Tag Archives: Rut

Rut 3:1-7

「Mendengarkan dan mengikuti nasehat」

Apakah ia paham apa yang ia akan lakukan? Rut rela mengambil resiko?

(Rut 3:1-7 [ITB])
1 Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: “Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?
2Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
3maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.
4Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.”
5Lalu kata Rut kepadanya: “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.”
6Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.
7Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

Kemarin kita sudah mempelajari Naomi mencari tempat berlindung bagi Rut dan ambil inisiatif berpesan kepada Rut melakukan serangkaian pengaturan dan tindakan. Hari ini kita akan melihat salah paham yang mungkin terjadi akibat perbedaan budaya.

Naomi berpesan kepada Rut untuk mandi dan berurap, memakai pakaian bagus, pergi ke tempat pengirikan (Rut 3:3), ditambah lagi sebelumnya sudah bertekat mencarikan tempat berlindung bagi Rut (Rut 3:1), ini jelas adalah perihal besar pernikahan. Mandi dan berurap, dan memakai pakaian bagus biasanya adalah tindakan untuk mengikuti perayaan. Tiga tindakan ini mengisyaratkan Naomi merasa pasti bahwa masa Rut menjaga status jandanya sudah selesai, ia sepatutnya keluar dari hari berduka, sudag tiba hari ia boleh menikah lagi. Naomi menghendaki Rut menampilkan rupa dia yang memikat, untuk menarik perhatian Boas.

Rut di malam hari seorang diri, dengan senyap, tanpa dilihat orang, datang ke tempat pengirikan bertemu dengan Boas yang sedang tidur. Bagaimana Naomi mengetahui bahwa Boas pada malam itu pasti akan berjaga di tempat pengirikan? Apakah ia terlebih dahulu mengetahui pada malam itu akan ada acara kegiatan sehingga berpikir Boas akan tinggal dan melihat serta ikut dalam perayaan tersebut? Dan juga, mengapa Naomi menggunakan cara yang sembunyi-sembunyi? Ia bisa saja secara langsung pergi mencari Boas, atau para tua-tua di pintu gerbang kot, berunding tentang pernikahan Rut, namun mengapa ia tidak melakukannya? Penulis kitab tidak memberikan jawaban apapun. Dan juga, ini adalah hari menampi gandum, hari yang dirayakan dengan keramaian. Di Moab atau tempat lain, biasanya setelah bermabuk-mabukan, para pengerja akan mendatangi pelacur kuil, ini adalah gelaja yang sering terjadi. Walaupun di tempat pengirikan orang Israel mungkin tidak diijinkan terjadi hal yang demikian (lihat Hos. 9:1), namun selimut Boas disingkapkan Rut, angin sepoi bertiup membangunkan dia, menemukan seorang perempuan tidur di bawah kakinya, apakah ia akan curiga bahwa dirinya karena mabuk sehingga berbuat hal yang teledor? Karena Boas setelah makan dan minum, hatinya gembira, ia pergi tidur di sebelah timbunan jelai (Rut 3:7; lihat Rut 3:3). Keadaan ini semuanya sangat mudah membuat orang salah paham. Namun Rut justru mendengarkan dan mengikuti nasehat, bersedia mengambil resiko mendapatkan salah paham dari orang.

Kemudian, kita masih punya beberapa hal yang sulit dimengerti, yakni mengapa Boas bisa tinggal untuk tidur di tempat pengirikan tidur? Tempat pengirikan seharusnya adalah tempat orang upahan bekerja, malam setelah pekerjaan selesai, pasti akan ada banyak orang upahan yang tinggal dan berjaga, menghindari maling atau binatang liar datang mencuri makan. Boas mengapa bisa tinggal di tempat pengirikan ini, bahkan seorang diri tidur di sana? Semua detil ini tidak dijelaskan oleh penulis kitab. Semua hal yang kabur tidak jelas ini, mungkin akan menimbulkan rasa ingin tahu dari para pembaca untuk melanjutkan pencarian.

Tetapi hal yang paling mudah membuat salah paham adalah pemakain kata oleh penulis kitab untuk menggambarkan tindakan Rut; Rut dengan diam-diam berjalan sampai tempat Boas, menyingkapkan kakinya, berbaring di sana (Rut 3:4b, 3:7b)《terjemahan RCUV》. Ada peneliti berpendapat bahwa penulis kitab memakai kata 「menyingkapkan 」 「kaki 」 「berbaring 」 adalah semacam tindakan menggoda, dengan halus menggambarkan tindakan kurang bermoral yang berkaitan dengan sex. Sebenarnya dari penggambaran penulis kitab tentang moral yang baik dari Naomi dan Rut (Rut 3:11), lalu posisi berbaring Rut yakni di bawah kaki (Rut 3:8), dan respon Boas, tidak ada maksud menunjukkan tindakan tidak bermoral.

Rut hanya menyingkapakan bagaian kaki Boas, yakni menyingkapkan selimut yang menutupi bagaian kakinya, membangunkan Boas dengan angin sepoi. Ini memang bukan tindakan yang biasa, namun bukan yang tidak bermoral atau yang keluar dari jalur, tetapi tindakan simbolis menyatakan permohonan berlindung. Penulis kitab meninggalkan banyak kekosongan, mengabaikan informasi tentang detil latar belakang, ia ingin yang diperhatikanadalah para tokoh dan tindakannya. Kita melihat Rut mempercayai mertuanya, walau mungkin saat itu ia tidak sepenuhnya memahami budaya tradisi yang ada, atau mungkin pernah mendengarkan penjelasan dari mertuanya, ia tetap mendengarkan dan mengikuti nasehat mau mengambil resiko mendapatkan salah paham dan penolakan. Karena respon Boas belum tentu sesuai perkiraan Naomi. Rut pasti akan menghadapi resiko ditolak, namun ia rela menginjakkan langkah ini. Ia berkata kepada mertuanya: 「 “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.” Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya. 」(Rut 3:5-6)

Renungkan: Iman tanpa perbuatan-perbuatan adalah mati (Yak. 2:26); Rut rela mengambil resiko ditolak bahkan resiko menerima cemooh ejekan, ia mendengarkan dan mengikuti nasehat, bertindak sesuai instruksi mertua. Bagaimana pula engkau menjawab instruksi dari Tuhan yang berikan kepada engkau? Apakah engkau memakai tindakan untuk melangkahkan kaki menapaki jalan yang Tuhan telah instruksikan?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 3:1-7

「Perihal Besar Seumur Hidup」

Jodoh pernikahan antara tindakan manusia dan rencana Tuhan.

(Rut 3:1-7 [ITB])
1 Lalu Naomi, mertuanya itu, berkata kepadanya: “Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?
2Maka sekarang, bukankah Boas, yang pengerja-pengerjanya perempuan telah kautemani itu, adalah sanak kita? Dia pada malam ini menampi jelai di tempat pengirikan;
3maka mandilah dan beruraplah, pakailah pakaian bagusmu dan pergilah ke tempat pengirikan itu. Tetapi janganlah engkau ketahuan kepada orang itu, sebelum ia selesai makan dan minum.
4Jika ia membaringkan diri tidur, haruslah engkau perhatikan baik-baik tempat ia berbaring; kemudian datanglah dekat, singkapkanlah selimut dari kakinya dan berbaringlah di sana. Maka ia akan memberitahukan kepadamu apa yang harus kaulakukan.”
5Lalu kata Rut kepadanya: “Segala yang engkau katakan itu akan kulakukan.”
6Sesudah itu pergilah ia ke tempat pengirikan dan dilakukannyalah tepat seperti yang diperintahkan mertuanya kepadanya.
7Setelah Boas habis makan dan minum dan hatinya gembira, datanglah ia untuk membaringkan diri tidur pada ujung timbunan jelai itu. Kemudian datanglah perempuan itu dekat dengan diam-diam, disingkapkannyalah selimut dari kaki Boas dan berbaringlah ia di situ.

Saat episode ketiga dimulai, ini adalah peristiwa yang terjadi beberapa minggu kemudian, episode ini memasuki musim menampi, mengambil lokasi di tempat pengirikan. Terdapat sedikit perubahan pada peran para tokoh dalam adegan ini berbeda dengan adengan sebelumnya (yakni dalam fasal 2). Sebelumnya Rut berinisiatif menyebutkan hendak pergi memungut jelai (Rut 2:2), sekarang adalah Naomi yang berinisiatif menyebutkan hendak mencarikan Rut tempat berlindung (Rut 3:1) ; sebelumnya peran Boas memimpin jalannya perkembangan peristiwa, sekarang ia menjadi pihak yang lebih pasif; sebelumnya apa yang hendak Naomi dan Rut hendak pecahkan adalah masalah kebutuhan hidup yang paling dasar, pergi ke ladang mencari makanan, sekarang Naomi hendak mencarikan jaminan kehidupan dan kebahagiaan seumur hidup bagi Rut menantunya.

