Tag Archives: Rut

Rut 1:22

「Musim untuk Menuai 」

Bagaimanapun sulitnya perjalanan, musim menuai pasti menantikan kita. Allah tetap merupakan Allah yang memelihara anak yatim piatu dan janda.

(Rut 1:22 [ITB])
22Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.

Di awal episode pertama, Naomi mengikuti Elimelekh suaminya beserta dua anak laki bersama-sama meninggalkan rumah pangan Betlehem, adalah untuk menyelesaikan masalah pangan, namun sepuluh tahun kemudian, pulang kembali ke kampung halaman dengan penyebab yang sama yaitu pangan; suami dan anak telah tidak ada, hanya Rut menantu yang menemani. Kini sampai pada adegan 「musim menuai jelai 」 (Rut 1:22c), yang merupakan sebuah adegan perpindahan, sebagai penutup episode pertama dan pembukaan episode kedua, berfungsi sebagai kesimpulan episode pertama dan pengantar bagi episode kedua. Penutup yang pendek ini mempunyai dua ciri khas:

  1. Penulis kitab memakai cara penyebutan yang lain kepada Rut — 「perempuan Moab 」 (Rut 1:22a). Jika sebelumnya hanya dengan sederhana menyebut dia dengan 「Rut」 ( Rut 1:4, 14, 16), 「menantu 」 (Rut 1:6, 7, 8), 「anak perempuan 」 (Rut 1:11, 12, 13); mulai dari ayat ini selain disebut dengan 「Rut 」( Rut 2:8, 4:13), 「menantu 」 (Rut 2:22) dan 「hamba 」 (Rut 3:9), Rut diberi sebutan tambahan 「Rut perempuan Moab 」 (Rut 2:2, 6, 21; 4:5, 10).  Penulis kitab di akhir fasal memberikan Rut sebuah sebutan yang berat ini, sepertinya ingin mengingatkan pembaca bahwa pilihan Rut bukanlah mudah seperti yang kita bayangkan, ia akan menjalani perjalanan panjang menghadapi masalah apakah diterima orang Yahudi dan gesekan budaya. Selain itu, sebutan ini menyembunyikan sebuah nubuat bahwa raja Daud yang besar juga memiliki darah Moab (Rut 4:18-22).
  2. Ciri khas yang kedua adalah penandaan waktu, saat kepulangan Naomi beserta Rut perempuan Moab adalah tepat 「musim menuai jelai 」 (Rut 1:22b). Menurut Kalender Gezer (Gezer Calendar, lihat bagian Tambahan dari Blogger di bawah), waktu menuai biasanya di akhir bulan April sampai awal Mei. Di masa ini, orang Israel akan membawa berkas hasil panen yang merupakan hasil pertama dari penuaian untuk dikuduskan (Im. 23:10); kira-kira dua minggu kemudian adalah waktu menuai gandum (Rut 2:23). Fasal ini dimulai dengan bencana kelaparan dan perpisahan, fasal ini di akhir dengan pulang kembali dan panen melimpah. Keadaan ini menunjukkan bahwa Allah masih tetap memelihara umat-Nya, bagaimanakah Allah yang memelihara para janda dan para yatim piatu akan memelihara kedua janda ini? Para pembaca tentu merasakan keinginan untuk mengetahui bagaimana kisah akan berkembang.

Saat pembukaan sebuah babak yang baru, juga merupakan saat membuat kesimpulan penutup. Di saat dinantikannya pemandangan indah di depan, terdapat dua macam pilihan dan dua macam suara yang ditenun bersilang menjadi latar belakang yang menampilkan lukisan indah yang ada di depan. Rut memutuskan untuk meninggalkan Moab dan allah Moab, memutuskan untuk diakui orang Yahudi, dan bersandar pada TUHAN Israel. Ini adalah iman yang mempertaruhkan seluruh yang ia miliki, karena sesungguhnya jalan di depan tidak seluruhnya cerah. Suara keteguhan Rut (Rut 1:16-17) ditenun bersilang bersama dengan suara Noaomi yang dengan pahit berkeluh-kesah kepada TUHAN (Rut 1:20-21); Anyaman iman yang bersandar dan keraguan, rasa bersyukur dan bersungut-sungut, pujian dan keluh-kesah juga sering merupakan potret perjalanan kehidupan iman kita. Bagaimanapun sulitnya perjalanan, musim menuai pasti menantikan kita.

