Category Archives: Lent Devotional 2020

13 Maret JUMAT MINGGU KEDUA PRAPASKAH. Firman Allah Menguji Dia

Oleh
Bishop Emeritus Dr Robert Solomon
The Methodist Church in Singapore
Penerjemah: Team WMC

Mazmur 105:16-22

16    Ketika Ia mendatangkan kelaparan ke atas negeri itu,
            dan menghancurkan seluruh persediaan makanan, 
17    diutus-Nyalah seorang mendahului mereka:
            Yusuf, yang dijual menjadi budak. 
18    Mereka mengimpit kakinya dengan belenggu,
            lehernya masuk ke dalam besi, 
19    sampai saat firman-Nya sudah genap,
            dan janji TUHAN membenarkannya. 
20    Raja menyuruh melepaskannya,
            penguasa bangsa-bangsa membebaskannya. 
21    Dijadikannya dia tuan atas istananya,
            dan kuasa atas segala harta kepunyaannya, 
22    untuk memberikan petunjuk kepada para pembesarnya sekehendak hatinya
         dan mengajarkan hikmat kepada para tua-tuanya. 

Renungan

Kita tidak pernah dapat sepenuhnya menjelaskan apa yang terjadi pada kita di suatu saat tertentu. Ayub, yang dunianya aman dan bahagia runtuh dalam semalam, itu adalah salah satu yang tidak diinginkan oleh kita semua. Yusuf adalah pria lain yang dunianya hancur dalam tragedi. Apa yang menjadi pikirannya ketika dia dilemparkan oleh saudara-saudaranya ke dalam lubang, dan kemudian dibawa sebagai budak dirantai oleh pedagang yang lewat, ketika saudara-saudaranya menjualnya kepada mereka (Kejadian 37)? Apakah hatinya marah – kepada Tuhan dan kepada para saudara laki-lakinya yang tidak dapat dipercaya dan penuh kedengkian itu? Ia yang diperlakukan seperti pangeran oleh ayahnya yang menyayanginya, kini dia berada di titik terendah – seorang budak yang mungkin diperlakukan dan diberi makan seperti binatang.

Nasibnya berubah ketika ia dibeli oleh majikan yang baik, dituntut atas kejahatan yang tidak diperbuatnya. Ketika dilemparkan ke penjara, ia harus menunggu dengan sabar agar Tuhan membebaskannya. Benar-benar ujian bagi seorang pemuda (ayat 19)! Akhirnya Tuhan membenarkannya dan mengangkatnya sebagai Perdana Menteri Mesir, posisi strategis yang kemudian memungkinkan dia untuk membantu ayahnya, saudara-saudara lelaki dan keluarga mereka. Kepada saudara-saudara laki-lakinya yang gelisah saat mereka meminta bantuannya, ia memberi tahu bahwa bukan mereka tetapi Allah  yang mengirimnya ke Mesir (Kejadian 45: 7-8).

Yusuf tahu siapa yang pada akhirnya berada di belakang semua yang terjadi pada kita. Tuhan tahu apa yang Dia lakukan dan selalu memegang kendali penuh. Di tengah-tengah penderitaan yang tampaknya tidak ada artinya, kita dapat mempercayakan diri kita kepada-Nya, mengetahui bahwa Dia mengerjakan semua hal untuk kebaikan ultimat bagi kita (Rm. 8:28) dan bahwa penderitaan kita saat ini menghasilkan ketekunan, tahan uji, dan pengharapan (Rm. 5: 3-4), dan penderitaan akan menjadi tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan kita di masa depan di dalam Kristus (Rm. 8:18). Kehidupan Yusuf memproklamirkan pesan yang sangat menghibur, mengungkapkan kebijaksanaan dan cinta kasih Tuhan, terutama ketika kita menderita dalam kegelapan, ketika penjelasan tidak mudah ditemukan.

Doa

Tuhan Ayub dan Yusuf, bantu saya untuk memercayai Engkau ketika saya mengalami kemunduran dan penderitaan yang sulit diterima dan bertahan. Tolong saya untuk merasakan kehadiran-Mu di saat-saat kegelapan sehingga saya dapat menerima penghiburan dan pengharapan di dalam Kristus. Saya berdoa untuk orang lain yang juga mengalami masalah yang begitu sulit.

Tindakan

Ingatlah dalam hidup anda contoh-contoh situasi di mana tragedi dalam kegelapan menjadi kemenangan di fajar ketika Tuhan menunjukkan tangan kuasa-Nya. Ingat dan doakan mereka yang mungkin mengalami masa sulit – bagaimana anda bisa melayani mereka dengan kasih Tuhan?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

12 Maret – KAMIS MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Aku … Menyelidiki Hati

Oleh
Rev Dr M. Mani Chacko
General Secretary
The Bible Society of India
Penerjemah: Team WMC

Yeremia 17:5-10

5  Beginilah firman TUHAN:
   “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia,
       yang mengandalkan kekuatannya sendiri,
    dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!
6  Ia akan seperti semak bulus di padang belantara,
       ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik;
    ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun,
       di negeri padang asin yang tidak berpenduduk.
7  Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN,
       yang menaruh harapannya pada TUHAN!
8  Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air,
       yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air,
    dan yang tidak mengalami datangnya panas terik,
       yang daunnya tetap hijau,
    yang tidak kuatir dalam tahun kering,
       dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.
9  Betapa liciknya hati, lebih licik dari pada segala sesuatu,
       hatinya sudah membatu:
       siapakah yang dapat mengetahuinya?
10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati,
       yang menguji batin,
    untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya,
       setimpal dengan hasil perbuatannya.”

Renungan

Yeremia 17: 5-10 sama dengan dengan Mazmur 1 yang berfokus pada hikmat. Mereka yang mengandalkan manusia, bukannya kepada TUHAN (Yahweh), dikutuk karena hati mereka telah berpaling dari TUHAN. Orang-orang yang demikian seperti semak-semak di padang pasir, terputus dari hujan berkat dan menjalani kehidupan yang kering. Tetapi mereka yang percaya kepada TUHAN diberkati, mereka seperti pohon yang ditanam dekat sumber air yang stabil. Pohon-pohon itu tidak memiliki kekhawatiran ketika waktu keadaan berubah menjadi buruk, dan mereka terus menghasilkan buah bahkan di tengah panas dan kekeringan. Orang yang percaya kepada Tuhan tidak tergoncang oleh badai kehidupan dan ditopang oleh Tuhan sendiri. Kebenaran ini relevan bagi umat Allah di seluruh dunia. Yang benar-benar penting adalah kepercayaan dan keyakinan kita pada Tuhan.

Uang dan Kekuasaan tampaknya adalah dua berhala yang telah merebut gereja-gereja kita dan khususnya Pemimpinan kita. Tetapi sejarah menunjukkan bahwa cepat atau lambat, semua yang lain akan gagal. Resesi dapat mengurangi seorang jutawan menjadi miskin dalam semalam. Kekuasaan dapat hilang dalam sehari dan orang yang bergantung pada hal-hal ini tidak memiliki apa-apa. Namun, jika orang hanya percaya pada Tuhan, mereka tidak akan pernah gagal.

