Tag Archives: Eklesiologi

1 Kor. 3:10-11

Yesus adalah satu-satunya dasar Gereja!

Oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪)
Alliance Bible Seminary H.K.

(1 Kor. 3:10-11 [ITB])
10 Sesuai dengan kasih karunia Allah, yang dianugerahkan kepadaku, aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap telah meletakkan dasar, dan orang lain membangun terus di atasnya. Tetapi tiap-tiap orang harus memperhatikan, bagaimana ia harus membangun di atasnya.
11 Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus.

Membaca ayat-ayat suci hari ini, di hati saya meluap sebuah pujian yang sangat saya cintai 《Satu-satunya dasar Gereja》(The Church’s One Foundation; 1866) . Pujian itu mengatakan: Satu-satunya dasar Gereja adalah Tuhan Yesus Kristus, Gereja adalah ciptaan baru Tuhan, lahir dari air dan Firman, Tuhan datang dari surga untuk mencari Gereja, menjadi pengantin suci Tuhan, rela menumpahkan darah-Nya sendiri dan mengorbankan nyawa-Nya menebus Gereja. Bait ketiga dari pujian itu sering membuat hati saya terasa sakit: Gereja telah melalui kesulitan besar, dunia telah menertawakan memfitnahnya, perselisihan internal membelah tubuh Gereja, dilukai bidat dan kemurtadan, dan orang-orang kudus saling bertanya, berapa lama malam hari? Tangisan segera akan berlalu menjadi nyanyi pujian, dalam sekejap melihat cahaya pagi.Saya berpikir tentang Samuel J. Stone penulis pujian ini mungkin mampu untuk memahami kesedihan hati Paulus, ketika gereja telah mengalami banyak kegagalan, krisis dan kehancuran, kita harus memimpin orang-orang kembali kepada Kristus! Hanya ketika Gereja tegak meninggikan Kristus, barulah kita dapat memiliki dasar untuk persatuan.

1 Kor. 3:10, untuk menggambarkan pelayanannya maka Paulus memakai kata ahli bangunan (architekton) sering diterjemahkan sebagai masterbuilder dalam versi bahasa Inggris, yang berarti kepala tukang (seperti dalam ITL), atau tukang utama; kata ini adalah kombinasi dari dua kata Yunani, yaitu pemimpin, yang pertama (arche; chief, first) dan tukang (tekton; builder, carpenter). Menariknya, pada zaman Yesus dan Paulus, tukang kayu dan tukang pembangun tidak memiliki pembagian kerja yang jelas. Oleh karena itu, Alkitab menggunakan kata tekton untuk menggambarkan pekerjaan Yesus. Oleh karena itu, kita juga dapat mengatakan: Yesus tukang kayu adalah anak tukang kayu. (Mat. 13:55; Markus 6:3), Yesus adalah tukang kayu, maka Paulus juga merasa terhormat dan menyebut diri tukang, dan di gereja Korintus sebagai kepala tukang.

Di lokasi pembangunan, tanggung jawab kepala tukang adalah meletakkan dasar fondasi. Paulus lebih lanjut berkata: aku sebagai seorang ahli bangunan yang cakap (wise chief-builder)! Kecakapan Paulus bukanlah seberapa bagus keterampilannya, tetapi bahwa ia tahu dasar apa yang harus ditegakkan sebagai fondasi gereja! Dia pertama kali pergi ke Korintus untuk membuka dan mendirikan gereja, oleh karena itu, gambaran Paulus atas dirinya sebagai kepala tukang / ahli bangunan sangat tepat, tetapi yang paling dia suka adalah bahwa dia pertama-tama menegakkan Kristus sebagai fondasi gereja! Di gereja Korintus, Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar yang diletakkan Paulus! Rekan kerja lainnya hanya dapat terus membangun di atas fondasi ini! Gereja Allah hanya dapat memiliki satu fondasi, yaitu Kristus, dan tidak dapat meletakkan fondasi lain! Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar adalah inti teologi gereja sepanjang zaman!

Beberapa konsili awal dari gereja mula-mula adalah mendeskripsikan identitas Kristus! Kristus sama dan sederajat dengan Bapa, esensi yang sama dengan Bapa, dan Allah sejati yang keluar dari Allah yang sejati, inilah yang diajarkan Pengakuan Iman Nicea; Kristus adalah inkarnasi yang sempurna dari Firman Allah yang menjelma menjadi manusia, memiliki keilahian yang sempurna dan kemanusiaan yang sempurna, ini adalah ajaran Kredo Kalsedon. Demikian 「Yesus kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, Yang dikandung daripada Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, Yang menderita dibawah pemerintahan Pontius pilatus, disalibkan, mati dan dikuburkan, turun kedalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke sorga, duduk disebelah kanan Allah, Bapa yang mahakuasa. Dan akan datang dari sana untuk menghakimi orang yang hidup dan mati」 seperti yang dideskripsikan dalam Pengakuan iman rasuli dari Gereja yang kudus dan am. Organisasi (tidak dapat disebut gereja) yang terpisah dari keyakinan inti ini, menyimpang sangat serius dari kebenaran Kristus, kita menyebutnya bidat! Satu-satunya yang dapat menjadi fondasi gereja Allah adalah Tuhan Yesus Kristus.

