Tag Archives: Kitab Kehidupan

Wahyu 20:11-15

「Penghakiman Takhta Putih」
Oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí)

Alliance Bible Seminary H.K.

(Why. 20:11-15 [ITB])
11 Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. 12 Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. 13 Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya. 14 Lalu maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api. 15 Dan setiap orang yang tidak ditemukan namanya tertulis di dalam kitab kehidupan itu, ia dilemparkan ke dalam lautan api itu.

Lihatlah dunia! Setiap hari, seseorang melakukan ketidakbenaran, menyakiti orang, dan menggunakan cara gelap untuk mendapat untung. Ada orang kejam, menipu, memeras, memperkosa, dan membunuh. Jika saya memiliki rasa keadilan, melihat penganiayaan tidak adil yang tidak terhitung jumlahnya, atau saya merupakan korban dari kejahatan dosa, melihat orang-orang berdosa tidak dihukum, dan mereka yang duduk di tempat tinggi tidak menegakkan keadilan, malah mempermainkan kuasa yang di tangannya menjadi bencana bagi orang lain, bukankah saya marah dan terluka: apakah ada penghakiman yang adil di dunia ini?

Ayat hari ini adalah jawaban untuk pertanyaan ini: ya ada. Ada takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya berarti bahwa Tuhan Sang Pencipta akan melakukan penghakiman terakhir (ayat 11a). Kita selalu melihat warna putih dalam kitab Wahyu: terutama pakaian putih, sekarang takhta putih besar. Selain mewakili kesucian dan kekudusan, warna ini juga menggambarkan aniaya ketidakadilan yang tertimbun lama sudah mendapatkan keadilan. Adapun dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya (ayat 11b), itu adalah pertanda datangnya penghakiman terakhir (lih. Why. 6:14), dan itu juga menunjukkan wibawa keagungan, murka, dan kuasa Allah yang menghakimi.

Perikop menekankan bahwa semua orang harus menghadapi penghakiman Allah, dan bahkan jika mereka sudah mati, mereka juga tetap tidak dapat melarikan diri (ayat 12). Oleh karena itu, laut dan maut dan kerajaan maut harus menyerahkan orang mati ─ mungkin laut menunjukkan bahwa ada kejahatan dalam orang mati, lalu maut dan kerajaan maut adalah tempat di mana orang mati berada (ayat 13).

Pengungkapan yang paling penting dari paragraf ini adalah bahwa dua kitab yang dibuka di depan takhta, di mana semua orang berdiri di depannya dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu (ayat 12). Kitab-kitab ini memberi tahu kita dalam sebuah metafora: baik dan jahat yang ada di antara manusia, semuanya diingat oleh Allah, bahkan jika langit dan bumi melupakan hal-hal itu, Allah masih tetap tahu. Dia mengingat kebenaran yang dilakukan manusia dan juga dosa kejahatan manusia. Ini mengingatkan saya untuk tidak melihat kesalahan orang lain, karena dosa-dosa saya sendiri juga dicatat dalam kitab-kitab Allah. Jika Allah benar-benar ingin mengejar saya, pasti saya harus menerima hukuman seperti orang-orang fasik pelaku ketidakadilan.

Lalu, salah satu dari dua kitab itu adalah kitab kehidupan, yang mencatat nama-nama semua orang yang tidak menyembah binatang itu sejak penciptaan dunia (Why. 13:8; 17:8). Orang-orang ini mengikuti Anak Domba dan menjadi milik Yesus Kristus. Kitab kehidupan ini menandai keselamatan Allah: Anak Domba Yesus telah mempersembahkan korban penghapus dosa kepada orang-orang dalam kitab ini, menjadikan mereka umat Kerajaan Surga.

Saya ingin berterima kasih kepada Allah atas penghakiman Takhta Putih Besar, ini adalah harapan dan penghiburan dari orang yang ingin melihat kebenaran keadilan ditegakkan. Saya meminta Tuhan untuk memberi saya kesabaran, sepenuh hati berkonsentrasi menengadah ke atas dan menunggu penghakiman terakhir-Nya.

