Tag Archives: Pencobaan

Matius 4:1 (3)-PraPaskah

「Pencobaan」

Oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Matius 4:1 [TB2])
1 Lalu Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis
(Lukas 4:1-2 [TB2])
2 Empat puluh hari lamanya Ia dicobai Iblis. Selama hari-hari itu Ia tidak makan apa-apa dan setelah itu Ia lapar
.

Hal lain yang berharga untuk kita renungkan: kedua Injil menggunakan dicobai sebagai awal dari seluruh pengalaman di padang gurun – sebagai sebuah cara penggambaran peristiwa. Kalimat pertama dari catatan tersebut dengan jelas menyatakan bahwa ini adalah kisah tentang dicobai. Pembaca memahami dan mengetahui bahwa pencobaan akan datang.

Itulah cara menceritakan peristiwa tersebut kepada pembaca. Bagi Yesus Kristus, Dia hadir secara pribadi, menghadapi pencobaan dari pengalaman langsung — siapa pun yang mengalami pencobaan tidak dapat mengetahui bahwa pencobaan tersebut telah dimulai. Pencobaan selalu datang tanpa peringatan atau tanda.

Pencobaan tidak akan mengumumkan dirinya terlebih dahulu, juga tidak akan memberi tahu Anda terlebih dahulu: Pencobaan akan datang ! Anda harus waspada ! Pencobaan selalu dimulai secara diam-diam. Pencobaan itu menyatu dengan kehidupan sehari-hari dan muncul dalam bentuk apa pun, benda, orang, dan detail dalam situasi kehidupan apa pun. Itu mungkin merupakan kebiasaan gaya hidup, itu mungkin merupakan rutinitas kerja sehari-hari, atau itu mungkin merupakan teman yang peduli terhadap kebutuhan Anda.

Singkatnya, pencobaan tidak memiliki awal yang formal, juga tidak memiliki akhir yang dapat diumumkan. Ia seperti udara, tidak seorang pun akan memperhatikannya, ia ada.

Bagi Yesus Kristus, Dia menghadapi pencobaan tanpa hak istimewa apa pun dibandingkan orang lain. Tentu saja, Allah Maha Tahu, tetapi kalau Allah menghendaki Yesus mengalami pencobaan, Ia harus mengalaminya dengan cara Anak Manusia – ini bukan berarti Yesus tidak dapat mengatasi pencobaan, tetapi karena Yesus akan mengalami pencobaan yang sesungguhnya, Ia harus mengalami awal pencobaan yang tanpa peringatan awal, awal yang tidak berwarna dan tidak berasa, ini seperti yang dialami orang biasa.

Yesus tidak mencari tahu bahwa pencobaan akan datang; Ia hanya tahu bahwa semua ini adalah bimbingan Roh Kudus.

Refleksi:
Apakah Anda menghadapi pencobaan? Harap pertimbangkan pertanyaan ini dengan cermat.


Renungan Pra-Paskah (Er Dao)

Renungan pemahaman Injil Matius

Renungan Injil Matius Pra-Pasakah 2025 (Matius 4:1-11)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Yesus ditulis oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


1 Korintus 10:13

Allah hanya mengizinkan kita untuk menghadapi ujian yang 「dapat dihadapi manusia」. Mengandalkan Tuhan, kita akan menang, akan ada jalan keluar, dan tidak ada jalan buntu!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 10:13 [ITB])
13 Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia. Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kamu dapat menanggungnya.

【Referensi ayat】
(Yesaya 30:20-21 [ITB]) Dan walaupun Tuhan memberi kamu roti dan air serba sedikit, namun Pengajarmu tidak akan menyembunyikan diri lagi, tetapi matamu akan terus melihat Dia, dan telingamu akan mendengar perkataan ini dari belakangmu: 「Inilah jalan, berjalanlah mengikutinya,」 entah kamu menganan atau mengiri.
(2 Raj. 6:16-7 [ITB]) Jawabnya: 「Jangan takut, sebab lebih banyak yang menyertai kita dari pada yang menyertai mereka.」 Lalu berdoalah Elisa: 「Ya TUHAN: Bukalah kiranya matanya, supaya ia melihat.」 Maka TUHAN membuka mata bujang itu, sehingga ia melihat. Tampaklah gunung itu penuh dengan kuda dan kereta berapi sekeliling Elisa.
(Ef. 1:18 [ITB]) Dan supaya Ia menjadikan mata hatimu terang, agar kamu mengerti pengharapan apakah yang terkandung dalam panggilan-Nya: betapa kayanya kemuliaan bagian yang ditentukan-Nya bagi orang-orang kudus;
(Roma 8:28 [ITB]) Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.
(2 Kor. 1:8-10 [ITB]) Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati. Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi

