「Israel Berpenyakit, Yehuda Juga Sakit Parah」
Oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) Alliance Bible Seminary H.K.
(Hos. 5:8-14 [ITB])
8 Tiuplah sangkakala di Gibea, dan nafiri di Rama. Berteriaklah di Bet-Awen, gemetarlah, hai Benyamin!
9 Efraim akan menjadi tandus, pada hari penghukuman; mengenai suku-suku Israel Aku memberitahu apa yang pasti.
10 Para pemuka Yehuda adalah seperti orang-orang yang menggeser batas; ke atas mereka akan Kucurahkan gemas-Ku seperti air.
11 Efraim tertindas, diremukkan oleh hukuman, sebab ia berkeras untuk berjalan mengikuti kesia-siaan.
12 Sebab itu Aku ini akan seperti ngengat bagi Efraim dan seperti belatung bagi kaum Yehuda.
13 Ketika Efraim melihat penyakitnya, dan Yehuda melihat bisulnya, maka pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja ‘Agung’. Tetapi ia pun tidak dapat menyembuhkan kamu dan tidak dapat melenyapkan bisul itu dari padamu.
14 Sebab Aku ini seperti singa bagi Efraim, dan seperti singa muda bagi kaum Yehuda. Aku, Aku ini akan menerkam, lalu pergi, Aku akan membawa lari dan tidak ada yang melepaskan.
Walau perikop hari ini melanjutkan penghakiman yang keras yang diberitakan dalam Hos. 5:1-7, tetapi ayat-ayat dari perikop hari ini harus dipelajari dalam kerangka Hos. 5:8-16, perikop ini termasuk dalam periode paling bergolak dari kebijakan politik Israel dan Yehuda, terombang-ambing antara bersandar pada Asyur atau beraliansi dengan Mesir.
Almarhum sarjana Perjanjian Lama David A. Hubbard menunjukkan bahwa penulis kitab ini dalam ayat 8 menggunakan bentuk imperatif (perintah), dan nada peringatan perang, serta isinya adalah krisis adanya agresi di perbatasan Yehuda di selatan Efraim. Oleh karena itu dari nada, gaya, dan konten telah berubah sepenuhnya dari ayat 1-7.
Paragraf ini menyebutkan bahwa Israel sakit berat tidak ada obatnya dan sudah sangat dekat dengan kehancuran, lalu Yehuda juga sakit parah, akan segera mengikuti jejak Israel. Para ahli memiliki pendapat berbeda tentang latar belakang sejarah paragraf ini. Dipercaya bahwa Menahem pada tahun 743 S.M untuk mengukuhkan tahtanya maka membayar upeti (menyatakan tunduk) kepada Pul raja Asyur (nama Babel dari Tiglath-Pileser III) (lihat 2 Raj. 15:19), juga ada yang berpendapat bahwa setelah kematian raja Pekah kerajaan Utara lalu raja Hosea memberikan upeti kepada Salmaneser raja Asyur pada tahun 732 S.M (lihat 2 Raj. 17:3). Latar belakang historis dari perikop ini benar-benar sulit untuk ditentukan, tetapi yang dapat dipastikan bahwa nabi Hosea menggunakan perikop ini untuk memperingatkan para pembaca Israel di Utara dan Yehuda di Selatan, agar jangan sekali-kali bersandar pada Asyur untuk menyelesaikan kesulitan yang dihadapi ini, jangan sampai akhirnya adalah mencari penderitaan pahit bagi diri sendiri.
Nabi Hosea menggunakan dua perumpamaan untuk memperingatkan Yehuda dan Israel.
Perumpamaan pertama adalah 「menggeser batas」 tanah (ayat 10a), nabi Hosea menunjukkan agar para pemimpin Yehuda tidak mencoba mengambil kesempatan menggeser perbatasan tanah ketika orang lain dalam kesulitan. Menggeser batas tanah dapat merupakan metafora dari menggeser standar moral, yang berarti bahwa moralitas para pemimpin Yehuda makin hari semakin memburuk, tetapi lebih tepat bahwa mereka diam-diam memindahkan batas tanah tetangga mereka untuk merebut tanah warisan orang lain, itu pasti mendatangkan kutukan (lihat Ul. 27:27; Yes. 5:8). Peringatan ini mungkin merujuk pada waktu Menahem raja Utara berkuasa (752-742 S.M), Yehuda (kerajaan Selatan) berniat untuk merebut kembali tanah yang sebelumnya diduduki oleh kerajaan Utara (Israel) ketika Asyur datang menyerang di Utara (lih. 2 Raj. 14:8-14).
Perumpamaan kedua adalah menggunakan 「ngengat dan belatung」 (lih. ayat 12-13) untuk menggambarkan keadaan Utara dan Selatan sebagai sama-sama genting. Efraim (Israel) kerajaan Utara seperti pohon yang lapuk oleh ngengat, inti pohon itu telah lapuk dan berlubang di tengah, pohon itu segera akan tumbang. Yang paling mengerikan adalah Efraim masih belum tahu bahwa hari kematiannya sudah dekat. Yang membuat Allah lebih terluka adalah Israel (Efraim) tidak tahu mengandalkan Allah, sebaliknya, sedemikian bodoh sehingga 「pergilah Efraim ke Asyur dan mengutus orang kepada Raja ‘Agung’」 (ayat 13b), yakni menemui Tiglath-Pileser. Sebenarnya, Israel mencari 「raja ‘Agung’」 hanya berupaya demi kepentingan ekonomi dan memperluas wilayahnya, adalah cara yang salah besar, malah membuang kesempatan penyembuhan dan akhirnya binasa pada tahun 722 SM.
Lalu, akhir Yehuda juga tidak lebih baik, ia juga memberi upeti (menyatakan tunduk) kepada Asyur setidaknya dua kali (lihat 2 Raj. 16:7-9; 18:13-16). Meskipun kerajaan Yehuda untuk sementara waktu dapat bertahan, namun pada akhirnya mengikuti jejak kerajaan Utara, negara itu juga akan mati dalam 100 tahun ke depan. Israel sakit berat, dan Yehuda juga sangat parah, keduanya membutuhkan penyembuhan dan keselamatan dari TUHAN (Yahweh). Sangat disayangkan bahwa Israel yang terancam punah dan Yehuda yang juga sangat parah masih berusaha mencari keselamatan cara diri sendiri, menyerahkan hidup kepada pihak yang salah, dan akhirnya yang mereka dapatkan adalah TUHAN mengambil semua yang mereka miliki dengan cepat seperti macan atau singa (lihat ayat 14).
Renungkan:
Yang paling berbahaya bagi orang adalah mereka tidak tahu sedang sakit, tetapi bahkan lebih berbahaya adalah mencari dokter yang salah. Dengan cara yang sama, tolong pikirkan, saat saya atau Anda dalam kesulitan, akan bersandar kepada siapa? Apakah itu adalah Dia, Tuhan yang setia dan dapat diandalkan? Berdoa memohon kemurahan Tuhan, agar kita tahu situasi rohani kita, dan yang lebih penting, setelah menemukan masalah, segera datang kepada Tuhan dan meminta Dia untuk memberikan keselamatan.
Renungan pemahaman Kitab Hosea (klik untuk membuka)
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain (klik untuk membuka)
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Hosea ditulis oleh 何啟明 (Hé Qǐ Míng) yang dipublikasi pada bulan Juni 2019, merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Untuk Kalangan Kristen.