Tag Archives: Kitab Amos

Amos 3:3-8

Penghakiman 1 atas Israel, (2) Tugas Nabi
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 3:3-8 [ITB])
3 Berjalankah dua orang bersama-sama, jika mereka belum berjanji? 4 Mengaumkah seekor singa di hutan, apabila tidak mendapat mangsa? Bersuarakah singa muda dari sarangnya, jika belum menangkap apa-apa? 5 Jatuhkah seekor burung ke dalam perangkap di tanah, apabila tidak ada jerat terhadapnya? Membingkaskah perangkap dari tanah, jika tidak ditangkapnya sesuatu? 6 Adakah sangkakala ditiup di suatu kota, dan orang-orang tidak gemetar? Adakah terjadi malapetaka di suatu kota, dan TUHAN tidak melakukannya? 7 Sungguh, Tuhan ALLAH tidak berbuat sesuatu tanpa menyatakan keputusan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, para nabi. 8 Singa telah mengaum, siapakah yang tidak takut? Tuhan ALLAH telah berfirman, siapakah yang tidak bernubuat?」

Nabi Amos menyebutkan sembilan pertanyaan retorik (Rhetorical Questions) yang membawakan wibawa seorang nabi. Sembilan pertanyaan ini tidak perlu dijawab karena pertanyaan itu sudah berisi jawabannya.

Dua orang yang berjalan di hutan belantara, jarang mengambil jalan yang sama, kecuali mereka sudah saling berjanji terlebih dahulu, untuk menghindari bahaya mereka akan berjalan bersama, jika keduanya secara tidak sengaja bertemu, mereka akan saling waspada satu terhadap yang lain, dan tidak akan berjalan bersama. Dua yang disebutkan di sini mungkin merujuk pada nabi Amos yang berjalan bersama Allah, atau orang Israel yang berjalan bersama Allah. Nabi mendapat panggilan oleh Allah, harus memahami kehendak Allah, dan menaati TUHAN, berbicara bagi Dia; tetapi jika itu merujuk kepada orang Israel, mereka berjalan bersama Allah karena Allah telah membuat perjanjian Kovenan dengan mereka (Allah adalah Allah Israel, dan Israel adalah umat Allah) harus menaati mengikuti TUHAN barulah dapat memenuhi tuntutan Allah, tetapi jika orang Israel menyimpang meninggalkan kehendak Allah, bagaimana mungkin orang Israel tidak ditegur oleh nabi?

Berikutnya, dua pertanyaan terkait singa merujuk hal yang sama. Saat singa mencari mangsa, ia akan diam, untuk mencegah mangsa melarikan diri dan bersembunyi, tetapi ketika singa mengunci mangsanya maka ia mengaum dengan keras, selain dapat menakuti mangsa dan membuatnya terkejut tidak bisa bergerak, juga membuat binatang lain tidak dapat berebut mangsa dengannya. Singa muda ini sangat kuat, dan memiliki nafsu makan yang kuat, juga dengan tenang bersiap untuk berburu makanan, dan akan mengaum ketika berhasil. Kedua pertanyaan menunjukkan bahwa singa mengaum bukanlah tanpa sebab, dan bahwa suara nabi bukan tanpa sebab. Ketika binatang kecil itu mendengar suara auman, terkejut sehingga terlalu takut untuk bergerak, jika para penjahat mendengar suara Allah mengaum, selain menunggu penghakiman apa lagi yang bisa mereka lakukan?

Selanjutnya, nabi Amos menggunakan dua contoh perburuan: alat menangkap burung dan jerat untuk menangkap binatang kecil, jika tidak ada burung atau binatang kecil yang mendekati dan menyentuhnya, perangkap tidak akan menjerat tanpa alasan. Demikian juga, jika orang terjerumus dalam dosa, bagaimana mungkin mereka mendatangkan penghakiman TUHAN?

Pada zaman itu ada penjaga di tembok kota, dan ketika mereka melihat malapetaka akan datang, mereka akan meniup sangkakala untuk memperingatkan orang-orang. Ketika orang-orang mendengar sangkakala itu, mereka akan merasakan sangat ketakutan. Para nabi memberikan mengingatkan, jika malapetaka datang, itu adalah hukuman yang datang dari TUHAN.

Setelah tujuh pertanyaan, nabi Amos mengemukakan sebuah fakta bahwa Allah tidak akan mengambil tindakan apa pun tanpa memberitahukan keputusan-Nya kepada para nabi, yaitu bahwa sebelum hukuman Allah datang, Allah akan menunjukkan misterinya kepada para hamba-Nya. Arti asli dari kata misteri berarti orang-orang di lingkaran, para nabi berdiri di lingkaran Allah, memahami dan mengetahui kehendak Allah.

