Category Archives: Lent Devotional 2020

23 Maret – SENIN MINGGU KEEMPAT PRA-PASKAH. Hakim yang Benar

Oleh
Rev James Nagulan
President
Emmanuel Tamil Annual Conference
Penerjemah: Team WMC

Yohanes 9:18-41

18 Tetapi orang-orang Yahudi itu tidak percaya, bahwa tadinya ia buta dan baru dapat melihat lagi, sampai mereka memanggil orang tuanya 19 dan bertanya kepada mereka: “Inikah anakmu, yang kamu katakan bahwa ia lahir buta? Kalau begitu bagaimanakah ia sekarang dapat melihat?”
20 Jawab orang tua itu: “Yang kami tahu ialah, bahwa dia ini anak kami dan bahwa ia lahir buta, 21
tetapi bagaimana ia sekarang dapat melihat, kami tidak tahu, dan siapa yang memelekkan matanya, kami tidak tahu juga. Tanyakanlah kepadanya sendiri, ia sudah dewasa, ia dapat berkata-kata untuk dirinya sendiri.” 22 Orang tuanya berkata demikian, karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi, sebab orang-orang Yahudi itu telah sepakat bahwa setiap orang yang mengaku Dia sebagai Mesias, akan dikucilkan. 23 Itulah sebabnya maka orang tuanya berkata: “Ia telah dewasa, tanyakanlah kepadanya sendiri.”
24 Lalu mereka memanggil sekali lagi orang yang tadinya buta itu dan berkata kepadanya: “Katakanlah kebenaran di hadapan Allah; kami tahu bahwa orang itu orang berdosa.”
25 Jawabnya: “Apakah orang itu orang berdosa, aku tidak tahu; tetapi satu hal aku tahu, yaitu bahwa aku tadinya buta, dan sekarang dapat melihat.”
26 Kata mereka kepadanya: “Apakah yang diperbuat-Nya padamu? Bagaimana Ia memelekkan matamu?”
27 Jawabnya: “Telah kukatakan kepadamu, dan kamu tidak mendengarkannya; mengapa kamu hendak mendengarkannya lagi? Barangkali kamu mau menjadi murid-Nya juga?”
28 Sambil mengejek mereka berkata kepadanya: “Engkau murid orang itu tetapi kami murid-murid Musa. 29 Kami tahu, bahwa Allah telah berfirman kepada Musa, tetapi tentang Dia itu kami tidak tahu dari mana Ia datang.”
30 Jawab orang itu kepada mereka: “Aneh juga bahwa kamu tidak tahu dari mana Ia datang, sedangkan Ia telah memelekkan mataku. 31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya. 32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta. 33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa.”
34 Jawab mereka: “Engkau ini lahir sama sekali dalam dosa dan engkau hendak mengajar kami?” Lalu mereka mengusir dia ke luar.
35 Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?”
36 Jawabnya: “Siapakah Dia, Tuhan? Supaya aku percaya kepada-Nya.” 37 Kata Yesus kepadanya: “Engkau bukan saja melihat Dia; tetapi Dia yang sedang berkata-kata dengan engkau, Dialah itu!”
38 Katanya: “Aku percaya, Tuhan!” Lalu ia sujud menyembah-Nya.
39 Kata Yesus: “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.”
40 Kata-kata itu didengar oleh beberapa orang Farisi yang berada di situ dan mereka berkata kepada-Nya: “Apakah itu berarti bahwa kami juga buta?”
41 Jawab Yesus kepada mereka: “Sekiranya kamu buta, kamu tidak berdosa, tetapi karena kamu berkata: Kami melihat, maka tetaplah dosamu.”

Renungan
Yesus datang ke dunia sebagai Hakim yang benar tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Yesus menyatakan bahwa Dia adalah terang dunia. Terang telah datang ke dunia untuk mengekspos hal-hal kegelapan. Yohanes pasal 9 memberi kita tiga ajang pembicaraan tentang penghakiman. Pertama, para murid ingin tahu siapa penyebab kebutaan pria itu. Para murid melihat kebutaan sebagai penghakiman dari Allah atas dosa manusia. Kedua, orang-orang Farisi menghakimi Yesus karena melakukan mukjizat pada hari Sabat. Orang-orang Farisi menjatuhkan tuduhan penghakiman pada Yesus, Tuhan atas hari Sabat. Ketiga, Yesus sendiri menyatakan, “Aku datang ke dalam dunia untuk menghakimi, supaya barangsiapa yang tidak melihat, dapat melihat, dan supaya barangsiapa yang dapat melihat, menjadi buta.” (Yohanes 9:39).

Alkitab berkata bahwa Yesus datang ke dunia bukan untuk menghukum dunia, tetapi agar dunia dapat diselamatkan melalui Dia. Yesus menyembuhkan orang buta agar orang-orang dapat menyaksikan kuasa Allah dan memuliakan Dia. Namun, orang-orang Farisi menghakimi dan mengutuk Yesus karena melanggar hukum Sabat. Pernyataan Yesus bahwa Ia datang untuk menghakimi membuat orang-orang Farisi tidak nyaman. Orang-orang Farisi melihat diri mereka sebagai moderator religius yang memiliki pengetahuan dan otoritas untuk menyatakan penghakiman. Maka, orang-orang Farisi mengusir Pria itu keluar dari Bait Suci.

Yesus, Hakim yang adil-benar, selalu berbelas kasih dan penyayang. Ketika para murid membahas tentang orang buta itu, Yesus melangkah maju untuk menyembuhkannya sebelum mengucapkan hukuman apa pun. Ketika orang-orang Farisi mengutuknya dan mengusirnya, Yesus pergi mencarinya. Yesus menyatakan diri kepada orang yang percaya dan menyembah Dia. Tidak demikian bagi orang Farisi karena mereka buta rohani dan tidak mau disembuhkan oleh Yesus. Ketidakpercayaan mereka membawa penghakiman atas diri mereka sendiri karena Yesus, Terang dunia menyingkap kegelapan mereka.

Doa
Ya Tuhan, sembuhkan kami dari keengganan kami untuk percaya kepada-Mu, Terang dunia – Hakim yang saleh. Ajari kami untuk berjalan dalam terang penghakiman kebenaran-Mu agar kami dapat disembuhkan, secara jasmani dan rohani.

Tindakan
Biarkan Firman Tuhan menerangi kehidupan Anda di tempat yang membutuhkan penerangan. Ambil langkah kepatuhan dan tundukkan diri Anda pada Firman Tuhan. Bagikan kuasa Allah yang menyegarkan dalam hidup Anda yang menyembuhkan Anda sebagai kesaksian kepada seseorang.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

22 Maret – MINGGU KEEMPAT PRA-PASKAH. Berjalan seperti Anak-anak Terang

Oleh
Colonel Rodney S. Walters
Territorial Commander The Salvation Army
Singapore, Malaysia, Myanmar & Thailand Territory
Penerjemah: Team WMC

Efesus 5:8-14

8 Memang dahulu kamu adalah kegelapan, tetapi sekarang kamu adalah terang di dalam Tuhan. Sebab itu hiduplah sebagai anak-anak terang, 9 karena terang hanya berbuahkan kebaikan dan keadilan dan kebenaran, 10 dan ujilah apa yang berkenan kepada Tuhan. 11 Janganlah turut mengambil bagian dalam perbuatan-perbuatan kegelapan yang tidak berbuahkan apa-apa, tetapi sebaliknya telanjangilah perbuatan-perbuatan itu. 12 Sebab menyebutkan sajapun apa yang dibuat oleh mereka di tempat-tempat yang tersembunyi telah memalukan. 13 Tetapi segala sesuatu yang sudah ditelanjangi oleh terang itu menjadi nampak, sebab semua yang nampak adalah terang. 14 Itulah sebabnya dikatakan:
“Bangunlah, hai kamu yang tidur dan bangkitlah dari antara orang mati dan Kristus akan bercahaya atas kamu.”

