Tag Archives: Anak Sulung

Pelayanan dan Pembaruan 2024 – 02

「Anak yang memaksa dan menyudutkan bapanya」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 15:29-32 [ITB])
29 Tetapi ia menjawab bapanya, katanya: 『Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.』
31 Kata bapanya kepadanya: 『Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.』

Kemarin kita telah merenungkan perumpamaan tentang Anak yang Hilang, dan kita telah berbicara tentang bagaimana anak sulung bekerja keras sepanjang hidupnya untuk melayani bapanya, bukan karena kasih kepada bapanya.

Jika dia tidak mengasihi bapanya, mengapa anak sulung tersebut melayani bapanya selama bertahun-tahun dan mematuhi perintahnya? Tentu saja, itu demi bagiannya dari harta keluarga! Jadi ketika anak bungsu pulang ke rumah setelah menghabiskan semua bagiannya dari harta keluarga, dan sang bapa memasak domba dan menyembelih sapi, serta menghabiskan banyak uang untuk pesta menyambut sang anak bungsu, anak sulung menjadi sangat marah, karena dia berpikir bahwa pesta itu telah memakai bagiannya dari harta keluarga! Sang bapa mengerti alasan sebenarnya dari kemarahannya, jadi dia mencoba menenangkannya dengan mengakui kepada anaknya, segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.

Sebenarnya tidak jarang kita melihat putra tertua dari keluarga zaman modern mengambil alih bisnis keluarga. Mengetahui bahwa mereka memiliki peluang terbaik untuk mengambil alih bisnis keluarga, banyak anak laki-laki sulung bersedia melakukan apa pun yang dikatakan ayah mereka, bekerja keras, dan menjaga agar bisnis tetap berjalan. Namun, orang-orang lainnya memahami bahwa setelah sang ayah pensiun, atau bahkan meninggal dunia, setelah sang anak tertua menjadi bos atas bisnis keluarga, suaranya mewakili keluarga, sifat wajah aslinya akan terungkap. Dia mungkin benar-benar ingin sukses dalam bisnis, tetapi dia mungkin seorang pemboros seperti anak bungsu dan kehilangan seluruh kekayaannya dalam sekejap mata.

Kita menghabiskan hidup kita untuk melayani, untuk rutin beribadah di gereja, mendengarkan dan mengikuti setiap perintah Tuhan, tidak selalu karena kasih kita kepada Tuhan. Mungkin kita hanya ingin memaksa Tuhan untuk memberkati kita, studi kita, karier kita, dan keluarga kita. Atau bahkan seperti orang Farisi, yang bekerja keras adalah demi agar dikasihi dan dihormati di gereja. Begitu kita menyadari bahwa Tuhan tidak memberkati kita seperti yang kita harapkan, atau bahwa kita tidak menerima penghormatan dan kasih yang menurut kita layak kita terima, kita tiba-tiba merasa sangat marah, berpikir bahwa kita telah ditipu oleh Tuhan, dan bahwa kita telah dianiaya oleh gereja. Sebenarnya, Tuhan tidak menipu kita, tetapi kita menipu diri kita sendiri, karena kita tidak melayani Tuhan karena kasih kepada-Nya, tetapi karena kita ingin menjadi tuhan atas diri sendiri. Anak sulung berusaha memaksa bapanya agar menjadikan dirinya sebagai bos atas bisnis keluarga, sedangkan itu kita berusaha memaksa Tuhan untuk menjadikan kita sebagai tuhan diri kita sendiri.


Renungan pemahaman Pelayanan dan Pembaruan 2024

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Pelayanan dan Pembaruan」 ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Pelayanan dan Pembaruan 2024 – 01

