Tag Archives: Yoyakim

Yeremia 1:1-3 (2)

「Menjadi Nabi Di Zaman yang Kacau」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 1:1-3 [ITB])
1Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.
2Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.
3Firman itu datang juga dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.

Arti dari nama Yeremia adalah 「Allah itu Tinggi Mulia,」 yang juga merupakan sebuah potret pelayanan nabi Yeremia sepanjang hidupnya. Lahir di masa akhir kerajaan Yehuda, ia dipanggil menjadi seorang nabi pada tahun ke 13 Yosia menjadi raja Yehuda (tahun 627 S.M.), pelayanannya selama lebih dari 40 tahun, mencakup masa akhir kebangkitan singkat raja Yosia, hingga kejatuhan Yerusalem (tahun 586 S.M.) dan permulaan penawanan.

Selama pelayanannya, nabi Yeremia mengalami pergantian lima raja, tetapi di antaranya ada dua yang hanya bertakhta hanya selama beberapa bulan, dan di bagian ini dari kitab Yeremia hanya disebutkan tiga raja, yaitu Yosia dan kedua anaknya, raja Yoyakim dan rumah Zedekia. Kakek Yosia adalah Manasye, raja terburuk dalam sejarah Yehuda, selama 55 tahun masa pemerintahannya, tidak hanya negara dalam keadaan kacau, masyarakat penuh ketidakadilan, terlebih lagi ia melakukan hal yang jahat di mata TUHAN, sekuat tenaga mempromosikan penyembahan berhala, memimpin umat menjauh daripada Tuhan, dan merusak iman mereka (2 Raj. 21:1-9). Setelah kematiannya, Amon anaknya mewarisi takhta kerajaan, dan Amon bertakhta selama dua tahun lalu dibunuh oleh hambanya di Istana. Setelah kekacauan meredah, publik mengangkat Yosia anaknya yang saat itu berusia delapan tahun menjadi raja.

Yosia adalah raja baik terakhir dari Yehuda, dan Alkitab mengatakan 「Ia melakukan apa yang benar di mata TUHAN dan hidup sama seperti Daud, bapa leluhurnya, dan tidak menyimpang ke kanan atau ke kiri.」 (2 Raj. 22:2) Dia tidak hanya membawakan stabilitas dan kemakmuran bagi Yehuda selama 31 tahun, terlebih lagi juga membawa seluruh negeri meninggalkan berhala, untuk kembali mematuhi hukum dan menyembah Tuhan. Salah satu titik balik adalah pada tahun 18 raja Yosia memerintah, ketika imam besar menemukan kitab Taurat Musa saat memperbaiki Bait Suci, dan setelah Yosia mendengarkan pembacaan Kitab Suci, maka ia segenap hati bertobat dan mendorong reformasi agama, yang membawakan tahun keemasan yang terakhir bagi Yehuda. Sayangnya, raja Yosia mati muda, reformasinya hanya dapat mengubah bentuk keagamaan secara eksternal, tetapi gagal untuk mengubah hati orang.

Yoyakim dan Zedekia meskipun adalah anak-anak Yosia, namun tidak mewarisi kesalehan dan iman ayah mereka. Yoyakim adalah raja yang total melawan Tuhan! Ia tidak hanya menolak untuk menemui Yeremia, seumur hidupnya ia tidak pernah bertemu nabi Yeremia, bahkan ia pernah memenjarakan Yeremia. Sebagai hasilnya, Yeremia hanya bisa melalui Barukh sekretarisnya untuk membacakan naskah khotbahnya untuk diperdengarkan kepada Yoyakim, tetapi sebagai jawaban raja membelah gulungan naskah khotbah tersebut dengan pisau, dilemparkan ke dalam tungku untuk dibakar, ini adalah penampilan yang secara total memusuhi Allah!

Zedekia adalah raja yang tidak punya pendapat! Dia adalah raja pertama yang memanggil Yeremia mendampingi di sisi raja, seolah-olah ia bersedia mematuhi Firman Tuhan. Ketika Babel datang menyerang, ia meminta pendapat Yeremia, dan nabi Yeremia menyuruh dia untuk menyerah, tetapi ia membatalkannya karena oposisi dari publik, dan ia melemparkan Yeremia ke dalam lubang sumur yang kering, hampir membuat Yeremia mati di dasar sumur. Hari ini, ada banyak orang percaya yang memandang Alkitab sebagai data rujukan, jika senang maka akan didengarkan, jika tidak menyenangkan maka ditolak, mereka yang hatinya mendua ini, jangan berharap mendapatkan berkat Tuhan!