Yeremia menyatakan bahwa hati bersifat menipu lebih di atas segalanya, dan tidak ada yang bisa memahaminya. Kebenaran yang nyata adalah bahwa hati kita bekerja dengan cara yang bertahap, halus dan licik dengan efek moral yang sangat berbahaya, sakit tidak bisa diperbaiki dan jauh melampaui pemahaman manusia. Bagi Yeremia, hati tidak dapat disembuhkan karena di samping pengabdiannya kepada Tuhan, manusia masih memelihara dosa di dalam hatinya karena dosa itu meluap dan keluar dari kejahatan yang bertakhta di bagian terdalam dari natur manusia.

Tetapi TUHAN menjawab bahwa Ia mampu menyelidiki hati dan menilai dengan adil. Tidak ada orang lain yang dapat melakukan ini karena hanya TUHAN yang dapat mengetahui bagian yang paling dalam, melihat kepatuhan orang-orang seperti Yeremia dan ketidaktaatan orang-orang yang telah meninggalkan Tuhan. Dia sendiri yang tahu setiap perbuatan dan menghukum atau memberi hadiah yang sesuai.

Doa

Ya Tuhan, kami minta maaf karena kami sering berpaling dari jalan-Mu yang Engkau harapkan bagi kami. Daripada mempercayai-Mu dalam perjalanan hidup kami, kami telah mempercayai kekuatan, uang, dan hal-hal materi lainnya. Akibatnya, kami telah masuk ke jalan jahat yang tidak sesuai dengan kehendak-Mu. Ampuni kami, Tuhan, selidikilah hati kami dan bentuklah kembali kami seperti yang Engkau inginkan untuk kami hidupi di dunia ini. Amin.

Tindakan

Cobalah untuk melihat apa yang kita semua percayai dan andalkan di dalam uang, kekuasaan dll. melebihi percaya kepada Tuhan yang mengetahui keberadaan kita yang paling dalam. Sadarilah bahwa semua akan gagal suatu hari dan menghancurkan kita kecuali hanya kepercayaan kita kepada Tuhan, yang akan menopang kita di tengah tantangan dalam hidup. Tuhan akan membalas kita atas perbuatan baik kita dan menghukum kita karena perbuatan jahat kita. Jadi marilah kita mengandalkan Tuhan karena Tuhan menyelidiki hati kita dan hanya Tuhan yang memahami keberadaan kita yang paling dalam.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

11 Maret – RABU MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Hal ini tidak akan terjadi di antara kamu

Oleh
Rev Dr Edwin Wong
Pastor-in-Charge
Christ Methodist Church
Penerjemah: Team WMC

Matius 20:17-28

17 Ketika Yesus akan pergi ke Yerusalem, Ia memanggil kedua belas murid-Nya tersendiri dan berkata kepada mereka di tengah jalan: 18 “Sekarang kita pergi ke Yerusalem dan Anak Manusia akan diserahkan kepada imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, dan mereka akan menjatuhi Dia hukuman mati. 19 Dan mereka akan menyerahkan Dia kepada bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya Ia diolok-olokkan, disesah dan disalibkan, dan pada hari ketiga Ia akan dibangkitkan.”
20 Maka datanglah ibu anak-anak Zebedeus serta anak-anaknya itu kepada Yesus, lalu sujud di hadapan-Nya untuk meminta sesuatu kepada-Nya.
21 Kata Yesus: “Apa yang kaukehendaki?” Jawabnya: “Berilah perintah, supaya kedua anakku ini boleh duduk kelak di dalam Kerajaan-Mu, yang seorang di sebelah kanan-Mu dan yang seorang lagi di sebelah kiri-Mu.”
22 Tetapi Yesus menjawab, kata-Nya: “Kamu tidak tahu, apa yang kamu minta. Dapatkah kamu meminum cawan, yang harus Kuminum?” Kata mereka kepada-Nya: “Kami dapat.”
23 Yesus berkata kepada mereka: “Cawan-Ku memang akan kamu minum, tetapi hal duduk di sebelah kanan-Ku atau di sebelah kiri-Ku, Aku tidak berhak memberikannya. Itu akan diberikan kepada orang-orang bagi siapa Bapa-Ku telah menyediakannya.”
24 Mendengar itu marahlah kesepuluh murid yang lain kepada kedua saudara itu.
25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. 26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

Renungan

Dalam bagian ini, kita melihat contoh orang tua mengasuh anak dengan cara persaingan kompetisi yang mungkin akrab bagi sebagian dari kita. Semua orang tua menginginkan yang terbaik untuk anak-anak mereka — tetapi harga apa yang harus dibayarkan? Apakah mereka benar-benar mengerti apa artinya mengikuti Kristus? Kita melihat Yesus di sini dengan lembut menunjukkan kepada orang tua yang pengasih bahwa perjalanan-Nya bukanlah perjalanan yang glamor atau prestise. Itu adalah perjalanan hamba dan pelayanan.

“Pergi ke Yerusalem” diulangi dalam ayat 17 dan 18 karena “naik” ini lebih dari sekadar rute perjalanan yang diusulkan. Itu adalah misi menuju salib di mana Yesus akan diserahkan ke tangan orang-orang untuk diejek, dicambuk, dan akhirnya disalibkan. Sebuah perjalanan yang Yesus tahu bahwa Dia harus menderita dan mati. Sebuah perjalanan yang tidak diinginkan orang tua duniawi untuk dilalui anak-anak mereka, namun Yesus melakukannya karena itu adalah kehendak Bapa bagi seluruh umat manusia; kehendak yang digerakkan oleh kasih Allah kepada dunia (Yoh 3:16).

Cawan yang akan diminum Yesus adalah cawan murka Allah. Tidak seorang pun dari kita yang dapat minum dari cawan itu karena tidak ada yang tanpa dosa sehingga dapat memenuhi persyaratan mendasar yang diperlukan agar pertukaran ilahi terjadi.

Hari ini, kita tidak lagi harus menderita dengan cara yang sama seperti Yesus karena Dia sudah menanggung dosa kita di kayu salib. Cawan yang Yesus ajak untuk kita minum adalah cawan kasih ilahi Allah. Namun, itu tidak berarti tidak ada salib untuk kita bawa setiap hari. Perbedaannya adalah bahwa kita tidak lagi berada di bawah murka Allah. Yesus memberikan hidup-Nya sehingga dalam kemuliaan dan kuasa-Nya yang telah bangkit, kita diberdayakan untuk memikul salib, mengikuti Dia dengan cara yang benar-benar akan mengubah dunia. Ini adalah pelayanan garam dan terang dari gereja.

Pelayanan publik Yesus menarik bagi banyak orang pada zaman-Nya karena mereka melihat dan mengalami karya-karya, keajaiban, dan kuasa yang menakjubkan. Namun kita harus selalu ingat bahwa Yesus datang untuk melayani dan tidak dilayani. Karena itu, keputusan kita untuk mengikuti Kristus harus didasarkan pada pemahaman yang lebih dalam tentang denyut hati Bapa untuk semua umat manusia. Kita harus mulai melihat dengan cara yang melampaui tanda-tanda dan keajaiban glamor untuk mengetahui bahwa dengan atau tanpa tanda-tanda itu, Tuhan masih bekerja.