Renungkan: silahkan memikirkan apakah dalam hidup anda terdapat kesulitan yang bertumpuk-tumpuk, apakah kehidupan rohani anda dalam kekeringan? Tidak peduli apapun keadaannya, cara penyelesaian selalu lebih banyak daripada kesulitan, musim menuai pasti akan datang menghampiri kita, Allah tetap merupakan Allah yang memelihara anak yatim piatu dan janda, biarlah kita sepenuh hati bersandar kepada Dia.

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan dari Blogger:

“Di saat kita menderita, jangan putus asa dan jangan salahkan Tuhan. Karena Tuhan Mahatahu dan Tuhan yang merajut hidup kita. Naomi tidak pulang dengan tangan kosong. Karena sebenarmya Tuhan telah mempersiapkan segalanya bagi Naomi dan Rut. Kita bisa lihat di Imamat 19:9-10, Tuhan telah mengeluarkan peraturan agar ketika menuai, kita tidak menyabit habis sampai ketepi, dan jangan memungut yang ketinggalan dari tuaian kita. Juga sisa-sisa buah anggur jangan dipetik untuk kedua kalinya. Tetapi harus ditinggalkan bagi orang miskin atau orang asing. Tuhan telah mempersiapkan makanan buat Naomi dan Rut. Naomi, atau setiap kita tidak akan di tinggalkan Tuhan dengan tangan kosong.”


Tambahan dari Blogger:

Jelai:

Barley

Sejenis dengan gandum; di Palestina zaman dahulu jelai lebih murah dari gandum sehingga merupakan makanan untuk ternak dan rakyat miskin. Jelai digunakan sebagai pengganti gandum untuk makanan ternak dan untuk roti (Yoh. 6:9), dengan kualitas yang lebih rendah daripada roti gandum  (dicuplik dari Sabda).

Kalender Gezer:

Gezer_Calendar

Kalender Gezer adalah lempengan batu kapur yang ditemukan ditemukan di Gezer, sebuah kota kuno Kanaan yang berjarak 32 Km sebelah timur Yerusalem. Di atasnya tertulis:

  • Dua bulan mengumpulkan (September, Oktober)
  • Dua bulan menanam (November, Desember)
  • Dua bulan menabur benih (Januari, Februari)
  • Satu bulan memotong rami (Maret)
  • Satu bulan menuai jelai (April)
  • Satu bulan menuai dan menimbang gandum (Mei)
  • Dua bulan memangkas (Juni, Juli)
  • Satu bulan buah musim panas (Agustus)

Dicuplik dan diterjemahkan dari Gezer calendar (https://en.wikipedia.org/wiki/Gezer_calendar)

Rut 1:19-21

「Pulang dengan Kosong 」

Di pintu gerbang kota, Naomi berkata bahwa ia pulang “dengan tangan yang kosong”. Tetapi apakah benar-benar demikian? Lihatlah bagaimana penulis kitab dengan gaya penulisan satra yang indah merekam kesalahan Naomi, ditonjolkan untuk menjadi pelajaran bagi kita.

(Rut 1:19-21 [ITB])
19… Ketika mereka masuk ke Betlehem, gemparlah seluruh kota itu karena mereka, dan perempuan-perempuan berkata: “Naomikah itu?”
20Tetapi ia berkata kepada mereka: “Janganlah sebutkan aku Naomi; sebutkanlah aku Mara, sebab Yang Mahakuasa telah melakukan banyak yang pahit kepadaku. 21Dengan tangan yang penuh aku pergi, tetapi dengan tangan yang kosong TUHAN memulangkan aku. Mengapakah kamu menyebutkan aku Naomi, karena TUHAN telah naik saksi menentang aku dan Yang Mahakuasa telah mendatangkan malapetaka kepadaku.”

Rut memilih ikut Naomi pulang ke Betlehem di tanah Yudea, penulis kitab tidak menyebutkan reaksi hati Naomi, hanya menggambarkan ia berhenti menghalangi Rut. Bagi Naomi, adanya Rut yang mendampingi dia sebenarnya akan menjadi beban, atau akan menjadi mediator berkat bagi dia? Naomi hanya diam tidak berbicara, sehingga kita tidak bisa mengetahuinya. Penulis kitab segera meletakkan fokus pada pintu gerbang kota Betlehem. Para wanita terkejut serta antusias terhadap Naomi yang sudah lama tidak bertemu dan tiba-tiba muncul. Namun perhatian mereka hanya tertuju pada Naomi seorang diri saja, pada saat ini peran Rut memudar, tidak hanya para wanita tidak menyebutkan tentang dia, jawaban Naomi pun tidak menyebutkan dia. Sampai episode ini selesai barulah nama Rut disebutkan (Rut 1:22). Peran para wanita adalah mengangkat pernyataan dari perasaan Naomi atas pengalaman sedih selama sepuluh tahun yang lalu.