Saya terlebih lagi bersyukur kepada Allah karena menuliskan nama saya di kitab kehidupan, karena Ia telah mengutus Yesus Kristus untuk mati bagi orang berdosa, dan telah mempersiapkan bagi saya anugerah keselamatan pengampunan dosa. Hari ini, saya bersedia mengikuti Anak Domba, dan saya beriman bahwa pada hari penghakiman, berdiri di depan Takhta putih yang besar, dosa saya merah seperti kirmizi, akan menjadi putih seperti salju; sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti bulu domba (Yesaya 1:8).

Renungkan:
Maut dan kerajaan maut itu dilemparkanlah ke dalam lautan api (ayat 14) — para peneliti membuat beberapa penjelasan yang mungkin:

  • Tidak akan ada lagi maut dan kerajaan maut di masa depan (1 Kor. 15:54-55; Yes. 25:8)
  • Orang-orang berdosa yang diadili akan begitu saja dibawa ke dalam lautan api, dan itu adalah kematian kedua (ayat 14-15).
  • Iblis yang berkuasa atas maut dan kerajaan maut dilemparkan ke dalam lautan api (Why. 14:10-11; 20:10)

Renungkan penjelasan mana yang paling masuk akal?


Renungan pemahaman kitab Wahyu (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Wahyu 10-22 ditulis oleh 吳慧儀 (Wú Huì Yí) yang dipublikasi pada bulan September 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 4:2-6

「Roh yang Mengadili dan yang Membakar」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 1-8 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Maret 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Yes. 4:2-6 [ITB])
2Pada waktu itu tunas yang ditumbuhkan TUHAN akan menjadi kepermaian dan kemuliaan, dan hasil tanah menjadi kebanggaan dan kehormatan bagi orang-orang Israel yang terluput.
3Dan orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup, 4apabila TUHAN telah membersihkan kekotoran puteri Sion dan menghapuskan segala noda darah Yerusalem dari tengah-tengahnya dengan roh yang mengadili dan yang membakar.
5Maka TUHAN akan menjadikan di atas seluruh wilayah gunung Sion dan di atas setiap pertemuan yang diadakan di situ segumpal awan pada waktu siang dan segumpal asap serta sinar api yang menyala-nyala pada waktu malam, sebab di atas semuanya itu akan ada kemuliaan TUHAN sebagai tudung 6dan sebagai pondok tempat bernaung pada waktu siang terhadap panas terik dan sebagai perlindungan dan persembunyian terhadap angin ribut dan hujan.

Perikop ini memakai 「pada waktu itu」 sebagai pembukaan, melanjutkan topik dari teks sebelumnya 「pada hari itu」 (Yes. 2:12, 17; 3:7, 18), frasa 「pada hari itu」 yang disebutkan dalam teks-teks sebelumnya ini semuanya adalah hari penghakiman orang fasik juga penghancuran mereka, tetapi frasa 「pada hari itu」 yang disebutkan Yes. 4:2 justru adalah sebuah hari pembaharuan, ini membuat kita memahami: jika tidak ada penghancuran, maka tidak ada pembangunan.

Yes. 4:3-4 sekali lagi menyebutkan 「Putri Sion」, teks sebelumnya (Yes. 3:16-4:1) menunjukkan 「Putri Sion」 menjalani kehidupan yang bersifat 「permukaan kulit luar」, hanya memiliki penampilan luar yang indah dan mewah namun tidak memiliki hukum Taurat dan moral yang sungguh, Yes. 4:3-4 berbalik menjelaskan Tuhan dengan roh yang mengadili dan yang membakar mencuci bersih noda penduduk Sion. Keadaannya adalah seperti nabi Yesaya sendiri saat mendapatkan panggilan, sama sebagaimana Allah membuang noda Yesaya (Yes. 6:7), saat itu Serafim mengambil bara dari mezbah diletakkan di mulut Yesaya, ini adalah simbol mulutnya dibersihkan, bara merah ini adalah semacam bara yang sedang terbakar, maka sama dengan roh yang membakar di dalam perumpamaan di atas, roh yang membakar juga bukan menunjuk makna kerohanian yang panas membara atau roh api, tetapi menunjuk semacam kekuatan memurnikan yang datang dari Allah, ciri khusus kekuatan ini adalah menerima penderitaan dengan kesabaran, karena api ini akan membawakan penderitaan kesulitan kepada Yesaya, tetapi buah hasil dari penderitaan dan kesulitan justru mampu membawakan pembersihan, dengan demikian, saat Yes. 4:3-4 menunjukkan roh yang mengadili dan roh yang membakar akan mencuci bersih noda Putri Sion, sebenarnya menjelaskan Putri Sion harus mendapatkan didikan Allah dan penderitaan kesulitan, barulah bisa membuang noda dirinya.

