「Dalam segala penderitaan」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 1:3-11 [ITB])
3 Terpujilah Allah, Bapa Tuhan kita Yesus Kristus, Bapa yang penuh belas kasihan dan Allah sumber segala penghiburan, 4 yang menghibur kami dalam segala penderitaan kami, sehingga kami sanggup menghibur mereka, yang berada dalam bermacam-macam penderitaan dengan penghiburan yang kami terima sendiri dari Allah.
5 Sebab sama seperti kami mendapat bagian berlimpah-limpah dalam kesengsaraan Kristus, demikian pula oleh Kristus kami menerima penghiburan berlimpah-limpah. 6 Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga.
7 Dan pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami.
8 Sebab kami mau, saudara-saudara, supaya kamu tahu akan penderitaan yang kami alami di Asia Kecil. Beban yang ditanggungkan atas kami adalah begitu besar dan begitu berat, sehingga kami telah putus asa juga akan hidup kami. 9 Bahkan kami merasa, seolah-olah kami telah dijatuhi hukuman mati.
Tetapi hal itu terjadi, supaya kami jangan menaruh kepercayaan pada diri kami sendiri, tetapi hanya kepada Allah yang membangkitkan orang-orang mati. 10 Dari kematian yang begitu ngeri Ia telah dan akan menyelamatkan kami: kepada-Nya kami menaruh pengharapan kami, bahwa Ia akan menyelamatkan kami lagi, 11 karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami.
Selalu ada pasang surut dalam hidup, dan itu tidak akan selalu berlayar mulus, ini adalah sesuatu yang semua orang mengerti dan menerima, masalahnya adalah ketika kesulitan dan tantangan datang, bagaimana kita akan menghadapi dan meresponsnya? Reaksi yang berbeda akan menyatakan kita adalah orang yang bagaimana, dan apa yang ada dalam iman, visi dan arah hidup. Tuhan Yesus pernah berkata, ketika seorang gembala melihat serigala datang dan melarikan diri meninggalkan domba-domba, ia hanyalah pekerja upahan yang peduli pada dirinya sendiri dan tidak peduli para domba (Yoh. 10:12-13), 「serigala」 itu bisa saja sifat rakus keuntungan dan melupakan kebenaran, bisa juga sifat kemunafikan berpura-pura orang jujur, sifat penjahat, atau kekuatan yang menghalalkan segala cara untuk menindas komunitas iman, ketika serigala datang, lalu apa tindakan gembala dalam menanggapi keadaan ini, akan menunjukkan sifat asli gembala ini. Sifat otentik (authentic) seseorang biasanya menjadi nyata ketika kesulitan dan badai datang, 「di dalam penderitaan nyata jati diri asli」.
Ketika Paulus sedang menulis 《Surat 2 Korintus》, ia menghadapi kesulitan dan tantangan besar dalam hidup. Belum lama ia menghadapi tekanan besar dan penderitaan yang mengancam jiwa di Asia (1:8; beberapa ahli menunjukkan bahwa ini dicatat dalam Kis. 19:21-41, kerusuhan yang terjadi di Efesus), dan sekarang dia terlebih ditantang dan diserang dengan jahat oleh rekan-rekan di gereja Korintus, dapat dibayangkan betapa kecewa dan sedih hati dia saat ini. Paulus memiliki banyak alasan, peluang lain, dan modal jika ia ingin meninggalkan jemaat Korintus. Namun, ia memilih untuk menghadapi serangan dan tantangan ini secara langsung, bukan untuk menjaga kehormatan pribadi, bukan untuk membalas mereka yang memfitnah dirinya, tetapi adalah untuk tujuan membangun orang (13:10), ia hendak membawa hati saudara-saudara tersebut agar kembali untuk menaati Kristus (10:5). Dapat dilihat bahwa dasar pertimbangan Paulus membuat semua keputusan adalah apakah dapat menaati Kristus dan membangun saudara dan saudari. Ya, kesulitan sangat besar, dan tekanan juga tak tertahankan, tetapi bagaimana orang harus berjalan bertindak tidak ditentukan oleh keadaan dan emosi. Karena sudah mengakui Yesus Kristus sebagai Tuhan, maka kedaulatan atas hidup kita harus diberikan kepada tangan Yesus Kristus, Dia memutuskan langkah berikutnya. Ini adalah sikap dan cara hidup orang yang percaya dan mengikuti Kristus.
