「Musim untuk Menuai 」
Bagaimanapun sulitnya perjalanan, musim menuai pasti menantikan kita. Allah tetap merupakan Allah yang memelihara anak yatim piatu dan janda.
(Rut 1:22 [ITB])
22Demikianlah Naomi pulang bersama-sama dengan Rut, perempuan Moab itu, menantunya, yang turut pulang dari daerah Moab. Dan sampailah mereka ke Betlehem pada permulaan musim menuai jelai.
Di awal episode pertama, Naomi mengikuti Elimelekh suaminya beserta dua anak laki bersama-sama meninggalkan rumah pangan Betlehem, adalah untuk menyelesaikan masalah pangan, namun sepuluh tahun kemudian, pulang kembali ke kampung halaman dengan penyebab yang sama yaitu pangan; suami dan anak telah tidak ada, hanya Rut menantu yang menemani. Kini sampai pada adegan 「musim menuai jelai 」 (Rut 1:22c), yang merupakan sebuah adegan perpindahan, sebagai penutup episode pertama dan pembukaan episode kedua, berfungsi sebagai kesimpulan episode pertama dan pengantar bagi episode kedua. Penutup yang pendek ini mempunyai dua ciri khas:
- Penulis kitab memakai cara penyebutan yang lain kepada Rut — 「perempuan Moab 」 (Rut 1:22a). Jika sebelumnya hanya dengan sederhana menyebut dia dengan 「Rut」 ( Rut 1:4, 14, 16), 「menantu 」 (Rut 1:6, 7, 8), 「anak perempuan 」 (Rut 1:11, 12, 13); mulai dari ayat ini selain disebut dengan 「Rut 」( Rut 2:8, 4:13), 「menantu 」 (Rut 2:22) dan 「hamba 」 (Rut 3:9), Rut diberi sebutan tambahan 「Rut perempuan Moab 」 (Rut 2:2, 6, 21; 4:5, 10). Penulis kitab di akhir fasal memberikan Rut sebuah sebutan yang berat ini, sepertinya ingin mengingatkan pembaca bahwa pilihan Rut bukanlah mudah seperti yang kita bayangkan, ia akan menjalani perjalanan panjang menghadapi masalah apakah diterima orang Yahudi dan gesekan budaya. Selain itu, sebutan ini menyembunyikan sebuah nubuat bahwa raja Daud yang besar juga memiliki darah Moab (Rut 4:18-22).
- Ciri khas yang kedua adalah penandaan waktu, saat kepulangan Naomi beserta Rut perempuan Moab adalah tepat 「musim menuai jelai 」 (Rut 1:22b). Menurut Kalender Gezer (Gezer Calendar, lihat bagian Tambahan dari Blogger di bawah), waktu menuai biasanya di akhir bulan April sampai awal Mei. Di masa ini, orang Israel akan membawa berkas hasil panen yang merupakan hasil pertama dari penuaian untuk dikuduskan (Im. 23:10); kira-kira dua minggu kemudian adalah waktu menuai gandum (Rut 2:23). Fasal ini dimulai dengan bencana kelaparan dan perpisahan, fasal ini di akhir dengan pulang kembali dan panen melimpah. Keadaan ini menunjukkan bahwa Allah masih tetap memelihara umat-Nya, bagaimanakah Allah yang memelihara para janda dan para yatim piatu akan memelihara kedua janda ini? Para pembaca tentu merasakan keinginan untuk mengetahui bagaimana kisah akan berkembang.
Saat pembukaan sebuah babak yang baru, juga merupakan saat membuat kesimpulan penutup. Di saat dinantikannya pemandangan indah di depan, terdapat dua macam pilihan dan dua macam suara yang ditenun bersilang menjadi latar belakang yang menampilkan lukisan indah yang ada di depan. Rut memutuskan untuk meninggalkan Moab dan allah Moab, memutuskan untuk diakui orang Yahudi, dan bersandar pada TUHAN Israel. Ini adalah iman yang mempertaruhkan seluruh yang ia miliki, karena sesungguhnya jalan di depan tidak seluruhnya cerah. Suara keteguhan Rut (Rut 1:16-17) ditenun bersilang bersama dengan suara Noaomi yang dengan pahit berkeluh-kesah kepada TUHAN (Rut 1:20-21); Anyaman iman yang bersandar dan keraguan, rasa bersyukur dan bersungut-sungut, pujian dan keluh-kesah juga sering merupakan potret perjalanan kehidupan iman kita. Bagaimanapun sulitnya perjalanan, musim menuai pasti menantikan kita.
Renungkan: silahkan memikirkan apakah dalam hidup anda terdapat kesulitan yang bertumpuk-tumpuk, apakah kehidupan rohani anda dalam kekeringan? Tidak peduli apapun keadaannya, cara penyelesaian selalu lebih banyak daripada kesulitan, musim menuai pasti akan datang menghampiri kita, Allah tetap merupakan Allah yang memelihara anak yatim piatu dan janda, biarlah kita sepenuh hati bersandar kepada Dia.
Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Tambahan dari Blogger:
“Di saat kita menderita, jangan putus asa dan jangan salahkan Tuhan. Karena Tuhan Mahatahu dan Tuhan yang merajut hidup kita. Naomi tidak pulang dengan tangan kosong. Karena sebenarmya Tuhan telah mempersiapkan segalanya bagi Naomi dan Rut. Kita bisa lihat di Imamat 19:9-10, Tuhan telah mengeluarkan peraturan agar ketika menuai, kita tidak menyabit habis sampai ketepi, dan jangan memungut yang ketinggalan dari tuaian kita. Juga sisa-sisa buah anggur jangan dipetik untuk kedua kalinya. Tetapi harus ditinggalkan bagi orang miskin atau orang asing. Tuhan telah mempersiapkan makanan buat Naomi dan Rut. Naomi, atau setiap kita tidak akan di tinggalkan Tuhan dengan tangan kosong.”
Tambahan dari Blogger:
Jelai:

Sejenis dengan gandum; di Palestina zaman dahulu jelai lebih murah dari gandum sehingga merupakan makanan untuk ternak dan rakyat miskin. Jelai digunakan sebagai pengganti gandum untuk makanan ternak dan untuk roti (Yoh. 6:9), dengan kualitas yang lebih rendah daripada roti gandum (dicuplik dari Sabda).
Kalender Gezer:

Kalender Gezer adalah lempengan batu kapur yang ditemukan ditemukan di Gezer, sebuah kota kuno Kanaan yang berjarak 32 Km sebelah timur Yerusalem. Di atasnya tertulis:
- Dua bulan mengumpulkan (September, Oktober)
- Dua bulan menanam (November, Desember)
- Dua bulan menabur benih (Januari, Februari)
- Satu bulan memotong rami (Maret)
- Satu bulan menuai jelai (April)
- Satu bulan menuai dan menimbang gandum (Mei)
- Dua bulan memangkas (Juni, Juli)
- Satu bulan buah musim panas (Agustus)
Dicuplik dan diterjemahkan dari Gezer calendar (https://en.wikipedia.org/wiki/Gezer_calendar)