「Anak sulung tidak mencintai bapanya」

Oleh Yè Sōng Mào (葉松茂)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Lukas 15:1-2, 11-12, 25-32 [ITB])
1 Para pemungut cukai dan orang-orang berdosa biasanya datang kepada Yesus untuk mendengarkan Dia.2 Maka bersungut-sungutlah orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat, katanya: Ia menerima orang-orang berdosa dan makan bersama-sama dengan mereka.
11 Yesus berkata lagi: Ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.12 Kata yang bungsu kepada ayahnya: 『Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.』 Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.
25 Tetapi anaknya yang sulung berada di ladang dan ketika ia pulang dan dekat ke rumah, ia mendengar bunyi seruling dan nyanyian tari-tarian.26 Lalu ia memanggil salah seorang hamba dan bertanya kepadanya apa arti semuanya itu.27 Jawab hamba itu: 『Adikmu telah kembali dan ayahmu telah menyembelih anak lembu tambun, karena ia mendapatnya kembali dengan sehat.』
28 Maka marahlah anak sulung itu dan ia tidak mau masuk. Lalu ayahnya keluar dan berbicara dengan dia.29 Tetapi ia menjawab ayahnya, katanya: 『Telah bertahun-tahun aku melayani bapa dan belum pernah aku melanggar perintah bapa, tetapi kepadaku belum pernah bapa memberikan seekor anak kambing untuk bersukacita dengan sahabat-sahabatku.30 Tetapi baru saja datang anak bapa yang telah memboroskan harta kekayaan bapa bersama-sama dengan pelacur-pelacur, maka bapa menyembelih anak lembu tambun itu untuk dia.』
31 Kata ayahnya kepadanya: 『Anakku, engkau selalu bersama-sama dengan aku, dan segala kepunyaanku adalah kepunyaanmu.32 Kita patut bersukacita dan bergembira karena adikmu telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.』

Tema renungan topikal bulan ini adalah Pelayanan dan Pembaruan Hidup. Dalam beberapa hari pertama, kita akan merenungkan perumpamaan yang terkenal tentang Anak yang Hilang untuk merefleksikan sikap kita dalam melayani Tuhan. Dalam perumpamaan tentang kembalinya Anak yang Hilang, ada dua orang anak yang mewakili dua sikap yang berbeda dalam melayani atau mengikut Tuhan, tetapi keduanya salah. Hari ini kita akan mulai dengan memikirkan sikap anak yang sulung.

Sering kali, kita berpikir bahwa tokoh utama dalam perumpamaan tentang kembalinya anak yang hilang adalah anak yang hilang itu, yaitu anak bungsu. Ini adalah pemahaman yang salah. Tokoh utama dalam perumpamaan ini sebenarnya adalah anak sulung. Dalam Lukas 15, Yesus menceritakan tiga perumpamaan secara berurutan, semuanya sebagai tanggapan atas kritik orang-orang Farisi terhadap Yesus, karena Yesus menerima orang berdosa dan makan bersama mereka. Perumpamaan ketiga adalah kembalinya anak yang hilang, yang diakhiri dengan perselisihan antara anak sulung dan ayahnya. Yesus menunjukkan kesalahan orang Farisi dengan menggunakan sikap anak sulung terhadap ayahnya. Jadi, inilah kesimpulan dari pasal 15, tema dari pasal ini.

Perintah yang paling penting adalah untuk mengasihi Allah dengan segenap hati dan jiwa, tetapi, anak sulung ini menghabiskan hidupnya di sisi ayahnya, melakukan yang terbaik untuk melayani selama bertahun-tahun tanpa pernah melanggar perintah tentu saja bukan karena mengasihi ayahnya. Dia sama sekali tidak mencintai ayahnya yang sudah tua. Orang Yahudi, seperti halnya orang Tionghoa, sangat menghargai wajah (gengsi), terutama pada saat pesta. Untuk menyambut putra bungsunya yang telah kembali, sang bapa mengadakan pesta besar dengan banyak tamu, tetapi putra sulungnya menolak untuk mengambil tempat duduknya, dan sang bapa yang sudah tua harus pergi ke luar untuk membujuknya agar mau duduk di tempat duduknya, yang di mata para tamu pada zaman itu sudah merupakan penghinaan besar bagi sang bapa. Sang bapa telah memberikan wajah (gengsi) kepada putra sulungnya, tetapi jika anak sulung tidak menghargai hal ini dan terus melawan dan menolak untuk duduk, wajah (kehormatan) sang bapa tidak dapat lagi dipertahankan dan dia pasti akan menjadi bahan tertawaan di masa depan. Jika anak sulung itu benar-benar mencintai bapanya, walaupun terdapat ketidakpuasan di dalam hati sepatutnya dia memperhatikan kehormatan wajah ayahnya, ia akan mengambil tempat duduknya dan merayakannya bersama ayahnya terlebih dahulu, dan kemudian setelah itu barulah mengungkapkan ketidaksenangannya kepada ayahnya. Deskripsi Yesus tentang anak sulung adalah indikasi yang jelas bahwa anak sulung itu tidak mengasihi ayahnya.

