Imamat 5:5-6

Mengakui dosa yang telah diperbuatnya

Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Im. 5:5-6 [ITB])
5 Jadi apabila ia bersalah dalam salah satu perkara itu, haruslah ia mengakui dosa yang telah diperbuatnya itu,
6 dan haruslah ia mempersembahkan kepada TUHAN sebagai tebusan salah karena dosa itu seekor betina dari domba atau kambing, menjadi korban penghapus dosa.
Dengan demikian imam mengadakan pendamaian bagi orang itu karena dosanya.

Tata cara ritual korban bisa memiliki suatu krisis, yaitu orang yang mempersembahkan korban sepertinya dapat berulang kali melakukan ritual persembahan korban untuk menyelesaikan dosa-dosanya tanpa perlu pertobatan dari dalam hati. Krisis yang hanya mengandalkan prosedur ritual tanpa pertobatan berpeluang memunculkan berbagai ketidaksesuaian antara penampilan luar dengan dalam diri (kemunafikan). Orang-orang ini hanya memiliki penampilan kesalehan jubah luar, hanya penampilan kehidupan ritual, tetapi tidak ada dasar kesalehan yang sejati, dan ada ketegangan antara penampilan luar saya dengan saya yang di dalam.

Namun, di dalam tata cara ritual tradisi imamat terdapat sebuah prosedur untuk mencegah penyalahgunaan ritual pengorbanan, Im. 5:0-6 dengan jelas mencatatkan bahwa orang ini harus mengakui dosa yang telah diperbuatnya. Menurut beberapa peneliti menunjukkan bahwa dalam tradisi imamat korban penghapus dosa dan korban penebus salah / tebusan salah hanya dapat menangani dosa pelanggaran yang tidak disengaja, dan dosa pelanggaran yang tidak disengaja ini dapat mencemari tempat kudus, perlu dilaksanakan tata cara penggunaan darah korban untuk menyucikan tempat kudus, tetapi dosa yang disengaja tidak dapat ditangani melalui korban penghapus dosa dan korban penebus salah / tebusan salah, lalu bagaimana menyucikan kecemaran yang diakibatkan oleh dosa kejahatan yang sengaja dibuat?

Para peneliti berpendapat, pengakuan atas dosa yang telah diperbuatnya adalah titik penting. Dalam tradisi imamat, pengakuan atas dosa yang telah diperbuatnya dapat mengubah dosa yang disengaja menjadi dosa yang tidak disengaja, sehingga korban penghapus dosa dapat menyucikan tempat kudus bagi orang ini, maka pengakuan atas dosa yang telah diperbuatnya adalah prasyarat atas penyucian, sehingga orang ini juga diampuni. Kita harus memahami bahwa pengakuan bukan sekadar suatu prosedur ritual pengorbanan, namun sikap dasar terhadap dosa dari dalam hati, dan sikap hati ini yang menjadi suatu syarat bagi seseorang untuk diampuni. Ini bukan suatu kewajiban bahwa Allah harus mengampuni dosa-dosa manusia, dosa diampuni sepenuhnya adalah hanya karena anugerah saja, tetapi mengaku bersalah atas dosa yang telah diperbuatnya untuk mencegah orang memandang bahwa ini adalah pengampunan murah, karena ini pertobatan harus membayar harga, mengaku bersalah atas dosa yang telah diperbuatnya harus dengan kesungguhan hati dan keseriusan.

Mengaku dosa yang telah diperbuatnya adalah tindakan mengenal diri. Orang yang mengaku atas kesalahannya tidak akan melemparkan kesalahan atau menyalahkan orang lain, tetapi dengan terus terang mengakui kesalahan diri sendiri. Orang ini tidak akan mencari-cari alasan bagi dosa-dosanya, mengakui bahwa dia sendiri (bukan orang lain) yang telah mencemari tempat kudus, dan menyatakan kekurangan diri sendiri, ini sebenarnya adalah sebuah proses transformasi batin, yang telah menjadi kesempatan pertobatan dalam ritual pengorbanan, menolak untuk menjadikan persembahan korban sekadar upacara dan prosedur, tetapi penekanan pada pertobatan dan pertanggungjawaban! Ketika seseorang selesai mempersembahkan korban penghapus dosanya, dia berdiri di titik awal pertobatan, berjuang berjalan di jalan pengudusan, dan mengingat bahwa dia adalah orang yang telah diampuni.

Renungkan:
Amsal 28:13 Siapa menyembunyikan pelanggarannya tidak akan beruntung, tetapi siapa mengakuinya dan meninggalkannya akan disayangi, yang mengaku dosa diri akan menerima belas kasihan, dan imam akan menyatakan bahwa ia menerima pendamaian bagi dirinya karena dosanya. Sering kali kita menempatkan dosa di tempat yang gelap dan sengaja mencegah orang untuk melihatnya. Tetapi dosa akan menjadi lebih gelap di tempat yang gelap, dan kekuatan dosa akan meningkat. Sebaliknya, kita harus menempatkan dosa di bawah terang dengan pengakuan, akibatnya, kuasa dosa melemah dalam terang dan menjadi kemungkinan pertobatan. Marilah kita dengan tulus mengakui dosa-dosa kita!


Renungan pemahaman Kitab Imamat

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Imamat 1-16 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko Ming-him (高銘謙) dipublikasi pada bulan Februari 2016 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.