Doa

Bapa Surgawi, tolong bimbing kami dalam doa-doa kami dan berikan kami pemahaman yang benar tentang apa yang diperlukan untuk menjadi seperti Kristus. Berilah kami kekuatan untuk mengatasi diri ketika kami berusaha memikul salib setiap hari. Pelayanan dalam rekonsiliasi yang dimungkinkan oleh pengorbanan Yesus adalah tentang kasih dan harapan. Itu tidak pernah tentang memuliakan diri sendiri atau peninggian diri. Semoga kita dengan rendah hati tetap setia pada panggilan dan identitas kita sebagai anak-anak tercinta dari yang Maha Tinggi. Dalam nama Yesus kami berdoa, amin.

Tindakan

Selama masa Pra-Paskah, lakukan tindakan kebaikan setiap hari. Misalnya, memberi jalan kepada orang lain di jalan; berikan tempat duduk di transportasi umum; membeli makanan untuk para tunawisma; berikan waktu Anda kepada seseorang yang membutuhkan telinga untuk mendengarkan; atau menulis doa atau pesan yang membesarkan hati bagi para pemimpin gereja, pastoral atau anggota tim administrasi Anda. Kemungkinan tidak ada akhirnya, dan mereka tetap tak terhitung banyaknya kecuali kita mulai melakukan sesuatu.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

10 Maret – SELASA MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Persembahkan Syukur sebagai Korban

Oleh
Rev Dr Alby Yip
Senior Pastor
Zion Bishan Bible-Presbyterian Church
Penerjemah: Team WMC

Mazmur 50:8, 16-23

  8 Bukan karena korban sembelihanmu Aku menghukum engkau;
         bukankah korban bakaranmu tetap ada di hadapan-Ku?
16 Tetapi kepada orang fasik Allah berfirman:
         “Apakah urusanmu menyelidiki ketetapan-Ku,
         dan menyebut-nyebut perjanjian-Ku dengan mulutmu,
17 padahal engkaulah yang membenci teguran,
         dan mengesampingkan firman-Ku?
18 Jika engkau melihat pencuri, maka engkau berkawan dengan dia,
         dan bergaul dengan orang berzinah.
19 Mulutmu kaubiarkan mengucapkan yang jahat,
         dan pada lidahmu melekat tipu daya.
20 Engkau duduk, dan mengata-ngatai saudaramu,
         memfitnah anak ibumu.
21 Itulah yang engkau lakukan, tetapi Aku berdiam diri;
         engkau menyangka, bahwa Aku ini sederajat dengan engkau.
         Aku akan menghukum engkau dan membawa perkara ini ke hadapanmu.
22 Perhatikanlah ini, hai kamu yang melupakan Allah;
         supaya jangan Aku menerkam, dan tidak ada yang melepaskan.
23 Siapa yang mempersembahkan syukur sebagai korban, ia memuliakan Aku;
         siapa yang jujur jalannya,
         keselamatan yang dari Allah akan Kuperlihatkan kepadanya.”

Renungan

Ibu saya buta huruf tetapi dia mengajarkan saya salah satu pelajaran paling penting dalam hidup. Dia sering mengingatkan saya dalam bahasa Kanton, “知 恩 莫 忘 报”, yang berarti “Jangan lupa untuk membalas anugerah yang diberikan kepada Anda.” Apa yang ibu saya maksudkan, dan apa yang dia jalani, adalah bahwa rasa terima kasih dan ucapan syukur yang sejati bukanlah respons satu kali atau membayar kembali. Ini adalah untuk menjalani hubungan timbal balik seumur hidup dengan orang yang menjadi saluran perpanjangan anugerah itu.

Israel, bangsa perjanjian, diperingatkan dalam Mazmur 50 menentang penyembahan yang dangkal di permukaan saja, kemunafikan tersembunyi dan kejahatan yang terang-terangan. Persembahan bakaran dibutuhkan sebagai persiapan bagi orang-orang yang bertemu Allah (Kel. 29: 38-42). Mereka adalah korban pendamaian. Ini adalah teka-teki tingkat tertinggi jika orang mengaku disucikan di hadapan Allah namun hati dan kehidupan mereka jauh dari Allah. Adalah suatu ironi bagi seorang yang mengaku Kristen menjalani kehidupan yang tidak patuh.

Kita harus diingatkan pada periode Pra-Paskah ini bahwa Tuhan Yesus mempersembahkan diri-Nya sebagai korban yang sempurna. Kita tidak perlu lagi menawarkan korban bakaran; alih-alih, kita menawarkan diri kita sebagai korban yang hidup. Sama seperti penulis Ibrani menasihati, “betapa lebihnya darah Kristus, yang oleh Roh yang kekal telah mempersembahkan diri-Nya sendiri kepada Allah sebagai persembahan yang tak bercacat, akan menyucikan hati nurani kita dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, supaya kita dapat beribadah kepada Allah yang hidup.” (Ibr. 9:14)

Marilah kita benar-benar merespons dengan menjaga kekudusan dalam hidup sehari-hari atas kasih karunia yang telah diberikan Allah kepada kita melalui Yesus Kristus! Melalui kematian-Nya, Dia memberi kita kehidupan. Melalui hidup kita, kita membalas kematian-Nya.

Doa

Ya Tuhan, tolong aku untuk benar-benar memahami luasnya kasih-Mu kepadaku. Betapa berkuasanya kematian Kristus untuk membebaskan saya dari belenggu dosa. Roh-Mu yang penuh kuasa ada di dalam diriku untuk menjalani kehidupan ibadat dan ucapan syukur sebagai pengorbanan yang hidup.

Tindakan

Hal-hal apa saja yang mungkin menghalangi ibadat Anda kepada Allah?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

09 Maret – SENIN MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Berjalan dalam Nasihat Mereka Sendiri

Oleh
The Right Reverend Solomon Cheong (retired)
Assistant Bishop of the Diocese of Kuching
Penerjemah: Team WMC

