku” pahamilah sekali lagi seluruh Yohanes 17.
- Carilah semua pattern “X di dalam Y; Y di dalam X” di dalam seluruh Injil Yohanes. Perhatikan bagaimana pattern tersebut terdapat dalam relasi Bapa dan Yesus; kemudian diterapkan pada Yesus dan diri kita.
- Cailah juga pattern yang hampir sama “Sebab segala firman yang Engkau sampaikan kepada-Ku, telah Kusampaikan kepada mereka” (apa yang Bapa berikan kepada Yesus, juga Yesus berikan kepada orang percaya) di seluruh Injil Yohanes. Buatlah daftar apa-apa saja yang diberikan / dilakukan Bapa kepada Yesus dan kemudian Yesus kepada orang percaya. Carilah tahu untuk tujuan apa dilakukan atau apa efeknya pada orang percaya.
- Kata-kata “di dalam” sering dipakai pengajaran Rasul Paulus, membawa konsep yang diajarkan Tuhan Yesus. Pakailah pattern tersebut untuk merenungkan dan pahami:
- (Kolose 3:3) “Sebab kamu telah mati dan hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus di dalam Allah.”
- (Gal 2:20) “namun aku hidup, tetapi bukan lagi aku sendiri yang hidup, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku. Dan hidupku yang kuhidupi sekarang di dalam daging, adalah hidup oleh iman dalam Anak Allah yang telah mengasihi aku dan menyerahkan diri-Nya untuk aku.”
- Lakukan pemahaman atas seluruh Injil Yohanes, dengan berdasarkan Yoh. 17 dan makna dari pattern “X di dalam Y; Y di dalam X“. Yohanes 17 dapat menjadi kunci memahami seluruh Injil Yohanes, bahkan surat 1 Yohanes.
11 Agustus 2019. By Ev. Lukas
Untuk kalangan Kristen.