Tag Archives: Zedekia

Yehezkiel 19:1-9

Ratapan singa

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 19:1-9 [ITB])
1 Hai, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Israel, 2 dan katakanlah begini:
「Betapa ibumu menjadi seekor singa betina di antara singa-singa!
Ia berbaring di antara singa-singa muda,
………dan menyusui anak-anaknya.
3 Ia membesarkan seekor dari anak-anaknya,
………sehingga menjadi singa muda;
………ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya.
4 Bangsa-bangsa menyerukan: 『Singa mengamuk!』
………akhirnya ia terjebak dalam pelubang mereka;
mereka mengelikir dia
………dan menggiringnya ke Mesir.
5 Sesudah induk singa menyadari bahwa usahanya gagal
………dan pengharapannya hilang lenyap,
ia mengambil anaknya yang lain
………dan membesarkannya menjadi singa muda.
6 Anaknya ini berjalan-jalan di antara kawanan singa,
………ia menjadi seekor singa muda;
………ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya.
7 Ia merusak puri-puri mereka
………dan menumpas kota-kotanya;
bumi serta segala isinya diam ketakutan
………mendengar suara aumnya.
8 Maka bangsa-bangsa bangkit
………melawan dia dari daerah-daerah sekelilingnya,
mereka memasang jaring untuk menangkapnya
………dan menjebaknya dalam pelubang.
9 Ia dikurung dalam kandang, sambil dikelikir,
………dibawa ke hadapan raja Babel
dan dimasukkan dalam penjara,
………supaya suaranya jangan kedengaran lagi
………di atas gunung-gunung Israel.」

Yehezkiel 19 adalah ratapan yang dinyanyikan bagi pemimpin Israel. Ratapan ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terutama menggunakan singa sebagai gambaran (Yeh. 19:2-9), dan bagian kedua menggunakan pokok anggur sebagai gambaran (Yeh. 19:10-14), dan kedua bagian ini memakai ibumu (’imməkā) sebagai pembukaan (ayat 2, 10), menunjukkan bahwa jika ratapan ini dapat dibagi menjadi dua penggambaran, tetapi keduanya memiliki satu tema: ibumu . Hari ini kita akan merenungkan gambaran singa, dan besok kita akan merenungkan pada gambaran pokok anggur.

Singa dalam ratapan ini menunjuk kepada Yehuda, Kitab Kejadian mencatat nubuat Yakub tentang anak-anaknya sendiri, dia memakai singa untuk menggambarkan Yehuda (Kej. 49:9-11), dalam nubuatnya juga terdapat gambaran pokok anggur (Kej. 49:11), jadi kita memiliki alasan untuk percaya bahwa singa dan pokok anggur dalam ratapan Yehezkiel ini menunjuk kepada yang dikatakan dalam nubuat Yakub. Namun, gambaran singa dalam ratapan Yehezkiel ini memiliki beberapa perbedaan dengan nubuat Yakub, di sini ditunjukkan singa betina (kerajaan Yehuda) membesarkan dua anak singa, di mana singa kecil (raja Yoahas) belajar menangkap makanan, ia menelan orang (ayat 3), ini menggambarkan raja Yoahas menggantikan raja Yosia ayahnya, setelah itu tidak ingin menjadi negara bawahan orang lain, ingin berdaulat memegang kuasa menelan manusia maka Nekho Firaun Mesir menawan dia ke Mesir (2 Taw. 36:1-4). Kemudian, singa kecil lainnya (raja Zedekia) telah belajar menangkap mangsa, lalu ia menelan manusia (ayat 6), dia tidak menarik pelajaran dari raja Yoahas, alih-alih mengulangi kesalahan yang sama, mereka menderita konsekuensi besar, istana Yerusalem menjadi Sunyi, dan karena kejahatan Zedekia maka Yerusalem dan tanah Israel ditinggalkan (ayat 7). Akhirnya, dia dibuang ke Babel (ayat 9) dan meninggal di sana.

