「Petunjuk Terakhir dan Salam」
Apa konsep dasar dari nasehat Paulus kepada orang percaya di Kreta agar belajar melakukan pekerjaan yang baik, yang terkait dengan kita?
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Titus ditulis oleh 麥耀光 (Mài Yào Guāng) yang dipublikasi pada bulan Desember 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
(Titus 3:12-15 [ITB])
12Segera sesudah kukirim Artemas atau Tikhikus kepadamu, berusahalah datang kepadaku di Nikopolis, karena sudah kuputuskan untuk tinggal di tempat itu selama musim dingin ini.
13Tolonglah sebaik-baiknya Zenas, ahli Taurat itu, dan Apolos, dalam perjalanan mereka, agar mereka jangan kekurangan sesuatu apa.
14Dan biarlah orang-orang kita juga belajar melakukan pekerjaan yang baik untuk dapat memenuhi keperluan hidup yang pokok, supaya hidup mereka jangan tidak berbuah.
15Salam dari semua orang yang bersama aku di sini dan sampaikanlah salamku kepada mereka yang mengasihi kami di dalam iman. Kasih karunia menyertai kamu sekalian!
Kebiasaan Paulus di bagian akhir suratnya mengutus dan mengatur orang yang terlibat dalam pelayanan, berpesan tentang agenda dan perjalanan mereka, mengulang inti pesan surat, menghantarkan salam dan berkat. Seringkali terdapat tidak sedikit nama-nama orang muncul di bagian akhir surat yang ditulis Paulus. Di penutupan surat Titus, Paulus juga melakukan pengaturan tenaga pelayanan yang baru, Artemas atau Tikhikus akan menggantikan pelayanan Titus di Kreta, dan Titus akan berangkat ke Nikopolis, bertemu dengan Paulus. Nama Artemas ini pertama kali muncul dalam Perjanjian Baru, pemahaman kita terhadap dia tidak banyak; Tikhikus adalah seorang rekan pelayanan yang penting dari Paulus, Paulus memandang ia sangat penting. Mengenai tempat bernama Nikopolis ini, para peneliti Perjanjian Baru paling sedikit menemukan tujuh kota dengan nama yang sama, tidak mudah untuk menentukan Titus pergi ke yang mana.
Demikian juga, nama ahli Taurat Zenas juga pertama kali muncul dalam Perjanjian Baru, dan nama Apolos telah banyak kali dijumpai dalam surat Paulus (lihat 1 Kor. 1:12, 3:4-6, 46, 16:12 dsb). Ada peneliti yang memperkirakan bahwa surat Titus dititipkan oleh Paulus kepada Zenas dan Apolos. Searah dengan perjalanan, mereka mampir menyampaikan surat kepada Titus, setelah itu melanjutkan perjalanan mereka. Sedangkan tentang keramahtamahan menerima tamu (hospitality), ini merupakan satu macam kebajikan saat itu, juga merupakan salah satu kualifikasi penilik (Tit. 1:8). Para pekabaran Injil dan misionaris yang datang atas nama Tuhan, setiap sampai di satu tempat, perlu keramahtamahan dari orang percaya untuk menerima mereka. Paulus juga khusus berpesan kepada Titus, agar jangan sampai Zenas dan Apolos kekurangan sesuatu apa dalam kebutuhan mereka, juga khusus menekankan hendaknya「Tolonglah sebaik-baiknya」 sekuat tenaga memberi pertolongan kepada mereka (ayat 13), mungkin Titus perlu banyak melakukan tindakan untuk mengumpulkan ongkos yang diperlukan mereka, untuk menopang biaya yang dibutuhkan dalam perjalanan mereka.
Paulus memberikan perhatian untuk mendorong Titus dan gereja agar dengan keramahtamahan menerima tamu dan sekuat tenaga menolong Zenas dan Apolos, karena Paulus mengharapkan orang percaya di Kreta 「belajar melakukan pekerjaan yang baik」 (ayat 14), jika bisa memberikan pertolongan atas kebutuhan orang lain, maka mereka juga bisa memiliki buah kebaikan. Paulus khusus mengajukan perbuatan baik, adalah hendak merespon maksud utama dari surat ini. Setiap saat orang Kristen memberi perhatian atas kebutuhan orang lain, maka mereka adalah orang Kristen yang berbuah.
Seperti kebiasaan Paulus, di akhir surat ia akan menghantarkan salam kepada penerima surat dan gereja, namun kali ini Paulus tidak ada menyebutkan salam bagi satu nama orangpun, namun secara khusus menghantarkan salam kepada 「mereka yang mengasihi kami di dalam iman」. Kita bisa melihat dari perkataan Paulus 「mereka yang mengasihi kami」bahwa ia sangat memandang penting semangat dan tenaga dari kerjasama tim (teamwork). Paulus bersama dengan gereja Kreta adalah sebuah kerjasama tim, kasih yang mengalir dari mereka terhadap Paulus dan rekan pelayanannya, membuat hati melayani dari kedua pihak menjadi tersambung, kasih mereka terhadap Paulus adalah respon iman. Tentang apakah yang dimaksudkan dengan kata 「iman」 (in the faith) oleh Paulus di sini? Kata 「iman」 bisa menunjuk (1) iman kepercayaan yang benar, (2) bersandar dan percaya kepada Yesus, atau (3) iman Kristen. Tidak peduli mana yang dimaksudkan, orang percaya di Kreta telah mampu membuat iman nyata sebagai tindakan, karena iman terhadap Yesus menghasilkan tindakan kasih!
Kiranya berkat Paulus bagi Titus dan gereja Kreta, juga datang sampai kepada kita semua: 「Kasih karunia menyertai kamu sekalian!」 (ayat 15).
Renungkan: (1) pikirkan bagaimana kita melatih diri atas kebajikan ramah menerima tamu (hospitality); (2) apa pandangan anda terhadap perkataan ini: 「Apa yang disebut adalah kasih? Yakni melihat tanggung jawab diri sendiri dari dalam kebutuhan orang lain」; (3) periksa diri sendiri atas relasi iman dan kasih: 「Sebab bagi orang-orang yang ada di dalam Kristus Yesus hal bersunat atau tidak bersunat tidak mempunyai sesuatu arti, hanya iman yang bekerja oleh kasih」 (Gal. 5:6)