2 Yoh. 7-9

「Sepatutnya Waspada atas Ajaran Palsu」

Rasul Yohanes berulang berbicara tentang ajaran sesat menunjukkan urgensitasnya keadaan yang mereka hadapi. Urgensitas keadaan yang sama juga kita hadapi saat ini, apa yang sepatutnya kita lakukan?

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Yohanes ditulis oleh 郭奕宏 (Guō Yì Hóng) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(2 Yoh. 1:7-9 [ITB])
7Sebab banyak penyesat telah muncul dan pergi ke seluruh dunia, yang tidak mengaku, bahwa Yesus Kristus telah datang sebagai manusia. Itu adalah si penyesat dan antikristus.
8Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami kerjakan itu, tetapi supaya kamu mendapat upahmu sepenuhnya.
9Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.

Yohanes dengan kata 「Sebab」 memulai perikop ini, hendak menunjukkan penyebab mengapa kedua kalinya meminta orang percaya untuk 「melaksanakan kebenaran」 dan menuruti perintah Tuhan untuk 「saling mengasihi」 (2 Yoh. 1:4-6), adalah demi melawan para penyesat dan Anti-Kristus (2 Yoh. 1:7). Perkataan ini hampir sama dengan perkataan dalam surat 1 Yoh. 4:1 「sebab banyak nabi-nabi palsu yang telah muncul dan pergi ke seluruh dunia」, semuanya membicarakan orang percaya diperdaya oleh ajaran kebohongan yang disiarkan 「para penyesat」 dan 「nabi palsu」. Kata 「Anti-Kristus」 bukan menunjuk diri iblis, tetapi menunjuk para orang murtad yang menebarkan pemikiran sesat, merusak gereja. Inti ajaran sesat mereka adalah 「tidak mengakui Yesus Kristus telah datang ke dunia menjelma menjadi manusia」.

Sebenarnya menjaga kebenaran adalah hendak menjamin kita ada di dalam Kristus, iman tidak sampai goyang, dan anak-anak Allah saling mengasihi adalah bukti yang paling baik. Yohanes terlebih lagi dengan nada berat dan sepenuh hati mengingatkan orang percaya 「Waspadalah, supaya kamu jangan kehilangan apa yang telah kami (kalian) kerjakan itu」. Nasehatnya membawa nada yang mendesak, merupakan peringatan yang serius, karena orang percaya jika terperdaya dan meninggalkan kebenaran, maka akan kehilangan pekerjaan yang telah mereka kerjakan. 「Apa yang telah kami (kalian) kerjakan」 mewakili apa? Para peneliti Alkitab memiliki banyak pemahaman yang tidak sama, tetapi isi perikop tidak cukup mendukung pandangan apapun, kita percaya titik berat paling utama Yohanes adalah menasehati orang percaya berhati-hati para penyesat dan pengajar palsu dari Anti-Kristus, menjaga kewaspadaan, dan berdiri teguh dalam kebenaran, maka kelak akan bisa mendapatkan 「upah sepenuhnya」 (2 Yoh. 1:8).

Semua yang menjaga ajaran Kristus, akan memiliki Bapa juga memiliki Anak (2 Yoh. 1:9). Tidak peduli adalah Kristus diri sendiri yang ajarkan, atau terkait apa yang diajarkan Kristus, inti pusatnya Yesus Kristus adalah Anak Allah, Dia diutus Allah datang ke dunia, dengan identitas sebagai manusia menggenapkan (menyelesaikan) karya penebusan, ini adalah ajaran penting tentang Kristus memiliki dua esensi (sifat) yakni Allah dan manusia, itu adalah kebenaran yang paling sering dikacaukan pada saat Yohanes menuliskan surat ini, orang percaya harus menjaga dengan ketat ajaran dari Kristus.

Frasa 「tinggal di dalam ajaran itu」 (2 Yoh. 1:9b) dalam CUV diterjemahkan sebagai 「terus-menerus mempertahankan ajaran itu」 memberikan orang unsur untuk berusaha keras, terjemahan langsung dari bahasa aslinya adalah 「terus-menerus ada di dalam ajaran Kristus」. Di sini tidak ada penekanan bahwa usaha keras orang mampu membuat dirinya tidak diperdaya, kemudian dari pengajaran bagian lain dalam Alkitab Perjanjian Baru dapat diperjelas bahwa hanya dalam perlindungan Allah Bapa, Yesus Kristus dan Roh Kudus, kita baru tidak tersandung jatuh. Tepat seperti saat Yesus ada di dalam dunia, berdoa kepada Allah Bapa demi para murid-Nya:「meminta supaya Engkau melindungi mereka dari pada yang jahat」 (Yoh. 17:15).

Renungkan: hari ini iman orang Kristen mendapatkan sangat banyak serangan dan pencobaan yang beraneka ragam, di antara saudara dan saudari sering berdebat tiada henti demi hal-hal yang sepele, terlebih berat lagi kebenaran Alkitab sering dikesampingkan, ajaran Kristus seperti sudah tidak menjadi prinsip dan pedoman kehidupan. Saudara dan saudari harus waspada, mempertimbangkan apa penyebab sesungguhnya yang ada di balik segala benturan iman, berjaga-jaga atas si jahat yang menebarkan benih tidak percaya dan keraguan pada diri anak-anak Allah. Kiranya kita hati-hati berjaga, bersandar pada Yesus Kristus sampai Dia datang lagi!


Tambahan Blogger:

Ayat 9a 「Setiap orang yang tidak tinggal di dalam ajaran Kristus, tetapi yang melangkah keluar dari situ, tidak memiliki Allah. …」 tidak memiliki keselamatan dan hidup kekal.

Melihat urgensitas keadaan yang kita hadapi saat ini adalah sama dengan urgensitas dan keadaan yang dihadapi penerima surat dari rasul Yohanes, inilah yang harus kita pertahankan baik bagi diri kita, keluarga dan saudara seiman yakni 「Barangsiapa tinggal di dalam ajaran itu, ia memiliki Bapa maupun Anak.」  (Ayat 9b).