Tag Archives: Kitab Hosea

Hosea 5:8-14

「Israel Berpenyakit, Yehuda Juga Sakit Parah」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 5:8-14 [ITB])
8 Tiuplah sangkakala di Gibea, dan nafiri di Rama. Berteriaklah di Bet-Awen, gemetarlah, hai Benyamin!
9 Efraim akan menjadi tandus, pada hari penghukuman; mengenai suku-suku Israel Aku memberitahu apa yang pasti.
10 Para pemuka Yehuda adalah seperti orang-orang yang menggeser batas; ke atas mereka akan Kucurahkan gemas-Ku seperti air.
11 Efraim tertindas, diremukkan oleh hukuman, sebab ia berkeras untuk berjalan mengikuti kesia-siaan.
12 Sebab itu Aku ini akan seperti ngengat bagi Efraim dan seperti belatung bagi kaum Yehuda.
13 Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja ‘Agung’. Tetapi ia pun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu.
14 Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.

Walau perikop hari ini melanjutkan penghakiman yang keras yang diberitakan dalam Hos. 5:1-7, tetapi ayat-ayat dari perikop hari ini harus dipelajari dalam kerangka Hos. 5:8-16, perikop ini termasuk dalam periode paling bergolak dari kebijakan politik Israel dan Yehuda, terombang-ambing antara bersandar pada Asyur atau beraliansi dengan Mesir.

Almarhum sarjana Perjanjian Lama David A. Hubbard menunjukkan bahwa penulis kitab ini dalam ayat 8 menggunakan bentuk imperatif (perintah), dan nada peringatan perang, serta isinya adalah krisis adanya agresi di perbatasan Yehuda di selatan Efraim. Oleh karena itu dari nada, gaya, dan konten telah berubah sepenuhnya dari ayat 1-7.

Paragraf ini menyebutkan bahwa Israel sakit berat tidak ada obatnya dan sudah sangat dekat dengan kehancuran, lalu Yehuda juga sakit parah, akan segera mengikuti jejak Israel. Para ahli memiliki pendapat berbeda tentang latar belakang sejarah paragraf ini. Dipercaya bahwa Menahem pada tahun 743 S.M untuk mengukuhkan tahtanya maka membayar upeti (menyatakan tunduk) kepada Pul raja Asyur (nama Babel dari Tiglath-Pileser III) (lihat 2 Raj. 15:19), juga ada yang berpendapat bahwa setelah kematian raja Pekah kerajaan Utara lalu raja Hosea memberikan upeti kepada Salmaneser raja Asyur pada tahun 732 S.M (lihat 2 Raj. 17:3). Latar belakang historis dari perikop ini benar-benar sulit untuk ditentukan, tetapi yang dapat dipastikan bahwa nabi Hosea menggunakan perikop ini untuk memperingatkan para pembaca Israel di Utara dan Yehuda di Selatan, agar jangan sekali-kali bersandar pada Asyur untuk menyelesaikan kesulitan yang dihadapi ini, jangan sampai akhirnya adalah mencari penderitaan pahit bagi diri sendiri.

Nabi Hosea menggunakan dua perumpamaan untuk memperingatkan Yehuda dan Israel.

Perumpamaan pertama adalah 「menggeser batas」 tanah (ayat 10a), nabi Hosea menunjukkan agar para pemimpin Yehuda tidak mencoba mengambil kesempatan menggeser perbatasan tanah ketika orang lain dalam kesulitan. Menggeser batas tanah dapat merupakan metafora dari menggeser standar moral, yang berarti bahwa moralitas para pemimpin Yehuda makin hari semakin memburuk, tetapi lebih tepat bahwa mereka diam-diam memindahkan batas tanah tetangga mereka untuk merebut tanah warisan orang lain, itu pasti mendatangkan kutukan (lihat Ul. 27:27; Yes. 5:8). Peringatan ini mungkin merujuk pada waktu Menahem raja Utara berkuasa (752-742 S.M), Yehuda (kerajaan Selatan) berniat untuk merebut kembali tanah yang sebelumnya diduduki oleh kerajaan Utara (Israel) ketika Asyur datang menyerang di Utara (lih. 2 Raj. 14:8-14).

Perumpamaan kedua adalah menggunakan 「ngengat dan belatung」 (lih. ayat 12-13) untuk menggambarkan keadaan Utara dan Selatan sebagai sama-sama genting. Efraim (Israel) kerajaan Utara seperti pohon yang lapuk oleh ngengat, inti pohon itu telah lapuk dan berlubang di tengah, pohon itu segera akan tumbang. Yang paling mengerikan adalah Efraim masih belum tahu bahwa hari kematiannya sudah dekat. Yang membuat Allah lebih terluka adalah Israel (Efraim) tidak tahu mengandalkan Allah, sebaliknya, sedemikian bodoh sehingga 「pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja ‘Agung’」 (ayat 13b), yakni menemui Tiglath-Pileser. Sebenarnya, Israel mencari 「raja ‘Agung’」 hanya berupaya demi kepentingan ekonomi dan memperluas wilayahnya, adalah cara yang salah besar, malah membuang kesempatan penyembuhan dan akhirnya binasa pada tahun 722 SM.

Lalu, akhir Yehuda juga tidak lebih baik, ia juga memberi upeti (menyatakan tunduk) kepada Asyur setidaknya dua kali (lihat 2 Raj. 16:7-9; 18:13-16). Meskipun kerajaan Yehuda untuk sementara waktu dapat bertahan, namun pada akhirnya mengikuti jejak kerajaan Utara, negara itu juga akan mati dalam 100 tahun ke depan. Israel sakit berat, dan Yehuda juga sangat parah, keduanya membutuhkan penyembuhan dan keselamatan dari TUHAN (Yahweh). Sangat disayangkan bahwa Israel yang terancam punah dan Yehuda yang juga sangat parah masih berusaha mencari keselamatan cara diri sendiri, menyerahkan hidup kepada pihak yang salah, dan akhirnya yang mereka dapatkan adalah TUHAN mengambil semua yang mereka miliki dengan cepat seperti macan atau singa (lihat ayat 14).

Renungkan:
Yang paling berbahaya bagi orang adalah mereka tidak tahu sedang sakit, tetapi bahkan lebih berbahaya adalah mencari dokter yang salah. Dengan cara yang sama, tolong pikirkan, saat saya atau Anda dalam kesulitan, akan bersandar kepada siapa? Apakah itu adalah Dia, Tuhan yang setia dan dapat diandalkan? Berdoa memohon kemurahan Tuhan, agar kita tahu situasi rohani kita, dan yang lebih penting, setelah menemukan masalah, segera datang kepada Tuhan dan meminta Dia untuk memberikan keselamatan.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 5:1-7

「Umat Allah Jatuh Total」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 5:1-7 [ITB])
1 Dengarlah ini, hai para imam, perhatikanlah, hai kaum Israel, dan pasanglah telinga, hai keluarga raja! Sebab mengenai kamulah penghukuman itu, karena kamu telah menjadi perangkap bagi Mizpa, dan jaring yang dikembangkan di atas gunung Tabor, 2 dan lobang yang dikeruk di lembah Sitim, maka Aku ini akan menghajar mereka sekalian.
3 Aku ini mengenal Efraim, dan Israel tidaklah tersembunyi bagi-Ku, sebab engkau telah berzinah, hai Efraim; dan Israel telah menajiskan diri. 4 Perbuatan-perbuatan mereka tidak mengizinkan mereka berbalik kepada Allah mereka, sebab roh perzinahan ada di antara mereka, dan mereka tidak mengenal TUHAN.
5 Kecongkakan Israel menjadi saksi terhadap dirinya sendiri; Efraim akan tergelincir jatuh oleh kesalahannya sendiri, dan bersama-sama mereka juga Yehuda. 6 Dengan korban kambing domba dan lembu sapinya mereka akan pergi untuk mencari TUHAN, tetapi tidak akan menjumpai Dia; Ia telah menarik diri dari mereka. 7 Mereka telah berkhianat terhadap TUHAN, sebab mereka telah memperanakkan anak-anak yang tidak sah; sekarang pembinasa akan memakan habis mereka dan ladang mereka.