Nama Naomi aslinya mempunyai makna 「manis 」 dan 「indah, 」 Naomi telah mengalami berbagai goresan kehidupan, kata「pahit 」adalah gambaran yang tepat tentang sepuluh tahun ini. Oleh karena itu, ia meminta para wanita menyebut dia sebagai Mara, artinya 「pahit. 」 Kemudian ia langsung menimpahkan tangung jawab atas pengalaman pahit sepuluh tahun ini kepada Yang Mahakuasa. Keluhan Naomi tidak seperti Ayub dan Yeremia, ia tidak langsung mengeluh kepada Allah, ia hanya menyebutkan Allah sebagai pihak ketiga; Ia juga tidak mempertanyakan apa alasan terjadinya semua penderitaan tersebut, juga tidak meminta pembenaran kepada Allah, ia hanya berpendapat dirinya adalah orang yang bernasib pahit. Sekarang ia tidak dapat menahan lagi mengeluarkan isi hati yang disimpan selama bertahun-tahun.

Naomi menyebut pihak yang memukul dia sebagai Yang Mahakuasa (Rut 1:20-21); Nama ini sering dipakai di zaman para kepala suku, nama yang dipakai berkenaan dengan janji berkat keturunan yang banyak, orang yang mendapatkan berkat ini mengganti namanya terkait dengan nama ini serta dikaitkan dengan akan adanya Raja yang lahir dari keturunan bapa leluhur. Naomi menyebut Allah sebagai Yang Mahakuasa mengisyaratkan pertanyaannya atas janji Allah di zaman para kepala suku. Oleh karena itu ia berkata: 「TUHAN naik saksi menentang aku 」(Rut 1:21b)  atau dalam terjemahan lain「TUHAN bersaksi mencela aku. 」 Dalam pandangan Naomi, ia sepertinya telah berbuat sesuatu sehingga sekarang mendapatkan tuduhan TUHAN dan ia adalah terdakwa. Yang Mahakuasa seperti hakim, membacakan tuduhan dan menghukum.

Dalam hati Naomi, TUHAN berkuasa atas segalanya, mengendalikan segala sesuatu di balik layar. Penderitaan yang ia alami adalah serangan dari Tuhan; namun ia tidak tahu apa alasannya, seperti Ayub tidak tahu apa alasan mengalami penderitaan. Kesulitan membuat dia menghasilkan serangkaian pertanyaan, bahkan tanpa disadari isi dari naik bandingnya pun telah dibesar-besarkan.  Apakah benar ia pergi dengan tangan penuh, pulang dengan tangan hampa? (Rut 1:21a). Jika yang dimaksudkan dia “dengan tangan yang penuh” adalah kelimpahan sandang pangan, tetapi ia mengikuti suaminya meninggalkan Betlehem adalah karena bencana kelaparan, bukankah apa yang ia katakan sebagai “dengan tangan yang penuh” tidak sesuai kenyataan? Jika yang ia maksudkan “dengan tangan yang penuh” adalah memiliki dua anak pada waktu ia mengikuti suaminya pergi, kemudian di Moab bertambah dua menantu, dan sekarang ia kehilangan suami, kehilangan kedua anak,  ini dapat dikatakan terkait pulang “dengan tangan yang kosong”.

Tetapi apakah ia benar-benar pulang dengan tangan yang kosong? Naomi lupa kepada Rut (lihat bagaimana hal ini dinyatakan dengan memudarnya peran Rut dari percakapan di pintu gerbang kota), para wanita Betlehem juga tidak memperhatikan Rut. Bukankah ada Rut di samping dirinya, bagaimana ia bisa mengatakan ia tidak punya apa-apa, pulang dengan tangan yang kosong? Naomi sesungguhnya tersiksa oleh penderitaan begitu dalam. Penderitaan membuat pandangannya buram, kemampuan menarik kesimpulan juga terganggu, tidak dapat akurat. Naomi terlalu meletakkan pandangannya hanya tertuju pada penderitaan masa lalu dan yang yang sedang dihadapi, ia melupakan orang yang ada di sampingnya, Rut. Penulis kitab sengaja di akhir fasal sekali lagi memperkenalkan Rut.

