Rut 1:8-10

「Relasi yang Mendalam antara Mertua dan Menantu 」

(Rut 1:8-10 [ITB])
8 berkatalah Naomi kepada kedua menantunya itu: “Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya; TUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku; 9 kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya.” Lalu diciumnyalah mereka, tetapi mereka menangis dengan suara keras 10 dan berkata kepadanya: “Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu.”

Naomi memulai perjalanan pulang kembali ke kampung halaman di Betlehem, bersamanya dalam perjalanan adalah kedua menantu: Orpah dan Rut. Perlahan-lahan peran Rut muncul di dalam kisah, berdampingan nama sejajar bersama Naomi, kelak menjadi pemeran utama yang akan datang. Di sini pertama kali mencatat perkataan Naomi (Rut 1:8-9), memulai percakapan antara ketiga wanita, menonjolkan gaya sastra khas kitab Rut — percakapan antar tokoh. Kitab Rut seluruhnya terdapat 85 ayat, di antaranya 56 ayat merupakan percakapan antar tokoh (seluruhnya terdapat 1,294 huruf Ibrani, di antaranya 678 huruf adalah percakapan antar tokoh); dan perikop perjalanan pulang ini mencakup tiga perbincangan antara Naomi dan menantunya (Rut 1:8-10; 1:11-13; 1:15-18). Dalam ketiga percakapan ini, perkataan Rut sangat sedikit, namun penuh tekat yang teguh; percakapan pertama memperlihatkan perhatian yang begitu besar dari Naomi kepada menantunya.

Naomi memulai dengan perkataan yang singkat padat, penulis kitab menggunakan dua kata kerja perintah : 「pergilah! pulanglah! 」 (Rut. 1:8a). Kedua menantu pada awalnya mungkin mengikuti tradisi orang Timur, menemani mertua sebagian perjalanan, sekarang mereka telah sampai di perbatasan Moab dan Yudea, tempat untuk pengambilan keputusan: berpisah atau melanjutkan perjalanan,jika sudah memutuskan untuk melanjutkan menemani perjalanan Naomi maka tidak ada jalan mundur lagi. Oleh karena itu, Naomi berusaha keras menasihati kedua menantu agar kembali ke kampung halaman suku mereka, kembali ke tanah Moab yang mereka kenal dengan baik.

Naomi tahu bahwa kedua menantu orang asing ini yang adalah janda jika mengikuti dia ke Betlehem tidak akan memiliki masa depan, terlebih lagi sama sekali tidak ada jaminan kehidupan. Dalam percakapan ini, terutama dalam perkataan Naomi, penulis kitab mencatat kasih perhatian Naomi yang sangat besar kepada kedua menantunya. Dua kali ia berseru memohon kiranya kasih karunia Allah turun ke atas kedua menantu: 「 8bTUHAN kiranya menunjukkan kasih-Nya kepadamu, seperti yang kamu tunjukkan kepada orang-orang yang telah mati itu dan kepadaku! 9akiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya 」 (Rut 1:8-9). Kata 「menunjukkan kasih 」 (חֵסֵד  hesed) mewakili relasi kesetiaan dua pihak, termasuk relasi Allah dengan manusia, juga relasi antara manusia. Pada saat menggambarkan relasi Allah dengan manusia, mewakili kasih sayang Allah, perhatian pemeliharaan dan kesetiaan menjaga perjanjian; saat menggambarkan respon manusia, mewakili kasih kepada Allah, setia percaya, menaati dan menjaga perintah Allah. Ucapan berkat Naomi bukan sekedar ucapan biasa 「sampai bertemu, kiranya Allah memberkati engkau 」, tetapi kasih perhatian yang sangat besar.

Ia tahu dengan jelas kedua menantu muda mengikuti dia ke Betlehem tidak akan memiliki masa depan, tidak ada harapan; harapan bagi kedua menantu muda ini adalah menikah lagi, mendapatkan rumah tangga yang baru, melanjutkan hidup yang baru. Oleh karena itu, ia memberkati kedua menantu: 「Pergilah, pulanglah masing-masing ke rumah ibunya 」 (Rut 1:8a). Biasanya seorang janda pulang ke rumah ayahnya, 「rumah ibunya 」 adalah tempat yang bersangkutan dengan urusan pernikahan, tempat negosiasi dan membuat keputusan. Naomi mengisyaratkan kedua menantu boleh menikah lagi, dan bahkan kemudian dengan terus terang mengatakan 「kiranya atas karunia TUHAN kamu mendapat tempat perlindungan, masing-masing di rumah suaminya 」 (Rut 1:9a). Naomi berharap kedua menantu mendapatkan kedamaian di rumah suami masing-masing yang baru, kembali ke Moab mendapatkan rumah tangga yang baik, mendapat tempat berteduh, tidak perlu berkelana, menjalani kehidupan tanpa sandaran, sepanjang hari hidup tanpa kepastian harapan.

Maka tidak heran saat mendengar perkataan sang mertua, kedua menantu menangis dengan suara keras (Rut. 1:9c), dan dua mulut yang berbeda bersama-sama menjawab: 「Tidak, kami ikut dengan engkau pulang kepada bangsamu 」 (Rut 1:10). Bagaimana mereka tidak tersentuh hatinya sehingga bersumpah sampai mati rela mengikuti sang mertua karena memiliki mertua yang penuh kasih perhatian yang sangat besar?

Renungkan: Naomi tinggal bersama dua menantu, pasti akan mendapatkan perhatian dan rawatan dalam berbagai aspek kehidupan, namun ia rela memilih melepaskan menantunya, agar mereka berdua punya kesempatan menikah lagi. Apakah kita dalam berbagai hal, rela melepaskan tangan kita, agar orang lain mendapatkan kebebasan dan ruang untuk membuat pilihan?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).