「Lebih mementingkan manusia atau aturan?」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yohanes 2:1-12 [ITB])
6 Di situ ada enam tempayan yang disediakan untuk pembasuhan menurut adat orang Yahudi, masing-masing isinya dua tiga buyung.
Mukjizat yang dilakukan Yesus mengubah air menjadi anggur, bahan asalnya tentu saja adalah air. Apakah tanpa air, tidak ada anggur? Tentu saja, Yesus dapat melakukan mukjizat dari ketiadaan, dan langsung mengeluarkan anggur, cara apapun Ia mampu lakukan (Ia juga mampu mengubah udara atau pasir menjadi anggur). Namun, 「mukjizat pertama」 ini bukanlah demikian, Yesus memakai air mengubahnya menjadi anggur — tepatnya, Yesus mengubah air pembasuhan menjadi anggur.
Menurut aturan pembersihan Yahudi, air ini digunakan untuk pembersihan tamu. Aturan ini dicatat di paragraf lain dalam Injil: 「Sebab orang-orang Farisi seperti orang-orang Yahudi lainnya tidak makan kalau tidak melakukan pembasuhan tangan lebih dulu, karena mereka berpegang pada adat istiadat nenek moyang mereka; dan kalau pulang dari pasar mereka juga tidak makan kalau tidak lebih dahulu membersihkan dirinya. Banyak warisan lain lagi yang mereka pegang, umpamanya hal mencuci cawan, kendi dan perkakas-perkakas tembaga」(Markus 7:3-4) Oleh karena itu, air yang tercatat dalam Injil Yohanes adalah digunakan untuk mencuci tangan, diri dan alat-alat makan.
Mengapa penulis Injil Yohanes menekankan bahwa ini adalah air yang digunakan untuk 「pembasuhan」? Tentu saja, wajar jika Yesus mengambil bahan-bahan yang ada di tempat itu dan mengubah air yang ada di area pesta pernikahan menjadi anggur. Namun, jika kita berpikir dengan hati-hati, Yesus mengubah air yang digunakan untuk pembasuhan orang menjadi 「anggur」, yang juga berarti bahwa air yang digunakan untuk pembasuhan sudah diubah menjadi anggur maka 「tidak ada air pembasuhan」! Tuan rumah pesta pernikahan tiba-tiba tidak mengikuti aturan pembasuhan, adat istiadat nenek moyang Yahudi! Ini masalah gawat, bukan masalah sepele! (Lihat Luk. 11:38-39 「Orang Farisi itu melihat hal itu dan ia heran, karena Yesus tidak mencuci tangan-Nya sebelum makan. Tetapi Tuhan berkata kepadanya: 『Kamu orang-orang Farisi, kamu membersihkan bagian luar dari cawan dan pinggan, tetapi bagian dalammu penuh rampasan dan kejahatan …』」)
Namun, inilah tepatnya yang Yesus lakukan dengan sengaja. Bagi Yesus, aturan 「bersih dan najis」 jauh lebih rendah daripada anggur di pesta pernikahan! Ini mencerminkan dengan tepat apa yang Yesus hargai. Yesus menghargai sukacita perjamuan pernikahan dan itulah makna asli dari perjamuan pernikahan, makna ini lebih penting dari pada aturan kebersihan! Aturan pembersihan adalah diadakan untuk manusia dan bukan manusia untuk aturan. Oleh karena itu, Yesus lebih suka mengubah 「air pembersihan」 menjadi 「anggur perjamuan」.
Faktanya, menurut catatan Injil, Yesus berkali-kali melanggar peraturan dan hukum orang Yahudi. Yesus menyembuhkan orang-orang pada hari Sabat dan membiarkan murid-murid yang lapar mengambil bulir gandum untuk dimakan pada hari Sabat. Ini menunjukkan bahwa Yesus lebih menghargai orang dan bukan manusia untuk aturan.
Renungkan:
Bagaimana dengan Anda? Apakah bagi Anda kehidupan manusia itu yang penting, atau apakah serangkaian aturan iman itu yang penting? Tentu saja keduanya penting. Namun, jika kita ingin membedakan kepentingannya, kita harus mencari tahu urutan dan hubungan antara keduanya.
Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.