Selain memiliki pandangan hidup yang benar, apa yang ada di balik Paulus yang mendukungnya, sehingga ia memiliki tekad dan motivasi yang kuat untuk mengatasi segala tekanan dan penderitaan yang datang? Ayat Alkitab yang kita baca hari ini (1:3-11) membuat kita melihat bahwa itu adalah pengenalan dan pengalaman yang mendalam seseorang terhadap Allah. Siapakah Allah? Atau lebih tepatnya bertanya, bagi Paulus siapakah Allah? Mengenai pertanyaan ini, setiap orang Kristen memiliki jawaban di dalam hatinya, perbedaannya apakah dia bisa menjelaskan, sistematis, dan berdasarkan apa. Setiap orang percaya pasti di dalam hati memiliki pandangan tentang Allah, dan apa pandangan tentang Allah itu mempengaruhi bagaimana seseorang menghadapi kesulitan dan kesengsaraan dalam hidup. Di dalam hati Paulus, Allah adalah seorang Bapa yang penuh kasih, yang akan selalu memberikan segala macam penghiburan dalam semua kesengsaraan (1:3-4); tidak hanya demikian, terlebih Allah adalah Tuhan yang membangkitkan orang mati (1:9), kedua keyakinan ini menjadi sandaran dan dasar Paulus untuk menghadapi semua penderitaan. Mengapa seseorang bisa bertahan? Karena Bapa yang penuh kasih memberikan segala macam penghiburan. Apa yang dibutuhkan orang yang dalam kesusahan dan kesulitan adalah penghiburan dan dorongan, dan penghiburan dan dorongan yang terbesar adalah yang datang dari Tuhan. Mengapa orang harus bertekun? Karena Allah memiliki kuasa untuk membangkitkan orang mati, Dia tidak dibatasi oleh semua kesulitan sebesar apapun. Allah benar-benar mampu membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. Berdasarkan dua dasar keyakinan iman ini, Paulus dalam kesulitan besar tetap masih bisa bertahan dan menghadapi dengan sikap positif.
Berasal dari mana dua keyakinan tentang Allah ini? Di satu sisi adalah wahyu dari Yesus Kristus (Allah Bapa Yesus Kristus, telah membangkitkan Dia dari antara orang mati!), Di sisi lain adalah pengalaman nyata Paulus (dalam kesulitan Tuhan telah menghibur mereka, dan menyelamatkan mereka dari kematian yang begitu besar; 1:4, 10). Wahyu dan menghidupinya bukan dua hal yang berlawanan, Allah mewahyukan diri-Nya atau menyatakan diri-Nya di dalam Kristus, kita menghidupi serta mengalami sifat nyata dan kebenaran wahyu Allah tersebut dalam kehidupan kita. Tidak mengalami sifat nyata dan kebenaran wahyu Allah maka hanya mengalami pengalaman manusia, wahyu yang disampaikan dalam Alkitab jika tidak pernah kita alami maka hanya menjadi teori abstrak dan utopis. Paulus memiliki wahyu dari Tuhan, dan pada saat yang sama mengalami sisi yang nyata dari Allah dalam pengalaman pribadinya. Keyakinan dan pengalaman yang nyata ini memberinya tekad dan motivasi yang kuat untuk bertekun. Tidak hanya itu, tetapi ia dapat lebih lanjut menggunakan iman ini dan pengalaman ini untuk menghibur, mendorong dan meneguhkan orang-orang di sekelilingnya: 「Jika kami menderita, hal itu menjadi penghiburan dan keselamatan kamu; jika kami dihibur, maka hal itu adalah untuk penghiburan kamu, sehingga kamu beroleh kekuatan untuk dengan sabar menderita kesengsaraan yang sama seperti yang kami derita juga」 (1:6)
Terakhir, berbicara sedikit tentang cara Paulus menulis. Paulus mengatakan kata-kata ini pada awal surat (para ahli berpendapat bahwa bagian ini adalah pujian), tujuannya tidak hanya untuk menjelaskan kepada jemaat Korintus bagaimana ia menghadapi penderitaan, tetapi juga untuk membantu orang percaya menghadapi penderitaan yang sama, menanggung penderitaan yang sama. Pada saat yang sama, Paulus juga melalui pengalaman penderitaan untuk menyatukan dirinya dengan orang percaya di Korintus: 「pengharapan kami akan kamu adalah teguh, karena kami tahu, bahwa sama seperti kamu turut mengambil bagian dalam kesengsaraan kami, kamu juga turut mengambil bagian dalam penghiburan kami」 (1:7), 「karena kamu juga turut membantu mendoakan kami, supaya banyak orang mengucap syukur atas karunia yang kami peroleh berkat banyaknya doa mereka untuk kami」 (1:11). Manusia adalah makhluk yang memiliki emosi perasaan dan hubungan, ketika kita dapat merangkul seseorang secara perasaan berdiri di sisi kita, maka mudah untuk melanjutkan pembicaraan. 「Berdiri di sisi perasaan yang sama」 adalah hal yang sangat penting. Dalam situasi sulit di mana orang terus-menerus mempertanyakan dan memfitnah dirinya, Paulus pertama-tama berbagi pengalaman penderitaan kepada para penerima surat ini, menekankan bahwa ini adalah untuk penghiburan dan keselamatan mereka, adalah tulisan yang sangat benar dan bijaksana.
Renungkan:
Bagaimana pengenalan seseorang akan Allah membantu seseorang menghadapi segala macam kesulitan dan penderitaan? Kesulitan dan tantangan apa yang saya hadapi sekarang? Bagi saya, siapakah Tuhan itu? Di sekitar saya apakah ada yang menderita, yang perlu penghiburan, dan perlu dukungan saya? Apa yang harus saya gunakan untuk menghibur dan mendorong mereka?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.