Pihak yang diberi peringatan oleh nabi Hosea dari yang awalnya umat Israel, nabi, dan imam meluas kepada raja (ayat 2b). Pertama-tama ia menggunakan tiga kata kerja yang identik 「dengarlah」, 「perhatikanlah」, 「pasanglah telinga」 untuk berseru kepada pendengar agar memberikan perhatian. Karena Yehuda dan Israel telah jatuh sepenuhnya (5:5), dan fakta ini yang menjadi pesan utama dari paragraf ini. Penulis kitab ini menggunakan gaya sastra literatur Ibrani yang berbentuk pencocokan silang untuk menonjolkan berita ini. Ia terlebih dahulu menyebutkan penghakiman Allah yang keras (ayat 1-2, 7b), kemudian menunjukkan kemurtadan Israel (ayat 3, 7a), situasi sakitnya telah menjadi tidak bisa diobati lagi, berzinah meninggalkan Allah (ayat 4, 6), terakhir yang paling serius adalah seluruh umat jatuh sepenuhnya (ayat 5).

Yehuda dan Israel telah meninggalkan TUHAN (Yahweh), ini terlihat di mana-mana di Mizpa dan Gunung Tabor. Mizpa, Ben-Awen (Bethel), dan Gilgal dulu merupakan tempat di mana Samuel berkeliling tahunan untuk menghakimi perkara (lihat 1 Sam. 7:5-11, 15-16), tempat para hakim Israel berkumpul (Hak. pasal 20-21). Di tempat tersebut para arkeolog telah menemukan Astarte, peninggalan sesembahan agama asing yang bertanggung jawab atas reproduksi yang pernah populer di abad delapan S.M. Gunung Tabor terletak di sisi timur laut dataran Yizreel adalah tempat pengorbanan kafir lainnya. Pada masa kerajaan Israel belum terpecah menjadi dua, Mizpa dan Tabor melambangkan tempat berkat Allah (lihat Hak. 4:12-16; 1 Sam. 7:3-6), dan sekarang telah jatuh menjadi tempat pengorbanan kafir. Fenomena yang menyedihkan! Ketika nabi Hosea merujuk ke dua lokasi ini, menyoroti para pemimpin Israel, terutama para pemimpin politik melalui trik-trik keagamaan telah sepenuhnya mencemari bangsa Israel penuh noda.

Yehuda Israel telah jatuh sepenuhnya, dan pengorbanan pagan menyebar ke seluruh negeri. 「… kamu telah menjadi perangkap bagi Mizpa, dan jaring yang dikembangkan di atas gunung Tabor, dan lobang yang dikeruk di lembah Sitim」 (ayat 1c-2a, lihat juga terjemahan KJV dan CUV 「… orang-orang durhaka ini melakukan pembantaian」). Ini mungkin menunjuk bahwa mereka mengikuti tindakan kejam dari agama-agama asing, membunuh bayi yang dipersembahkan kepada dewa-dewa kafir. Umat Allah ditipu dan dibohongi oleh para pemimpin, membawa mereka mengarah ke jalan kematian total, tetapi Allah tidak bisa dibohongi, dan semuanya berada dalam pandangan-Nya. Nabi Hosea berkata, 「Aku ini mengenal Efraim, dan Israel tidaklah tersembunyi bagi-Ku」 (ayat 3a). Singkatnya, Allah mengenal Efraim (ayat 3), tetapi Efraim tidak mengenal Allah (ayat 4).

Allah disakiti hati-Nya adalah bahwa umat-Nya melakukan ritual kehidupan iman, tetapi hati jauh dari-Nya, ada penampilan religius, tetapi tidak ada makna nyata dalam kesalehan. Yehuda Israel 「roh perzinahan ada di antara mereka, dan mereka tidak mengenal TUHAN」 (ayat 4b) sehingga mereka tidak dapat kembali kepada Allah. Situasi yang paling mengerikan dari orang-orang percaya adalah memiliki kegiatan keagamaan secara konstan, tetapi tidak ada esensi sejati dari iman, menipu diri sendiri, menipu Allah, tidak tahu hati jauh dari Allah, seperti katak direbus air hangat, ini yang paling membuat Allah sedih. Amsal mengingatkan kita bahwa 「Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan. 」 (Amsal 4:23). Mohon belas kasihan Tuhan!

Renungkan:
Lagu pujian “Oh! Yesus, aku telah berjanji”, 「Tuhan mohon Engkau mendekat! Ku berada dalam dunia, melihat pemandangan yang mempesona, mendengar godaan suara penuh keindahan; tubuh dan pikiran ku sering diterpa kejutan dan kekhawatiran; mohon Tuhan datang dekat menjaga dan membantu agar ku menjauh dari dosa.」 Perikop ini menjadi doa kita hari ini.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 4:11-19

「Bahaya Tidak Berpengertian Rohani」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 4:11-19 [ITB])
11 Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir.
12 Umat-Ku bertanya kepada pohonnya, dan tongkatnya akan memberitahu kepadanya, sebab roh perzinahan menyesatkan mereka, dan mereka berzinah meninggalkan Allah mereka. 13 Mereka mempersembahkan korban di puncak gunung-gunung dan membakar korban di atas bukit-bukit, di bawah pohon besar dan pohon hawar dan pohon rimbun, sebab naungannya baik. Itulah sebabnya anak-anakmu perempuan berzinah dan menantu-menantumu perempuan bersundal.
14 Aku tidak akan menghukum anak-anak perempuanmu sekalipun mereka berzinah, atau menantu-menantumu perempuan, sekalipun mereka bersundal; sebab mereka sendiri mengasingkan diri bersama-sama dengan perempuan-perempuan sundal dan mempersembahkan korban bersama-sama dengan sundal-sundal bakti, dan umat yang tidak berpengertian akan runtuh.
15 Jika engkau ini berzinah, hai Israel, janganlah Yehuda turut bersalah! Janganlah pergi ke Gilgal, dan janganlah naik ke Bet-Awen, dan janganlah bersumpah: 「Demi TUHAN yang hidup!」 16 Sebab Israel degil seperti lembu yang degil, masakan sekarang TUHAN menggembalakan mereka, seperti domba di tanah lapang?
17 Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia! 18 Persepakatan para pemabuk! mereka menyerahkan diri habis-habisan kepada persundalan; mereka lebih mencintai kehinaan dari pada kemasyhuran mereka. 19 Angin melingkupi mereka dalam sayap-sayapnya, dan mereka akan mendapat malu karena korban-korban mereka.