Renungkan: orang pada saat mendapatkan penderitaan, akan meletakan pandangan hanya pada penderitaan, sehingga fokus pandangannya menjadi kabur, seperti seorang yang hanya melihat air setengah gelas yang belum penuh. Demikian juga kitab Mazmur mencatat pemazmur yang mengalami penderitaan, pemazmur mengerti bahwa rahasianya adalah datang ke Bait Kudus TUHAN (Maz. 73:17, 23), akan mendapatkan jawaban yang berbeda jika memandang penderitaan yang dialami sekarang dari sudut pandang Allah dan kekekalan. Mohon Tuhan membantu kita untuk dapat memandang penderitaan yang dialami sekarang dari sudut pandang Allah dan kekekalan.

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 1:15-19a

「Pengakuan Iman 」

(Rut 1:15-19a [ITB])
15Berkatalah Naomi: “Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.”
16Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
17di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”
18Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. 19ADan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. … “

Ini adalah percakapan ketiga di tengah perjalanan pulang kembali, yang juga  merupakan percakapan terakhir antara mertua dan menantu di episode pertama. Sejak Orpah mentaati nasehat mertuanya dan pergi (Rut 1:15), tokoh yang ada berkurang menjadi dua orang: Naomi dan Rut. Naomi yang berinisiatif memulai percakapan, dan penulis kitab terlihat dengan jelas meletakkan fokus pada pengakuan iman Rut yang agak panjang. Perkataan Rut yang tegas dan penuh kepastian, menunjukkan ia teguh tidak akan menyesal mengikuti mertuanya sampai akhir (Rut 1:16-17); Naomi tidak punya kata-kata lagi untuk menghadapinya, akhirnya hanya bisa mengijinkan Rut menyertainya (Rut 1:18).

Orpah memilih kembali ke Moab, pulang ke tanah yang ia kenal, tempat ia dilahirkan dan tumbuh, pasti lebih mudah beradaptasi dibandingkan dengan Betlehem, dan terlebih terdapat jaminan di kemudian hari bisa punya kesempatan menikah lagi, mengembangkan lagi sebuah kehidupan pernikahan berkeluarga yang bahagia. Penulis kitab sama sekali tidak memberikan penilaian negatif atas pilihan Orpah, hanya melalui mulut Naomi memberitahukan bahwa ia telah pulang kepada bangsanya dan kepada para allah yang ia sembah (Rut 1:15a); ia berharap pembaca meletakkan konsentrasi pada diri pengakuan iman Rut.

Targum yang merupakan tafsiran dari kitab suci bahasa Ibrani (bagian P.L dari Alkitab) menterjemahkan pembicaraan Naomi dan Rut sebagai berikut:

  • Rut berkata: jangan mendesak saya pulang ke Moab, saya telah memutuskan untuk menjadi orang yang masuk beriman.
  • Naomi berkata: Yehova memerintahkan kita menjaga hari raya dan Sabat, tidak boleh berjalan lebih dari 2.000 hasta di hari Sabat.
  • Rut berkata: engkau pergi ke mana, saya juga akan pergi ke arah sana!
  • Naomi berkata: aturan yang kita jaga ada sebanyak 613 hukum. (Ini adalah aturan yang khusus mengenai menjaga hari Sabat)
  • Rut berkata: bangsamu adalah bangsaku, segala yang dijaga bangsamu pasti akan saya taati.
  • Naomi berkata: kita pasti tidak menyembah allah bangsa asing.
  • Rut berkata: Allahmu adalah Allahku.
  • Naomi berkata: ada empat macam hukuman mati bagi segala yang berdosa: dirajam batu, dibakar mati, dibunuh dengan pisau, digantung mati di gantungan kayu.
  • Rut berkata: saya bersedia menerima segala hukuman mati, di mana engkau mati, saya juga akan mati di sana.
  • Naomi berkata: kita punya kuburan yang sudah tetap.
  • Rut berkata: di mana engkau dikuburkan, saya juga dikuburkan di sana.

Di atas adalah tafsiran yang mungkin khusus dipakai bagi orang yang masuk agama Yahudi, namun dapat menjelaskan tekat keputusan hati Rut.

Para peneliti yang mempelajari dari segi sastra membagi jawaban Rut menjadi lima bagian, bagian depan belakang menjadi pasangan, dan bagian tengah adalah pengakuan iman Rut 「bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku 」(Rut 1:16d). Perkataan ini adalah inti yang sesungguhnya dari keseluruhan paragraf, tidak hanya mewakili keputusan tekat Rut, juga menunjukkan iman kepercayaan dari hatinya. Ia secara khusus menyebutkan bangsa dan Allah, untuk menjawab apa yang Naomi sebutkan atas Orpah yang pulang ke bangsa dan allahnya. Perkataan Rut mengisyaratkan ia telah memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahiran tempat ia tumbuh dewasa, menghadapi lingkungan asing, berbaur ke dalam budaya Israel, menerima dan mengakui bangsa Israel sebagai bangsanya. Dan lagi, ia meninggalkan allah Kamos yang selalu disembah orang Moab (lihat 1Raj. 11:7, 33),  menerima Yehova sebagai Allahnya.

