Oleh
Rev. Dr. Daniel Koh Kah Soon,
Pastor, Barker Road Methodist Church,
Secretary, Methodist Welfare Services
Penerjemah: Team WMC
Galatia 6:1-18
1Saudara-saudara, kalaupun seorang kedapatan melakukan suatu pelanggaran, maka kamu yang rohani, harus memimpin orang itu ke jalan yang benar dalam roh lemah lembut, sambil menjaga dirimu sendiri, supaya kamu juga jangan kena pencobaan. 2 Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.
3 Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri. 4 Baiklah tiap-tiap orang menguji pekerjaannya sendiri; maka ia boleh bermegah melihat keadaannya sendiri dan bukan melihat keadaan orang lain. 5 Sebab tiap-tiap orang akan memikul tanggungannya sendiri.
6 Dan baiklah dia, yang menerima pengajaran dalam Firman, membagi segala sesuatu yang ada padanya dengan orang yang memberikan pengajaran itu.
7 Jangan sesat! Allah tidak membiarkan diri-Nya dipermainkan. Karena apa yang ditabur orang, itu juga yang akan dituainya. 8 Sebab barangsiapa menabur dalam dagingnya, ia akan menuai kebinasaan dari dagingnya, tetapi barangsiapa menabur dalam Roh, ia akan menuai hidup yang kekal dari Roh itu. 9 Janganlah kita jemu-jemu berbuat baik, karena apabila sudah datang waktunya, kita akan menuai, jika kita tidak menjadi lemah. 10 Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.
11 Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri. 12 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. 13 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah. 14 Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia. 15 Sebab bersunat atau tidak bersunat tidak ada artinya, tetapi menjadi ciptaan baru, itulah yang ada artinya. 16 Dan semua orang, yang memberi dirinya dipimpin oleh patokan ini, turunlah kiranya damai sejahtera dan rahmat atas mereka dan atas Israel milik Allah.
17 Selanjutnya janganlah ada orang yang menyusahkan aku, karena pada tubuhku ada tanda-tanda milik Yesus.
18 Kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus menyertai roh kamu, saudara-saudara! Amin.
Renungan
Saya mencintai surat Paulus kepada jemaat di Galatia. Saya ingat saya menghafal versi King James dari surat dari Paulus ini, tidak lama setelah saya menjadi seorang Kristen. Tentu saja, hampir setiap ayat di dalam pasal keenam dapat dikembangkan menjadi sebuah renungan yang berdiri sendiri, di mana setiap ayat menawarkan pelajaran-pelajaran yang tidak ternilai. Tetapi hal itu tidak dibutuhkan di dalam renungan yang singkat ini.
Apa yang harus saya lakukan adalah untuk melihat kepada ayat-ayat 1, 2, 3, 8 dan 9. Kelima ayat-ayat ini mengingatkan kita bahwa orang-orang Kristen adalah bagian dari sebuah komunitas iman di mana anggota-anggotanya harus dipersatukan di dalam Roh Kudus untuk menyediakan dukungan yang saling menguntungkan dan bekerja di bawah visi yang saling berbagi. Namun karena kelemahan manusiawi kita, terkadang orang-orang Kristen rontok dari persekutuan dan sedihnya lagi banyak yang akan keluar dari gereja.
Ada banyak alasan mengapa hal ini terjadi. Kelima ayat-ayat tadi menawarkan beberapa petunjuk. Salah satu alasan adalah karena “kedapatan melakukan suatu pelanggaran.” Kedapatan melakukan suatu pelanggaran adalah terjebak di dalam dosa. Kemungkinan “tertangkap” atau “terjebak” di dalam dosa menjadi lebih besar jika seorang Kristen menggoda dan bermain mata dengan dunia, mengijinkan unta yang terkenal itu untuk lebih dahulu melongokkan kepalanya di dalam tenda kita, dan sebelum anda mengetahuinya, sang unta masuk mendiami secara seluruhnya, memasukkan pengaruhnya dan pengajaran yang bertentangan dengan pengajaran-pengajaran dari Gereja. Sekali setelah sang unta memasuki tenda, akan menjadi sulit untuk mengeluarkan sang unta dari kehidupan kita.
Seorang Kristen mungkin rentan untuk terjebak oleh dosa ketika dia memiliki sebuah sikap yang buruk. Orang ini adalah seseorang yang berpikir terlalu tinggi tentang dirinya sendiri dan berasumsi bahwa ia superior jika bukan sempurna. Kebenarannya adalah ketika seseorang menaksir terlalu tinggi kemampuannya, selalu ada kemungkinan akan kejatuhan yang keras. Ini yang dilakukan oleh kesombongan. Ini yang diwanti-wanti oleh Paulus, “Sebab kalau seorang menyangka, bahwa ia berarti, padahal ia sama sekali tidak berarti, ia menipu dirinya sendiri.” Di tempat lain di Amsal 16:18 telah mengingatkan kita, “Kecongkakan mendahului kehancuran, dan tinggi hati mendahului kejatuhan.”