Pencobaan dan ujian yang Allah izinkan untuk kita alami adalah tidak melebihi kekuatan manusia, adalah yang dapat dihadapi manusia, yang tidak melampaui apa yang dapat kita tangani, Ia akan memberikan kepadamu jalan ke luar, sehingga kita dapat menanggungnya. 1 Korintus 10:13 adalah kalimat emas berharga, telah membuat banyak orang saat mengalami pencobaan besar mendapatkan penghiburan dan kekuatan yang luar biasa walau situasi yang terlihat sepertinya tidak dapat diatasi. Pencobaan dan ujian yang Allah izinkan adalah pada tingkat manusia (anthropinos; human), ujian yang dapat ditanggung orang dengan mengandalkan Tuhan pasti akan menang, dan akan ada jalan keluar dari ujian itu.

Kalimat emas ini memberi kita tiga pengingat penting:
1. Ketika Allah mengizinkan kita mengalami segala macam cobaan yang kejam, Dia tidak ingin kita gagal, Dia juga tidak ingin kita mengalami jalan buntu yang tidak dapat diatasi. Hati dan kehendak Allah itu baik, bukan untuk menyakiti kita, Dia akan berikan jalan keluar, pertolongan dan penyertaan berjalan bersama kita. Allah pasti sudah persiapkan!
2. Ketika menghadapi berbagai ujian yang sulit, kita harus tegas tidak mengambil jalan mengeluh, menggerutu bersungut-sungut, dan menjauh dari Allah. Kita harus bertekad bersandar kepada Allah, dan Allah akan membuka mata hati kita dan memberi tahu kita mana yang jalan yang benar, agar kita berjalan di dalamnya, akan ada kedamaian yang melampaui segala akal.
3. Di masa-masa sulit, rasa putus asa itu nyata dan dahsyat; tetapi bahkan dalam cobaan yang paling mengerikan sekalipun, jangan ragukan cinta kasih Allah yang besar kepada kita, tetapi yakinlah dengan teguh Betapa Allah mencintai kita, betapa Dia super sangat mencintai kita, akan berjalan bersama kita, dan akan ada jalan keluar. Kematian dan penghinaan kematian bukanlah jalan buntu yang sesungguhnya! Mereka yang percaya teguh kepada Tuhan akan memiliki kebangkitan setelah kematian dan hidup yang kekal. Orang Kristen memiliki harapan, kedamaian, dan jalan keluar yang tidak dapat dirampas!

Dalam ayat ini, kata pencobaan muncul tiga kali, kata benda peirasmos dan kata kerja πειράζω peirazo. Beberapa orang suka mengklasifikasikan apa itu pencobaan? Apa itu pencobaan, ujian? Kata peirazo dalam terjemahan CUV bahasa Mandarin, dibedakan dengan pemakaian kata pencobaan artinya membawa unsur jahat dan ujian membawa tujuan baik, namun dalam ITB bahasa Indonesia tidak dibedakan, dalam Markus 1:13 Yesus dicobai oleh Iblis; dalam Yohanes 6:6 Hal itu dikatakan-Nya untuk mencobai dia, sebab Ia sendiri tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya (lihat BIMK Yesus sudah tahu apa yang akan dilakukan-Nya, tetapi Ia berkata begitu sebab Ia mau menguji Filipus); dalam Ibr. 11:17 Karena iman maka Abraham, tatkala ia dicobai, mempersembahkan Ishak. Ia, yang telah menerima janji itu, rela mempersembahkan anaknya yang tunggal. Seringkali dalam pertemuan yang sama, pada saat yang sama ada pencobaan iblis dan ujian Allah! Dari sudut pandang peperangan rohani, banyak kesulitan yang menggoda mencobai kita, membuat kita putus asa dan menjauh dari Allah. Dari sudut pandang kehendak Allah, segala ujian datang dari Allah, Allah hendak menaruh yang sepertiga itu dalam api dan akan memurnikan mereka seperti orang memurnikan perak. Aku akan menguji mereka, seperti orang menguji emas … (Zakharia 13:9). Ketika kita jatuh ke dalam berbagai pencobaan, kita memiliki kesedihan yang berumur pendek, tetapi kita memiliki sukacita besar yang tidak dapat dirampas, dan setelah iman kita diuji maka akan menjadi lebih berharga daripada emas yang diuji dengan api (1 Petrus 1:6-7)