Renungan
Ketika bertanya kepada orang-orang yang saya temui: “Bagaimana kabarmu?” Saya sering bertemu dengan sejumlah respon yang biasa saja; “Tidak buruk!” “Lakukan yang terbaik!” “Berusaha memenuhi kebutuhan!” “Bertahan saja!”

Bisa dibilang cara memandangnya cenderung setengah gelas kosong daripada setengah gelas penuh!

Kehidupan bagi banyak orang tampaknya melelahkan, tanpa perspektif sukacita saat ini untuk waktu dekat. Kita kekurangan pengharapan untuk keluar dari mempertahankan status quo, dibandingkan dengan hidup dalam kepenuhan Tuhan!

Paulus, dalam suratnya kepada gereja di Efesus, benar-benar berusaha untuk mendorong orang-orang Kristen baru untuk bangkit dari penganiayaan pada hari itu, untuk menjadi orang-orang yang hidup dengan harapan yang sebenarnya yang diberikan Yesus kepada anak-anak-Nya.

Ketika kita telah menerima karunia keselamatan, kita hidup, bukan dalam kegelapan yang dilihat dunia sebagai hal yang normal, melainkan sebagai orang-orang yang hidup dalam harapan bersinar atas hidup kekal. Kita memiliki Roh Kudus yang hadir di dalam hidup kita untuk membimbing dan mengarahkan kita setiap hari.

Kata-kata Paulus, cukup demonstratif, “Bangun, tidurlah, dan bangkitlah dari antara orang mati, dan Kristus akan bersinar atasmu,” terdengar seruan seperti perang kepada orang-orang yang bermimpi di siang hari yang dihabiskan bersama dengan bayangan di sini dan sekarang!

Ketika saya mengemudi jarak jauh di malam hari, saya bersyukur atas lampu depan, dan jika keadaan mengizinkan, dengan lampu besar. Perbedaan antara keduanya adalah signifikan dan memberikan area visi dan kepercayaan diri yang lebih besar.

Saya diingatkan bahwa ketika saya mengambil waktu untuk membaca Firman Tuhan dan merenungkannya, maka cahaya-Nya menyinari jalan saya. Catatan Pemazmur; Mazmur 119: 105 ‘Firman-Mu adalah pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku!”

Masa Prapaskah ini memberi saya waktu untuk merenungkan dan menilai kembali ekspresi hidup saya dan cahaya yang saya miliki dalam perjalanan saya bersama Yesus!

Doa
Tuhan Allah, kadang-kadang aku terjebak dengan kemauan dan cara dunia dan lupa bahwa aku adalah anak-Mu, dan bahwa Engkau telah memberi saya harapan melebihi diriku sendiri. Tolong aku untuk sadar atas semua yang Engkau lakukan di dalam dan di sekitarku, supaya aku tidak pernah akan berakhir hanya melihat bayang-bayang, melainkan sadar akan cahaya terang-Mu yang mengubah dan menerangi jalanku. Aku berterima kasih kepada-Mu untuk mengasihiku dan mengingatkanku untuk berserah, menerima, dan mengikuti-Mu ke mana pun Engkau menuntunku. Dalam Nama-Mu yang tak tertandingi dan Suci, Yesus, aku berdoa. Amin.

Tindakan
Temukan cara untuk menyinarkan harapan ke dalam kehidupan seseorang setiap hari!
Lakukan saat teduh pagi hari ketika bangun tidur untuk merenungkan kata-kata Mazmur 118:24
“Ini adalah hari yang Tuhan buat;
aku akan bersukacita dan bergembira karenanya.”

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

21 Maret – SABTU MINGGU KETIGA PRA-PASKAH. Pembawa Berita dan Penjaga

Oleh
Rev Dr Dev Menon Pastor
Zion Bishan Bible-Presbyterian Church
Penerjemah: Team WMC

Yesaya 52:7-12

7 Betapa indahnya kelihatan dari puncak bukit-bukit
kedatangan pembawa berita,
yang mengabarkan berita damai dan memberitakan kabar baik,
yang mengabarkan berita selamat
dan berkata kepada Sion: “Allahmu itu Raja!”
8 Dengarlah suara orang-orang yang mengawal engkau:
mereka bersama-sama bersorak-sorai.
Sebab dengan mata kepala sendiri mereka melihat
bagaimana TUHAN kembali ke Sion.
9 Bergembiralah, bersorak-sorailah bersama-sama,
hai reruntuhan Yerusalem!
Sebab TUHAN telah menghibur umat-Nya,
telah menebus Yerusalem.
10 TUHAN telah menunjukkan tangan-Nya yang kudus
di depan mata semua bangsa;
maka segala ujung bumi melihat
keselamatan yang dari Allah kita.
11 Menjauhlah, menjauhlah! Keluarlah dari sana!
Janganlah engkau kena kepada yang najis!
Keluarlah dari tengah-tengahnya, sucikanlah dirimu,
hai orang-orang yang mengangkat perkakas rumah TUHAN!
12 Sungguh, kamu tidak akan buru-buru keluar
dan tidak akan lari-lari berjalan,
sebab TUHAN akan berjalan di depanmu,
dan Allah Israel akan menjadi penutup barisanmu.

Renungan
Ini adalah waktu yang menyedihkan. Yerusalem telah menjadi ‘tempat sampah.’ Semua tampak tersesat.

Seperti yang dinubuatkan Yesaya, terjadilah hal itu. Pasukan penyerang membakar kota dan membawa umat Allah ke dalam penawanan. Alasan pengasingan adalah dosa yang berulang-ulang. Tanpa pertobatan abadi selama beberapa generasi. Seluruh negeri sakit, dan hati penuh penyakit (lih. Yes 1).

Dari pasal 40, kehancuran berakhir. Perang telah berakhir …

Utusan itu berlari dari medan perang dan dia membawa kabar baik: “Damai akan datang! Kebahagiaan akan datang, Keselamatan akan datang!” Beberapa penjaga yang tersisa mengangkat hati mereka yang tertunduk dan bernyanyi karena sukacita! Kemudian umat Allah melihat Allah mereka kembali. Allah datang dari pertempuran – Raja yang siap memerintah. Allah telah menebus umat-Nya.
Setelah menyelesaikan keselamatan (dapat dibaca di pasal 53), Allah kembali untuk mengumpulkan kembali orang-orang buangan dan membawa pemulihan. Beberapa kali dalam paruh terakhir dari Yesaya, kata ‘penghiburan’ disebutkan. Allah datang dengan rendah hati, untuk merawat yang terluka kembali ke tempat yang utuh. Hamba yang menderita tidak akan mematahkan buluh yang patah terkulai, dan tidak akan memadamkan sumbu yang pudar nyalanya. Lengan-Nya datang dengan lembut untuk mengumpulkan domba yang tersesat. Semua ujung-ujung bumi akan melihat ini!
Yesaya memulai dengan panggilan untuk ‘bangkit’ (ayat1) dan ia mengakhiri dengan panggilan untuk ‘berangkat’ (ayat11). Bagi mereka yang telah mendengar kabar baik ini, ada kebutuhan untuk merespons. Ketika Rasul Paulus menerapkan ini dalam Roma 10, ada kebutuhan untuk percaya dan taat – untuk mengikuti Kristus keluar dari tawanan dosa. Harus ada gerakan pertobatan yang menyertai iman.

