Tag Archives: Perzinaan

Yehezkiel 23:11-21

Persundalannya melebihi lagi
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 23:11-21 [ITB])
11 Walaupun hal itu dilihat oleh adiknya, Oholiba, ia lebih berahi lagi dan persundalannya melebihi lagi dari kakaknya. 12 Ia berahi kepada orang Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasan kepada pahlawan-pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, semuanya pemuda yang ganteng. 13 Aku melihat bahwa ia menajiskan diri; kelakuan mereka berdua adalah sama.
14 Bahkan, ia menambah persundalannya lagi: ia melihat laki-laki yang terukir pada dinding, gambar orang-orang Kasdim, diukir dalam warna linggam, 15 pinggangnya diikat dengan ikat pinggang, kepalanya memakai serban yang berjuntai, semuanya kelihatan seperti perwira, yang menyerupai orang Babel dari Kasdim, tanah kelahiran mereka. 16 Segera sesudah kelihatan oleh matanya ia berahi kepada mereka dan mengirim suruhan kepada mereka ke tanah Kasdim. 17 Maka orang Babel datang kepadanya menikmati tempat tidur percintaan dan menajiskan dia dengan persundalan mereka; sesudah ia menjadi najis oleh mereka, ia meronta dari mereka.
18 Oleh karena ia melakukan persundalannya dengan terang-terangan dan memperlihatkan sendiri auratnya, maka Aku menjauhkan diri karena jijik dari padanya, seperti Aku menjauhkan diri dari adiknya. 19 Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir. 20 Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda. 21 Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.

Perikop ini menjelaskan percabulan zina yang dilakukan Oholiba (Yerusalem), adik perempuan Ohola (Samaria). Pertama-tama, perikop ini bermaksud untuk mengacu pada Ohola saat menjelaskan Oholiba, yang dapat dijelaskan dengan daftar berikut: Yeh. 23:5-6 dan Yeh. 23:12
(Yeh. 23:5-6) Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang, berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda.
(Yeh. 23:12, Oholiba) Ia berahi kepada orang Asyur, kepada bupati-bupati dan penguasa-penguasa kepada pahlawan-pahlawan perang yang pakaiannya sangat sempurna, kepada pasukan kuda, semuanya pemuda yang ganteng.

Seperti yang terlihat dari daftar ini, pengulangan pemakaian kata-kata berahi, Asyur, pahlawan perang, bupati, penguasa, pasukan kuda dan pemuda yang ganteng, jadi penulis sengaja menyejajarkan objek seksual serta preferensi Oholiba dan Ohola, sehingga pembaca dapat memahami bahwa kedua saudara perempuan ini memiliki wajah asali yang sama.

Namun, Oholiba berzina lebih daripada Ohola. Ayat 14 dimulai dengan bahkan, ia menambah persundalannya lagi, menunjukkan bahwa Oholiba melihat gambar orang Kasdim di dinding, jadi dia mengagumi mereka dan mengirim utusan ke Babel, dan mengharapkan berzina dengan mereka (ayat 14 -16). Nafsu Oholiba bangkit dengan melihat. Sekalipun dia hanya melihat gambar ukiran di dinding, itu sudah cukup baginya untuk melaksanakan rencana perzinaan. Dapat dilihat bahwa nafsu zina Oholiba bahkan lebih besar daripada nafsu Ohola. Selanjutnya, ayat 17-18 menjelaskan secara rinci percabulan zina Oholiba dengan Babel, termasuk berada di tempat tidur dan memperlihatkan sendiri auratnya. Deskripsinya eksplisit dan mengejutkan. Sangat sulit bagi kita untuk membayangkan seorang wanita yang sudah menikah, Oholiba, ia mengkhianati suaminya (TUHAN) dengan begitu mudah dan melakukan hal yang sangat memalukan.

