Tag Archives: Kitab Hosea

Hosea 1:2-5

「Dosa Pasti Mengejar dan Mendapati Mu」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 1:2-5 [ITB])
2 Ketika TUHAN mulai berbicara dengan perantaraan Hosea, berfirmanlah Ia kepada Hosea: 「Pergilah, kawinilah seorang perempuan sundal dan peranakkanlah anak-anak sundal, karena negeri ini bersundal hebat dengan membelakangi TUHAN.」
3 Maka pergilah ia dan mengawini Gomer binti Diblaim, lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki.
4 Kemudian berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: 「Berilah nama Yizreel kepada anak itu, sebab sedikit waktu lagi maka Aku akan menghukum keluarga Yehu karena hutang darah Yizreel dan Aku akan mengakhiri pemerintahan kaum Israel. 5 Maka pada waktu itu Aku akan mematahkan busur panah Israel di lembah Yizreel.」

Pasal 1 – 3 kitab Hosea mencatat situasi pernikahan dan keluarga nabi Hosea, yang melambangkan kondisi rohani Israel dan sebagai foto dari perselingkuhan rohani Israel. Hosea 1:2 – 9 adalah pengantar dari bagian pasal 1 – 3. Frasa 「berfirmanlah TUHAN」 (1:2, 4, 6, 9) menyambung serangkaian empat episode: babak pertama adalah perintah kepada Hosea agar menikahi seorang perempuan sundal bernama Gomer sebagai istrinya (1:2-3a), babak kedua adalah kelahiran seorang putra bernama Yizreel (1:3b-5), babak ketiga adalah kelahiran seorang anak perempuan bernama Lo-Ruhama (1:6-7), dan babak keempat adalah kelahiran putra lain bernama Lo-Ami (1:8-9). Semua nama anak-anak memiliki arti hukuman Allah terhadap Israel. Hari ini, kita fokus pada babak pertama dan kedua, kisah Hosea mengambil seorang istri dan melahirkan seorang anak putra .

Catatan dimulai dengan Hosea yang diperintahkan TUHAN untuk mengambil seorang istri dan memiliki anak, nabi Hosea tanpa penundaan, keluhan, dan pengelakan, segera mengambil tiga langkah cepat: pergi, menikahi, dan melahirkan (1:2b), mengungkapkan ketaatan yang sepenuhnya kepada Allah. Allah memerintahkan Hosea menikahi seorang perempuan sundal, tugas ini memang membuat orang sulit dan tidak paham. Ada dua masalah yang harus dihadapi di sini:
Pertama, apakah ini peristiwa sejarah yang nyata, atau apakah itu suatu simbolis atau perumpamaan? Para sarjana Injili percaya bahwa ini adalah peristiwa nyata, karena terdapat nama sang istri Gomer, bahkan ayahnya Diblaim, adalah sosok historis yang sebenarnya (3b). Kedua, apakah Gomer berselingkuh setelah menikah, atau apakah dia adalah pelacur atau bahkan pelacur kuil? Apa yang bisa kita yakini adalah bahwa Gomer bukanlah pelacur kuil agama asing, karena kata Ibrani 「sundal」 (zenunim) (1:2b) sangat berbeda dari sebutan khusus untuk pelacur qadeshot (4:14). Karena itu, Gomer itu seharusnya bukan mencari nafkah sebagai pelacur, bukan juga pelacur kuil agama asing, tetapi seorang wanita yang tidak setia pada pernikahan. (Pengamatan ini penting karena ia melambangkan rohani Israel)

Hosea tidak banyak bicara, ia menikahi Gomer sebagai istrinya, narator juga menghilangkan kebiasaan cara penulisan traditional, mengabaikan urusan kamar pasangan itu, secara cepat langsung menunjukkan bahwa 「lalu mengandunglah perempuan itu dan melahirkan baginya seorang anak laki-laki」(1:3b), karena fokusnya adalah anak laki yang dilahirkannya, melambangkan nubuat tentang penghakiman Allah yang datang dengan cepat ke atas Israel yang murtad. Anak laki itu bernama Yizreel, yang pengucapannya Yizre’e’l mirip dengan 「Israel」 Yisra’el, Yizreel terletak di antara pegunungan Samaria dan Laut Galilea, dekat Migdo. Ada banyak kisah tentang perang dan bencana di tempat ini, nama Yizreel adalah nubuat bagi akhir dinasti Yehu (841-814 B.C) dan binasanya kerajaan Israel (kerajaan utara).

