Tag Archives: Penawanan

Yehezkiel 39:21-24

Pemahaman tentang pembuangan ke pengasingan

Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yehezkiel 39:21-24 [ITB])
21 Aku akan membuat kuasa kemuliaan-Ku berlaku atas bangsa-bangsa dan mereka semua melihat hukuman yang akan Kujatuhkan dan melihat tangan-Ku yang akan memukul mereka. 22 Dan kaum Israel akan mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allah mereka, mulai hari itu dan seterusnya.
23 Dan bangsa-bangsa akan mengetahui bahwa karena kesalahannya kaum Israel harus pergi ke dalam pembuangan, dan sebab mereka berobah setia terhadap Aku, Aku menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka. Dan Aku menyerahkan mereka ke dalam tangan lawan-lawannya dan mereka semuanya mati rebah oleh pedang. 24 Selaras dengan kenajisan dan durhaka mereka Kuperlakukan mereka dan Kusembunyikan wajah-Ku terhadap mereka.

Dimulai dari ayat 39:21 berfokus pada orang Israel yang kembali dari pembuangan. Ayat 21-24 menjelaskan teologi pembuangan, dan ayat 25-29 menjelaskan teologi kepulangan kembali. Kita akan merenungkannya dalam dua hari.

Pembuangan orang Israel menyebabkan nama TUHAN dihujat, karena ketika mereka terserak di antara bangsa-bangsa, orang-orang orang menyindir tentang mereka: 『Katanya mereka umat TUHAN, tetapi mereka harus keluar dari tanah-Nya』 (Yehezkiel 36:20). Seakan-akan menunjukkan bahwa TUHAN mengingkari janji-Nya, Ia meninggalkan umat-Nya dan membuang mereka sebagai tawanan keluar dari tanah Allah. Akan tetapi, alasan sesungguhnya dari pembuangan bangsa Israel ke penawanan bukanlah karena pengkhianatan TUHAN, melainkan karena bangsa Israel melanggar hukum Allah, mereka melanggar perjanjian dengan Allah. Oleh karena itu, Allah akan memulihkan nama kudus-Nya, dan menggunakan peristiwa Gog untuk menunjukkan kemuliaan-Nya kepada bangsa-bangsa, dan juga untuk menunjukkan kekudusan-Nya.

Dengan demikian, bangsa-bangsa akhirnya dapat memahami alasan sebenarnya dari penawanan bangsa Israel, tercatat dalam perikop 39:21-24. Ayat 23 menyatakan bahwa orang-orang dari segala bangsa akan mengetahui bahwa orang Israel ditawan karena dosa-dosa mereka dan bahwa mereka menentang Allah, sehingga Allah menyembunyikan wajah-Nya terhadap mereka. Ayat 24 menunjukkan bahwa Allah menyembunyikan wajah-Nya dari mereka, itu adalah karena Allah memperlakukan mereka selaras dengan kenajisan dan durhaka mereka. Keadaan Allah menyembunyikan wajah-Nya dari orang, juga pernah muncul dalam Kejadian 4:14 Engkau menghalau aku sekarang dari tanah ini dan aku akan tersembunyi dari hadapan-Mu, seorang pelarian dan pengembara di bumi (lihat IMB … aku tersembunyi dari wajah-Mu), di masa lalu, Kain menyadari bahwa jika Allah menyembunyikan wajah-Nya, artinya Kain akan menjadi pengembara di bumi, sama seperti orang Israel tawanan yang mengembara di tanah bangsa-bangsa. Wajah Allah adalah hadirat Allah, jika Allah menyembunyikan wajah-Nya dari kita karena kita telah berdosa terhadap-Nya, maka hidup kita akan seperti tawanan, terserak dan mengembara, tanpa posisi, tanpa makna, tanpa rasa memiliki, dan tanpa masa depan.

Renungkan:
Dosa memisahkan kita dari Allah, dan Allah juga menyembunyikan wajah-Nya dari kita ketika kita berbuat dosa karena kebebalan kita. Ini akan menyebabkan kita mengalami 「penawanan」 dan 「pengembaraan」, Allah mengharapkan agar kita dapat bangun dari kesesatan dan kembali kepada Allah lagi. Sering kali, kita berpikir bahwa dosa dapat memberi kita kesenangan dan keuntungan. Janji terburuk di dunia adalah Setan dan keinginan egois memberi kita kesenangan yang berasal dari dosa. Janji yang paling teguh dan dapat diandalkan adalah janji Allah adalah bahwa setelah kita meninggalkan dosa kita, dan mengalami kedamaian dan kebahagiaan. Hidup atau mati, hanya ada satu pilihan dari dua, mana yang akan Anda pilih?


Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 35 – 40 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 2023 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Ratapan 4:17-20

「Sekutu kita dapat diandalkan?」
Oleh Dr. Lawrence Ko
Alliance Bible Seminary H.K.