Sebenarnya apakah yang ditunjuk penderitaan kesulitan ini? Berdasarkan ayat 3-4, kita dapat memahami bahwa penderitaan kesulitan ini adalah menunjuk penawanan (pembuangan) : 「orang yang tertinggal di Sion dan yang tersisa di Yerusalem akan disebut kudus, yakni setiap orang di Yerusalem yang tercatat untuk beroleh hidup」. Perikop ini menjelaskan setelah pemurnian di dalam penderitaan kesulitan maka ada sisa umat menetap di Yerusalem, rakyat yang lain sudah terbunuh, hanya ada mereka yang menjadi sisa umat, yang telah mengalami penderitaan yang bukan biasa-biasa, maka memiliki kebahagiaan tercatat namanya di dalam kitab kehidupan, oleh karenanya menjadi kudus. Ternyata, pemurnian Allah bukanlah hendak membunuh habis, Dia menyimpan sisa umat, agar karena pengalaman penderitaan kesulitan membuat mereka jadi kudus.

Berdasarkan Yes. 4:5 ditunjukkan, gunung Sion pasti sekali lagi memiliki kemuliaan Allah, unsur penyertaan Allah yang digambarkan di antaranya juga sama-sama muncul dahulu saat TUHAN datang ke gunung Sinai, saat itu ada awan asap, api dan kemuliaan, ketiga macam unsur ini semua simbol adalah penyertaan Allah, tidak hanya muncul saat Yesaya mendapat panggilan (Yes. 6:4), juga muncul di saat upacara penahbisan bait Suci Solomon (2 Taw. 7:1-7), dengan demikian dapat dilihat, penyertaan Allah bukan penyertaan lemah gemulai, tetapi adalah semacam penyertaan yang menguncang langit menggetarkan bumi, menekankan Allah tidak bisa dikendalikan manusia, karena Dia sendiri adalah angin besar badai hujan.

Renungkan: 「pada hari itu」 adalah hari penyertaan Allah, tetapi sebelum hari ini datang, penderitaan kesulitan dan pengalaman yang membakar semuanya bersifat menumbangkan, datangnya tempaan ini, ternyata adalah demi membersihkan sisa umat yang sudah mengalami penderitaan kesulitan, membuat mereka bisa langsung mengalami penyertaan Allah yang tidak bisa dikendalikan manusia. Ternyata, manusia selalu senang menyederhanakan Allah menjadi permainan diri sendiri, saat kita mempersempit area kerja Allah di zona aman diri kita sendiri, mungkin kita akan mengalami didikan Dia yang keras, di dalam prosesnya, ada penderitaan kesulitan yang seperti api. Tetapi tidak membuat kecewa, karena munculnya penderitaan kesulitan barulah mampu membersihkan kita, membuat kita sekali lagi bersaksi penyertaan Allah yang nyata. Bagi pandangan manusia adalah penyertaan zona berbahaya, tetapi justru adalah penyertaan yang sesungguhnya. Apakah engkau bersedia?

