Oleh
Rev James Nagulan
President
Emmanuel Tamil Annual Conference
Penerjemah: Team WMC
Yohanes 9:18-41
18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya 19 dan bertanya kepada mereka: “Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?”
20 Jawab orang tua itu: “Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, 21
tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.” 22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. 23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.”
24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.”
25 Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.”
26 Kata mereka kepadanya: “Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?”
27 Jawabnya: “Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?”
28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: “Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. 29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.”
30 Jawab orang itu kepada mereka: “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. 32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.”
34 Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.
35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
36 Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.” 37 Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”
38 Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.
39 Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”
40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?”
41 Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.”
Renungan
Yesus datang ke dunia sebagai Hakim yang benar tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Yesus menyatakan bahwa Dia adalah terang dunia. Terang telah datang ke dunia untuk mengekspos hal-hal kegelapan. Yohanes pasal 9 memberi kita tiga ajang pembicaraan tentang penghakiman. Pertama, para murid ingin tahu siapa penyebab kebutaan pria itu. Para murid melihat kebutaan sebagai penghakiman dari Allah atas dosa manusia. Kedua, orang-orang Farisi menghakimi Yesus karena melakukan mukjizat pada hari Sabat. Orang-orang Farisi menjatuhkan tuduhan penghakiman pada Yesus, Tuhan atas hari Sabat. Ketiga, Yesus sendiri menyatakan, “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” (Yohanes 9:39).
Alkitab berkata bahwa Yesus datang ke dunia bukan untuk menghukum dunia, tetapi agar dunia dapat diselamatkan melalui Dia. Yesus menyembuhkan orang buta agar orang-orang dapat menyaksikan kuasa Allah dan memuliakan Dia. Namun, orang-orang Farisi menghakimi dan mengutuk Yesus karena melanggar hukum Sabat. Pernyataan Yesus bahwa Ia datang untuk menghakimi membuat orang-orang Farisi tidak nyaman. Orang-orang Farisi melihat diri mereka sebagai moderator religius yang memiliki pengetahuan dan otoritas untuk menyatakan penghakiman. Maka, orang-orang Farisi mengusir Pria itu keluar dari Bait Suci.
Yesus, Hakim yang adil-benar, selalu berbelas kasih dan penyayang. Ketika para murid membahas tentang orang buta itu, Yesus melangkah maju untuk menyembuhkannya sebelum mengucapkan hukuman apa pun. Ketika orang-orang Farisi mengutuknya dan mengusirnya, Yesus pergi mencarinya. Yesus menyatakan diri kepada orang yang percaya dan menyembah Dia. Tidak demikian bagi orang Farisi karena mereka buta rohani dan tidak mau disembuhkan oleh Yesus. Ketidakpercayaan mereka membawa penghakiman atas diri mereka sendiri karena Yesus, Terang dunia menyingkap kegelapan mereka.
Doa
Ya Tuhan, sembuhkan kami dari keengganan kami untuk percaya kepada-Mu, Terang dunia – Hakim yang saleh. Ajari kami untuk berjalan dalam terang penghakiman kebenaran-Mu agar kami dapat disembuhkan, secara jasmani dan rohani.
Tindakan
Biarkan Firman Tuhan menerangi kehidupan Anda di tempat yang membutuhkan penerangan. Ambil langkah kepatuhan dan tundukkan diri Anda pada Firman Tuhan. Bagikan kuasa Allah yang menyegarkan dalam hidup Anda yang menyembuhkan Anda sebagai kesaksian kepada seseorang.
Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen
(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)