Yeremia 7:21-34

21 Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: “Tambah sajalah korban bakaranmu kepada korban sembelihanmu dan nikmatilah dagingnya! 22 Sungguh, pada waktu Aku membawa nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir Aku tidak mengatakan atau memerintahkan kepada mereka sesuatu tentang korban bakaran dan korban sembelihan; 23 hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! 24 Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya. 25 Dari sejak waktu nenek moyangmu keluar dari tanah Mesir sampai waktu ini, Aku mengutus kepada mereka hamba-hamba-Ku, para nabi, hari demi hari, terus-menerus, 26 tetapi mereka tidak mau mendengarkan kepada-Ku dan tidak mau memberi perhatian, bahkan mereka menegarkan tengkuknya, berbuat lebih jahat dari pada nenek moyang mereka.
27 Sekalipun engkau mengatakan kepada mereka segala perkara ini, mereka tidak akan mendengarkan perkataanmu, dan sekalipun engkau berseru kepada mereka, mereka tidak akan menjawab engkau. 28 Sebab itu, katakanlah kepada mereka: Inilah bangsa yang tidak mau mendengarkan suara TUHAN, Allah mereka, dan yang tidak mau menerima penghajaran! Ketulusan mereka sudah lenyap, sudah hapus dari mulut mereka.”
29 Cukurlah rambut kepalamu dan buanglah!
        Angkatlah ratapan di atas bukit-bukit gundul,
    sebab TUHAN telah menolak
        dan membuang bangsa yang kena murka-Nya!
30 Sungguh, orang Yehuda telah melakukan apa yang jahat di mata-Ku, demikianlah firman TUHAN, telah menempatkan dewa-dewa mereka yang menjijikkan di rumah yang atasnya nama-Ku diserukan ini untuk menajiskannya. 31 Mereka telah mendirikan bukit pengorbanan yang bernama Tofet di Lembah Ben-Hinom untuk membakar anak-anaknya lelaki dan perempuan, suatu hal yang tidak pernah Kuperintahkan dan yang tidak pernah timbul dalam hati-Ku. 32 Sebab itu, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa orang tidak akan mengatakan lagi “Tofet” dan “Lembah Ben-Hinom”, melainkan “Lembah Pembunuhan”; orang akan menguburkan mayat di Tofet karena kekurangan tempat, 33 bahkan mayat bangsa ini akan menjadi makanan burung-burung di udara serta binatang-binatang di bumi dengan tidak ada yang mengganggunya. 34 Di kota-kota Yehuda serta di jalan-jalan Yerusalem akan Kuhentikan suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin laki-laki dan suara pengantin perempuan, sebab negeri itu akan menjadi tempat yang tandus.

Renungan

Setahun sekali Gereja telah menyisihkan satu periode yang disebut Masa Pra-Paskah terutama untuk umat beriman dan juga yang tidak peduli untuk menghabiskan waktu untuk “menyerahkan sesuatu” dan untuk “mengambil sesuatu ”. Kita dapat memikirkan beberapa cara kecil untuk menyerah seperti permen atau “kolo mee” atau makanan atau minuman favorit. Uang yang dihemat adalah untuk “diberikan kepada beberapa” yayasan amal atau orang yang membutuhkan. Namun, hidup lebih dari sekadar makanan dan minuman.

Seperti orang-orang di zaman Yeremia, kami berjalan masuk dan keluar dari Gereja (bagi mereka bait suci) setiap minggu. Seberapa seringkah kita mendengarkan Firman Tuhan dibaca atau diberitakan? Sudahkah kita memperhatikan perintah-Nya tentang menjalani kehidupan yang berpusat pada Allah dan hidup benar?

Kita mungkin tidak begitu drastis dalam melakukan dosa seperti merampok bank atau memiliki hubungan di luar penikahan, tetapi dosa adalah dosa tidak peduli seberapa kecil atau dalam “tingkat” besar. ”Jika kita berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan kebenaran tidak ada di dalam kita.” (1 Yoh. 1:8) Jadi, dengan memiliki sikap itu kita menipu diri sendiri. Apa yang tidak menyenangkan Tuhan adalah ketidaktaatan seseorang kepada-Nya. Pengorbanan kita tidak peduli berapa banyak kita lakukan dalam nama-Nya jika kita tidak patuh pada kehendak-Nya, itu adalah sia-sia. “Hanya yang berikut inilah yang telah Kuperintahkan kepada mereka: Dengarkanlah suara-Ku, maka Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, dan ikutilah seluruh jalan yang Kuperintahkan kepadamu, supaya kamu berbahagia! ”(Yer. 7:23)

Sangat sering kita membuat keputusan sendiri dan kesimpulan yang sesuai dengan diri kita sendiri. Pandangan dunia yang sangat populer saat ini disebut hak asasi manusia dan hak-hak saya. ”Tetapi mereka tidak mau mendengarkan dan tidak mau memberi perhatian, melainkan mereka mengikuti rancangan-rancangan dan kedegilan hatinya yang jahat, dan mereka memperlihatkan belakangnya dan bukan mukanya.” (Yer. 7.24) Ini adalah salah satu alasan yang kita berikan kepada diri kita sendiri karena tidak mengambil jalan kebenaran Allah dalam perilaku dan disiplin kita.

Doa

Roh Allah yang hidup sekali lagi curahkan kepada saya. Bantu saya untuk melihat hal-hal yang telah menarik saya menjauh dari Engkau dan menarik saya jatuh. Saya butuh bantuan-Mu dalam banyak cara untuk menyingkirkan mereka dari hidup saya. Biarkan saya mengenakan pakaian pujian (Yesaya 61:3) demi Kristus

I NEED THEE EVERY HOUR (by Fernando Ortega)
https://www.youtube.com
Lyrics

I need Thee every hour,
Most gracious Lord;
No tender voice like Thine,
Can peace afford.
I need Thee, O I need Thee,
Every hour I need Thee!
O bless me now, Savior,
I come to Thee.

I need Thee every hour,
Stay Thou near by;
Temptations lose their power,
When Thou art nigh.
I need Thee, O I need Thee;
Every hour I need Thee!

O bless me now, my Savior,
I come to Thee.

I need Thee every hour,
In joy or pain;
Come quickly and abide,
Or life is vain.
I need Thee, O I need Thee;
Every hour I need Thee!

O bless me now, my Savior,
I come to Thee.

Songwriters: D. WAGNER / R. LOWRY
I Need Thee Every Hour lyrics
© S.I.A.E. Direzione Generale, Spoone Music Corp., Agape, WORD MUSIC, LLC,
WORDSPRING MUSIC, LLC

Tindakan

1. Tanyakan kepada diri sendiri mengapa Anda tidak membuang apa yang bertentangan dengan kehendak Allah di dalam hidup Anda?

2. Apa yang Anda gunakan untuk menggantinya …?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

08 Maret – MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Dilahirkan dari Atas

Oleh
Rev Keith Lai
Presbytery Moderator
Senior Pastor, Covenant Presbyterian Church
Penerjemah: Team WMC

Yohanes 3:1-17

1 Adalah seorang Farisi yang bernama Nikodemus, seorang pemimpin agama Yahudi. 2 Ia datang pada waktu malam kepada Yesus dan berkata: “Rabi, kami tahu, bahwa Engkau datang sebagai guru yang diutus Allah; sebab tidak ada seorangpun yang dapat mengadakan tanda-tanda yang Engkau adakan itu, jika Allah tidak menyertainya.”
3 Yesus menjawab, kata-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah.”
4 Kata Nikodemus kepada-Nya: “Bagaimanakah mungkin seorang dilahirkan, kalau ia sudah tua? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya dan dilahirkan lagi?”
5 Jawab Yesus: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. 6 Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. 7 Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali. 8 Angin bertiup ke mana ia mau, dan engkau mendengar bunyinya, tetapi engkau tidak tahu dari mana ia datang atau ke mana ia pergi. Demikianlah halnya dengan tiap-tiap orang yang lahir dari Roh.”
9 Nikodemus menjawab, katanya: “Bagaimanakah mungkin hal itu terjadi?”
10 Jawab Yesus: “Engkau adalah pengajar Israel, dan engkau tidak mengerti hal-hal itu? 11
Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kami berkata-kata tentang apa yang kami ketahui dan kami bersaksi tentang apa yang kami lihat, tetapi kamu tidak menerima kesaksian kami. 12 Kamu tidak percaya, waktu Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal duniawi, bagaimana kamu akan percaya, kalau Aku berkata-kata dengan kamu tentang hal-hal sorgawi?
13 Tidak ada seorangpun yang telah naik ke sorga, selain dari pada Dia yang telah turun dari sorga, yaitu Anak Manusia. 14 Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, 15 supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal. 16 Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. 17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Renungan