Daniel 11:29-12:4

「Menyebabkan Orang Murtad」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Daniel ditulis oleh 吳劍麗 (Wú Jiàn Lì) yang dipublikasi pada bulan November 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Daniel 11:29-12:4 [ITB])
29Pada waktu yang ditetapkan ia akan memasuki pula negeri Selatan, tetapi kali yang kedua ini tidak akan sama dengan yang pertama, 30karena akan datang kapal-kapal orang Kitim melawan dia, sehingga hilanglah keberaniannya. Lalu pulanglah ia dengan hati mendendam terhadap Perjanjian Kudus dan ia akan bertindak: setelah pulang kembali, ia akan menujukan perhatiannya kepada mereka yang meninggalkan Perjanjian Kudus. 31Tentaranya akan muncul, mereka akan menajiskan tempat kudus, benteng itu, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan. 32Dan orang-orang yang berlaku fasik terhadap Perjanjian akan dibujuknya sampai murtad dengan kata-kata licin; tetapi umat yang mengenal Allahnya akan tetap kuat dan akan bertindak. 33Dan orang-orang bijaksana di antara umat itu akan membuat banyak orang mengerti, tetapi untuk beberapa waktu lamanya mereka akan jatuh oleh karena pedang dan api, oleh karena ditawan dan dirampas. 34Sementara jatuh, mereka akan mendapat pertolongan sedikit, dan banyak orang akan menggabungkan diri kepada mereka secara berpura-pura. 35Sebagian dari orang-orang bijaksana itu akan jatuh, supaya dengan demikian diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman; sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan.
36Raja itu akan berbuat sekehendak hati; ia akan meninggikan dan membesarkan dirinya terhadap setiap allah. Juga terhadap Allah yang mengatasi segala allah ia akan mengucapkan kata-kata yang tak senonoh sama sekali, dan ia akan beruntung sampai akhir murka itu; sebab apa yang telah ditetapkan akan terjadi. 37Juga para allah nenek moyangnya tidak akan diindahkannya; baik pujaan orang-orang perempuan maupun allah manapun juga tidak akan diindahkannya, sebab terhadap semuanya itu ia akan membesarkan diri. 38Tetapi sebagai ganti semuanya itu ia akan menghormati dewa benteng-benteng: dewa yang tidak dikenal oleh nenek moyangnya akan dihormatinya dengan membawa emas dan perak dan permata dan barang-barang yang berharga. 39Dan ia akan bertindak terhadap benteng-benteng yang diperkuat dengan pertolongan dewa asing itu. Siapa yang mengakui dewa ini akan dilimpahi kehormatan; ia akan membuat mereka menjadi berkuasa atas banyak orang dan kepada mereka akan dibagikannya tanah sebagai upah.
40Tetapi pada akhir zaman raja negeri Selatan akan berperang dengan dia, dan raja negeri Utara itu akan menyerbunya dengan kereta dan orang-orang berkuda dan dengan banyak kapal; dan ia akan memasuki negeri-negeri, dan menggenangi dan meliputi semuanya seperti air bah.41Juga Tanah Permai akan dimasukinya, dan banyak orang akan jatuh; tetapi dari tangannya akan terluput tanah Edom, tanah Moab dan bagian yang penting dari bani Amon. 42Ia akan menjangkau negeri-negeri, dan negeri Mesir tidak akan terluput. 43Ia akan menguasai harta benda emas dan perak dan segala barang berharga negeri Mesir, dan orang Libia serta orang Etiopia akan mengikuti dia. 44Tetapi kabar-kabar dari sebelah timur dan dari sebelah utara akan mengejutkan hatinya, sehingga ia akan keluar dengan kegeraman yang besar untuk memusnahkan dan membinasakan banyak orang. 45Ia akan mendirikan kemah kebesarannya di antara laut dan gunung Permai yang kudus itu, tetapi kemudian ia akan menemui ajalnya dan tidak ada seorangpun yang menolongnya.”
12:1“Pada waktu itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu; dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu. 2Dan banyak dari antara orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal. 3Dan orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya.
4Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.”