Saya ingat suatu kali ketika seorang penginjil berdebat dengan penginjil lain apakah orang percaya boleh minum alkohol. Salah satu mengutip Efesus 5:18 「Dan janganlah kamu mabuk oleh anggur, karena anggur menimbulkan hawa nafsu, tetapi hendaklah kamu penuh dengan Roh」. Dikatakan bahwa itu bukan mengharuskan bebas alkohol, yang terpenting adalah berhati-hati tidak mabuk, karena mabuk anggur akan menyebabkan tingkah laku yang tidak baik. Ini tidak hanya membuat orang-orang kudus kehilangan martabat, tetapi juga kehilangan kesaksian. Karena itu, apa yang harus dikejar orang-orang percaya adalah dipenuhi dengan Roh Kudus; ketika orang-orang percaya dipenuhi dengan Roh Kudus, tidak ada tempat bagi anggur untuk memengaruhinya. Namun, penginjil lain sangat menentangnya, dan ia percaya bahwa orang percaya sepenuhnya tidak boleh minum alkohol. Dia berkata: 「Mabuk disebabkan oleh minum alkohol. Jika Anda tidak minum, Anda tidak akan mabuk. Oleh karena itu, orang percaya tidak boleh minum sama sekali.」 Mari kita letakkan argumen para penginjil tentang boleh tidaknya minum, pada kenyataannya, seperti yang dikatakan oleh nabi Hosea: 「Anggur dan air anggur menghilangkan daya pikir」 (ayat 11).

Penyembahan berhala kafir di masa lalu memiliki hubungan yang erat dengan anggur dan percabulan, dan juga melibatkan perilaku takhayul tentang ramalan. Allah melarang umat-Nya tidak ikut ambil bagian kegiatan keagamaan seperti itu (Ul. 18:14-15). Bangsa Israel di era Hosea adalah generasi yang hilang tersesat secara rohani, dipengaruhi oleh persembahan kurban kafir, dan bahkan lebih lagi mencampurkan kepercayaan pagan dengan kebenaran murni. Mereka jatuh ke titik seperti itu karena mereka kebodohan rohani dan disebut 「umat yang tidak berpengertian」 (ayat 14b). Hosea tidak mencela orang Israel yang terperangkap dalam dosa, karena ketidaktahuan mereka adalah dipengaruhi oleh para imam, para imam bukan saja tidak mengajarkan Firman Allah kepada orang-orang, tetapi mereka melanggar hukum Taurat TUHAN Yahweh.

Hosea merasa sakit di hati ketika melihat ketidaktahuan spiritual dan ketersesatan orang Israel, menggunakan sindiran ironis ia membangunkan para pendengarnya. Tiba-tiba dia berganti pihak pendengar, mengarahkan pesan kepada Yehuda, berpesan agar mereka tidak pergi ke dua altar Gilgal dan Bet-Awen yang dulu disukai dan biasa didatangi oleh Israel. Dahulu Betel yang dikenal sebagai rumah Allah, telah menjadi ibadat campuran menjadi rumah kejahatan Bet-Awen (lih. Ay 15). Kemudian, nabi Hosea dengan nada ironis menunjukkan bahwa Israel seperti sapi betina yang degil keras kepala, dan masakan TUHAN (Yahweh) akan menggembalakan mereka di tanah lapang yang luas (lih. ayat 16). Pada akhirnya, nabi Hosea tidak punya pilihan selain tanpa daya menghela nafas: 「Efraim bersekutu dengan berhala-berhala, biarkanlah dia!」

Renungkan:
Sebagai umat Allah, apakah kita hanya mengetahui sedikit tentang kebebaran yang kita imani? Berdoa Tuhan membantu kita agar tidak menjadi umat yang tidak berpengertian.

Sebagai hamba dan penatalayan Firman Allah, sudahkah kita sungguh-sungguh mempelajari Alkitab, kehidupan kita telah diubah oleh Firman-Nya, dan memberitakan kebenaran dengan benar dan komprehensif? (Lihat 2 Tim. 2:15 「Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan kebenaran itu」).


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 4:4-10

「Hamba Allah Mengkhianati Hukum Taurat」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 4:4-10 [ITB])
4 Hanya janganlah ada orang mengadu, dan janganlah ada orang menegor, sebab terhadap engkaulah pengaduan-Ku itu, hai imam! 5 Engkau akan tergelincir jatuh pada siang hari, juga nabi akan tergelincir jatuh bersama-sama engkau pada malam hari; dan Aku akan membinasakan ibumu.
6 Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu.
7 Makin bertambah banyak mereka, makin berdosa mereka kepada-Ku, kemuliaan mereka akan Kutukar dengan kehinaan.
8 Mereka mendapat rezeki dari dosa umat-Ku dan mengharapkan umat-Ku itu berbuat salah.
9 Maka seperti nasib rakyat demikianlah nasib imam: Aku akan menghukum dia karena tindakan-tindakannya dan Aku akan membalaskan perbuatan-perbuatannya kepadanya. 10 Mereka akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, mereka akan bersundal, tetapi tidak menjadi banyak, sebab mereka telah meninggalkan TUHAN untuk berpegang kepada sundal.

Di masa lalu, Allah mendirikan tugas para imam, memberi mereka posisi mulia, menjadi instruktur rohani bagi negara, dan membimbing umat Allah untuk mengenal TUHAN Yahweh. Namun, para imam di era Hosea tidak memiliki pengetahuan rohani yang baik dan menjalani kehidupan moral yang rusak, membuat orang Israel terjerumus di jurang dosa yang dalam. Bagian perikop ini ditujukan kepada para imam di masa lalu, tetapi juga merupakan peringatan serius untuk para hamba Allah saat ini. Mereka yang melayani sebagai hamba Allah penuh waktu harus benar-benar memikirkan perkataan ini.

Pertama-tama, kita harus berurusan dengan masalah di satu atau dua ayat yang memiliki terjemahan yang berbeda (kita diperkaya oleh perbedaan terjemahan). Dalam ayat 4b, CUV, ASV, KJV, Indonesia Terjemahan Lama 「… bangsamu bagaikan orang yang telah berbantah-bantah dengan imam」 bandingkan terjemahan RSV, ESV, ITB 「… sebab terhadap engkaulah pengaduan-Ku itu, hai imam!」 Karena unsur bahasa Ibrani dan untuk memastikan siapa yang menjadi penuturnya sehingga menyebabkan perbedaan terjemahan. Seperti yang dilakukan ITB, lebih banyak sarjana Alkitab telah mengadopsi bahwa ini merupakan catatan nabi Hosea tentang gugatan Allah atas para imam yang tidak memenuhi tanggung jawab mereka. Terjemahan Gao Shi menuliskan bahwa Allah hendak mengajukan debat dengan para imam!