Singa adalah simbol kekuatan, ia juga raja binatang, mudah sombong. Di zaman Yehezkiel, Zedekia belum ditawan, tetapi Yehezkiel menyatakan nubuat ratapan ini, mengambil Yoahas sebagai contoh untuk memperingatkan Zedekia dan orang-orang pada waktu itu melihat pengalaman Yoahas dan menjadi waspada, tetapi sifat asali arogan mereka tetap tidak berubah. Yehuda dahulu adalah singa kuat yang membuat orang kagum, dan pada saat ia kuat itu juga saat ia jatuh, Yehuda benar-benar harus mengenali bahwa kekuatan seseorang tidak tergantung pada kemampuan diri sendiri, melainkan karena anugerah Allah dan ketaatan kepada Allah.

Renungkan:
Nyanyian ini adalah ratapan seorang, karena mengandung penyesalan, singa yang dahulu kuat sekarang menjadi yang bebal sombong. Ternyata, nyanyian ratapan tidak hanya meratap kepada Allah, tetapi juga meratapi kebodohan dan kehilangan nilai hidup, manusia selalu membuat kesalahan yang sama dan gagal untuk menarik pelajaran dari sejarah. Nyanyian ratapan adalah pernyataan sikap atas suatu nilai selain menegur perbuatan jahat, ditambah helaan napas sedih.


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Ratapan 4:17-20

「Sekutu kita dapat diandalkan?」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:17-20 [ITB])
17 Selalu mata kami merindukan pertolongan, tetapi sia-sia; dari menara penjagaan kami menanti-nantikan suatu bangsa yang tak dapat menolong.
18 Mereka mengintai langkah-langkah kami, sehingga kami tak dapat berjalan di lapangan-lapangan kami; akhir hidup kami mendekat, hari-hari kami sudah genap, ya, akhir hidup kami sudah tiba. 19 Pengejar-pengejar kami lebih cepat dari pada burung rajawali di angkasa mereka memburu kami di atas gunung-gunung, menghadang kami di padang gurun.
20 Orang yang diurapi TUHAN, nafas hidup kami, tertangkap dalam pelubang mereka, dia yang kami sangka: Dalam naungannya kami akan hidup di antara bangsa-bangsa.

Ratapan 4:17-20, menggunakan kata kami sebagai nyanyian ratapan komunitas, di perikop ini terdapat banyak penggunaan kata kami, termasuk mata kami, penolong kami, dan penjaga kami (ayat 17),langkah kami, lapangan-lapangan kami, akhir hidup kami,hari-hari kami(ayat 18),pengejar kami(ayat 19) dannafas hidup kami(ayat 20), semua ini menunjukkan ini adalah ratapan kelompok. Selain itu perikop ini diawali dengan suatu bangsa (ayat 17), dan diakhiri dengan bangsa-bangsa (ayat 20) membentuk awal dan akhir yang saling berkorespondensi, membuat kita memahami bahwa bangsa-bangsa adalah salah satu temanya. Bangsa-bangsa ini adalah sekutu Israel di masa lalu. Mereka membentuk aliansi dengan bangsa-bangsa ini, tetapi ketika umat ini berada dalam kesulitan, sekutu yang tampaknya dapat diandalkan ini tidak membantu Israel. Tuhan membuat umat Israel mengerti bahwa sekutu yang benar dan dapat diandalkan bukanlah bangsa-bangsa ini, tetapi adalah TUHAN (Yahweh).

