Imamat 8:10-17

Minyak urapan menguduskan, darah menyucikan

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 8:10-17 [ITB])
10 Musa mengambil minyak urapan, lalu diurapinyalah Kemah Suci serta segala yang ada di dalamnya dan dikuduskannya semuanya itu. 11 Dipercikkannyalah sedikit dari minyak itu ke mezbah tujuh kali dan diurapinya mezbah itu serta segala perkakasnya, dan juga bejana pembasuhan serta alasnya untuk menguduskannya.
12 Kemudian dituangkannya sedikit dari minyak urapan itu ke atas kepala Harun dan diurapinyalah dia untuk menguduskannya.
13 Musa menyuruh anak-anak Harun mendekat, lalu dikenakannyalah kemeja kepada mereka, diikatkannya ikat pinggang dan dililitkannya destar, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.
14 Disuruhnyalah membawa lembu jantan korban penghapus dosa, lalu Harun dan anak-anaknya meletakkan tangannya ke atas kepala lembu jantan korban penghapus dosa itu.
15 Lembu itu disembelih, lalu Musa mengambil darahnya, kemudian dengan jarinya dibubuhnyalah darah itu pada tanduk-tanduk mezbah sekelilingnya, dan dengan demikian disucikannyalah mezbah itu dari dosa; darah selebihnya dituangkannya pada bagian bawah mezbah. Dengan demikian dikuduskannya mezbah itu dan diadakannya pendamaian baginya.
16 Diambillah segala lemak yang melekat pada isi perut, umbai hati, kedua buah pinggang serta lemaknya, lalu Musa membakarnya di atas mezbah.
17 Tetapi lembu jantan itu dengan kulit, daging dan kotorannya dibakarnya habis di luar perkemahan, seperti yang diperintahkan TUHAN kepada Musa.

Imamat 8 menjelaskan langkah-langkah ritual yang diperlukan untuk pengudusan imam Harun dan anaknya, di antara minyak urapan dan darah memainkan peran penting. Pertama, Imamat 8:10-13 menggambarkan Musa menggunakan minyak urapan untuk mengurapi Kemah Suci serta segala yang ada di dalamnya, mezbah dan semua bejana mezbah, dan Harun. Ayat-ayat Alkitab ini menjelaskan penggunaan urapan seperti itu adalah untuk menguduskan benda-benda dan orang, menandakan bahwa tabernakel, bejana dan Harun sudah tidak lagi milik duniawi, telah masuk ke dalam ranah ilahi milik Allah (itu adalah definisi suci), karena telah memasuki ranah ilahi Allah, maka harus sepenuhnya dipisahkan dari hal-hal dan ruang duniawi. Oleh karena itu, tampaknya ada dimensi elektif (dimensi pemilihan), di antara banyak hal-hal dan orang-orang di dunia ini ada yang dipisahkan sepenuhnya menjadi milik Allah, dengan demikian, penggunaan minyak urapan melambangkan pengudusan dan pemilihan.

Kedua, ayat 14 sampai 15 menjelaskan fungsi darah: menyucikan. Beberapa peneliti karena itu percaya bahwa darah adalah semacam detergen pembersih dalam ritual mencuci bersih semua kecemaran yang mengotori benda-benda kudus, dan ayat 14-15 terutama adalah penyucian dan pengudusan mezbah, ini adalah mezbah korban bakaran. Para ahli berpendapat itu adalah lambang tempat terhubung ke surga, karena korban bakaran adalah persembahan korban yang membubung ke atas, melambangkan korban yang dipersembahkan mencapai surga, karena surga adalah ranah kudus, mezbah yang menghubungkan ke surgawi juga harus disucikan untuk memastikan keterhubungan dunia dan surga, jika tidak, maka tidak akan bisa melewati garis batas dunia dan surga.

Dengan demikian dapat dilihat, minyak urapan berperan dalam pengudusan, dan darah berperan dalam penyucian, suci adalah bersih dari kekotoran, jadi prasyarat kekudusan, dan minyak urapan adalah mengubah keadaan suci ditransformasikan menjadi ranah ilahi Allah, artinya memasuki ranah kudus.

Dengan demikian, muncul pertanyaan, mengapa Imamat 8:11 terlebih dahulu menjelaskan pengudusan, baru setelah itu Imamat 8:14-5 menjelaskan penyucian? Mengapa tidak disucikan dahulu barulah pengudusan? Banyak peneliti menjelaskannya memakai teori kritik sumber, bahwa penulis Imamat menambahkan ayat 14-15 kemudian, tetapi saya percaya bahwa Imamat 8:14-15 adalah sebuah ritual pengorbanan untuk mendirikan sebuah model, untuk menunjukkan bahwa korban bakaran di masa depan juga harus dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang disebutkan dalam 8:14-17, bukan untuk menjelaskan hubungan urutan antara penyucian dan pengudusan.

Darah yang dijelaskan dalam Imamat 8:14-15 juga melambangkan serta menunjuk ke depan kepada darah Kristus, menyucikan tempat kudus Allah bagi kita, membersihkan hidup kita, kecemaran dosa kita telah memutuskan hubungan kita dengan Allah, tetapi darah Kristus adalah membangun persekutuan kita dengan Allah, menghilangkan kotoran kenajisan yang disebabkan oleh dosa.

Renungkan:
Apakah Anda menghargai penyucian yang telah dilakukan Kristus bagi Anda, ataukah kita menyalahgunakan kasih karunia anugerah Allah?


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.