Naomi setelah bergembira atas hasil gandum dan jelai yang banyak, juga berpikir bagaimanakah akan melalui esok hari? Dia tahu bahwa diri sendiri sudah lanjut usia, akan ada sutu hari dia meninggal dunia, meninggalkan Rut menantunya. Janda asing yang berada di tanah yang asing ini saat masih ada mertua masih ada orang sepenanggungan, saling menolong saling dikusi memecahkan masalah; tetapi saat mertua sudah tiada, ia akan hidup sebatang kara, hidupnya pasti akan bertambah sulit. Naomi berpikir sampai hal tersebut, maka membuat perhitungan dan pengaturan bagi Rut, agar ia bisa seumur hidup mendapatkan jaminan, pernikahan yang baik. Di zaman dahulu, adalah laki-laki yang memimpin, dan dalam masyarakat yang berternak sebagai pokok, perempuan tidak memiliki kemampuan mencari nafkah, pilihan yang terbaik adalah menikah!

Pada awal Naomi sudah memohon kepada kedua menantu muda, berharap mereka kembali ke tanah bangsa mereka yakni tanah Moab, mencari suami yang baru untuk menetap dengan baik (lihat Rut 1:8-9). Sekarang, dia mengubah permohonan menjadi tindakan nyata, dengan terliti merencanakan pelaksanaan perihal besar, sebuah pernikahan. Berdoa berserah, dan tindakan nyata, keduanya tidak ada pertentangan. Maka Naomi berkata kepada Rut: 「Anakku, apakah tidak ada baiknya jika aku mencari tempat perlindungan bagimu supaya engkau berbahagia?」 (Rut 3:1). Perkataan Naomi, ditambah pengaturan yang teliti terhadap Rut, serta di kemudian sikap Rut yang dengan kerendahan memohon perlidungan kepada Boas (lihat Rut 3:9), dengan jelas adalah sebuah tindakan untuk memohon pernikahan.

Naomi sebagai pihak yang senior, seperti juga orang tua zaman dahulu mengatur perihal besar seumur hidup bagi anak laki dan anak perempuan, adalah hal yang sangat alami dalam tradisi Timur Tengah juga seperti kebiasaan Tiongkok zaman dahulu. Masyarakat masa kini telah mengalami perubahan, pernikahan anak laki-laki dan anak perempuan adalah hasil dari pilihan mereka. Walaupun masih banyak orang percaya muda yang sudah mencapai usia menikah tetap memakai cara perantara; ada yang dengan cara kedua pihak orang tua menemui dahulu pihak pasangan, setelah mendapatkan persetujuan kedua pihak orang tua, baru giliran orang muda saling mengenal, setelah kedua pihak merasa sesuai baru mendiskusikan pernikahan. Dalam masyarakat negara barat di masa kini, terdapat organisasi Kristen yang memakai internet sebagai media perantara, agar orang muda bisa saling berhubungan saling mengenal. Tindakan mereka tidak menggantikan pekerjaan Tuhan, keduanya saling berkerja berjalan bersama.

Rencana Naomi tidak menggantikan pekerjaan Tuhan, dia tahu bahwa Boas adalah kerabat dekat yang wajib menebus, namun belum melihat ada tindakan yang diambil pihak Boas. Ia adalah kerabat dekat yang wajib menebus namun mengapa tidak berinisiatif ambil tanggung jawab? Apakah karena masih menunggu kerabat dekat lain yang lebih berhak ambil tindakan (Rut 3:12), atau karena identotas Rut yang adalah Moab perempuan sehingga menahan langkah kaki? Tidak peduli apa penyebabnya, Naomi ambil keputsan berinisiatif mencarikan Rut sebuah keluarga, yakni mencarikan dia seorang 「suami, 」 agar ia mempunyai sebuah 「 tempat berlindung. 」

Namun cara pengaturannya sesungguhnya tidak pernah terjadi dalam Perjanjian Lama. Di satu aspek adalah mertua yang menarik benang merah, juga dari pihak perempuan yang ambil inisiatif; di aspek lain, keseluruhan perencanaan tindakan menunggu saat malam orang sudah tidur, hanya tersisa laki-laki yang sendirian dan perempuan yang sendirian, menunggu saat Boas tertidur, menyingkapkan selimut dari kaki Boas dan berbaringlah di situ, benar-benar adalah sebuah cara yang tidak umum, sangat mudah membuat pembaca zaman sekarang salah paham, tidak setuju dan tidak bisa menerima, namun perlu diingat bahwa hal ini tidak bertentangan dengan adat tradisi Timur Tengah zaman dahulu. Hal ini akan dijelaskan lebih detil esok hari.

Renungkan: Para orang tua, apakah engkau kuatir atas perihal besar pernikahan anak laki-laki atau anak perempuan? Para orang muda, apakah juga engkau kuatir atas perihal besar seumur hidup dirimu? Mohon Tuhan agar engkau bisa mengambil tindakan yang patut ada dari diri sendiri yang selaras dalam pengenalan akan kehendak Tuhan.

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 2:18-23

「 Kerabat dekat yang menebus 」

(Rut 2:18-23 [ITB])
18Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu,
19maka berkatalah mertuanya kepadanya: “Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!” Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: “Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.”
20Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: “Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.” Lagi kata Naomi kepadanya: “Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.”
21Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: “Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku.”
22Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: “Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain.”
23Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.

Sebuah kalimat jawaban Naomi:「Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita」 (Rut 2:20c) telah menjadi titik perubahan kehidupan kedua janda miskin. Sebenarnya bantuan apa yang akan dapat diberikan orang dari kaum sendiri dan kerabat dekat ini bagi Naomi? Ini adalah hal yang akan kita pelajari hari ini.

Naomi memberitahukan kepada Rut bahwa Boas adalah orang dari kaum sendiri. Orang Israel menggunakan suku, kaum dan keluarga ayah (bin) sebagai penentu relasi saudara (lihat Yos. 7:16-18), Boas termasuk suku Yehuda dari Israel, kaum Nahason, keluarga Salmon. Ia dan Elimelekh sama-sama termasuk kaum Nahason, adalah kerabat dekat. Apa makna kerabat dekat atau yang disebut juga 「kerabat dekat yang menebus 」(kinsman redeemer)?

Di dalam jaringan relasi keluarga, orang Israel saling memberikan perlindungan dan bantuan; Saat anggota keluarga ada dalam krisis, anggota keluarga yang lain harus bertanggung jawab menjaga keutuhan keluarga dan harta miliknya. Perjanjian Lama menyebutkan「kerabat dekat yang menebus 」bertanggung jawab menolong saudara yang mengalami krisis dalam lima kondisi:

  1. Saat saudara karena kemiskinan menjual sebagian warisan, kerabat dekat punya tanggung jawab demi dia menebus kembali tanah yang dijual; karena tanah adalah milik TUHAN, tidak boleh dijual untuk jangka waktu selamanya (lihat Im. 25:15-30).
  2. Saat saudara karena kemiskinan dijual kepada orang asing sebagai budak, kerabat dekat punya tanggung jawab untuk menebus kembali orang tersebut; Taurat menuliskan secara detil urutan prioritas menebus kerabat dekat: saudara sendiri, saudara dari ayah, anak laki-laki saudara ayah, seorang kerabat yang terdekat dari kaumnya (lihat Im. 25:47-55).
  3. Kerabat dekat yang menebus punya tanggung jawab bagi saudara menegakkan keadilan dan kebenaran, membalas kematian orang kaumnya yang dibunuh, membunuh sang pembunuh yang bersalah, kerabat yang demikian disebut 「penuntut tebusan darah」 (Ul. 19:11-13; Bil. 35:19-27). (Saat itu berlaku hukum Lex Talionis, mata ganti mata, gigi ganti gigi)
  4. Kerabat dekat yang menebus boleh menggantikan saudara yang telah meninggal untuk menerima ganti rugi. Orang yang bersalah saat mengembalikan benda dan ganti rugi jika sang korban telah meninggal, kerabat dekat boleh menggantikannya untuk menerima (lihat Bil. 5:8).
  5. Kerabat dekat yang menebus mengajukan permintaan keadilan bagi saudara, memastikan mereka pada masa pengajuan perkara bisa mendapatkan perlakuan yang adil dan benar, karena TUHAN akan memperjuangkan perkara mereka, supaya Ia memberi ketenteraman kepada bumi (lihat Yer. 50:34; Ayb. 19:25).

Secara singkat, tanggung jawab utama kerabat dekat yang menebus adalah mengeluarkan segenap tenaga melindungi warisan dan nyawa keluarganya. Dari berbagai kondisi yang disebutkan, belum disebutkan tanggung jawab kerabat dekat yang menebus demi saudara meneruskan keturunan, yakni tanggung jawab menikahi istri dari saudara yang meninggal (lihat Ul. 25:5-6). Saat Naomi menyebutkan Boas adalah salah satu kerabat dekat yang menebus dari mereka (lihat Rut 3:12), di dalam hatinya ia sangat percaya bahwa kerabat ini akan membawakan bantuan dan jaminan bagi mereka. Mengenai bagaimana TUHAN melalui Boas akan memakai cara apa menolong mereka keluar dari kesulitan, harus menunggu kemudiab hari baru bisa diketahui.

