「Menampakkan diri dan memperlakukan ramah」
Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Kej. 18:1-3 [ITB])
1 Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dekat pohon tarbantin di Mamre, sedang ia duduk di pintu kemahnya waktu hari panas terik. 2 Ketika ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya. Sesudah dilihatnya mereka, ia berlari dari pintu kemahnya menyongsong mereka, lalu sujudlah ia sampai ke tanah, 3 serta berkata: 「Tuanku, jika aku telah mendapat kasih tuanku, janganlah kiranya lampaui hambamu ini.」
Kejadian 18:1 mencatat bahwa TUHAN (Yahweh) menampakkan diri kepada Abraham untuk ketiga kalinya, dan TUHAN menampakkan diri kepadanya yang kedua kali tercatat di pasal sebelumnya, dan memperbarui perjanjian dengannya. Perbedaan waktu itu tidak terlalu lama, karena itu terjadi pada saat Abraham berusia 99. Mengapa TUHAN menampakkan diri kepada Abram dua kali dalam waktu yang sesingkat itu? Jelas Dia hendak memenuhi janji-Nya kepada Abraham. Pasal ini secara khusus mengatakan bahwa TUHAN menampakkan diri kepada Abraham dalam bentuk manusia, karena Abraham 「ia mengangkat mukanya, ia melihat tiga orang berdiri di depannya」 (ayat 2), salah satunya adalah TUHAN (Yahweh). Ada beberapa hal yang perlu mendapat perhatian khusus:
(1) Sikap Abraham sangat aktif, antusias, dan rendah hati. Ia 「berlari menghampiri mereka」 dari pintu tenda. Sebenarnya saat itu usianya sudah sembilan puluh sembilan tahun. Dan 「sujudlah ia sampai ke tanah」 adalah ekspresi yang paling rendah hati.
(2) Ia bukan bertindak sama persis terhadap ketiga orang itu, ia hanya menyebut salah satu dari mereka 「Tuhan (Lord)」 (’ădōnāy, sebutan hormat, H136 אֲדֹנָי). Alkitab Ibrani hanya menggunakan sebutan 「Tuhan」 (‘ădōnāy, sebutan kehormatan) khusus untuk satu-satunya Allah sejati yang benar yang disembah oleh orang Israel, dalam terjemahan bahasa Inggris adalah the Lord (huruf besar), dan tidak pernah digunakan untuk individu manusia. Sebaliknya, 「tuanku (lord)」 (‘ădōnî, tunggal, H113 אָדוֹן) dapat digunakan untuk individu dengan status yang lebih tinggi, tetapi tidak untuk Allah. Seperti Sarah memanggil Abraham (ayat 12), Yakub memanggil Esau (Kej. 32:5), atau hamba Daud dan Batsyeba sama-sama memanggil Daud 「tuan dan rajaku」 (1 Raj. 1:2, 13, 17, 18, 20, 21) . Sebaliknya, pasal berikutnya mencatat bahwa Lot menerima dua malaikat yang datang ke Sodom, tetapi dia menggunakan 「tuanku」 (‘ădōnay, jamak) bukan menggunakan sebutan 「Tuhan (Lord)」 (‘ ădōnāy, sebutan kehormatan), yang menunjukkan bahwa Alkitab sengaja membedakan ini. Posisi dua malaikat dan TUHAN (Yahweh) tidak dapat dicampur aduk.
(3) Abraham segera memerintahkan hamba-hambanya untuk menyiapkan makanan bagi para tamu, termasuk menyembelih anak lembu, menguleni adonan dan membuat kue, serta dadih dan susu (ayat 7-8). Ini menjelaskan setidaknya satu hal. Hukum Pentateukh menetapkan bahwa 「tidak boleh memasak anak kambing dalam susu induknya」, itu bukan merupakan 「larangan makanan」 seperti yang digagaskan oleh orang Yahudi (dilarang makan daging dan produk susu pada waktu makan yang sama), tetapi menunjuk pada hal yang lain yakni [cara makan pagan orang asing] (Keluaran 23:19; Ulangan 14:21 「Janganlah kamu memakan bangkai apapun, tetapi boleh kauberikan kepada pendatang yang di dalam tempatmu untuk dimakan, atau boleh kaujual kepada orang asing; sebab engkaulah umat yang kudus bagi TUHAN, Allahmu. Janganlah kaumasak anak kambing dalam air susu induknya」).
Renungkan:
Francis Bacon berkata: 「Pengetahuan adalah kekuatan」 (「Knowledge is power」), pemahaman yang benar tentang Allah diperlukan untuk memiliki sikap yang benar terhadap Allah.
Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.