Renungkan:
Karena Anda telah memilih untuk merenungkan firman Tuhan untuk membangun kerohanian Anda sendiri setiap hari, Anda seharusnya menjadi salah satu orang percaya yang taat. Namun, apa yang merupakan alasan ketaatan Anda? Apakah itu benar-benar karena kasih kepada Tuhan? Mari kita tanyakan pada masing-masing diri kita pertanyaan ini: Seberapa dalam kasih saya kepada Tuhan dibandingkan dengan keluarga, karier, dan hobi saya?


Renungan pemahaman Pelayanan dan Pembaruan 2024

Renungan Topikal Ěr Dào

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema 「Pelayanan dan Pembaruan」 ditulis oleh Yè Sōng Mào (葉松茂) yang dipublikasikan pada bulan Februari 2024 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kej. 49:22-26

「Banyak Berbuah dan Banyak Berkat」

(Kej. 49:22-26 [ITB])
22Yusuf adalah seperti pohon buah-buahan yang muda, pohon buah-buahan yang muda pada mata air. Dahan-dahannya naik mengatasi tembok.
23Walaupun pemanah-pemanah telah mengusiknya, memanahnya dan menyerbunya, 24namun panahnya tetap kokoh dan lengan tangannya tinggal liat, oleh pertolongan Yang Mahakuat pelindung Yakub, oleh sebab gembalanya Gunung Batu Israel, 25oleh Allah ayahmu yang akan menolong engkau, dan oleh Allah Yang Mahakuasa, yang akan memberkati engkau dengan berkat dari langit di atas, dengan berkat samudera raya yang letaknya di bawah, dengan berkat buah dada dan kandungan.
26Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu, yakni yang paling sedap di bukit-bukit yang berabad-abad; semuanya itu akan turun ke atas kepala Yusuf, ke atas batu kepala orang yang teristimewa di antara saudara-saudaranya.

(Bacalah Kej. 49, silahkan klik di sini untuk membuka.) Berkat yang diberikan Yakub kepada Yusuf, adalah yang paling panjang (19 baris), terdapat rasa cinta yang paling mendalam, secara isi paling melimpah, mencakup semua berkat 「tanah perjanjian, kemakmuran berkelimpahan, keturunan, berkemenangan atas musuh」. Dapat dibagi menjadi tiga bagian:

Kemakmuran Yusuf dan bencana dari luar (Kej. 49:22-23). Yusuf adalah 「dahan pohon yang banyak buah-buahan」, terjemahan langsung 「anak laki-laki yang banyak buahnya」, dan lagi dahan 「menjulur keluar tembok」 (‘ălê šûr), juga 「di tepi mata air」 (‘ălê ‘āyin), melambangkan keberhasilan dan juga memiliki fondasi yang kokoh. Kemudian keberhasilan Yusuf mengundang datangnya bencana musuh dari luar, 「dengan maksud jahat menyerang, memanah dia」. Nubuat ini tidak jelas, mungkin menunjuk bahwa mengalami banyak bencana kesulitan dalam sejarahnya.

Yusuf berdiri kokoh dan pertolongan bagi dia (Kej. 49:24-25). Menghadapi musuh yang kuat, Yusuf sama sekali tidak rasa takut, dengan berani menyerang balik. Senjatanya canggih, kemampuan perang yang matang. Tetapi yang lebih penting lagi adalah pertolongan Allah leluhur. Allah disebut sebagai 「tangan Yang Mahakuat pelindung Yakub」 (mîdê ’ābîr ya‘ăqōb), menekankan kedaulatan dan kuasa Allah, merupakan jaminan ia berkemenangan.