Paulus berkata: Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan (Filipi 1:21) Bahkan dalam ujian, Abraham mengorbankan Ishak, Ayub menderita kehancuran keluarganya, dan Paulus mengalami bahkan kami telah putus asa juga akan hidup kami, tetap ada jalan keluar dari semua ujian! Allah ada di sana, dan ada persiapan! Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia! Hudson Taylor berkata: Orang-orang yang tidak percaya hanya melihat kesulitan, dan orang percaya melihat ada Tuhan di antara diri mereka dan kesulitan. Teng Jinhui suka memahami kebenaran anugerah yang berdaulat (sovereign grace): Jika Anda memahami kebenaran ini, Anda akan memiliki ketenangan, sukacita, dan kedamaian di hati Anda, dan itu juga merupakan dorongan

Renungkan:
• Ketika dihadapkan dengan pencobaan, ujian yang tampaknya tak terkalahkan, kita terkadang mudah putus asa, dan membiarkan pikiran jahat dan keputusasaan menguasai kita! Ayat hari ini mengingatkan kita: Allah akan memberikan jalan keluar! Allah tidak bermaksud untuk membiarkan kita tenggelam, tetapi menghendaki agar kita bertobat dan berbalik kepada Tuhan tidak peduli apa keadaan kita, dan agar kita berjalan intim dengan-Nya sepanjang hidup kita! Pengingat dan penghiburan apa yang diberikan renungan hari ini kepada Anda?
• Pernahkah Anda mengalami ujian bahkan telah putus asa akan hidup? Pada saat itu, apakah Anda menyerah, melepaskan, meninggalkan Allah? Atau, apakah Anda berjalan lebih dekat dengan Allah, mengalami kedamaian, perlindungan, dan anugerah kasih karunia Allah yang tak terduga?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 5-10 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Februari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


01 Maret – HARI MINGGU PRA-PASKAH PERTAMA. Menghadapi Pencobaan

Oleh
Rev Dr Chua Chung Kai
Chairman
Evangelical Free Church of Singapore
Penerjemah: Team WMC

Matius 4:1-11

1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis.
2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 3 Lalu datanglah si pencoba itu dan berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti.”
4 Tetapi Yesus menjawab: “Ada tertulis:
Manusia hidup bukan dari roti saja,
tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.”
5 Kemudian Iblis membawa-Nya ke Kota Suci dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, 6 lalu berkata kepada-Nya: “Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu ke bawah, sebab ada tertulis :
Mengenai Engkau Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya
dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya,
supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.”
7 Yesus berkata kepadanya: “Ada pula tertulis: Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!” ”
8 Dan Iblis membawa-Nya pula ke atas gunung yang sangat tinggi dan memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia dengan kemegahannya, 9 dan berkata kepada-Nya: “Semua itu akan kuberikan kepada-Mu, jika Engkau sujud menyembah aku.” 10 Maka berkatalah Yesus kepadanya: “Enyahlah, Iblis ! Sebab ada tertulis:
Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu,
dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti! “
11 Lalu Iblis meninggalkan Dia, dan lihatlah, malaikat-malaikat datang melayani Yesus.

Renungan
Kita semua menghadapi pencobaan.
Kita bersyukur bahwa “Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa” (Ibrani 4:15) Perikop renungan kita pagi ini mengingatkan kita akan hal itu. Bagaimana cara kita menghadapi pencobaan? Dua pemikiran yang sederhana.

Pertama, Tuhan kita dicobai di saat Dia paling lemah namun Dia mengatasi dengan Firman Allah. Dia melakukan apa yang gagal dilakukan bangsa Israel. Bangsa Israel menolak untuk masuk ke dalam Tanah Perjanjian dan di dalam pengembaraan mereka selama empat puluh tahun di padang belantara, berulang kali mereka memberontak terhadap Allah. Mereka gagal dengan menyedihkan sebagai putra ALLAH (lihat. Keluaran 4:22 – 23; Hosea 11:1). Tuhan kita, sebaliknya bertempur dengan iblis, memenangkannya, menunjukkan diri-Nya sebagai Putra ALLAH yang sejati! (lihat Matius 4:17; 2:15.) Terpujilah ALLAH Juru Selamat kita yang telah menang! Itulah tempat kemenangan kita!