Ayat 17 menunjukkan bahwa umat itu mencari sekutu untuk mendapatkan keselamatan, pandangan kedua pasang mata mereka berpikir bahwa negara-negara ini dapat diandalkan, tetapi mereka memiliki pandangan mata yang tidak sehat, semua harapan itu adalah sia-sia. Ternyata semua negara-negara itu adalah bangsa-bangsa yang tak dapat menyelamatkan orang, tak dapat ini mencakup tidak punya kemampuan dan tidak punya keinginan, para sekutu ini tidak punya keinginan menyelamatkan kerajaan Yehuda seperti yang dijanjikan. Bahkan jika mereka melakukannya, mereka tidak mampu melakukan keselamatan apa pun. Ayat 18-19 menjelaskan bagaimana musuh memperlakukan Sion, dan kata-kata yang digunakan menunjukkan bahwa penghakiman akan segera datang, dan Yerusalem tidak dapat memprediksi pemburu berbahaya ini.

Ayat 20 mengacu pada orang yang diurapi TUHAN dan menggambarkan ia sebagai nafas hidup kami, yang kemudian tertangkap dalam pelubang mereka, ini menunjuk pada raja Zedekia, ketika dia ditangkap oleh orang Babilonia (Yeremia 52:7-11, klik untuk membuka). Frasa 「nafas hidup kami (atau terjemahan KJV lebih harafiah the breath of our nostrils, IMB nafas hidung kami)」 berarti bahwa dia adalah kehidupan yang diandalkan rakyat, dan itu mengingatkan orang-orang pada Kejadian 2:7 TUHAN menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, umat yang bebal itu hanya mengandalkan keputusan raja untuk menghadapi musuh, tetapi raja ini tidak mengandalkan TUHAN (Yahweh), sehingga membawa akibat buruk bagi negara. Ternyata yang paling tidak bisa diandalkan adalah Zedekia, raja Yehuda, ia memimpin orang-orang Yehuda untuk bergantung mengandalkan bangsa-bangsa sekutu yang tidak bisa diandalkan.

Renungkan:
Pengasingan adalah peristiwa yang merefleksikan hal-hal yang selama ini kita andalkan. Penawanan dapat membuat kita memahami bahwa apa yang kita yakini sebagai dapat diandalkan di masa lalu pada akhirnya akan menjadi yang tidak dapat diandalkan. Di saat yang sama, itu juga membuat kita memahami bahwa keputusan untuk mengandalkan para sekutu dan Zedekia di masa lalu adalah keputusan yang salah, itu juga sekali lagi menunjukkan bahwa hanya TUHAN (Yahweh) yang paling dapat diandalkan. Renungkan siapakah yang menjadi sekutu dan Zedekia tempat Anda bergantung hidup? Marilah kita bertobat!


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yeremia 1:1-3 (2)

「Menjadi Nabi Di Zaman yang Kacau」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 1:1-3 [ITB])
1Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.
2Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.
3Firman itu datang juga dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.

Arti dari nama Yeremia adalah 「Allah itu Tinggi Mulia,」 yang juga merupakan sebuah potret pelayanan nabi Yeremia sepanjang hidupnya. Lahir di masa akhir kerajaan Yehuda, ia dipanggil menjadi seorang nabi pada tahun ke 13 Yosia menjadi raja Yehuda (tahun 627 S.M.), pelayanannya selama lebih dari 40 tahun, mencakup masa akhir kebangkitan singkat raja Yosia, hingga kejatuhan Yerusalem (tahun 586 S.M.) dan permulaan penawanan.

Selama pelayanannya, nabi Yeremia mengalami pergantian lima raja, tetapi di antaranya ada dua yang hanya bertakhta hanya selama beberapa bulan, dan di bagian ini dari kitab Yeremia hanya disebutkan tiga raja, yaitu Yosia dan kedua anaknya, raja Yoyakim dan rumah Zedekia. Kakek Yosia adalah Manasye, raja terburuk dalam sejarah Yehuda, selama 55 tahun masa pemerintahannya, tidak hanya negara dalam keadaan kacau, masyarakat penuh ketidakadilan, terlebih lagi ia melakukan hal yang jahat di mata TUHAN, sekuat tenaga mempromosikan penyembahan berhala, memimpin umat menjauh daripada Tuhan, dan merusak iman mereka (2 Raj. 21:1-9). Setelah kematiannya, Amon anaknya mewarisi takhta kerajaan, dan Amon bertakhta selama dua tahun lalu dibunuh oleh hambanya di Istana. Setelah kekacauan meredah, publik mengangkat Yosia anaknya yang saat itu berusia delapan tahun menjadi raja.