Doa
Bapa, terima kasih telah mengirim Yesus untuk bertarung dalam pertempuran yang tidak bisa kami menangkan. Terima kasih telah menyelamatkan kami dari belenggu dosa. Bantu kami untuk percaya pada karya keselamatan Kristus di kayu salib. Tolong kami untuk bertobat: mengikuti Dia keluar dari pembuangan, di sepanjang jalan kekudusan, menuju kota perdamaian.

Tindakan
Luangkan waktu untuk merenungkan kerusakan yang telah dilakukan dan masih dilakukan oleh dosa terhadap keberadaan dan hubungan Anda. Mintalah Tuhan untuk membebaskan Anda dari ikatan apa pun yang masih menahan Anda. Berseru kepada-Nya bahwa Anda ingin pergi keluar dari hal-hal yang seperti ini.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

20 Maret – JUMAT MINGGU KETIGA PRA-PASKAH. Engkau tidak jauh dari Kerajaan-Nya

Oleh
Elder Dr Lawrence Chia
Chairman, Evangelical Fellowship of Singapore (EFOS)
Vice-President, Fellowship of Evangelical Students (FES)
Penerjemah: Team WMC

Markus 12:28-34

28 Lalu seorang ahli Taurat, yang mendengar Yesus dan orang-orang Saduki bersoal jawab dan tahu, bahwa Yesus memberi jawab yang tepat kepada orang-orang itu, datang kepada-Nya dan bertanya: “Hukum manakah yang paling utama?” 29 Jawab Yesus: “Hukum yang terutama ialah: Dengarlah, hai orang Israel, Tuhan Allah kita, Tuhan itu esa. 30 Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu dan dengan segenap kekuatanmu. 31 Dan hukum yang kedua ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Tidak ada hukum lain yang lebih utama dari pada kedua hukum ini.” 32 Lalu kata ahli Taurat itu kepada Yesus: “Tepat sekali, Guru, benar kata-Mu itu, bahwa Dia esa, dan bahwa tidak ada yang lain kecuali Dia. 33 Memang mengasihi Dia dengan segenap hati dan dengan segenap pengertian dan dengan segenap kekuatan, dan juga mengasihi sesama manusia seperti diri sendiri adalah jauh lebih utama dari pada semua korban bakaran dan korban sembelihan.” 34 Yesus melihat, bagaimana bijaksananya jawab orang itu, dan Ia berkata kepadanya: “Engkau tidak jauh dari Kerajaan Allah!” Dan seorangpun tidak berani lagi menanyakan sesuatu kepada Yesus.

Renungan

Ketika kita berterima kasih dan memuji Tuhan atas Firman-Nya, kita bersukacita bahwa perikop hari ini melihat Tuhan Yesus Kristus menjadi pusat perhatian. Kita menemukan Yesus, Tuhan Guru, di dalam salah satu dari sesi dimana Dia sering dan tidak asing terlibat dengan orang-orang dalam dialog, diskusi atau bahkan debat. Di sini, kita memiliki dimensi tambahan, bahkan spesial. Di tengah-tengah, atau lebih mungkin, di pinggiran, kerumunan ada seorang pengamat yang menarik. Dia adalah seorang guru agama. Apa pun keadaan yang menyebabkan ia berada di sana, ia jelas mendengarkan dengan penuh perhatian dan terkesan dengan cara penanganan Kristus terhadap kerumunan banyak dan pertanyaan mereka.

Menemukan dirinya dalam situasi seperti itu, ia mungkin merasakan bahwa ia harus mengatakan sesuatu atau setidaknya mengajukan pertanyaan. Bagaimanapun, ia memiliki reputasi untuk dipertahankan sebagai guru agama dengan pengetahuan dan otoritas yang cukup besar. Berdiam saja bisa menyiratkan persetujuan – sesuatu yang tidak disetujui oleh rekannya. Bahkan jika ia tidak dapat menemukan kesalahan pada hal-hal yang dikatakan dan diajarkan Dia, itu adalah menggoda untuk mencetak poin keuntungan untuk mengajukan pertanyaan yang besar atau mengekspos pria yang telah mendapatkan popularitas dari orang-orang.

Dalam keseimbangan dan mungkin, mengesampingkan persepsi sebelumnya atau terdahulu dengan motif yang banyak dan tercampur, mendorongnya mengajukan pertanyaan penting mengenai perintah yang paling penting. Ini mungkin salah satu contoh dari minat dan integritas intelektual sejati, kelaparan dan harapan. Sementara dia telah bertanya satu perintah besar yang penting, Kristus menjawab dengan dua perintah yang komprehensif, meyakinkan dan lengkap.

Seperti tanggapannya terhadap pertanyaan yang diajukan oleh orang banyak, jawaban Kristus menarik pengakuan yang tepat. Ini bisa dilihat sebagai konfirmasi atas pikirannya, integritas intelektual yang digabungkan dengan pendekatan yang masuk akal dan terbuka daripada menemukan yang salah. Pada gilirannya, Kristus melanjutkan dengan sopan dan pribadi, secara positif dan persuasif menunjuk ke langkah berikutnya untuk memastikan tempatnya di Kerajaan.

Doa

Bapa Surgawi, kami berterima kasih dan memuji Engkau untuk Firman-MU termasuk perikop hari ini. Kami berdoa agar kami senantiasa sadar akan kehidupan, teladan, pengajaran dan perintah-perintah Engkau. Bantu kami untuk mengasihi Engkau dengan segenap diri kami dan mengasihi sesama kami seperti diri kami sendiri dan terutama mendambakan sesama kami untuk memiliki-Mu seperti dalam harapan indah yang sekarang kami buat sebagai doa kami: “Biarkan saya melihat orang banyak seperti Juruselamat saya melihat Sampai mata saya dengan air mata menjadi redup. Biarkan saya melihat dengan kasih, domba-domba pengembara-Nya Dan mengasihi mereka untuk mengasihi DIA“ Amin

Tindakan
Kita berdoa agar orang-orang Kristen mendambakan menjadi murid Kristus, yang dipenuhi dengan cinta kasih kepada Tuhan dan orang-orang di sekitarnya. Kita dapat dan harus rela dan siap melalui doa, Firman-Nya dan persekutuan, dorongan dan nasihat sesama orang percaya dan pemimpin untuk menjadi seperti itu. Melihat apa yang terjadi di tengah-tengah kita dan di sekitar kawasan ini, jika bukan dunia itu sendiri, kita melihat sekilas apa yang banyak orang yakini sebagai ambang kebangkitan, jika bukan akhir zaman itu sendiri. Bahkan Perayaan Harapan kita baru-baru ini menandakan dan mengisyaratkan awal dari Panen yang luar biasa. Itu berfungsi untuk membuat kita bersemangat untuk menjadi bagian dari kehendak-Nya, untuk memastikan semakin banyak orang terhindar dari hukuman dan kuasa dosa dan diri untuk menikmati penebusan dan keselamatan-Nya yang berharga.

