「Lepaskanlah semua perhiasan」
Oleh Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Keluaran 33:1-6 [TB2])
1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa, 「Berangkatlah dari sini, engkau dan bangsa itu yang telah kaupimpin keluar dari tanah Mesir, ke negeri yang telah Kujanjikan dengan sumpah kepada Abraham, Ishak dan Yakub, demikian: 『Kepada keturunanmu akan Kuberikan negeri ini.』 2 Aku akan mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, yang akan mengenyahkan orang Kanaan, orang Amori, orang Het, orang Feris, orang Hewi dan orang Yebus. 3 Kamu akan masuk ke negeri yang berlimpah-limpah susu dan madu. Namun, Aku tidak akan berjalan di antara kamu, supaya engkau tidak Kubinasakan di jalan, karena engkau bangsa yang tegar tengkuk.」
4 Ketika bangsa itu mendengar firman yang keras itu, mereka meratap; tidak seorang pun memakai perhiasan. 5 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: 「Katakanlah kepada orang Israel: 『Kamu bangsa yang tegar tengkuk! Seandainya Aku berjalan di antara kamu meskipun sesaat, Aku pasti akan membinasakanmu. Sekarang, lepaskanlah perhiasanmu, dan Aku akan memutuskan apa yang akan Kulakukan terhadapmu.』」 6 Itulah sebabnya orang Israel tidak memakai perhiasan lagi sejak dari gunung Horeb.
Keluaran 32:34 menyebutkan bahwa TUHAN tidak mau lagi pergi menyertai bersama orang Israel. Dia hanya mengutus malaikat-Nya untuk berjalan di depan memimpin jalan umat itu. Pesan ini harus disampaikan kepada Musa untuk dijelaskan kepada orang-orang itu (ayat 2). Juga dijelaskan alasan mengapa TUHAN tidak berkenan pergi bersama mereka, karena mereka adalah orang-orang yang tegar tengkuk dan konsekuensinya Allah akan membinasakan mereka di jalan (Keluaran 32:3). Tidak diragukan lagi, pesan ini merupakan mimpi buruk bagi orang Israel, karena salah satu alasan penting mengapa mereka bersedia meninggalkan Mesir dan memasuki Kanaan adalah karena Allah beserta mereka dengan kehadiran-Nya di padang gurun. Tanpa penyertaan kehadiran Allah di jalan, mereka tidak akan mampu berhasil menyelesaikan perjalanan melalui padang gurun. Selain itu, selain kekurangan air dan makanan di padang gurun, ada juga perampok dan bangsa asing di padang gurun (seperti orang Amalek), tanpa kehadiran Allah, mereka tidak akan mampu memperoleh persediaan makanan dan mengalahkan musuh-musuh. Seperti yang dikatakan von Rad dalam bukunya Holy War in Ancient Israel, kehadiran Allah merupakan salah satu bentuk terpenting dalam perang suci. Penyertaan kehadiran Allah dapat memastikan kemenangan orang Israel dalam perang, serta membuat orang Israel kuat hatinya dan tak kenal takut. Namun, ayat 33:1-3 menunjukkan bahwa Allah tidak lagi menganugerahkan kehadiran-Nya, tetapi hanya mengirim malaikat untuk berjalan di depan orang Israel. Ini adalah berita buruk bagi umat Israel.
Memang benar bahwa orang-orang bersedih hati ketika mendengar kabar buruk itu, dan disebutkan dua kali bahwa orang-orang itu menanggalkan perhiasan mereka (ayat 4 dan 6). Mengapa demikian? Di satu sisi, hal itu terjadi karena Allah memerintahkan mereka untuk melakukannya (ayat 5); tetapi di sisi lain pihak, sebelumnya ketika mereka berencana untuk membuat anak lembu emas, Harun memerintahkan mereka untuk melepaskan anting-anting emas mereka dan menggunakan emas anting-anting tersebut untuk membuat patung anak lembu. Karena anting-anting merupakan bagian dari perhiasan tubuh, jadi perhiasan yang ada di tubuh mereka melambangkan bahan mentah untuk membuat anak lembu emas atau berhala. Sebenarnya, anting-anting emas ini merupakan bagian dari emas, perak, dan pakaian yang mereka minta dari orang Mesir ketika mereka meninggalkan Mesir (Keluaran 12:35). Alasan mereka dapat melakukan ini adalah karena TUHAN telah memberikan orang-orang itu kemurahan hati di mata orang Mesir (Keluaran 12:36). Oleh karena itu, anting-anting emas melambangkan kemurahan hati Allah. Akan tetapi, mereka justru menggunakan perhiasan dari Allah ini untuk membuat anak lembu emas, yang sungguh tidak tahu terima kasih. Karena makna simbolis dari perhiasan mereka telah berubah, mereka menanggalkannya saat mereka meratap untuk mengekspresikan kesedihan mereka. Oleh karena itu Allah memerintahkan mereka untuk menanggalkan perhiasan mereka, agar mereka mengerti bahwa karunia Allah telah mereka injak-injak dengan sia-sia.
Refleksi:
Kasih karunia apakah yang diberikan Allah kepada saya, yang dapat diibaratkan seperti perhiasan-perhiasan yang diterima orang Israel? Apakah saya pernah menyalahgunakan kasih karunia yang diberikan Tuhan kepada saya dengan mengubahnya menjadi unsur-unsur penyembahan berhala? Berkat-berkat ini bisa berupa perhiasan di tubuh, atau bisa juga berupa uang, ketenaran, pakaian, status, kualifikasi akademis, dan sebagainya. Apakah ada yang saya pergunakan dengan cara yang salah sehingga menjadi 「penyembahan berhala」? Berdoa memohon belas kasihan dari Tuhan.
Renungan Pra-Paskah (Er Dao)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Pra-Paskah Musa di Gunung Sinai ditulis oleh Rev. Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Maret 2025 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.