Tag Archives: Yohanes Pembaptis

Yohanes 1:35

「Murid Yohanes」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:35 [ITB])
35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.

Injil Yohanes 1:35-42 memulai sebuah paragraf baru.

Secara ringkas, ini adalah catatan yang sangat kita kenal — tentang pemanggilan kepada Simon Petrus dan saudaranya Andreas. Namun, peristiwa ini merupakan pembukaan yang sangat istimewa di bawah penafsiran penulis Injil Yohanes.

Alkitab berkata: Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya (ayat 35), ini adalah pembukaan yang menarik. Kedua murid ini tentunya bukan murid Yesus, mereka adalah murid Yohanes. Namun, para pembaca akan menemukan bahwa identitas murid Yohanes ini sebenarnya hanya berlangsung dua ayat saja. Ketika Yesus datang, Yohanes Pembaptis berseru: Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia!, kedua murid itu meninggalkan Yohanes dan mengikuti Yesus (ayat 37).

Dari segi teknik sastra, uraian Yohanes ayat 35-36 hanyalah peralihan antar paragraf. Penulis Injil Yohanes mulai beralih ke fokus Yesus Kristus dari perikop tentang Yohanes Pembaptis di ayat 19-34, dan sejak saat itu fokusnya pada Yesus Kristus. Oleh karena itu, Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya adalah perpindahan status murid (keluar dari suatu tempat / keadaan / status yang lama berpindah ke tempat / keadaan / status baru), murid-murid Yohanes segera menjadi murid Yesus.

Kita tidak tahu seberapa dalam hubungan Yohanes dengan kedua murid ini, atau sudah berapa lama mereka menjadi murid Yohanes — berbulan-bulan? beberapa tahun? Kita tidak tahu. Bagaimanapun, kita tampaknya cenderung meremehkan dan mengabaikan persahabatan antara Yohanes dan kedua murid ini — tetapi ini tidak bisa dihindari, karena inilah tujuan dari Alkitab, ternyata identitas murid Yohanes itu hanyalah persiapan menjadi murid Yesus. Identitas murid-murid Yohanes hanyalah proses transit, dan mengikuti Kristus adalah tujuan yang sebenarnya. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil (Yoh. 3:30) Ini adalah tujuan dari panggilan Yohanes sendiri. Dia memanggil murid adalah agar mereka dapat meninggalkan diri mereka sendiri dan mengikuti Kristus. Jika Yohanes menahan mereka di sisinya, murid-muridnya hanya akan berhenti di tempat dan tidak makin maju (Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil).

Oleh karena itu, secara tegas, pembagian murid Yohanes atau murid Yesus tidak valid di dalam Injil, karena murid Yohanes semuanya akan menjadi murid Yesus. Inilah panggilan hidupnya.

Renungkan:
Apakah Anda seorang mentor bagi orang lain di gereja? Sebagai seorang tutor, saya mengerti betapa pentingnya belajar melepaskan. Yang disebut “lepaskan” adalah memberi tahu siswa cara berjalan sendiri, dan cara memilih arah yang benar untuk berjalan. Tanpa melepaskan, kita tidak akan tumbuh – ini tidak hanya menghalangi kehidupan siswa, tetapi juga kehidupan Anda sendiri. Lebih serius lagi, secara bertahap akan menjadi 「pendewaan diri」.

Tambahan penerjemah: Di masa kini orang sering membuat tinggi dan membuat seorang pemimpin menjadi “Anak Allah”, kita tidak lagi memandang sang pemimpin “makin kecil” dan tidak lagi Ia makin besar. Kita menjadikan pendeta menjadi “Nabi” (huruf besar dalam tanda kurung), lalu bertahap menjadikannya sebagai “Anak Allah”, motivasinya adalah menaikkan status diri kita dari murid pendeta menjadi murid “Nabi” buatan diri kita, lalu menaikkan status diri kita sebagai murid “Allah” buatan kita, keberhasilan itu menaikkan status kita menjadi “Allah”, karena berhasil membuat “Allah”.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:33-34

「Bersaksi Yesus adalah Anak Allah」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:33-34 [ITB])
33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.