Banyak orang dewasa ini, seperti guru agama dan banyak yang kita baca tentang keinginan, dan tentu saja layak, untuk mendengar dengan jelas dan otoritatif pengajaran Kristus, di mana pertanyaan dan kecemasan mereka ditangani dengan memadai, dan kebutuhan mereka terpenuhi.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

19 Maret – KAMIS MINGGU KETIGA PRA-PASKAH. Lakukanlah, supaya kamu hidup

Oleh
Rev Dr William Wan, JP., PHD.
General Secretary
Singapore Kindness Movement
Penerjemah: Team WMC

Ulangan 4:1, 5-9

1 Maka sekarang, hai orang Israel, dengarlah ketetapan dan peraturan yang kuajarkan kepadamu untuk dilakukan, supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allah nenek moyangmu.
5 Ingatlah, aku telah mengajarkan ketetapan dan peraturan kepadamu, seperti yang diperintahkan kepadaku oleh TUHAN, Allahku, supaya kamu melakukan yang demikian di dalam negeri, yang akan kamu masuki untuk mendudukinya. 6 Lakukanlah itu dengan setia, sebab itulah yang akan menjadi kebijaksanaanmu dan akal budimu di mata bangsa-bangsa yang pada waktu mendengar segala ketetapan ini akan berkata: Memang bangsa yang besar ini adalah umat yang bijaksana dan berakal budi. 7 Sebab bangsa besar manakah yang mempunyai allah yang demikian dekat kepadanya seperti TUHAN, Allah kita, setiap kali kita memanggil kepada-Nya? 8 Dan bangsa besar manakah yang mempunyai ketetapan dan peraturan demikian adil seperti seluruh hukum ini, yang kubentangkan kepadamu pada hari ini?
9 Tetapi waspadalah dan berhati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan hal-hal yang dilihat oleh matamu sendiri itu, dan supaya jangan semuanya itu hilang dari ingatanmu seumur hidupmu. Beritahukanlah kepada anak-anakmu dan kepada cucu cicitmu semuanya itu,

Renungan
Bangsa Israel beradai di saat yang menentukan. Ketika umat Allah bersiap untuk memasuki Tanah Perjanjian, sangat penting bagi mereka untuk mendengarkan “ketetapan dan peraturan” dan melakukannya jika mereka ingin tinggal dan memiliki tanah tersebut.

Hukum mengatur kehidupan agama dan sosial Israel sebagai umat perjanjian. Intensif dan extensif, mengaburkan pembagian antara ranah publik dan pribadi sehingga mengakar dalam kehidupan rakyat. Mengamati, merenungkan, dan meneruskan hukum ini kepada generasi berikutnya adalah penting bagi kelanjutan kehidupan Israel di Tanah Perjanjian.

Musa memberikan tiga alasan mengapa umat Allah harus hanya memiliki satu pikiran tunggal dalam mematuhi hukum.
Pertama, kepatuhan pada hukum akan membuat Israel dipuji dan dihormati oleh tetangganya karena kebijaksanaannya (ayat 6).
Kedua, ketaatan Israel terhadap hukum akan berfungsi sebagai demonstrasi dari kedekatan Allah kepada mereka, kedekatan yang jauh lebih besar daripada yang bisa ditawarkan oleh para dewa dan berhala bangsa-bangsa lain. Bahwa Allah tinggal di antara mereka mengintensifkan dampak hukum dalam setiap aspek kehidupan Israel sebagai umat (ayat 7).
Ketiga, hukum itu diberikan sebagai tanda pembebasan Tuhan dan berfungsi untuk membawa pembebasan itu ke dalam semua hubungan sosial Israel, dengan orang yang rentan – orang miskin, anak yatim dan janda, orang asing, pengutang, dan budak (ayat 8)
Ketaatan Israel adalah menjaga kehidupan secara internal dan eksternal.

Demikian juga, gereja haruslah “kota yang terletak di atas bukit” (Mat 5:14), menggambarkan kehidupan yang baik, bijaksana, dan adil dalam persekutuan dengan Allah yang menarik dan meyakinkan tetangga kita. Orang-orang Kristen dipanggil untuk diam-diam menjadi luar biasa dalam hal-hal yang paling biasa dalam kehidupan demi kemuliaan Allah.

Mengapa? Karena kita adalah Israel baru dan Allah menyertai kita di dalam Yesus Kristus, Imanuel kita.

Doa
Tuhan, kami mengaku bahwa kami menyembunyikan terang kami di bawah gantang dalam perpecahan dan pertikaian kami sebagai komunitas umat Allah, karena kami lupa untuk taat pada perintah-perintah-Mu untuk saling mengasihi dan menjadi terang dunia. Ampuni kami dan beri kami kekuatan untuk dikenal karena kebijaksanaan-Mu, kehadiran-Mu dan belas kasihan-Mu dalam semua yang kami katakan dan lakukan.

Tindakan
Patuhi hukum untuk “mengasihi sesamamu manusia” dan menjangkau tetangga dengan tindakan kebaikan. Aturlah jaringan tetangga di mana Anda dapat bertemu secara teratur sambil makan untuk menginspirasi “semangat kampung” di mana kebijaksanaan, kehadiran, dan belas kasihan Tuhan dapat dirasakan melalui kita.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

18 Maret – RABU MINGGU KETIGA PRA-PASKAH. Melakukan Hal-hal yang Menyenangkan-Nya

Oleh
Rev Dr Chiang Ming Shun
Lecturer in Church History
Trinity Theological College
Penerjemah: Team WMC

Yohanes 8:12-30

12 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak, kata-Nya: “Akulah terang dunia; barangsiapa mengikut Aku, ia tidak akan berjalan dalam kegelapan, melainkan ia akan mempunyai terang hidup.”
13 Kata orang-orang Farisi kepada-Nya: “Engkau bersaksi tentang diri-Mu, kesaksian-Mu tidak benar.”
14 Jawab Yesus kepada mereka, kata-Nya: “Biarpun Aku bersaksi tentang diri-Ku sendiri, namun kesaksian-Ku itu benar, sebab Aku tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. Tetapi kamu tidak tahu, dari mana Aku datang dan ke mana Aku pergi. 15 Kamu menghakimi menurut ukuran manusia, Aku tidak menghakimi seorangpun, 16 dan jikalau Aku menghakimi, maka penghakiman-Ku itu benar, sebab Aku tidak seorang diri, tetapi Aku bersama dengan Dia yang mengutus Aku. 17
Dan dalam kitab Tauratmu ada tertulis, bahwa kesaksian dua orang adalah sah; 18 Akulah yang bersaksi tentang diri-Ku sendiri, dan juga Bapa, yang mengutus Aku, bersaksi tentang Aku.”
19 Maka kata mereka kepada-Nya: “Di manakah Bapa-Mu?” Jawab Yesus: “Baik Aku, maupun Bapa-Ku tidak kamu kenal. Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Bapa-Ku.”
20 Kata-kata itu dikatakan Yesus dekat perbendaharaan, waktu Ia mengajar di dalam Bait Allah. Dan tidak seorangpun yang menangkap Dia, karena saat-Nya belum tiba.
21 Maka Yesus berkata pula kepada orang banyak: “Aku akan pergi dan kamu akan mencari Aku tetapi kamu akan mati dalam dosamu. Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang.”
22 Maka kata orang-orang Yahudi itu: “Apakah Ia mau bunuh diri dan karena itu dikatakan-Nya: Ke tempat Aku pergi, tidak mungkin kamu datang?”
23 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Kamu berasal dari bawah, Aku dari atas; kamu dari dunia ini, Aku bukan dari dunia ini. 24 Karena itu tadi Aku berkata kepadamu, bahwa kamu akan mati dalam dosamu; sebab jikalau kamu tidak percaya, bahwa Akulah Dia, kamu akan mati dalam dosamu.”
25 Maka kata mereka kepada-Nya: “Siapakah Engkau?” Jawab Yesus kepada mereka: “Apakah gunanya lagi Aku berbicara dengan kamu? 26 Banyak yang harus Kukatakan dan Kuhakimi tentang kamu; akan tetapi Dia, yang mengutus Aku, adalah benar, dan apa yang Kudengar dari pada-Nya, itu yang Kukatakan kepada dunia.”
27 Mereka tidak mengerti, bahwa Ia berbicara kepada mereka tentang Bapa.
28 Maka kata Yesus: “Apabila kamu telah meninggikan Anak Manusia, barulah kamu tahu, bahwa Akulah Dia, dan bahwa Aku tidak berbuat apa-apa dari diri-Ku sendiri, tetapi Aku berbicara tentang hal-hal, sebagaimana diajarkan Bapa kepada-Ku. 29 Dan Ia, yang telah mengutus Aku, Ia menyertai Aku. Ia tidak membiarkan Aku sendiri, sebab Aku senantiasa berbuat apa yang berkenan kepada-Nya.”
30 Setelah Yesus mengatakan semuanya itu, banyak orang percaya kepada-Nya.