Perkataan Rut sederhana jelas, dengan nada bicara yang pasti, menyampaikan isi hatinya. Tetapi, seberapa banyak pengenalan Rut atas lingkungan yang baru, adat tradisi yang baru, seberapa jauh ia memahami kesulitan yang akan ia hadapi, seberapa dalam pengetahuan dan pengenalannya atas TUHAN (Yehova)? Ini tidaklah penting, yang penting adalah ia melakukan sebuah langkah iman berdasarkan pengenalan terbatas yang ia miliki, maka mereka berdua berjalan bersama sampai ke Betlehem (Rut 1:19a).

Renungkan: Keputusan Rut yang kokoh adalah didasarkan atas iman kepercayaan dari dalam hati, ia berdasarkan pengenalan dirinya atas TUHAN dan menginjakkan kaki ke jalan yang tanpa jalur untuk kembali. Biarlah kita meneladani iman kepercayaan Rut, berkata kepada Allah: 「Mohon Tuhan memberikan saya hati yang teguh, satu hati mengikuti Engkau, berikans aya hati yang murni, seumur hidup bersandar kepada Mu, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya berdoa, Amen. 」

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 1:8-10

「Relasi yang Mendalam antara Mertua dan Menantu 」

(Rut 1:8-10 [ITB])
8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; 9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras 10 dan berkata kepadanya: “Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu.”

Naomi memulai perjalanan pulang kembali ke kampung halaman di Betlehem, bersamanya dalam perjalanan adalah kedua menantu: Orpah dan Rut. Perlahan-lahan peran Rut muncul di dalam kisah, berdampingan nama sejajar bersama Naomi, kelak menjadi pemeran utama yang akan datang. Di sini pertama kali mencatat perkataan Naomi (Rut 1:8-9), memulai percakapan antara ketiga wanita, menonjolkan gaya sastra khas kitab Rut — percakapan antar tokoh. Kitab Rut seluruhnya terdapat 85 ayat, di antaranya 56 ayat merupakan percakapan antar tokoh (seluruhnya terdapat 1,294 huruf Ibrani, di antaranya 678 huruf adalah percakapan antar tokoh); dan perikop perjalanan pulang ini mencakup tiga perbincangan antara Naomi dan menantunya (Rut 1:8-10; 1:11-13; 1:15-18). Dalam ketiga percakapan ini, perkataan Rut sangat sedikit, namun penuh tekat yang teguh; percakapan pertama memperlihatkan perhatian yang begitu besar dari Naomi kepada menantunya.

Naomi memulai dengan perkataan yang singkat padat, penulis kitab menggunakan dua kata kerja perintah : 「pergilah! pulanglah! 」 (Rut. 1:8a). Kedua menantu pada awalnya mungkin mengikuti tradisi orang Timur, menemani mertua sebagian perjalanan, sekarang mereka telah sampai di perbatasan Moab dan Yudea, tempat untuk pengambilan keputusan: berpisah atau melanjutkan perjalanan,jika sudah memutuskan untuk melanjutkan menemani perjalanan Naomi maka tidak ada jalan mundur lagi. Oleh karena itu, Naomi berusaha keras menasihati kedua menantu agar kembali ke kampung halaman suku mereka, kembali ke tanah Moab yang mereka kenal dengan baik.

Naomi tahu bahwa kedua menantu orang asing ini yang adalah janda jika mengikuti dia ke Betlehem tidak akan memiliki masa depan, terlebih lagi sama sekali tidak ada jaminan kehidupan. Dalam percakapan ini, terutama dalam perkataan Naomi, penulis kitab mencatat kasih perhatian Naomi yang sangat besar kepada kedua menantunya. Dua kali ia berseru memohon kiranya kasih karunia Allah turun ke atas kedua menantu: 「 8bTUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku! 9akiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya 」 (Rut 1:8-9). Kata 「menunjukkan kasih 」 (חֵסֵד  hesed) mewakili relasi kesetiaan dua pihak, termasuk relasi Allah dengan manusia, juga relasi antara manusia. Pada saat menggambarkan relasi Allah dengan manusia, mewakili kasih sayang Allah, perhatian pemeliharaan dan kesetiaan menjaga perjanjian; saat menggambarkan respon manusia, mewakili kasih kepada Allah, setia percaya, menaati dan menjaga perintah Allah. Ucapan berkat Naomi bukan sekedar ucapan biasa 「sampai bertemu, kiranya Allah memberkati engkau 」, tetapi kasih perhatian yang sangat besar.