Hari ini adalah renungan terakhir dengan topik bersaksi. Kita telah merenungkan subjek bersaksi selama hampir setengah bulan. Setelah ayat 19-34 kesaksian Yohanes Pembaptis pun berakhir. Kesaksian terakhir Yohanes Pembaptis: aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah. Secara umum, ketika kita melihat kembali kesaksian Yohanes, kita menemukan bagaimana Yohanes memperkenalkan dirinya dan bagaimana dia memperkenalkan Yesus —
Yohanes Pembaptis:
• bukan Mesias (ayat 20)
• bukan nabi (ayat 21)
• akulah suara (ayat 23)
• membuka tali kasut-Nyapun aku tidak layak (ayat 27)
Yesus:
• Anak Domba Allah (ayat 29)
telah ada sebelum aku (ayat 30)
• membaptis dengan Roh Kudus (ayat 33)
• Anak Allah (ayat 34)

Injil Yohanes tidak menjelaskan kisah berikut ini — bagaimana reaksi orang-orang di sekitarnya? Bagaimana mereka memahami kesaksian Yohanes? Kita tidak tahu. Itu hanya diakhiri dengan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah adalah pengakuan penting dari gereja mula-mula. Kalimat ini akan diulangi dalam Injil Yohanes (1:49; 3:16; 5:25; 5:26; 8:36; 9:3536; 10:36; 11:4; 11:27; 14:13; 17:1; 19:7; 20:30, klik unutk membaca). Inilah tujuan akhir dari kesaksian kita, dan itu juga tujuan dari Injil Yohanes — Tetapi semua yang tercantum di sini telah dicatat, supaya kamu percaya, bahwa Yesuslah Mesias, Anak Allah, dan supaya kamu oleh imanmu memperoleh hidup dalam nama-Nya(20:31). Amin.

Renungkan:
Renungan hari ini juga merupakan suatu tindakan. Bisakah Anda bersaksi kepada seseorang di sebelah Anda? Dengan sederhana beritahukan kepada orang lain bahwa Yesus adalah Kristus dan bahwa Dia adalah Anak Allah, beritahukan bahwa Anda dapat memiliki hidup dalam nama-Nya jika Anda percaya kepada-Nya.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:32-34

「Melihat Roh Kudus」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:32-34 [ITB])
32 Dan Yohanes memberi kesaksian, katanya: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. 33 Dan akupun tidak mengenal-Nya, tetapi Dia, yang mengutus aku untuk membaptis dengan air, telah berfirman kepadaku: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus. 34 Dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah.

Kesaksian Yohanes Pembaptis belum berakhir.

Selanjutnya, dia memakai sebuah bagian tentang Yesus dibaptis untuk memaparkan identitas Yesus Kristus. Patut diperhatikan bahwa ayat ini menekankan tentang Yohanes melihat Roh KudusAku telah melihat Roh. Jika kita membandingkan ketiga kitab Injil lainnya, Injil Lukas hanya memberikan gambaran objektif tentang turunlah Roh Kudus, dan tidak mencatat melihat Roh Kudus; Injil Matius memiliki gambaran bahwa Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, tetapi kata Ia ini menunjuk kepada Yesus sendiri; Injil Markus juga hanya mencatat bahwa saat Ia keluar dari air, Ia melihat langit terkoyak, dan Roh seperti burung merpati turun ke atas-Nya, tidak secara langsung menggambarkan siapa yang telah melihat Roh Kudus.