Kelahiran Yizreel memang suatu ironi sindiran yang besar, arti aslinya adalah 「Allah menabur benih」, menunjukkan bahwa Allah menganugerahkan berkat. Yizreel awalnya kota yang membawakan makna 「Allah menabur benih」, sekarang identik dengan 「Allah menabur benih penghakiman」, pada awalnya Allah menghancurkan busur musuh bagi Israel, tetapi sekarang 「busur milik Israel」 yang dihancurkan oleh Allah! Itu semua karena Israel penuh dengan dosa yang melimpah ruah dan dosa telah menyusul mereka.

Renungkan:
Israel penuh ruah dengan kejahatan, dan telah murtad meninggalkan TUHAN. Allah melalui Hosea mengambil seorang istri dan beranak, menamainya Yizreel untuk memperingatkan Israel yang berdosa, karena hukumannya semakin dekat. Musa mengingatkan bangsa Israel 「… dosamu itu akan menimpa kamu. 」 (dosamu akan mengejar dan mendapati kamu) (Bil. 32:23b).
Mohon Tuhan untuk membantu kita dengan cepat melarikan diri dari dosa, agar tidak sampai menghadapi hukuman Tuhan.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 1:1

「Dipanggil Memberitakan Firman Kebenaran」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 1:1 [ITB])
1 Firman TUHAN yang datang kepada Hosea bin Beeri pada zaman Uzia, Yotam, Ahas dan Hizkia, raja-raja Yehuda, dan pada zaman Yerobeam bin Yoas, raja Israel.

Bulan ini, kita akan merenungkan pesan dari kitab Hosea, kitab ini adalah salah satu dari dua belas jilid kitab nabi-nabi kecil dan menempati urutan pertama. Kitab Hosea total memiliki 14 pasal, yang dapat dibagi menjadi dua bagian: bagian pertama adalah pasal 1 – 3, dan bagian kedua adalah pasal 4:1 – 14:9. Bagian pertama adalah tindakan Allah melalui pengalaman pribadi nabi Hosea, untuk membuatnya menyadari kebaikan Allah kepada Israel; bagian kedua dimulai dengan pasal 4, yang merupakan pesan atas Israel yang murtad. Singkatnya, bagian pengalaman nabi Hosea adalah 「hidangan pembuka」 untuk menarik perhatian pembaca untuk mendengarkan pesan Allah, bagian kedua barulah inti dari yang hendak dibicarakan Hosea, untuk menunjukkan kemurtadan Israel dan kasih Allah yang tak terbatas.

Di bagian awal kitab Hosea dengan jelas memperkenalkan latar belakang pelayanan nabi Hosea; ia menerima panggilan Tuhan setelah Israel terpecah menjadi dua, kerajaan Utara dan Selatan. Pelayanannya berlangsung selama bertahun-tahun dan mencakup pemerintahan beberapa raja Yehuda: dari Uzia sampai Hizkia (ayat 1a). Ketika penulis menyebutkan kerajaan Utara, ia hanya menyebutkan Yerobeam bin (putra) Yoas, Yerobeam II (786-746 B.C.) (ayat 1b), mungkin merupakan raja yang paling menonjol dari masa-masa akhir kerajaan Utara. Saat mendengar nama ini, pembaca yang akrab dengan Perjanjian Lama pasti akan teringat tangan hitam di balik perpecahan kerajaan, Yerobeam, putra Nebat (922-911 B.C). Dia memperkuat kedudukan politiknya melalui trik keagamaan dan menyebabkan perpecahan Israel menjadi Utara dan Selatan.

Nabi Hosea adalah satu zaman dengan nabi Amos, tetapi inti pemberitaan Hosea terutama ditujukan kepada kerajaan Utara. Pelayanannya berlangsung dari tahun-tahun terakhir masa pemerintahan Yerobeam II sampai kerajaan utara Israel dihancurkan oleh Asyur. Setelah kematian Yerobeam II, situasi politik kerajaan Utara jatuh ke dalam kekacauan hebat, berganti raja-raja, dan para raja ini memiliki catatan prestasi politik yang rendah. Keluarga Yerobeam secara langsung berkaitan dengan penghakiman yang diumpamakan dengan nama Yizreel, yaitu dosa Yehu pasti mendapat hukuman. Setelah Yerobeam II wafat, putranya Zakharia mati dikalahkan, hanya setelah enam bulan naik takhta (lihat 2 Raja-Raja 15:8-12), mengakhiri pemerintahan dinasti Yehu.