Ia tahu dengan jelas kedua menantu muda mengikuti dia ke Betlehem tidak akan memiliki masa depan, tidak ada harapan; harapan bagi kedua menantu muda ini adalah menikah lagi, mendapatkan rumah tangga yang baru, melanjutkan hidup yang baru. Oleh karena itu, ia memberkati kedua menantu: 「Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya 」 (Rut 1:8a). Biasanya seorang janda pulang ke rumah ayahnya, 「rumah ibunya 」 adalah tempat yang bersangkutan dengan urusan pernikahan, tempat negosiasi dan membuat keputusan. Naomi mengisyaratkan kedua menantu boleh menikah lagi, dan bahkan kemudian dengan terus terang mengatakan 「kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya 」 (Rut 1:9a). Naomi berharap kedua menantu mendapatkan kedamaian di rumah suami masing-masing yang baru, kembali ke Moab mendapatkan rumah tangga yang baik, mendapat tempat berteduh, tidak perlu berkelana, menjalani kehidupan tanpa sandaran, sepanjang hari hidup tanpa kepastian harapan.

Maka tidak heran saat mendengar perkataan sang mertua, kedua menantu menangis dengan suara keras (Rut. 1:9c), dan dua mulut yang berbeda bersama-sama menjawab: 「Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu 」 (Rut 1:10). Bagaimana mereka tidak tersentuh hatinya sehingga bersumpah sampai mati rela mengikuti sang mertua karena memiliki mertua yang penuh kasih perhatian yang sangat besar?

Renungkan: Naomi tinggal bersama dua menantu, pasti akan mendapatkan perhatian dan rawatan dalam berbagai aspek kehidupan, namun ia rela memilih melepaskan menantunya, agar mereka berdua punya kesempatan menikah lagi. Apakah kita dalam berbagai hal, rela melepaskan tangan kita, agar orang lain mendapatkan kebebasan dan ruang untuk membuat pilihan?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 1:6-7

「Berbalik pulang kembali ke rumah milik bapa 」

(Rut 1:6-7 [ITB])
6Kemudian berkemaslah ia dengan kedua menantunya dan ia pulang dari daerah Moab, sebab di daerah Moab ia mendengar bahwa TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.
7Maka berangkatlah ia dari tempat tinggalnya itu, bersama-sama dengan kedua menantunya. Ketika mereka sedang di jalan untuk pulang ke tanah Yehuda,

Penulis kitab memakai lima ayat pendek secara sederhana memperkenalkan latar belakang kisah Rut, menjelaskan kedua perempuan Moab — Orpah dan Rut,karena menikah dengan kedua pemuda Israel, kemudian karena suami mereka meninggal dan memulai perjalanan bersama Naomi sang mertua menuju Betlehem. Karena tiga laki-laki bergantian meninggal dunia, keluar dari kisah, fokus disorotkan kepada diri Naomi; dan dua perempuan Moab ini berada di samping pentas. Pada awalnya Elimelekh yang menentukan arah jalan keluarga, sekarang menjadi tanggung jawab Naomi; peralihan peran adalah hal yang sering terjadi. Pepatah mengatakan 「di rumah mengikuti kata ayah, menikah mengikuti kata suami, di masa tua mengikuti kata anak.」 Naomi sebelumnya tidak punya hak membuat keputusan, hanya mengikuti kata suami, kemudian mengikuti kata anak, pada akhirnya hanya tersisa dirinya dan kedua menantu yang masih muda. Ia sekarang harus memikul tanggung jawab kepala rumah tangga, memegang peranan kepemimpinan.

Naomi ambil keputusan pulang ke kampung halaman; penulis kisah memakai tiga kata untuk mencerminkan keputusan hatinya: berkemas atau “arose / bangkit” (Rut. 1:6a), pulang (Rut. 1:6b), berangkat (Rut. 1:7a). “Berbalik pulang kembali” (שׁוּב shuwb:  to turn back) berbalik kembali adalah topik utama sesungguhnya yang ingin ditonjolkan penulis kitab: Naomi hendak dari Moab 「berbalik pulang kembali 」 ke kampung halaman (Rut. 1:6), ia ingin menantunya 「berbalik pulang kembali 」 ke rumah orang tua mereka (Rut. 1:8b), namun mereka sebaliknya bersikeras hendak bersama dia 「berbalik pulang kembali 」 ke negara asal sang mertua. Ia dengan segenap tanaga menasehati mereka untuk pulang (Rut. 1:11-12), Orpah sungguh pulang, akhirnya tersisa Rut dan Naomi bersama-sama pulang kembali ke Betlehem. Frekuensi pemakaian kata 「pulang」 sangat mencengangkan, dalam kitab Rut yang pendek hanya empat pasal, selain di pasal 2:6, 4:3 dan 4:15, di pasal 1 muncul tiga belas kali.