Ayat 9 berbicara kenyataan bahwa kita – termasuk orang-orang Kristen yang saleh – juga mengalami keputusasaan dalam hidup. Terkadang keputusasaan datang dari kata-kata yang tidak ramah yang diutarakan oleh orang-orang yang kita anggap dekat dengan kita. Lebih serius lagi, keputusasaan dapat datang dari kurangnya apresiasi terhadap apa yang kita lakukan. Di saat lain hal itu dimungkinkan dengan sebuah tugas yang kita telah gagal untuk laksanakan. Di dalam masyarakat yang mengutamakan kegagalan dan dampak buruknya seperti Singapura, kekecewaan mungkin dapat dibesar-besarkan.
Kita tidak dapat menghentikan kekecewaan yang dihadapi oleh orang-orang Kristen. Bagi mereka yang telah menemui keputusasaan atau yang menjadi target dipermalukan, adalah mudah untuk menderita di dalam kesunyian atau berjalan menghindar daripada melakukan perbuatan baik yang mana mereka seharusnya lakukan. Dalam reaksi yang ekstrim, seseorang bahkan dapat meninggalkan iman Kristennya.
Dari apa yang sudah kita diskusikan, selalu akan ada orang-orang Kristen yang akan meninggalkan gereja karena mereka tertangkap di dalam dosa. Mereka mungkin jatuh karena kesombongan atau mereka mungkin menyingkir dalam berpartisipasi di dalam pelayanan di gereja karena pengalaman buruk dan kekecewaan.
Obat bagi orang-orang Kristen yang sudah jatuh di dalam dosa adalah bagi mereka yang secara spiritual lebih dewasa untuk menjangkau mereka yang terjatuh di dalam kerendahan hati, mencari di dalam semangat kelemahlembutan untuk memulihkan iman mereka, dan menerima keputusan untuk menanggung beban satu sama lain. Melakukan hal ini adalah sebuah ekspresi dari kasih kekristenan kita. Ia adalah pemenuhan hukum Kristus yang adalah perintah baru yang Yesus berikan kepada para murid-Nya, “Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.” (Yohanes 13:34)
Penawar supaya tidak kecewa adalah untuk mengambil pandangan yang lebih panjang tentang hidup dan pelayanan. Dalam jangka panjang, bahkan jika tidak ada yang menghargai apa yang kita lakukan; bahkan jika tidak banyak orang yang mendukung pekerjaan yang dipercayakan Allah kepada kita; bahkan jika ada orang-orang yang akan mengejek kita karena pekerjaan baik yang kita lakukan, teguhkanlah hati. Apapun yang kita lakukan, ketika kita mendasarkan dan dibimbing oleh Roh Kudus, kita akan menuai panen, jika kita tidak menyerah.
Doa
“Ampuni kami, oh Tuhan, jika kami telah berpikir terlalu tinggi tentang diri kami. Ajarkan kami kerendahan hati di dalam perjalanan kekristenan kami, selalu bersedia dan siap untuk menjangkau mereka yang telah jatuh ke pinggir dan menyemangati mereka untuk kembali kepada persekutuan gereja di dalam semangat kelemahlembutan. Jika di sisi lain kami telah putus asa dikarenakan kelemahan dan kegagalan manusiawi kami, tolonglah kami untuk melihat ke atas kepadamu untuk semangat dan ketekunan ketika mengerjakan pekerjaan baik yang dibimbing oleh Roh Kudus sehingga Nama-Mu akan dimuliakan. Amen.”
Tindakan
Perhatikan sekeliling di gereja anda. Dapatkan anda mengidentifikasi seseorang yang anda kenal yang sudah tidak datang ke gereja untuk beberapa saat? Apakah ada yang tahu bagaimana keadaan dari anggota yang tidak hadir ini? Apakah ia telah keluar dari gereja seutuhnya? Mengapa tidak menelpon sahabat ini, mengunjunginya dan memberikan semangat bagi kawan tersebut untuk kembali ke gereja. Ketika anda melakukan hal ini, anda mengambil langkah untuk mempraktikkan sebuah gereja di mana anggota-anggotanya memperhatikan dan saling mendukung, sebagaimana diajarkan oleh Paulus.
Diterjemahkan dari terbitan: Singapore Bible Society (2020).
Untuk Kalangan Kristen
(Iklan yang ada adalah milik WordPress penyedia sarana gratis WEB ini)