「Pendahuluan saat meninggalkan」
Oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yehezkiel 10:1-8 [ITB])
1 Lalu aku melihat, sungguh, di atas cakrawala yang di atas kepala kerub tampak di atas mereka sesuatu yang menyerupai takhta, yang seperti permata lazurit kelihatannya.
2 Maka Ia berkata kepada orang yang berpakaian lenan itu: 「Masuklah ke bawah kerub dari antara roda-rodanya dan penuhilah rangkup tanganmu dengan bara api dari tengah-tengah kerub itu dan hamburkan ke atas kota itu.」
Lalu aku melihat dia masuk. 3 Kerub-kerub itu berdiri di sebelah selatan Bait Suci, waktu orang itu masuk ke tengah-tengah roda-rodanya; dan segumpal awan memenuhi pelataran dalam. 4 Dalam pada itu kemuliaan TUHAN naik dari atas kerub dan pergi ke atas ambang pintu Bait Suci, dan Bait Suci ini dipenuhi oleh awan itu dan pelatarannya penuh dengan sinar kemuliaan TUHAN. 5 Suara sayap kerub itu terdengar sampai pelataran luar seperti suara ALLAH Yang Mahakuasa, kalau Ia berfirman.
6 Ia memerintahkan kepada orang yang berpakaian lenan itu: 「Ambillah api dari tengah-tengah roda-rodanya, dari tengah-tengah kerub itu!」 Maka yang berpakaian lenan ini pergi berdiri di samping salah satu dari roda-roda itu. 7 Lalu seorang kerub itu mengulurkan tangannya dari tengah kerub-kerub ke api yang ada di tengah-tengah mereka, diambilnya sedikit dan ditaruhnya di dalam tangan orang yang berpakaian lenan. Orang ini menerimanya dan pergi.
8 Pada kerub-kerub itu tampak yang menyerupai tangan manusia di bawah sayap mereka.
Paragraf ini mencatat pendahuluan TUHAN meninggalkan Bait Suci, dilihat dalam penglihatan Yehezkiel. Ayat 1 menceritakan kembali penglihatan Yehezkiel ketika dia dipanggil, menjelaskan bahwa ada sesuatu yang menyerupai takhta di atas cakrawala (Yeh. 1:26), dan ayat 2 juga sekali lagi menjelaskan roda yang berputar di bawah kerub (Yeh. 1:15-21), kedua elemen ini telah menjadi elemen penting di pasal 10. Ringkasnya, kemuliaan TUHAN adalah hadirat Allah, dan takhta Allah adalah kerub, dan kerub memiliki roda yang berputar-putar, artinya takhta Allah dapat bergerak bebas seperti kereta. Hal ini akan memudahkan pembaca untuk memahami bahwa kemuliaan Allah pergi dan bergerak ke arah Babel, dan memahami mengapa orang-orang yang diasingkan memiliki penyertaan Allah bersama mereka, karena mobilitas kemuliaan Allah menyatakan Dia bersama dengan orang-orang yang terserak itu.
Ayat 3-4 memakai banyak ruang untuk menggambarkan interaksi antara kemuliaan Allah dan kerub. Pertama, kerub berhenti di sisi selatan Bait Suci, dengan enam malaikat pemusnah (Yeh. 9:2), kerub ada di sebelah selatan, malaikat pemusnah ada di utara. Kerub akan bersama dengan kemuliaan Allah pergi meninggalkan, dan malaikat pemusnah akan memusnahkan. Kedua, awan memenuhi pelataran dalam dan bagian dalam Bait Suci (ayat 3, 4), dan halaman itu juga dipenuhi dengan cahaya kemuliaan TUHAN (ayat 4), gambaran ini sesuai dengan awan dan kemuliaan yang memenuhi Bait Suci ketika Salomo mempersembahkan Bait Suci di masa lalu (2 Taw. 5:13-14, 7:1-3), menunjukkan bagaimana Allah datang ke Bait Suci di masa lalu, dan demikian juga Ia meninggalkan Bait Suci. Faktanya, awan dan kemuliaan juga muncul selama masa Kemah Pertemuan Musa (Kel. 40:34-35), dan ada tiang awan pada siang hari dan api di awan pada malam hari (Kel. 40:37-38). Oleh karena itu, penglihatan Yehezkiel sejalan dengan gambaran awan dan kemuliaan yang tercatat sebelumnya.
Ayat 2 menyebutkan bahwa orang yang memakai kain linen halus diperintahkan untuk mengambil bara api dari sela kerub dan memercikkannya ke kota, lalu ayat 6-8 meneruskan isi petunjuk yang diberikan kepada orang yang memakai kain linen halus, bahwa ia mengambil bara api dari roda-roda berputar kerub. Ayat 2 menggunakan kata 「hamburkan」 sering digunakan untuk menggambarkan tindakan imam memercikkan darah di atas mezbah (Im. 1:5, 11, diterjemahkan secara fungsional bahasa Indonesia sebagai 「menyiramkan」), yaitu menahirkan mezbah dan menguduskannya, sedangkan ayat 2 menggunakan kata yang sama untuk menggambarkan tindakan malaikat yang menaburkan bara api di kota Yerusalem, ini bukan untuk membersihkan kota, tetapi untuk menajiskan kota, dan bara akan menjadi bahan bakar api penghakiman Allah.
Renungkan:
Menjelang kepergian TUHAN meninggalkan Bait Suci, di satu sisi kerub sewaktu-waktu siap berangkat bersama kemuliaan TUHAN, sedangkan di sisi lain para malaikat dan bara api yang membinasakan umat juga siap melaksanakan penghakiman. Dan yang menyedihkan, bagaimana kemuliaan TUHAN di masa lampau masuk ke dalam ruang Maha Kudus Bait suci, sekarang meninggalkan Bait Suci dalam cara yang sama. Sejak awal pendirian Bait Suci Salomo, kemuliaan tidak pernah meninggalkan, tetapi orang-orang tidak menghargai kehadiran Allah yang mulia, mereka terus berbuat dosa dan menyembah berhala, pada akhirnya Allah pergi, di hari penghakiman dan penghukuman Ia pergi meninggalkan kediaman-Nya yang telah menyertai ratusan tahun. Bukan Allah yang terlebih dahulu meninggalkan kita, namun kita yang lebih dahulu meninggalkan Allah. Apa maknanya bagi Anda atas kronologi urutan ini?
Renungan pemahaman Kitab Yehezkiel
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yehezkiel 1- 11 ditulis oleh Dr. Lawrence Ko (高銘謙) yang dipublikasi pada bulan Januari 202 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.