Permasalahan kedua adalah ayat 5b, 「Aku akan membinasakan ibumu」. Sebenarnya siapa yang menyebabkan hukuman membinasakan itu? Terdapat pandangan lain LuZhenzhong menerjemahkan sebagai 「engkau sedang membinasakan ibumu?」, yang berarti bahwa kejahatan para imam ini secara langsung membawakan pengaruh kepada ibunya. Selain itu, seharusnya bukan hanya ibu para imam saja, tetapi menunjuk kepada seluruh bangsa, yakni ibu dari semua umat Allah yang terjerumus dalam dosa (lih. Hos. 2:2, 4-5). Pandangan ini juga sesuai dengan akibat kejahatan para imam di ayat 6, yang juga yang menimpa kepada anak-anaknya, demikian juga 「umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah …」

Memang benar bahwa para imam seharusnya mengetahui hukum Taurat Allah, tetapi justru memunggungi Allah dan melupakan hukum-Nya. Umat Allah juga binasa karena kurangnya pengetahuan (ayat 6). Para imam dan umat-Nya bukan tidak mengenal Allah, tetapi tidak mematuhi perintah Allah. Hati mereka masih belum diubahkan oleh Firman Allah, mereka hanya memiliki pengetahuan di otak, tetapi mereka tidak benar-benar memiliki tindakan nyata menaati Firman Allah. Yang lebih parah adalah bahwa jumlah para imam bertambah banyak, meningkatkan semakin banyak berdosa terhadap Allah (ayat 7), mereka tidak hanya diri sendiri berbuat dosa, tetapi terlebih bersuka melihat umat Allah terjerumus dalam dosa (ayat 8). Jika orang Israel terperangkap dalam dosa, mereka akan mempersembahkan korban penghapus dosa, mempersembahkan domba berkualitas baik atau kambing kecil, semua itu adalah penghasilan tambahan bagi para imam (lih. Im 6:26). Penghasilan tambahan ini menjadi godaan bagi para imam, semakin banyak orang berdosa, semakin banyak penghasilan yang didapatkan mereka! Para imam itu sepatutnya membantu orang Israel untuk mengenal Allah dan dekat dengan Allah, sekarang mereka mendorong orang-orang untuk tidak menaati Allah dan menjauh dari Allah. Ini sedemikian melukai hati Allah, dan akhir kisah mereka bisa dibayangkan. Ganjaran setimpal bagi mereka adalah bahwa 「mereka akan makan, tetapi tidak menjadi kenyang, mereka akan bersundal, tetapi tidak menjadi banyak」 (ayat 10b)

Renungkan:
John Wesley berdoa kepada Tuhan, 「Tuhan! Tolong beri saya seratus orang yang gentar akan Engkau dan takut akan dosa itu sudah cukup.」Apakah hamba Tuhan (termasuk orang Kristen) memperlengkapi diri untuk mencapai tujuan ini? Ini memang pertanyaan yang patut kita renungkan.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 4:1-3

「Menapak Jalan Menuju Pembinasaan Diri Sendiri」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 4:1-3 [ITB])
1 Dengarlah firman TUHAN, hai orang Israel, sebab TUHAN mempunyai perkara dengan penduduk negeri ini, sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri ini.
2 Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah.
3 Sebab itu negeri ini akan berkabung, dan seluruh penduduknya akan merana; juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, bahkan ikan-ikan di laut akan mati lenyap.

Kitab Hosea pasal 1 – 3 menggunakan latar belakang pernikahan Hosea untuk menyatakan kemurtadan umat Allah, melakukan kejahatan perzinahan rohani. Mulai pasal 4 hingga 14 adalah bagian lain dari kitab ini, para pembaca akan melihat beberapa perubahan. Yang pertama adalah perubahan kisah dan fokus, berpindah dari keluarga Hosea kepada orang-orang di kerajaan Israel, yang kedua adalah perubahan nada dan gaya bicara, berita penghiburan dan pengharapan di pasal 3, berubah masuk pasal 4 yang berporoskan gugatan, yang terakhir perubahan peran dan nama sebutan Israel, dari orang ketiga 「mereka」 (lihat Hos. 3:4-5), menjadi penyebutan langsung orang kedua 「engkau (jamak)」 atau 「engkau (tunggal)」 (Hos. 4:1, 5, 6, 13, 14, 15).

Tiga pasal yang di depan diakhiri dengan janji, membuat orang dapat merasakan bahwa Allah adalah suami yang akan selalu menerima yang mau kembali, sekarang tiba-tiba nada berubah, kita seperti telah memasuki pengadilan dan menerima gugatan Allah. Pertama-tama Allah menunjukkan kepada umat Allah secara garis besar tentang dosa-dosa mereka (4:1-3), kemudian berpaling kepada para imam dan pejabat pemimpin untuk menunjukkan dosa-dosa mereka secara lebih terperinci. TUHAN Yahweh menggugat penduduk negeri ini (ayat 1b) menjadi tema utama paragraf pendek ini. Allah pertama-tama menggunakan tiga penyangkalan: 「tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih, dan tidak ada pengenalan akan Allah」 (ayat 1c) untuk memperlihatkan dosa-dosa umat-Nya. Kemudian Dia merinci dosa-dosa tersebut, termasuk mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan pemerkosaan, penumpahan darah (lihat ayat 2). Jika dosa-dosa ini dibandingkan dengan Sepuluh Hukum, umat Allah melakukan pelanggaran atas hukum kedua, keenam, ketujuh, kedelapan, dan kesembilan (lih. Kej. 20:2-17).

Latar sejarah dalam pasal ini semestinya pada periode akhir masa pemerintahan Yerobeam II, dan berita ini kemungkinan besar disampaikan pada periode akhir dari masa pelayanan Hosea (sekitar 735-730 SM), sedangkan pengalaman keluarganya sendiri (Hos. 1:2-3:5) terjadi 20 tahun yang lalu. Masalah utama umat Allah adalah kerusakan moral dan kebangkrutan spiritual dalam kehidupan. Ini sangat kontras dengan kemakmuran ekonomi dan kekuatan politik di luar pada waktu itu. Para ahli percaya bahwa dalam periode ini Israel memiliki kekayaan dan militer yang kuat, tidak disebutkan Israel krisis militer sampai Hos. 5:8.

Pada masa yang demikian ini, orang-orang yang menderita penyakit buta rohani mendengar nabi Hosea berkata, 「negeri ini akan berkabung, dan seluruh penduduknya akan merana; juga binatang-binatang di padang dan burung-burung di udara, bahkan ikan-ikan di laut akan mati lenyap」 (ayat 3). Peringatan hukuman ini benar-benar sebuah pertanyaan besar bagi rakyat Israel yang hanya melihat ekonomi yang tampaknya makmur, keamanan nasional, politik dan militer yang kuat, apakah akan masuk ke dalam telinga mereka!

Umat Allah sama sekali tidak memiliki perasaan berada dalam bahaya, hanya secara permukaan melihat pemandangan jaya di depan mata mereka, mereka telah mati secara moral dan secara spiritual bangkrut, tetapi mereka tidak tahu bahwa mereka sedang mulai menapak jalan kebinasaan serta penghancuran diri, dan tidak tahu bahwa penghakiman Allah datang segera kepada mereka, tidak ada kesadaran masih ada kesempatan untuk kembali berbalik lebih awal, ini memang merupakan situasi tragis yang mengerikan.

Renungkan:
Sering mendengar peringatan tentang katak yang direbus dengan air hangat, dan satu langkah kecil setiap detik setiap hari tanpa sadar melangkah ke jalan penghancuran diri. Berdoa mohon Tuhan untuk membantu kita memeriksa diri kita sendiri di hadapan-Nya setiap hari, terutama pada hari-hari lancar dan makmur, agar terhindar secara tidak sadar bergerak perlahan menuju kehancuran diri.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 3:1-5

「Kasih Allah Sudah Dinyatakan」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 3:1-5 [ITB])
1 Berfirmanlah TUHAN kepadaku: 「Pergilah lagi, cintailah perempuan yang suka bersundal dan berzinah, seperti TUHAN juga mencintai orang Israel, sekalipun mereka berpaling kepada allah-allah lain dan menyukai kue kismis.」
2 Lalu aku membeli dia bagiku dengan bayaran lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai. 3 Aku berkata kepadanya: 「Lama engkau harus diam padaku dengan tidak bersundal dan dengan tidak menjadi kepunyaan seorang laki-laki; juga aku ini tidak akan bersetubuh dengan engkau.」
4 Sebab lama orang Israel akan diam dengan tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim. 5 Sesudah itu orang Israel akan berbalik dan akan mencari TUHAN, Allah mereka, dan Daud, raja mereka. Mereka akan datang dengan gementar kepada TUHAN dan kepada kebaikan-Nya pada hari-hari yang terakhir.

