「Bayarlah Pajak yang Harus Dibayar. Hormatilah yang Berhak Menerima」
Oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí)
(Rom. 13:6-7 [ITB])
6 Itulah juga sebabnya maka kamu membayar pajak. Karena mereka yang mengurus hal itu adalah pelayan-pelayan Allah. 7 Bayarlah kepada semua orang apa yang harus kamu bayar: pajak kepada orang yang berhak menerima pajak, cukai kepada orang yang berhak menerima cukai; rasa takut kepada orang yang berhak menerima rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima hormat.
Lukas 3:12-14
Ada datang juga pemungut-pemungut cukai untuk dibaptis dan mereka bertanya kepadanya: 「Guru, apakah yang harus kami perbuat?」 Jawabnya: 「Jangan menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan bagimu.」
Dan prajurit-prajurit bertanya juga kepadanya: 「Dan kami, apakah yang harus kami perbuat?」 Jawab Yohanes kepada mereka: 「Jangan merampas dan jangan memeras dan cukupkanlah dirimu dengan gajimu.」
Di Rom. 13:6-7, Paulus membahas topik yang sangat konkret, yaitu masalah membayar pajak. Dia membawakan dua prinsip penting: bayarlah pajak yang harus dibayar! Berikan penghormatan kepada orang yang berhak menerima hormat! Di Roma pasal 13 ini, Paulus berbicara tentang prinsip-prinsip dasar, ia tidak berbicara tentang masalah dan ketegangan yang umum dialami, misal: 1) Jika ada pejabat meminta pembayaran pajak melampaui ketentuan yang seharusnya? 2) Apakah pajak yang ditetapkan oleh pemerintah terlalu berat? Injil Lukas mencatat peringatan Yohanes Pembaptis kepada para pemungut cukai untuk tidak menagih lebih banyak dari pada yang telah ditentukan, dan prajurit-prajurit tidak menindas rakyat. Alkitab di bagian kitab nabi-nabi memiliki banyak ayat yang berurusan dengan masalah menarik pajak yang berlebihan atau penyalahgunaan kekuasaan. Yesaya mengecam ketidakadilan:「Celakalah mereka yang menyerobot rumah demi rumah dan mencekau ladang demi ladang, sehingga tidak ada lagi tempat bagi orang lain dan hanya kamu sendiri yang tinggal di dalam negeri! Celakalah mereka yang memancing kesalahan dengan tali kedustaan dan dosa seperti dengan tali gerobak … yang membenarkan orang fasik karena suap dan yang memungkiri hak orang benar」(Yes. 5:8, 18, 23)
Berkenaan dengan prinsip-prinsip perpajakan alkitabiah, beberapa ahli telah mengusulkan enam prinsip yang berharga sebagai referensi kita. 1) prinsip otorisasi: pejabat hanya dapat bertindak sesuai dengan hak yang diberikan, jika petugas dipilih oleh rakyat, akan ada pemeriksaan, keseimbangan dan pengawasan. Pejabat adalah pelayan publik rakyat, bukan tuan raja, mereka tidak bisa menarik pajak berlebihan, juga tidak bisa secara sewenang-wenang menyita harta kepemilikan orang lain. 2) prinsip kasih dan kemurahan hati: kita harus memberikan ruang bagi orang miskin untuk bertahan hidup secara wajar, seperti halnya Rut dapat pergi kepada Boas untuk mengumpulkan gandum di sudut ladang. Peraturan pajak pemerintah juga harus bisa mendorong orang untuk melakukan lebih banyak perbuatan amal. 3) sesuai dengan prinsip kebutuhan pendanaan: pemerintah bukan raja penguasa, tidak bisa menarik pajak berlebihan, merancang pajak sesuai dengan kebutuhan pengeluaran yang masuk akal. 4) sesuai dengan prinsip keadilan: Setiap orang dilahirkan sama, pajak tidak dapat dibagi ke dalam kasta atau kesukuan. 5) manajemen multi-fungsi: Allah membangun manajemen duniawi dan spiritual, sistem perpajakan pemerintah harus memungkinkan kelompok-kelompok agama memiliki ruang hidup yang wajar. 6) prinsip kesederhanaan dan kepedulian untuk generasi masa depan: tidak boros, tidak berhutang berlebihan, tidak terlalu berambisi, agar tidak menyebabkan kebutuhan menarik pajak yang berlebihan, memberatkan generasi sekarang dan masa depan.
Berilah rasa takut dan hormat kepada orang yang berhak menerima! Ini juga merupakan prinsip etika Kristen yang sangat penting. Ketika Calvin menggunakan kerangka Sepuluh Perintah untuk melihat etika Kristen, ia mempelajari berbagai peraturan Taurat Musa dan menempatkan ajaran yang relevan dalam kerangka Sepuluh Perintah. Ketika sampai pada perintah kelima berbakti kepada orang tua, pemikiran Reformed menempatkan hubungan antara dua generasi anak dan orang tua, hubungan antara tuan dan pelayan, hubungan antara pejabat dan rakyat dalam satu perintah yang sama ini. Calvin berkata: 「Prinsip inti adalah bahwa 『tatanan dan persyaratan yang sah, harus kita hormati.』 Tetapi di luar yang layak, itu menjadi ilegal, tidak seharusnya dihormati, dan harus ditegur.」 Raja Ahab melanggar batas kebun anggur Nabot, dikutuk dan dituntut tanggung jawabnya oleh Allah. Oleh karena itu, para pejabat tidak dapat menyalahgunakan kekuasaan, mereka juga tidak bisa membengkokkan hukum demi keserakahan mereka! Ada sebuah kalimat terkenal dalam sejarah kekristenan: 「Hukum yang Tidak Adil bukanlah Hukum sama sekali」 (An Unjust Law is No Law At All.)
Calvin berkata dengan baik: 「Para petugas harus mempelajari apa panggilan dan tanggung jawab mereka, karena mereka tidak memerintah demi kepentingan mereka sendiri, tetapi untuk kepentingan semua orang, dan mereka tidak diberi kekuasaan tidak terbatas, tetapi demi kepentingan warganya, tujuan inilah membatasi kekuasaan mereka; secara sederhana, mereka bertanggung jawab kepada Tuhan dan kepada orang lain ketika mereka menggunakan kekuasaan mereka.」 Dapat memilih pejabat yang saleh, bijaksana, disiplin diri, mencintai rakyat, tidak sombong, terawasi, dan ada pergantian, ini adalah sistem yang diberkati dan yang alkitabiah. Kita berharap bahwa pemerintah dan rakyat takut akan Tuhan, masing-masing melakukan bagiannya, untuk memungkinkan rakyat hidup serta bekerja dalam kedamaian dan ketentraman, rakyat dapat memiliki kebebasan beragama untuk mencari dan menyembah Tuhan.
Renungkan:
Ketika berbicara tentang perpajakan, prinsip perpajakan apa yang Anda rasakan lebih masuk akal dan mana yang tidak masuk akal?
Ketika orang Kristen menghadapi perpajakan, beberapa orang akan mencari lubang untuk secara legal menghindari pajak. Bagaimana Anda melihat perilaku ini?
Bayarlah pajak yang harus dibayar! Berikan penghormatan kepada orang yang berhak menerima hormat. Apakah Anda setuju? Apakah Anda setuju dengan enam prinsip pajak tersebut di atas?
Renungan pemahaman Surat Roma (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Roma pasal 12-16 ditulis oleh 蔡少琪 (Cài Shǎo Qí) yang dipublikasi pada bulan November 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.