Kerinduan Manusia
Hasrat untuk mengetahui kebenaran tertanam di dalam hati setiap orang. Khususnya kebenaran tentang Allah dan hubungannya dengan kita. Apakah ada Allah yang sungguh-sungguh peduli dengan kita?
Nikodemus adalah wujud dari idaman dan keinginan dari dalam ini. Namanya berarti “penakluk”. Supaya dapat datang kepada Kristus, dia harus menaklukkan banyak prasangka dan ketakutan. Prasangka atas latar belakang Kristus dan prasangka Ia kurang kredensial. Ketakutan dirinya diasosiasikan dengan Tokoh yang dipertanyakan ini yang dikenal pengajaran-Nya yang radikal dan kontroversial. Nikodemus menghadapi tekanan sosial untuk menyelaraskan diri dengan mayoritas pandangan Sanhedrin akan Kristus. Dia dapat kehilangan kedudukan dan status keagamaannya. Tetapi kerinduannya untuk mengetahui kebenaran terlalu berlimpah-limpah dan membungkam semua ketakutannya. Ketakutan apa yang anda harus taklukkan untuk datang kepada Kristus?

Inisiatif Ilahi
Yesus menjelaskan misteri Kelahiran Baru sebagai sepenuhnya pekerjaan ilahi. Roh Kudus seperti angin bertiup sebagaimana Ia pilih. Ia memiliki kehendak dan pikiran-Nya sendiri. Tidak ada seorangpun yang dapat memanipulasi atau mengontrol-Nya. Kita dapat mendengar suara-Nya, tetapi kita tidak tahu dari mana Ia datang dan kemana Ia pergi. Sehingga Ia ada di dalam hati dari mereka yang lahir dari Roh Kudus! Ini adalah sebuah parafrase dari apa yang Yesus maksudkan:
“Angin, nafas dan Roh Kudus digerakkan oleh suasana hati yang misterius dan di dalam cara yang ajaib. Ketika anda merasakan sentuhan mereka dan mendengar suara mereka anda tahu mereka itu sungguh ada, tetapi anda tidak dapat mengerti bagaimana mereka mengalir dan bergerak di atas bumi. Dalam cara yang misterius yang sama ini adalah cara setiap orang yang dilahirkan dari angin, nafas dan Roh Kudus.”

Tanggung Jawab Manusia
Jika kelahiran baru adalah pekerjaan dari Anugerah Ilahi sepenuhnya, harapan apa yang saya miliki untuk mengalaminya? Pertanyaan Nikodemus yang menyelidiki beresonansi dengan kita, “Jadi bagaimana saya dapat mengalami kelahiran baru? Bagaimana hal itu dapat terjadi kepadaku?

Dan sama seperti Musa meninggikan ular di padang gurun, demikian juga Anak Manusia harus ditinggikan, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal.

Cara untuk mengalami kelahiran baru dan memasuki Kerajaan Allah adalah melalui iman kepada Anak Manusia dan pekerjaan-Nya di atas salib yang sudah tuntas. Gambaran Musa mengangkat ular tembaga adalah menunjuk kepada Kristus yang diangkat di atas Salib. Dengan iman, pada saat kita berbalik dan percaya kepada Kristus dan kematian-Nya yang berkorban di atas Salib untuk dosa-dosaku, aku akan diberikan kehidupan yang kekal. Ini adalah satu-satunya tanggung jawab dari manusia. Bagian kita adalah untuk percaya dan hal itu adalah kepastian di dalam pekerjaan Roh Kudus yang misterius dan keselamatan.

Jadi kita tidak ditinggalkan di dalam kegelapan bila kita berbicara mengenai tanggung jawab pribadi kita. Tidak ada yang dapat berbicara kepada Allah, “Karena keselamatan seluruhnya adalah pekerjaan anugerah, dan Allah memutuskan siapa yang diselamatkan dan siapa yang dihukum, kita tidak akan disalahkan akan hasilnya!”

Kebenarannya adalah bahwa peran kita adalah jelas. Kita dapat memilih antara percaya atau menolak Kristus. Adalah pilihan kita untuk berserah kepada PERATURAN dan PEMERINTAHAN ALLAH atau terus berkelahi dengan-Nya.

Doa

Bapa Surgawi, terima kasih untuk pekerjaan anugerah yang menyelamatkan yang sungguh indah menarik diriku kepada-Mu. Aku berpaling kepada-Mu dengan sebuah iman yang sederhana dan kepercayaan seperti anak-anak, mempercayai TUHAN Yesus Kristus dan pekerjaan-Nya yang sudah tuntas di atas Salib untuk pengampunan dosa-dosaku dan memberdayakanku untuk hidup di dalam Roh-Mu. Amin

Tindakan

Praktikkan disiplin harian akan ucapan syukur yang mengingatkan kita akan inisiatif Allah dan kebutuhan saya untuk percaya kepada Kristus.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

07 Maret – SABTU MINGGU PERTAMA PRA-PASKAH. Menabur kepada Roh Kudus

Oleh
Rev. Dr. Daniel Koh Kah Soon,
Pastor, Barker Road Methodist Church,
Secretary, Methodist Welfare Services
Penerjemah: Team WMC

Galatia 6:1-18

1Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
11 Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri. 12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. 13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah. 14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. 15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. 16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.
17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.
18 Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.

Renungan

Saya mencintai surat Paulus kepada jemaat di Galatia. Saya ingat saya menghafal versi King James dari surat dari Paulus ini, tidak lama setelah saya menjadi seorang Kristen. Tentu saja, hampir setiap ayat di dalam pasal keenam dapat dikembangkan menjadi sebuah renungan yang berdiri sendiri, di mana setiap ayat menawarkan pelajaran-pelajaran yang tidak ternilai. Tetapi hal itu tidak dibutuhkan di dalam renungan yang singkat ini.

Apa yang harus saya lakukan adalah untuk melihat kepada ayat-ayat 1, 2, 3, 8 dan 9. Kelima ayat-ayat ini mengingatkan kita bahwa orang-orang Kristen adalah bagian dari sebuah komunitas iman di mana anggota-anggotanya harus dipersatukan di dalam Roh Kudus untuk menyediakan dukungan yang saling menguntungkan dan bekerja di bawah visi yang saling berbagi. Namun karena kelemahan manusiawi kita, terkadang orang-orang Kristen rontok dari persekutuan dan sedihnya lagi banyak yang akan keluar dari gereja.

