Tag Archives: Menjaga hati

Amsal 4:20-27

「Pengajaran 7: Jagalah Hatimu」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 4:20-27 [ITB])
20 Hai anakku, perhatikanlah perkataanku, arahkanlah telingamu kepada ucapanku; 21 janganlah semuanya itu menjauh dari matamu, simpanlah itu di lubuk hatimu. 22 Karena itulah yang menjadi kehidupan bagi mereka yang mendapatkannya dan kesembuhan bagi seluruh tubuh mereka.
23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.
24 Buanglah mulut serong dari padamu dan jauhkanlah bibir yang dolak-dalik dari padamu.
25 Biarlah matamu memandang terus ke depan dan tatapan matamu tetap ke muka.
26 Tempuhlah jalan yang rata dan hendaklah tetap segala jalanmu.
27 Janganlah menyimpang ke kanan atau ke kiri, jauhkanlah kakimu dari kejahatan.

Amsal pasal 4 menjelaskan tentang ayah tiga kali berpesan kepada anak-anaknya agar memperhatikan ajarannya. Dalam ayat 1-9, dia berdasarkan pengalaman dirinya meninjau kembali tradisi spiritual keluarga; dalam ayat 10-19, dia mengingatkan putranya untuk memilih jalan yang benar dan tidak mengikuti jalan orang fasik; dalam 4:20-27, sang ayah menasihati mereka untuk menjaga hati yang bersih dan berjalan dalam kejujuran, yang ia jelaskan dengan menggunakan gambaran berbagai organ tubuh. Organ-organ ini termasuk telinga (20), mata (21, 25), hati (21, 23), tubuh (22), mulut dan bibir (24), dan kaki (26, 27), menunjukkan bahwa respons tanggapan atas pesan ini memerlukan keterlibatan diri sepenuhnya, agar ajaran yang diterima dinyatakan dalam kehidupan.

Di awal paragraf ini, dua kali diminta untuk mendengarkan . Anak-anak tidak hanya diminta mengarahkan telinga mendengarkan, tetapi juga mendengarkan dengan penuh perhatian. Jika dia mendengarkan dengan penuh perhatian, bukan sekadar masuk ke telinga dan lalu melupakannya, tetapi kemudian dia menunjukkannya dalam tindakannya. Sang ayah tidak mau mereka membiarkan ajaran yang didengar menjauh dari mata mereka, dan meminta mereka menyimpan ajaran yang diterima di dalam hati. Ternyata ketika seorang anak secara nyata menemukan dan memperoleh hikmat, dia menemukan kehidupan (ayat 22) dan memperoleh kesembuhan bagi seluruh tubuh.

Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan (ayat 23), ayat emas yang disukai banyak orang Kristen. Hati adalah organ penting dari tubuh manusia. Prajurit menggunakan lempengan besi untuk melindungi jantung (hati). Hati mewakili inti dari karakter dan kepribadian seseorang. Orang bijak menggunakan kata jaga (guard) untuk menunjukkan pentingnya, seperti penjaga melindungi menjaga dari musuh yang ada di luar atau pengkhianat yang ada di dalam. Ketika hati dijaga, ia dapat dilindungi dari godaan dunia luar dan terjaga dari nafsu keinginan yang ada di dalam. Dengan demikian, dari situlah terpancar kehidupan, sumber kehidupan akan membawa transformasi kehidupan, kepribadian, ucapan dan perilaku, dan menjalani kehidupan hikmat.

Sifat hidup yang telah diubahkan tidak akan menyimpang dari jalan yang benar. Orang bijak menggunakan tiga bagian tubuh untuk memperingatkan, yaitu janganlah semuanya itu menjauh dari matamu (ayat 21), buanglah mulut serong (ayat 24) dan jauhkanlah kakimu dari kejahatan (ayat 27). Ini adalah komitmen penyerahan keseluruhan diri seseorang ke jalan yang benar, mata melihat dengan jelas jalan yang harus diambil dan tujuan hidup (ayat 25), dan kaki tidak melangkah menyimpang dari jalan yang benar, berhati-hatilah dengan setiap langkah yang diinjakan kaki, jangan menyimpang ke kiri ke kanan, karena konsekuensi dari langkah kaki yang salah itu serius, jangan teralihkan dalam menapak jalan hikmat, fokus dan melihat ke depan dengan akurat!

Hikmat dapat mempengaruhi dan membentuk kehidupan manusia seutuhnya, termasuk kehidupan batin individu (hati), kata-kata yang diucapkan (mulut), bagaimana melihat dunia (mata), dan jalan yang ditempuh (kaki). Orang bijak terlebih dahulu melihat kehidupan dari sudut pandang internal diri , dan kemudian dia dapat memiliki manifestasi yang dewasa dan perkataan serta perbuatan yang konkret.

Renungkan:
(1) Bagaimana Anda menjaga hati Anda? Motivasi dan inspirasi apa yang dapat diberikan kepada Anda oleh renungan hari ini?
(2) Silahkan renungkan ayat emas berikut dan ambillah tekad kepada Tuhan: Ya TUHAN, lepaskanlah aku dari pada bibir dusta, dari pada lidah penipu (Mazmur 120:2) dan Jagalah langkahmu (Pengkhotbah 5:1).


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.