Kedua, kita ingat perkataan Rasul Paulus tentang pergumulannya, “Jika ada orang merasa lemah, tidakkah aku turut merasa lemah? Jika ada orang tersandung, tidakkah hatiku hancur oleh dukacita?” (2 Korintus 11:29.)

Pencobaan mengingatkan kita bahwa kita adalah manusia, dan jika kita mencoba untuk menghadapinya dengan usaha kita sendiri, kita akan gagal, dan gagal dengan menyedihkan. Maka, pada saat dicobai, kita mengakui kelemahan kita dan berpaling pada Juru Selamat kita – berseru kepada-Nya untuk pertolongan! Inilah apa yang dimaksudkan ketika Paulus menulis: “Tetapi jawab Tuhan kepadaku: ‘Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna.’ Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku. …. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.” (2 Korintus 12:9-10) Pencobaan menjadi kesempatan bagi kita untuk berpaling kepada Yesus! Di dalam pergumulanmu, berpalinglah pada Tuhan kita, berseru kepada-Nya dan engkau akan dapat mengalami anugerah-Nya untuk menang!

Doa
Tuhan Yesus terkasih, terima kasih karena Engkau yang menghadapi semua pencobaan dan Engkau menang! Aku datang kepada-Mu dan mengakui aku membutuhkan anugerah-Mu. Tolonglah aku ya Tuhan untuk berseru kepada-Mu di saat aku menghadapi pergumulan dan lemah.
Berikan anugerah-Mu untuk menghadapinya! Aku percaya pada-Mu! Dalam nama Yesus aku berdoa, amen!

Tindakan
Ketika dicobai, berserulah pada YESUS untuk mengatasi dengan anugerah-Nya.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

Lukas 4:1-13 (2

「Siapa yang Memegang Cara Keselamatan yang Sesungguhnya?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 4:1-13 [ITB])
1Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
2Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
3Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: 「Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.」 4Jawab Yesus kepadanya: 「Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.」
5Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6Kata Iblis kepada-Nya: 「Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
7Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.」 8Tetapi Yesus berkata kepadanya: 「Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!」
9Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: 「Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, 10sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, 11dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.」 12Yesus menjawabnya, kata-Nya: 「Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!」
13Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Kemarin kita telah merenungkan latar belakang perikop tentang Yesus dicobai iblis ini, dan tegangan tarikan paham idealis yang ada pada zaman itu. Hari ini kita merenungkan percakapan yang terdapat pada pencobaan terakhir, agar kita lebih dalam memahami makna dari bagian ini.

Di pencobaan ketiga, iblis telah memakai Mazmur 91 untuk melakukan pencobaan terhadap Yesus. Mazmur 91 saling bersambung dengan Mazmur 90, merupakan bagian kedua dari 《Nyanyian Musa》. Mazmur 91 memiliki keterkaitan tertentu dengan Musa dan pengalaman keluaran dari Mesir; singkat kata, Mazmur 91 memuji Dia Yang Mahakuasa yang memimpin orang Israel keluar dari Mesir, segala perlindungan dan anugerah selama di padang gurun (Mazmur 91:1-12). Maka dalam pencobaan ketiga di Lukas 4, iblis mengutip Mazmur untuk mengingatkan Yesus, bahwa pemazmur juga melakukan penafsiran pemahaman ulang atas perbuatan besar Musa, dan yang dilakukan Musa merupakan pujian dan nyanyian bagi khalayak ramai, mengapa Yesus tidak memilih 「jalan sepatutnya dilalui ini」, menjadi figur 「Musa baru」(melawan penjajahan Romawi, seperti Musa membawa Israel keluar dari jajahan Mesir), bukankah ini juga termasuk menyatakan ulang sejarah anugerah keselamatan Allah (re-enactment of salvation history)? Bukankah ini tindakan yang sudah sepatutnya Tuhan lakukan? Mengapa mengambil jalan yang pada akhirnya harus menerima caci maki dan ditinggalkan orang lain, tutup mulut dan menerima kayu salib? Siapa yang tahu inikah yang merupakan cara keselamatan yang sesungguhnya benar? Bahkan para murid yang telah melihat dengan mata sendiri Tuhan yang bangkit dari kematian, tetap bertanya lagi: 「Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?」 (Kis. 1:6), sampai setelah pengalaman hari Pentakosta, para murid baru mampu memahami apakah yang disebut sebagai 「salib」, 「bangkit dari kematian」, 「naik ke Sorga」, 「Kerajaan Allah dibentangkan di muka bumi bukan melalui aspek militer dan kuasa politik」.