Daniel dalam penglihatan ketiga, terdapat 「raja」yang dendam hati kepada Perjanjian Kudus, bertindak sesuka hati, membangkitkan tentaranya menista tanah suci, menghapuskan korban sehari-hari dan menegakkan kekejian yang membinasakan, menyerang umat milik Allah segala allah (Dan. 11:30-31, 36). Peggambaran ini tepat sesuai Antiochus IV yang ada dalam sejarah. Saat itu, Antiochus IV mengetahui orang Yahudi di Yerusalem menolak menjalankan kebijakannya membuat mereka berbudaya Yunani, sebagai balas dendam maka ia mengijinkan tentaranya melakukan pembunuhan besar-besaran di Yerusalem, menjual orang Yahudi sebagai budak, seluruh kota Suci dan Bait Suci dijarah menjadi kosong, rata dengan tanah. Antiochus IV juga menghapuskan semua ritual dan persembahan di Bait Suci, melarang orang Yahudi menjaga hari Sabat dan segala hari raya, lebih lagi meletakkan patung Zeus di mezbah Bait Suci, mempersembahkan babi sebagai korban (penistaan besar); di luar kota Yerusalem juga banyak didirikan mezbah berhala, memaksa orang Yahudi memberikan persembahan kepada berhala. Keadaannya tepat sama persis seperti tiga teman Daniel yang dipaksa hormat dan sembah patung emas di kitab Daniel pasal 3, dan pasal 6 Daniel dilarang hormat dan sembah kepada TUHAN.

Umat Allah menerima aniaya dari kerajaan kuasa jahat, adalah salah satu titik berat kitab Daniel. Kemudian dalam kitab Daniel, pasal 11 pertama kalinya muncul keadaan bahwa umat Allah yang dalam aniaya terbagi menjadi dua golongan: golongan pertama tergoda meninggalkan Allah, mendekat kepada sang jahat murtad terhadap perjanjian; golongan yang lain bersikeras melayani TUHAN sebagai satu-satunya Allah yang sejati, menolak bertekuk-lutut terhadap berhala (Dan. 11:32). Dalam hari-hari kegelapan ini, masih ada yang saleh 「orang-orang bijaksana di antara umat itu」 seperti Daniel yang berdiri keluar menyeruhkan dengan suara besar, mendorong umat hendaknya mempertahankan iman, setia kepada Allah. Tetapi, untuk itu mereka harus membayar harga berat, kenyang menerima siksaan atau kehilangan nyawa; di balik ini ternyata memiliki tujuan yang lebih jauh lebih tinggi: 「diadakan pengujian, penyaringan dan pemurnian di antara mereka, sampai pada akhir zaman」 (Dan. 11:35). Ini adalah sebuah ujian yang bukan jangka pendek (karena masih ada satu periode waktu lagi baru sampai masa yang ditentukan 「sebab akhir zaman itu belum mencapai waktu yang telah ditetapkan」), tujuannya adalah untuk membedakan manakah yang sungguh-sungguh umat yang beriman kepada Allah.

Mulai dari Dan. 11:36, penulis kitab Daniel memakai bahasa yang misterius dan supra natural untuk menggambarkan hal-hal akan yang terjadi, ini adalah salah satu ciri-ciri sastra bersifat apokaliptik. Berbagai macam gambaran terhadap 「raja」 yang ada di sini semuanya menunjuk kepada Anti-Kristus (Dan. 11:36-45; lihat juga 2 Tes. 2:3-4), memberi petunjuk raja ini sepertinya pada saat mendekati akhir dari sejarah, baru akan muncul (Dan. 11:40), karena teks sesudahnya menyebutkan kesusahan besar, kebangkitan orang mati, upah paling akhir, penghakiman terakhir dsb, adalah peristiwa yang baru akan terjadi di hari akhir (Dan. 12:1)

Penutup kitab Daniel pasal 11, menubuatkan betapa menakutkannya Anti-Kristus yang muncul di zaman akhir, maka sampai pasal 12 ayat 1-4 lebih lanjut mengingatkan umat Allah, mereka jika bertekat setia dalam iman, pasti akan mengalami kesusahan besar yang belum pernah ada dalam sejarah; dan hanya mereka yang dalam penderitaan tetap bersikeras menjaga kesetiaan kesucian terhadap Allah, yang namanya dicatat dalam Kitab Kehidupan, pasti akan mendapatkan keselamatan. Malaikat segera memberikan gambaran yang lebih menggentarkan hati di hadapan Daniel: 「orang-orang yang telah tidur di dalam debu tanah, akan bangun, sebagian untuk mendapat hidup yang kekal, sebagian untuk mengalami kehinaan dan kengerian yang kekal」 (Dan. 12:2). Di sini nyata ditunjukkan kebangkitan di hari akhir, juga dengan jelas mengatakan tempat berakhirnya (secara kekal) orang yang setia kepada Allah dan orang yang meninggalkan Allah; yang setia akan menerima hidup kekal, yang murtad ada kehinaan dan kemuakan (kengerian) kekal yang menunggu mereka. Ini adalah satu-satunya perikop dalam Perjanjian Lama yang menyebutkan 「hidup kekal」.