Renungkan: walaupun Taurat dengan detil menuliskan tanggung jawab kerabat dekat, namun orang Israel yang hidup dalam zaman yang meninggalkan TUHAN, ada berapa orang yang mau mentaati tuntutan hukum Taurat, dengan sukarela segenap tenaga menjalankan tanggung jawab tersebut? Sandaran Naomi yang paling final adalah TUHAN, Allah penuh kasih kemurahan yang tetap setia pada janji kovenan-Nya. Dan siapakah yang telah menjadi sandaran engkau dan saya?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 2:18-23

「Cahaya yang perlahan mulai bersinar 」

Ujung terowongan kegelapan adalah hari cerah yang bersinar terang, kepala yang terangkat di lembah yang dalam dapat melihat awan putih di langit terang. Jika engkau sedang jatuh dalam keadaan sulit, jangan lupakan siapakah Sinar Terang harapan mu.

(Rut 2:18-23 [ITB])
18Diangkatnyalah itu, lalu masuklah ia ke kota. Ketika mertuanya melihat apa yang dipungutnya itu, dan ketika dikeluarkannya dan diberikannya kepada mertuanya sisa yang ada setelah kenyang itu,
19maka berkatalah mertuanya kepadanya: “Di mana engkau memungut dan di mana engkau bekerja hari ini? Diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!” Lalu diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja, katanya: “Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.”
20Sesudah itu berkatalah Naomi kepada menantunya: “Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN yang rela mengaruniakan kasih setia-Nya kepada orang-orang yang hidup dan yang mati.” Lagi kata Naomi kepadanya: “Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita.”
21Lalu kata Rut, perempuan Moab itu: “Lagipula ia berkata kepadaku: Tetaplah dekat pengerja-pengerjaku sampai mereka menyelesaikan seluruh penyabitan ladangku.”
22Lalu berkatalah Naomi kepada Rut, menantunya itu: “Ya anakku, sebaiknya engkau keluar bersama-sama dengan pengerja-pengerjanya perempuan, supaya engkau jangan disusahi orang di ladang lain.”
23Demikianlah Rut tetap dekat pada pengerja-pengerja perempuan Boas untuk memungut, sampai musim menuai jelai dan musim menuai gandum telah berakhir. Dan selama itu ia tinggal pada mertuanya.

Rut setelah bekerja keras seharian, sampai saat petang ia pulang dan memberikan kepada mertuanya hasil yang ia pungut (Rut 2:18a) dan sisa yang ada setelah kenyang itu (Rut 2:18b),  berkembanglah percakapan Rut dengan mertuanya.

Ciri khas dari percakapan ini (Rut 2:18-23) adalah cara penulis kitab menggunakan pengulangan kata-kata dan kosakata, memperkuat pentingnya percakapan. Rut membawa pulang dua macam barang: hasil yang ia pungut dan sisa yang ada setelah makan kenyang (Rut 2:18). Dua kali Naomi bertanya kemanakah Rut pergi memungut bulir jelai: Di mana engkau memungut jelai hari ini (Rut 2:19a), dan di mana engkau bekerja hari ini? (Rut 2:19b). Dua kali Rut mengulang jawabannya: diceritakannyalah kepada mertuanya itu pada siapa ia bekerja (Rut 2:19c), dan  berkata 「Nama orang pada siapa aku bekerja hari ini ialah Boas.」 (Rut 2:19d). Dua kali Naomi memberkati Boas: 「diberkatilah kiranya orang yang telah memperhatikan engkau itu!」 (Rut 2:19c), 「Diberkatilah kiranya orang itu oleh TUHAN」 (Rut 2:20a). Dua identitas Boas: kaum kerabat kita (Rut 2:20c), dialah salah seorang yang wajib menebus kita (Rut 2:20d). Pemakaian kata yang berulang: 「Tetaplah dekat」 pengerja-pengerjaku (Rut 2:21b), demikianlah Rut 「tetap dekat」 pada pengerja-pengerja (Rut 2:23a) dan sebagainya.

Percakapan mertua dan menantu diakhiri dengan menuai sebagai penutup. Hari raya Paskah adalah saat simulainya menuai jelai, dan hari raya Pentakosta (Shavuot) juga mempunyai sangkut paut dengan menuai jelai; keduanya terpisah 7 minggu (dihitung menggunakan kalender zaman kini adalah sekitar bulan april sampai juni). Rut berada di ladang milik Boas selama tujuh minggu. Namun penulis kitab ingin apa yang kita perhatikan bukan masalah menuai, tetapi bagaimana kesempatan dua miskin janda yang sepenanggungan ini meneruskan hidup mereka? Janda yang berusia muda masih belum mendapatkan keluarga, belum ada jalan keluar. Pengkisahan tentang Rut yang masih tinggal dengan mertua (Rut 2:23c) mengisyaratkan sebuah gambaran yang menyedihkan. Walaupun keadaan di depan mata adalah demikian, namun ini bukan kesimpulan final. Mereka masih punya seberkas sinar harapan, ini adalah petunjuk yang diungkapkan dalam percakapan antara mertua dan menantu.

Sampai sekarang Rut masih belum tahu bahwa pertemuannya dengan Boas di ladang mempunyai pengaruh terhadap perubahan nasibnya. Matanya hanya memandang perlakuan penuh murah hati yang ia dapatkan, dengan gembira ia berbagi dengan sang mertua apa yang ia alami seharian. Di saat Naomi belum tahu siapa yang memperlakukan menantunya Rut dengan murah hati, yang ia lakukan adalah segera memberkati orang tersebut. Tetapi saat Rut memberitahukan bahwa orang kaya raya yang memperlakukannya dengan kemurahan hati adalah Boas, di dalam hati Naomi tiba-tiba menyala bunga api harapan. Hati yang penuh kegetiran terlihat mulai berubah, ia memuji TUHAN (Yehovah) adalah Tuhan yang memperlakukan dengan kemurahan hati orang-orang yang hidup dan yang mati. Ia berkata: 「Diberkatilah kiranya Boas oleh TUHAN. TUHAN yang senantiasa setia dan penuh kasih karunia terhadap orang-orang yang hidup dan yang mati.」 (Rut 2:20a) [Terjemahan CCB]

Hati Naomi mulai berubah, dari emosi yang kesedihan pahit perlahan-lahan berjalan mengenal bahwa TUHAN (Yehovah) adalah Allah yang masih memperlakukan mereka dengan kemurahan hati, Dia telah melalui Boas memperlakukan dengan kemurahan hati kedua janda yang tidak punya sandaran apapun. Penulis kitab tetap tidak mengungkapkan alasan adanya harapan Naomi, sampai saat ini Rut masih seperti katak dalam tempurung. Terus sampai saat Naomi berkata: 「 Orang itu kaum kerabat kita, dialah salah seorang yang wajib menebus kita 」 (Rut 2:20b). Muncul perubahan ajaib dalam sikapnya, karena ia melihat seberkas cahaya harapan, yakni bahwa Boas adalah dari kaum suaminya Elimelekh yang telah meninggal, identitas ini mungkin dapat merubah nasib Rut dan mereka berdua.

Terdapat sebuah penelitian atas orang-orang yang selamat dari kamp tawanan perang dunia II, mempelajari bagaimana mereka bisa bertahan mengalami kelaparan, penyakit, siksaan batin dan sebagainya. Penelitian tersebut menemukan bahwa kebanyakan mereka yang bertahan melalui hari-hari yang tragis adalah karena mereka berharap akan satu hari kebebasan, berharap satu hari bertemu lagi dengan keluarga, berharap suatu hari akan berdiri di depan dunia bersaksi tentang kekejaman Nazi. Salah seorang yang selamat adalah dokter psikolog ternama dari Austria, Viktor E. Frankl (1905-1997),「Berkas sinar harapan」 adalah penopang mereka melalui hari-hari kekejaman yang tidak manusiawi.

Penulis kitab melalui sadarnya Naomi membuat kita mengenal seberkas sinar merekahnya harapan untuk lepas dari keadaan sulit, badai penderitaan akan segera pergi! Ujung terowongan kegelapan adalah hari cerah yang bersinar terang, kepala yang terangkat di lembah yang dalam dapat melihat awan putih di langit terang. Jika engkau sedang jatuh dalam keadaan sulit, jangan lupa TUHAN adalah Allah Yehovah yang tidak pernah membiarkan kasih setia-Nya meninggalkan orang yang hidup dan yang mati.