Ada banyak alasan mengapa hal ini terjadi. Kelima ayat-ayat tadi menawarkan beberapa petunjuk. Salah satu alasan adalah karena “kedapatan melakukan suatu pelanggaran.” Kedapatan melakukan suatu pelanggaran adalah terjebak di dalam dosa. Kemungkinan “tertangkap” atau “terjebak” di dalam dosa menjadi lebih besar jika seorang Kristen menggoda dan bermain mata dengan dunia, mengijinkan unta yang terkenal itu untuk lebih dahulu melongokkan kepalanya di dalam tenda kita, dan sebelum anda mengetahuinya, sang unta masuk mendiami secara seluruhnya, memasukkan pengaruhnya dan pengajaran yang bertentangan dengan pengajaran-pengajaran dari Gereja. Sekali setelah sang unta memasuki tenda, akan menjadi sulit untuk mengeluarkan sang unta dari kehidupan kita.

Seorang Kristen mungkin rentan untuk terjebak oleh dosa ketika dia memiliki sebuah sikap yang buruk. Orang ini adalah seseorang yang berpikir terlalu tinggi tentang dirinya sendiri dan berasumsi bahwa ia superior jika bukan sempurna. Kebenarannya adalah ketika seseorang menaksir terlalu tinggi kemampuannya, selalu ada kemungkinan akan kejatuhan yang keras. Ini yang dilakukan oleh kesombongan. Ini yang diwanti-wanti oleh Paulus, “Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.” Di tempat lain di Amsal 16:18 telah mengingatkan kita, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”

Ayat 9 berbicara kenyataan bahwa kita – termasuk orang-orang Kristen yang saleh – juga mengalami keputusasaan dalam hidup. Terkadang keputusasaan datang dari kata-kata yang tidak ramah yang diutarakan oleh orang-orang yang kita anggap dekat dengan kita. Lebih serius lagi, keputusasaan dapat datang dari kurangnya apresiasi terhadap apa yang kita lakukan. Di saat lain hal itu dimungkinkan dengan sebuah tugas yang kita telah gagal untuk laksanakan. Di dalam masyarakat yang mengutamakan kegagalan dan dampak buruknya seperti Singapura, kekecewaan mungkin dapat dibesar-besarkan.

Kita tidak dapat menghentikan kekecewaan yang dihadapi oleh orang-orang Kristen. Bagi mereka yang telah menemui keputusasaan atau yang menjadi target dipermalukan, adalah mudah untuk menderita di dalam kesunyian atau berjalan menghindar daripada melakukan perbuatan baik yang mana mereka seharusnya lakukan. Dalam reaksi yang ekstrim, seseorang bahkan dapat meninggalkan iman Kristennya.

Dari apa yang sudah kita diskusikan, selalu akan ada orang-orang Kristen yang akan meninggalkan gereja karena mereka tertangkap di dalam dosa. Mereka mungkin jatuh karena kesombongan atau mereka mungkin menyingkir dalam berpartisipasi di dalam pelayanan di gereja karena pengalaman buruk dan kekecewaan.

Obat bagi orang-orang Kristen yang sudah jatuh di dalam dosa adalah bagi mereka yang secara spiritual lebih dewasa untuk menjangkau mereka yang terjatuh di dalam kerendahan hati, mencari di dalam semangat kelemahlembutan untuk memulihkan iman mereka, dan menerima keputusan untuk menanggung beban satu sama lain. Melakukan hal ini adalah sebuah ekspresi dari kasih kekristenan kita. Ia adalah pemenuhan hukum Kristus yang adalah perintah baru yang Yesus berikan kepada para murid-Nya, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)

Penawar supaya tidak kecewa adalah untuk mengambil pandangan yang lebih panjang tentang hidup dan pelayanan. Dalam jangka panjang, bahkan jika tidak ada yang menghargai apa yang kita lakukan; bahkan jika tidak banyak orang yang mendukung pekerjaan yang dipercayakan Allah kepada kita; bahkan jika ada orang-orang yang akan mengejek kita karena pekerjaan baik yang kita lakukan, teguhkanlah hati. Apapun yang kita lakukan, ketika kita mendasarkan dan dibimbing oleh Roh Kudus, kita akan menuai panen, jika kita tidak menyerah.

Doa

“Ampuni kami, oh Tuhan, jika kami telah berpikir terlalu tinggi tentang diri kami. Ajarkan kami kerendahan hati di dalam perjalanan kekristenan kami, selalu bersedia dan siap untuk menjangkau mereka yang telah jatuh ke pinggir dan menyemangati mereka untuk kembali kepada persekutuan gereja di dalam semangat kelemahlembutan. Jika di sisi lain kami telah putus asa dikarenakan kelemahan dan kegagalan manusiawi kami, tolonglah kami untuk melihat ke atas kepadamu untuk semangat dan ketekunan ketika mengerjakan pekerjaan baik yang dibimbing oleh Roh Kudus sehingga Nama-Mu akan dimuliakan. Amen.”

Tindakan

Perhatikan sekeliling di gereja anda. Dapatkan anda mengidentifikasi seseorang yang anda kenal yang sudah tidak datang ke gereja untuk beberapa saat? Apakah ada yang tahu bagaimana keadaan dari anggota yang tidak hadir ini? Apakah ia telah keluar dari gereja seutuhnya? Mengapa tidak menelpon sahabat ini, mengunjunginya dan memberikan semangat bagi kawan tersebut untuk kembali ke gereja. Ketika anda melakukan hal ini, anda mengambil langkah untuk mempraktikkan sebuah gereja di mana anggota-anggotanya memperhatikan dan saling mendukung, sebagaimana diajarkan oleh Paulus.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

06 Maret – JUMAT MINGGU PERTAMA PRA-PASKAH. Dia akan Menebus Israel

Oleh
Rev Henry Hong
Associate Pastor Glory Presbyterian Church
Penerjemah: Team WMC

Mazmur 130:1-8

1 Nyanyian ziarah.
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2 Tuhan, dengarkanlah suaraku!
        Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian
        kepada suara permohonanku.
3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan,
        Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan,
        supaya Engkau ditakuti orang.
5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti,
        dan aku mengharapkan firman-Nya.
6 Jiwaku mengharapkan Tuhan
        lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi,
        lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel!
        Sebab pada TUHAN ada kasih setia,
        dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
8 Dialah yang akan membebaskan Israel
        dari segala kesalahannya.

Renungan
Meskipun Mazmur ini adalah ratapan pribadi memohon belas kasih Allah dalam pertobatan, ia memiliki pelajaran-pelajaran yang indah tentang menantikan Allah.

Matthew Henry yang saleh mengatakan bahwa, “Pria-pria terbaik mungkin kadang-kadang berada di lembah yang dalam, dalam persoalan dan penderitaan yang hebat, dan sunguh-sungguh tidak tahu apa yang diperbuat, di kedalaman stres dan hampir di kedalaman keputusasaan, semangat yang rendah dan gelap, tenggelam dan terkulai, terlempar dan gelisah.”