(Ratapan 4:17-20 [ITB])
17 Selalu mata kami merindukan pertolongan, tetapi sia-sia; dari menara penjagaan kami menanti-nantikan suatu bangsa yang tak dapat menolong.
18 Mereka mengintai langkah-langkah kami, sehingga kami tak dapat berjalan di lapangan-lapangan kami; akhir hidup kami mendekat, hari-hari kami sudah genap, ya, akhir hidup kami sudah tiba. 19 Pengejar-pengejar kami lebih cepat dari pada burung rajawali di angkasa mereka memburu kami di atas gunung-gunung, menghadang kami di padang gurun.
20 Orang yang diurapi TUHAN, nafas hidup kami, tertangkap dalam pelubang mereka, dia yang kami sangka: Dalam naungannya kami akan hidup di antara bangsa-bangsa.

Ratapan 4:17-20, menggunakan kata kami sebagai nyanyian ratapan komunitas, di perikop ini terdapat banyak penggunaan kata kami, termasuk mata kami, penolong kami, dan penjaga kami (ayat 17),langkah kami, lapangan-lapangan kami, akhir hidup kami,hari-hari kami(ayat 18),pengejar kami(ayat 19) dannafas hidup kami(ayat 20), semua ini menunjukkan ini adalah ratapan kelompok. Selain itu perikop ini diawali dengan suatu bangsa (ayat 17), dan diakhiri dengan bangsa-bangsa (ayat 20) membentuk awal dan akhir yang saling berkorespondensi, membuat kita memahami bahwa bangsa-bangsa adalah salah satu temanya. Bangsa-bangsa ini adalah sekutu Israel di masa lalu. Mereka membentuk aliansi dengan bangsa-bangsa ini, tetapi ketika umat ini berada dalam kesulitan, sekutu yang tampaknya dapat diandalkan ini tidak membantu Israel. Tuhan membuat umat Israel mengerti bahwa sekutu yang benar dan dapat diandalkan bukanlah bangsa-bangsa ini, tetapi adalah TUHAN (Yahweh).

Ayat 17 menunjukkan bahwa umat itu mencari sekutu untuk mendapatkan keselamatan, pandangan kedua pasang mata mereka berpikir bahwa negara-negara ini dapat diandalkan, tetapi mereka memiliki pandangan mata yang tidak sehat, semua harapan itu adalah sia-sia. Ternyata semua negara-negara itu adalah bangsa-bangsa yang tak dapat menyelamatkan orang, tak dapat ini mencakup tidak punya kemampuan dan tidak punya keinginan, para sekutu ini tidak punya keinginan menyelamatkan kerajaan Yehuda seperti yang dijanjikan. Bahkan jika mereka melakukannya, mereka tidak mampu melakukan keselamatan apa pun. Ayat 18-19 menjelaskan bagaimana musuh memperlakukan Sion, dan kata-kata yang digunakan menunjukkan bahwa penghakiman akan segera datang, dan Yerusalem tidak dapat memprediksi pemburu berbahaya ini.

Ayat 20 mengacu pada orang yang diurapi TUHAN dan menggambarkan ia sebagai nafas hidup kami, yang kemudian tertangkap dalam pelubang mereka, ini menunjuk pada raja Zedekia, ketika dia ditangkap oleh orang Babilonia (Yeremia 52:7-11, klik untuk membuka). Frasa 「nafas hidup kami (atau terjemahan KJV lebih harafiah the breath of our nostrils, IMB nafas hidung kami)」 berarti bahwa dia adalah kehidupan yang diandalkan rakyat, dan itu mengingatkan orang-orang pada Kejadian 2:7 TUHAN menghembuskan nafas hidup ke dalam hidung manusia, umat yang bebal itu hanya mengandalkan keputusan raja untuk menghadapi musuh, tetapi raja ini tidak mengandalkan TUHAN (Yahweh), sehingga membawa akibat buruk bagi negara. Ternyata yang paling tidak bisa diandalkan adalah Zedekia, raja Yehuda, ia memimpin orang-orang Yehuda untuk bergantung mengandalkan bangsa-bangsa sekutu yang tidak bisa diandalkan.

Renungkan:
Pengasingan adalah peristiwa yang merefleksikan hal-hal yang selama ini kita andalkan. Penawanan dapat membuat kita memahami bahwa apa yang kita yakini sebagai dapat diandalkan di masa lalu pada akhirnya akan menjadi yang tidak dapat diandalkan. Di saat yang sama, itu juga membuat kita memahami bahwa keputusan untuk mengandalkan para sekutu dan Zedekia di masa lalu adalah keputusan yang salah, itu juga sekali lagi menunjukkan bahwa hanya TUHAN (Yahweh) yang paling dapat diandalkan. Renungkan siapakah yang menjadi sekutu dan Zedekia tempat Anda bergantung hidup? Marilah kita bertobat!