Di bagian ini Allah dan nabi Hosea bergantian memainkan peran, seperti penyanyi yang bergantian giliran. Nabi Hosea terluka karena ketidaksetiaan dan perselingkuhan istrinya, sama seperti Allah ditinggalkan oleh Israel. Pasal 1 melalui narator menggunakan orang ketiga untuk memaparkan rasa sakit nabi Hosea, dan pasal 3 menggunakan orang pertama untuk secara langsung mengungkapkan rasa sakit dirinya. Pasal 1 dapat dikatakan sebagai biografi nabi Hosea, pasal 3 adalah otobiografi, dan pada saat yang sama menggambarkan kasih abadi Allah yang tidak pernah berubah.

Marilah kita berhenti sejenak dan membayangkan bahwa kita menempatkan diri kita dalam situasi nabi Hosea. Betapa menyakitkan dan sedihnya bagi Hosea, melihat istrinya sendiri tenggelam dalam jaring percabulan penuh dosa, mendengar orang lain terus berbisik, seperti rasa sakit ditusuk jarum. Sekarang Allah ingin dia bertindak untuk mengasihi istri yang tidak setia. Di ayat 1, nabi Hosea mengulang empat kali kata yang sama, untuk menyatakan empat dimensi 「kasih」 yang berbeda: Kasih Allah atas Israel, kasih Hosea untuk Gomer, cinta selingkuh Gomer kepada orang luar, Israel mencintai kue kismis, mewakili selingkuh berhala. Di sini menonjolkan kasih Allah adalah kasih perjanjian, tidak pernah berkhianat atas perjanjian. Meskipun orang Israel berkhianat, tetapi Allah tetap memakai tindakan untuk menunjukkan kasih-Nya.

Kasih Allah dinyatakan melalui tindakan Hosea, Dia meminta Hosea untuk menebus istrinya dengan uang. Dia harus menebus istrinya dengan 「lima belas syikal perak dan satu setengah homer jelai」 (ayat 2). Para ahli percaya bahwa satu setengah homer jelai sama dengan lima belas syikal. Karena itu, nabi Hosea menggunakan tiga puluh syikal untuk menebus istrinya. Perak tiga puluh syikal kira-kira sama dengan nilai seorang pelayan atau pelacur kuil berhala pada waktu itu (lih. Kel. 22:32; Im. 27:4). Ini menunjukkan bahwa Hosea perlu membayar harga untuk menyelamatkan istrinya, sama seperti Allah ingin mengorbankan Anak-Nya untuk menebus Israel yang murtad dan juga semua orang yang terjebak dalam jurang dosa.

Tetapi dalam proses penebusan, orang Israel akan mengalami periode 「tidak ada raja, tiada pemimpin, tiada korban, tiada tugu berhala dan tiada efod dan terafim」(ayat 4). Tidak ada raja, tidak ada pemimpin berarti para raja ditawan; tidak ada korban, tidak ada tugu berhala, tidak ada efod, tidak ada terafim menubuatkan bahwa Israel tanpa pengorbanan agama dan penyembahan berhala. Tetapi nabi Hosea menandakan bahwa orang Israel akan kembali kepada TUHAN Allah, kerajaan Utara dan Selatan akan bersatu kembali dan menjadi di bawah pemerintahan serta milik seorang pemimpin seperti raja Daud. Ini bukan hasil dari kesediaan sukarela Israel untuk kembali, tetapi kasih perjanjian kovenan Allah yang menarik mereka dan menyelamatkan mereka.

Perikop ini dapat dikatakan sebagai perwujudan konkret dari Roma 5:5-8, yaitu ketika kita masih memberontak terhadap Allah, meninggalkan-Nya, dan membuat sakit hati-Nya, sebelum kita sadar tahu untuk kembali, Allah telah mengambil inisiatif melalui Kristus, mati bagi kita dan membuat nyata kasih-Nya.

(Allah bukan Tuhan yang sekedar berbicara teori dan hanya tahu memberi ajaran, tetapi kasih yang nyata dalam tindakan nyata yakni berkorban memberi keselamatan kekal)

Renungkan:
Bangsa Israel memalingkan muka mereka dari Allah, seperti Gomer tidak setia kepada Hosea. Tetapi kasih Allah bagi Israel adalah kekal tidak berubah. Dalam hal ini, kita perlu berhenti dan memikirkannya: Adakah orang lain dalam hidup Anda yang membuat Anda merasa sedih? Maukah Anda mendengarkan perintah Tuhan agar memakai tindakan untuk mengasihi orang? Apa yang akan Anda lakukan?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 2:14-23

「Nyanyian Pengharapan dalam Lembah Kelam」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 2:14-23 [ITB])
14 “Sebab itu, sesungguhnya, Aku ini akan membujuk dia, dan membawa dia ke padang gurun, dan berbicara menenangkan hatinya. 15 Aku akan memberikan kepadanya kebun anggurnya dari sana, dan membuat lembah Akhor menjadi pintu pengharapan. Maka dia akan merelakan diri di sana seperti pada masa mudanya, seperti pada waktu dia berangkat keluar dari tanah Mesir.
16 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, engkau akan memanggil Aku: Suamiku, dan tidak lagi memanggil Aku: Baalku!
17 Lalu Aku menjauhkan nama para Baal dari mulutmu, maka nama mereka tidak lagi disebut.
18 Aku akan mengikat perjanjian bagimu pada waktu itu dengan binatang-binatang di padang dan dengan burung-burung di udara, dan binatang-binatang melata di muka bumi; Aku akan meniadakan busur panah, pedang dan alat perang dari negeri, dan akan membuat engkau berbaring dengan tenteram.
19 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku untuk selama-lamanya dan Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam keadilan dan kebenaran, dalam kasih setia dan kasih sayang.
20 Aku akan menjadikan engkau isteri-Ku dalam kesetiaan, sehingga engkau akan mengenal TUHAN.
21 Maka pada waktu itu, demikianlah firman TUHAN, Aku akan mendengarkan langit, dan langit akan mendengarkan bumi.
22 Bumi akan mendengarkan gandum, anggur dan minyak, dan mereka ini akan mendengarkan Yizreel.
23 Aku akan menaburkan dia bagi-Ku di bumi, dan akan menyayangi Lo-Ruhama, dan Aku berkata kepada Lo-Ami: 「Umat-Ku engkau!」 dan ia akan berkata: 「Allahku!」

TUHAN menggunakan nabi Hosea untuk menggugat bahwa Israel tidak tahu berterima kasih, malahan beralih menyembah berhala (2:2-13). Nabi Hosea di sini menggunakan kata 「sebab itu」 (ayat 14a) untuk menunjukkan bahwa sebuah lembaran baru akan dimulai. Ia menubuatkan bahwa Israel akan kembali ke pelukan TUHAN di masa depan, tiga kali ia menggunakan kata 「pada waktu itu」 (2:16, 18, 21) untuk menempatkan peristiwa itu dalam kerangka 「hari TUHAN」 dan meminta orang Israel untuk membuang Baal dewa palsu, kembali ke sisi Allah (ayat 16), seperti rencana penebusan keluaran dari Mesir yang kedua kali, menjadi orang-orang yang memiliki 「perjanjian kovenan」, sekali lagi mendapat belas kasihan Allah, dan menjadi umat Allah (ayat 23).