Dalam konteks sosial ini, Hosea dipanggil untuk mengkhotbahkan pesan penghakiman Allah. Pada saat itu, umat Allah secara religius menyembah dewa-dewa palsu, secara politis bersandar pada negara tetangga yang memiliki motif tersembunyi, dan hidup dalam situasi moral yang korup, aktifitas seksual yang kacau, dan kekerasan terjadi di mana-mana. Misi nabi Hosea dapat dipandang penuh kesulitan, juga melawan arus. Tetapi karena dipanggil, maka harus dengan setia memberitakan pesan dari Allah. Misi nabi Hosea adalah untuk mengkhotbahkan pesan kehidupan kepada orang-orang yang kering secara rohani; kepada orang-orang murtad, untuk mengarahkan mereka kepada Allah yang sejati; dan kepada hati orang-orang yang sombong, untuk mengkhotbahkan pesan kebenaran. Singkatnya, pesan nabi Hosea adalah untuk 「membangunkan jiwa rohani yang tertidur dan menghibur rohani yang dalam kesusahan.」

Renungkan:

Para gembala dan hamba Tuhan dipanggil untuk menggembalakan jemaat, dan tugas mereka adalah untuk dengan setia memberitakan Firman Tuhan, adakala untuk menyembuhkan jiwa yang terluka, adakala untuk menghibur yang lemah, dan adakala untuk memperingatkan yang murtad. Pekerjaan para gembala penuh kesulitan, hari ini, tolong doakan para gembala gereja Anda, minta Tuhan untuk memberinya keberanian dan hikmat, dan dengan setia memberitakan pesan yang Tuhan berikan kepada kawanan domba.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

30 Maret 2019 ● Sabtu Minggu Ketiga Pra Paskah

Mari, Kita Kembali kepada Tuhan

Hosea 5:15–6:6
15 Aku akan pergi pulang ke tempat-Ku, sampai mereka mengaku bersalah dan mencari wajah-Ku. Dalam kesesakannya mereka akan merindukan Aku:
1 “Mari, kita akan berbalik kepada TUHAN, sebab Dialah yang telah menerkam dan yang akan menyembuhkan kita, yang telah memukul dan yang akan membalut kita. 2 Ia akan menghidupkan kita sesudah dua hari, pada hari yang ketiga Ia akan membangkitkan kita, dan kita akan hidup di hadapan-Nya. 3 Marilah kita mengenal dan berusaha sungguh-sungguh mengenal TUHAN; Ia pasti muncul seperti fajar, Ia akan datang kepada kita seperti hujan, seperti hujan pada akhir musim yang mengairi bumi.”
4 Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Efraim? Apakah yang akan Kulakukan kepadamu, hai Yehuda? Kasih setiamu seperti kabut pagi, dan seperti embun yang hilang pagi-pagi benar. 5 Sebab itu Aku telah meremukkan mereka dengan perantaraan nabi-nabi, Aku telah membunuh mereka dengan perkataan mulut-Ku, dan hukum-Ku keluar seperti terang. 6 Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran.

Renungan

Kitab Hosea menggambarkan gambaran kasih Allah, anugerah, belas kasihan, dan penghakiman. Israel dianggap sebagai umat perjanjian. Sebagai umat perjanjian, mereka menyembah Yahweh dan taat pada perintah-perintah-Nya. Namun seringkali mereka tidak menaati Allah dan tidak setia dengan melanggar perjanjian. Meskipun mereka melanggar ketentuan perjanjian, perjanjian itu masih berlaku.

Nabi Hosea menjelaskan bahwa dosa Israel adalah akar kehancuran mereka. Mereka berzina dengan menyembah berhala dan mengesampingkan Allah yang pengasih. Meskipun para nabi memperingatkan mereka akan bahaya kehancuran yang akan datang, namun Israel tidak memiliki pertobatan sejati. Mereka tidak berbalik hati mereka dari berhala atau menyesali dosa-dosa mereka dan melakukan upaya yang disengaja untuk membuat perubahan dalam cara mereka hidup.