Selanjutnya beruntun empat sebutan kepada Allah, semuanya menunjukkan pengalaman yang berkelimpahan dari diri Yakub secara pribadi kepada Allah, pengenalan dan observasi yang mendalam. 「Gembala」 (rō’eh), Yakub pernah bersaksi Allah 「Allah itu, sebagai Allah yang telah menjadi gembalaku selama hidupku sampai sekarang」 (Kej. 48:15). Adalah 「Gunung Batu」 (’eben), sebenarnya lebih baik diterjemahkan sebagai 「batu」, menunjuk 「batu」 yang ia dirikan sebagai tugu di Betel (Kej. 28:18, 22). 「Allah」 (’ēl) adalah ia mengingat ulang 「Betel」 (bêt ’ēl, Kej. 28:19) dan 「El-Betel」 (’ēl bêt ’ēl, Kej. 35:7). Dan 「Yang Mahakuasa」 (šadday) terlebih lagi adalah nama Allah yang secara langsung Allah nyatakan kepada Yakub, untuk mewariskan berkat yang diberikan kepada Abraham dan Ishak dilanjutkan kepada Yakub (Kej. 35:11; 17:1).

Bagian berkat dan kemuliaan martabat bagi Yusuf (Kej. 49:25-26). Yakub memberkati kedua belas anak laki-laki, hanya ada di sini saja yang secara beruntun sampai lima kali memakai kata 「berkat」 (birkōt, jamak), mencakup 「berkat dari langit di atas, berkat samudera raya yang letaknya di bawah」, menubuatkan Efraim adalah daerah pertanian paling utama dari Israel. 「Berkat buah dada dan kandungan」, menunjuk jumlah populasi Efraim paling banyak, dan Manasye juga adalah tanah di mana ternak berkembang biak dengan jumlah banyak. Yakub lebih menambahkan 「berkat dari ayah, melampaui berkat dari nenek moyang」 (Kej. 49:26, CUVT dan KJV, lebih mudah dipahami) (Walau ITB, NET, NIV agak berbeda namun memiliki makna yang mirip 「Berkat ayahmu melebihi berkat gunung-gunung yang sejak dahulu」). Ia bahkan menyebut Yusuf adalah 「orang yang teristimewa」 (nāzîr) di antara saudara-saudaranya, dan 「orang Nazir」 (Bil. 6) adalah satu kata yang sama, artinya adalah 「mengkhususkan dirinya bagi TUHAN」. Dapat terlihat bahwa seluruh kasih Yakub, hampir semuanya condong ditumpahkan kepada Yusuf, melampaui berkat anak laki-laki yang lain. Yusuf ternyata mendapatkan bagian dobel, ini mewakili hak berkat anak sulung.

Renungkan: Bagian kesimpulan kitab Tawarik atas catatan kedua belas anak laki-laki Yakub : 「Anak-anak Ruben, anak sulung Israel. Dialah anak sulung, tetapi karena ia telah melanggar kesucian petiduran ayahnya, maka hak kesulungannya diberikan kepada keturunan dari Yusuf, anak Israel juga, sekalipun tidak tercatat dalam silsilah sebagai anak sulung. Memang Yehudalah yang melebihi saudara-saudaranya, bahkan salah seorang dari antaranya menjadi raja, tetapi hak sulung itu ada pada Yusuf.」 (1 Taw. 5:1-2)


Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 48:8-14, 20

「Tangan Menyilang dan Memberkati」

(Kej. 48:8-14, 20 [ITB])
8Ketika Israel melihat anak-anak Yusuf itu, bertanyalah ia: 「Siapakah ini?」
9Jawab Yusuf kepada ayahnya: 「Inilah anak-anakku yang telah diberikan Allah kepadaku di sini.」 Maka kata Yakub: 「Dekatkanlah mereka kepadaku, supaya kuberkati mereka.」
10Adapun mata Israel telah kabur karena tuanya, jadi ia tidak dapat lagi melihat. Kemudian Yusuf mendekatkan mereka kepada ayahnya: dan mereka dicium serta didekap oleh ayahnya.
11Lalu berkatalah Israel kepada Yusuf: 「Tidak kusangka-sangka, bahwa aku akan melihat mukamu lagi, tetapi sekarang Allah bahkan memberi aku melihat keturunanmu.」
12Lalu Yusuf menarik mereka dari antara lutut ayahnya, dan ia sujud dengan mukanya sampai ke tanah. 13Setelah itu Yusuf memegang mereka keduanya, dengan tangan kanan dipegangnya Efraim, yaitu di sebelah kiri Israel, dan dengan tangan kiri Manasye, yaitu di sebelah kanan Israel, lalu didekatkannyalah mereka kepadanya.
14Tetapi Israel mengulurkan tangan kanannya dan meletakkannya di atas kepala Efraim, walaupun ia yang bungsu, dan tangan kirinya di atas kepala Manasye–jadi tangannya bersilang, walaupun Manasye yang sulung.
20Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: 「Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye.」 Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye.