Kata 「pulang」 muncul berkali-kali dalam perikop yang sekadar hanya mencatat perjalanan pulang kampung, pada saat kita mengenal bahwa 「berbalik pulang kembali 」 ( שׁוּב shuwb:  to turn back) adalah kata yang dipakai para nabi untuk menunjuk kepada pertobatan, maka kita dapat memahami bahwa penulis kisah tidak sekedar hanya mencatat perjalanan pulang kampung, namun mengandung makna yang satu tingkat lebih dalam, yaitu bahwa Naomi bertekat kembali kepada pelukan TUHAN. Apa penyebab keputusan Naomi? Apakah ia merasa terpaksa sudah tidak ada jalan keluar lagi, dan mendengar bahwa di Betlehem telah turun hujan, panen melimpah, atau serangan musuh asing sudah berhenti? Tentu semua ini mungkin merupakan unsur-unsur yang membantu Betlehem lepas dari keadaan yang sulit tersebut, namun justru berita yang didapatkan Naomi adalah bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri dan memberikan makanan kepada mereka (Rut. 1:6b). ternyata yang ada di balik segala peristiwa adalah adanya tangan pemeliharaan Allah dan perhatian-Nya.

TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri itu adalah berita yang hendak disampaikan penulis kitab. 「Memperhatikan 」 (פָּקַד paw-kad’ mengunjungi) jika dimengerti dari sudut negatif adalah 「menuntut」 atau 「menghukum」, dari sudut positif artinya adalah 「mengunjungi, memperhatikan, memelihara dan memberkati」. Saat umat Allah berjalan di jalan-Nya, Allah akan memperhatikan mereka. Saat Naomi terjebak dalam keadaan tidak ada seorangpun yang dapat ia sandari, ia mendengar berita bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri, menganugerahkan makanan kepada penduduk Betlehem, membuat 「rumah pangan 」 sekali lagi sungguh-sungguh kembali seperti sebutannya. Naomi dalam kebebasan untuk membuat keputusan yang ia miliki, setelah mendengar bahwa TUHAN memperhatikan umat milik-Nya sendiri, dengan kebebasannya bertekat pulang kembali ke rumah milik Bapa, berputar pulang kembali ke pelukan TUHAN.

Renungkan: silahkan merenungkan bagian reff. dari lagi lagu 〈Pulang Rumah〉 (Softly & Tenderly Jesus Is Calling): 「Pulang rumah, Pulang rumah, yang berbeban yang terluka pulang rumah, suara Yesus lembut penuh belas kasih memanggil engkau, pulanglah rumah, dengan tulus mengundangmu pulang rumah!」 Saat engkau terjebak dalam situasi yang sangat-sangat ekstrim menderita, jangan lupa TUHAN masih tetap memperhatikan dan memelihara anak-anak-Nya. Apakah engkau seperti Naomi setelah mendengar kasih anugerah TUHAN, segera bertindak sebagai jawaban, berputar pulang kembali ke dalam pelukan TUHAN?


「Softly and Tenderly Jesus Is Calling」
Will Lamartine Thompson
UM Hymnal, No. 348

Softly and tenderly Jesus is calling,
calling for you and for me;
see, on the portals he’s waiting and watching,
watching for you and for me.

Come home, come home;
you who are weary, come home;
earnestly, tenderly, Jesus is calling,
calling, O sinner, come home!

Halus dan lembut Yesus sedang memanggil,
panggilan bagi engkau dan bagi saya;
lihatlah, di gerbang Ia sedang menunggu dan memperhatikan,
perhatikan engkau dan saya.

Pulang kembali, pulang kembali;
engkau yang lelah, pulanglah kembali;
tulus, lembut, Yesus memanggil,
hai orang berdosa, datang pulanglah rumah!


Kata  פָּקַד paw-kad’  dapat mempunyai arti mengunjungi, menghukum, memperhatikan.

