「Iblis sementara meninggalkan」
Oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Lukas 4:13 [TB2])
13 Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia meninggalkan Dia sampai tiba saat yang baik
Setelah iblis selesai dengan semua pencobaan itu, ia meninggalkan Yesus, menunggu sampai ia mempunyai kesempatan lain. Ayat ini mengakhiri kisah pencobaan dalam Injil Lukas dengan catatan yang menarik perhatian. Berbeda dengan Matius, Lukas tidak menyebutkan pelayanan para malaikat, tetapi memilih untuk memberikan catatan akhir bahwa iblis 「menunggu saat yang baik」.
Kepergian iblis bersifat 「sementara,」 artinya ia akan muncul lagi dan terus mencobai Yesus dalam wujud yang berbeda. Sifat pencobaan itu beragam dan berulang. Kekuatannya tidak terletak pada serangan satu kali, tetapi pada keberlanjutan dan variasi bentuknya. Jadi, kemenangan Yesus di padang gurun, meskipun menentukan, tidak mengakhiri kemungkinan adanya pencobaan.
Namun, kalimat ini juga menyingkapkan sebuah kebenaran teologis yang penting: iblis itu hanya sementara (temporal); keberadaannya pun 「sementara」. Narasi dalam Injil Lukas secara khusus menekankan bahwa tindakan iblis bergantung pada waktu dan bahwa ia bukanlah makhluk kekal. Wewenang iblis hanya terbatas pada waktu, sedangkan ruang lingkup tindakannya senantiasa tunduk pada kedaulatan Allah.
Begitulah situasi yang kita hadapi dengan pencobaan: pencobaan akan selalu muncul dalam kehidupan kita, dan pencobaan itu akan berakhir sementara pada satu waktu, tetapi akan datang lagi di kemudian hari. Namun, sifatnya itu hanya 「sementara」, dan inilah pencobaan yang kita hadapi. Aneh, bukan? Pencobaan selalu berulang, tetapi juga 「sementara」 berumur pendek.
Yang lebih penting: itu tidak berada dalam kekekalan Allah. Pencobaan yang kita hadapi, tidak memiliki keberadaan, di mata Allah yang kekal.
Hal yang sama berlaku untuk 「empat puluh hari」 ini. Empat puluh hari hanyalah waktu yang sangat singkat dalam kerajaan Allah yang kekal. Panjang atau pendek bukanlah titik beratnya; titik beratnya adalah melihat dengan wawasan kekekalan.
Saudara-saudari, marilah kita saling menguatkan.
Refleksi:
Pencobaan yang kita hadapi, tidak memiliki keberadaan, di mata Allah yang kekal.
Panjang atau pendek bukanlah titik beratnya; titik beratnya adalah melihat dengan wawasan kekekalan ilahi.
Renungan Pra-Paskah (Er Dao)
Renungan pemahaman Injil Matius
Renungan Injil Matius Pra-Pasakah 2025 (Matius 4:1-11)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Yesus ditulis oleh Rev. Dr. Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan April 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.