(Bacalah Kej. 48, silahkan klik di sini untuk membuka.) Yakub sebelum meninggal memberkati dua anak laki-laki Yusuf, mendahulukan anak bungsu Efraim di atas anak sulung Manasye. Secara sastra, ini terdapat banyak kemiripan dan perbedaan dengan Ishak sebelum meninggal memberkati Esau dan Yakub (Kej. 27-28). Kemiripannya mencakup:

(1) Dua orang memberkati sebelum meninggal (Ishak dan Yakub) semua matanya kabur tidak dapat melihat.

(2) Dua orang ayah semua mengajukan pertanyaan yang mirip (「engkau adalah siapa?」), melakukan permintaan yang sama (「mendekatkanlah kepadaku」), dan melakukan tindakan yang sama (mencium).

(3) Berkat dibagi menjadi dua tahap: yang pertama berkat bersifat pribadi, yang kedua berkat bersifat umum. Dua orang ayah di tahap pertama, semua lebih dahulu (menghendaki) memberkati satu anak laki-laki yang lebih dicintai (Ishak menghendaki berkat bagi Esau, Yakub hendak memberkati Yusuf Kej. 48:15).

(4) Di tahap pertama berkat ayah semuanya hendak 「dikoreksi」, namun mereka semua menolak (Ishak menolak koreksi dari Esau, Yakub menolak koreksi Yusuf Kej. 48:17-19).

(5) Berkat di tahap pertama semuanya tidak menyeluruh, oleh karena itu dua orang ayah memanggil anak laki-laki datang, sebagai berkat tahap kedua.

(6) Berkat tahap kedua melengkapi berkat tahap pertama, khususnya adalah isi berkat dari Tuhan yang diberikan dalam Perjanjian Abraham, semuanya disebutkan di berkat tahap kedua. Berkat yang Ishak berikan kepada Yakub mencakup berkat yang Allah berikan kepada Abraham, keturunan dan janji atas tanah. Berkat Yakub bagi Yehuda mencakup memperoleh kemenangan atas musuh, dipuji oleh para saudara, ada raja yang akan keluar dari garis keturunannya (berkat raja yang bersifat Mesianik).

(7) Setelah dua orang ayah selesai memberkati, terdapat pihak ketiga (Allah dan Yusuf) yang memberikan jaminan atas berkat tersebut.

Tetapi perbedaan paling besar antara keduanya terdapat pada kata kerja 「tahu」 (yāda‘). Ishak berkata: 「saya tidak tahu」 (Kej. 27:2), tetapi saat Yusuf hendak mengoreksi Yakub, Yakub justru berkata: 「saya tahu, anakku, saya tahu」 (Kej. 48:19). Ishak tidak tahu Ribka dan Yakub membohongi ia, tidak tahu Allah memilih anak bungsu adalah prinsip bersifat rohani (sebenarnya sebelum melahirkan anak kembar, Allah sudah memberikan petunjuk, adalah dirinya sendiri yang sengaja tidak menaati Allah), tidak tahu waktu kematian dirinya masih jauh. Sebaliknya, Yakub walaupun sama-sama mata jasmani buram, justru mata rohaninya terang, ia tahu dirinya sendiri segera meninggalkan dunia, ia tahu prinsip Allah memilih anak bungsu, ia tahu apa yang akan dialami para anak di waktu akhir, menunjukkan rohani Yakub yang melampaui umum, berkat yang diucapkan dari dirinya juga berbeda.

Renungkan: Apakah anda pernah datang di hadapan Allah membawa keinginan, namun jawaban yang didapatkan justru bukan yang engkau inginkan? Sebenarnya masakan Allah tidak tahu keinginan orang, tetapi Dia memiliki hak dan kedaulatan bertindak sesuai kehendak-Nya. Dan lagi kita sering hanya memiliki pandangan satu sisi, pandangan sesaat saja, hanya Allah yang memandang secara keseluruhan, menyatakan ketetapan Dia yang indah dan baik secara kekal.