Namun, Injil Yohanes menyisipkan apa yang dilihat Yohanes Pembaptis: Aku telah melihat Roh turun dari langit seperti merpati, dan Ia tinggal di atas-Nya. Bagaimana Yohanes melihat Roh Kudus? Bagaimana Roh Kudus dapat dilihat? Tentu tidak sulit bagi kita untuk memahami bahwa Yesus dapat melihat Roh Kudus, inilah interaksi antara Tritunggal Allah. Bapa mengirimkan Roh Kudus kepada Yesus dari surga, dan Yesus mendengar suara Bapa. Roh Kudus adalah kasih yang erat antara Bapa dan Putra. Ini adalah hubungan Allah Tritunggal, yang tidak pernah berubah sejak kekekalan.

Bagaimana kita memahami Yohanes melihat Roh Kudus? Yohanes Pembaptis membaptis Yesus, dan oleh karena Yesus sehingga ia mengalami hubungan Allah Tritunggal. Yohanes tidak hanya melihat Roh Kudus, tetapi dia mendengar suara Bapa: Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus (ayat 33). Tidak dapat disangkal bahwa suara Bapa sebenarnya melalui Roh Kudus sehingga ia mendengar suara itu. Oleh karena itu, Yohanes Pembaptis sedang mengalami interaksi Tritunggal – dalam proses pembaptisan, ia memegang tubuh Yesus, melihat kedatangan Roh Kudus, dan melalui Roh Kudus sehingga ia mendengar suara Allah Bapa.

Seseorang dapat mengalami hubungan Tritunggal, semua hanya karena pekerjaan Roh Kudus di dunia. Jadi, secara permukaan, Yohanes sedang membaptis Yesus, tetapi fakta sebenarnya, Yohanes sendiri mengalami baptisan Roh Kudus yang dianugerahkan oleh Yesus. Jikalau engkau melihat Roh itu turun ke atas seseorang dan tinggal di atas-Nya, Dialah itu yang akan membaptis dengan Roh Kudus, Di permukaan, Yesus seperti dibaptis dengan air oleh Yohanes, ternyata, Yohanes Pembaptis-lah yang menerima baptisan Roh Kudus oleh Yesus, dan aku telah melihat-Nya dan memberi kesaksian: Ia inilah Anak Allah (ayat 34). … tidak ada seorangpun, yang dapat mengaku: Yesus adalah Tuhan, selain oleh Roh Kudus (1 Korintus 12:3) Oleh karena itu, Yohanes menerima baptisan Roh Kudus yang diberikan oleh Yesus dapat menyatakan: Yesus Kristus adalah Anak Allah. Ini jelas merupakan bukti dari Roh Kudus.

Renungkan:
Hari ini, kita semua telah mengalami baptisan Roh Kudus. Berdasarkan hal inilah kita dapat memberikan kesaksian tentang Tuhan. Apakah Anda melihat pekerjaan Roh Kudus? Atau, tidak mudah bagi Anda untuk melihat pekerjaan Roh Kudus pada orang lain, tetapi setidaknya Anda dapat melihat jejak-Nya dalam hidup Anda.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:29A

「Prototipe model asli kesaksian」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:29 [ITB])
29 Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: 「Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia

Injil Yohanes 1:29-34 adalah paragraf baru. Ini adalah titik balik karena mewarisi kesaksian Yohanes Pembaptis dan menjadi perpanjangan bagi semua catatan selanjutnya tentang Yesus Kristus.

Kalimat pembuka dari paragraf ini: Yohanes melihat Yesus datang kepadanya. Alkitab menggambarkan pertemuan antara Yohanes Pembaptis dan Yesus — pertemuan yang nyata, pertemuan muka dengan muka. Alkitab tidak menjelaskan mengapa keduanya bertemu. Apakah mereka bertemu secara kebetulan? Yesus datang dari mana? Mengapa Yesus datang kepada Yohanes? Apakah ini pertama kalinya mereka berdua bertemu? Kita tidak tahu. Tentu saja, Alkitab tidak menjelaskan alasannya secara rinci, karena bukan itu fokus masalahnya.

Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia !! Ini yang diserukan Yohanes Pembaptis. Tentu saja, seruan ini jelas bukan ditujukan kepada Yesus, tetapi ditujukan kepada orang lain. Namun, Anda akan menemukan bahwa seluruh paragraf (ayat 29-34) tidak menggambarkan apa pun tentang para hadirin – ada berapa banyak orang? Orang macam apa mereka? Bagaimana reaksi mereka? Tak satu pun dari ini yang telah dijelaskan. Tentu saja, orang-orang ini ada, dan Yohanes tidak sedang berbicara kepada udara! Namun, hanya saja Alkitab meletakkan fokusnya pada pernyataan Yohanes Pembaptis.

Oleh karena itu, inilah titik berat dari ayat 29-34 — teks tidak menjelaskan bagaimana Yesus Kristus datang, ini hanya menjelaskan kedatangan Yesus; teks tersebut juga tidak menggambarkan para pendengarnya, kita hanya tahu bahwa mereka ada. Fokus dari ayat 29-34 ada pada kesaksian itu sendiri. Dari mana dan bagaimana Yesus tiba di tempat itu bukanlah hal-hal yang menjadi perhatian saksi — dia hanya fokus bahwa Yesus telah datang. Di sisi lain, seperti apa para pendengar kesaksian itu, berapa orangnya, dan bagaimana tanggapannya, bukan hal-hal yang menjadi perhatian sang saksi – ia hanya tahu bahwa mereka mendengarkan. Kemudian, sesuatu yang luar biasa terjadi: melalui saksi ini Yesus Kristus datang kepada orang-orang yang mendengar kesaksian.

Ini adalah prototipe saksi (prototipe: model asli yang menjadi contoh; contoh baku).

Renungkan:
Di masa lalu Penulis renungan setiap kali bertugas sebagai pembicara di pertemuan penginjilan, memiliki kecemasan saat berkhotbah – siapakah orang-orang belum percaya yang datang dalam pertemuan penginjilan? Bagaimana reaksi mereka? Apakah mereka menerima apa yang saya katakan? Namun, setiap pertemuan penginjilan sebenarnya adalah saat Yesus hadir, dan itu juga saat Yesus Kristus bertemu dengan mereka. Sebagai saksi, kita hanyalah suara. Kita tidak perlu khawatir tentang hadirnya Yesus Kristus, dan kita tidak perlu khawatir tentang mentalitas orang-orang yang tidak percaya – karena Yesus Kristus sendiri yang bertemu dengan mereka.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:25

「Mengapa Kamu Membaptis?」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:25 [ITB])
25 Mereka bertanya kepadanya, katanya: Mengapakah engkau membaptis, jikalau engkau bukan Mesias, bukan Elia, dan bukan nabi yang akan datang?

Jelas, pertanyaan ini bukan pertanyaan biasa, tapi pertanyaan yang mencela, para imam dan orang Lewi menentang baptisan Yohanes Pembaptis.

Mengapa mereka menentangnya? Apakah keberatan mereka masuk akal? Mari kita pikirkan

Faktanya, orang Yahudi kuno tidak memiliki praktik serupa. Menurut catatan Perjanjian Lama, orang Yahudi juga memiliki ritual untuk penahiran (penyucian) orang dengan air: Aku akan mencurahkan kepadamu air jernih, yang akan mentahirkan kamu; dari segala kenajisanmu dan dari semua berhala-berhalamu Aku akan mentahirkan kamu. (Yehezkiel 36:25) Pada waktu itu akan terbuka suatu sumber bagi keluarga Daud dan bagi penduduk Yerusalem untuk membasuh dosa dan kecemaran(Zakharia 13:1) Upacara baptisan adalah tanda penahiran dan simbol kedatangan kerajaan Mesias. Pada saat yang sama, beberapa ahli menemukan bahwa sebelum era Perjanjian Baru, Yudaisme memiliki baptisan proselit (proselyte baptism) tanda masuk agama Yudaisme untuk orang non Yahudi.