TUHAN tidak menyerah atas umat-Nya, Dia akan membujuknya, menuntunnya ke padang belantara, dan mengerakkan hatinya (ayat 14). Kata 「membujuk」(pathah) adalah kata yang sama dengan menenangkan hati (Kej. 34:3), menghibur (Yes. 40:2), menenangkan (Kej. 50:21), menasihati dengan kata-kata yang baik (Hak. 19:3), dan menyatakan kasih (Rut 2:13), berarti bahwa Allah berbicara dengan orang yang Ia kasihi dengan suara lembut. Selain itu, Hosea menggunakan tiga kali kata 「menjadikan istri」 (’aras) (19, 20) untuk mengekspresikan komitmen tulus TUHAN. Ini bukan hanya memperbaiki relasi kembali seperti dahulu, tetapi seperti cinta pertama, dan memberikan kesempatan memulai ulang yang baru bagi umat-Nya. Namun, jangan lupa bahwa ini tidak berarti bahwa Israel telah menjadi lebih baik, tetapi karena Allah adalah Allah yang memiliki kebenaran dan belas kasihan. Ini sepenuhnya anugerah TUHAN dan kasih-Nya, Dia dengan intim mengundang, berharap untuk bersatu kembali dengan Israel.

Israel jatuh dalam situasi yang seperti apa? Nabi Hosea menggunakan tragedi sejarah yang sangat akrab dengan orang Israel untuk mengingatkan mereka telah jatuh ke dalam situasi yang bagaimana. Bangsa Israel harus ingat tentang era Yosua saat setelah melewati Sungai Yordan, setelah mengalahkan Yerikho, mereka dikalahkan oleh kota kecil Ai, penyebabnya adalah karena Akhan mengambil barang yang seharusnya dihancurkan, membuat seluruh bangsa ikut terkena akibatnya. Akhan dihukum mati, dan tempat semua orang melempari dia dengan batu sampai mati disebut lembah Akhor (Yosua 7:26). Kata 「Akhor」 berarti 「kesulitan」. Sekarang Allah ingin mengubah lembah kesulitan ini menjadi 「pintu pengharapan」 (ayat 15b), dan Ia memberikan harapan kepada orang Israel yang terperangkap di lembah keputusasaan.

Israel ditolak di padang belantara karena keserakahan nafsunya kepada Baal, tetapi di masa depan mereka akan dibalikkan oleh kasih Allah, lembah kesulitan dibalikkan menjadi pintu pengharapan. Kata 「pengharapan」 (thiqvah) adalah kata yang sama dengan 「tali benang」 (thiqvah) yang diikatkan di jendela (Yosua 2:18, 21). Karena itu, mereka yang jatuh ke dasar jurang dosa, jika mereka seperti Rahab memiliki iman kepada Allah, mereka akan melihat cahaya fajar. Nabi Hosea menubuatkan bahwa Israel akan 「merelakan diri / memberikan respon」 terhadap panggilan TUHAN, seperti dulu di tanah Mesir (ayat 15b). 「Merelakan diri / memberikan respon」 (ayat 15b) dapat diterjemahkan sebagai 「bernyanyi」 (lihat terjemahan LiZhenzhong, NAS, KJV, atau NKJ). Terjemahan seperti itu memang bisa menunjukkan ekspresi kegembiraan. Ya, karena kasih dan kesetiaan Allah, walau berada di lembah kekelaman, tetapi kita bernyanyi dan bersukacita karena kita melihat pintu pengharapan.

Renungkan:
Tidak peduli apa yang Anda alami, jatuh dalam situasi bagaimanapun, Tuhan karena kasih dan kesetiaan-Nya tidak akan menyerah atas diri Anda. Asalkan Anda percaya, lembah kekelaman pada akhirnya akan menjadi pintu pengharapan. Apakah Anda memiliki iman dan percaya itu?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 2:2-13

「Tahu Rahmat, Ingat Rahmat, Tahu Berterima Kasih」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 2:2-13 [ITB])
2 “Adukanlah ibumu, adukanlah, sebab dia bukan isteri-Ku, dan Aku ini bukan suaminya; biarlah dijauhkannya sundalnya dari mukanya, dan zinahnya dari antara buah dadanya, 3 supaya jangan Aku menanggalkan pakaiannya sampai dia telanjang, dan membiarkan dia seperti pada hari dia dilahirkan, membuat dia seperti padang gurun, dan membuat dia seperti tanah kering, lalu membiarkan dia mati kehausan.
4 Tentang anak-anaknya, Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal. 5 Sebab ibu mereka telah menjadi sundal; dia yang mengandung mereka telah berlaku tidak senonoh. Sebab dia berkata: 「Aku mau mengikuti para kekasihku, yang memberi roti dan air minumku, bulu domba dan kain lenanku, minyak dan minumanku.」
6 Sebab itu, sesungguhnya, Aku akan menyekat jalannya dengan duri-duri, dan mendirikan pagar tembok mengurung dia, sehingga dia tidak dapat menemui jalannya. 7 Dia akan mengejar para kekasihnya, tetapi tidak akan mencapai mereka; dia akan mencari mereka, tetapi tidak bertemu dengan mereka. Maka dia akan berkata: 「Aku akan pulang kembali kepada suamiku yang pertama, sebab waktu itu aku lebih berbahagia dari pada sekarang.」
8 Tetapi dia tidak insaf bahwa Akulah yang memberi kepadanya gandum, anggur dan minyak, dan yang memperbanyak bagi dia perak dan emas yang dibuat mereka menjadi patung Baal. 9 Sebab itu Aku akan mengambil kembali gandum-Ku pada masanya dan anggur-Ku pada musimnya, dan akan merampas kain bulu domba dan kain lenan-Ku yang harus menutupi auratnya. 10 Dan sekarang, Aku akan menyingkapkan kemaluannya, di depan mata para kekasihnya, dan seorang pun tidak akan melepaskan dia dari tangan-Ku.
11 Aku akan menghentikan segala kegirangannya, hari rayanya, bulan barunya dan hari Sabatnya dan segala perayaannya. 12 Aku akan memusnahkan pohon anggurnya dan pohon aranya, yang tentangnya dikatakannya: 「Ini semuanya pemberian kepadaku, yang dihadiahkan kepadaku oleh para kekasihku!」 Aku akan membuatnya menjadi hutan, dan binatang-binatang di padang akan memakannya habis. 13 Dan Aku akan menghukum dia karena hari-hari ketika dia membakar korban untuk para Baal, berhias dengan anting-antingnya dan kalungnya, dan mengikuti para kekasihnya dan melupakan Aku,” demikianlah firman TUHAN.

Nabi Hosea sebelumnya (1:10-2:1) telah menunjukkan bahwa Allah adil dan benar itu adalah pengasih. Namun, Allah yang pengasih ini juga akan melaksanakan penghakiman kebenaran (2:2-13). Penghakiman Allah juga akan menimpa anak-anak Israel yang berdosa. 「Aku tidak menyayangi mereka, sebab mereka adalah anak-anak sundal」 (ayat 4). 「Anak-anak sundal」 (ayat 4b) dapat mengandung tiga makna: 1. Hosea bukan ayah mereka; 2. Anak-anak itu sendiri terlibat dalam percabulan; 3. Anak-anak ternodai oleh percabulan ibu mereka. Makna ketiga lebih kontekstual, yaitu, perilaku ibu (ayat 5) juga berimbas kepada anak-anak ikut kena getahnya. Ada pepatah: 「Tidak ada satu orang yang merupakan pulau terisolasi. Setiap orang adalah bagian kecil dari daratan benua. Mereka terhubung satu sama lain dan saling mempengaruhi.」 Akan berdosa dan berimbas orang Israel ikut kena getah (lih. Yosua 7). Demikian pula, Gomer yang tidak terikat kendali juga membuat anak-anaknya ikut kena imbas.