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Kej. 27:1-4

「Anak Sulung dan Hak Berkat」

(Kej. 27:1-4 [ITB])
1Ketika Ishak sudah tua, dan matanya telah kabur, sehingga ia tidak dapat melihat lagi, dipanggilnyalah Esau, anak sulungnya, serta berkata kepadanya: 「Anakku.」 Sahut Esau: 「Ya, bapa.」
2Berkatalah Ishak: 「Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu bila hari kematianku. 3Maka sekarang, ambillah senjatamu, tabung panah dan busurmu, pergilah ke padang dan burulah bagiku seekor binatang; 4olahlah bagiku makanan yang enak, seperti yang kugemari, sesudah itu bawalah kepadaku, supaya kumakan, agar aku memberkati engkau, sebelum aku mati.」

Ishak berumur lanjut, matanya kabur tidak dapat melihat, maka menyuruh Esau anak laki-lakinya yang sulung datang, berkata kepadanya: 「Anakku.」 Esau menjawab: 「Saya di sini.」 Ishak berkata: 「Lihat, aku sudah tua, aku tidak tahu kapan aku mati. Sekarang, ambillah senjata berburumu, yaitu tabung panah dan busur, pergilah ke padang dan burulah bagiku, lalu sesuai yang aku gemari jadikan makanan yang lezat, bawa kepadaku untuk kumakan, agar sebelum aku mati memberkati engkau.」

Kitab Kejadian dua kali mencatat seorang ayah sebelum meninggal memberkati anak laki-lakinya, yakni Ishak memberkati Esau dan Yakub (Kej. 27-28), satu kali lagi adalah Yakub memberkati dua belas anak laki-lakinya (Kej. 49). Dua buah peristiwa memiliki banyak kemiripan, tidak hanya menunjukkan hati kasih dari seorang ayah, juga merupakan nubuat nabi, di antaranya khusus berkaitan dengan hak dan berkat milik anak sulung.

Kata kunci dalam kisah ini adalah 「anak sulung」 (bǝkôr) dan 「berkat」 (bǝrākâ), merupakan permainan kata (Wordplay) (menggunakan kata yang mirip), juga merupakan topik penting Kitab Kejadian. Sesuai tradisi daerah timur dekat zaman kuno dan teologi Kitab Kejadian, 「anak sulung」 mendapatkan 「berkat」, bukan saja memiliki materi kelimpahan (dobel bagian warisan), tetapi juga memiliki berkat yang bersifat rohani (silsilah anugerah keselamatan). Kemudian nats menggambarkan Esau memandang rendah hak anak sulung, dengan mudah menjual hak anak sulung, kehilangan berkat yang merupakan hak anak sulung, kemudian walaupun dengan sedih memohon juga tidak dapat mendapatkan kembali. Sebaliknya, Yakub memakai akal, menipu saudara membohongi ayah, mengejar hak berkat yang bersifat surgawi, akhirnya mendapatkan berkat milik anak sulung. Sebenarnya dibalik itu penyebab yang sesungguhnya, jauh sebelum mereka lahir Allah sudah menentukan (Kej. 25:23; Rom. 9:6-13).

Alkitab berulang kali berbicara tentang 「anak sulung」, yang tidak harus sesuai urutan kelahiran, tetapi peduli pemilihan dari Allah, termasuk Ishak, Yakub, Peres (Kej. 38:29), juga raja Daud (Maz. 89:27) dan raja Solomo. Mereka melambangkan Kristus, datang ke dunia menjelma menjadi manusia, menjadi 「anak sulung」 bagi semua orang percaya (Ibrani 1:6).

Di dalam teks secara khusus mencatat Ishak mengutamakan perasaan, di peristiwa pemberkatan anak ini, lima macam indera dipakai semua: indera penglihatan (ayat 1), indera pengecapan (ayat 4), indera peraba (ayat 21), indera pendengaran (ayat 22), indera penciuman (ayat 27), hampir mirip dengan Esau yang tamak nafsu mulut mengabaikan hak anak sulung yang mewakili berkat rohani. Tetapi ini tidak dapat menutupi kenyataan dari 「ketidaktahuan」 Ishak: ia tidak tahu kematiannya masih jauh, tidak tahu yang datang di depan mata memohon berkat adalah anak laki-laki yang mana, tidak tahu dirinya sendiri sengaja melawan kehendak Allah, justru disiasati oleh istrinya, dibohongi anak laki-laki. Pada akhirnya dirinya sendiri juga jatuh dalam peristiwa yang membuat kerohanian dan status dirinya tidak sepandan.

