「Murid Yohanes」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yohanes 1:35 [ITB])
35 Pada keesokan harinya Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya.
Injil Yohanes 1:35-42 memulai sebuah paragraf baru.
Secara ringkas, ini adalah catatan yang sangat kita kenal — tentang pemanggilan kepada Simon Petrus dan saudaranya Andreas. Namun, peristiwa ini merupakan pembukaan yang sangat istimewa di bawah penafsiran penulis Injil Yohanes.
Alkitab berkata: 「Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya」 (ayat 35), ini adalah pembukaan yang menarik. Kedua murid ini tentunya bukan murid Yesus, mereka adalah murid Yohanes. Namun, para pembaca akan menemukan bahwa identitas 「murid Yohanes」 ini sebenarnya hanya berlangsung dua ayat saja. Ketika Yesus datang, Yohanes Pembaptis berseru: 「Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia!」, kedua murid itu meninggalkan Yohanes dan mengikuti Yesus (ayat 37).
Dari segi teknik sastra, uraian Yohanes ayat 35-36 hanyalah peralihan antar paragraf. Penulis Injil Yohanes mulai beralih ke fokus Yesus Kristus dari perikop tentang Yohanes Pembaptis di ayat 19-34, dan sejak saat itu fokusnya pada Yesus Kristus. Oleh karena itu, 「Yohanes berdiri di situ pula dengan dua orang muridnya」 adalah perpindahan status murid (keluar dari suatu tempat / keadaan / status yang lama berpindah ke tempat / keadaan / status baru), murid-murid Yohanes segera menjadi murid Yesus.
Kita tidak tahu seberapa dalam hubungan Yohanes dengan kedua murid ini, atau sudah berapa lama mereka menjadi murid Yohanes — berbulan-bulan? beberapa tahun? Kita tidak tahu. Bagaimanapun, kita tampaknya cenderung meremehkan dan mengabaikan persahabatan antara Yohanes dan kedua murid ini — tetapi ini tidak bisa dihindari, karena inilah tujuan dari Alkitab, ternyata identitas 「murid Yohanes」 itu hanyalah persiapan menjadi 「murid Yesus」. Identitas 「murid-murid Yohanes」 hanyalah proses transit, dan 「mengikuti Kristus」 adalah tujuan yang sebenarnya. 「Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil」 (Yoh. 3:30) Ini adalah tujuan dari panggilan Yohanes sendiri. Dia memanggil murid adalah agar mereka dapat meninggalkan diri mereka sendiri dan mengikuti Kristus. Jika Yohanes menahan mereka di sisinya, murid-muridnya hanya akan berhenti di tempat dan tidak makin maju (「Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil」).
Oleh karena itu, secara tegas, pembagian 「murid Yohanes」 atau 「murid Yesus」 tidak valid di dalam Injil, karena 「murid Yohanes」 semuanya akan menjadi 「murid Yesus」. Inilah panggilan hidupnya.
Renungkan:
Apakah Anda seorang mentor bagi orang lain di gereja? Sebagai seorang tutor, saya mengerti betapa pentingnya belajar melepaskan. Yang disebut “lepaskan” adalah memberi tahu siswa cara berjalan sendiri, dan cara memilih arah yang benar untuk berjalan. Tanpa melepaskan, kita tidak akan tumbuh – ini tidak hanya menghalangi kehidupan siswa, tetapi juga kehidupan Anda sendiri. Lebih serius lagi, secara bertahap akan menjadi 「pendewaan diri」.
Tambahan penerjemah: Di masa kini orang sering membuat tinggi dan membuat seorang pemimpin menjadi “Anak Allah”, kita tidak lagi memandang sang pemimpin “makin kecil” dan tidak lagi Ia makin besar. Kita menjadikan pendeta menjadi “Nabi” (huruf besar dalam tanda kurung), lalu bertahap menjadikannya sebagai “Anak Allah”, motivasinya adalah menaikkan status diri kita dari murid pendeta menjadi murid “Nabi” buatan diri kita, lalu menaikkan status diri kita sebagai murid “Allah” buatan kita, keberhasilan itu menaikkan status kita menjadi “Allah”, karena berhasil membuat “Allah”.
Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 1:19-51
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 1:19-51 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan September 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.
