「Kristus adalah gambaran Allah」
Oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀)
Alliance Bible Seminary H.K.
(2 Kor. 4:1-6 [ITB])
1 Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati.
2 Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.
3 Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, 4 yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. 5 Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. 6 Sebab Allah yang telah berfirman: 「Dari dalam gelap akan terbit terang!」, Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus.
Di sini, Paulus membuat ringkasan kecil atas pembicaraannya di 2:14-3:18, dalam bahasa asli dimulai dengan 「maka」 atau 「berdasarkan」 (διὰ τοῦτο dia touto, ITB sebagai 「oleh」) artinya bahwa semua yang dilakukan (bisa pergi memberitakan Firman Allah dan kesaksian tindakan Roh Kudus pada orang percaya) 「berdasarkan」 karena berasal dari Allah, dan dengan mendalam percaya bahwa ini adalah pelayanan penuh kasih karunia kemurahan dan kemuliaan Allah, Paulus memiliki iman dan pengharapan untuk merespons semua yang mempertanyakan dan menyerang terhadap dirinya. 「Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati」 (4:1) deklarasi dalam kalimat ini menjawab dua pertanyaan sebelumnya: 「siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?」 (2:16) dan 「apakah Anda memenuhi syarat / memiliki surat pujian rekomendasi」 (3:1), dalam pandangan Paulus, menghadapi pelayanan penuh kemuliaan ini, jika bukan karena kemurahan dan belas kasihan Allah, pada kenyataannya, manusia tidak memiliki kualifikasi atau kemampuan untuk bisa diandalkan. Karena segalanya berasal dari Allah, dan ada penyertaan pekerjaan Roh Kudus, maka orang yang menunaikan tanggung jawab pelayanan kemuliaan ini yang tidak tawar hati, tidak perlu takut. 「Jika Allah di pihak kita, siapakah yang akan melawan kita? Ia, yang tidak menyayangkan Anak-Nya sendiri, tetapi yang menyerahkan-Nya bagi kita semua, bagaimanakah mungkin Ia tidak mengaruniakan segala sesuatu kepada kita bersama-sama dengan Dia? Siapakah yang akan menggugat orang-orang pilihan Allah?」 (Rm. 8:31-33) Jawabannya jelas tidak ada.
Sebagai pelayan Perjanjian Baru selain jangan berkecil hati, hidup harus menjadi serupa gambar Kristus, agar dapat memantulkan kemuliaan Tuhan (3:18). Dalam 4:4 Paulus lebih lanjut menunjukkan bahwa Kristus adalah gambar Allah (Christ, who is the image of God), dari teks sebelum dan sesudah, 「gambar」 (εἰκὼν) harus memiliki fokus pada memantulkan kemuliaan, fokus yang Paulus ingin tunjukkan di sini bukan tentang dasar esensi (benar bahwa 「Yesus Kristus pada dasarnya adalah Allah」 namun di sini tidak membicarakan hal ini), tetapi fokus dia adalah bahwa kemuliaan Allah diwujudkan dan dinyatakan dalam diri Yesus Kristus (4:6), seperti yang orang melihat gambar kaisar di koin, langsung tahu siapa dia dan bagaimana kaisar tersebut, kaisar yang baik dipuji dan disayangi, tetapi yang jahat ditegur dan ditinggalkan. Para ahli menunjukkan bahwa Paulus sedang memikirkan ayat-ayat dalam Kejadian pasal 1, karena 4:6 secara khusus menyebutkan 「Allah yang telah berfirman: 『Dari dalam gelap akan terbit terang!』」 Ketika Allah menciptakan manusia, Dia menciptakan laki-laki dan perempuan menurut gambar dan rupa-Nya sendiri (Kejadian 1:26-27). Di dalam kehendak Allah atas penciptaan, di antara banyak ciptaan hanya manusia yang memiliki gambar dan rupa Allah, bisa memantulkan kemuliaan Allah bersinar keluar. Sayangnya, karena manusia jatuh ke dalam dosa, gambar dan rupa Allah pada diri manusia rusak (adapun berapa besar tingkat kerusakan, tradisi teologi yang berbeda memiliki pemahaman yang berbeda), sejak saat itu, kemuliaan Allah tidak terlihat lagi pada diri manusia, terlebih lagi yang rusak adalah manusia telah memutarbalikkan berbagai ciptaan dianggap sebagai dewa dan disembah: 「orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah」 (4:4) Namun, dalam kemurahan Allah dan terang Roh Kudus, orang dapat dipulihkan dan sekali lagi melihat gambar rupa Allah pada dirinya sendiri, tetapi pada saat ini harus melalui perantara Yesus Kristus: Kristus adalah gambaran Allah (4:4) => di dalam Roh Kudus manusia diubah menjadi serupa dengan gambar-Nya (3:18) => gambar rupa Allah dapat dipulihkan dalam manusia (Kejadian 1:27).
Dari perspektif ini, Injil Kristus membawakan karya mengembalikan gambar rupa Allah, juga sehingga Allah mendapatkan kemuliaan. Sekadar pengampunan dosa itu tidak dapat menyatakan memancarkan apapun kemuliaan agung Allah, tetapi yang dapat menyatakan kemuliaan agung Allah adalah mengubah kehidupan orang menjadi serupa dengan gambar Allah. Injil Yesus Kristus membenarkan orang di hadapan Allah (ini memang benar, 3:9) tetapi bukan hanya sekadar itu saja, tetapi lebih jauh mengubah kehidupan orang untuk mengungkapkan kemuliaan Allah, menjadi sama seperti Yesus Kristus. Oleh karena itu, melayani bukanlah masalah kemampuan atau kualifikasi tetapi apakah hidup dapat seperti Tuhan mewujudkan kemuliaan Allah, itu adalah hal yang paling penting. Mereka yang menyerang Paulus pada dasarnya telah salah arah dan mempertanyakan hal yang salah.
Kehidupan macam apa yang merupakan kehidupan yang memiliki gambar rupa yang sama dengan Tuhan? Ini adalah masalah teologis yang layak dipikirkan secara mendalam. Di sini, Paulus menyebutkan beberapa aspek yang terkait dengan hidup dalam terang terbuka dan jujur: menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan, jangan curang berlaku licik, tidak memalsukan firman Allah, dan hanya menyatakan kebenaran (4:2). Berjalan dalam terang adalah sikap dasar yang seharusnya dimiliki hidup manusia, dan itu juga merupakan manifestasi hidup Yesus Kristus ketika Ia berada di dunia. Yesus Kristus adalah gambar Allah, dan hanya orang-orang yang lurus dan berjalan dalam terang yang dapat memantulkan kemuliaan Tuhan.
Renungkan:
Manusia awalnya memiliki gambar rupa Allah. Melalui perikop ini, bagaimanakah Paulus membantu kita kembali memahami hal-hal tentang gambar Allah? Di dunia ini, di manakah manusia dapat melihat dengan jelas gambar rupa Allah? Mereka yang mengikuti Tuhan memiliki perubahan dan perwujudan apa dalam kehidupan mereka? Untuk memberitakan firman Kristus, apakah saya telah meninggalkan hal-hal yang gelap dan memalukan?
Renungan pemahaman Surat 2 Korintus
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 2 Korintus ditulis oleh Rev. Dr. Lam Lee Man-yiu (李文耀) yang dipublikasi pada bulan September 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.