Renungkan: Ishak sebagai salah satu dari tiga nenek moyang Israel, kedudukannya tinggi terhormat, menikmati berkat yang paling banyak. Di usia tua memberkati anak namun menunjukkan kehidupan rohani yang tidak sesuai identitas dirinya, membuat orang merasa kecewa. Teladan pengajaran dari tindakan serta perkataan diri ayah dan ibu, pasti memiliki pengaruh yang besar terhadap anak. Kiranya kita sebagai orang tua (atau orang yang berusia lebih tua), tidak hanya diri sendiri menaati perintah Tuhan, juga membawa anak (atau orang yang berusia lebih muda) mematuhi perintah Tuhan.
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 27-50 ditulis oleh 賴建國 (Lài Jiàn Guó) yang dipublikasi pada bulan Januari 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Keluaran 13:1-16

Hari raya dan ibadah melayani Allah

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 13:1-16 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 2 Kuduskanlah bagi-Ku semua anak sulung, semua yang lahir terdahulu dari kandungan pada orang Israel, baik pada manusia maupun pada hewan; Akulah yang empunya mereka.
3 Lalu berkatalah Musa kepada bangsa itu: Peringatilah hari ini, sebab pada hari ini kamu keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan; karena dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN telah membawa kamu keluar dari sana. Sebab itu tidak boleh dimakan sesuatupun yang beragi. 4 Hari ini kamu keluar, dalam bulan Abib.
5 Apabila TUHAN telah membawa engkau ke negeri orang Kanaan, orang Het, orang Amori, orang Hewi dan orang Yebus, negeri yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu untuk memberikannya kepadamu, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya, maka engkau harus melakukan ibadah ini dalam bulan ini juga.
6 Makanlah roti yang tidak beragi tujuh hari lamanya dan pada hari yang ketujuh akan diadakan hari raya bagi TUHAN. 7 Roti yang tidak beragi haruslah dimakan selama tujuh hari itu; sesuatupun yang beragi tidak boleh dilihat padamu, bahkan ragi tidak boleh dilihat padamu di seluruh daerahmu.
8 Pada hari itu harus kauberitahukan kepada anakmu laki-laki: Ibadah ini adalah karena mengingat apa yang dibuat TUHAN kepadaku pada waktu aku keluar dari Mesir. 9 Hal itu bagimu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi peringatan di dahimu, supaya hukum TUHAN ada di bibirmu; sebab dengan tangan yang kuat TUHAN telah membawa engkau keluar dari Mesir. 10 Haruslah kaupegang ketetapan ini pada waktunya yang sudah ditentukan, dari tahun ke tahun.
11 Apabila engkau telah dibawa TUHAN ke negeri orang Kanaan, seperti yang telah dijanjikan-Nya dengan sumpah kepadamu dan kepada nenek moyangmu, dan negeri itu telah diberikan-Nya kepadamu, 12 maka haruslah kaupersembahkan bagi TUHAN segala yang lahir terdahulu dari kandungan; juga setiap kali ada hewan yang kaupunyai beranak pertama kali, anak jantan yang sulung adalah bagi TUHAN.
13 Tetapi setiap anak keledai yang lahir terdahulu kautebuslah dengan seekor domba; atau, jika engkau tidak menebusnya, engkau harus mematahkan batang lehernya. Tetapi mengenai manusia, setiap anak sulung di antara anak-anakmu lelaki, haruslah kautebus.
14 Dan apabila anakmu akan bertanya kepadamu di kemudian hari: Apakah artinya itu? maka haruslah engkau berkata kepadanya: Dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN telah membawa kita keluar dari Mesir, dari rumah perbudakan. 15 Sebab ketika Firaun dengan tegar menolak untuk membiarkan kita pergi, maka TUHAN membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, dari anak sulung manusia sampai anak sulung hewan. Itulah sebabnya maka aku biasa mempersembahkan kepada TUHAN segala binatang jantan yang lahir terdahulu dari kandungan, sedang semua anak sulung di antara anak-anakku lelaki kutebus. 16 Hal itu harus menjadi tanda pada tanganmu dan menjadi lambang di dahimu, sebab dengan kekuatan tangan-Nya TUHAN membawa kita keluar dari Mesir.』」

Pasal sebelumnya mengumumkan peraturan Paskah agar orang Israel mengingat keselamatan dari Allah. Merumuskan peraturan untuk Hari Raya Roti Tidak Beragi, dan mengajar generasi berikutnya untuk mengenal pengalaman Keluaran dari Mesir.