Namun, bagi para imam dan orang Lewi, tradisi baptisan yang disebutkan di atas bukanlah fokus mereka. Perlu diperhatikan urutan yang ditunjukkan oleh para imam dan orang Lewi — Mesias, Elia, dan nabi. Ini jelas merupakan tingkat posisi kehormatan. Bagi para iman dan orang Lewi, gelar sebutan ini adalah status kedudukan religius. Bagi mereka, yang benar-benar masuk ke dalam mata mereka bukanlah tindakan membaptis, tetapi siapa yang membaptis orang. Ini hal yang sangat menyedihkan. Mereka tidak bertanya apa arti atau kegunaan baptisan, tetapi hanya bertanya siapa punya kedudukan yang layak membaptis.

Yohanes Pembaptis mengabaikan semua urusan tingkat posisi kehormatan ini – aku bukan apa-apa. Dia sepenuh hati berdedikasi untuk meluruskan jalan bagi Kristus. Yohanes menggunakan baptisan untuk membawa orang pada pertobatan dan agar orang memeriksa introspeksi dosa diri sendiri untuk menghindari baptisan api penghakiman (baptismal fires of judgment). Mungkin, pembaca tertarik untuk bertanya lagi: adakah muasal dari baptisan yang mengandung makna akhir zaman ini? Sebenarnya tidak.

Karena itu, Yohanes Pembaptis hanya melakukan sesuatu yang baru, namun dia tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan iman. Setidaknya, hal ini sama sekali tidak dilarang dalam kerangka agama tradisional Yahudi. Apakah Yohanes Pembaptis melanggar hukum Taurat Tuhan? tentu saja tidak. Apakah hukum Yahudi menetapkan bahwa hanya Mesias, Elia, atau nabi yang dapat membaptis orang? Tidak. Jadi, apa sebenarnya yang ditentang oleh para imam dan orang Lewi?

Para imam dan orang Lewi bertanya, mengapakah engkau membaptis? Kita justru bertanya, Mengapa ia tidak boleh membaptis?

Renungkan:
Iman selalu berada di antara tradisi dan hal-hal baru. Tradisi itu penting, tetapi Tuhanlah yang melakukan hal-hal baru. Hal-hal baru tidak dimaksudkan untuk melawan tradisi; tradisi tidak dapat mencegah terjadinya hal-hal baru. Apakah ada hal baru yang muncul dalam hidup Anda? Atau, apakah Anda melihat sesuatu yang baru terjadi? Saat kita menggunakan pertanyaan mengapa, mari kita sisakan juga ruang untuk mengapa tidak.


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:23-24

「Dua Macam Orang」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:23-24 [ITB])
23 Jawabnya: Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! seperti yang telah dikatakan nabi Yesaya. 24 Dan di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi.

Kemarin kita berfokus pada kata suara. Hari ini kita lebih lanjut membaca dengan teliti sisa pengumuman Yohanes. Yohanes berkata, Akulah suara orang yang berseru-seru di padang gurun: Luruskanlah jalan Tuhan! Ayat Yesaya 40:3 Ada suara yang berseru-seru: “Persiapkanlah di padang gurun jalan untuk TUHAN, luruskanlah di padang belantara jalan raya bagi Allah kita!Kita dapat memperhatikan perbedaan antara kedua ayat tersebut dan melihat lebih dekat bagaimana Yohanes mengutip ayat Perjanjian Lama ini untuk memperkenalkan identitas dirinya.

Demikian, Yohanes Pembaptis hanya meluruskan jalan Tuhan. Jalan itu bukan dia, juga bukan dia yang membangun jalan. Oleh karena itu, perkataan Yohanes Pembaptis berbeda dengan tulisan Yesaya Persiapkanlah Jalan Tuhan. Yohanes bahkan tidak memiliki kualifikasi untuk mempersiapkan. Tuhan sendirilah yang adalah jalan dan juga Tuhan yang mempersiapkan jalan. Karena itu, Yohanes sebagai saksi Kristus, dia hanya membuat jalan lebih mudah sedikit — dia hanya partisipan.

