「Menjadi Orang yang Teguh」
Ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Sendiri.)
(Ef. 6:10-24 [ITB])
10 Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya. 11 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat bertahan melawan tipu muslihat Iblis; 12 karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara.
13 Sebab itu ambillah seluruh perlengkapan senjata Allah, supaya kamu dapat mengadakan perlawanan pada hari yang jahat itu dan tetap berdiri, sesudah kamu menyelesaikan segala sesuatu. 14 Jadi berdirilah tegap, berikatpinggangkan kebenaran dan berbajuzirahkan keadilan, 15 kakimu berkasutkan kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera; 16 dalam segala keadaan pergunakanlah perisai iman, sebab dengan perisai itu kamu akan dapat memadamkan semua panah api dari si jahat, 17 dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah, 18 dalam segala doa dan permohonan. Berdoalah setiap waktu di dalam Roh dan berjaga-jagalah di dalam doamu itu dengan permohonan yang tak putus-putusnya untuk segala orang Kudus, 19 juga untuk aku, supaya kepadaku, jika aku membuka mulutku, dikaruniakan perkataan yang benar, agar dengan keberanian aku memberitakan rahasia Injil, 20 yang kulayani sebagai utusan yang dipenjarakan. Berdoalah supaya dengan keberanian aku menyatakannya, sebagaimana seharusnya aku berbicara.
21 Supaya kamu juga mengetahui keadaan dan hal ihwalku, maka Tikhikus, saudara kita yang kekasih dan pelayan yang setia di dalam Tuhan, akan memberitahukan semuanya kepada kamu. 22 Dengan maksud inilah ia kusuruh kepadamu, yaitu supaya kamu tahu hal ihwal kami dan supaya ia menghibur hatimu. 23 Damai sejahtera dan kasih dengan iman dari Allah, Bapa dan dari Tuhan Yesus Kristus menyertai sekalian saudara. 24 Kasih karunia menyertai semua orang, yang mengasihi Tuhan kita Yesus Kristus dengan kasih yang tidak binasa.
Kita tidak bermaksud menjelaskan bagian berkat dan salam di ayat 21 – 24, meskipun terdapat beberapa topik berharga untuk dibahas. Silahkan membaca keempat ayat tersebut.
Efesus 3:14-21 (3) telah berbicara tentang subjek 「Teguh dan Hati Kasih」 memiliki beberapa bagian diulang dalam bagian akhir tulisan Paulus ini yang merupakan fokus perikop hari ini, yakni 「menjadi orang yang teguh.」
Di Ef. 6:10 Paulus mengatakan: 「Akhirnya, hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.」 Kata 「akhirnya」 dalam CUVT diterjemahkan bahwa Paulus mengatakan 「kata-kata terakhir.」 「Terakhir」 tidak berarti bahwa itu adalah kata-kata yang belum pernah disebutkan sebelumnya dan disimpan sampai bagian terakhir, tetapi dia berpikir bahwa ini adalah bagian yang paling penting, jadi harus diulangi lagi sebelum mengakhiri tulisannya. Di Ef. 3:14-16 yang merupakan paragraf terakhir dari doktrin yang ia bicarakan, ia telah membuat seruan yang sama, dan dengan kaya emosi dia berkata 「14 Itulah sebabnya aku sujud kepada Bapa, … supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu」
Ia di Ef. 3:16 memohon kepada Bapa untuk membuat kita kuat melalui Roh Kudus; Ef. 6:10 dikatakan bahwa kita harus menjadi kuat dengan mengandalkan Tuhan Kristus. Kita melihat di antaranya Allah Tri-Tunggal Maha Esa yakni Bapa, Anak, Roh Kudus. Doa Paulus adalah agar orang percaya Efesus dapat menjadi kuat dengan bantuan Allah.
Kita hendaknya menjadi orang yang kuat, hanya orang-orang kuat yang dapat mewujudkan misi Injil, hidup membawakan kesaksian Injil.
Orang modern lemah dalam tekad adalah fakta yang tak terbantahkan. Masyarakat Hong Kong ini lebih dari 10 tahun berada dalam suasana yang sangat rendah, orang sepanjang hari menghela nafas, mengeluh; atau penuh permusuhan, di mana-mana mencari kambing hitam. Beberapa tidak bisa berpikiran terbuka, lebih memilih mati untuk menghindari kesulitan, angka-angka bunuh diri sangat tinggi. Banyak komentator sosial telah menunjukkan bahwa situasi sekarang bukan yang paling sulit, setidaknya jauh lebih baik daripada tahun 50, 60, tidak terlalu buruk jika dibandingkan dengan daerah sekitar. Namun, setelah puluhan tahun masa tenang, orang-orang Hong Kong telah sangat berkurang kemampuannya untuk menahan stres kesulitan, emosi mereka telah sepenuhnya dikontrol oleh lingkungan eksternal, mereka belum mampu membuat ruang bagi pikiran mereka untuk menghadapi kesulitan.