Nabi Hosea menggunakan bentuk proses pengadilan di gerbang kota untuk menunjukkan bagaimana Israel lupa budi, tragedi bahwa mereka mengakui penjahat sebagai bapa. Dalam gugatan ini, istri yang terdakwa, adalah melambangkan Israel. Suami yang mengajukan gugatan mewakili TUHAN, Allah. Penuduh tidak berbicara langsung dengan terdakwa, tetapi mengajukan kesalahan terdakwa kepada pengadilan, meminta anak-anak, yakni umat Israel yang masih setia kepada TUHAN, untuk mengugat ibu mereka, yakni umat Israel yang murtad (lihat Hos. 2:2a). Isi dari gugatan itu sederhana dan jelas, yaitu 「dia bukan istriku, dan aku bukan suaminya」 (Hos. 2:2b). Tujuan penggugat bukan untuk menceraikan atau memutuskan hubungan antara suami dan istri, tetapi untuk meminta istrinya agar menjauh dari percabulan dan tidak lagi menjadi pelacur, sehingga mereka berdua akhirnya bisa bersatu kembali. Sang suami berharap bahwa pernikahan dapat dipulihkan, hubungan antara suami dan istri adalah seperti hari dahulu penuh kasih sayang (lih. 2:14-15). Allah selalu mengharapkan umat-Nya untuk kembali ke dalam pelukan-Nya.

Sebenarnya di mana masalah Israel, kejahatan apa yang telah dilakukan? Nabi Hosea menunjukkan bahwa mereka melakukan kesalahan ganda. Pertama-tama, semua berkat panen yang melimpah, yaitu, semua kebutuhan hidup, seperti gandum untuk bahan makanan, anggur, air untuk irigasi atau minum, kain bulu domba dan kain lenan untuk membuat diri hangat atau pakaian, dan minyak zaitun untuk upacara agama (ayat 5) dipandang merupakan berkat pemberian Baal dewa reproduksi agama Kanaan, bukan Tuhan Allah yang menyelamatkan mereka dari perbudakan di Mesir. Mereka tidak tahu (ayat 8) dan lupa (ayat 13) bahwa semua berkat datang dari TUHAN Allah yang mengasihi mereka. Singkatnya, mereka tidak tahu berterima kasih, mengkhianati kesetiaan dan mengakui pencuri sebagai bapa mereka. Kedua, kejahatan mereka adalah serakah memuaskan nafsu diri, penerima berkat yang melakukan perampasan paksa; mereka bahkan lebih buruk daripada pelacur, karena pelacur menunggu pengunjung datang, tetapi mereka secara aktif mengejar orang yang dicintai. Mereka penuh serakah, bersemangat, antusias untuk mengikuti dan menyembah Baal.

Hosea empat kali menggunakan 「milikku」, gandum-Ku, anggur-Ku, kain bulu domba dan kain lenan-Ku (ayat 5, 9) untuk menekankan bahwa semua berkat yang dimiliki orang Israel datang dari TUHAN Allah. Orang Israel begitu pelupa sehingga semua rahmat yang mereka terima itu mereka kaitkan dengan berhala yang mereka sembah. Singkatnya, Israel adalah orang yang tidak tahu rahmat, tidak ingat rahmat, dan bahkan terlebih tidak tahu berterima kasih, berkhianat. Bagaimana bisa Allah diam dan mengabaikannya? Oleh karena itu, Dia akan mengambil kembali semua berkat dari umat milik-Nya dan membuat mereka malu di depan berhala yang mereka kasihi (lih. ayat 9-12). Pada akhirnya, kembali ke bentuk semula dan kembali ke situasi tragis tanpa apa-apa.

Renungkan:
Surat Yakobus mengingatkan kita bahwa 「Setiap pemberian yang baik dan setiap anugerah yang sempurna, datangnya dari atas, diturunkan dari Bapa segala terang; pada-Nya tidak ada perubahan atau bayangan karena pertukaran.」 (Yak. 1:17). Berdoa kiranya Tuhan berbelas kasih kemurahan agar kita menjadi orang percaya yang ingat untuk tahu rahmat, mengingat rahmat, dan tahu berterima kasih.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 1:10-2:1

「Revitalisasi Setelah Kepulangan Kembali」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 1:10-2:1 [ITB])
10 Tetapi kelak, jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung. Dan di tempat di mana dikatakan kepada mereka: 「Kamu ini bukanlah umat-Ku,」 akan dikatakan kepada mereka: 「Anak-anak Allah yang hidup.」
11 Orang Yehuda dan orang Israel akan berkumpul bersama-sama dan akan mengangkat bagi mereka satu pemimpin, lalu mereka akan menduduki negeri ini, sebab besar hari Yizreel itu.
2:1 Katakanlah kepada saudara-saudaramu laki-laki: 「Ami!」 dan kepada saudara-saudaramu perempuan: 「Ruhama!」

Ada orang mengatakan bahwa kebenaran dan kasih adalah dua sisi sifat Allah, tetapi sebenarnya itu adalah kasih kemurahan Allah, dan itu diungkapkan melalui kebenaran dan kasih-Nya. Artinya bahwa penghakiman penuh keadilan dan kebenaran dari Allah juga merupakan manifestasi dari sifat kasih setia-Nya, dan tujuannya adalah untuk memanggil dunia untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya. Karena itu, setelah kata-kata penghakiman Allah yang keras datang kepada orang-orang yang memberontak, kita segera melihat perubahan nada dan isi. Nada yang sebelumnya (1:2-9) adalah bahwa TUHAN bertindak memimpin dengan memberikan perintah-Nya, tetapi sekarang (1:10-2:1) Dia tidak lagi berbicara secara langsung. Selanjutnya, tema telah berubah dari negatif ke positif, dari penghakiman ke penebusan. Dan juga kata-kata 「saudara-saudaramu laki-laki … saudara-saudaramu perempuan」 (2:1) lebih lanjut menunjukkan bahwa fokus telah bergeser dari anak-anak Hosea kepada orang Israel.

Melalui Hosea, Allah memberi pertanda situasi Israel di masa depan, dan mungkin lebih spesifik, Israel setelah bertobat akan kembali ke identitas dan statusnya sendiri. Awalnya dikatakan kepada mereka: 「Kamu ini bukanlah umat-Ku,」 kelak kepada mereka akan dikatakan sebagai 「Anak-anak dari Allah kekal」 (ayat 10), awalnya tidak diberikan belas kasihan, tetapi akan dikasihi lagi di masa depan (「Ruhama!」, Hos. 2:1). Yizreel sebagai penghakiman Allah di masa depan akan menjadi Israel sebagai penaburan benih oleh Allah. Jika mereka berbalik, mereka akan menjadi seperti leluhur 「yang keluar dari tempat ini (yaitu Mesir)」, akan di bawah kepemimpinan seorang pemimpin (ayat 11).