Jawaban yang diberikan oleh Yesus, 「Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!」 adalah berasal dari kitab Ulangan 6:16, yang menyebutkan perkara orang Israel mencobai Allah di Masa. Dalam perkara ini, pencobaan yang terutama adalah: bagaimanakah yang merupakan cara keselamatan Allah? Apakah cara keselamatan Allah bisa berhasil? (lihat Bil. 20:1-13 atau Kel. 17:1-7) tetapi hendaknya yang makin dengan teliti diperhatikan, dalam peristiwa ini, Musa karena tidak menghormati TUHAN sebagai Yang Maha Kudus, memakai tongkat memukul batu dua kali, dan bukan sesuai pesan TUHAN untuk memerintahkan bukit batu mengeluarkan air. Sehingga tidak boleh masuk tanah Kanaan (lihat Bil. 20:12). Dapat dilihat Musa juga memiliki ketidaksempurnaan, maka manusia tidak boleh meragukan cara keselamatan Allah. Dan Yesus sebagai Anak Allah, terus menerus percaya dan keyakinan pasti atas cara keselamatan kayu salib ini, tidak disebabkan oleh si pencoba maka meletakkan cara keselamatan yang sama sekali tidak menarik mata, penuh hinaan ini. (Kiranya kita dilepaskan dari pencobaan meragukan jalan keselamatan salib.)

Renungkan: benar adanya, orang selalu memakai daya pikir diri sendiri, membuat perhitungan jalan keluar dan cara keselamatan bagi masa depan diri sendiri, ini merupakan hal yang sangat alamiah. Tetapi jika dalam kehidupan, apa yang dilihat oleh iman orang Kristen hanyalah pemikiran diri sendiri, malah sebaliknya telah melupakan kehendak dan pimpinan Sang Penyelamat, maka kita sama sekali tidak mengerti kasih Kalvari. Rasa aman manusia yang sesungguhnya, adalah masuk ke dalam zona 「tidak aman」 yang tidak pernah dialami, barulah memahami apa yang merupakan penebusan dan anugerah Allah.

Lukas 4:1-13

「Apa Pencobaan yang Sesungguhnya?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 4:1-13 [ITB])
1Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
2Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
3Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: 「Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.」 4Jawab Yesus kepadanya: 「Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.」
5Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6Kata Iblis kepada-Nya: 「Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
7Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.」 8Tetapi Yesus berkata kepadanya: 「Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!」
9Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: 「Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, 10sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, 11dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.」 12Yesus menjawabnya, kata-Nya: 「Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!」
13Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Catatan Yesus dicobai merupakan bagian perikop yang sangat istimewa. Inti masalah yang paling utama, sebenarnya si jahat iblis hendak mencobai Yesus apa? Dengan kata lain, apa yang sungguh benar-benar mampu mencobai Yesus, apa yang mampu membuat Yesus terperangkap dalam pencobaan? Mungkin kita berpikir Yesus akan terperangkap pencobaan makanan, kehormatan kekayaan, kehidupan yang ditimpa kesulitan dsb. Benar adanya, dalam perikop Lukas pasal 4, semua ini adalah pemandangan yang sungguh benar, semuanya adalah isi pembicaraan Yesus dengan si jahat iblis, namun saja kita hendaknya dengan teliti melihat isi perikop, maka ayat perikop akan memaksa kita sekali lagi bertanya lebih mendalam, bagaimana kita sepatutnya memahami pencobaan yang diterima Yesus?