Masalah lemahnya tekad tidak terkecuali juga terdapat diantara orang Kristen. Pada kenyataan, budaya gereja berubah sesuai dengan tren zaman, makin lama makin sensual dan berorientasi pasar, memperhatikan tanggapan emosional langsung dari penonton, tidak lagi memandang penting pertukaran yang mendalam atas pikiran. Meletakkan iman Kristen berdasarkan perasaan emosional, mentransmisikan iman melalui perasaan, perasaan dianggap inti pesan beritanya, orang percaya berjalan mengikuti perasaan. Orang Kristen menjadi terbiasa membuktikan iman dengan perasaan dan pengalaman, jika ada perasaan maka itu dianggap kebenaran, jika tidak ada perasaan, walaupun itu benar maka dianggap tidak relevan, setidaknya aku tidak merasakan, maka kebenaran itu bukan urusan saya. (Iman yang mengandalkan emosional perasaan adalah labil, jika secara sensual saya merasa senang maka saya taat, jika perasaan saya tidak senang maka saya tidak taat kepada Allah, perasaan tidak membuat iman yang tahan banting segala kondisi)
Saya tidak bermaksud meremehkan nilai dari perasaan, atau mempertentangkan antara perasaan dan tekad, tapi jika ada tidak ada pengetahuan yang kuat dan didukung keinginan tekad yang kuat, hanya mengandalkan perasaan kuat saja tidak akan dapat tidak bertahan lama. Jika kita mengharapkan suatu iman yang kuat, iman yang dapat menanggung kehidupan kita dan membantu kita melalui naik turunnya hari-hari kehidupan, kita harus memiliki tiga kombinasi: pengetahuan, perasaan, tekad, yakni dibangun di atas dasar pengetahuan dan tekad yang kuat.
Menjadi seorang yang kuat kokoh, melatih tekad yang kuat dapat membantu kita lebih efektif menaati Allah. Makin memiliki tekad yang kuat, makin lebih bisa taat kepada Allah, ini adalah sebuah paradoks.
Menurut akal sehat, kita selalu berpikir bahwa ketaatan adalah melepaskan tekad keinginan pribadi; seorang yang tidak begitu kuat tekadnya akan lebih cenderung untuk menyerah dan taat kepada Allah, dan seorang yang kuat tekadnya akan melawan Allah. Tetapi kebenaran adalah sebaliknya: hanya mereka yang kuat tekadnya yang dapat meletakkan tekad mereka secara total dan menaati Allah. Seorang yang lemah tekadnya, tidak akan mampu sungguh-sungguh taat kepada Tuhan.
Mengapa ada kondisi yang kontradiksi ini? Alasannya sangat sederhana, tindakan meletakkan melepaskan tekad keinginan, itu sendiri akan memerlukan kemauan yang kuat, orang yang tidak kuat tekadnya tidaklah dapat memenuhi tuntutan ketaatan. Hambatan terbesar dari ketaatan bukanlah tekad keinginan individu, tetapi tubuh dan perasaan. 「Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah, karena ia tidak takluk kepada hukum Allah; hal ini memang tidak mungkin baginya」 (Rom. 8:7) Hanya individu yang kuat tekadnya barulah mampu mengatasi tubuh daging. Pertama-tama ketaatan dari tekad pribadi, dan kemudian memiliki tekad yang lebih besar. 「Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya …」 (1 Kor. 9:27)
Pasukan militer adalah demikian keadaannya: fokus pelatihan militer adalah untuk menempa mereka memiliki tekad yang kuat, tahan banting, tidak takut kesulitan, tidak takut bahaya; tetapi tentara sangat memandang penting ketaatan, perintah atasan militer dijunjung setinggi gunung, harus ditaati, ada tidak ada ruang untuk membantah. Hal yang sama juga bagi pasukan rohani, Paulus memerintahkan orang percaya untuk memakai senjata militer yang diberikan Allah, menjadi prajurit gagah yang setia, meminta mereka untuk bergantung kekuatan Tuhan 「hendaklah kamu kuat di dalam Tuhan, di dalam kekuatan kuasa-Nya.」
Kiranya kita bisa menjadi orang yang teguh dalam zaman ini, mempertahankan iman kita, mewujudkan panggilan kita, dan menjadi pasukan elit rohani dari Allah.
Renungkan:
1. Apakah Anda berpikir tekad Anda sudah cukup? Anda bisa menahan hati Anda dan mewujudkan kebenaran yang kita terima ke dalam praktek hidup? Bagian mana dalam hidup Anda yang merupakan tempat yang paling rentan?
2. Pikirkan tentang Surat Efesus yang telah kita baca bulan ini, apa yang Anda dapatkan terbesar? Perubahan apa yang Anda perkirakan setelah memahami Firman Tuhan?
Daftar renungan pemahaman Surat Efesus (silahkan klik untuk membuka)
Daftar renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (silahkan klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat Efesus ditulis oleh 梁家麟 (Liáng Jiā Lín) yang dipublikasi pada bulan Agustus 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Sendiri.