Ritual didirikan bagi umat Allah untuk menghubungkan mereka dengan Allah mereka. Itu diberikan untuk mempertahankan hubungan yang nyata dan tulus dengan Allah sebagai umat perjanjian. Ritual menjadi tidak berarti, dan merosot menjadi ritualisme bila mereka tidak memberi diri untuk berubah. Ritual menjadi sebuah pertunjukan saja bila tanpa kesetiaan kepada Tuhan. Dalam konteks ini Allah yang pengasih mengundang mereka untuk bertobat dan perubahan total dalam sikap mereka dan menyesuaikan gaya hidup mereka sedemikian rupa sehingga mereka akan menyelaraskan diri dengan panggilan mereka sebagai umat perjanjian.

Masa Pra Paskah adalah waktu untuk introspeksi diri; untuk melihat ke dalam apakah kita sebagai umat Allah berada di jalan yang benar bersama Tuhan kita. Yesus Kristus memulai pelayanan umumnya dengan undangan untuk memasuki kerajaan Allah melalui pertobatan dan percaya kepada Injil (Markus 1: 14). Pertobatan sesungguhnya berarti memberikan perubahan dalam pandangan, sikap, dan gaya hidup kita. Masa Pra Paskah ini adalah waktu untuk memeriksa dan mencari tahu di mana perubahan yang harus dilakukan menuju kehidupan yang kudus.

Doa
Bapa Surgawi, terima kasih sudah memanggil kami sebagai umat-Mu. Kami mengaku bahwa kami telah sesat dari-Mu dengan tidak mematuhi perintah-Mu dan dengan sengaja tidak kembali kepada-Mu dalam pertobatan. Kami mengakui bahwa kami telah jatuh ke dalam ritualisme dan kami berdoa mohon anugerah-Mu untuk menyembah Engkau dalam roh dan kebenaran dan mengikuti Engkau lebih dekat.

Tindakan
Tuliskan hal-hal yang dapat menghalangi Anda memiliki hubungan yang benar dengan Allah, dan melalui doa, temukan cara untuk mengatasinya.

Oleh
Pendeta Dr Alex Thomas
Vikaris
Gereja Mar Thoma di Singapura

Hosea 14:1-9

9 Mar 2018 – Hari Jumat Minggu ketiga, Pra Paskah

Bawalah sertamu Kata-Kata Penyesalan dan Bertobatlah kepada Tuhan

(Hosea 14:1-9)
1 Samaria harus mendapat hukuman, sebab Ia memberontak terhadap Allahnya. Mereka akan tewas oleh pedang, bayi-bayinya akan diremukkan, dan perempuan-perempuannya yang mengandung akan dibelah perutnya.
2 Bertobatlah, hai Israel kepada Tuhan, Allahmu, sebab engkau telah tergelincir karena kesalahanmu.
3 Bawalah sertamu kata-kata penyesalan, dan bertobatlah kepada TUHAN! katakanlah kepada-Nya: “Ampunilah segala kesalahan, sehingga kami mendapat yang baik, maka kami akan mempersembahkan pengakuan kami. 4 Asyur tidak dapat menyelamatkan kami; kami tidak mau mengendarai kuda, dan kami tidak akan berkata lagi: Ya, Allah kami! kepada buatan tangan kami. Karena Engkau menyayangi anak yatim.”
5 Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela, sebab murka-Ku telah surut dari pada mereka.
6 Aku akan seperti embun bagi Israel, maka ia akan berbunga seperti bunga bakung dan akan menjulurkan akar-akarnya seperti pohon hawar.
7 Ranting-rantingnya akan merambak, semaraknya akan seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti pohon zaitun dan berbau harum seperti yang di Libanon.
8 Mereka akan kembali dan diam dalam naungan-Ku dan tumbuh seperti gandum; mereka akan berkembang seperti pohon anggur, yang termasyhur seperti anggur Libanon.
9 Efraim, apakah lagi sangkut paut-Ku dengan berhala-berhala? Akulah yang menjawab dan memperhatikan engkau! Aku ini seperti pohon sanobar yang menghijau, dari pada-Ku engkau mendapat buah.

Renungan
Hidup adalah perjalanan iman bagi umat Allah. Penulis dan Penyelesai perjalanan ini adalah Kristus sendiri. Kita mengawali di dalam Kristus dan harus mengakhiri di dalam Kristus. Tetapi ini bukanlah perjalanan yang mudah. Ada rute penuh tantangan yang penuh dengan cobaan dan ujian. Beberapa dari umat Allah yang telah mengawali di dalam Dia tidak dapat mengakhiri di dalam Dia. Mereka sering tersandung dan teralihkan, kalah kepada tekanan.