Yosia adalah raja baik terakhir dari Yehuda, dan Alkitab mengatakan 「Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.」 (2 Raj. 22:2) Dia tidak hanya membawakan stabilitas dan kemakmuran bagi Yehuda selama 31 tahun, terlebih lagi juga membawa seluruh negeri meninggalkan berhala, untuk kembali mematuhi hukum dan menyembah Tuhan. Salah satu titik balik adalah pada tahun 18 raja Yosia memerintah, ketika imam besar menemukan kitab Taurat Musa saat memperbaiki Bait Suci, dan setelah Yosia mendengarkan pembacaan Kitab Suci, maka ia segenap hati bertobat dan mendorong reformasi agama, yang membawakan tahun keemasan yang terakhir bagi Yehuda. Sayangnya, raja Yosia mati muda, reformasinya hanya dapat mengubah bentuk keagamaan secara eksternal, tetapi gagal untuk mengubah hati orang.

Yoyakim dan Zedekia meskipun adalah anak-anak Yosia, namun tidak mewarisi kesalehan dan iman ayah mereka. Yoyakim adalah raja yang total melawan Tuhan! Ia tidak hanya menolak untuk menemui Yeremia, seumur hidupnya ia tidak pernah bertemu nabi Yeremia, bahkan ia pernah memenjarakan Yeremia. Sebagai hasilnya, Yeremia hanya bisa melalui Barukh sekretarisnya untuk membacakan naskah khotbahnya untuk diperdengarkan kepada Yoyakim, tetapi sebagai jawaban raja membelah gulungan naskah khotbah tersebut dengan pisau, dilemparkan ke dalam tungku untuk dibakar, ini adalah penampilan yang secara total memusuhi Allah!

Zedekia adalah raja yang tidak punya pendapat! Dia adalah raja pertama yang memanggil Yeremia mendampingi di sisi raja, seolah-olah ia bersedia mematuhi Firman Tuhan. Ketika Babel datang menyerang, ia meminta pendapat Yeremia, dan nabi Yeremia menyuruh dia untuk menyerah, tetapi ia membatalkannya karena oposisi dari publik, dan ia melemparkan Yeremia ke dalam lubang sumur yang kering, hampir membuat Yeremia mati di dasar sumur. Hari ini, ada banyak orang percaya yang memandang Alkitab sebagai data rujukan, jika senang maka akan didengarkan, jika tidak menyenangkan maka ditolak, mereka yang hatinya mendua ini, jangan berharap mendapatkan berkat Tuhan!

Zaman saat Yeremia adalah masa yang rumit, masa yang penuh pergolakan tidak aman. Ada banyak suara, ada banyak pendapat yang berbeda, mana yang ingin anda dengarkan? Apakah Anda ingin mendengarkan Tuhan dan menjaga ajaran Alkitab? Itu adalah pilihan pribadi. Setiap orang bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri! Yosia sekeluarga tiga orang anak dan bapa, masing-masing memiliki pilihan yang berbeda, mereka mewakili tiga sikap kita yang berbeda terhadap Alkitab. Yosia tidak karena contoh kakek dan ayahnya sehingga memilih untuk tidak mendengarkan Tuhan, tapi malah berusaha untuk mematuhi hukum dan memperbaharui iman. Dan kedua anaknya, Yoyakim dan Zedekia, tidak mengikuti ayah mereka yang penuh kesalehan taat kepada Tuhan, Yoyakim secara total adalah musuh Tuhan dan FirmanNya, ini juga merupakan arus utama dunia saat ini. Zedekia mendengarkan Firman Tuhan namun tidak taat, ini adalah masalah banyak gereja dan orang-orang percaya saat ini, ada penampilan yang saleh, namun hati jauh dari Tuhan.