Kemudian, ayat 19 disebutkan bahwa percabulan zina Oholiba itu adalah melanjutkan hari-hari percabulan zinanya di Mesir ketika dia masih muda, ia berahi pada orang-orang kuat (ayat 20), yang menyatakan bahwa Yerusalem bernafsu untuk bersekutu dengan negara-negara kuat yang memiliki kekuatan militer, dia percaya bahwa hanya negara-negara ini yang dapat membawa manfaat baginya dan memuaskan kesukaannya. Dia tidak menganggap dirinya sebagai wanita yang sudah menikah, tidak mengingat bahwa dirinya hanya boleh membuat perjanjian dengan TUHAN, dan bahkan tidak berpikir bahwa tindakannya itu adalah pengkhianatan terhadap hubungan perjanjian dengan TUHAN. Oleh karena itu, yang ditekankan perikop Kitab Suci ini adalah Oholiba sangat memalukan, keterlaluan tidak masuk akal, membuat orang terkejut, dan jatuh sangat dalam.

Renungkan:
Percabulan zina dimulai dengan melihat. Jika kita tidak mau mengekang diri dan melihat hal-hal yang menggoda itu, tanpa kita sadari, kita hanya akan mendorong diri kita sendiri ke dalam jurang kejahatan dan perzinaan. Objek melihat bisa berupa hal-hal ekspos, uang, reputasi, status, dan kekuasaan, yang semuanya akan membangkitkan nafsu batin dan membuat diri melakukan perzinaan dengan semua ini. Bagaimana Anda mengatur melihat Anda? Apa tempat Allah dalam hidup Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 23:5-10

Masih berzina walau sudah punya TUHAN
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 23:5-10 [ITB])
5 Dan Ohola berzinah, sedang ia Aku punya. Ia sangat berahi kepada kekasih-kekasihnya, kepada orang Asyur, pahlawan-pahlawan perang, 6 berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda. 7 Ia melakukan persundalannya dengan mereka, semuanya orang Asyur pilihan; ia menajiskan dirinya dengan semua orang, kepada siapa ia berahi dan dengan berhala-berhalanya.
8 Ia tidak meninggalkan persundalannya yang dilakukannya sejak dari Mesir, sebab pada masa mudanya orang sudah menidurinya, dan mereka memegang-megang dada keperawanannya dan mencurahkan persundalan mereka kepadanya.
9 Oleh sebab itu Aku menyerahkan dia ke dalam tangan kekasih-kekasihnya, dalam tangan orang Asyur, kepada siapa ia berahi. 10 Mereka menyingkapkan auratnya, anak-anaknya lelaki dan perempuan ditangkap dan ia sendiri dibunuh dengan pedang. Dengan demikian namanya dipercakapkan di antara kaum perempuan sebab hukuman telah dijatuhkan atasnya.

Perikop ini terlebih dahulu menggambarkan perzinaan Ohola (Samaria), menggunakan kata zina / persundalan (znh) (Yeh. 23:5, 7, 8), yang biasanya digunakan untuk menggambarkan perzinaan atau pelacur, adalah perilaku lahiriah; selain itu juga digunakan kata berahi (‘gv) (Yeh. 23:5, 7, 9), kata yang relatif jarang digunakan, terutama menggambarkan seseorang telah didominasi oleh nafsu sek dan menjadi irasional, adalah nafsu batin. Oleh karena itu, Ohola melakukan perzinaan baik secara lahiriah maupun batiniah, sepenuhnya dikuasai oleh nafsu seksual, tanpa rasionalitas atau pengekangan sama sekali.

Target perzinaan Ohola adalah orang Asyur (ayat 5), dan ayat Alkitab menyatakan bahwa mereka pahlawan-pahlawan perang, berpakaian kain ungu tua, bupati-bupati dan penguasa-penguasa, semuanya pemuda yang ganteng, pasukan kuda (ayat 6). Para sarjana memiliki kajian dan usulan yang berbeda mengenai posisi dan jabatan yang dicantumkan, namun kesamaannya adalah bahwa deskripsi tersebut mengacu pada pejabat politik kelas atas dan pahlawan di Asyur. Ohola menginginkan perzinaan dengan orang-orang yang prestisius dan tinggi status sosialnya, dan hanya orang-orang ini yang dilihat oleh pandangan matanya. Selanjutnya, ayat 7 menggunakan tiga kata semua untuk menunjukkan bahwa zina Ohola bukan hanya satu atau dua, tetapi mencintai semua laki-laki yang ganteng. Oleh karena itu, baik dalam cakupan maupun kualitas, Ohola memiliki tuntutan dan keinginan.

