「Ratapan singa」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 19:1-9 [ITB])
1 Hai, ucapkanlah suatu ratapan mengenai raja Israel, 2 dan katakanlah begini:
「Betapa ibumu menjadi seekor singa betina di antara singa-singa!
Ia berbaring di antara singa-singa muda,
………dan menyusui anak-anaknya.
3 Ia membesarkan seekor dari anak-anaknya,
………sehingga menjadi singa muda;
………ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya.
4 Bangsa-bangsa menyerukan: 『Singa mengamuk!』
………akhirnya ia terjebak dalam pelubang mereka;
mereka mengelikir dia
………dan menggiringnya ke Mesir.
5 Sesudah induk singa menyadari bahwa usahanya gagal
………dan pengharapannya hilang lenyap,
ia mengambil anaknya yang lain
………dan membesarkannya menjadi singa muda.
6 Anaknya ini berjalan-jalan di antara kawanan singa,
………ia menjadi seekor singa muda;
………ia belajar menerkam, malah manusia ditelannya.
7 Ia merusak puri-puri mereka
………dan menumpas kota-kotanya;
bumi serta segala isinya diam ketakutan
………mendengar suara aumnya.
8 Maka bangsa-bangsa bangkit
………melawan dia dari daerah-daerah sekelilingnya,
mereka memasang jaring untuk menangkapnya
………dan menjebaknya dalam pelubang.
9 Ia dikurung dalam kandang, sambil dikelikir,
………dibawa ke hadapan raja Babel
dan dimasukkan dalam penjara,
………supaya suaranya jangan kedengaran lagi
………di atas gunung-gunung Israel.」
Yehezkiel 19 adalah ratapan yang dinyanyikan bagi pemimpin Israel. Ratapan ini dapat dibagi menjadi dua bagian. Bagian pertama terutama menggunakan singa sebagai gambaran (Yeh. 19:2-9), dan bagian kedua menggunakan pokok anggur sebagai gambaran (Yeh. 19:10-14), dan kedua bagian ini memakai 「ibumu」 (’imməkā) sebagai pembukaan (ayat 2, 10), menunjukkan bahwa jika ratapan ini dapat dibagi menjadi dua penggambaran, tetapi keduanya memiliki satu tema: 「ibumu」 . Hari ini kita akan merenungkan gambaran singa, dan besok kita akan merenungkan pada gambaran pokok anggur.
Singa dalam ratapan ini menunjuk kepada Yehuda, Kitab Kejadian mencatat nubuat Yakub tentang anak-anaknya sendiri, dia memakai singa untuk menggambarkan Yehuda (Kej. 49:9-11), dalam nubuatnya juga terdapat gambaran pokok anggur (Kej. 49:11), jadi kita memiliki alasan untuk percaya bahwa singa dan pokok anggur dalam ratapan Yehezkiel ini menunjuk kepada yang dikatakan dalam nubuat Yakub. Namun, gambaran singa dalam ratapan Yehezkiel ini memiliki beberapa perbedaan dengan nubuat Yakub, di sini ditunjukkan singa betina (kerajaan Yehuda) membesarkan dua anak singa, di mana singa kecil (raja Yoahas) belajar menangkap makanan, ia menelan orang (ayat 3), ini menggambarkan raja Yoahas menggantikan raja Yosia ayahnya, setelah itu tidak ingin menjadi negara bawahan orang lain, ingin berdaulat memegang kuasa 「menelan manusia」 maka Nekho Firaun Mesir menawan dia ke Mesir (2 Taw. 36:1-4). Kemudian, singa kecil lainnya (raja Zedekia) telah belajar menangkap mangsa, lalu ia menelan manusia (ayat 6), dia tidak menarik pelajaran dari raja Yoahas, alih-alih mengulangi kesalahan yang sama, mereka menderita konsekuensi besar, istana Yerusalem menjadi Sunyi, dan karena kejahatan Zedekia maka Yerusalem dan tanah Israel ditinggalkan (ayat 7). Akhirnya, dia dibuang ke Babel (ayat 9) dan meninggal di sana.
Singa adalah simbol kekuatan, ia juga raja binatang, mudah sombong. Di zaman Yehezkiel, Zedekia belum ditawan, tetapi Yehezkiel menyatakan nubuat ratapan ini, mengambil Yoahas sebagai contoh untuk memperingatkan Zedekia dan orang-orang pada waktu itu melihat pengalaman Yoahas dan menjadi waspada, tetapi sifat asali arogan mereka tetap tidak berubah. Yehuda dahulu adalah singa kuat yang membuat orang kagum, dan pada saat ia kuat itu juga saat ia jatuh, Yehuda benar-benar harus mengenali bahwa kekuatan seseorang tidak tergantung pada kemampuan diri sendiri, melainkan karena anugerah Allah dan ketaatan kepada Allah.
Renungkan:
Nyanyian ini adalah ratapan seorang, karena mengandung penyesalan, singa yang dahulu kuat sekarang menjadi yang bebal sombong. Ternyata, nyanyian ratapan tidak hanya meratap kepada Allah, tetapi juga meratapi kebodohan dan kehilangan nilai hidup, manusia selalu membuat kesalahan yang sama dan gagal untuk menarik pelajaran dari sejarah. Nyanyian ratapan adalah pernyataan sikap atas suatu nilai selain menegur perbuatan jahat, ditambah helaan napas sedih.
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 12-20 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) dipublikasi pada bulan Oktober 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.