Renungan

Ketika saya tinggal di luar negeri di asrama universitas, alarm kebakaran di gedung saya menyala satu malam. Kami harus mengungsi di malam musim dingin yang bersalju. Ternyata alarm kebakaran adalah kesalahan. Alarm tersebut menyala tujuh kali dalam dua bulan sebelum diperbaiki. Tetapi setiap kali alarm berbunyi, bangunan itu dikosongkan. Ya, orang-orang bergerak lebih lambat setiap alarm palsu itu berbunyi, dan beberapa orang mulai kembali ke dalam gedung bahkan sebelum pemadam kebakaran memberikan tanda aman. Tetapi orang-orang memperhatikan setiap peringatan supaya aman.

Yesus berulang kali memberi peringatan kepada orang-orang Israel untuk berubah dan percaya kepada-Nya, sehingga mereka tidak akan mati dalam dosa-dosa mereka. Peringatan-peringatan ini bukanlah peringatan palsu karena Yesus memiliki kesaksian, sebagai tambahan kesaksian tentang Bapa-Nya (ayat 19). Ini memberi kedua saksi seperti persyaratan Hukum. Tetapi Yesus tahu bahwa orang Israel tidak akan mendengarkan Dia. Pesannya tidak menarik bagi semua orang. Mereka memiliki pemahaman sendiri tentang seperti apa Tuhan itu dan seperti apa kehidupan beragama. Tidak semua orang mau berubah. Banyak yang percaya pada Yesus, tetapi kebanyakan tidak.

Yesus harus pergi dan mati. Hanya setelah Dia ‘diangkat’, maka para murid yakin bahwa Yesus adalah yang Dia yang diklaim. Yesus dapat menghadapi kematian sementara orang-orang mengabaikan peringatan-Nya karena Dia tahu Bapa tidak akan meninggalkan Dia sendirian. Yesus telah melakukan hal-hal yang menyenangkan hati Bapa.

Bagaimana dengan kita hari ini? Akankah kita mengindahkan peringatan Yesus tentang dosa dan kegelapan? Akankah kita berjalan dalam kegelapan atau memiliki terang kehidupan? Apakah kita dari bawah atau atas? Akankah kita melakukan apa yang menyenangkan Tuhan?

Doa
Allah Yang Mahakuasa, saya berdoa kiranya Engkau membantu saya untuk menjauhkanku dari segala dosa dalam hidup saya. Tolong beri saya kekuatan dan tekad untuk berbalik dari kegelapan, dan masuk ke dalam terang-Mu. Bantu saya selalu melakukan apa yang menyenangkan hati-Mu.

Tindakan
Pikirkan satu hal baru yang dapat Anda lakukan yang akan menyenangkan hati Tuhan. Cobalah!

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

17 Maret – Selasa Minggu Ketiga Pra-Paskah. Menuju kedewasaan di dalam Kristus

Oleh
Canon Emeritus Louis Tay
Auxilliary Priest St Andrewy Priestuis
Penerjemah: Team WMC

Ibrani 5:11-6:12
5:11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.
6:1 Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, 2 yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. 3 Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya.
4 Sebab mereka yang pernah diterangi hatinya, yang pernah mengecap karunia sorgawi, dan yang pernah mendapat bagian dalam Roh Kudus, 5 dan yang mengecap firman yang baik dari Allah dan karunia-karunia dunia yang akan datang, 6 namun yang murtad lagi, tidak mungkin dibaharui sekali lagi sedemikian, hingga mereka bertobat, sebab mereka menyalibkan lagi Anak Allah bagi diri mereka dan menghina-Nya di muka umum. 7 Sebab tanah yang menghisap air hujan yang sering turun ke atasnya, dan yang menghasilkan tumbuh-tumbuhan yang berguna bagi mereka yang mengerjakannya, menerima berkat dari Allah; 8 tetapi jikalau tanah itu menghasilkan semak duri dan rumput duri, tidaklah ia berguna dan sudah dekat pada kutuk, yang berakhir dengan pembakaran.
9 Tetapi, hai saudara-saudaraku yang kekasih, sekalipun kami berkata demikian tentang kamu, kami yakin, bahwa kamu memiliki sesuatu yang lebih baik, yang mengandung keselamatan. 10 Sebab Allah bukan tidak adil, sehingga Ia lupa akan pekerjaanmu dan kasihmu yang kamu tunjukkan terhadap nama-Nya oleh pelayanan kamu kepada orang-orang kudus, yang masih kamu lakukan sampai sekarang. 11 Tetapi kami ingin, supaya kamu masing-masing menunjukkan kesungguhan yang sama untuk menjadikan pengharapanmu suatu milik yang pasti, sampai pada akhirnya, 12 agar kamu jangan menjadi lamban, tetapi menjadi penurut-penurut mereka yang oleh iman dan kesabaran mendapat bagian dalam apa yang dijanjikan Allah.

Renungan

Penulis Surat Ibrani merujuk kepada Yesus yang “belajar patuh melalui apa yang Dia derita. Dan sempurna (teleiotheis) Dia menjadi sumber keselamatan kekal bagi semua orang yang taat padaNya ”(Ibr 5:8-9). Menunjukkan Yesus adalah Juruselamat dan Tuhan kita, kita mulai menyoroti Dia adalah Standar bagi setiap murid Kristen yang hendak menjadi dewasa (5:14 teleion; 6:1 teleiotata) dan peniru (6:12 mimatai) “mereka yang melalui iman (percaya dan taat) dan kesabaran mewarisi janji-janji.” (lih. 1Kor. 11:1)

  • KETIDAKDEWASAAN memiliki KETIDAKMAMPUAN:
    • Ketidakmampuan mendengarkan Firman Tuhan, merupakan “kebodohan” terhadap doktrin dasar dari Iman Kristen, mungkin “dipekeras oleh tipu daya dosa” (3:13)
    • Ketidakmampuan mengkomunikasikan Iman kepada orang lain (5:12). Timotius didesak oleh Paulus, ”Apa yang telah engkau dengar dari padaku di depan banyak saksi, percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.” (2 Tim 2:2; Mat 28:20; 1 Ptr 3:15 – Jika kita takut untuk membagikan Firman Tuhan kepada sesama orang percaya, akan lebih sulit untuk melakukannya dengan orang yang belum percaya).
    • Ketidakmampuan menangani Firman Tuhan (5:13 – “tidak terlatih dalam perkataan kebenaran” lih. 2 Tim 2:15)
  • PERLU BELAJAR KEDEWASAAN (Seperti Yesus – 5:8-9)
    • Memastikan telah diletakkan fondasi yang baik (5:12; 6:1-2)
    • Menerima terang Kristus melalui pertobahan (6:3; 9:14)
    • Menerima keanggotaan dalam Gereja Kristus (“pembasuhan, penumpangan tangan” (6:2a)
    • Menghasilkan buah: “menghasilkan panen” (6:7); “melayani orang-orang kudus” (6:10b) – “Dia yang kami nyatakan, memperingati setiap orang dan mengajar semua orang dengan segala hikmat, agar kami bisa membentuk orang menjadi dewasa (teleion) di dalam Kristus.
    • Buah yang dihasilkan juga termasuk karakter: Kasih (6:11); Kesungguhan 6:11 (“jangan menjadi lamban” meniru dan mentaati-Nya (6:12; 1 Kor 10:12)); Iman dan kesabaran (6:12); disiplin (terlatih) (5:14). Tuhan membenarkan murid-muridNya yang berbuah (6:10).