Dalam ayat 8 ditunjukkan bahwa perzinaan Ohola ini melanjutkan perzinaan sebelumnya ketika dia masih bukan milik Allah, perzinaan ketika di Mesir, tetapi perzinaannya saat ini bahkan lebih besar daripada sebelumnya. Oleh karena itu, ayat 9-10 menjelaskan bahwa penghakiman TUHAN atas Ohola yakni menyerahkannya ke tangan pihak yang ia inginkan untuk berzina, menjadikan Asyur sebagai alat menghukum Ohola. Pada akhirnya, Kerajaan Utara dihancurkan oleh Asyur pada 722 SM.

Renungkan:
Jika nafsu masa lalu tidak kita tangani dengan baik, hingga menuruti seenaknya, tidak mungkin nafsu ini segera terkoreksi seperti sulap setelah berpaling kepada Allah (lihat juga renungan Hakim-hakim 6:1-11, klik untuk membaca). Jika Ohola ingin berubah, pertama-tama ia harus memikirkan kebaikan TUHAN kepadanya, yaitu anugerah Allah membawa dia keluar ketika dia masih dalam perbudakan di Mesir, dan anugerah membuat perjanjian dengan dia, barulah dia bisa mengatasi masalah masa lalu. Apa makna Ohola ini bagi Anda?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Yehezkiel 23:1-4

Perempuan sundal itu punya TUHAN
Oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yeh. 23:1-4 [ITB])
1 Datanglah firman TUHAN kepadaku: 2 「Hai anak manusia, ada dua orang perempuan, anak dari satu ibu. 3 Mereka bersundal di Mesir, mereka bersundal pada masa mudanya; di sana susunya dijamah-jamah dan dada keperawanannya dipegang-pegang. 4 Nama yang tertua ialah Ohola dan nama adiknya ialah Oholiba. Mereka Aku punya dan mereka melahirkan anak-anak lelaki dan perempuan. Mengenai nama-nama mereka, Ohola ialah Samaria dan Oholiba ialah Yerusalem.

Yehezkiel 23 dan memiliki banyak kesamaan pasal 16, ayat-ayat di kedua tempat itu sama panjangnya, struktur sastra yang digambarkan di kedua tempat itu serupa, dan tema pernikahan yang digunakan di kedua tempat sebagai metafora itu mirip. Namun, pasal 16 menjelaskan bahwa Yerusalem sebagai bayi yang ditinggalkan terjadi di Kanaan (Yeh. 16:3), ia diterima oleh TUHAN yang membuat perjanjian agar ia menjadi seorang istri. Namun, pasal 23 menunjukkan bahwa titik awal dari dua saudara perempuan ada di Mesir (Yeh. 23:3), dan sejak di awal dinyatakan bahwa mereka semua berzina; dan lagi isi dakwaan dalam pasal 16 adalah perselingkuhan agama, memakai metafora pelacur untuk menggambarkan Yerusalem melanggar janji perkawinan, tetapi isi tuduhan dalam pasal 23 adalah pada aspek politik, menunjukkan bahwa dua saudara perempuan, Samaria dan Yerusalem, keduanya melakukan perzinaan dengan orang Asyur, mereka tidak setia kepada Allah yakni bahwa mereka berharap untuk bersandar pada Asyur dan Babel serta bersekutu dengannya. Lalu, kedua pasal sama-sama memulai dengan tema mereka Aku punya (Yeh. 16:8, 23:4), yang mengingatkan kita tentang ketika orang Israel meninggalkan Mesir dan tiba di Gunung Sinai untuk membuat perjanjian dengan Allah, saat itu juga menggunakan kata membawa kamu kepada-Ku … menjadi harta kesayangan-Ku untuk menjelaskan arti perjanjian antara Allah dan umat Israel (Keluaran 19:4-6, klik untuk membaca).