Pasal ini melanjutkan berbicara tentang persembahan korban sulung kepada TUHAN. Mereka harus menebus anak laki-laki sulung dari setiap keluarga, agar mereka dapat memimpin seluruh keluarga untuk melayani Allah. Ayat 1-2 adalah sebuah ikhtisar, dan selanjutnya adalah penjelasan arti dari persembahan, tetapi terlebih dahulu membahas tentang merayakan Paskah dan Hari Raya Roti Tidak Beragi (ayat 3-10), dan kemudian baru berbicara tentang persembahan korban anak jantan yang sulung dari hewan. dan anak laki-laki sulung (ayat 11-16).

Paskah (bulan pertama tanggal 14) dan Hari Raya Roti Tidak Beragi (selama 7 hari, mulai dari bulan pertama tanggal 15 hingga tanggal 21), sebagai peringatan akan tangan Allah yang penuh kuasa kekuatan, orang Israel keluar dari perbudakan Mesir, mereka harus memperingati hari istimewa ini setiap tahun.

Hari-hari raya Perjanjian Lama semuanya terkait dengan keselamatan dan memiliki tingkat signifikansi spiritual yang tinggi, termasuk masa lalu, masa kini, dan masa depan. Seperti merayakan Paskah, mereka memperingati keselamatan dari Allah di masa lalu (dari perbudakan Mesir), mengumumkan status saat ini (menjadi umat Allah), menunggu keselamatan penuh berikutnya (yang sekarang menunjuk kepada keselamatan pada hari akhir).

Demikian juga, hari ini, orang Kristen menerima Perjamuan Kudus, juga termasuk mengingat keselamatan dari Allah di masa lalu (keselamatan yang digenapkan di atas salib), mengumumkan status saat ini (dikuburkan bersama Tuhan Yesus, kita dibangkitkan bersama Dia, duduk bersama di surga Efesus 2:5-6), dan menunggu Tuhan Yesus datang lagi untuk memerintah sebagai Raja (pengharapan akhir zaman, Wahyu 11:15).

Semua anak sulung sapi dan domba di Israel harus dipersembahkan kepada Allah (ayat 12), dan anak sulung keledai, karena najis, harus ditebus dengan domba (ayat 13). Anak laki-laki sulung dari setiap keluarga harus ditebus dengan uang perak (ayat 13).

Anak laki-laki sulung dari orang Israel yang akan dikuduskan bagi TUHAN (ayat 1, kata dikuduskan artinya dipisahkan dikhususkan sebagai yang kudus), menunjuk pada kewajiban imamat (Bil. 18:17 Sebab semua anak sulung yang ada pada orang Israel, baik dari manusia maupun dari hewan, adalah kepunyaan-Ku; pada waktu Aku membunuh semua anak sulung di tanah Mesir, Aku telah menguduskan semuanya bagi-Ku). Karena anak laki-laki sulung mewakili seluruh keluarga, mempersembahkan anak laki-laki sulung menyatakan bahwa kehidupan seluruh keluarga adalah milik Allah, dan TUHAN menganggap seluruh Israel sebagai anak laki-laki sulung-Nya.

Mereka juga membuat hukum TUHAN menjadi tanda pada tangan dan menjadi peringatan di dahi (ayat 9, 16). Belakangan, orang Yahudi tidak hanya mengenakan kotak tulisan ayat-ayat Kitab Suci di dahi mereka, tetapi juga di lengan mereka, dengan tulisan ayat-ayat Kitab Suci penting di dalamnya, untuk digunakan dalam doa dan meditasi.

Renungkan:
(1) Karya perbuatan Allah memiliki tujuan mendidik, tindakan-Nya sering disertai dengan penjelasan teologis, tindakan dan firman Allah tidak dapat dipisahkan.
(2) Keselamatan membawa ibadah pelayanan (Roma 12:1): Ketika orang Israel diselamatkan dari perbudakan di Mesir, mereka memasuki pelayanan ibadah seluruh keluarga, dan mengajar anak-anak mereka untuk taat hukum TUHAN (Ulangan 6:4-9).


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 1-18 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2014 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.