Lalu apa yang kita lakukan?
Kita mulai dengan merendahkan diri kita di hadapan keadilan Allah karena kita bersalah di hadapannya, tanpa mengasihani diri sendiri akan situasi-situasi kita ataupun pembenaran diri akan pelanggaran-pelanggaran kita (ayat 3).
Kita dengan sederhana dan dengan terbuka melemparkan diri kita ke dalam rahmat pengampunan dari Allah dengan mempercayai pengampunan-Nya (ayat 4).
Kita terus mempercayai Allah dan menantikan-Nya, “lebih dari para pengawal mengharapkan pagi.” (ayat 5-6).

Di sini kita bisa mempelajari sebuah pelajaran dari pertumbuhan pohon bambu China. Mereka menanam benihnya; mereka mengairi dan memupukinya, tetapi tahun pertama tidak ada yang terjadi. Tahun kedua mereka mengairi dan memupukinya, dan masih tidak ada yang terjadi. Tahun ketiga dan keempat mereka mengairi dan memupukinya, dan tidak ada yang terjadi. Tahun kelima mereka mengairi dan memupukinya, dan terkadang di perjalanan pada tahun kelima, pada sebuah periode kurang lebih enam minggu, pohon bambu China tumbuh kira-kira sembilan kaki (± 275 cm).

Pertanyaannya adalah, apakah pohon itu bertumbuh sembilan kaki di dalam enam minggu atau lima tahun? Jawaban yang jelas adalah bahwa pohon itu bertumbuh enam kaki dalam lima tahun, karena jika mereka tidak mengaplikasikan air dan pupuk setiap tahun maka tidak mungkin pernah ada pohon bambu China.

5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti,
dan aku mengharapkan firman-Nya.

Sebab pada TUHAN ada kasih setia,
dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. (ayat 5 & 7).

Doa
Tuhan ketika aku dalam masalah atau penderitaan, berikanlah padaku kesabaran untuk menanti. Berikanlah padaku kesabaran untuk melewati gelapnya malam. Tinggallah bersamaku hingga fajar tiba. Amen.

Tindakan
ABCD: Akuilah Allah seturut dengan Firman-Nya; Benar-benar percaya bahwa Yesus telah lahir dan mengampuni dosa-dosa kita sebagaimana kita Cukup mengakui dosa-dosa kita tanpa alasan dan Dorong iman kita, dengan bantuan Roh Kudus ke arah janji-janji dari Firman-Nya.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

05 Maret – KAMIS MINGGU PERTAMA PRA-PASKAH. Jika Aku Terpaksa Mati, Biarlah Aku Mati.

Oleh
Pastor Lawrence T Y Chua
Senior Pastor Living Sanctuary Brethren Church
Penerjemah: Team WMC

Ester 4:1-5, 12-17

1 Setelah Mordekhai mengetahui segala yang terjadi itu, ia mengoyakkan pakaiannya, lalu memakai kain kabung dan abu, kemudian keluar berjalan di tengah-tengah kota, sambil melolong-lolong dengan nyaring dan pedih. 2 Dengan demikian datanglah ia sampai ke depan pintu gerbang istana raja, karena seorangpun tidak boleh masuk pintu gerbang istana raja dengan berpakaian kain kabung. 3 Di tiap-tiap daerah, ke mana titah dan undang-undang raja telah sampai, ada perkabungan yang besar di antara orang Yahudi disertai puasa dan ratap tangis; oleh banyak orang dibentangkan kain kabung dengan abu sebagai lapik tidurnya.
4 Ketika dayang-dayang dan sida-sida Ester memberitahukan hal itu kepadanya, maka sangatlah risau hati sang ratu, lalu dikirimkannyalah pakaian, supaya dipakaikan kepada Mordekhai dan supaya ditanggalkan kain kabungnya dari padanya, tetapi tidak diterimanya. 5 Maka Ester memanggil Hatah, salah seorang sida-sida raja yang ditetapkan baginda melayani dia, lalu memberi perintah kepadanya menanyakan Mordekhai untuk mengetahui apa artinya dan apa sebabnya hal itu.
12 Ketika disampaikan orang perkataan Ester itu kepada Mordekhai, 13 maka Mordekhai menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Ester: “Jangan kira, karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput dari antara semua orang Yahudi. 14 Sebab sekalipun engkau pada saat ini berdiam diri saja, bagi orang Yahudi akan timbul juga pertolongan dan kelepasan dari pihak lain, dan engkau dengan kaum keluargamu akan binasa. Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu.”
15 Maka Ester menyuruh menyampaikan jawab ini kepada Mordekhai: 16 “Pergilah, kumpulkanlah semua orang Yahudi yang terdapat di Susan dan berpuasalah untuk aku; janganlah makan dan janganlah minum tiga hari lamanya, baik waktu malam, baik waktu siang. Aku serta dayang-dayangkupun akan berpuasa demikian, dan kemudian aku akan masuk menghadap raja, sungguhpun berlawanan dengan undang-undang; kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.”
17 Maka pergilah Mordekhai dan diperbuatnyalah tepat seperti yang dipesankan Ester kepadanya.

Renungan
Taruhannya sangat tinggi. Bangsa Yahudi sedang menghadapi pembinasaan yang segera akan terjadi. Waktu sudah menipis. Raja Ahasyweros adalah satu-satunya yang dapat membalikkan keadaan. Hanya Ester yang memiliki akses kepada raja, menjadi penengah bagi keselamatan. Mordekhai bersyafaat dan memerintahkan Ester untuk bertindak. Ester mengambil resiko mengorbankan nyawanya dan bertindak sebagai mediator antara raja dan rakyat.

Kita diingatkan akan Yesus yang adalah sang mediator satu-satunya antara Allah dan manusia (1 Timotius 2:5). Kita diingatkan akan Yesus, Dia yang mati, dibangkitkan dan yang berada di tangan kanan Allah, yang tentunya berdoa syafaat untuk kita (Roma 8:34).

Manusia tanpa Kristus sedang menghadapi kematian kekal. Kristus telah membalikkan kematian abadi dengan harapan akan hidup yang kekal sebagai hasil dari pertobatan dan iman. Waktu adalah terbatas bagi manusia untuk bertobat dan percaya. Kita dipanggil untuk mewakili Yesus sebagai “mediator dan pendoa syafaat”. Kita menunjukkan Yesus kepada orang-orang bahwa Ia adalah Jalan, Kebenaran dan Hidup. Ini adalah tugas yang sulit. Sangatlah mudah untuk berjalan meninggalkannya dan membalikkan punggung kita terhadap mereka yang binasa tanpa Yesus.

Yesus sang pimpinan mediator dan pendoa syafaat memerintahkan kita, untuk pergi dan memberitakan kepada mereka yang akan binasa. Ester ditakdirkan menjadi mediator untuk menyelamatkan bangsa Yahudi. Dia berbicara kepada kita tentang takdir kita sebagai duta besar Kristus, hasil praktis dari peran kita sebagai mediator dan pendoa syafaat. Allah sedang mengajukan bandingnya melalui kita. Kita memohon kepada orang-orang atas nama Kristus, didamaikan kepada Allah. Kita menghadapi banyak tantangan di dalam membagikan injil. Jalan terbaik untuk menghadapinya adalah dengan memiliki pola pikir tertentu yang dapat dijelaskan dalam kata-kata berikut ini: “kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” Bersiaplah untuk memberikan nyawamu bagi Kristus misalnya menyerahkan kepentingan pribadi. Sebagai murid Kristus, sangkallah dirimu, pikul salibmu setiap hari dan ikutlah Yesus.