Kunjungan TUHAN mempunyai beberapa aspek:

  1. Membawa hukuman kepada orang-orang yang durhaka kepada Allah: dalam Yer. 5:29 oleh ESV, atau NIV diterjemahkan sebagai “menghukum” seperti ITB “Masakan Aku tidak menghukum mereka karena semuanya ini? demikianlah firman TUHAN. Masakan Aku tidak membalas dendam-Ku kepada bangsa yang seperti ini?” bandingkan dengan terjemahan KJV atau ASV “Shall I not visit (mengunjungi) for these [things]? saith the LORD : shall not my soul be avenged on such a nation as this?”
    Atau dalam Maz. 89:32 “maka Aku akan membalas (mengunjungi, menghukum) pelanggaran mereka dengan gada, dan kesalahan mereka dengan pukulan-pukulan.”
    Sepatutnya respon manusia terhadap hukuman-Nya “Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa.” (Ayub 5:17)
  2. Kunjungan-Nya merupakan didikan kepada anak-anak-Nya yang berbuat kesalahan agar pulang kembali kepada pelukan-Nya, Ibr. 12:6 “karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”
  3. Bagi anak-anak-Nya, kunjungan-Nya merupakan lawatan membawakan perhatian, pemeliharaan dalam kasih sayang anugerah-Nya. Rut 1:6「… TUHAN telah memperhatikan umat-Nya dan memberikan makanan kepada mereka.

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Latar Belakang dan Survei Kitab Rut

Adalah penting memahami sifat karakteristik, latar belakang dan inti dari sebuah kitab, pemahaman ini menjadi penuntun serta sebagai penentu arah bagi kita untuk mengerti dengan benar setiap ayat, paragraf atau perikop dalam kitab tersebut.

Rut ditulis untuk menguraikan bagaimana melalui kasih yang berkorban dan pelaksanaan hukum Allah yang benar, seorang wanita muda Moab yang saleh menjadi buyut raja Israel, Daud. Sebuah kisah indah dari zaman hakim-hakim mengenai sebuah keluarga saleh yang kesetiaannya dalam penderitaan sangat kontras dengan kemerosotan rohani dan moral yang umum di Israel pada masa itu.1

Enam ciri utama menandai kitab Rut:

  1. Kitab ini ditulis dengan latar belakang gelap dari ketidaksetiaan dan kemurtadan Israel sepanjang masa hakim-hakim, sambil menguraikan sukacita dan kesusahan sebuah keluarga yang saleh di Betlehem selama masa yang kacau-balau itu.
  2. Kitab ini menunjukkan bahwa rencana penebusan Allah juga mencakup orang bukan Israel yang pada masa PL, ditempatkan dalam persemakmuran Israel setelah bertobat dan beriman kepada Tuhan.
  3. Penebusan adalah tema inti sepanjang kitab ini dengan peranan penebus-kerabat Boas sebagai salah satu gambaran atau lambang PL yang paling jelas mengenai pelayanan syafaat Yesus Kristus. Boas sebagai penebus-kerabat adalah lambang dari Penebus agung, Yesus Kristus (Mat 20:28; lih. Rut 4:10).
  4. Ayat yang paling terkenal dalam kitab ini adalah pernyataan Rut kepada Naomi ketika masih berada di Moab, “Ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi … bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku” (Rut 1:16).
  5. Kitab ini memberikan suatu gambaran hidup yang realistis dengan pergumulan dan kesedihan, namun menjelaskan bagaimana iman dan kesetiaan dari umat yang saleh memungkinkan Allah mengubah suatu tragedi menjadi kemenangan dan kekalahan menjadi penebusan.

Kebenaran yang dijelaskan dalam kitab ini:

  1. Kesengsaraan yang dialami manusia menjadi kesempatan bagi Allah untuk memajukan maksud-maksud penebusan-Nya yang akbar (bd. Fil. 1:12).
  2. Termasuknya Rut dalam penebusan menunjukkan bahwa keikutsertaan dalam Kerajaan Allah bukanlah karena keturunan, tetapi karena menyesuaikan kehidupan dengan kehendak Allah oleh ketaatan yang tumbuh karena iman (Rom 1:5; Rom 16:26).
  3. Kedudukan Rut dalam daftar keturunan Daud dan Yesus (lih. Mat 1:5) menandakan bahwa semua bangsa akan diwakili di dalam kerajaan “Putera Daud” (Why. 5:9; Why. 7:9).

Referensi:

1  Tujuan dan Survey Rut http://alkitab.sabda.org/article.php?id=140          .
2  Ciri Khas Rut http://alkitab.sabda.org/article.php?id=206