Yehezkiel 23:1-4 pertama-tama menunjukkan adegan perumpamaan, menunjukkan bahwa ada dua perempuan, keduanya berasal dari sumber yang sama (dilahirkan oleh seorang ibu) (ayat 2), dan mereka suka melakukan perzinaan ketika mereka muda. Sebelum menikah sebagai istri TUHAN, mereka telah melakukan perzinaan di Mesir (ayat 3), ini mengingatkan kita bahwa ketika orang Israel berjalan di padang gurun, mereka masih merindukan situasi perbudakan di Mesir, merindukan kehidupan dan makanan di Mesir, dan bersedia untuk melayani Mesir, tidak bersedia berjalan di padang gurun (Kel. 14:12, 16:3, 17:3; Bil. 11:5, 18, 20, 14:2-3), Yehezkiel memakai berzina untuk menggambarkan perbuatan berkhianat para pemberontak ini. Selanjutnya, mereka semua memiliki nama, kakak perempuan adalah Ohola, yang berarti kemahnya sendiri, dan adik perempuannya adalah Oholiba, yang berarti kemahku ada di antara dia. Mengapa nama mereka memiliki arti kemah?Kemah mengingatkan kita pada Kemah Pertemuan / tabernakel, yaitu tempat di mana Allah hadir. Nama mereka semua memiliki arti kemah, yang menunjukkan bahwa Allah pada awalnya mengharapkan untuk tinggal di antara mereka, dan ayat 4 dengan jelas menyatakan bahwa Ohola adalah Samaria, dan Oholiba adalah Yerusalem. Kedua tempat ini adalah ibu kota kerajaan Utara dan Selatan. Ketika kita kaitkan dengan arti kemah, kita memahami bahwa sejak awal Allah mengharapkan untuk mendirikan kemah-Nya (Tempat Kudus) di antara mereka sehingga Allah hadir menyertai bersama mereka, seperti jika suami menyertai bersama istri. Namun, walaupun Allah memiliki rencana ini, pembawaan mereka adalah melakukan perzinaan, dan hati mereka mengingini Mesir. Oleh karena itu, perikop Alkitab ini menjelaskan kasih karunia Allah dan pengkhianatan mereka.

Renungkan:
Renungkan betapa sifat asali manusia melakukan zina, lalu renungan anugerah penyertaan Allah.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 21-28 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasikan pada bulan Januari 2022 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Amsal 7:1-27

「Pengajaran 10: Godaan Wanita Asing」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 7:1-27 [ITB])
1 Hai anakku, berpeganglah pada perkataanku, dan simpanlah perintahku dalam hatimu. 2 Berpeganglah pada perintahku, dan engkau akan hidup; simpanlah ajaranku seperti biji matamu. 3 Tambatkanlah semuanya itu pada jarimu, dan tulislah itu pada loh hatimu. 4 Katakanlah kepada hikmat: Engkaulah saudaraku dan sebutkanlah pengertian itu sanakmu, 5 supaya engkau dilindunginya terhadap perempuan jalang, terhadap perempuan asing, yang licin perkataannya.
6 Karena ketika suatu waktu aku melihat-lihat, dari kisi-kisiku, dari jendela rumahku, 7 kulihat di antara yang tak berpengalaman, kudapati di antara anak-anak muda seorang teruna yang tidak berakal budi, 8 yang menyeberang dekat sudut jalan, lalu melangkah menuju rumah perempuan semacam itu, 9 pada waktu senja, pada petang hari, di malam yang gelap.
10 Maka datanglah menyongsong dia seorang perempuan, berpakaian sundal dengan hati licik; 11 cerewet dan liat perempuan ini, kakinya tak dapat tenang di rumah, 12 sebentar ia di jalan dan sebentar di lapangan, dekat setiap tikungan ia menghadang. 13 Lalu dipegangnyalah orang teruna itu dan diciumnya, dengan muka tanpa malu berkatalah ia kepadanya: 14 Aku harus mempersembahkan korban keselamatan, dan pada hari ini telah kubayar nazarku itu. 15 Itulah sebabnya aku keluar menyongsong engkau, untuk mencari engkau dan sekarang kudapatkan engkau. 16 Telah kubentangkan permadani di atas tempat tidurku, kain lenan beraneka warna dari Mesir. 17 Pembaringanku telah kutaburi dengan mur, gaharu dan kayu manis. 18 Marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara. 19 Karena suamiku tidak di rumah, ia sedang dalam perjalanan jauh, 20 sekantong uang dibawanya, ia baru pulang menjelang bulan purnama. 21 Ia merayu orang muda itu dengan berbagai-bagai bujukan, dengan kelicinan bibir ia menggodanya.
22 Maka tiba-tiba orang muda itu mengikuti dia seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, 23 sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam.
24 Oleh sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, perhatikanlah perkataan mulutku. 25 Janganlah hatimu membelok ke jalan-jalan perempuan itu, dan janganlah menyesatkan dirimu di jalan-jalannya. 26 Karena banyaklah orang yang gugur ditewaskannya, sangat besarlah jumlah orang yang dibunuhnya. 27 Rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut.

