「Pengakuan Iman 」
(Rut 1:15-19a [ITB])
15Berkatalah Naomi: “Telah pulang iparmu kepada bangsanya dan kepada para allahnya; pulanglah mengikuti iparmu itu.”
16Tetapi kata Rut: “Janganlah desak aku meninggalkan engkau dan pulang dengan tidak mengikuti engkau; sebab ke mana engkau pergi, ke situ jugalah aku pergi, dan di mana engkau bermalam, di situ jugalah aku bermalam: bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku;
17di mana engkau mati, akupun mati di sana, dan di sanalah aku dikuburkan. Beginilah kiranya TUHAN menghukum aku, bahkan lebih lagi dari pada itu, jikalau sesuatu apapun memisahkan aku dari engkau, selain dari pada maut!”
18Ketika Naomi melihat, bahwa Rut berkeras untuk ikut bersama-sama dengan dia, berhentilah ia berkata-kata kepadanya. 19ADan berjalanlah keduanya sampai mereka tiba di Betlehem. … “
Ini adalah percakapan ketiga di tengah perjalanan pulang kembali, yang juga merupakan percakapan terakhir antara mertua dan menantu di episode pertama. Sejak Orpah mentaati nasehat mertuanya dan pergi (Rut 1:15), tokoh yang ada berkurang menjadi dua orang: Naomi dan Rut. Naomi yang berinisiatif memulai percakapan, dan penulis kitab terlihat dengan jelas meletakkan fokus pada pengakuan iman Rut yang agak panjang. Perkataan Rut yang tegas dan penuh kepastian, menunjukkan ia teguh tidak akan menyesal mengikuti mertuanya sampai akhir (Rut 1:16-17); Naomi tidak punya kata-kata lagi untuk menghadapinya, akhirnya hanya bisa mengijinkan Rut menyertainya (Rut 1:18).
Orpah memilih kembali ke Moab, pulang ke tanah yang ia kenal, tempat ia dilahirkan dan tumbuh, pasti lebih mudah beradaptasi dibandingkan dengan Betlehem, dan terlebih terdapat jaminan di kemudian hari bisa punya kesempatan menikah lagi, mengembangkan lagi sebuah kehidupan pernikahan berkeluarga yang bahagia. Penulis kitab sama sekali tidak memberikan penilaian negatif atas pilihan Orpah, hanya melalui mulut Naomi memberitahukan bahwa ia telah pulang kepada bangsanya dan kepada para allah yang ia sembah (Rut 1:15a); ia berharap pembaca meletakkan konsentrasi pada diri pengakuan iman Rut.
Targum yang merupakan tafsiran dari kitab suci bahasa Ibrani (bagian P.L dari Alkitab) menterjemahkan pembicaraan Naomi dan Rut sebagai berikut:
- Rut berkata: jangan mendesak saya pulang ke Moab, saya telah memutuskan untuk menjadi orang yang masuk beriman.
- Naomi berkata: Yehova memerintahkan kita menjaga hari raya dan Sabat, tidak boleh berjalan lebih dari 2.000 hasta di hari Sabat.
- Rut berkata: engkau pergi ke mana, saya juga akan pergi ke arah sana!
- Naomi berkata: aturan yang kita jaga ada sebanyak 613 hukum. (Ini adalah aturan yang khusus mengenai menjaga hari Sabat)
- Rut berkata: bangsamu adalah bangsaku, segala yang dijaga bangsamu pasti akan saya taati.
- Naomi berkata: kita pasti tidak menyembah allah bangsa asing.
- Rut berkata: Allahmu adalah Allahku.
- Naomi berkata: ada empat macam hukuman mati bagi segala yang berdosa: dirajam batu, dibakar mati, dibunuh dengan pisau, digantung mati di gantungan kayu.
- Rut berkata: saya bersedia menerima segala hukuman mati, di mana engkau mati, saya juga akan mati di sana.
- Naomi berkata: kita punya kuburan yang sudah tetap.
- Rut berkata: di mana engkau dikuburkan, saya juga dikuburkan di sana.
Di atas adalah tafsiran yang mungkin khusus dipakai bagi orang yang masuk agama Yahudi, namun dapat menjelaskan tekat keputusan hati Rut.
Para peneliti yang mempelajari dari segi sastra membagi jawaban Rut menjadi lima bagian, bagian depan belakang menjadi pasangan, dan bagian tengah adalah pengakuan iman Rut 「bangsamulah bangsaku dan Allahmulah Allahku 」(Rut 1:16d). Perkataan ini adalah inti yang sesungguhnya dari keseluruhan paragraf, tidak hanya mewakili keputusan tekat Rut, juga menunjukkan iman kepercayaan dari hatinya. Ia secara khusus menyebutkan bangsa dan Allah, untuk menjawab apa yang Naomi sebutkan atas Orpah yang pulang ke bangsa dan allahnya. Perkataan Rut mengisyaratkan ia telah memutuskan untuk meninggalkan tanah kelahiran tempat ia tumbuh dewasa, menghadapi lingkungan asing, berbaur ke dalam budaya Israel, menerima dan mengakui bangsa Israel sebagai bangsanya. Dan lagi, ia meninggalkan allah Kamos yang selalu disembah orang Moab (lihat 1Raj. 11:7, 33), menerima Yehova sebagai Allahnya.
Perkataan Rut sederhana jelas, dengan nada bicara yang pasti, menyampaikan isi hatinya. Tetapi, seberapa banyak pengenalan Rut atas lingkungan yang baru, adat tradisi yang baru, seberapa jauh ia memahami kesulitan yang akan ia hadapi, seberapa dalam pengetahuan dan pengenalannya atas TUHAN (Yehova)? Ini tidaklah penting, yang penting adalah ia melakukan sebuah langkah iman berdasarkan pengenalan terbatas yang ia miliki, maka mereka berdua berjalan bersama sampai ke Betlehem (Rut 1:19a).
Renungkan: Keputusan Rut yang kokoh adalah didasarkan atas iman kepercayaan dari dalam hati, ia berdasarkan pengenalan dirinya atas TUHAN dan menginjakkan kaki ke jalan yang tanpa jalur untuk kembali. Biarlah kita meneladani iman kepercayaan Rut, berkata kepada Allah: 「Mohon Tuhan memberikan saya hati yang teguh, satu hati mengikuti Engkau, berikans aya hati yang murni, seumur hidup bersandar kepada Mu, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus saya berdoa, Amen. 」
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).