Renungkan:kiranya kita dengan hati, menyanyikan pujian 〈 Allah seperti bintang fajar terang〉 sebagai doa hari ini: 「Saat ku dalam kegelapan putus asa, ada seberkas sinar menyinari hati, Dia Allah Penyelamat yang ajaib, korbankan kemuliaan-Nya di Sorga datang ke dunia bagi saya, Dia dipaku di atas salib, rela menderita membersihkan dosa saya, ku mau bernyanyi Haleluya Allah yang ajaib, mulai kini sampai selamanya tidak putus asa lagi.」 Reff: 「Kasih-Nya penuh murah hati, memimpin ku menembus badai ombak raksasa, Allah seperti bintang fajar terang, memberiku harapan tanpa batas. 」
Renungkan kapankah engkau pernah mengalami jurang kehidupan dan bagaimana Tuhan membantu engkau menembus badai ombak raksasa?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 2:14-17

「Anugerah ditambahkan di atas Anugerah 」

Tuhan sejak awal sudah mempersiapkan, pengaturan yang ajaib bagi Rut. Sehingga Rut tiada henti menerima berkat「anugerah ditambahkan di atas anugerah.」 Apa yang Rut lakukan?

(Rut 2:14-17 [ITB])
14Ketika sudah waktu makan, berkatalah Boas kepadanya: “Datanglah ke mari, makanlah roti ini dan celupkanlah suapmu ke dalam cuka ini.” Lalu duduklah ia di sisi penyabit-penyabit itu, dan Boas mengunjukkan bertih gandum kepadanya; makanlah Rut sampai kenyang, bahkan ada sisanya.
15Setelah ia bangun untuk memungut pula, maka Boas memerintahkan kepada pengerja-pengerjanya: “Dari antara berkas-berkas itupun ia boleh memungut, janganlah ia diganggu;
16bahkan haruslah kamu dengan sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya; janganlah berlaku kasar terhadap dia.”
17Maka ia memungut di ladang sampai petang; lalu ia mengirik yang dipungutnya itu, dan ada kira-kira seefa jelai banyaknya.

Penulis kitab memindahkan pandangan dari adegan memungut bulir jelai kepada waktu makan, kemudian Rut yang mendapatkan hasil melimpah menutup episode percakapan Boas dan Rut. Sebelumnya telah disebutkan Boas memperlakukan Rut dengan kemurahan hati, mengijinkan dia kapan saja boleh minum air yang ditimbah oleh hambanya (Rut 2:9), menggucapkan kata-kata yang menghibur Rut, juga memberkati dia (Rut 2:10- 13), sekarang lebih jelas memperlihatkan apa yang dilakukan Boas melampaui ketentuan hukum Taurat.

Dia mengundang Rut makan bersama dengan para pengerja dan hamba wanita. Kita dapat membayangkan Rut sebagai seorang asing wanita Moab, diundang makan bersama dengan para pengerja dan hamba wanita, betapa ia bergembira di dalam hatinya. Karena ia tidak dipandang sebagai orang luar dan wanita rendah, sebaliknya dipandang sebagai salah satu dari para pengerja Boas. Kita dapat membayangkan para buruh dari luar daerah yang tiba-tiba suatu hari diundang makan bersama dengan tuannya, mereka pasti akan terkejut, seperti juga Rut yang mungkin akan merasa serba canggung.

Bagaimanapun juga Rut sebagai seorang dari suku asing, tidak terbiasa dengan tradisi cara hidup masyarakat Israel. Boas mengajarkan dia bagaimana cara makan roti yaitu mencelupkan suap ke dalam cuka, di cuaca yang panas, dengan cara ini tidak hanya mengurangi dahaga dan menurunkan suhu tubuh agar tidak terkena demam, juga bisa merangsang pencernaan membuat orang lebih berselera makan. Bahkan ia dengan tangannya sendiri memberikan bertih gandum yang sudah dipanggang kepada Rut. Terjemahan Mandarin CUV (demikian juga ASV) atas Rut 2:14 「mereka memberikan gandum yang sudah dipanggang kepada dia」,  ini membuat orang menyangka adalah para hamba yang melakukan, namun sebenarnya dalam bahasa aslinya Ibrani menggunakan kata kerja bentuk tunggal, yakni menunjuk kepada Boas, bukan para hamba. Terjemahan Revisi Mandarin RCUV 「 Boas memberikan gandum yang sudah dipanggang  kepada dia, dia makan sampai kenyang」 (Rut 2:14c)  (Bandingkan ITB yang juga telah menterjemahkannya dengan tepat). Maka Rut makan sampai kenyang , dan bahkan masih ada sisa (Rut 2:14d). Bagi seorang janda miskin, adalah hal yang tidak mudah untuk dapat makan, lebih sulit lagi dapat makan sampai kenyang, bahkan masih ada sisa, ini sunguh-sungguh adalah anugerah ditambahkan di atas anugerah!

Akhirnya, Boas masih berpesan kepada hambanya agar Rut boleh memungut di tempat meletakkan ikatan berkas-berkas (Rut 2:15b), bahkan agar mereka sengaja menarik sedikit-sedikit dari onggokan jelai itu untuk dia dan meninggalkannya, supaya dipungutnya (Rut 2:16a). Hukum Taurat hanya menentukan orang Yahudi tidak boleh menyabit sampai ke ujung-ujung ladang, dan tidak boleh memungut apa yang ketinggalan dari penuaian (lihat Im. 19:9; 23:22), serta jika sudah diikat menjadi berkas lupa dibawa, tidak boleh kembali untuk mengambilnya (lihat Ul. 24:19). Perintah Boas ini melampaui permintaan hukum Taurat, ia memperbolehkan Rut ketempat meletakkan berkas gandum untuk memungut hasil jadi yang sudah dituai, berpesan kepada pengerja sengaja meninggalkan berkas gandum untuk dipungut dia. Tindakan yang demikian sebenarnya melampaui aturan yang sebenarnya, oleh karena itu Boas menambahkan pesan kepada para hamba tidak boleh mencela / mempermalukan dia (Rut 2:15, ITB 「menggangu dia」)  dan tidak boleh menakuti dia (Rut 2:16c, ITB 「berlaku kasar terhadap dia」, mayoritas terjemahan Inggris 「mencerca dia」, intinya Boas sangat-sangat perhatian melindungi Rut).

Rut mendapatkan perlakuan yang demikian baiknya, ditambah ia dengan rajin memungut bulir-bulir jelai, maka pasti akan pulang dengan membawa hasil yang bekelimpahan. Dia sangat mirip dengan pepatah bahasa Kanton 「sudah makan, ambil pula」; seluruh jelai yang didapatkannya sebanyak satu efa (Rut 2:17c), kira-kira 22 liter, kurang lebih satu keranjang, cukup bagi dua orang makan lima hari . Apa yang dialami Rut hari ini boleh dikatakan panen yang berkelimpahan yang tidak terduga-duga, pengalamannya hari ini paling baik dijelaskan sebagai 「anugerah ditambahkan di atas anugerah」.

Renungkan: Adegan kitab Rut fasal dua di ladang di Betlehem menjelaskan dengan terperici bahwa Tuhan sejak awal sudah mempersiapkan, pengaturan yang ajaib, Rut bertemu dengan Boas, ia pun dengan sikap yang rendah hati dan hati yang terbuka menerima perlakuan yang murah hati dari Boas. Saat dia terus menerus datang berlindung di bawah sayap TUHAN, maka tiada henti menerima berkat「anugerah ditambahkan di atas anugerah」. Renungkan di aspek manakah dalam hidup anda  dapat menunjukkan dengan nyata bahwa Tuhan adalah Allah yang tiada henti memberikan augerah berkat-Nya?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan dari Blogger:

Yohanes Calvin mengatakan bahwa kewajiban kasih sepatutnya tidak dilakukan semata-mata untuk memenuhi kewajiban lahiriah, tetapi melaksanakannya karena rasa kasih yang tulus ikhlas, itu adalah cermin manifestasi dari seorang yang sepenuhnya mengabdi kepada Allah.1 Hal inilah yang dilakukan oleh Boas, sebuah teladan bagi kita.


1 Yohanes Calvin, Institutio. Pengajaran Agama Kristen, ed. Th. van den End, terj. Winarsih dan J. S. Aritonang, 7th ed. (Jakarta: BPK Gunung Mulia, 2009), 152–53

Rut 2:11-13

「Datang Berlindung kepada Allah 」

Pilihan Rut adalah sebuah pilihan yang bijaksana, mengapa demikian?

(Rut 2:11-13 [ITB])
11Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. 12TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”
13Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”

Hari ini masih berfokus pada percakapan antara Boas dengan Rut di ladang (Rut 2:4-13), dua hari yang lalu kita telah mempelajari bagaimana Boas dengan kemurahan hati memperlakukan Rut, kemarin adalah bagaimana Rut dengan hati terbuka menerima kemurahan hati Boas, sekarang titik berat akan diletakkan pada Boas mendorong Rut untuk segenap hati datang berlindung di bawah sayap TUHAN. Penulis kitab dengan cerdik menggunakan gaya sastra silang (lihat penjelasan tentang Bentuk Engsel / Chiasm), yakni meletakkan di ayat 11 penjelasan tentang Boas yang memuji keputusan Rut meninggalkan kampung halaman, kemudian di ayat 12 memberkati Rut yang datang berlindung di bawah sayap TUHAN pasti akan dikaruniakan upah, peletakkan di pusat fasal 2 untuk menonjolkan berita inti dari fasal ini.

