「Ingatan yang dahulu, iman kelak」
Oleh Dr. John Chan Wai-on
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yohanes 2:22 [ITB])
22 Kemudian, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, barulah teringat oleh murid-murid-Nya bahwa hal itu telah dikatakan-Nya, dan merekapun percayalah akan Kitab Suci dan akan perkataan yang telah diucapkan Yesus
Ini adalah kalimat yang ditambahkan oleh narator Injil Yohanes — sebagai saksi Yesus di masa lalu, kata-kata narator masuk ke dalam catatan peristiwa tersebut untuk melengkapi hubungan dirinya dengan Yesus Kristus. Sebenarnya, 「membersihkan Bait Suci」 adalah peristiwa membekas yang diingat-ingat narator Injil Yohanes. 「Ingatan yang membekas」 selalu menjadi tema penting dalam Injil Yohanes. Ternyata kehidupan Yesus Kristus selalu menjadi ingatan yang membekas para murid-Nya setelah kematian-Nya. Sebagai contoh, perikop lainnya yang serupa dicatat dalam 12:16 「Mula-mula murid-murid Yesus tidak mengerti akan hal itu, tetapi sesudah Yesus dimuliakan, teringatlah mereka, bahwa nas itu mengenai Dia, dan bahwa mereka telah melakukannya juga untuk Dia.」 Injil Yohanes sering kali diselingi dengan ingatan yang membekas sang narator. Oleh karena itu, kita memahami kata-kata dalam ayat ini: 「Jadi setelah Dia bangkit dari antara orang mati, para murid ingat bahwa Dia pernah mengatakan tentang hal ini, dan mereka percaya pada Kitab Suci dan apa yang Yesus katakan.」
Ternyata iman para murid di kemudian hari didasarkan pada ingatan mereka akan masa lalu tentang Yesus. Faktanya, para murid tidak mengerti apa yang Yesus maksud dengan 「mendirikan Bait Suci dalam tiga hari」. Di masa depan kelak mereka hanya bisa mengingat peristiwa masa lalu ini dan menjadi iman mereka di masa depan. Hubungan iman ini antara 「masa lalu — masa depan」 adalah fokus perenungan kita hari ini. Kadang-kadang, kita mungkin tidak dapat memahami tindakan Tuhan saat ini, atau bahkan tidak memahami bahwa itu adalah 「tindakan Tuhan.」 Namun, ada hal-hal yang tampaknya biasa-biasa saja, jika kita perhatikan dengan saksama, kelak akan menjadi titik tolak iman kita di masa depan. Di sini, 「iman kepercayaan para murid」 didasarkan pada ingatan masa lalu. Ini berarti bahwa iman bukan hanya 「… segala sesuatu yang tidak kita lihat」 (Ibrani 11:1), iman juga bisa merupakan perpanjangan dari pengalaman dan ingatan masa lalu. Apa yang tidak dipahami hari ini bisa menjadi dasar iman masa depan. Oleh karena itu, secara umum, sekalipun tidak dipahami saat ini, tetap bermakna karena itu adalah fondasi iman kita masa depan.
Renungkan:
Mungkin hari ini Anda memiliki kebingungan tentang Tuhan, tetapi jangan kecil hati, itu akan terakumulasi menjadi ingatan yang membekas menjadi iman Anda kepada Tuhan di masa depan. Sebaliknya, Anda yang hari ini, cobalah untuk mengingat kembali pengalaman masa lalu Anda dengan Tuhan, itu mungkin menjadi titik memulai iman Anda hari ini.
Renungan pemahaman Injil Yohanes
Renungan pemahaman Injil Yohanes 2:1-3:15
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Yohanes 2:1-3:15 ditulis oleh Chén Wéi Ān (陳韋安) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.