Menanggapi jawaban Yohanes, Injil Yohanes menambahkan kalimat di ayat 24: Orang-orang yang diutus oleh orang Farisi (BISH, BIMK, IMB, ASV, CUV Mandarin)
(perhatikan perbedaan dengan ITB yang menerjemahkan sebagai di antara orang-orang yang diutus itu ada beberapa orang Farisi)

Frasa tambahan ini luar biasa. Seluruh Injil Yohanes selalu menggambarkan konfrontasi antara Yesus dan orang Farisi (4:1; 7:45; 8:13; 9:13; 11:46; 12:19, 42, klik untuk membaca). Penulis Injil Yohanes menambahkan di sini bahwa sumber datangnya para imam dan orang Lewi adalah: orang Farisi. Orang Farisi adalah kekuatan Yudaisme — mereka tidak memiliki ruang berkompromi pada sesuatu yang baru. Oleh karena itu, mereka menunjuk sekelompok orang untuk datang kepada Yohanes untuk mengklarifikasi identitas Yohanes dan menghilangkan keraguan orang-orang Farisi.

Karena itu, setelah Yohanes memperkenalkan dirinya, Alkitab mengutip hubungan mereka dengan orang Farisi. Ini menunjukkan bahwa pertanyaan mereka tidak tulus, di baliknya terdapat niat. Mereka sebenarnya tidak tertarik untuk mengetahui identitas Yohanes, mereka hanya kurang puas dengan kegiatan Yohanes berikut ini, sehingga harus menyelidiki atau mempertanyakan sampai tuntas:

Kamu bukanlah Mesias, atau Elia, atau nabi, jadi mengapa kamu membaptis?

Renungkan:
Dari percakapan antara para imam dan orang Lewi dengan Yohanes Pembaptis, kita menemukan bahwa ada dua kelompok orang yang berbeda dalam kehidupan agama: ada orang mengajukan pertanyaan dengan niat terselubung, ada orang menjawab dengan tulus; ada orang mengejar kemuliaan diri yang palsu, ada orang mengejar kemuliaan Tuhan (meninggikan kemuliaan Tuhan); ada orang mengukuhkan kekuasaan diri, ada orang bersedia merendahkan diri. Saudara dan saudari, hari ini bagaimana Anda memilih?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yohanes 1:19

「Kesaksian Yohanes」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yohanes 1:19 [ITB])
19 Dan inilah kesaksian Yohanes ketika orang Yahudi dari Yerusalem mengutus beberapa imam dan orang-orang Lewi kepadanya untuk menanyakan dia: Siapakah engkau?

Siapakah engkau?

Pembaca yang budiman, sangat senang bisa merenungkan firman Tuhan, bersama dengan Anda dalam waktu dan ruang yang berbeda. Saya percaya bahwa firman Tuhan tetap tidak berubah walau di ruang dan waktu yang berbeda. Jika Anda adalah dalam jangka panjang menggunakan renungan ini, saya yakin Anda mungkin ingat renungan pengantar teologis Injil Yohanes lebih dari setahun yang lalu. Renungan rohani bulan ini akan berlanjut dengan cara membaca perlahan. Setelah pengenalan teologi di pasal 1, berikutnya adalah: merenungkan satu atau dua ayat per setiap hari, agar kita mengunyah dengan baik

Kesaksian dalam bahasa asli adalah μαρτυρία (marturia) merupakan poin utama (Leitmotiv) dari keseluruhan bagian. Pendahuluan teologis juga menyebutkan hubungan antara Yohanes Pembaptis dengan kesaksian (ayat 7). Sekarang, setelah pengenalan teologi, penulis Injil Yohanes secara resmi mencatatkan kisah Yohanes Pembaptis.