perempuan asing, licin perkataannya, jalan ke dunia orang mati

Dalam bagian besar dari 《Kitab Amsal》 pasal 1 – 9, perikop hari ini adalah yang keempat kali dan terakhir kali ayah ini memberikan nasihat tentang perilaku seksual (2:16-19; 5:1-23; 6:20-33 ). Dia dengan berani dan gamblang menggambarkan seorang pemuda bodoh yang jatuh ke dalam perangkap seks. Kita menemukan bahwa di ayat 6, ayah ini menggunakan sebutan orang pertama aku, apakah itu bersifat otobiografi dari dirinya, apakah dia menggunakan pengalaman orang pertama sebagai peringatan? Namun, penulisan seperti itu tidak lazim pada zaman itu, oleh karena itu seharusnya sang ayah memang sedang menyampaikan apa yang dia amati dari jendela rumahnya atas kejadian tetangga dan menjelaskannya kepada anak-anak.

Di sini kita berbicara tentang seorang pemuda yang bodoh dan tidak berpengetahuan yang berkeliaran di malam hari, pada waktu yang salah masuk ke tempat yang tidak pantas. Kitab suci menunjukkan bahwa itu adalah sebuah sudut jalan (ayat 8), dan pemuda itu bertemu dengan seorang wanita berpakaian seperti pelacur. Wanita itu licik dan tidak punya batas aturan, dan berinisiatif menarik pemuda itu dan menyentuh tubuhnya. Kemudian, dia menggunakan serangkaian kata untuk merayunya, kubayar nazarku (ayat 14), rumahnya sudah dipersiapkan, dan suaminya sedang melakukan perjalanan jauh dan tidak akan segera pulang. Kemudian wanita itu licik menggodanya dan berkata: marilah kita memuaskan berahi hingga pagi hari, dan bersama-sama menikmati asmara (ayat 18).

Pemuda malang itu langsung mengikutinya. Di sini, ayah langsung menggunakan tiga gambar kematian untuk menjelaskan situasi pemuda itu: seperti lembu yang dibawa ke pejagalan, dan seperti orang bodoh yang terbelenggu untuk dihukum, sampai anak panah menembus hatinya; seperti burung dengan cepat menuju perangkap, dengan tidak sadar, bahwa hidupnya terancam (ayat 22-23). Ayah menunjukkan bahwa pemuda itu telah jatuh ke dalam perangkap dan hanya bisa perlahan menunggu kematian datang. Orang muda awalnya mengira bisa menikmati seks, tetapi sekarang berakhir seperti ini. Dia jatuh ke dalam perangkap tanpa menyadarinya, dan kehilangan nyawanya begitu dia tersandung.

Terakhir, di ayat 24, sang ayah mengingatkan anak-anaknya untuk menyimpan ajaran perkataan di dalam hati, hendaknya tidak mendengarkan kata-kata sanjungan, dan tersesat; jangan mengikuti wanita yang demikian menuju jalan kematian, karena banyak nyawa telah hancur; jangan masuk ke rumahnya, ternyata rumahnya adalah jalan ke dunia orang mati, yang menurun ke ruangan-ruangan maut(ayat 27).

Meringkas renungan hari ini, ayah memberikan tanggapan atas kejadian tetangga yang dia amati dari jendela (ayat 6), dan dia menunjukkan bahwa tetangga ini adalah seorang istri orang. Undangannya kepada pemuda itu menempatkan pemuda itu di jalan kehancuran.

