Tag Archives: Mazmur Salomo

Lukas 4:1-13

「Apa Pencobaan yang Sesungguhnya?」

Renungan ini merupakan terjemahan 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Injil Lukas 1-6 ditulis oleh 陳偉迦 (Chén Wěi Jiā) yang dipublikasi pada bulan April 2018 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).

(Luk. 4:1-13 [ITB])
1Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun.
2Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai Iblis. Selama di situ Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar.
3Lalu berkatalah Iblis kepada-Nya: 「Jika Engkau Anak Allah, suruhlah batu ini menjadi roti.」 4Jawab Yesus kepadanya: 「Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja.」
5Kemudian ia membawa Yesus ke suatu tempat yang tinggi dan dalam sekejap mata ia memperlihatkan kepada-Nya semua kerajaan dunia. 6Kata Iblis kepada-Nya: 「Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki.
7Jadi jikalau Engkau menyembah aku, seluruhnya itu akan menjadi milik-Mu.」 8Tetapi Yesus berkata kepadanya: 「Ada tertulis: Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti!」
9Kemudian ia membawa Yesus ke Yerusalem dan menempatkan Dia di bubungan Bait Allah, lalu berkata kepada-Nya: 「Jika Engkau Anak Allah, jatuhkanlah diri-Mu dari sini ke bawah, 10sebab ada tertulis: Mengenai Engkau, Ia akan memerintahkan malaikat-malaikat-Nya untuk melindungi Engkau, 11dan mereka akan menatang Engkau di atas tangannya, supaya kaki-Mu jangan terantuk kepada batu.」 12Yesus menjawabnya, kata-Nya: 「Ada firman: Jangan engkau mencobai Tuhan, Allahmu!」
13Sesudah Iblis mengakhiri semua pencobaan itu, ia mundur dari pada-Nya dan menunggu waktu yang baik.

Catatan Yesus dicobai merupakan bagian perikop yang sangat istimewa. Inti masalah yang paling utama, sebenarnya si jahat iblis hendak mencobai Yesus apa? Dengan kata lain, apa yang sungguh benar-benar mampu mencobai Yesus, apa yang mampu membuat Yesus terperangkap dalam pencobaan? Mungkin kita berpikir Yesus akan terperangkap pencobaan makanan, kehormatan kekayaan, kehidupan yang ditimpa kesulitan dsb. Benar adanya, dalam perikop Lukas pasal 4, semua ini adalah pemandangan yang sungguh benar, semuanya adalah isi pembicaraan Yesus dengan si jahat iblis, namun saja kita hendaknya dengan teliti melihat isi perikop, maka ayat perikop akan memaksa kita sekali lagi bertanya lebih mendalam, bagaimana kita sepatutnya memahami pencobaan yang diterima Yesus?

Terlebih dahulu kita akan melihat Injil Lukas 4:1-2. Catatan tentang isi pencobaan dalam Injil Lukas dan Injil Matius hampir mirip. Kedua penulis Alkitab telah memakai begitu banyak kata-kata khusus untuk menggambarkan Yesus dicobai — 「padang gurun」, 「40」, 「pencobaan」 dll. Semua pemakaian kata-kata ini akan membuat orang Yahudi abad 1 mengingat kembali penyelamatan Allah memimpin nenek moyang mereka keluar dari Mesir, Musa memimpin orang Israel masuk ke padang gurun. Orang Israel di padang gurun mencobai Allah, ini merupakan sejarah yang dicatat dalam kitab Keluaran sampai kitab Ulangan. Tidak aneh jika Yesus mengutip perikop saat memberikan jawaban atas pencobaan iblis, ayat perikop yang dikutip semuanya berasal dari dari Ulangan 6-8, yang tepat merupakan catatan tentang pengajaran yang dibawakan dari pengalaman keluar Mesir sampai padang gurun. Maka saat kita hendak memahami peristiwa Yesus dicobai, dapat melihat dan membandingkannya dengan pemandangan orang Israel mendapat pencobaan dalam Perjanjian Lama, sebagai sebuah struktur penafsiran (hermeneutical framework) untuk memahami Luk. 4:1-13, untuk mengenal latar belakang perikop Yesus mengalami pencobaan dari iblis, dan keadaan orang percaya abad 1.

Apakah yang merupakan pengharapan orang Yahudi di masa antara dua Perjanjian atau setelah penawanan? Tentu saja pulang kembali ke kota suci Yerusalem, memulihkan ulang persembahan korban dan berbagai ritual keagamaan, karena ini mewakili Allah sekali lagi memberkati umat Israel, menggenapi janji-Nya. Sebagian kitab suci Perjanjian Lama menggambarkan pemandangan kegembiraan besar pulang kembali ke Yerusalem dan pembangunan ulang Bait Suci, contoh seperti topik keluaran baru dari Mesir dalam kitab Nehemia atau kitab Yesaya, semuanya telah menunjukkan harapan ini. Maka kita dapat percaya, harapan sekali lagi 「keluar Mesir」 dan munculnya 「Musa baru」 merupakan kerinduan orang Israel selama ratusan tahun. Saat itu di antara para murid juga terdapat orang dari kaum Zelot (sekelompok orang Yahudi yang merindukan negera mereka berdiri lagi, contoh seperti ibu Yakobus Yohanes memohon Yesus agar anak-anak laki-lakinya dapat di duduk di kanan dan kiri Yesus saat Ia mendirikan ulang negara, menyatakan ibu Yakobus Yohanes mengharapkan kedua anak laki-lakinya dapat memiliki posisi penting tertentu di dalam kerajaan militer di bumi), telah menjelaskan antusias harapan orang Yahudi atas berdiri ulangnya negara Israel.

Munculnya harapan 「Musa baru」 (new Moses) merupakan suasana zaman itu. Yesus dari kecil sampai besar mendengar dan melihat semua paham idealis atau pengajaran ini (dapat mengacu pada sastra masa antara dua Perjanjian 《Mazmur Salomo》 Psalms of Solomon pasal 17-18). Merubah batu menjadi makanan, bukan semata-mata berbicara apakah Yesus memiliki kekuasaan melakukan perubahan dari satu materi menjadi materi lain (Yesus tentu saja memiliki kuasa melakukan ini, air menjadi anggur bukankah merupakan sebuah contoh sesungguhnya!). Tetapi yang iblis hendak cobai Yesus adalah mengapa Yesus hendak mempertahankan jalan salib? Jika Yesus bersedia sama seperti Musa di waktu yang dahulu, melakukan mukjizat perubahan suatu materi menjadi suatu materi lain, bukankah hal yang memuaskan dan menggembirakan hati? Mengapa Yesus hendak mengambil jalan yang tidak dipahami oleh khalayak ramai? Mengapa tidak mengikuti permintaan dan pemikiran manusia dunia pada umumnya?

Doa: Tuhan! saya sungguh tidak mengetahui bagaimana melalui jalan diri sendiri, mohon Tuhan menolong saya, berjalan dalam kehendak-Mu, bukan menuruti pemikiran dan harapan manusia, tetapi sesuai kehendak-Mu Allah, mohon Tuhan mengajari saya melepaskan diri dari pencobaan, sama seperti Yesus, mengambil jalan kayu salib, yang merupakan jalan beradanya anugerah keselamatan yang sesungguhnya.