Renungkan: berdasarkan konsep 「double (multi) penggenapan」, maka 「Anti-Kristus」 (Dan. 11:36-45) dapat merupakan apapun yang ada dan akan ada dalam sejarah, yang penuh kesombongan memusuhi Allah, juga menganiaya umat-Nya; mereka ini akan muncul dalam sejarah dengan cara dan bentuk yang berbeda-beda, di hari akhir juga akan muncul lagi. Tetapi dalam rencana kekal Allah, akhir dari mereka telah ditetapkan, yakni harus binasa. Sebagai umat Allah, hendaknya memiliki hati siap sedia, paham bahwa tempaan kesulitan bukan satu atau dua detik; tetapi dalam jangka waktu yang panjang, kesusahan besar yang tidak pernah ada dalam sejarah, hendaknya meneladani iman yang setia dari Daniel dan tiga teman, mempertahankan kesetiaan dan kesucian.

Malaikat secara khusus menyebutkan: 「orang-orang bijaksana akan bercahaya seperti cahaya cakrawala, dan yang telah menuntun banyak orang kepada kebenaran seperti bintang-bintang, tetap untuk selama-lamanya」 (Dan. 12:3). Saudara dan saudari, apakah engkau pernah berpikir bahwa saat engkau bertekat menghidupi kehidupan hati yang setia dan saleh, tidak hanya bersabar menderita kesulitan, lulus ujian; lebih lagi seperti bintang di langit, menerangi kehidupan orang lain, menjadi berkat bagi orang lain? Dalam hari-hari yang gelap ini, sungguh memerlukan lebih banyak lagi umat kudus yang bercahaya dalam iman yang setia, dengan kehidupannya memimpin orang bertemu dengan anugerah keselamatan dan pengharapan.

Maleakhi 3:13-4:3

「Orang yang hormat TUHAN akan mendapat jaminan 」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Maleakhi ditulis oleh 呂焯安 (Lǚ Zhuō Ān)  yang dipublikasi pada bulan Juli 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Maleakhi 3:13-4:3 [ITB])
3:13 Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: “Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?” 14 Kamu berkata: “Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam? 15 Oleh sebab itu kita ini menyebut berbahagia orang-orang yang gegabah: bukan saja mujur orang-orang yang berbuat fasik itu, tetapi dengan mencobai Allahpun, mereka luput juga.”
16 Beginilah berbicara satu sama lain orang-orang yang takut akan TUHAN: “TUHAN memperhatikan dan mendengarnya; sebuah kitab peringatan ditulis di hadapan-Nya bagi orang-orang yang takut akan TUHAN dan bagi orang-orang yang menghormati nama-Nya.”
17 Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan. Aku akan mengasihani mereka sama seperti seseorang menyayangi anaknya yang melayani dia. 18 Maka kamu akan melihat kembali perbedaan antara orang benar dan orang fasik, antara orang yang beribadah kepada Allah dan orang yang tidak beribadah kepada-Nya.
4:1 Bahwa sesungguhnya hari itu datang, menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam, sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
2 Tetapi kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang. 3 Kamu akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman TUHAN semesta alam.

Ayat Kunci: 「Mereka akan menjadi milik kesayangan-Ku sendiri, firman TUHAN semesta alam, pada hari yang Kusiapkan 」 (Mal. 3:17a)

Nabi Maleakhi mencatat ucapan ilahi dari Allah bagi Israel melalui satu seri tanya jawab, untuk mendorong umat sisa yang kembali itu berbalik dan bertobat dari kondisi rohani yang lemah, serta memberikan janji tentang kedatangan Utusan (Messiah) dari Sang Pendiri Penjanjian, Ia akan menjalankan penghakiman dan berkat. Keseluruhan kitab mencakup tujuh tanya jawab, perencanaan yang demikian bertujuan agar Israel mengerti keadaan rohani mereka, dan membimbing mereka berbalik mengarah kepada Allah (Mal. 1:1-4:3).