Renungkan:
(1) Cobalah untuk merenungkan ayat-ayat ini: Jauhkanlah dirimu dari percabulan! … orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri … tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, … muliakanlah Allah dengan tubuhmu! (1 Korintus 6:18-20);

(2) Sebab itu jauhilah nafsu orang muda, kejarlah keadilan, kesetiaan, kasih dan damai bersama-sama dengan mereka yang berseru kepada Tuhan dengan hati yang murni (2 Timotius 2:22), carilah beberapa teman rohani untuk saling berjaga dan mengejar kesalehan.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amsal 5:7-14

「Pengajaran 8 (2): Malapetaka akibat Perzinaan」
Oleh Rev. Dr. Joshua Mak
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amsal 5:7-14 [ITB])
7 Sebab itu, hai anak-anak, dengarkanlah aku, janganlah kamu menyimpang dari pada perkataan mulutku. 8 Jauhkanlah jalanmu dari pada dia, dan janganlah menghampiri pintu rumahnya, 9 supaya engkau jangan menyerahkan keremajaanmu kepada orang lain, dan tahun-tahun umurmu kepada orang kejam; 10 supaya orang lain jangan mengenyangkan diri dengan kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal 11 dan pada akhirnya engkau akan mengeluh, kalau daging dan tubuhmu habis binasa, 12 lalu engkau akan berkata: Ah, mengapa aku benci kepada didikan, dan hatiku menolak teguran; 13 mengapa aku tidak mendengarkan suara guru-guruku, dan tidak mengarahkan telingaku kepada pengajar-pengajarku? 14 Aku nyaris terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan.

Orang bijak mengemukakan sederet isu yang berkaitan dengan seks di pasal 5. Ayat 1-6 yang kita baca kemarin adalah pengantar, terutama di ayat 4 menunjukkan bahwa percabulan dapat menyebabkan penderitaan dan bahaya. Ayat 7-14 yang akan kita renungkan hari ini adalah nasihat ayah kepada anak-anaknya tentang kebodohan perzinaan dan bahwa hubungan seksual di luar nikah akan membawa konsekuensi serius.

Di sini, orang bijak memanggil anak-anaknya untuk melihat jelas kebohongan di mulut penggoda. Selain itu, jika ingin menjaga agar tidak jatuh ke dalam jebakan, maka harus menjauh dari para penggoda, menghindari menghubungi mereka, jangan berjalan di jalur yang sama dengan mereka, dan jangan melewati rumah mereka (ayat 8). Jika tidak hati-hati memasuki mulut harimau terjatuh godaan seksual, itu akan menyebabkan kerusakan sosial, finansial, dan fisik yang serius. Orang bijak menggunakan supaya … jangan … dalam ayat 9-10 untuk menggambarkan situasi menyedihkan dari mereka yang jatuh ke dalam jerat seksual, mereka mungkin jatuh ke tangan empat kelompok orang dan diinjak-injak semena-mena. Dalam ayat 7-14, keempat kelompok ini Orang mengacu pada: orang lain, orang kejam, orang tidak dikenal dan orang asing (kaum asing). Selain kerusakan fisik jasmani dan energi, orang-orang yang jatuh ke dalam jerat seksual lebih mungkin dilukai oleh orang-orang kejam (atau penyamun); dalam hal finansial, kekayaanmu, dan hasil susah payahmu jangan masuk ke rumah orang yang tidak dikenal (ayat 10), ini mungkin tertangkap di tempat tidur atau jatuh dalam jebakan orang, menyebabkan kerugian finansial yang serius. Percaya bahwa kerusakan terbesar adalah kehilangan kehormatan.

Orang bijak mengingatkan anak-anaknya bahwa jika mereka kehilangan kehormatan dan martabat (NIV) karena kelemahan sesaat mereka atau jatuh ke dalam pencobaan, itu benar-benar tidak layak. Tidak ada yang baru di bawah matahari, penipuan seksual yang terjadi hari ini telah terjadi di masa lalu. Konsekuensi perzinaan dapat menimbulkan kebencian, atau kehancuran serta perpecahan perkawinan dan keluarga, semuanya menunjukkan kekuatan destruktif dari godaan seksual. Jika mereka masih tersesat tidak mau sadar dan terus hidup dalam dosa, dan pada akhir hidup mereka, tubuh dan jasmani mereka sudah lemah (ayat 11), maka sudah terlambat bagi mereka untuk menyesal.