Boas memuji Rut:「Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal」(Rut 2:11). Rut meninggalkan tanah Moab, membuat orang terhubung dengan Abraham bapa leluhur Israel yang meninggalkan tanah air, bangsanya, keluarga ayahnya, menuju tempat yang ditentukan TUHAN (lihat Kej. 12:1, 24:7). Ini merupakan keputusan yang berani dan teguh. Perpisahan ini seperti laki-laki atau wanita sampai pada usia yang sesuai untuk menikah, meninggalkan orang tuanya, bersatu dengan pasangan hidupnya. Rut pergi, bukan untuk menikah, tetapi demi memelihara sang mertua Naomi. Kebajikannya yang berharga ini patut untuk dipuji Boas. Oleh karena itu Boas memberkati dia kiranya mendapatkan karunia upah sepenuhnya dari TUHAN. Sebenarnya apakah 「karunia upah」 ini? Tentu termasuk yang umum sandang, pangan, kesehatan dan kebahagian, dll. Boas mengisyaratkan riwayat Abraham leluhur yang diberkati setelah meninggalkan kampung halamannya, apakah kalimat berkat dari Boas juga termasuk memohon kepada TUHAN memberkati Rut seperti Sara istri Abraham mendapatkan keturunan? Jika memang demikian, kalimat berkat Boas mengisyaratkan makna yang lebih dalam lagi.

Rut meninggalkan kampung halaman, suku, rumah orang tua, adalah untuk datang berlindung di bawah sayap TUHAN - Israel (Rut 2:12b). Perlindungan sayap adalah perumpamaan atas perlindungan yang kokoh, di bawah sayap adalah tempat yang paling aman. Perumpamaan ini adalah perumpaan di Timur dekat yang sering memakai secara simbolis induk elang yang mengembangkan kedua sayap untuk melindungi anak-anak elang yang masih kecil yang tidak punya kemampuan bertahan. Perumpamaan ini membuat kita teringat kerub yang berada di ruang maha kudus di Bait Suci, yang mengembangkan sayap menutupi tabut perjanjian, di sana kita mendekati Tuhan, juga mendapatkan perlindungan-Nya. Tuhan Yesus menggunakan perumpamaan induk ayam yang menggembangkan kedua sayapnya mengumpulkan anak-anak ayam, untuk menggambarkan Dia tiada henti memanggil orang Israel untuk bersandar kepada Dia, menerima perlindungan yang Ia berikan. Rut datang berlindung di bawah sayap TUHAN, menyatakan ia meninggalkan Kamos, illah yang disembah nenek moyang Moab, dan dengan segenap hati datang berlindung di bawah sayap TUHAN — Israel.

Pilihan Rut adalah sebuah pilihan yang bijaksana, karena 「Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada」 (Kis. 17:28). Kita dengan keseluruhan datang berlindung kepada Dia adalah yang paling tepat, aman, kokoh, seperti kata pemazmur: 「Ya TUHAN, bukit batuku, kubu pertahananku dan penyelamatku, Allahku, gunung batuku, tempat aku berlindung, perisaiku, tanduk keselamatanku, kota bentengku!」(Maz. 18:2). Tidak peduli engkau jatuh ke dalam keadaan apapun, kiranya engkau seperti Rut, mengambil keputusan datang berlindung di bawah sayap-Nya.

Renungkan: sebuah puji-pujian mandarin menjadi doa kita,〈Tuhanku paling tinggi di seluruh bumi / 全地至高是我主〉「kiranya jiwa rohani terbangun, segenap hati menaikkan puji-pujian, datang berlindung di bawah sayap-Mu, dimuliakan Engkau Tuhan yang mengkaruniakan keselamatan, angkat tinggi pujian baru, kecapi dan gambus menaikkan sonata, nyanyikan bersama sajak musik, Tuhanku paling tinggi di seluruh bumi, bangsa-bangsa turut menaikkan pujian, mempersembahkan mazmur pujian ini kepada Tuhan, kemuliaan-Nya menyinari seluruh bumi, kasih sayang-Nya mencapai semesta alam, kasih setia-Nya menganugerahkan pengampunan. 」

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan Blogger:

Sebuah tulisan pendek yang dicuplik dari http://alkitab.sabda.org/passage.php?passage=rut%202:12

DI BAWAH SAYAP-NYA ENGKAU DATANG BERLINDUNG.

Di tengah-tengah kemurtadan besar masa pemerintahan Hakim-hakim, Allah melindungi orang yang dengan iman yang sungguh-sungguh yang datang mencari Dia. Perlindungan-Nya yang lembut seperti sayap induk ayam yang melindungi anak-anaknya (lihat Maz. 17:8; 36:8; 63:8; 91:4).

17:8「Peliharalah aku seperti biji mata, sembunyikanlah aku dalam naungan sayap-Mu.」
91:4「Dengan kepak-Nya Ia akan menudungi engkau, di bawah sayap-Nya engkau akan berlindung, kesetiaan-Nya ialah perisai dan pagar tembok.」
63:8「Jiwaku melekat kepada-Mu, tangan kanan-Mu menopang aku.」
36:8「Mereka mengenyangkan dirinya dengan lemak di rumah-Mu; Engkau memberi mereka minum dari sungai kesenangan-Mu.」

Kisah Rut merupakan kisah pemeliharaan dan persediaan Allah dalam kehidupan semua orang yang percaya kepada-Nya dan mengikuti jalan-jalan-Nya.

Sebagaimana Abraham menanggapi panggilan Allah dengan iman, demikian pula Rut karena kepercayaannya kepada Tuhan, ia meninggalkan tanah air dan keluarganya, ia ikuti dalam rencana karya penebusan Allah (bd. Kej 12:1-4).

Datang berlindung di bawah sayap Allah mengikuti jalan-jalan-Nya, dan ikut serta dalam karya pekerjaan-Nya.


Rut 2:4-13

「Menerima dengan Senang Hati 」

Sesuai hukum Taurat yang berlaku di Israel, bukankah sudah seharusnya Rut merasa kebaikan dari Boas adalah sepatutnya? Bagaimanakah sikap yang sepatutnya dari Rut?

(Rut 2:4-13 [ITB])
4Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.” Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”
5Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”
6Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
7Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”
8Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
9Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.”
10Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?”
11Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal. 12TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”
13Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”

Hari ini kita masih akan mempelajari percakapan antara Boas, hamba dan Rut, namun berfokus pada percakapan Boas dengan Rut, melihat respon dan tindakan Rut. Dengan identitas diri yang rendah, Rut meresponi segala kebaikan Boas, menerimanya dengan kerendahan hati. Rut mengingat dalam hati identitas diri yang rendah sebagai pemungut bulir jelai, mendapatkan perlakuan penuh kemurahan hati dari Boas sang pemilik ladang, ia sesungguhnya seorang yang tidak layak untuk mendapatkan kasih sayang yang demikian besar. Ini dengan tepat mencerminkan kita, kelompok orang berdosa yang tidak layak, namun justru mendapatkan anugerah keselamatan dari Tuhan. Kita hanya bisa dengan rendah hati, dengan hati yang penuh syukur menerima anugerah Tuhan.

Usaha jerih payah Rut tidak dapat dipungkiri, juga mendapatkan pujian dari hamba. Dalam perkataan hamba yang melaporkan kembali kepada Boas menunjukkan karakter baik kerendahan hati dan rajin jerih payah dari Rut. Hamba menggambarkan Rut 「Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti」 (Rut 2:7). Kalimat ini dalam bahasa asli Ibrani bisa memiliki dua arti: pertama, Rut dari pagi sampai saat itu terus menerus berada di luar menunggu pengawas memberikan ijin untuk memungut bulir jelai di ladang, di antaranya hanya masuk ke dalam tenda beristirahat sebentar. Arti kedua yang lebih besar kemungkinannya yang dipakai kebanyakan terjemahan, yakni asumsi bahwa Rut telah mendapatkan ijin dari pengawas, dan Rut dari pagi terus menerus memungut bulir jelai, tidak henti bekerja, di antaranya hanya beristirahat sebentar (lihat ESV atau NIV 「She went into the field and has worked steadily from morning till now, except for a short rest in the shelter」 ia pergi ke ladang dan telah bekerja dengan tetap dari pagi sampai sekarang, kecuali hanya istirahat sebentar di tempat berteduh.)

Setelah mendapatkan perhatian dan pengaturan khusus dari Boas, respon pertama Rut bukan berbicara, tetapi 「sujud menyembah dengan muka sampai ke tanah」 (Rut 2:10a), sangat besar kemungkinan terlebih dahulu ia melipat kedua lutut di tanah, membungkukkan tubuh ke depan, meluruskan seluruh tubuhnya hingga dahi menyentuh tanah, merebahkan seluruh tubuh ke depan. Kemudian ia menyebutkan ketidak-layakan dirinya menerima perlakuan Boas yang penuh kemurahan tersebut, ia melanjutkan berkata: 「Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?」 (Rut 2:10b). Ia tahu bahwa dirinya adalah seorang dari bangsa asing yang yang menumpang, tidak punya hak untuk menerima perhatian khusus.