Doa
“Ya Tuhan, bebaskanlah kami dari kekerasan hati dan penghinaan terhadap Firman dan PerintahMu” (Litany, Book of Common Prayer)

Tindakan
Maju terus setiap hari di dalam kuasa dari Roh Kudus dalam anugrah, Firman, Doa, Persukutan, Sakramen dan Saksi yang berbuah (Luk 9:23).

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

16 Maret – SENIN MINGGU KETIGA PRA-PASKAH. Dan Ia menjadi Tahir

Oleh
Dr Roland Chia Chew Hock Hin
Professor of Christian Doctrine
Trinity Theological College
Research Advisor, Ethos Institute for Public Christianity
Penerjemah: Team WMC

2 Raja-Raja 5:1-15

1 Naaman, panglima raja Aram, adalah seorang terpandang di hadapan tuannya dan sangat disayangi, sebab oleh dia TUHAN telah memberikan kemenangan kepada orang Aram. Tetapi orang itu, seorang pahlawan tentara, sakit kusta. 2 Orang Aram pernah keluar bergerombolan dan membawa tertawan seorang anak perempuan dari negeri Israel. Ia menjadi pelayan pada isteri Naaman. 3 Berkatalah gadis itu kepada nyonyanya: “Sekiranya tuanku menghadap nabi yang di Samaria itu, maka tentulah nabi itu akan menyembuhkan dia dari penyakitnya.” 4 Lalu pergilah Naaman memberitahukan kepada tuannya, katanya: “Begini-beginilah dikatakan oleh gadis yang dari negeri Israel itu.”
5 Maka jawab raja Aram: “Baik, pergilah dan aku akan mengirim surat kepada raja Israel.” Lalu pergilah Naaman dan membawa sebagai persembahan sepuluh talenta perak dan enam ribu syikal emas dan sepuluh potong pakaian. 6 Ia menyampaikan surat itu kepada raja Israel, yang berbunyi: “Sesampainya surat ini kepadamu, maklumlah kiranya, bahwa aku menyuruh kepadamu Naaman, pegawaiku, supaya engkau menyembuhkan dia dari penyakit kustanya.”
7 Segera sesudah raja Israel membaca surat itu, dikoyakkannyalah pakaiannya serta berkata: “Allahkah aku ini yang dapat mematikan dan menghidupkan, sehingga orang ini mengirim pesan kepadaku, supaya kusembuhkan seorang dari penyakit kustanya? Tetapi sesungguhnya, perhatikanlah dan lihatlah, ia mencari gara-gara terhadap aku.”
8 Segera sesudah didengar Elisa, abdi Allah itu, bahwa raja Israel mengoyakkan pakaiannya, dikirimnyalah pesan kepada raja, bunyinya: “Mengapa engkau mengoyakkan pakaianmu? Biarlah ia datang kepadaku, supaya ia tahu bahwa ada seorang nabi di Israel.”
9 Kemudian datanglah Naaman dengan kudanya dan keretanya, lalu berhenti di depan pintu rumah Elisa. 10 Elisa menyuruh seorang suruhan kepadanya mengatakan: “Pergilah mandi tujuh kali dalam sungai Yordan, maka tubuhmu akan pulih kembali, sehingga engkau menjadi tahir.”
11 Tetapi pergilah Naaman dengan gusar sambil berkata: “Aku sangka bahwa setidak-tidaknya ia datang ke luar dan berdiri memanggil nama TUHAN, Allahnya, lalu menggerak-gerakkan tangannya di atas tempat penyakit itu dan dengan demikian menyembuhkan penyakit kustaku! 12 Bukankah Abana dan Parpar, sungai-sungai Damsyik, lebih baik dari segala sungai di Israel? Bukankah aku dapat mandi di sana dan menjadi tahir?” Kemudian berpalinglah ia dan pergi dengan panas hati.
13 Tetapi pegawai-pegawainya datang mendekat serta berkata kepadanya: “Bapak, seandainya nabi itu menyuruh perkara yang sukar kepadamu, bukankah bapak akan melakukannya? Apalagi sekarang, ia hanya berkata kepadamu: Mandilah dan engkau akan menjadi tahir.”
14 Maka turunlah ia membenamkan dirinya tujuh kali dalam sungai Yordan, sesuai dengan perkataan abdi Allah itu. Lalu pulihlah tubuhnya kembali seperti tubuh seorang anak dan ia menjadi tahir.
15 Kemudian kembalilah ia dengan seluruh pasukannya kepada abdi Allah itu. Setelah sampai, tampillah ia ke depan Elisa dan berkata: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel. Karena itu terimalah kiranya suatu pemberian dari hambamu ini!”

Renungan

Kisah kesembuhan Naaman menggambarkan keselamatan manusia yang menakjubkan.
Naaman adalah komandan militer utama pasukan raja Aram, musuh yang tangguh bagi Israel maupun Yehuda. Naaman adalah seorang komandan hebat yang keberhasilan dan kecakapan militernya sebanding dengan keberanian dan kehormatannya.
Namun terlepas dari ketenaran dan kemasyhurannya, Naaman terserang salah satu penyakit paling menakutkan di zaman Alkitab – kusta. Tidak ada apa pun yang dimiliki Naaman maupun yang dapat diperintahkan olehnya yang memiliki kekuatan untuk membebaskan dia dari momok yang tak tersembuhkan ini. Karena itu, terlepas dari kekuatan dan kehormatannya, Naaman tidak berdaya menghadapi penyakit mematikan ini.

Tuhan menggunakan seorang budak perempuan Israel yang diambil dari tanah kelahirannya ketika dia masih sangat muda untuk melayani istri Naaman. Dia merujuk komandan ini kepada nabi Elisa, yang tidak hanya menyembuhkannya dari kusta, tetapi juga membuka matanya kepada Tuhan yang benar. Setelah dia menerima kesembuhan, Naaman berseru: “Sekarang aku tahu, bahwa di seluruh bumi tidak ada Allah kecuali di Israel “ (ayat 15).

Kisah Naaman memperumpamakan keselamatan manusia karena seperti komandan militer, kita semua menderita penyakit yang tidak dapat disembuhkan karena pemberontakan kita terhadap Allah. Dosa adalah sakit bagi jiwa seperti kusta bagi tubuh. Itu menggelapkan jiwa dan perlahan-lahan menyebabkannya menjadi sia-sia (Efesus 2: 1-3).

Tidak ada yang bisa dilakukan manusia yang berdosa untuk membebaskan dirinya dari korosi dosa. Orang berdosa tidak berdaya di hadapan dosa, yang pada akhirnya akan mengakibatkan kematian jasmani dan rohani (Roma 6:23).
Hanya anugerah Allah di dalam Kristus yang dapat menyelamatkannya dari kesulitan yang mengerikan ini (Efesus 2: 4-9). Hanya ketika kita mengakui Kristus sebagai Juru Selamat kita, kita bisa disucikan.

