Hakim-hakim 1:1-2

「Sesudah Yosua mati ……」

Oleh Dr. Wong Tin-yat
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hak. 1:1-2 [ITB])
1 Sesudah Yosua mati, orang Israel bertanya kepada TUHAN: Siapakah dari pada kami yang harus lebih dahulu maju menghadapi orang Kanaan untuk berperang melawan mereka? 2 Firman TUHAN: Suku Yehudalah yang harus maju; sesungguhnya telah Kuserahkan negeri itu ke dalam tangannya.


《Kitab Hakim-hakim》 mencatat sebuah generasi (zaman) di mana setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri (21:25) setiap orang melakukan apapun yang mereka inginkan, NASB: everyone did what was right in his own eyes. Memasuki latar sejarah ini, apa yang dimaksudkan setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri bagi komunitas orang milik Allah? Dari awal ayat 1:1 Sesudah Yosua mati hingga ayat terakhir 21:25 setiap orang berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri, bagaimana perasaan kita?

Jika kita pernah membaca 《Kitab Hakim-hakim》, kita mungkin dapat menemukan bahwa meskipun Allah dengan kasih-Nya terus memanggil orang Israel, mengharapkan mereka untuk kembali taat kepada Allah; bahkan sejak awal di bagian permulaan 《Kitab Hakim-hakim》, Otniel, Debora dan yang lainnya semuanya ada sedikit hasil. Namun, ketika Gideon berkuasa, situasinya jelas berubah, dan itu semakin buruk, di pasal 17-21, situasi buruk itu malah jatuh sampai dasar jurang. Sejujurnya, komunitas Israel yang tercatat dalam《Kitab Hakim-hakim》, mereka tidak pernah benar-benar bertanggung jawab atas sumpah perjanjian dan bertekun mempertahankan moralitas. Inilah masalah yang sebenarnya dan tujuan penulis Alkitab yang hendak diatasi.

《Kitab Hakim-hakim》 membuat kita melihat bahwa dalam komunitas Israel setiap orang melakukan apa yang mereka inginkan – kehilangan tanggung jawab atas sumpah perjanjian dan bertekun mempertahankan moralitas.

Dilihat dari urutan kanon Perjanjian Lama, 《Kitab Ulangan》 diakhiri dengan kematian Musa; 《Kitab Yosua》 dimulai dengan kematian Musa dan diakhiri dengan kematian Yosua; dan kemudian 《Kitab Hakim-hakim》 dimulai dengan kematian Yosua. Zaman Yosua bisa dikatakan sebagai periode kesuksesan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah Israel. Namun, jangan lupa bahwa kemenangan Yosua dalam perang adalah karena tangan Allah yang perkasa, dan Allah dengan setia menjalankan perjanjian yang Ia adakan dengan nenek moyang (Kejadian 15:16), bukan karena kekuatan tentara dan jumlah prajurit. Kenyataannya, dari Musa sampai Yosua, dan dari Yosua sampai orang Israel generasi sekarang, telah melalui sejarah panjang, apa yang harus mereka pelajari? Lihat Yosua 23:14-16 Maka sekarang, sebentar lagi aku akan menempuh jalan segala yang fana. Sebab itu insaflah dengan segenap hatimu dan segenap jiwamu, bahwa satupun dari segala yang baik yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, tidak ada yang tidak dipenuhi. Semuanya telah digenapi bagimu. Tidak ada satupun yang tidak dipenuhi. Tetapi seperti telah datang atas kamu segala yang baik, yang telah dijanjikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, demikianlah TUHAN akan mendatangkan atas kamu segala yang tidak baik sampai Ia telah memusnahkan kamu dari tanah yang baik ini, yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, apabila kamu melangkahi perjanjian, yang telah diperintahkan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepada mereka. Maka murka TUHAN akan bangkit terhadap kamu, sehingga kamu segera binasa dari negeri yang baik, yang telah diberikan-Nya kepadamu.

Selama komunitas Israel bersedia mengikuti jejak Musa dan Yosua, dan menaati perjanjian dengan Allah, mereka dapat sepenuhnya menerima tanah yang telah Allah janjikan kepada Musa untuk diberikan kepada orang Israel. Dalam hal ini, kalimat Sesudah Yosua mati …… ini sama sekali tidak sederhana, karena mengingatkan kita: setelah pemimpin pergi, Israel tidak lagi memiliki andalan apapun, mereka harus terus bergerak maju sendiri. Apakah mereka masih bisa mempertahankan untuk bertanggung jawab atas sumpah perjanjian dan bertekun menjaga moralitas?

Renungkan:
Bagaimana kita memilih antara melakukan apa yang Anda inginkan dan bersungguh-sungguh berjalan dalam ketaatan? Apakah kita semua berbuat apa yang benar menurut pandangannya sendiri? Atau bersungguh-sungguh berjalan menaati segala sesuatu yang Allah telah tetapkan dalam hubungan perjanjian-Nya dengan kita?

Kita akan merenungkan 《Kitab Hakim-hakim》 bulan ini. Penulis renungan berharap untuk fokus pada beberapa hakim yang kita pilih untuk bersama merenungkan hubungan perjanjian antara Allah dengan kita.


Renungan pemahaman Kitab Hakim-hakim

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hakim-hakim ditulis oleh Dr. Wong Tin-yat (黃天逸) dipublikasi pada bulan April 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.