Tidakkah mereka mendengar seruan sang ayah dan orang bijak? Peringatan orang bijak: menjauh dari godaan dan menjauhlah hindari rumah pengoda. Sekarang, dalam keluh kesahnya, barulah mereka mengakui bahwa mereka tidak mendengar diajar di masa lalu. Ternyata mereka tidak mau menerima didikan disiplin, hina, tidak mendengarkan ajaran, dan tidak menerima pengajaran (ayat 12-13), juga karena di rumah, di tempat belajar, dan di kelompok agama mereka tidak mau diajar. Sebenarnya, peluang belajar sangat dekat ada di ujung jari dan tempat belajar ada di mana-mana.

Yang disebut anak yang hilang mau berbalik kembali, emas pun tidak bisa menggantikan, setelah orang percaya ini benar-benar menyesal dan bertobat, dia masih harus menghadapi dan menanggung konsekuensi yang ditimbulkan oleh hasrat pribadinya, tindak lanjut yang serius dari komunitas. Orang yang bersangkutan akan diselidiki di sidang dan akan terjerumus ke dalam tiap malapetaka di tengah-tengah jemaah dan perkumpulan (ayat 14), menurut seorang peneliti Perjanjian Lama: sekali percabulan dipublikasikan, itu akan membawa rasa malu kepada pribadi orang tersebut, juga orang-orang yang dicintainya ikut mendapatkan malu dan kehilangan rasa hormat di komunitasnya.

Renungkan:
(1) Renungkan: apakah saya memiliki hati yang mau diajar? Apakah menurut Anda menghindarkan diri dari nafsu anak muda adalah peninggalan pikiran kuno?

(2) Berdoa agar Tuhan melindungi saya dari godaan seks.


Renungan pemahaman Kitab Amsal

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amsal 1-9 ditulis oleh Mài Yào Guāng (麥耀光) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Keluaran 32:15-29

Jatuh tenggelam dan diangkat

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kel. 32:15-29 [ITB])
15 Setelah itu berpalinglah Musa, lalu turun dari gunung dengan kedua loh hukum Allah dalam tangannya, loh-loh yang bertulis pada kedua sisinya; bertulis sebelah-menyebelah. 16 Kedua loh itu ialah pekerjaan Allah dan tulisan itu ialah tulisan Allah, ditukik pada loh-loh itu.
17 Ketika Yosua mendengar suara bangsa itu bersorak, berkatalah ia kepada Musa: Ada bunyi sorak peperangan kedengaran di perkemahan. 18 Tetapi jawab Musa: Bukan bunyi nyanyian kemenangan, bukan bunyi nyanyian kekalahan, bunyi orang menyanyi berbalas-balasan, itulah yang kudengar.
19 Dan ketika ia dekat ke perkemahan itu dan melihat anak lembu dan melihat orang menari-nari, maka bangkitlah amarah Musa; dilemparkannyalah kedua loh itu dari tangannya dan dipecahkannya pada kaki gunung itu.
20 Sesudah itu diambilnyalah anak lembu yang dibuat mereka itu, dibakarnya dengan api dan digilingnya sampai halus, kemudian ditaburkannya ke atas air dan disuruhnya diminum oleh orang Israel.
21 Lalu berkatalah Musa kepada Harun: Apakah yang dilakukan bangsa ini kepadamu, sehingga engkau mendatangkan dosa yang sebesar itu kepada mereka?
22 Tetapi jawab Harun: Janganlah bangkit amarah tuanku; engkau sendiri tahu, bahwa bangsa ini jahat semata-mata. 23 Mereka berkata kepadaku: Buatlah untuk kami allah, yang akan berjalan di depan kami sebab Musa ini, orang yang telah memimpin kami keluar dari tanah Mesir, kami tidak tahu apa yang telah terjadi dengan dia.
24 Lalu aku berkata kepada mereka: Siapa yang empunya emas haruslah menanggalkannya. Mereka memberikannya kepadaku dan aku melemparkannya ke dalam api, dan keluarlah anak lembu ini.
25 Ketika Musa melihat, bahwa bangsa itu seperti kuda terlepas dari kandang — sebab Harun telah melepaskannya, sampai menjadi buah cemooh bagi lawan mereka, 26 maka berdirilah Musa di pintu gerbang perkemahan itu serta berkata: Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku! Lalu berkumpullah kepadanya seluruh bani Lewi.
27 Berkatalah ia kepada mereka: Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Baiklah kamu masing-masing mengikatkan pedangnya pada pinggangnya dan berjalanlah kian ke mari melalui perkemahan itu dari pintu gerbang ke pintu gerbang, dan biarlah masing-masing membunuh saudaranya dan temannya dan tetangganya.』」
28 Bani Lewi melakukan seperti yang dikatakan Musa dan pada hari itu tewaslah kira-kira tiga ribu orang dari bangsa itu.
29 Kemudian berkatalah Musa: Baktikanlah dirimu mulai hari ini kepada TUHAN, masing-masing dengan membayarkan jiwa anaknya laki-laki dan saudaranya, yakni supaya kamu diberi berkat pada hari ini.

