Ester 6:1-5

「Meneliti Sejarah Semalaman Tanpa Tidur」

Ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Untuk Kalangan Kristen.)

(Est. 6:1-5 [ITB])
1 Pada malam itu juga raja tidak dapat tidur. Maka bertitahlah baginda membawa kitab pencatatan sejarah, lalu dibacakan di hadapan raja. 2 Dan di situ didapati suatu catatan tentang Mordekhai, yang pernah memberitahukan bahwa Bigtan dan Teresh, dua orang sida-sida raja yang termasuk golongan penjaga pintu, telah berikhtiar membunuh raja Ahasyweros. 3 Maka bertanyalah raja: 「Kehormatan dan kebesaran apakah yang dianugerahkan kepada Mordekhai oleh sebab perkara itu?」 Jawab para biduanda raja yang bertugas pada baginda: 「Kepadanya tidak dianugerahkan suatu apapun.」 4 Maka bertanyalah raja: 「Siapakah itu yang ada di pelataran?」 Pada waktu itu Haman baru datang di pelataran luar istana raja untuk memberitahukan kepada baginda, bahwa ia hendak menyulakan Mordekhai pada tiang yang sudah didirikannya untuk dia. 5 Lalu jawab para biduanda raja kepada baginda: 「Itulah Haman, ia berdiri di pelataran.」 Maka titah raja: 「Suruhlah dia masuk.」

Raja Ahasyweros ada satu malam sulit tidur, hal kecil seperti itu tampaknya tidak berbahaya, namun berubah menjadi titik balik dalam seluruh cerita, sehingga nasib orang Yahudi terbalik. Hal yang tampaknya tidak signifikan ini terjadi antara perjamuan pertama (Est. 5:1-8) dan perjamuan kedua (Est. 7:1-9) yang Ester adakan bagi raja dan Haman, dan juga dituliskan di antara banyaknya perjamuan yang tercatat dalam kitab Ester, pengaturan penulis kitab ini adalah tepat untuk membuat pembaca menyadari: hal-hal penting akan bersambungan terjadi dalam runtutan malam-malam tanpa tidur ini.

Dalam hari-hari raja yang harus sering khawatir tentang urusan negara, insomnia mungkin juga merupakan hal yang biasa. Namun, ada peristiwa-peristiwa yang beruntun terjadi setelah raja kesulitan tidur, sungguh begitu banyak kebetulan yang tidak biasa, yang membuat orang sulit untuk percaya bahwa semua ini terjadi tanpa sengaja. Serangkaian kebetulan, pada kenyataannya adalah Tuhan yang ada di balik, yang memegang kuasa atas segala sesuatu, tepat seperti perkataan seorang sarjana: 「kebetulan hanya merupakan cara Tuhan untuk tetap anonim.」 Penulis kitab Amsal berkata 「Hati raja seperti batang air (sungai) di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini」 (Amsal 21:1). Mari kita lihat ada berapa banyak kebetulan yang terjadi.

Frasa 「raja tidak dapat tidur」 (Est. 6:1a) dapat diterjemahkan literal 「tidur raja sudah terbang pergi」; beberapa terjemahan dengan tepat dan jelas menunjukkan bahwa raja tidak dapat untuk tidur merupakan tindakan Allah. Raja tidak bisa tidur, dia masih bisa membalikkan tubuh mengubah posisi yang nyaman di tempat tidur, mencoba sekuat tenaga untuk tidur, tapi ia justru bangun. Di dalam istana seharusnya ada banyak hiburan atau cara untuk memecahkan masalah insomnia, misal para selir diperintahkan untuk bernyanyi dan menari, bermain catur dengan para pegawai atau berkeliling di taman istana untuk menenangkan emosi tegang. Tetapi raja memerintahkan para pelayannya untuk membaca buku sejarah kepadanya. Apakah raja ingin menggunakan cara membaca sejarah yang membosankan dan kusam untuk menghipnotis dirinya agar bisa tidur? Juga, ada begitu banyak hal yang terjadi dalam negara, tetapi pelayannya justru membacakan catatan peristiwa sekitar empat atau lima tahun yang lalu tentang konspirasi pembunuhan raja yang digagalkan (bandingkan Est. 2:16; 3:7). Bagaimana ini bisa merupakan suatu kebetulan?

Sudah merupakan kebiasaan para raja Persia dalam memperlakukan para pejabat yang berjasa adalah harus segera dan dengan cepat memberikan penghargaan. Oleh karena itu, pertanyaan Ahasyweros kepada pelayannya apakah penghargaan sudah diberikan kepada Mordekhai, sebenarnya dapat dikatakan sebagai pertanyaan yang berlebihan, bahkan tidak masuk akal. Namun, karena pertanyaan raja, barulah ditemukan bahwa jasa Mordekhai belum diberikan penghargaan oleh raja, situasi ini memang merugikan wibawa dan reputasi raja. Kebetulan di saat ini, ada seorang lain yang sulit tidur, di hari sebelum fajar menyingsing sudah bergegas datang untuk bertemu raja Ahasyweros. Orang ini adalah Haman yang sudah tidak sabar hendak memberikan hukuman mati kepada Mordekhai seorang yang pernah berjasa menyelamatkan raja. Pertemuan mereka di istana, merupakan kisah titik pembalikan nasib berdua Haman dan Mordekhai.

Kita bisa belajar setidaknya dua pelajaran ketika kita melihat serangkaian hal-hal yang terjadi setelah raja Ahasyweros sulit tidur. Pertama, Allah mampu bekerja melalui mujizat supranatural, seperti penyeberangan laut merah, memberi manna dan memisahkan sungai Yordan, dan Ia juga sering menggunakan metode yang lebih sederhana yakni bertindak melalui serangkaian hal-hal sepele sehari-hari, yang tampaknya tidak signifikan. Oleh karena itu, kita perlu mengembangkan kemampuan untuk merefleksikan peristiwa-peristiwa kehidupan sehari-hari dan untuk meneliti pekerjaan Tuhan. Kedua, Tuhan memiliki waktu untuk karya-Nya. Mordekhai tidak segera mendapatkan penghargaan dari raja, juga terdapat kehendak Tuhan, agar pada waktu yang tepat baru dilaksanakan. Jadwal Allah tidak sama dengan apa yang kita pikirkan, tetapi Ia tidak akan salah waktu dan tidak akan merusak urusan. Kita harus yakin bahwa penundaan Tuhan bukan merupakan negasi terhadap diri kita; Mordekhai tertunda empat tahun baru mendapatkan imbalan penghargaan, benar-benar merupakan pengaturan hikmat Tuhan.

Renungkan:
Mari kita tidak merendahkan setiap hal kecil yang terjadi dalam hidup, percaya bahwa segala sesuatu ada pekerjaan Tuhan di dalamnya. Mohon Tuhan untuk memberikan kita melihat hikmat untuk melihat apa yang Allah telah lakukan dalam diri kita, dan memohon Tuhan memberikan kita kesabaran, percaya bahwa Dia melakukan hal yang paling benar pada waktu yang tepat, meskipun kita tidak berpikir begitu.


Daftar renungan pemahaman Kitab Ester (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ester ditulis oleh Penulis: 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Sendiri.