Ketika Arianisme melanda gereja, gereja bersatu mengadakan Konsili Nicea (325 M) sebagai apologetika atas keilahian Kristus yang sempurna! Ketika para pemimpin bidat menyangkal bahwa Yesus adalah Firman yang benar-benar dan sepenuhnya berinkarnasi menjadi manusia, gereja bersatu mengadakan Konsili Chalcedon (451 M) untuk menjunjung tinggi inkarnasi Kristus dan sifat ganda Kristus sebagai Allah dan manusia. Dalam menghadapi serangan Samuel J. Stone di tahun 1866 menulis pujian 《Satu-satunya dasar Gereja》. Dalam menghadapi gejolak di gereja Galatia, maka Paulus menuliskan surat yang pertama, Surat Galatia (menurut teori Galatia Selatan). Paulus mengatakan dengan keras: sekalipun kami atau seorang malaikat dari sorga yang memberitakan kepada kamu suatu injil yang berbeda dengan Injil yang telah kami beritakan kepadamu, terkutuklah dia (Gal. 1:8).

Menghadapi masalah dan perpecahan di gereja Korintus, Paulus mengingatkan mereka: Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar gereja! Hanya gereja yang meninggikan Kristus adalah gereja dengan Injil yang sejati, dan satu-satunya Gereja yang dapat menyatukan orang untuk memasyhurkan Injil! Hanya memiliki Kristus, baru bisa ada kesatuan. Samuel J. Stone menulis dengan baik: walau Gereja dipanggil dari berbagai bangsa-bangsa, tetapi orang percaya menjadi satu tubuh, sama-sama memiliki bukti keselamatan yang sama, satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, bersama hormat satu nama kudus yang sama, menikmati satu-satunya makanan surgawi, sama-sama memiliki harapan tunggal yang sama, sama-sama mendapatkan kasih anugerah tidak terbatas. Mereka yang meremehkan Kristus, memutarbalikkan kebenaran Alkitab, dan menyangkal bahwa Kristus adalah Allah, satu-satunya jalan, kebenaran, dan hidup, harus sepenuhnya kita tolak! Gereja Tuhan harus ingat: Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar gereja!

Renungkan:
Sepanjang zaman kekuatan gelap ingin mendistorsi dan menyelewengkan kebenaran tentang identitas Kristus! Hendaklah kita gereja mengingat dengan teguh bahwa Yesus Kristus adalah satu-satunya dasar gereja, kita perlu sungguh-sungguh mengenal Kristus! Sudahkah Anda mempelajari ajaran Kristus secara mendalam? Jika Anda seorang gembala, apakah Anda sepenuhnya mengajarkan kebenaran tentang Kristus?
Perhatikan dan waspada ajaran sesat yang berbeda, terutama yang dekat dengan pemikiran Kristen. Bagaimana ajaran mereka tentang Kristus berbeda dari kita? Hendaklah kita ingat, menjunjung tinggi kebenaran Tritunggal, dua kodrat Kristus yakni sepenuhnya Allah dan juga sepenuhnya manusia, dan Kristus adalah satu-satunya jalan menuju keselamatan adalah kebenaran inti dari Gereja! Apakah Anda benar-benar memahami kebenaran ini?


Renungan pemahaman Surat 1 Korintus

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Surat 1 Korintus 1-4 ditulis oleh Rev. Dr. Kiven Choy (蔡少琪) yang dipublikasi pada bulan Juli 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Kolose 1:13-20 (3)

「Hal yang digenapi Allah melalui Kristus ( 3 )」

Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Surat Kolose ditulis oleh 李文耀 (Lǐ Wén Yào)  yang dipublikasi pada bulan Agustus 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Kolose 1:13-20 [ITB])
13Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; 14 di dalam Dia kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa.
15 Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, 16 karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.
17 Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia.
18 Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu.
19 Karena seluruh kepenuhan Allah berkenan diam di dalam Dia,
20 dan oleh Dialah Ia memperdamaikan segala sesuatu dengan diri-Nya, baik yang ada di bumi, maupun yang ada di sorga, sesudah Ia mengadakan pendamaian oleh darah salib Kristus.

Hari ini kita akan melanjutkan bagian akhir mazmur pujian. Bagian depan pujian (Kol. 1:15-18) menunjukkan relasi Anak kekasih Allah dengan alam semesta. Semua yang ada adalah diciptakan 「di dalam Dia」 (in him), 「oleh Dia」 (by him) dan 「bagi Dia」 (for him). Dengan demikian, Yesus Kristus merupakan tujuan, alasan, dan fondasi dari keberadaan dan kelanjutan keberadaan alam semesta serta segala isinya. Hanya selama Yesus Kristus tetap mengasihi alam semesta dan segala isinya, segala ciptaan memiliki alasan untuk tetap eksis. Darimana dapat melihat bahwa Yesus Kristus tetap mengasihi segala ciptaan? Jawabannya ada dalam bagian akhir pujian ini.