Yosia tewas di medan perang, reformasi agamanya oleh karenanya berakhir gagal, itu benar-benar sayang sekali. Tetapi jika kita berhati-hati untuk merenungkan, Yoyakim dan Zedekia, keduanya adalah anak-anak Yosia, namun telah gagal untuk mengikuti contoh dari ayahnya, ini jelas merupakan kelalaian dan kegagalan dari pendidikan di rumah. Apakah sebagai raja karena beban berat urusan pemerintahan, sehingga telah mengabaikan pendidikan anak-anaknya, terutama menanamkan iman? Jika mereka mau mengikuti jalan ayah mereka, mungkin kerajaan Yehuda tidak sampai binasa dan rakyatnya ditawan, dan itu berharga untuk kita renungkan.

Renungkan:

1. Anda lebih mirip siapakah di antara tiga orang dalam keluarga Yosia? Yosia yang mendengarkan dan taat pada Firman Tuhan, atau Yoyakim yang menyimpang ke jalannya sendiri, atau apakah Zedekia yang berhati dua? Marilah kita memeriksa diri sendiri, bagaimanakah sikap diri terhadap Tuhan dan Alkitab? Apakah Anda bersedia ambil tekad untuk menaati Firman Tuhan seumur hidup?

2. Jika Anda memiliki anak, apakah Anda peduli tentang kondisi rohani dan sikap mereka terhadap Alkitab? Alkitab mengajarkan para pemimpin gereja bahwa: 「4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?」 (1 Tim. 3:4-5) Apakah Anda mendidik keluarga Anda sendiri?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Yeremia 1:1-3

「Yeremia Mendapat Panggilan」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 1:1-3 [ITB])
1Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.
2Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.
3Firman itu datang juga dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.

Yeremia dilahirkan di tanah Benyamin di kota Anatot, desa kecil sekitar tiga mil Timur Laut Yerusalem, salah satu kota yang dibagikan oleh Yosua kepada keturunan Harun (Yosua 21:15-19; 1 Taw. 6:60), maka itu adalah kota imam. Menurut tradisi, Yeremia seharus menjadi imam, tapi kita tidak punya bukti bahwa ia pernah menjadi imam, mungkin karena dia masih sangat muda ketika ia dipanggil untuk menjadi nabi.

Kitab Yeremia dibuka dengan mengatakan: 「Inilah perkataan-perkataan Yeremia …」(Yer. 1:1) sehingga kita dapat yakin bahwa isi asli kitab ini adalah berasal dari nabi Yeremia. Tapi dia menjadi seorang nabi selama lebih dari 40 tahun, di mana masyarakat itu penuh kekacauan dan perang, Yeremia pernah dipenjarakan, dilemparkan ke dalam sumur kering, dan akhirnya ditawan ke Mesir, sehingga sulit untuk membayangkan bahwa Yeremia bisa menyimpan naskah asli dan menjilidkannya menjadi sebuah buku. Kitab Yeremia juga mencatat bahwa nabi Yeremia melalui Barukh seorang sekretaris untuk membacakan manuskripnya untuk raja Yoyakim, sehingga kemungkinan bahwa Barukh dan orang lain seperti dia yang mengumpulkan serta menjilidkan perkataan Yeremia selama hidupnya dan biografinya, sehingga menjadi Kitab Yeremia seperti yang kita baca di tangan kita hari ini, dan kita percaya bahwa ada kepemimpinan dan pengaturan dari Roh Kudus, maka kita akan membacanya sesuai urutan dalam susunan kitab.

