「Oleh kehendak Allah」
Oleh Dr. Ronnie Poon (潘仕楷)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Efesus 1:1-2 [ITB])
1 Dari Paulus, rasul Kristus Yesus oleh kehendak Allah, kepada orang-orang kudus di Efesus, orang-orang percaya dalam Kristus Yesus. 2 Kasih karunia dan damai sejahtera dari Allah, Bapa kita dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai kamu.
Dalam renungan bulan ini, kita akan memikirkan berita dari Surat Efesus pasal 1-3. Meskipun Efesus adalah kitab yang relatif pendek, namun menyampaikan berita yang mengandung teologis yang sangat kaya, dengan penekanan khusus pada sifat dan misi gereja. Struktur surat ini secara kasar dapat dibagi menjadi dua bagian: pasal 1 sampai 3 menggunakan dua doa sebagai kerangka untuk menggambarkan secara rinci keselamatan yang telah digenapkan oleh Allah dalam Kristus Yesus, terutama mendeskripsikan secara mendalam sifat dari komunitas orang yang diselamatkan. Renungan bulan ini akan bertolak dari bagian pertama ini (pasal 1-3) untuk merefleksikan karya tindakan Tuhan di dalam gereja, berharap melalui perenungan atas anugerah Allah yang kaya ini, kita akan memiliki pemahaman yang lebih dalam tentang kehendak Allah.
Ayat Alkitab yang diambil untuk renungan ini untuk setiap hari relatif singkat, sehingga dalam bagian pembacaan ayat yang direnungkan akan menyertakan teks sebelum dan sesudahnya, sehingga saudara dan saudari bisa memiliki pemahaman yang lebih baik tentang alur konteks dari ayat yang direnungkan.
Efesus 1:1-2 merupakan bagian pembukaan surat ini. Di zaman kerajaan Yunani dan Romawi, sebuah surat biasanya dengan sangat sederhana menjelaskan situasi penulisan, tetapi dalam surat Paulus, kita dapat mengamati pendapat dia tentang penulis surat dan kelompok penerima surat, membuat kita dapat melihat pandangan iman yang diekspresikan di dalamnya.
Pertama, Paulus menunjukkan bahwa dirinya sebagai rasul Kristus Yesus, itu adalah oleh kehendak Allah. Dalam pasal 1 surat Efesus ini berulang empat kali menggunakan kata 「kehendak Allah」, mencerminkan bahwa ini adalah tema di dalam surat ini yang dipandang penting oleh Paulus. Di sini selain memperkenalkan identitasnya, di ayat 1:5 dia menunjukkan 「sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya」, kita telah ditentukan dari semula untuk menjadi anak-anak-Nya melalui Yesus Kristus; lalu ayat 1:9 menunjukkan bahwa karena kehendak Allah sehingga memungkinkan kita untuk mengenal rahasia kehendak-Nya; dan ayat 1:11 menunjukkan: sesuai dengan keputusan kehendak Allah, kita yang dari semula ditentukan Dia untuk menerima bagian warisan di dalam Kristus. Dengan kata lain, identitas dan misi seorang Kristen semuanya memiliki dasar kehendak Allah.
Dari segi penerima surat, karena beberapa salinan manuskrip kuno tidak mencantumkan kata 「Efesus」, maka surat ini juga memiliki fungsi sebagai surat edaran. Meskipun kita memiliki alasan yang sangat kuat untuk percaya bahwa kata 「Efesus」 ini ada dalam surat aslinya, namun hal ini membuat kita juga memperhatikan bahwa terdapat pesan yang bersifat universal dalam surat ini yang tidak melulu tertuju pada masalah-masalah gereja di Efesus, tetapi membahas makna Gereja secara lebih umum dan realisasi misi yang diberikan Allah kepada gereja. Di sini Paulus menggunakan dua kata sifat untuk menggambarkan penerima surat. Pertama-tama, penerima surat ini adalah kata 「kudus」, dalam Perjanjian Baru, kata sifat ini biasanya diterjemahkan sebagai 「orang-orang kudus」, yang mencerminkan bahwa orang Kristen adalah sekelompok orang yang telah dikuduskan. Aspek kedua, penerima surat dideskripsikan sebagai 「orang percaya dalam Kristus Yesus」 (atau 「setia kepada Kristus Yesus」 lihat BIMK, ISH, CUV). Terjemahan LuZhenzhong adalah 「orang yang setia percaya」, sedangkan terjemahan Studium Biblicum adalah 「orang yang percaya kepada Kristus Yesus.」 Terjemahan yang berbeda ini karena dalam bahasa aslinya, πιστός pistós bisa berarti kesetiaan dan juga iman. Secara umum, ketika konteksnya membahas beberapa tugas atau misi, kata tersebut seharusnya merujuk pada arti kesetiaan, tetapi dalam konteks di sini tidak secara jelas membahas tugas tanggung jawab, jadi mungkin di sini tepat juga untuk menerjemahkannya sebagai 「percaya / beriman」. Di sisi lain, identitas seorang kudus bisa juga mengandung arti tugas dan misi, sehingga bisa juga memiliki arti 「kesetiaan」. Kenyataannya, kesetiaan dan iman adalah konsep yang tidak bisa dipisahkan, kesetiaan tanpa iman itu buta, dan iman tanpa kesetiaan itu munafik.
Akhirnya, Paulus menyapa dengan cara standarnya. 「Kasih karunia」 adalah sapaan secara Yunani, dan 「damai sejahtera」 adalah sapaan secara Yahudi. Salam Paulus sepenuhnya mencerminkan konsep universal tentang keselamatan, komunitas baru yang didirikan oleh Yesus Kristus melintasi batas budaya. Kasih karunia Tuhan tidak terbatas, dan semua orang adalah pihak yang Dia ingin selamatkan.
Renungkan:
Kiranya kita memahami kehendak Tuhan dan kita sesuai dengan kasih karunia-Nya mengabarkan keselamatan Yesus Kristus kepada manusia di dunia.
Tambahan penerjemah: Oleh karena kehendak Allah yang cakupannya lintas budaya, tidak hanya terbatas pada satu bangsa atau satu budaya saja, bagaimana kita sesuai kehendak Allah memberitakan kehendak Allah kepada dunia yang berbeda budaya, berinteraksi dengan dunia yang ada di sekitar kita, namun tetap menjaga keutuhan identitas dan iman kita sebagai orang kudus yang πιστός pistós percaya dan yang setia kepada Yesus Kristus?
Renungan pemahaman Surat Efesus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus 1-3 ditulis oleh 潘仕楷 (Pān Shì Kǎi) yang dipublikasi pada bulan Desember 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.