Musa bertemu dengan Allah di gunung selama empat puluh hari empat puluh malam, menerima wahyu untuk membangun kemah pertemuan. Tetapi sekarang dia dengan matanya sendiri melihat dua kuasa kekuatan yang bertolak belakang saling menentang, satu adalah kekuatan menyeret ke bawah yang membuat tenggelam, dan yang lainnya adalah kuasa kekuatan yang mengangkat naik ke atas. Suatu hal yang membuatnya sangat terluka adalah bahwa kekuatan yang menyeret tenggelam ke bawah ini menyebabkan Harun yang adalah rekan kerja terdekat Musa, kakak laki-lakinya, menjadi pemimpin peristiwa tersebut.

Musa berpaling dan turun gunung, memegang dua loh batu di tangannya. Pada dua loh itu terdapat Sepuluh Perintah yang tertulis di jari-jari Allah, yang melambangkan teks perjanjian, rangkap dua. Perjanjian dituliskan di kedua sisi loh batu, artinya tidak dapat dilakukan penambahan dan penghapusan, tidak dapat diubah. Tetapi ketika Musa melihat keadaan orang Israel menyembah anak lembu emas, dia marah, dilemparkannya dua loh yang ada di tangannya itu dan pecah, karena mereka telah menghancurkan perjanjian mereka dengan Allah.

Ayat 21, dosa besar (ā’â gǝdōlâ) di Mesir dan Kolom Ugarit Asyur mengacu pada percabulan, merupakan syarat mengajukan cerai. Musa memerintahkan orang untuk membakar anak lembu emas itu dengan api, menggilingnya sampai menghancurkan, dan melemparkannya ke air untuk diminum orang Israel, mirip dengan ujian istri yang tidak setia (Bil. 5:11-31). Orang Israel membuat anak lembu emas dan melanggar setidaknya tiga dari Sepuluh Perintah, terutama perintah kedua, mereka membuat patung berhala dan menyembahnya. Kelak para nabi sering memakai istilah perzinaan untuk menunjuk pada kelakuan menyeleweng menyembah dewa-dewa asing (misalnya, Yehezkiel 16, Kitab Hosea), tidak setia kepada TUHAN, adalah perselingkuhan, dosa besar.

Tapi Musa memberikan kesempatan kepada orang Israel untuk bertobat dari kejahatan, mereka harus segera menunjukkan sikap, tidak bisa ditunda. Dia berkata kepada mereka: Siapa yang memihak kepada TUHAN datanglah kepadaku! (ayat 26), di antaranya tanggapan orang Lewi yang menjawab paling jelas, mereka memilih untuk berdiri di sisi Musa dan Allah bersama menghadapi dosa, mereka sendiri juga menerima upah Allah. Tiga ribu orang terbunuh pada hari itu, seharusnya mengacu pada orang-orang yang paling keras kepala yang menolak untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka.

Renungkan:
(1) Peristiwa anak lembu emas adalah anti klimaks dalam Keluaran, kegagalan umat Israel melewati pencobaan yang mereka lakukan ini, akan mencelakai diri mereka sendiri dimusnahkan. Tetapi karena doa syafaat Musa, orang Israel memiliki kesempatan untuk bertobat dan mengakui dosa-dosa mereka, sehingga dosa-dosa mereka diampuni.

(2) Tidak dapat dihindari bahwa orang melakukan kesalahan, jika mereka bersalah, mengaku, dan bertobat, mereka akan diampuni.

(3) Orang Lewi bekerja bersama Allah untuk menghadapi dosa, dan kemudian menerima kasih karunia tugas untuk melayani Allah.


Renungan pemahaman Kitab Keluaran

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Keluaran 19-40 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2015 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.