「Ciuman sebelum kematian」
Oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Ul. 34:5 [ITB])
5 Lalu matilah Musa, hamba TUHAN itu, di sana di tanah Moab, sesuai dengan firman TUHAN.
Tentu saja, Musa tidak mati di dataran Moab. Dia meninggal di Gunung Nebo antara Moab dan Amon. Baik dia dan saudaranya Harun meninggal pada tahun keempat puluh setelah Keluaran dari Mesir, dan deskripsi kematian mereka sama: naik ke atas gunung, mati 「sesuai dengan firman TUHAN」 (Bandingkan dengan Bilangan 33:38 「Ketika itu imam Harun naik ke gunung Hor sesuai dengan titah TUHAN, dan di situ ia mati pada tahun keempat puluh sesudah orang Israel keluar dari tanah Mesir, pada bulan yang kelima, pada tanggal satu bulan itu」). Di sini hanya Musa yang menjadi objek pemikiran.
Pertama-tama, mengapa Allah menghendaki Musa sebelum kematiannya mendaki gunung yang begitu tinggi? Ini tidak sederhana. Gunung Nebo berada di ketinggian 817 meter, jika dari Yerikho yang berada 256 meter dari permukaan air laut maka Musa harus mendaki pegunungan lebih dari 1.000 meter. Bukankah hal yang ringan bagi orang seusia ini untuk mati walau memiliki penglihatan yang masih baik, tidakkah paling baik meninggal di tempat tidur? Jika Musa naik gunung agar dia melihat Kanaan yang tidak bisa dia masuki, lalu mengapa orang lain tidak boleh menemani dia ikut bersama dengannya? Lagi pula, bagaimana kematian Harun bisa dijelaskan? Tidak bisa melihat tanah Kanaan dari Gunung Seir!
Pemahaman saya adalah: kematian orang kudus adalah damai dan mulia, dan tidak ada hubungannya dengan orang lain. Tangga perjalanan ini, harus ia jalani sendiri. Harun tidak mengeluh, dan Musa tidak melawan, tetapi melangkah dengan gembira. Berkata kepada Allah: 「Allah, ya, Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu.」
Kedua, dalam terjemahan bahasa Mandarin, kalimat terakhir diterjemahkan sebagai: 「Seperti yang TUHAN katakan」. Dalam Bilangan memang demikian: ‘al pi YHWH; tetapi dalam Kitab Ulangan, teks aslinya (bepi YHWH) diterjemahkan secara harfiah adalah: 「mati di mulut (= ciuman) TUHAN.」 Pendeta Charles Spurgeon mengikuti penjelasan rabbi dan menggambarkan keindahan kematian Musa: 「seperti seorang ibu mencium bayinya sebelum tidur dan kemudian menempatkan dia di nya tempat tidurnya sendiri, Allah mencium jiwa Musa, dan kemudian menjemputnya untuk bersama diri-Nya selamanya.」 Midrash Rabah dan Mishneh dari orang Yahudi dilebih-lebihkan: ada malaikat yang membunyikan gong, dan sekelompok malaikat yang mendukung roh, yang paling mulia adalah bahwa TUHAN memimpin jalan, penguburan yang begitu mulia, apa yang diinginkan lagi?
Renungkan:
Kematian Musa tidak seperti pelita padam. Kelak dalam Transfigurasi di Gunung, dia datang lagi untuk berdiskusi dengan Tuhan tentang penggenapan keselamatan. Kita dapat merindukan kedamaian kematian Musa dan Harun, dan bersama berseru: 「Allah, aku ingin Engkau datang!」
Renungan pemahaman Kitab Ulangan
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ulangan ditulis oleh Gān Rǔ Chéng (甘汝誠) dipublikasi pada bulan Juni 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.