Kol. 1:18a menunjukkan Anak kekasih Allah juga adalah 「kepala dari tubuh」 (the head of the body), tubuh ini adalah 「tubuh dari Gereja」 (the body of the church). Dengan kata lain, Anak kekasih Allah adalah kepala dari Gereja. Mengapa tidak disebut secara langsung bahwa 「Dia juga adalah kepala dari Gereja」? Sangat mungkin karena ingin menyesuaikan dengan format paralel dari puisi. Kol. 1:16 menunjukkan 「Dia adalah gambar dari Allah dari yang tidak kelihatan」 (terjemahan langsung dari bahasa Yunani: “He is the image of God of the invisible“), secara struktur frasa kata adalah tepat simetris dengan Kol. 1:18 「Dia adalah kepala dari tubuh dari Gereja」 (terjemahan langsung dari bahasa Yunani: “He is the head of the body of the church“). Melalui dua frasa yang simetris ini, kita dapat melihat peran Yesus Kristus sebagai mediator: melalui Dia, Allah, segala ciptaan, dan Gereja diikat dengan erat.

Mazmur pujian ini  menggunakan 「kepala dan tubuh 」 untuk membandingkan relasi Kristus dan Gereja. Di dalam suratnya Paulus, 「kepala 」 artinya kelimpahan, ini menunjuk 「sumber 」 (source), 「kuasa 」 (authority) atau 「paling utama 」 (foremost) dsb. Jika dilihat dari teks yang mengikuti mazmur pujian ini, di sini kata  「kepala 」 jelas ingin menonjolkan keutamaan daripada Yesus Kristus. Anak kekasih Allah adalah yang awal (the beginning), adalah pribadi yang paling pertama bangkit dari antara orang mati (the firstborn), kedudukan-Nya adalah yang paling utama dan pertama di antara segala yang ada (first place). Memakai bahasa perkataan kita 「Anak kekasih Allah mendahului kita di depan. 」 Apapun yang Ia alami, kita juga akan mengikuti Dia mengalami yang sama, tepat seperti tubuh beraktifitas sesuai pikiran dari kepala.

Kol. 1:19-20 menjelaskan mengapa Anak kekasih Allah adalah kepala Gereja, semuanya adalah karena sukacita Allah Bapa (God’s pleasure), tidak ada lainnya. Allah Bapa dengan senang hati bahwa segala kepenuhan kelimpahan ada di dalam Anak kekasih Allah, dan juga dengan senang hati melalui Dia (through him) membuat segala ciptaan didamaikan dengan diri-Nya (reconcile). Pemulihan ini dirampungkan melalui darah Anak kekasih Allah yang mengalir di atas salib. Pemulihan relasi Allah dan segala ciptaan bermula pada diri Yesus Kristus, kemudian pemulihan ini terjadi pada Gereja. Apakah Gereja itu? Jika dilihat dari mazmur pujian ini saja, kita dapat melihat bahwa Gereja adalah dimulainya, realisasi dan bukti pendamaian Allah dengan segala ciptaan.

Walaupun dunia rusak, gelap, namun 「di dalam Anak kekasih Allah 」 ditemukan dasar fondasi dan alasan kelanjutan keberadaan (eksistensi) segala yang ada,  karena manusia dan Allah 「telah melalui Yesus Kristus 」 diperdamaikan. Keberadaan dan munculnya komunitas Gereja di dunia adalah bukti yang paling baik.  Komunitas Gereja adalah tanda bahwa segala yang ada akan mendapatkan kedamaian yang ultimat (paling akhir) kelak (sign of the ultimate peace in the future). Anak kekasih Allah tidak hanya menciptakan segala yang ada, tetapi juga mengasihinya. Allah Bapa tiada henti melalui Anak kekasih memanggil dan mengumpulkan orang ke dalam Gereja, karena Ia dengan senang hati melihat dunia menikmati kedamaian yang sesungguhnya di dalam Kristus. Keberadaan Gereja membangkitkan pengharapan manusia di dunia atas kedamaian, dan memberikan bukti nyata kepada manusia. Segala yang ada dapat tetap eksis (berada) karena keberadaan Gereja.

Renungkan: Allah Bapa memindahkan kita masuk ke dalam Kerajaan Anak kekasih Allah, dan Kerajaan ini membuat petanda bahwa Allah menciptakan kedamaian. Gereja adalah manifestasi dan bukti Kerajaan Damai di dunia. Jika di dalam Gereja tidak ada kedamaian, maka dunia akan benar-benar sama sekali gelap. Namun, Allah Bapa tidak ingin melihat panorama yang demikian. Allah Bapa demi karena diri-Nya sendiri Ia menciptakan dan memelihara kedamaian. Darah Yesus Kristus yang mengalir di atas salib adalah bukti nyata kerelaan hati Allah.