「Inisiasi memulai ibadah pengorbanan Kemah Pertemuan (1)」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.
(Im. 9:8-22 [ITB])
8 Maka mendekatlah Harun kepada mezbah, dan disembelihnyalah anak lembu yang akan menjadi korban penghapus dosa baginya sendiri.
9 Anak-anak Harun menyampaikan darah lembu itu kepadanya, dan Harun mencelupkan jarinya ke dalam darah itu dan membubuhnya pada tanduk-tanduk mezbah. Darah selebihnya dituangkannya pada bagian bawah mezbah.
10 Lemak, buah pinggang dan umbai hati dari korban penghapus dosa itu dibakarnya di atas mezbah, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
11 Tetapi daging dan kulitnya dibakarnya habis di luar perkemahan.
12 Kemudian ia menyembelih korban bakaran, lalu anak-anak Harun menyerahkan darah korban itu kepadanya, maka Harun menyiramkannya pada mezbah sekelilingnya.
13 Juga diserahkan merekalah kepadanya korban bakaran itu menurut bagian-bagian tertentu beserta dengan kepalanya, lalu dibakarnya di atas mezbah.
14 Isi perut dan betisnya dibasuhnya dan dibakarnya dengan korban bakaran di atas mezbah.
15 Sesudah itu dibawanya persembahan bangsa ke mezbah; diambilnyalah kambing jantan yang akan menjadi korban penghapus dosa yang bagi bangsa itu, lalu disembelihnya dan dipersembahkannya sebagai korban penghapus dosa seperti yang pertama.
16 Kemudian dibawanyalah korban bakaran ke mezbah, dan diolahnya sesuai dengan peraturan.
17 Selanjutnya dibawanyalah korban sajian dan diambilnya segenggam dari padanya, lalu dibakarnya di atas mezbah, di samping korban bakaran pada waktu pagi.
18 Ia menyembelih juga lembu dan domba jantan yang akan menjadi korban keselamatan bagi bangsa itu, lalu anak-anak Harun menyerahkan darah korban itu kepadanya, maka Harun menyiramkannya pada mezbah sekelilingnya.
19 Tetapi segala lemak dari lembu dan dari domba jantan itu, yakni ekor yang berlemak, lemak yang menutupi isi perut, buah pinggang dan umbai hati,
20 segala lemak itu diletakkan mereka di atas dada kedua korban itu, lalu Harun membakar segala lemak itu di atas mezbah.
21 Dada dan paha kanan itu dipersembahkan Harun sebagai persembahan unjukan di hadapan TUHAN, seperti yang diperintahkan Musa.
22 Harun mengangkat kedua tangannya atas bangsa itu, lalu memberkati mereka, kemudian turunlah ia, setelah mempersembahkan korban penghapus dosa, korban bakaran dan korban keselamatan.
Imamat 9 adalah pasal yang sangat istimewa, tema utamanya adalah memulai ibadah pengorbanan yang pertama kali di Kemah Pertemuan. Setelah Imamat pasal 1 sampai 7 menjelaskan secara rinci berbagai ketentuan tentang ibadah pengorbanan, Imamat 9 menjelaskan TUHAN memerintahkan imam Harun bagaimana pertama kali memulai ibadah pengorbanan Kemah Pertemuan, sehingga tata cara pengorbanan ini direalisasikan secara teratur sesuai ketentuan.
Para ahli melihat bahwa dalam proses memulai ibadah pengorbanan yang pertama kali di Kemah Pertemuan terdapat urutan pengorbanan (order): pertama-tama adalah mempersembahkan korban penghapus dosa dan tata cara darah korban yang terkait (Im. 9:8-9); langkah kedua adalah mempersembahkan korban bakaran (Im. 9:12-14); langkah terakhir mempersembahkan korban keselamatan (Im. 9:18), prosedur tiga persembahan korban ini juga merupakan prosedur yang dipakai raja Hizkia memulai kembali ibadah pengorbanan Bait Suci (2 Taw. 29:20-36), Mengapa upacara pembukaan seperti itu harus memiliki tiga langkah persembahan korban ini?
Pertama-tama, ritual Kemah Suci dapat dimulai pertama kali, bukan karena kemampuan manusia sehingga dapat merealisasikan tata cara pengorbanan ini sesuai ketentuan, tetapi hanya karena hadirat penyertaan Allah. Kehadiran Allah adalah inti dari ibadah Kemah Suci, jika tidak ada penyertaan Allah di tempat maha kudus, manusia sama sekali tidak memiliki modal apapun untuk melakukan ibadah, adalah mustahil untuk menggunakan apa yang disebut kesalehan ritual pengorbanan untuk 「menyogok」 kehadiran penyertaan Allah. Oleh karena itu, kehadiran penyertaan Allah adalah sepenuhnya hanya karena anugerah dan keputusan kedaulatan Allah.
Kedua, tujuan utama dari korban penghapus dosa adalah untuk menyucikan tempat kudus, memenuhi prasyarat kehadiran penyertaan Allah, ritual ibadah tidak dapat mengontrol kehadiran penyertaan Allah, seperti halnya ruangan yang bersih tidak dapat mengontrol masuk atau tidaknya orang-orang yang cinta kebersihan, tetapi orang-orang yang cinta kebersihan tentu tidak akan masuk ke kamar yang kotor, dan Allah tidak akan hadir di tempat yang cemar kotor. Oleh karena itu, upacara memulai ibadah pengorbanan yang pertama kali harus terlebih dahulu mempersembahkan korban penghapus dosa (juga dikenal sebagai persembahan penyucian) untuk menciptakan kondisi yang memenuhi prasyarat bagi hadirat penyertaan Allah.
Ketiga, tujuan utama korban bakaran adalah untuk (1) menghapuskan murka Allah; (2) mempersembahkan korban; (3) membubung ke atas (dalam bahasa Ibrani akar kata 「korban bakaran」adalah membubung naik ke atas, membuka jalur dunia dan surga). Dengan demikian, korban bakaran menjadi jembatan penghubung manusia dengan Allah, sehingga manusia dapat bersekutu dengan Allah. Oleh karena itu, beberapa peneliti berpendapat bahwa melalui korban bakaran Allah hadir dalam perjamuan umat-Nya, dengan demikian orang baru dapat penuh sukacita bersama-sama Allah menikmati persembahan korban keselamatan yang berikutnya.
Terakhir, korban keselamatan adalah korban yang memproklamirkan pengakuan bahwa Allah adalah sumber kehidupan dan mensyukuri segala sesuatu yang telah Allah berikan, merupakan persembahan korban penuh sukacita, bersyukur dan berbagai sukacita yang datang dari Allah. Oleh karena itu, tata urutan ketiga korban ini menjadi sangat penting, menandakan urutan: penyucian, komunikasi persekutuan, dan perayaan sukacita, menjadi salah satu bentuk inisiasi memulai ibadah yang pertama kali.
Renungkan:
Apakah hidup kita sering mempraktikkan dan merealisasikan urutan penyucian, komunikasi persekutuan, dan perayaan sukacita?
Renungan pemahaman Kitab Imamat
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.