Kitab Yeremia adalah sebuah buku yang sulit untuk dibaca, pertama-tama karena panjangnya, jika dihitung jumlah kata-kata dalam bahasa asli, merupakan kitab yang terpanjang dalam Alkitab. Selain itu, kontennya tidak disunting secara kronologis, dan cara penulisan yang beragam, ada bentuk narasi, khotbah, puisi, dll, jadi ada beberapa bagian tidak mudah untuk dipahami, kadang-kadang ada beberapa tema yang terus berulang, seperti: kejahatan dan pemberontakan Israel, serta penghakiman Tuhan dan lain-lain.

Jika buku ini begitu sulit untuk dibaca, mengapa harus kita mendengarkan apa yang dikatakan seorang nabi 2.600 tahun lalu? Meskipun kitab Yeremia dimulai dengan perkataan: 「Inilah perkataan-perkataan Yeremia …」(Yer. 1:1), tapi di belakang selalu berkata 「Inilah firman Tuhan,」 ini adalah karena 「… datanglah firman TUHAN kepada Yeremia」 ( Yer. 1:2), dan Yeremia sepanjang hidupnya dengan setia dan akurat menyampaikan Firman Allah, kata-kata dan perbuatan serta catatannya menjadi bagian dari Kitab Suci. Kita harus membaca kitab Yeremia, karena itu adalah Firman Tuhan! Hari ini kita adalah sama seperti orang-orang zaman Yeremia, apa yang paling kita butuhkan adalah Firman Tuhan.

Kitab Yeremia adalah sebuah buku yang sulit untuk dibaca, tapi sepanjang umur hidup Yeremia terlebih lagi menyedihkan! Dia adalah seorang nabi di masa akhir Yehuda kerajaan selatan Israel, dan dalam masa gelap sebelum kehancuran kerajaan, terdapat juga nabi yang satu masa adalah Habakuk dan Zefanya. Yeremia tidak hanya menjadi nabi dalam jangka waktu yang sangat lama, tetapi juga menjadi saksi bagaimana Yehuda dari kemakmuran menuju kehancuran. Dalam menghadapi sekelompok umat yang durhaka, melawan perkataan Tuhan, nabi Yeremia hanya bisa dengan setia memberitakan perkataan Tuhan, serta dengan air mata menubuatkan kedatangan penghakiman Allah, dan akhirnya menyaksikan penggenapan nubuat Tuhan yang ia sampaikan sendiri, yakni kehancuran negara dan keluarga yang pecah belah, kota suci Yerusalem dimusnahkan dan umat ditawan.

Jelas bahwa masalahnya bukan tidak ada Firman Allah, tetapi orang tidak bisa atau tidak bersedia menerima! Ibrani 5:11-14 mengatakan: 「11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.」

Di bawah matahari tidak ada hal yang baru, hari ini gereja juga menghadapi masalah yang sama: bukanlah kurang orang, juga bukan tidak ada Firman Tuhan, tapi kurang orang-orang yang bersedia membayar harga untuk mempelajari kebenaran Alkitab dan mau mendengarkan! Dunia sekarang ini masih dalam cengkeraman musuh yang menindas Firman Tuhan, dan beberapa gereja dipenuhi dengan orang percaya yang hanya dapat makan susu, tidak bisa atau tidak mau makan makanan keras. Jika gereja dipenuhi para murid yang tidak mau memikul salib dan tidak mau mengikuti Tuhan, gereja akan dibawa kedalam bahaya mengkhianati Firman oleh godaan arus sekuler dan bidah. Apa yang paling dibutuhkan oleh gereja dan kita hari ini adalah Firman Allah — Alkitab!

Renungkan:

  1. Apakah saya merindukan untuk Firman Tuhan, bersedia memakai waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa?
  2. Apakah saya adalah seorang percaya yang 「makan susu」 atau seorang murid yang bisa makan 「makanan keras」?
  3. Apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang rohani yang 「hati yang paham, rohani yang hidup, yang dapat membedakan antara baik dan jahat」? Berdoalah untuk diri sendiri!

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).