Doa

Tuhan yang murah hati, kami berterima kasih karena mengirim Putra-Mu, Yesus Kristus, untuk mati bagi kami ketika kami masih berdosa. Kami berterima kasih kepada-Mu bahwa kami disucikan dengan darah Kristus dari dosa-dosa kami dan diperdamaikan dengan-Mu sebagai putra dan putri-Mu. Kami berdoa semoga hidup kami menjadi persembahan pujian bagi -Mu dan semoga kami memuliakan nama-Mu yang suci! Kami berdoa dalam nama Yesus Kristus, Juruselamat dan Tuhan kami. Amin.

Tindakan

Ikuti teladan budak perempuan dan arahkan seseorang kepada Kristus hari ini.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

15 Maret – MINGGU KETIGA PRA-PASKAH. Makananku adalah Melakukan Kehendak-Nya

Oleh
Dr Lee Soo Ann
President The Bible Society of Singapore
Penerjemah: Team WMC

Yohanes 4:5-42

5 Maka sampailah Ia ke sebuah kota di Samaria, yang bernama Sikhar dekat tanah yang diberikan Yakub dahulu kepada anaknya, Yusuf. 6 Di situ terdapat sumur Yakub. Yesus sangat letih oleh perjalanan, karena itu Ia duduk di pinggir sumur itu. Hari kira-kira pukul dua belas.
7 Maka datanglah seorang perempuan Samaria hendak menimba air. Kata Yesus kepadanya: “Berilah Aku minum.” 8 Sebab murid-murid-Nya telah pergi ke kota membeli makanan.
9 Maka kata perempuan Samaria itu kepada-Nya: “Masakan Engkau, seorang Yahudi, minta minum kepadaku, seorang Samaria?” Sebab orang Yahudi tidak bergaul dengan orang Samaria.
10 Jawab Yesus kepadanya: “Jikalau engkau tahu tentang karunia Allah dan siapakah Dia yang berkata kepadamu: Berilah Aku minum! niscaya engkau telah meminta kepada-Nya dan Ia telah memberikan kepadamu air hidup.”
11 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tidak punya timba dan sumur ini amat dalam; dari manakah Engkau memperoleh air hidup itu? 12 Adakah Engkau lebih besar dari pada bapa kami Yakub, yang memberikan sumur ini kepada kami dan yang telah minum sendiri dari dalamnya, ia serta anak-anaknya dan ternaknya?”
13 Jawab Yesus kepadanya: “Barangsiapa minum air ini, ia akan haus lagi, 14 tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak akan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal.”
15 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, berikanlah aku air itu, supaya aku tidak haus dan tidak usah datang lagi ke sini untuk menimba air.”
16 Kata Yesus kepadanya: “Pergilah, panggillah suamimu dan datang ke sini.”
17 Kata perempuan itu: “Aku tidak mempunyai suami.” Kata Yesus kepadanya: “Tepat katamu, bahwa engkau tidak mempunyai suami, 18 sebab engkau sudah mempunyai lima suami dan yang ada sekarang padamu, bukanlah suamimu. Dalam hal ini engkau berkata benar.”
19 Kata perempuan itu kepada-Nya: “Tuhan, nyata sekarang padaku, bahwa Engkau seorang nabi. 20 Nenek moyang kami menyembah di atas gunung ini, tetapi kamu katakan, bahwa Yerusalemlah tempat orang menyembah.”
21 Kata Yesus kepadanya: “Percayalah kepada-Ku, hai perempuan, saatnya akan tiba, bahwa kamu akan menyembah Bapa bukan di gunung ini dan bukan juga di Yerusalem. 22
Kamu menyembah apa yang tidak kamu kenal, kami menyembah apa yang kami kenal, sebab keselamatan datang dari bangsa Yahudi. 23 Tetapi saatnya akan datang dan sudah tiba sekarang, bahwa penyembah-penyembah benar akan menyembah Bapa dalam roh dan kebenaran; sebab Bapa menghendaki penyembah-penyembah demikian. 24 Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran.”
25 Jawab perempuan itu kepada-Nya: “Aku tahu, bahwa Mesias akan datang, yang disebut juga Kristus; apabila Ia datang, Ia akan memberitakan segala sesuatu kepada kami.”
26 Kata Yesus kepadanya: “Akulah Dia, yang sedang berkata-kata dengan engkau.”
27 Pada waktu itu datanglah murid-murid-Nya dan mereka heran, bahwa Ia sedang bercakap-cakap dengan seorang perempuan. Tetapi tidak seorangpun yang berkata: “Apa yang Engkau kehendaki? Atau: Apa yang Engkau percakapkan dengan dia?”
28 Maka perempuan itu meninggalkan tempayannya di situ lalu pergi ke kota dan berkata kepada orang-orang yang di situ: 29 “Mari, lihat! Di sana ada seorang yang mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat. Mungkinkah Dia Kristus itu?” 30 Maka merekapun pergi ke luar kota lalu datang kepada Yesus.
31 Sementara itu murid-murid-Nya mengajak Dia, katanya: “Rabi, makanlah.” 32 Akan tetapi Ia berkata kepada mereka: “Pada-Ku ada makanan yang tidak kamu kenal.”
33 Maka murid-murid itu berkata seorang kepada yang lain: “Adakah orang yang telah membawa sesuatu kepada-Nya untuk dimakan?”
34 Kata Yesus kepada mereka: “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya. 35 Bukankah kamu mengatakan: Empat bulan lagi tibalah musim menuai? Tetapi Aku berkata kepadamu: Lihatlah sekelilingmu dan pandanglah ladang-ladang yang sudah menguning dan matang untuk dituai. 36 Sekarang juga penuai telah menerima upahnya dan ia mengumpulkan buah untuk hidup yang kekal, sehingga penabur dan penuai sama-sama bersukacita. 37 Sebab dalam hal ini benarlah peribahasa: Yang seorang menabur dan yang lain menuai. 38 Aku mengutus kamu untuk menuai apa yang tidak kamu usahakan; orang-orang lain berusaha dan kamu datang memetik hasil usaha mereka.”
39 Dan banyak orang Samaria dari kota itu telah menjadi percaya kepada-Nya karena perkataan perempuan itu, yang bersaksi: “Ia mengatakan kepadaku segala sesuatu yang telah kuperbuat.” 40
Ketika orang-orang Samaria itu sampai kepada Yesus, mereka meminta kepada-Nya, supaya Ia tinggal pada mereka; dan Iapun tinggal di situ dua hari lamanya. 41 Dan lebih banyak lagi orang yang menjadi percaya karena perkataan-Nya, 42 dan mereka berkata kepada perempuan itu: “Kami percaya, tetapi bukan lagi karena apa yang kaukatakan, sebab kami sendiri telah mendengar Dia dan kami tahu, bahwa Dialah benar-benar Juruselamat dunia.”
43 Dan setelah dua hari itu Yesus berangkat dari sana ke Galilea, 44 sebab Yesus sendiri telah bersaksi, bahwa seorang nabi tidak dihormati di negerinya sendiri. 45 Maka setelah ia tiba di Galilea, orang-orang Galileapun menyambut Dia, karena mereka telah melihat segala sesuatu yang dikerjakan-Nya di Yerusalem pada pesta itu, sebab mereka sendiripun turut ke pesta itu.

Renungan

Kata “amatir” menunjukkan layanan yang dilakukan keluar dari cinta, karena kata dasar “amo” dalam bahasa Latin berarti cinta. Sebaliknya, kata “profesional” biasanya menunjukkan layanan dilakukan untuk bayaran. Namun, pekerjaan terbaik biasanya dilakukan oleh amatir karena mereka bekerja tanpa bayaran. Profesional bekerja sebagai amatir ketika apa yang mendorong mereka adalah cinta, bukan biaya yang dibayarkan. Yesus memberikan teladan bagi kita untuk melayani tanpa bayaran karena Yesus berkata bahwa apa yang menopang-Nya (makanan-Nya) adalah melakukan kehendak Allah.