Nabi Hosea mengingat kembali perjanjian yang dibuat Allah dengan Abraham, leluhur Israel, bahwa 「jumlah orang Israel akan seperti pasir laut, yang tidak dapat ditakar dan tidak dapat dihitung」 (Hos. 1:10, lihat Kej. 15:5; 22:17). Janji ini hanyalah mimpi konyol bagi orang Israel pada saat itu, karena menurut catatan sejarah, ketika raja Asyur menghancurkan kerajaan Israel (Utara), ia telah mengasingkan 27.590 penduduk, jika dibandingkan dengan 120.000 jumlah penduduk Nineveh di kerajaan Asyur itu. (Yunus 4:11), makin menunjukkan langkanya jumlah orang Israel. Jumlah orang yang sedikit dan negara yang dalam situasi genting ini, bagaimana mungkin dinubuatkan bahwa jumlah orangnya di masa depan akan menjadi sebanyak jumlah pasir? Namun, 「Adakah sesuatu apa pun yang mustahil untuk TUHAN? 」 (Kej. 18:14a). Asalkan Israel mau bertobat dan kembali ke pelukan Allah, mereka akan mengalami revitalisasi. Syarat ini bukan hanya untuk janji yang disaksikan oleh nabi Hosea kepada Israel (lihat Hos. 4:3, 10; 9:12, 16; 13:16), tetapi juga untuk semua janji yang diberikan kepada umat Allah.

Di era Perjanjian Baru, rasul Paulus dan Petrus sama-sama mengutip nabi Hosea dan menerapkannya pada semua orang yang menjadi milik Allah (lih. Rom. 9:25-26; 1 Petrus 2:10-11). Cakupan yang aslinya adalah bagi orang Israel secara jasmani diperluas menjadi orang Israel rohani. Penggabungan kembali Israel dan Yehuda adalah tanda bahwa akan ada integrasi yang lebih besar di masa depan, yaitu, semua orang percaya yang percaya kepada Yesus Kristus, tanpa batas ras, yang akan termasuk dalam jajaran penggabungan ini dan menjadi keturunan spiritual Abraham.

Renungkan:
Kebaikan Allah terus-menerus menjangkau kita dan memanggil kita. Jika kita berbalik kepada-Nya, kita akan mengalami revitalisasi. Apakah Anda bersedia meresponi panggilan Allah?


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.

Hosea 1:6-9

「Penghakiman Sudah di depan Mata」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.

(Hos. 1:6-9 [ITB])
6 Lalu perempuan itu mengandung lagi dan melahirkan seorang anak perempuan. Berfirmanlah TUHAN kepada Hosea: 「Berilah nama Lo-Ruhama kepada anak itu, sebab Aku tidak akan menyayangi lagi kaum Israel, dan sama sekali tidak akan mengampuni mereka. 7 Tetapi Aku akan menyayangi kaum Yehuda dan menyelamatkan mereka demi TUHAN, Allah mereka. Aku akan menyelamatkan mereka bukan dengan panah atau pedang, dengan alat perang atau dengan kuda dan orang-orang berkuda.」
8 Sesudah menyapih Lo-Ruhama, mengandunglah perempuan itu lagi dan melahirkan seorang anak laki-laki. 9 Lalu berfirmanlah Ia: 「Berilah nama Lo-Ami kepada anak itu, sebab kamu ini bukanlah umat-Ku dan Aku ini bukanlah Allahmu.」

Berapa waktu setelah Gomer melahirkan anak pertama yakni Yizreel, lalu Gomer melahirkan seorang anak perempuan, Lo-Ruhama (ayat 6b) dan anak laki-laki, Lo-Ami (ayat 9a). Apakah kedua anak ini adalah anak nabi Hosea ataukah anak dari perselingkuhan Gomer? Permasalahan utamanya adalah bahwa ayat 3 dengan jelas menyatakan bahwa 「perempuan itu (yaitu Gomer) mengandung lagi dan melahirkan」, tetapi ayat 6 dan 8 tidak menyebutkan ia melahirkan anak 「bagi dia (yaitu Hosea)」. Keringkasan ini mungkin untuk meningkatkan desakan gambaran penghakiman di depan mata yang datang bagaikan gelombang demi gelombang.

Nama kedua anak ini menunjukkan bahwa penghakiman Allah segera datang mendekat. Kata 「Lo」 dari nama mereka berarti 「tidak」. Jadi, Lo-Ruhama berarti 「tidak lagi dikasihi」, dan Lo-Ami adalah 「tidak lagi umat Allah」. TUHAN Allah tidak lagi mengasihani Israel karena dosa mereka telah mencapai batas maksimum, tidak lagi mengakui mereka adalah umat-Nya. Allah pernah berkata, 「Dapatkah seorang perempuan melupakan bayinya, sehingga ia tidak menyayangi anak dari kandungannya? Sekalipun dia melupakannya, Aku tidak akan melupakan engkau.」 (Yes. 49:15). Kesetiaan Allah tetap sama, dan kasih-Nya tidak berubah. Namun, kasih-Nya tidak membabi-buta, juga tidak akan dipaksakan untuk diberikan kepada umat-Nya. Jika umat-Nya mengkhianati iman, membuang kebenaran, maka penghakiman Allah akan menimpa mereka.

Kedua anak itu lahir terpisah beberapa tahun, yakni menungu anak itu disapih (ayat 8a), setidaknya dua hingga tiga tahun (lihat 1 Sam. 21-28). Ini menyatakan toleransi dan kesabaran Allah terhadap umat Israel. Sejarah menunjukkan bahwa Israel dihancurkan oleh Asyur pada 721 SM, adalah karena dosanya yang melimpah ruah; kerajaan Yehuda dari Selatan memiliki kesempatan untuk bernafas sebentar, raja Hizkia bersandar kepada TUHAN serta meminta belas kasih Allah, dan Allah dengan cara yang ajaib menyelamatkan Yerusalem (Yes. pasal 37). Namun, kemurahan Allah terhadap kerajaan Yehuda (selatan) hanya memperpanjang waktu kehancurannya, dan pada akhirnya tidak bisa lolos dari penawanan.

Melalui kehidupan keluarga nabi Hosea, Allah menunjukkan bahwa penghakiman-Nya atas Israel telah datang di depan pintu dan sudah dekat di bulu mata. Keseriusan dan beratnya penghakiman ini terus meningkat, pertama menyatakan bahwa Israel akan hidup dalam ketiadaan raja, kemudian kehilangan belas kasih TUHAN, dan akhirnya adalah masa depan tanpa memiliki Allah (ditinggalkan oleh Allah). Namun, penghakiman Allah hanyalah pemberitahuan awal, peringatan, dan itu bukan fakta yang tidak dapat diubah, asalkan Israel segera bertobat, penghakiman Allah tidak akan datang, sama seperti Yunus mengumumkan kepada orang-orang Niniwe bahwa penghakiman Allah sedang mendekat. Tetapi karena seluruh kota bertobat, itu mengubah fakta penghakiman.

Renungkan:
Kiranya doa pemazmur menjadi doa kita: 「Selidikilah aku, ya Allah, dan kenallah hatiku, ujilah aku dan kenallah pikiran-pikiranku; lihatlah, apakah jalanku serong, dan tuntunlah aku di jalan yang kekal!」 (Maz. 139:23-24). Jika Anda tahu cara menyanyikan lagu ini, Anda dapat dengan menyanyi sebagai doa Anda.


Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Untuk Kalangan Kristen.