Perhatian untuk umat Allah.
Bangsa Israel secara kolektif tersandung karena kejahatan mereka (ayat 1). Mereka terseret menjauh dari iman mereka dan membentuk perkumpulan politik dengan penyembah berhala Asyur. Mereka percaya pada kuda-kuda, mungkin karena kuda-kuda Mesir menguatkan pasukan mereka (Mazmur 20:7). Mereka menolak Sang Pencipta dan mempercayai berhala buatan manusia. Mereka menyembah berhala kesuburan Kanaan. Janji dan Taurat Allah dilupakan secara total. Kemunafikan membuat mereka tersesat. Kegagalan mereka kelihatannya begitu serius, mereka semakin jauh untuk kembali kepada Tuhan. Umat Perjanjian Allah kelihatan seperti anak yatim yang mencari pengampunan (ayat 3). Kelemahan dan keadaan mereka yang rentan adalah peringatan bagi kita semua.

Panggilan untuk Kembali.
“Kembalilah hai Israel, pada Tuhan Allahmu”, adalah panggilan yang berulang kali dari Allah untuk meresponi Firman-Nya. Ini menghibur untuk diperhatikan karena Allah belum selesai dengan mereka. Dia masih ada di sana tangan-Nya yang terjulur. Tangan-Nya tidaklah ditarik. Dia mengambil inisiatif untuk pemulihan. Allah ingin umat-Nya kembali kepada-Nya. Tidak ada pilihan lain selain kembali kepada Allah, sang Pencipta. Itu adalah respon yang sesuai.

Allah kita adalah murah hati lapang dada. Panggilan-Nya berdasarkan kasih dan pengampunan-Nya. “Aku akan memulihkan mereka dari penyelewengan, Aku akan mengasihi mereka dengan sukarela,” Tidak ada keadaan yang tidak terjangkau Kasih dan Pengampunan Allah. Rahmat dan Pengampunan Allah tersedia bahkan untuk pendosa terburuk sekalipun.

Konsekuensi Ketaatan.
Kembali kepada Allah memberikan ruangan untuk pemulihan. Allah kita adalah Tuan Pemulihan. Tujuan yang Ia kehendaki tidak berubah dalam proses Pemulihan dari Dia. Ini adalah keindahan dari pemulihan dari Allah. Mereka akan kembali menyembah Allah yang benar. “Kami akan memberikan korban bakaran dari bibir kami” Mereka berdiri sebagai bangsa yang telah dipulihkan. Allah memberikan kekuatan kepada mereka setiap hari (ayat 5-6) Allah adalah “embun” yang merupakan rahasia dari kekuatan mereka. Dibawah bayang-bayang-Nya, umat Allah akan “berakar”, “bertunas”, “berbunga”, sekali lagi dan tumbuh kuat seperti pohon aras dari Lebanon. Perhatikan ayat “Aku bagaikan pohon sonobar yang menghijau” dan “dari-Ku engkau akan berbuah” Sungguh Berkat dan Mulianya Pengharapan di dalam Allah. Mereka menjadi manusia yang berbuah seperti “pohon zaitun … gandum … anggur”. Kembali pada hubungan yang intim dengan Allah, umat-Nya menjadi subur, produktif, berbuah, indah, kuat dan stabil. Itulah kuasa pemulihan Allah.

Doa
Allah yang rahmani, kami berterima kasih bahwa Engkau tidak meninggalkan kami di saat kami gagal.
Berikan kami kepekaan untuk mengetahui kegagalan kami.
Berikan kami keyakinan untuk segera kembali kepada-Mu.
Pulihkan kami kembali kepada tujuan-Mu dan kiranya kami dapat berjalan bersama-Mu di dalam kebenaran.
Amen.

Tindakan
Marilah kita memeriksa perjalanan kita bersama dengan Tuhan di dalam terang Firman-Nya.
Marilah kita berdoa bersama pemazmur “Selidiki aku ya Allah, dan kenalilah hatiku; ujilah aku dan ketahuilah pikiranku,”
Marilah kita meresponi Firman Allah dengan hati yang hancur.
Kembalilah kepada Allah dan layanilah Dia.

Rev Ranganathan Prabhu
Pastor
The Methodist Church in Singapore

Copyright The Bible Society of Singapore

(Diterjemahkan oleh WMC)