Dalam perjumpaan dengan wanita Samaria, Yesus mengundangnya untuk minum air hidup, bukan air dari sumur. Ketika Yesus mengungkapkan betapa Ia tahu tentang dia, namun tanpa mengutuknya, wanita Samaria itu menjadi pengkhotbah amatir, memberi tahu semua orang di kota itu tentang Yesus. Kita juga bisa, jika kita bertemu Yesus dalam cara yang memberi hidup.

Setiap kali saya memikirkan imbalan untuk layanan, upah saya tampak tidak memadai. Tetapi kemudian saya berpikir tentang Yesus yang mengenakan mahkota duri di kepala-Nya karena kasih-Nya kepada saya dan orang-orang di sekitar saya, saya bergerak ke arah makanan yang menopang Dia dan saya, hak istimewa yang diberikan kepada saya untuk melakukan kehendak Allah. Betapa indahnya bahwa Tuhan telah memberi Anda dan saya kehormatan untuk melayani Tuhan.

Doa

Ya Tuhan, betapa luar biasanya Engkau! Engkau ditopang dengan melakukan kehendak Tuhan, bahkan kematian di kayu salib. Izinkan saya melayani Allah seperti yang Engkau lakukan, palayanan menjadi makanan yang diberikan kepada saya setiap hari oleh Roh Kudus. Semoga saya ditopang oleh kasih-Mu kepadaku, kasih-Mu pada Bapa dan kasihMu pada gereja yang adalah tubuh-Mu.

Tindakan

Kiranya saya memperbarui komitmen saya untuk menjadi amatir, bukan profesional, dalam pelayanan saya kepada Tuhan dan umat manusia.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)

14 Maret – SABTU MINGGU KEDUA PRA-PASKAH. Masuk dalam Perhentian

Oleh
Rev Benjamin Lee
Pastor Wesley Methodist Church
Penerjemah: Team WMC

Ibrani 4:1-13

1 Sebab itu, baiklah kita waspada, supaya jangan ada seorang di antara kamu yang dianggap ketinggalan, sekalipun janji akan masuk ke dalam perhentian-Nya masih berlaku. 2 Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan sama seperti kepada mereka, tetapi firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. 3 Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian seperti yang Ia katakan:
“Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku:
Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku,”
sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan. 4
Sebab tentang hari ketujuh pernah dikatakan di dalam suatu nas:”Dan Allah berhenti pada hari ketujuh dari segala pekerjaan-Nya.” 5 Dan dalam nas itu kita baca:
“Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku.”
6 Jadi sudah jelas, bahwa ada sejumlah orang akan masuk ke tempat perhentian itu, sedangkan mereka yang kepadanya lebih dahulu diberitakan kabar kesukaan itu, tidak masuk karena ketidaktaatan mereka. 7 Sebab itu Ia menetapkan pula suatu hari, yaitu “hari ini”, ketika Ia setelah sekian lama berfirman dengan perantaraan Daud seperti dikatakan di atas:
“Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya,
janganlah keraskan hatimu!”
8 Sebab, andaikata Yosua telah membawa mereka masuk ke tempat perhentian, pasti Allah tidak akan berkata-kata kemudian tentang suatu hari lain. 9 Jadi masih tersedia suatu hari perhentian, hari ketujuh, bagi umat Allah.
10 Sebab barangsiapa telah masuk ke tempat perhentian-Nya, ia sendiri telah berhenti dari segala pekerjaannya, sama seperti Allah berhenti dari pekerjaan-Nya. 11 Karena itu baiklah kita berusaha untuk masuk ke dalam perhentian itu, supaya jangan seorangpun jatuh karena mengikuti contoh ketidaktaatan itu juga. 12 Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita. 13 Dan tidak ada suatu makhlukpun yang tersembunyi di hadapan-Nya, sebab segala sesuatu telanjang dan terbuka di depan mata Dia, yang kepada-Nya kita harus memberikan pertanggungan jawab.

Renungan

Menulis kepada orang-orang yang perlu didorong untuk terus maju dalam iman (2:1, 12:1), penulis surat Ibrani memulai dengan menyatakan kuasa Yesus Kristus (1:1-4), mengingatkan para pembacanya bahwa keselamatan ditemukan dalam Kristus (2:10). Dia melanjutkan dengan cepat untuk mendorong mereka agar masuk ke dalam perhentian yang disediakan bagi umat Allah (4:1), suatu perhentian yang seharusnya dapat dimasuki oleh Israel pada zaman dahulu, tetapi tidak bisa masuk karena pemberontakan mereka (3:10-11).

Bagi mereka yang tidak taat, penulis melalui bagian refrain, ia mendorong mereka untuk masuk ke dalam perhentian itu melalui, “Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu” (3:7-8, 3:15, 4:7) dan biarkan Firman Tuhan melakukan pekerjaan-Nya “memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita.” (4:12).

Bagi mereka yang berkebutuhan dalam kelemahan, penulis mendorong mereka untuk masuk ke dalam perhentian itu dengan penuh percaya diri mendekati takhta kasih karunia untuk menerima rahmat dan untuk menemukan kasih karunia (4:16), karena Imam Besar Agung Yesus Kristus bukanlah orang yang tidak bisa bersimpati dengan kelemahan kita (4:15).

Bagi mereka yang harus berusaha keras untuk bergerak maju dalam hidup, terlepas dari keadaan hidup mereka, penulis di sini menyinggung hari perhentian Sabat di masa depan bagi umat Allah untuk berpegang teguh padanya (4:9), yang kemudian ia lanjutkan kemudian dalam surat Ibrani ini (12:18-29).

Pengharapan masuk ke dalam peristirahatan yang sama inilah yang memberi keyakinan pada Horatio Spafford untuk menulis kata-kata “It is well with my soul (Baik-baik saja dengan jiwaku)” bahkan ketika dihadapkan pada kematian empat putrinya di Atlantik. “When peace, like a river attendeth my way; When sorrows like sea billows roll; Whatever my lot, Thou has taught me to say; It is well, it is well with my soul. (Ketika damai, seperti sungai menghampiriku; Ketika kesedihan seperti gulungan ombak laut; Apa pun nasib saya, Engkau telah mengajar saya untuk mengatakan; Baik, baik lah dengan jiwaku.)”

Doa

Bapa Surgawi kita yang pengasih dan pemurah, kami berterima kasih kepada-Mu bahwa di dalam Yesus Kristus, mereka yang telah tidak taat, mereka yang berkebutuhan, dan mereka yang memerlukan usaha keras untuk bergerak maju dalam kehidupan, semua dapat menemukan perhentian. Dengan kuasa Roh Kudus-Mu dan keinsafan akan Firman-Mu, tolonglah kami untuk masuk ke dalam peristirahatan yang kami doakan itu, agar kami dapat ditemukan untuk juga mampu mengatakan, “Semuanya baik-baik saja dengan jiwaku”. Dalam nama tertinggi Tuhan kita Yesus Kristus, kita berdoa, Amin.

Tindakan

Periksalah hatimu hari ini: Jika Anda tidak taat, jangan mengeraskan hatimu dan berseru kepada Kristus untuk pengampunan. Jika Anda berkebutuhan, dekatlah dengan keyakinan kepada Kristus, dan temukan kasih karunia-Nya cukup untuk setiap kebutuhan Anda. Jika keadaan Anda menekan Anda dalam bergerak maju, bertahanlah dengan iman di dalam hati anda, dan berharap pada hari Sabat istirahat yang masih tersedia bagi umat Allah.

Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen

(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)