Tag Archives: Struktur Sandwich

Yesaya 2:1-5

「Menjulang Tinggi Melampaui Segala Bukit-bukit」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 2:1-5 [ITB])
1Firman yang dinyatakan kepada Yesaya bin Amos tentang Yehuda dan Yerusalem.
2Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, 3dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: 「Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.」
4Ia akan menjadi hakim antara bangsa-bangsa dan akan menjadi wasit bagi banyak suku bangsa; maka mereka akan menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas; bangsa tidak akan lagi mengangkat pedang terhadap bangsa, dan mereka tidak akan lagi belajar perang.
5Hai kaum keturunan Yakub, mari kita berjalan di dalam terang TUHAN!

Kitab Yesaya pasal 2 sampai pasal 4 paling utama berbicara tentang 「yang kelak」 dan 「yang sekarang」 dituliskan saling bergantian, seluruh perikop dari 「hal ideal kelak」 (Yes. 2:1-5) beralih menjadi 「kenyataan sekarang」 (Yes. 2:6-4:1), lalu beralih lagi menjadi 「ideal kelak」 (Yes. 4:2-6), ini adalah sebuah penulisan dengan struktur roti sandwich. Keadaan yang 「kelak」 paling utama menjelaskan di hari akhir Allah membawakan penghakiman dan keselamatan kepada Sion, ini adalah janji dari kitab Yesaya yang diberikan kepada orang yang bertahan di dalam kenyataan dunia, bagi orang yang tertindas, hari itu adalah hari keselamatan, bagi para penindas orang lain orang, ini adalah hari penghakiman, oleh karena itu penghakiman dan keselamatan di dalam gambaran masa akhir dilihat sebagai sebuah koin dua sisi. Secara keseluruhan yang paling utama adalah menjelaskan: umat Israel yang sombong dan puas diri, bisa menjadi saksi bagi Allah Yang Mahakuat, bahwa saat ia dihukum oleh Allah sampai sebuah keadaan yang sangat lemah, barulah melihat bahwa dirinya sendiri tidak dapat diandalkan, barulah dapat melihat keadilan Allah dan kasih kemurahan Allah, juga kehidupan sesungguhnya yang patut dimiliki barulah dapat dipulihkan.

Yes. 2:2-5 menggambarkan 「hari akhir」 (ayat 2), hari ini memiliki tiga ciri khusus: (1) gunung tempat bait TUHAN adalah gunung yang paling tinggi di seluruh dunia; (2) bangsa-bangsa datang berziarah ke gunung ini (Yes. 45:14-23; 60:1-18; 61:5-7); (3) ini adalah sebuah pengharapan masa kelak. Terkait konsep 「gunung tempat bait TUHAN adalah gunung yang paling tinggi di seluruh dunia」 yang digambarkan oleh kata 「paling tinggi」 adalah menunjuk keadaan paling tinggi secara teologis (tidak pasti berarti 「paling tinggi」secara geografis), ini mewakili bahwa gunung tersebut lebih mampu tersambung dengan tempat maha kudus di Sorga (tempat TUHAN tinggal berdiam), membawakan makna teologis bahwa langit dan bumi saling terhubung, agar doa yang dipersembahkan di bait Suci di atas bumi dapat mencapai Sorga, juga agar berkat kebahagiaan dan pengampunan dari Sorga mencapai bumi, dengan demikian, saat perikop menggambarkan segala suku bangsa semuanya akan berduyun-duyun datang ke gunung ini di hari akhir, maka sama dengan menjelaskan bahwa segala suku bangsa semua akan tersambung dengan Allah di Sorga.

Ayat 3 adalah sebuah seruan, jikalaupun orang Yahudi sendiri tidak datang ke gunung Allah belajar jalan dan pengajaran Allah, orang bangsa asing yang lain juga akan datang belajar, maka yang paling penting adalah 「datang」. Juga memandang Sion sebagai tempat Allah menyatakan Firman pengajaran-Nya sendiri. Di sini, gunung Sion membawakan satu kesatuan pemerintah bagi segala suku bangsa, prinsip acuan memutuskan benar dan salah semuanya berdasarkan hukum Taurat TUHAN, dendam permusuhan dan peperangan antara satu suku bangsa dengan suku bangsa lain juga telah tidak ada semua, karena mereka hendak menempa pedang-pedangnya menjadi mata bajak dan tombak-tombaknya menjadi pisau pemangkas. Negara ini tidak mengangkat pedang menyerang negara itu; mereka juga tidak lagi belajar siasat perang (ayat 4). Oleh karena itu, kondisi akhir zaman adalah kondisi kedamaian dan keadilan, juga adalah kondisi tersambung dengan Allah di Sorga.

Renungkan: hari masa akhir adalah hari kedamaian dan keadilan dinyatakan, juga adalah hari pengharapan bersama umat Israel, di satu sisi, hari ini adalah hari penghakiman, karena Allah akan memakai hukum Tarurat-Nya sebagai prinsip acuan memutuskan benar dan salah. Di sisi lain, hari ini adalah hari keselamatan, segala suku bangsa semua pasti akan mendapatkan pelepasan atau keselamatan dari peperangan dan dendam permusuhan, dan yang menggantikannya adalah kedamaian. Dengan demikian, hari akhir selain merupakan hari penghakiman juga adalah hari keselamatan, pengharapan semacam ini menjadi arah kehidupan orang percaya sepanjang umur, karena ayat 5 sedang berseru kepada umat Israel hendaknya berjalan di dalam terang TUHAN, ini artinya jikalau terdapat ketegangan kontradiksi antara kenyataan di depan mata dengan pengharapan akhir zaman, juga tidak bersedia berkompromi dengan dunia yang gelap, giat berusaha menjaga agar diri sendiri berjalan di dalam terang. Apakah engkau bersedia?