Tuhan memang memerintahkan orang Israel untuk membantu orang asing yang membutuhkan bantuan, karena orang Israel pernah menjadi orang asing di Mesir, pernah merasakan pahitnya menjadi budak, tahu getirnya hidup menumpang (lihat Kel. 23:9, 12). Oleh karena itu mereka tidak boleh menindas orang asing. Di zaman P.L., hukum Taurat melarang orang Israel menikah dengan orang asing, alasannya tidak terkait dengan masalah kesukuan, tetapi karena alasan iman kepercayaan, menghindari mereka tergoda menyembah illah (lihat Ul. 7:3-4; 1Raj. 11:11). Orang Israel selalu diajarkan untuk memberikan perhatian kepada orang yang menumpang di antara mereka, terutama orang yang telah berbalik mengikuti nama TUHAN (lihat 2 Raj. 8:41-43). Tetapi Rut tidak berpikir bahwa ini sudah seharusnya ia dapatkan, dengan hati yang merasa tidak layak ia menerima kebaikan Boas. Dengan sedalam-dalamnya ia mengetahui bahwa keputusannya meninggalkan kampung halaman, berserah kepada TUHAN, bekerja keras memungut bulir gandum, semuanya adalah anugerah Tuhan, tidak ada dari dirinya yang layak dipuji. Ia tahu bahwa dirinya tidak dapat dibandingkan dengan para hamba wanita dari Boas namun justru mendapatkan perhatian yang khusus, ia dengan senang hati menerimanya dan berkata kepada Boas: 「Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.」 (Rut 2:13).

Menerima dengan senang hati bantuan orang lain memang bukanlah sebuah pelajaran yang mudah, memohon Tuhan membantu kita belajar dari Rut, di satu sisi rajin bekerja keras, berusaha dengan tenaga sendiri, di sisi lain juga belajar menerima dengan senang hati bantuan orang lain. Bertindak bijaksana di antara keduanya memang membutuhkan hikmat dari Tuhan.

Renungkan: seorang almarhum hamba Tuhan yang bernama Philip Teng (滕近輝 Téng Jìn Huī ) menggunakan empat kata 「semua adalah karena anugerah 」 sebagai kesimpulan seluruh hidupnya. Rut mendapatkan perlakuan penuh kemurahan dari Boas, memang adalah sebuah pemahaman terbaik dari 「semua adalah karena anugerah.」 Apakah engkau memahami dengan sungguh-sungguh kebenaran ini?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 2:4-13

「Memperlakukan Rut dengan Kemurahan 」

Ia adalah seorang yang diberkati dan mengerti untuk memberkati orang lain.

(Rut 2:4-13 [ITB])
4Lalu datanglah Boas dari Betlehem. Ia berkata kepada penyabit-penyabit itu: “TUHAN kiranya menyertai kamu.” Jawab mereka kepadanya: “TUHAN kiranya memberkati tuan!”
5Lalu kata Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”
6Bujang yang mengawasi penyabit-penyabit itu menjawab: “Dia adalah seorang perempuan Moab, dia pulang bersama-sama dengan Naomi dari daerah Moab.
7Tadi ia berkata: Izinkanlah kiranya aku memungut dan mengumpulkan jelai dari antara berkas-berkas jelai ini di belakang penyabit-penyabit. Begitulah ia datang dan terus sibuk dari pagi sampai sekarang dan seketikapun ia tidak berhenti.”
8Sesudah itu berkatalah Boas kepada Rut: “Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan.
9Lihat saja ke ladang yang sedang disabit orang itu. Ikutilah perempuan-perempuan itu dari belakang. Sebab aku telah memesankan kepada pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu.”
10Lalu sujudlah Rut menyembah dengan mukanya sampai ke tanah dan berkata kepadanya: “Mengapakah aku mendapat belas kasihan dari padamu, sehingga tuan memperhatikan aku, padahal aku ini seorang asing?”
11Boas menjawab: “Telah dikabarkan orang kepadaku dengan lengkap segala sesuatu yang engkau lakukan kepada mertuamu sesudah suamimu mati, dan bagaimana engkau meninggalkan ibu bapamu dan tanah kelahiranmu serta pergi kepada suatu bangsa yang dahulu tidak engkau kenal.
12TUHAN kiranya membalas perbuatanmu itu, dan kepadamu kiranya dikaruniakan upahmu sepenuhnya oleh TUHAN, Allah Israel, yang di bawah sayap-Nya engkau datang berlindung.”
13Kemudian berkatalah Rut: “Memang aku mendapat belas kasihan dari padamu, ya tuanku, sebab tuan telah menghiburkan aku dan telah menenangkan hati hambamu ini, walaupun aku tidak sama seperti salah seorang hamba-hambamu perempuan.”

Dua hari yang lalu pernah disebutkan bahwa Rut fasal dua mencakup tiga adegan: yang pertama (Rut 2:1-3) terjadi di pagi hari, yang kedua (Rut 2:4-17) terjadi di siang hari, dan yang ketiga (Rut 2:18-23) terjadi menjelang petang. Adegan kedua terutama berisi percakapan: antara Boas dengan hambanya (Rut 2:4-7), dan Boas dengan Rut (Rut 2:8-13). Di saat ini penulis kitab masih belum mengungkapkan relasi keluarga dekat antara Boas dan Naomi, hanya mencatat bahwa ia adalah seorang kaya raya yang mengeluarkan kata-kata yang menunjukkan kemurahan hatinya, sama baik terhadap hambanya maupun terhadap Rut perempuan Moab, dan Rut tercatat sebagai seorang wanita yang berinisiatif proaktif untuk bertindak. Kata-kata Boas lebih terperinci, sedangkan jawaban Rut lebih singkat pendek; Boas memperlakukan dengan kata-kata yang murah hati, Rut menerima dengan rendah hati.

Sikap nada bicara Boas terhadap hambanya, benar-benar menunjukkan bahwa ia adalah seorang tuan yang sangat memperhatikan bawahannya; kebiasaan tipikal salam saling memberkati antara tuan dan hamba: 「semoga TUHAN beserta dengan engkau sekalian」 (Rut 2:4b) dan 「semoga TUHAN memberkati engkau」 (Rut 2:4c). Setelah saling memberikan salam, perhatian Boas jatuh pada diri seorang wanita asing. Sebenarnya mengapa perhatian mata Boas bisa jatuh pada diri Rut? Apakah karena penampilan luar Rut atau pakaiannya, ataukah wajahnya, ataukah panampilannya sebagai wanita bangsa asing? Hal ini tidak dapat diketahui, sebaliknya fokus penulis kitab diletakkan pada perkataan Boas yang menunjukkan bagaimana ia memperlakukan Rut dengan murah hati.

Boas terlebih dahulu bertanya kepada hambanya tentang identitas wanita asing ini, ia tidak secara langsung bertanya 「siapa wanita ini? 」 namun bertanya 「dia itu perempuan dari keluarga mana? 」 (Rut 2:5b, terjemahan CUV Mandarin) (ITB menterjemahkan sebagai 「Dari manakah perempuan ini?」 atau KJV, ASV 「Whose damsel is this?」 milik siapa gadis muda ini?) Cara bertanya tidak langsung semacam ini terkait dengan budaya zaman itu, ia ingin tahu latar belakang dan kelahiran Rut, ia berasal dari keluarga mana, termasuk suku mana? Kemudian Boas dengan nada bicara yang lembut dan bersahabat langsung bertanya kepada Rut: 「Dengarlah dahulu, anakku! Tidak usah engkau pergi memungut jelai ke ladang lain dan tidak usah juga engkau pergi dari sini, tetapi tetaplah dekat pengerja-pengerja perempuan. 」 (Rut 2:8). Boas sepertinya berusia setara dengan Naomi, ia dengan status sebagai yang senior memperhatikan Rut, ini menunjukkan terdapat perbedaan usia antara ia dengan Rut. Perkataan Boas terhadap Rut mengulang perkataan ijin yang diberikan bujang pengawas kepada Rut, boleh terus memungut bulir-bulir jelai di ladangnya, kemudian menambahkan dorongan semangat agar dia tidak usah meninggalkan ladang miliknya, tetap dekat dengan pengerja-pengerja perempuan, agar memastikan ia mendapatkan perhatian yang baik dan bersahabat.