Zaman saat Yeremia adalah masa yang rumit, masa yang penuh pergolakan tidak aman. Ada banyak suara, ada banyak pendapat yang berbeda, mana yang ingin anda dengarkan? Apakah Anda ingin mendengarkan Tuhan dan menjaga ajaran Alkitab? Itu adalah pilihan pribadi. Setiap orang bertanggung jawab atas keputusan mereka sendiri! Yosia sekeluarga tiga orang anak dan bapa, masing-masing memiliki pilihan yang berbeda, mereka mewakili tiga sikap kita yang berbeda terhadap Alkitab. Yosia tidak karena contoh kakek dan ayahnya sehingga memilih untuk tidak mendengarkan Tuhan, tapi malah berusaha untuk mematuhi hukum dan memperbaharui iman. Dan kedua anaknya, Yoyakim dan Zedekia, tidak mengikuti ayah mereka yang penuh kesalehan taat kepada Tuhan, Yoyakim secara total adalah musuh Tuhan dan FirmanNya, ini juga merupakan arus utama dunia saat ini. Zedekia mendengarkan Firman Tuhan namun tidak taat, ini adalah masalah banyak gereja dan orang-orang percaya saat ini, ada penampilan yang saleh, namun hati jauh dari Tuhan.

Yosia tewas di medan perang, reformasi agamanya oleh karenanya berakhir gagal, itu benar-benar sayang sekali. Tetapi jika kita berhati-hati untuk merenungkan, Yoyakim dan Zedekia, keduanya adalah anak-anak Yosia, namun telah gagal untuk mengikuti contoh dari ayahnya, ini jelas merupakan kelalaian dan kegagalan dari pendidikan di rumah. Apakah sebagai raja karena beban berat urusan pemerintahan, sehingga telah mengabaikan pendidikan anak-anaknya, terutama menanamkan iman? Jika mereka mau mengikuti jalan ayah mereka, mungkin kerajaan Yehuda tidak sampai binasa dan rakyatnya ditawan, dan itu berharga untuk kita renungkan.

Renungkan:

1. Anda lebih mirip siapakah di antara tiga orang dalam keluarga Yosia? Yosia yang mendengarkan dan taat pada Firman Tuhan, atau Yoyakim yang menyimpang ke jalannya sendiri, atau apakah Zedekia yang berhati dua? Marilah kita memeriksa diri sendiri, bagaimanakah sikap diri terhadap Tuhan dan Alkitab? Apakah Anda bersedia ambil tekad untuk menaati Firman Tuhan seumur hidup?

2. Jika Anda memiliki anak, apakah Anda peduli tentang kondisi rohani dan sikap mereka terhadap Alkitab? Alkitab mengajarkan para pemimpin gereja bahwa: 「4 seorang kepala keluarga yang baik, disegani dan dihormati oleh anak-anaknya. 5 Jikalau seorang tidak tahu mengepalai keluarganya sendiri, bagaimanakah ia dapat mengurus Jemaat Allah?」 (1 Tim. 3:4-5) Apakah Anda mendidik keluarga Anda sendiri?


Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Yeremia 1:1-3

「Yeremia Mendapat Panggilan」

Ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) Alliance Bible Seminary H.K.

(Yer. 1:1-3 [ITB])
1Inilah perkataan-perkataan Yeremia bin Hilkia, dari keturunan imam yang ada di Anatot di tanah Benyamin.
2Dalam zaman Yosia bin Amon, raja Yehuda, dalam tahun yang ketiga belas dari pemerintahannya datanglah firman TUHAN kepada Yeremia.
3Firman itu datang juga dalam zaman Yoyakim bin Yosia, raja Yehuda, sampai akhir tahun yang kesebelas zaman Zedekia bin Yosia, raja Yehuda, hingga penduduk Yerusalem diangkut ke dalam pembuangan dalam bulan yang kelima.

Yeremia dilahirkan di tanah Benyamin di kota Anatot, desa kecil sekitar tiga mil Timur Laut Yerusalem, salah satu kota yang dibagikan oleh Yosua kepada keturunan Harun (Yosua 21:15-19; 1 Taw. 6:60), maka itu adalah kota imam. Menurut tradisi, Yeremia seharus menjadi imam, tapi kita tidak punya bukti bahwa ia pernah menjadi imam, mungkin karena dia masih sangat muda ketika ia dipanggil untuk menjadi nabi.

Kitab Yeremia dibuka dengan mengatakan: 「Inilah perkataan-perkataan Yeremia …」(Yer. 1:1) sehingga kita dapat yakin bahwa isi asli kitab ini adalah berasal dari nabi Yeremia. Tapi dia menjadi seorang nabi selama lebih dari 40 tahun, di mana masyarakat itu penuh kekacauan dan perang, Yeremia pernah dipenjarakan, dilemparkan ke dalam sumur kering, dan akhirnya ditawan ke Mesir, sehingga sulit untuk membayangkan bahwa Yeremia bisa menyimpan naskah asli dan menjilidkannya menjadi sebuah buku. Kitab Yeremia juga mencatat bahwa nabi Yeremia melalui Barukh seorang sekretaris untuk membacakan manuskripnya untuk raja Yoyakim, sehingga kemungkinan bahwa Barukh dan orang lain seperti dia yang mengumpulkan serta menjilidkan perkataan Yeremia selama hidupnya dan biografinya, sehingga menjadi Kitab Yeremia seperti yang kita baca di tangan kita hari ini, dan kita percaya bahwa ada kepemimpinan dan pengaturan dari Roh Kudus, maka kita akan membacanya sesuai urutan dalam susunan kitab.