Temuan yang menarik adalah bahwa ayat ini merupakan satu-satunya ayat dalam Injil Yohanes yang menyebutkan imam dan orang Lewi. Imam dan Lewi tampaknya bukan kata kunci penting dalam Injil Yohanes. Namun karena kemunculannya tidak banyak, maka pertanyaan yang harus kita ajukan adalah: mengapa muncul dalam ayat ini?

Mengapa para imam dan orang Lewi?

Untuk menjawab pertanyaan ini, kita harus melihat pertanyaan berikutnya yang mereka tanyakan: Siapa kamu? Injil Yohanes tidak merekam nada suara mereka. Sebenarnya dengan siakp bagaimana pertanyaan Siapa engkau? diajukan? Apakah menanyakan identitas atau status dengan hormat? Atau pertanyaan dilontarkan dengan arogansi dan penghinaan? Kita tidak tahu. Namun, salah satu kemungkinannya adalah bahwa ini adalah pertanyaan mengadili yang bersifat politik tentang status dan identitas. Siapakah kamu? Berani-beraninya menjadi nabi juru bicara Allah? Yohanes tiba-tiba muncul di hutan belantara dan dengan keras mewartakan pesan pertobatan. Bahkan, dia menjungkirkan sistem agama yang ada. Ini mungkin alasan mengapa satu-satunya ayat di Injil Yohanes yang menyebutkan imam dan orang Lewi.

Yohanes bukanlah menjabat tugas imam, bukan pula menjabat tugas Lewi, tetapi seorang saksi sejati bagi Tuhan.

Siapa kamu? Ini adalah ujian pertama Yohanes sebagai saksi Yesus Kristus.

Siapa kamu? yang penting bukanlah identitas atau latar belakang keluarga, tetapi panggilan dan komitmen di bawah kerajaan Allah.

Siapa kamu? Di depan dunia, Yohanes bukan apa-apa, tetapi di hadapan Allah, dia dipilih untuk menjadi saksi Yesus Kristus sepanjang hidupnya.

Renungkan:
Apakah saksi itu? Ini mungkin sebuah catatan. Namun, yang terpenting, itu adalah Anda sendiri. Ada terlalu banyak saksi di gereja-gereja hari ini. Kesaksian yang sejati senantiasa adalah manusia itu sendiri. Oleh karena itu, inilah pertanyaan yang harus kita pertimbangkan dengan serius hari ini: Siapakah Anda? Siapakah Anda di Kerajaan Allah? Anda adalah saksi yang bagaimana?


Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Maleakhi 4:4-6

「Hari keadilan akan datang 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Maleakhi ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maleakhi 4:4-6 [ITB])
4 Ingatlah kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
5 Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. 6 Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.

Ayat Kunci: 「Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. 」 (Mal. 4:2a)

Nabi Maleakhi mencatat ucapan ilahi dari Allah bagi Israel melalui satu seri tanya jawab, untuk mendorong umat sisa yang kembali itu berbalik dan bertobat dari kondisi rohani yang lemah, serta memberikan janji tentang kedatangan Utusan (Messiah) dari Sang Pendiri Penjanjian, Ia akan menjalankan penghakiman dan berkat.

Dibagian penutup ini, nabi Maleakhi mengulang lagi bahwa umat sisa harus dengan waspada menghormati hukum ketetapan Allah (jalan kehidupan), memakainya sebagai pembimbing hidup, menempatkan diri di bawah berkat Tuhan (Mal. 4:4-6).