Boas selain berpesan kepada hambanya agar mengijinkan Rut meneruskan mengikuti pengerja-pengerja perempuan di ladangnya memungut bulir-bulir jelai, ia lebih lagi demi melindungi Rut telah membuat dua pengaturan lain. ia berkata kepada Rut: 「saya sudah berpesan kepada para hamba lelaki tidak boleh mengganggu engkau. Jika engkau haus, pergilah ke tempayan-tempayan dan minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu 」 (Rut 2:9b). Ia secara khusus berpesan kepada para hamba lelaki tidak boleh melanggar Rut, artinya tidak boleh bertindak tidak sopan terhadap Rut, tidak boleh ada satupun tindakan pelecehan sexual ( נָגַע naw-gah’ artinya menyentuh, meletakkan tangan kepadanya untuk alasan apapun). Pesan ini di zaman Hakim-hakim yang sangat rendah keadaan rohani maupun moral, agar Rut mendapatkan suatu jaminan yang sangat khusus. Tidak hanya demikian,Boas memberikan sebuah pengaturan yang sangat khusus, menimbah air adalah pekerjaan yang seharusnya dilakukan oleh para perempuan atau orang asing yang menumpang di sana, Boas sebaliknya membalikkan tradisi, tidak perlu Rut mengeluarkan tenaga apapun, ia boleh kapanpun minum air. (Rut 2:9c terjemahan ITB “… minumlah air yang dicedok oleh pengerja-pengerja itu” (tidak jelas pengerja laki-laki atau perempuan?) bandingkan dengan terjemahan Inggris, misal NIV  “get a drink from the water jars the men have filled” minumlah air yang diisi oleh para laki-laki, terjemahan Inggris secara eksplisit menuliskan “laki-laki”) Ini adalah tindakan Boas yang ekstra memperlakukan Rut dengan kemurahan hati, oleh karena itu ia terlebih dahulu harus berpesan kepada semua para pengerja harus memperlakukan Rut dengan kemurahan hati.

Mengapa Boas memperlakukan Rut dengan ekstra kemurahan hati? Selain ia adalah seorang yang hormat takut akan Allah (lihat perintah Allah di Im. 19:33-34; Kel. 22:21-24; Kel. 23:12), selain mengasihi orang asing yang menumpang, satu-satunya kemungkinan adalah ia mendengar apa yang terjadi atas Rut dari penjelasan orang lain (Rut 2:5 Boas kepada bujangnya yang mengawasi penyabit-penyabit itu: “Dari manakah perempuan ini?”) ; bagaimana ia setelah kehilangan suami, bersedia meninggalkan iman kepercayaan orang Moab, bersandar kepada TUHAN Israel, bahkan memutuskan ikut dengan erat kepada mertuanya, datang ke Israel tempat asing yang tidak ia kenal (lihat Rut 2:11-12). Boas memperlakukan Rut dengan murah hati sesungguhnya berharga untuk kita teladani sebagai umat Tuhan!

Renungkan: Boas diberkati oleh TUHAN, punya harta, punya kuasa, namun terbiasa memperlakukan orang-orang lemah dengan kemurahan hati; ia adalah seorang yang diberkati dan mengerti untuk memberkati orang lain. Apakah kita bersedia mengikuti teladan dia menjadi bejana yang memberkati orang lain?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Tambahan Blogger:

Di ayat 5, Boas bertanya kepada bujangnya: “Dari manakah perempuan ini?” dalam Alkitab New English Translation diberikan catatan kaki penjelasan bahwa pertanyaan ini bertanya “siapakah keluarga ayah dari perempuan ini atau juga siapakah suami perempuan ini?” Sebuah pertanyaan yang jawabannya cukup menyedihkan, Rut tidak punya keluarga orang tua lagi, ia juga tidak punya suami.

Menikmati keindahan sastra Alkitab, ayat 9b “pengerja-pengerja lelaki jangan mengganggu” bahasa aslinya berasal dari akar kata:   נַעַר  (nah’-ar) dan  נָגַע  (naw-gah’)  dengan indah Alkitab dalam nats ini memakai kata-kata yang memiliki akar kata dengan bunyi suara yang mirip nah’-ar  ……  naw-gah’

Rut 2:1-3

「Pengaturan yang Ajaib 」

Rut 2:3 「 … kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.」 Kata 「kebetulan 」 hanyalah pernyataan orang yang ada di situasi tersebut, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di luar perhitungan manusia. Namun apakah sebenarnya masud Alkitab dengan menuliskan kebetulan itu?

(Rut 2:1-3 [ITB])
1Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”
3Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Ada sebuah lagu pop bahasa Kanton, terdapat satu kalimat: 「jika ditakdirkan ada maka pasti ada, jika ditakdirkan tidak ada maka jangan memaksa 」 kalimat ini menyuarakan isi hati orang yang belum percaya, bahwa hidup tidak bisa diduga-duga, tidak ada sedikitpun keamanan, hanya bergantung nasib, bersandar kebetulan. Oleh karena itu ada sebagian orang percaya pada horoskop untuk meramalkan nasib, ada yang berpegang ramalan keberuntungan, Hong Sui, dan lain lain. Ini adalah yang diandalkan orang secara umum untuk mendapatkan rasa aman menjalani kehidupan. Iman kepercayaan orang Kristen adalah kebalikannya, kita bukan sebuah anak catur yang berada di atas papan permainan, yang tidak butuh usaha dan pikiran kita, semua sudah ditentukan takdir,  terserah mau diatur bagaimana; kita bukan boneka yang terserah dimainkan oleh Tuhan, tidak ada kebebasan tekad untuk membuat keputusan dan usaha. Sebaliknya, Tuhan ingin kita menuaikan dengan sepenuh tenaga bagian tanggung jawab kita, bekerja keras aktif memakai kemampuan yang kita miliki dalam segala hal untuk menggenapkan pekerjaan Tuhan.

Kitab Rut sesungguhnya menyatakan iman kepercayaan ini; Rut kebetulan sampai di ladang milik Boas untuk memungut bulir-bulir jelai, di baliknya sebenarnya terdapat pengaturan Allah. Di sini apa yang kita lihat adalah Allah dan manusia bekerja bersama menenun sebuah lukisan yang indah, tepat sekali seperti orang yang menenun, di balik tenunan terlihat sekumpulan benang yang saling bersilang seakan-akan tanpa hubungan, namun di sisi depan terlihat tenunan indah yang menyatakan buah hasil interaksi dari manusia yang sepenuh tenaga melakukan tanggung jawabnya dan pengaturan Tuhan yang ajaib.

Terlebih dahulu Tuhan memberikan dua aturan atas musim menuai kepada umat-Nya: pertama, mereka tidak boleh menyabit habis padi-padian sampai ke ujung-ujung sawah; kedua, tidak boleh memungut padi-padian yang jatuh ke tanah saat menyabit tuaian, jika ada berkas yang terlupa tidak boleh kembali untuk mengambilnya, aturan ini adalah mempertimbangkan orang asing, anak yatim dan janda; mereka boleh mengikut di belakang para penyabit, memungut bulir-bulir yang jatuh atau tertinggal (lihat Im. 19:9-10, 23:22Ul. 24:19-22). Selain itu, hukum Taurat menentukan orang Israel menanami sawahnya enam tahun, beristirahat di tahun ketujuh tidak bercocok tanam, jika tumbuh menghasilkan gandum atau anggur tidak boleh dituai, bertujuan untuk dimakan bagi hamba, buruh, orang asing yang tinggal di sana, bagi ternak dan binatang liar yang ada di tanah itu (lihat Im. 25:2-7), juga agar orang miskin bisa mendapatkan pangan (Kel. 23:11). Ketentuan memperhatikan kaum miskin ini tidak menghilangkan kesempatan mereka untuk berinisiatif ambil bagian dan bekerja sama. Penulis kitab mencatat beberapa tindakan Rut untuk memperlihatkan sikap Rut yang proaktif dan sekuat tenaga ambil inisiatif melakukan bagian tanggung jawabnya. Ia berinisiatif 「berkata」 kepada Naomi, meminta untuk diijinkan 「pergi 」, kemudian ia sampai di ladang untuk 「memungut 」 bulir-bulir jelai (Rut 2:2). Bagaimana Rut bisa mengetahui bahwa di antara orang Israel terdapat ketentuan hukum Taurat untuk memberikan bulir-bulir jelai? Apakah ia tahu dari Naomi? Penulis kitab tidak menuliskannya, ia ingin kita fokus pada semangat Rut yang berinisiatif ikut ambil bagian. Ia tidak melemparkan tanggung jawab kepada orang lain, membiarkan mertuanya yang mencari solusi, ia tidak melemparkannya menjadi hal rohani berdoa minta Tuhan melakukan muzizat menurunkan Manna dari Sorga, ia juga tidak putus asa menunggu takdir saja. Ia berinisiatif pergi ke ladang, mencari siapa yang mau bermurah hati, ikut di belakang penyabit memungut bulir-bulir jelai (Rut 2:2b). Walaupun ada hukum Taurat yang jelas, tetapi ia juga harus mendapatkan dahulu ijin dari pemilik ladang baru bisa ikut di belakang para penyabit untuk memungut bulir-bulir jelai. Hal yang ajaib terjadi pada saat Rut bertindak proaktif, ia secara kebetulan sampai di ladang milik Boas, orang yang kaum Elimelekh (Rut 2:3c). Kata 「kebetulan 」 hanyalah pernyataan orang yang ada di situasi tersebut, menyatakan bahwa peristiwa yang terjadi di luar perhitungan manusia, namun dalam segala peristiwa yang kebetulan ada Tuhan yang mengendalikan berkuasa di belakangnya. Rut sesungguhnya tidak tahu ladang yang mana yang merupakan milik Boas, ia juga tidak tahu hubungan saudara apa antara Boas dengan mertua laki-laki dia, ia sepertinya kebetulan saja sampai di ladang yang merupakan milik Boas, tetapi di belakang adalah pekerjaan Tuhan, adalah dalam pemeliharaan perlindungan Tuhan yang memimpin terjadinya hal tersebut. Ini juga merupakan iman kepercayaan orang Ibrani, walaupun Tuhan kelihatannya tersembunyi, namun Ia tetap berkuasa dan mengendalikan segala sesuatu.