Kitab Yeremia adalah sebuah buku yang sulit untuk dibaca, pertama-tama karena panjangnya, jika dihitung jumlah kata-kata dalam bahasa asli, merupakan kitab yang terpanjang dalam Alkitab. Selain itu, kontennya tidak disunting secara kronologis, dan cara penulisan yang beragam, ada bentuk narasi, khotbah, puisi, dll, jadi ada beberapa bagian tidak mudah untuk dipahami, kadang-kadang ada beberapa tema yang terus berulang, seperti: kejahatan dan pemberontakan Israel, serta penghakiman Tuhan dan lain-lain.

Jika buku ini begitu sulit untuk dibaca, mengapa harus kita mendengarkan apa yang dikatakan seorang nabi 2.600 tahun lalu? Meskipun kitab Yeremia dimulai dengan perkataan: 「Inilah perkataan-perkataan Yeremia …」(Yer. 1:1), tapi di belakang selalu berkata 「Inilah firman Tuhan,」 ini adalah karena 「… datanglah firman TUHAN kepada Yeremia」 ( Yer. 1:2), dan Yeremia sepanjang hidupnya dengan setia dan akurat menyampaikan Firman Allah, kata-kata dan perbuatan serta catatannya menjadi bagian dari Kitab Suci. Kita harus membaca kitab Yeremia, karena itu adalah Firman Tuhan! Hari ini kita adalah sama seperti orang-orang zaman Yeremia, apa yang paling kita butuhkan adalah Firman Tuhan.

Kitab Yeremia adalah sebuah buku yang sulit untuk dibaca, tapi sepanjang umur hidup Yeremia terlebih lagi menyedihkan! Dia adalah seorang nabi di masa akhir Yehuda kerajaan selatan Israel, dan dalam masa gelap sebelum kehancuran kerajaan, terdapat juga nabi yang satu masa adalah Habakuk dan Zefanya. Yeremia tidak hanya menjadi nabi dalam jangka waktu yang sangat lama, tetapi juga menjadi saksi bagaimana Yehuda dari kemakmuran menuju kehancuran. Dalam menghadapi sekelompok umat yang durhaka, melawan perkataan Tuhan, nabi Yeremia hanya bisa dengan setia memberitakan perkataan Tuhan, serta dengan air mata menubuatkan kedatangan penghakiman Allah, dan akhirnya menyaksikan penggenapan nubuat Tuhan yang ia sampaikan sendiri, yakni kehancuran negara dan keluarga yang pecah belah, kota suci Yerusalem dimusnahkan dan umat ditawan.

Jelas bahwa masalahnya bukan tidak ada Firman Allah, tetapi orang tidak bisa atau tidak bersedia menerima! Ibrani 5:11-14 mengatakan: 「11 Tentang hal itu banyak yang harus kami katakan, tetapi yang sukar untuk dijelaskan, karena kamu telah lamban dalam hal mendengarkan. 12 Sebab sekalipun kamu, ditinjau dari sudut waktu, sudah seharusnya menjadi pengajar, kamu masih perlu lagi diajarkan asas-asas pokok dari penyataan Allah, dan kamu masih memerlukan susu, bukan makanan keras. 13 Sebab barangsiapa masih memerlukan susu ia tidak memahami ajaran tentang kebenaran, sebab ia adalah anak kecil. 14 Tetapi makanan keras adalah untuk orang-orang dewasa, yang karena mempunyai pancaindera yang terlatih untuk membedakan yang baik dari pada yang jahat.」

Di bawah matahari tidak ada hal yang baru, hari ini gereja juga menghadapi masalah yang sama: bukanlah kurang orang, juga bukan tidak ada Firman Tuhan, tapi kurang orang-orang yang bersedia membayar harga untuk mempelajari kebenaran Alkitab dan mau mendengarkan! Dunia sekarang ini masih dalam cengkeraman musuh yang menindas Firman Tuhan, dan beberapa gereja dipenuhi dengan orang percaya yang hanya dapat makan susu, tidak bisa atau tidak mau makan makanan keras. Jika gereja dipenuhi para murid yang tidak mau memikul salib dan tidak mau mengikuti Tuhan, gereja akan dibawa kedalam bahaya mengkhianati Firman oleh godaan arus sekuler dan bidah. Apa yang paling dibutuhkan oleh gereja dan kita hari ini adalah Firman Allah — Alkitab!

Renungkan:

  1. Apakah saya merindukan untuk Firman Tuhan, bersedia memakai waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa?
  2. Apakah saya adalah seorang percaya yang 「makan susu」 atau seorang murid yang bisa makan 「makanan keras」?
  3. Apa yang harus Anda lakukan untuk menjadi seorang rohani yang 「hati yang paham, rohani yang hidup, yang dapat membedakan antara baik dan jahat」? Berdoalah untuk diri sendiri!

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)

Daftar renungan pemahaman (silahkan klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yeremia 1-17 ditulis oleh 曾錫華 (Zēng Xī Huá) yang dipublikasi pada bulan Juli 2018, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).