Doa
Aku bersyukur untuk tempat menyenangkan yang aku miliki di Singapura dibandingkan dengan tempat-tempat lain di dunia yang sangat kekurangan. Aku mengakui bahwa aku terpesona dan hanya memberikan sedikit perhatian kepada orang-orang yang sedang binasa. Aku bertobat. Aku tahu bahwa aku diberkati untuk menjadi berkat. Aku diselamatkan untuk berbagi keselamatan. Engkau memerintahkan aku untuk memberitakan injil. Aku harus. Bantu aku untuk menyangkal diriku sendiri, memikul salib dan mengikut engkau. Jika aku terpaksa mati, biarlah aku mati.

Tindakan

Keluarlah dari kebiasaan anda hari ini, bagikan injil kepada seseorang. Terimalah ketidaknyamanan. Korbankanlah waktu anda. Sisihkanlah sesuatu yang mungkin akan menguntungkan anda dan jangkaulah untuk memberkati orang lain.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

04 Maret – RABU MINGGU PERTAMA PRA-PASKAH. Berpaling dari Jalan Mereka yang Jahat

Oleh
Dr Philip Satterthwaite
Lecturer in OT and Biblical Interpretation
Biblical Graduate School of Theology
Penerjemah: Team WMC

Yunus 3:1-10

1 Datanglah firman TUHAN kepada Yunus untuk kedua kalinya, demikian: 2 “Bangunlah, pergilah ke Niniwe, kota yang besar itu, dan sampaikanlah kepadanya seruan yang Kufirmankan kepadamu.”
3 Bersiaplah Yunus, lalu pergi ke Niniwe, sesuai dengan firman Allah. Niniwe adalah sebuah kota yang mengagumkan besarnya, tiga hari perjalanan luasnya. 4 Mulailah Yunus masuk ke dalam kota itu sehari perjalanan jauhnya, lalu berseru: “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan.”
5 Orang Niniwe percaya kepada Allah, lalu mereka mengumumkan puasa dan mereka, baik orang dewasa maupun anak-anak, mengenakan kain kabung. 6 Setelah sampai kabar itu kepada raja kota Niniwe, turunlah ia dari singgasananya, ditanggalkannya jubahnya, diselubungkannya kain kabung, lalu duduklah ia di abu.
7 Lalu atas perintah raja dan para pembesarnya orang memaklumkan dan mengatakan di Niniwe demikian: “Manusia dan ternak, lembu sapi dan kambing domba tidak boleh makan apa-apa, tidak boleh makan rumput dan tidak boleh minum air. 8 Haruslah semuanya, manusia dan ternak, berselubung kain kabung dan berseru dengan keras kepada Allah serta haruslah masing-masing berbalik dari tingkah lakunya yang jahat dan dari kekerasan yang dilakukannya. 9 Siapa tahu, mungkin Allah akan berbalik dan menyesal serta berpaling dari murka-Nya yang bernyala-nyala itu, sehingga kita tidak binasa.”
10 Ketika Allah melihat perbuatan mereka itu, yakni bagaimana mereka berbalik dari tingkah lakunya yang jahat, maka menyesallah Allah karena malapetaka yang telah dirancangkan-Nya terhadap mereka, dan Iapun tidak jadi melakukannya.

Renungan

Yunus adalah nabi paling sukses yang pernah ada! Dia menyatakan satu pesan singkat “Empat puluh hari lagi, maka Niniwe akan ditunggangbalikkan” dan rakyat Niniwe percaya apa yang ia katakan. Terlebih lagi, sang raja menyatakan sebuah puasa massal, mendesak seluruh warga untuk mencari Allah dengan penuh penyesalan. Bahkan hewan sekalipun mengenakan pakaian kabung! Bangsa Niniwe berpaling dari perilaku mereka yang jahat. Allah memperhatikan pertobatan mereka dan penghakiman yang diancamkan tidak terjadi. Jika saja bangsa Israel mendengarkan nabi Allah dengan cara yang sama, dan bukannya malah mengacuhkan atau tidak mempercayai kata-kata mereka! Yunus adalah seorang nabi yang sukses secara spektakuler.

Tetapi anda harus membaca keseluruhan sisa kitab Yunus untuk mengerti teks hari ini. Yunus membenci fakta akan keberhasilannya. Warga Niniwe adalah bangsa Asyur, musuh Israel yang paling mematikan. Yunus tidak pernah menginginkan Niniwe untuk mengalami anugerah Allah (4:2). Dia melarikan diri ketika panggilan Allah pertama kali menghampirinya (1:1-3), dan Allah harus mengirimkan sebuah badai lalu seekor ikan untuk membawanya kembali (1:4, 17; 2:10). Dia hanya melaksanakan panggilan Allah ketika ia melihat bahwa tidak tersedia lagi alternatif (3:1-3). Yunus adalah seorang nabi yang sukses, tetapi pada saat yang sama juga adalah seorang yang paling enggan dan penuh kemarahan!
Bahkan ketika bangsa Niniwe telah bertobat, Yunus berkemah dekat kota (4:5), sepertinya berharap bahwa Allah masih akan menjalankan ancaman penghakiman. Catatannya berakhir dengan Allah mengonfrontasi Yunus (4:9-11): siapa engkau, Yunus, yang memutuskan siapa yang harus Aku ampuni? Jika Aku memilih untuk menunjukkan belas kasihan bahkan kepada musuh-musuh Israel, pantaskah engkau menghalangi? Di akhir kitab, seluruh rakyat Niniwe bertobat, tetapi masih tersisa satu pria yang harus meninggalkan sikap kekerasan hatinya dan berpaling dari jalannya yang jahat. Ironisnya, orang itu adalah nabi Yunus sendiri.

Doa
Tuhan, ampuni kami ketika kami melayani-Mu dengan enggan, hanya karena sebuah perasaan keterpaksaan, dan bukan karena kami merindukan apa yang Engkau rindukan. Di mana kami menolak kehendak-Mu dan menggerutu di dalam sikap-sikap kami terhadap mereka yang Engkau panggil untuk kami layani, di dalam belas kasih-Mu mohon sembuhkan dan transformasikan hati-hati kami. Kami memohonkannya di dalam nama Yesus. Amen.

Tindakan

Apakah ada orang atau kelompok masyarakat yang engkau sisihkan secara mental di dalam pemikiranmu tentang kerajaan Allah? Mereka yang secara pribadi anda anggap sebagai orang-orang yang tidak dapat dijangkau oleh injil, mungkin bahkan tidak pantas untuk menerima Kristus? Apa yang dapat anda ubah dari sikap anda ini? Apakah Allah memanggil anda untuk menjangkau orang-orang ini?

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)