Terlebih dahulu kita akan melihat Injil Lukas 4:1-2. Catatan tentang isi pencobaan dalam Injil Lukas dan Injil Matius hampir mirip. Kedua penulis Alkitab telah memakai begitu banyak kata-kata khusus untuk menggambarkan Yesus dicobai — 「padang gurun」, 「40」, 「pencobaan」 dll. Semua pemakaian kata-kata ini akan membuat orang Yahudi abad 1 mengingat kembali penyelamatan Allah memimpin nenek moyang mereka keluar dari Mesir, Musa memimpin orang Israel masuk ke padang gurun. Orang Israel di padang gurun mencobai Allah, ini merupakan sejarah yang dicatat dalam kitab Keluaran sampai kitab Ulangan. Tidak aneh jika Yesus mengutip perikop saat memberikan jawaban atas pencobaan iblis, ayat perikop yang dikutip semuanya berasal dari dari Ulangan 6-8, yang tepat merupakan catatan tentang pengajaran yang dibawakan dari pengalaman keluar Mesir sampai padang gurun. Maka saat kita hendak memahami peristiwa Yesus dicobai, dapat melihat dan membandingkannya dengan pemandangan orang Israel mendapat pencobaan dalam Perjanjian Lama, sebagai sebuah struktur penafsiran (hermeneutical framework) untuk memahami Luk. 4:1-13, untuk mengenal latar belakang perikop Yesus mengalami pencobaan dari iblis, dan keadaan orang percaya abad 1.

Apakah yang merupakan pengharapan orang Yahudi di masa antara dua Perjanjian atau setelah penawanan? Tentu saja pulang kembali ke kota suci Yerusalem, memulihkan ulang persembahan korban dan berbagai ritual keagamaan, karena ini mewakili Allah sekali lagi memberkati umat Israel, menggenapi janji-Nya. Sebagian kitab suci Perjanjian Lama menggambarkan pemandangan kegembiraan besar pulang kembali ke Yerusalem dan pembangunan ulang Bait Suci, contoh seperti topik keluaran baru dari Mesir dalam kitab Nehemia atau kitab Yesaya, semuanya telah menunjukkan harapan ini. Maka kita dapat percaya, harapan sekali lagi 「keluar Mesir」 dan munculnya 「Musa baru」 merupakan kerinduan orang Israel selama ratusan tahun. Saat itu di antara para murid juga terdapat orang dari kaum Zelot (sekelompok orang Yahudi yang merindukan negera mereka berdiri lagi, contoh seperti ibu Yakobus Yohanes memohon Yesus agar anak-anak laki-lakinya dapat di duduk di kanan dan kiri Yesus saat Ia mendirikan ulang negara, menyatakan ibu Yakobus Yohanes mengharapkan kedua anak laki-lakinya dapat memiliki posisi penting tertentu di dalam kerajaan militer di bumi), telah menjelaskan antusias harapan orang Yahudi atas berdiri ulangnya negara Israel.

Munculnya harapan 「Musa baru」 (new Moses) merupakan suasana zaman itu. Yesus dari kecil sampai besar mendengar dan melihat semua paham idealis atau pengajaran ini (dapat mengacu pada sastra masa antara dua Perjanjian 《Mazmur Salomo》 Psalms of Solomon pasal 17-18). Merubah batu menjadi makanan, bukan semata-mata berbicara apakah Yesus memiliki kekuasaan melakukan perubahan dari satu materi menjadi materi lain (Yesus tentu saja memiliki kuasa melakukan ini, air menjadi anggur bukankah merupakan sebuah contoh sesungguhnya!). Tetapi yang iblis hendak cobai Yesus adalah mengapa Yesus hendak mempertahankan jalan salib? Jika Yesus bersedia sama seperti Musa di waktu yang dahulu, melakukan mukjizat perubahan suatu materi menjadi suatu materi lain, bukankah hal yang memuaskan dan menggembirakan hati? Mengapa Yesus hendak mengambil jalan yang tidak dipahami oleh khalayak ramai? Mengapa tidak mengikuti permintaan dan pemikiran manusia dunia pada umumnya?

Doa: Tuhan! saya sungguh tidak mengetahui bagaimana melalui jalan diri sendiri, mohon Tuhan menolong saya, berjalan dalam kehendak-Mu, bukan menuruti pemikiran dan harapan manusia, tetapi sesuai kehendak-Mu Allah, mohon Tuhan mengajari saya melepaskan diri dari pencobaan, sama seperti Yesus, mengambil jalan kayu salib, yang merupakan jalan beradanya anugerah keselamatan yang sesungguhnya.