Pertanyaan ketujuh memperlihatkan kesombongan Israel, kemudian orang-orang yang takut akan TUHAN akan mendapatkan jaminan dalam 「kitab peringatan 」 (Mal. 3:13-4:3).
Firman TUHAN: 「Bicaramu kurang ajar tentang Aku 」 (“kata-kata mu telah melawan Aku dengan keras”)
Tetapi kamu berkata: 「Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau? 」 (“dengan kata-kata apa kami telah melawan Engkau?”)
(Catatan Blogger: di dalam tanda kurung adalah terjemahan bebas dari bahasa Inggris dan mandarin atas Mal. 3:13) Kata 「 melawan 」 ( 頂撞 terjemahan Mandarin, “kurang ajar” dalam ITB)  adalah kata yang sama yang dipakai untuk menggambarkan 「kekerasan 」 hati Firaun (lihat Kel. 7:13). Dari perkataan umat pilihan yang begitu sombong (Mal. 3:14-15) dapat melihat dengan jelas bahwa mereka salah mengerti atas kebenaran Allah (lihat pertanyaan keempat). Ini juga menunjukkan bahwa orang Israel melakukan 「kepatuhan 」, 「berpuasa 」 dihadapan Tuhan adalah dengan motivasi mendapatkan 「untung 」, bukan keluar dari hati yang tulus. Sehingga saat keuntungan yang diplot sebelumnya sangat lambat tidak menjadi kenyataan, maka timbul rasa tidak puas dalam hati, kemudian berbalik dengki terhadap orang fasik yang tidak melakukan 「kepatuhan 」, 「berpuasa 」.

Ayat 16-18 (Mal. 3:16-18), Allah memberikan maklumat tentang jaminan-Nya sebagai respon kepada kelompok umat pemberontak ini. Tindakan kebenaran Allah pada akhirnya pasti akan nyata terlihat. Nabi Maleakhi menyebutkan adanya kelompok orang yang takut hormat akan Tuhan yang akan diingat dan mendapat kasih kemurahan, Allah pasti akan memisahkan keluar mereka (dipisahkan keluar juga berarti dikuduskan). Makna asli dari 「Menjadi milik kesayangan-Ku (dikhususkan jadi milik-Ku) 」 adalah 「harta permata yang spesial 」; Umat Israel memang telah dipilih oleh Allah menjadi harta kesayangan yang spesial (Kel. 19:5), namun di sini hanya mereka yang hormat takut akan Allah, yang senantiasa menghormati nama-Nya adalah orang-orang Israel yang sesungguhnya yang merupakan 「harta permata yang spesial 」. Apa yang dibicarakan dalam ayat 18 (Mal. 3:18) adalah hari akhir (hari itu) saat Messiah datang kedua kali akan memisahkan orang yang benar dan yang fasik, yang dengan tulus melayani dan yang melayani Tuhan dengan kepalsuan (lihat Mat. 25:31-45).

Ayat 4:1-3 (Mal. 4:1-3) adalah berbicara detil tentang 「hari yang Kusiapkan 」 (Mal. 3:17), kedatangan hari itu akan seperti 「menyala seperti perapian 」, segala 「yang gegabah dan yang fasik 」 (penuh kesombongan dan kejahatan) dihancurkan lantak seperti rumput seluruhnya habis dibakar. Dibakar hancur habis dalam perapian adalah sesungguhnya apa yang disebut umat pemberontak sebagai 「bahagia 」 dan 「mujur 」 (Mal. 3:15). Jelas bahwa mereka hanya sementara saja terhindar dari bencana, namun pada akhirnya tidak dapat lari dari penghakiman Allah. Ayat 2 (Mal. 4:2) 「kebenaran 」 digambarkan sebagai terbit surya matahari, mengusir pergi kegelapan. 「Kesembuhan 」 adalah pembalikan dari luka sakit yang diakibatkan perbuatan jahat orang fasik, membuat orang yang takut hormat akan Allah kembali lagi mendapatkan kemerdekaan dan sukacita. Ayat 3:16 (Mal. 3:16) menyebutkan orang yang menghormati nama-Nya, Allah juga akan dengan seksama 「memperhatikan dan mendengarnya 」 serta mencatatnya dalam sebuah kitab, adalah satu hal yang sangat menyentuh hati kita.