Manusia berusaha segenap tenaga bagian tanggung jawabnya dalam rangkaian peristiwa “kebetulan,” pada akhirnya mengalami pengaturan yang ajaib dari Tuhan. Rut sampai di ladang milik Boas memungut bulir jelai adalah bukti pengaturan ajaib Tuhan.

Renungkan: dengan hati yang teliti renungkan lagu pujian〈Tangan Tuhan Tuhan Yang Pegang〉 (I Know Who Holds the Future). Dapat dibaca bersuara perlahan-lahan atau nyanyikan sebagai doa dan pengakuan iman kepada Tuhan.

Tangan Tuhan Tuhan Yang Pegang

Takku tau kan hari esok
Namun langkahku tegar
Bukan suryaku harapkan
Karna surya kan lenyap
Oh tiadaku gelisah
Akan masa menjelang
Kuberjalan serta Yesus
Maka hatiku tenang
Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang

(*)
Takku tau kan hari esok
Mungkin langitkan gelap
Tapi dia yang penuh kasih
Tetap melindungiku
Meski susah perjalanan
Gelombang dunia menderu
Dipimpinnya ku bertahan
Sampai akhir langkahku

Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang
Banyak hal tak kupahami
Dalam masa menjelang
Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan yang pegang

Tapi terang bagiku kini
Tangan Tuhan
Tangan Tuhan
Tangan Tuhan
Yang Pegang

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

Rut 2:1-3

「Sudah Dipersiapkan Sejak Awal 」

(Rut 2:1-3 [ITB])
1Naomi itu mempunyai seorang sanak dari pihak suaminya, seorang yang kaya raya dari kaum Elimelekh, namanya Boas.
2Maka Rut, perempuan Moab itu, berkata kepada Naomi: “Biarkanlah aku pergi ke ladang memungut bulir-bulir jelai di belakang orang yang murah hati kepadaku.” Dan sahut Naomi kepadanya: “Pergilah, anakku.”
3Pergilah ia, lalu sampai di ladang dan memungut jelai di belakang penyabit-penyabit; kebetulan ia berada di tanah milik Boas, yang berasal dari kaum Elimelekh.

Kitab Rut fasal dua mencakup tiga adegan: pertama, percakapan Rut dengan Naomi (Rut 2:1-3), selanjutnya adalah percakapan Rut dengan Boas (Rut 2:4-17), terakhir adalah Naomi dan Rut (Rut 2:18-23). Penggambaran di fasal satu, Naomi seorang yang sudah lanjut usia, janda yang miskin tidak memiliki apapun selain Rut sang menantu. Tetapi adegan dalam fasal dua sama sekali berbeda, dua simbol kelimpahan muncul di depan mata; pertama adalah datangnya musim panen, kedua adalah munculnya Boas yang kaya raya. Hari ini kita terlebih dahulu mengenal tokoh baru yang tiba-tiba muncul tanpa diduga, bagaimana ia sudah terlebih dahulu diatur oleh Allah menjadi mediator untuk memutar nasib Rut dan Naomi.

Munculnya Boas seperti terjadi tiba-tiba, tidak ada hubungannya dengan kepergian Rut ke ladang memungut bulir-bulir jelai. Namun, ini sesungguhnya merupakan petunjuk awal dari penulis kitab, mempersiapkan jalan bagi catatan peristiwa yang terjadi di belakangan. Penulis kitab Rut sejak di permulaan kisah sudah memakai isyarat untuk menguakkan rahasia agar pembaca tahu bahwa Allah sejak awal sudah punya persiapan bagi kedua janda yang sama sekali tidak punya sandaran ini. Penulisan ini tidak menyimpan rahasia sampai akhir baru dikuakkan, tidak seperti adegan detektif. Boas ditarik masuk ke dalam kisah di saat ini, menyatakan bahwa ia akan memegang peranan yang penting.

Penulis kitab menggunakan cara yang cerdik memperkenalkan Boas tokoh yang dermawan ini; ia menuliskan nama Boas dijepit dalam frasa 「 dari kaum Elimelekh 」 di ayat 1 dan 3, secara sastra membentuk suatu struktur engsel (lihat penjelasan Struktur Engsel Chiastic) untuk menarik pembaca memperhatikan bahwa ia adalah tokoh yang telah jauh hari disediakan Allah bagi kedua janda miskin. Dan lebih penting lagi penulis kitab sebelum memperkenalkan nama orang tersebut, sudah tidak sabar terlebih dahulu memperkenalkan dia adalah orang yang bagaimana. Perhatikan Rut 2:1 dalam ITB (Indonesia Terjemahan Baru) dan sebagian besar terjemahan Inggris dapat menyampaikan maksud penulis dalam bahasa aslinya dengan jelas :「Naomi memiliki saudara dekat dari suaminya, dari kaum Elimelekh, seorang yang kaya raya; ia bernama Boas 」 (Nama Boas sedikit diabaikan diletakkan di paling akhir kalimat.) Namun terjemahan Mandarin CUV 「dari kaum Elimelek suami Naomi terdapat seorang yang bernama Boas, yang adalah seorang kaya raya」 tidak dapat menyatakan ulang urutan penulisan dalam bahasa aslinya dengan jelas. (Urutan penulisan menyatakan penekanan dari penulis kitab dalam bahasa aslinya.)

Identitas Boas sebagai sanak dekat dari suami Naomi, merupakan petunjuk dini bahwa kelak ia bisa berperan menolong kedua janda dari keadaan sulit. Dan pada saat ini penulis kitab hendak meletakkan fokus pada karakter baik dari Boas. Selain itu ia adalah seorang yang kaya raya (Rut 2:1b), cakupan makna dari kata 「 kaya raya 」 (kata chah’-yil  dari bahasa aslinya) sangat luas, bisa berarti orang yang perkasa mempunyai kekuatan besar (lihat Hak. 6:12), atau mempunyai kekayaan yang banyak sekali (lihat Ul. 33:11 dalam terjemahan Mandarin atau Inggris, namun dalam ITB diterjemahkan sebagai kekuatan), dan juga mempunyai arti sebagai bermoral baik (lihat Rut 3:11, “baik-baik” ); Kata yang menunjukkan Boas 「 kaya raya 」 adalah kata yang sama yang dipakai Boas untuk memuji Rut di 3:11 「setiap orang dalam kota kami tahu, bahwa engkau seorang perempuan baik-baik 」. Oleh karena itu, di Rut 2:1b ini sebenarnya fokus penulis kitab bukan pada harta kekayaan Boas, atau kekuatan perkasanya, tetapi hendak menunjuk bahwa ia orang yang lurus, yang di kemudian dalam peristiwa menuai akan diperlihatkan lebih nyata dan jelas. Ternyata Allah dari mula sudah punya persiapan, orang yang akan berjumpa dengan Rut tidak hanya seorang yang mempunyai kekuasaan, terlebih lagi ia adalah seorang yang bermoral tinggi yang dapat diharapkan, seorang yang dermawan, orang kaya yang melindungi kaum lemah.

Renungkan: dalam perjalanan hidup Rut dan Naomi di zaman Hakim-hakim memerintah, setiap orang bertindak sesuai kehendak masing-masing, sesuai  apa yang benar menurut pandangan masing-masing, dalam lingkungan yang peduli diri sendiri ini, Allah sejak awal sudah menyiapkan seorang bernama Boas yang punya kemampuan dan juga orang yang lurus, dermawan, untuk turun tangan ikut campur dalam kehidupan mereka. Apakah engkau sepenuhnya percaya Allah sejak awal sudah mempersiapkan untuk membantumu dan akan turun tangan ikut campur dalam keadaan sulit mu?

Daftar Renungan pemahaman Kitab Rut

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Renungan ini merupakan terjemahan versi bahasa Mandarin 「爾道自建  Ěr Dào Zì Jiàn 」, tema Kitab Rut ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)  yang dipublikasi pada bulan September 2017 merupakan hak cipta (copyrightAlliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).