Tiga ayat terakhir dari kitab ini, dapat dikatakan sebagai penutup Perjajian Lama. Jelas terdapat perbedaan dengan bagaian sebelumnya. Dasar dan fondasi berita Nabi Maleakhi: 「persiapkan kedatangan Tuhan 」. Di bagian awal ia meminjam bagian kitab Kejadian sebagai bukti (Yakub dan Esau), kemudian menggunakan sebagian besar dari tulisannya untuk mengingatkan imam dan umat harus menjaga serta menghormati hukum Taurat yang disampaikan Musa. Di bagian penutupan, ia sekali lagi mengingatkan tanggung jawab mereka harus terus menerus menjaga dan menghormati hukum Taurat. Di kitab Ulangan, dalam nasehat terakhir Musa kepada orang Israel mencakup 14 kali peringatan kepada umat pilihan agar menghormati ketetapan dan hukum-hukum yang dianugerahkan Tuhan. Nasehat yang sama juga disampaikan di sini, saat nabi Maleakhi menutup kitab ini, yang juga adalah merupakan saat Allah menutup pengilhaman wahyu-Nya dalam Perjanjian Lama. Allah menyebut Musa sebagai 「hamba-Ku」 (My servant) (Mal. 4:4), adalah untuk mengingatkan umat sisa yang kembali bahwa Musa dengan setia menjalankan kehendak Allah, menyampaikan perintah, hukum-hukum, dan ketetapan-ketetapan dari Allah, mereka sepatutnya mengikuti teladannya, menunjukkan ketaatan dan kesetiaan pada hukum-hukum Tuhan.

Ayat 5-6 (Mal. 4:5-6), nabi Maleakhi mengingatkan: menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu, akan ada pekerjaan nabi Elia. Ia akan memberitakan berita pertobatan, mengajar Israel mengerti bagaimana menghindarkan kutuk yang akan datang. Dahulu malaikat berkata kepada orang tua Yohanes Pembaptis bahwa pelayanannya adalah 「 berjalan … dalam roh dan kuasa Elia 」 (Luk. 1:17). Kemudian Yohanes Pembaptis menyangkal dirinya dalah nabi Elia (Yoh. 1:21-23). Yesus berkata bahwa jika umat pada saat itu menerima Yesus sebagai Messiah mereka, maka Yohanes Pembaptis 「ialah Elia yang akan datang itu 」 (Mat. 11:14). Tetapi karena umat menolak, maka Yohanes Pembaptis tidak menggenapi nubuat ini, walaupun ia telah menggenapi menjadi pendahulu Tuhan Yesus (lihat Mal. 3:1). Yesus saat transfigurasi di atas bukit (Yohanes Pembatis telah dibunuh), Ia menjawab para murid: 「Memang Elia akan datang dan memulihkan segala sesuatu 」 (Mat. 17:11) Hal ini sepenuhnya memberitahukan bahwa sebelum kedatangan-Nya, pasti akan ada kebangkitan pemulihan ala Elia, membalikkan kutukan. Mal. 4:6 「membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya」 bisa mempunyai salah satu makna 「membuat hati bapa-bapa dan anak-anaknya berbalik kepada-Ku (TUHAN / Yehova). 」

Renungkan: Allah yang kita imani dan yang kita layani adalah Allah yang menyatakan diri-Nya kepada kita, maka Firman-Nya jelas sangat berharga. Apakah tingkat kedahagaan (kerinduan) anda terhadap Firman Tuhan tidak berkurang tetap sama seperti waktu menerima percaya Dia dan makin bertambah?

Rencanakan: setiap hari membaca tiga atau empat fasal Firman Tuhan maka satu tahun dapat menyelesaikan seluruh Alkitab. Buatlah bagi diri sendiri disiplin kebiasaan yang demikian, dapat mencari beberapa sesama anggota tubuh Kristus untuk melaksanakannya bersama-sama.

Doa: TUHAN, titah-Mu itu tepat, menyukakan hati saya; perintah-Mu itu murni, membuat mata saya bercahaya; lebih indah dari pada banyak emas tua; dan lebih manis dari pada madu tetesan dari sarang lebah. Saya mau merenungkan Firman-Mu siang dan malam, berkenan kepada-Mu. Amen.