Renungkan: Pelayanan kita kepada Allah apakah demi untuk 「mendapatkan berkat 」 ? Apakah karena kita dengan hati tulus merasa bahwa melayani Allah adalah sudah seharusnya? Jika melayani Tuhan tidak 「mendapatkan berkat 」  sebaliknya 「mendapatkan bencana 」  apakah kita akan dengan marah mengatakan 「orang yang tidak melayani Allah lebih mendapatkan keuntungan 」 ?

Rencanakan: coba diskusikan dengan beberapa gereja dan orang-orang yang melayani, buatlah rangkuman apa yang menjadi motivasi mereka.

Doa: Tuhan, dengan ucapan syukur atas pelayanan yang merupkan karunia besar dari Mu. karena pelayanan dari manusia tidak dapat menambahakan apapun kepada Mu, sebaliknya, pelayanan adalah kesempatan untuk lebih banyak lagi merasakan karnuia-Mu. Hanya rasa sytukur saja. Amen.


Catatatan Blogger:

Terdapat hal yang menarik di ayat 13 (Mal. 3:13) 「Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN… 」 dalam terjemahan KJV 「Your words have been stout against me … 」 jika kita perhatikan beberapa terjemahan yang berbeda terdapat suatu penekanan atas sikap umat Allah dan kita dapat melihat kekayaan makna kata dalam bahasa Ibrani yang ingin dinyatakan melalui berbagai pandangan para penterjemah.

Dalam bahasa asli Ibrani kata  חזק  Chazaq artinya “be strong, become strong, be courageous, be firm” mempunyai penekanan kekuatan, keberanian, dan keteguhan. Beberapa pandangan dari versi terjemahan:

  • KJV “stout against” memberikan sudut pandang pada arti forceful  sebuah kata yang dipakai dalam serangan militer <a stout attack> yang juga mempunyai warna violent kejam dan brutal, penggunaan kekuatan fisik dengan kasar.
  • Terjemahan Mandarin digunakan kata 「頂撞」 mempunyai arti berkontradiksi, atau mematahkan pandangan lawan. Secara harafiah mempunyai arti menanduk dan menubruk.
  • NAU (New American Standard Bible) menggunakan kata “arrogant against” secara fungsional menekankan sikap arogansi umat pemberontak
  • NET (New English Translation) menggunakan kata “criticized .. sharply” (kritik tajam terhadap Allah) secara fungsional menekankan unsur rasa pintar dari umat pemberontak

Secara keseluruhan kata yang sangat tepat telah dipakai oleh terjemahan Indonesia TB yakni “kurang ajar,” penekanan bagaimana suatu sikap yang dengan tega dilakukan umat Allah pemberontak kepada Allah mereka yang telah memelihara mereka bagai biji mata-Nya, Allah yang Maha Kuasa dengan seksama 「memperhatikan dan mendengar 」 bahkan mengingat dalam sebuah kitab. Sebuah kontradiksi yang sedemikian besar.

Lihat juga catatan Bob Utley, kata  חזק  Chazaq tersebut mempunyai makna dasar yaitu “menjadi kuat.” kata ini bisa mempunyai konotasi negatif yakni Allah mengeraskan hati:

1. Firaun (Kel. 7:13, 22; 8:15; 9:35)
2. Raja Kanaan (Yosua 11:20)
tetapi juga terdapat konotasi positif:
1. Menguatkan Yosua (Ul. 1:38; 3:28; 31:6, 7, 23; Yosua 1:6, 7, 9, 18; 10:25)
2. Mendorong Israel untuk menjaga perjanjian kovenan (Yosua 23:6)
3. Menguatkan Israel untuk bertempur (2 Sam. 10:12)

Dalam konteks perikop ini makna yang cocok adalah mengeraskan hati seperti Firaun. Umat Allah yang kembali dari pembuangan mengeraskan hati mereka dan perkataan mereka melawan TUHAN (lihat Maz. 119:21, 51, 69, 78, 85, 122).