Oleh
Rev Henry Hong
Associate Pastor Glory Presbyterian Church
Penerjemah: Team WMC
Mazmur 130:1-8
1 Nyanyian ziarah.
Dari jurang yang dalam aku berseru kepada-Mu, ya TUHAN!
2 Tuhan, dengarkanlah suaraku!
Biarlah telinga-Mu menaruh perhatian
kepada suara permohonanku.
3 Jika Engkau, ya TUHAN, mengingat-ingat kesalahan-kesalahan,
Tuhan, siapakah yang dapat tahan?
4 Tetapi pada-Mu ada pengampunan,
supaya Engkau ditakuti orang.
5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti,
dan aku mengharapkan firman-Nya.
6 Jiwaku mengharapkan Tuhan
lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi,
lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.
7 Berharaplah kepada TUHAN, hai Israel!
Sebab pada TUHAN ada kasih setia,
dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan.
8 Dialah yang akan membebaskan Israel
dari segala kesalahannya.
Renungan
Meskipun Mazmur ini adalah ratapan pribadi memohon belas kasih Allah dalam pertobatan, ia memiliki pelajaran-pelajaran yang indah tentang menantikan Allah.
Matthew Henry yang saleh mengatakan bahwa, “Pria-pria terbaik mungkin kadang-kadang berada di lembah yang dalam, dalam persoalan dan penderitaan yang hebat, dan sunguh-sungguh tidak tahu apa yang diperbuat, di kedalaman stres dan hampir di kedalaman keputusasaan, semangat yang rendah dan gelap, tenggelam dan terkulai, terlempar dan gelisah.”
Lalu apa yang kita lakukan?
Kita mulai dengan merendahkan diri kita di hadapan keadilan Allah karena kita bersalah di hadapannya, tanpa mengasihani diri sendiri akan situasi-situasi kita ataupun pembenaran diri akan pelanggaran-pelanggaran kita (ayat 3).
Kita dengan sederhana dan dengan terbuka melemparkan diri kita ke dalam rahmat pengampunan dari Allah dengan mempercayai pengampunan-Nya (ayat 4).
Kita terus mempercayai Allah dan menantikan-Nya, “lebih dari para pengawal mengharapkan pagi.” (ayat 5-6).
Di sini kita bisa mempelajari sebuah pelajaran dari pertumbuhan pohon bambu China. Mereka menanam benihnya; mereka mengairi dan memupukinya, tetapi tahun pertama tidak ada yang terjadi. Tahun kedua mereka mengairi dan memupukinya, dan masih tidak ada yang terjadi. Tahun ketiga dan keempat mereka mengairi dan memupukinya, dan tidak ada yang terjadi. Tahun kelima mereka mengairi dan memupukinya, dan terkadang di perjalanan pada tahun kelima, pada sebuah periode kurang lebih enam minggu, pohon bambu China tumbuh kira-kira sembilan kaki (± 275 cm).
Pertanyaannya adalah, apakah pohon itu bertumbuh sembilan kaki di dalam enam minggu atau lima tahun? Jawaban yang jelas adalah bahwa pohon itu bertumbuh enam kaki dalam lima tahun, karena jika mereka tidak mengaplikasikan air dan pupuk setiap tahun maka tidak mungkin pernah ada pohon bambu China.
5 Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti,
dan aku mengharapkan firman-Nya.
…
Sebab pada TUHAN ada kasih setia,
dan Ia banyak kali mengadakan pembebasan. (ayat 5 & 7).
Doa
Tuhan ketika aku dalam masalah atau penderitaan, berikanlah padaku kesabaran untuk menanti. Berikanlah padaku kesabaran untuk melewati gelapnya malam. Tinggallah bersamaku hingga fajar tiba. Amen.
Tindakan
ABCD: Akuilah Allah seturut dengan Firman-Nya; Benar-benar percaya bahwa Yesus telah lahir dan mengampuni dosa-dosa kita sebagaimana kita Cukup mengakui dosa-dosa kita tanpa alasan dan Dorong iman kita, dengan bantuan Roh Kudus ke arah janji-janji dari Firman-Nya.
Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen
(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)