Renungan pemahaman Kitab Ratapan

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Ratapan ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (Gāo Míng Qiān 高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Oktober 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Yesaya 64:10-12

「Masih Bisa Toleransi?」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Yesaya 64:10-12 [ITB])
10 Bahwa segala negeri-Mu yang suci itu sudah menjadi padang tekukur, Sionpun sudah menjadi padang tekukur dan Yeruzalempun suatu kerobohan. 11 Adapun rumah kami yang suci dan mulia itu, tempat nenek moyang kami memuji-muji Engkau, ia itu sudah dibakar habis dengan api dan segala mata benda kami sudah rusak binasa. 12 Ya Tuhan! masakan Engkau menahani diri-Mu akan segala perkara ini, masakan Engkau berdiam diri-Mu, serta merendahkan kami terlalu sangat?

Penawanan adalah trauma yang sangat ekstrem bagi umat Israel, karena bencana penawanan membuat kota suci Yerusalem yang terpuji dalam semalam menjadi reruntuhan, Bait yang kudus dan indah megah dicabut sampai ke akar-akarnya, Sion berubah menjadi hutan belantara. Penawanan dalam sekejap telah mengambil semua yang dicintai dan dibanggakan oleh orang-orang Israel, sehingga umat yang berdosa ini bisa mengerti bahwa mereka tidak memiliki kemampuan apa-apa. Di balik hukuman itu ada masalah sifat manusia, hukuman dari Tuhan membuat orang mengerti bahwa mereka bukan Allah, dan penghakiman dari Allah membuat orang mengerti bahwa: jika seseorang tidak memiliki Tuhan, apa yang disebut berkat berubah menjadi kutukan.

Ayat 10-11 menggambarkan perbandingan sebelum dan sesudah penawanan, kita dapat menggunakan daftar berikut untuk menjelaskannya:

Sebelum penawananSetelah penawanan
Kota KudusGurun Belantara
SionGurun Belantara
YerusalemReruntuhan
Bait yang kudus dan indah
Tempat leluhur kami memuji-Mu
Terbakar oleh api
Segala mata benda
(BIMK, KJV: semua tempat yang kami sukai)
Rusak binasa

Dari perbandingan di atas, dapat dilihat bahwa hal-hal yang disebutkan sebelum penawanan memiliki tingkat posisi jauh dan dekat, yang paling dekat yang berada di pusat kekudusan adalah Bait Kudus, yang merupakan tempat untuk memuji Tuhan kemudian kota kudus Sion Yerusalem adalah kota yang paling kudus, melingkupi Bait yang berfungsi sebagai pusat kekudusan; terakhir menyebutkan Kanaan tanah yang indah, yakni seluruh tanah Israel. Jadi Alkitab menjelaskan bahwa dari Bait Suci, Kota Suci, dan akhirnya ke tanah suci, tiga tingkat kekudusan menggambarkan keindahan sebelum pengasingan penawanan (tingkat kekudusan menyatakan ada yang mengatur, ada terang aturan hukum kebenaran keadilan). Tetapi semua tingkat kekudusan yang membuat orang terpesona (rindu memilikinya) dalam semalam semua menjadi hutan belantara, reruntuhan, dibakar oleh api, dan rusak binasa, yang berarti bahwa tanah indah yang memiliki tingkat kekudusan berubah menjadi tanah belantara kosong yang tidak kudus dan sama sekali tidak memiliki tingkat apapun (tidak ada keteraturan, kekudusan) yakni tempat paling kacau dan gelap. Kehancuran penawanan ini sudah lama sekali, dan di masa awal kembali dari penawanan, Yesaya ketiga paham bahwa Yerusalem sudah menjadi hutan belantara, dan itu adalah tugas yang sangat sulit untuk membangun kembali dari kehancuran ini.

Menghadapi situasi seperti itu, di ayat 12 umat Allah mempertanyakan Allah apakah masih dapat menoleransi situasi seperti itu? Apakah Tuhan masih diam dan melihat umat Allah mengalami penderitaan besar? Kedua pertanyaan ini dapat dipahami sebagai mempertanyakan, atau bisa juga dipahami sebagai pertanyaan retoris, jawabannya menunjukkan bahwa: Tuhan tidak dapat menoleransi situasi Kota Suci saat ini menjadi tanah kosong, dan Dia tidak akan diam melihat umat-Nya menderita dengan sia-sia, menyatakan bahwa keadaan reruntuhan rusak dan padang belantara ini hanya masa transisi yang sementara, tetapi rekonstruksi dibangun ulang serta kepulangan di masa depan adalah tujuan akhir yang sesungguhnya.

Renungkan:
Ketika kita melihat penderitaan dan kegelapan di depan kita, apakah kita berpikir: penderitaan dan kegelapan ini semua adalah karena dosa kita di masa lalu? Tetapi pada saat yang sama kita juga harus percaya bahwa penderitaan ini suatu hari akan berlalu karena pengakuan dosa dan pertobatan, Tuhan tidak akan membiarkan kita menderita dengan sia-sia, dan Tuhan akan mengambil tindakan, memulihkan sukacita umat-Nya di Kota Suci seperti dahulu kala.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)

Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.