Berikutnya dua pertanyaan berikutnya, nabi Amos menunjukkan bahwa auman singa itu menakutkan, dan kemarahan Allah Israel adalah seperti auman singa, bagaimana mungkin nabi tidak bernubuat? Kesimpulannya adalah bahwa meskipun misi nabi sulit, harus menghadapi umat yang tidak mau mendengarkan, mereka hanya dapat mematuhi perintah dan memberitakan suara Allah yang adil benar.

Renungkan:
Hari ini, ketika orang percaya melihat lebih dekat situasi saat ini di negara kita, sebelum melindungi dan menjaga harus terlebih dahulu memahami kehendak Allah dan berjalan bersama Allah barulah bisa menafsirkan memahami dengan benar fenomena masyarakat saat ini. Orang-orang percaya memegang koran di satu tangan, apakah di tangan yang lain memegang Alkitab — Firman Allah? Mohon Tuhan mengungkapkan kehendak-Nya kepada kita.

Ketika orang percaya telah menerima dari Allah bagaimana menafsirkan memahami situasi saat ini, apa yang dapat dilakukan? Apakah orang percaya bersatu hati dengan Tuhan? Menjalankan perintah Allah untuk bersaksi kepada masyarakat dan memimpin dunia keluar dari kegelapan menuju terang. Tidak peduli dari apakah mendapatkan dukungan rakyat atau ditentang, mintalah Tuhan untuk menguatkan kita untuk berani memberitakan suara Tuhan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 3:1-2

Penghakiman 1 atas Israel, (1) Konsekuensi dari Anugerah
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 3:1-2 [ITB])
1 Dengarlah firman ini, yang diucapkan TUHAN tentang kamu, hai orang Israel, tentang segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir, bunyinya: 2 Hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi, sebab itu Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu.

Perikop 3:1-15 adalah yang bagian pertama dari tiga pesan penghakiman, tujuan utama untuk memberi tahu umat Allah bahwa penghakiman pasti akan datang.

Di sini meskipun yang dipergunakan adalah kata Israel untuk merujuk kepada pendengar, tetapi karena ditekankan di bagian berikutnya bahwa Allah memimpin mereka segenap keluarga keluar dari Mesir, maka itu juga harus mencakup kerajaan Yehuda yang ada di selatan, jadi ini merujuk pada seluruh bangsa Israel, termasuk kerajaan utara dan selatan. Nabi Amos mengingatkan umat Israel tentang hubungan antara Allah dan mereka, Allah adalah Tuhan yang menyelamatkan mereka keluar dari perbudakan di Mesir. Hubungan ini melingkupi banyak pengalaman masa lalu dari seluruh bangsa itu, ada pengalaman penganiayaan, penindasan, dan penderitaan, termasuk tangisan mereka kepada Allah untuk meminta bantuan. Ketika keselamatan Allah datang, mereka tidak hanya keluar dari perbudakan, Allah sendiri yang memimpin mereka dengan tiang awan dan api untuk berjalan di padang pasir, kasut mereka tidak rusak di kaki mereka, ada penyediaan manna setiap hari, dan tidak ada kekurangan puyuh sebagai konsumsi daging, tidak ada kekurangan air meskipun berada di padang pasir meskipun empat puluh tahun lamanya berjalan di padang pasir tetapi harta yang didapatkan dari orang Mesir dapat digunakan untuk membangun sebuah Kemah Pertemuan yang indah luar biasa bagi orang Israel, sehingga mereka dapat beribadah dalam skala besar.

Kemah Pertemuan menjadi titik pusat orang Israel ketika dua belas suku berbaris di padang pasir mengikuti tiang api dan awan. Mereka memiliki hakim Musa sebagai pemimpin, dan pemimpin seribu orang, pemimpin seratus orang, pemimpin lima puluh orang dan pemimpin sepuluh orang yang akan mengurus kebutuhan mereka; bahkan lebih lagi, Allah menggunakan sepuluh hukum yang disampaikan melalui Musa sebagai cetak biru tuntunan kehidupan mereka. Setelah keluar dari Mesir, orang-orang Israel sudah menjadi negara yang memiliki iman religius, memiliki badan kepemimpinan politik, dan administratif.

Allah tidak hanya membawa mereka keluar dari Mesir, juga membentuk mereka di padang belantara, memimpin mereka masuk tanah Kanaan dan membagi tanah Kanaan kepada dua belas suku, sehingga bangsa Israel tinggal menetap di Kanaan.

Nabi Amos menyebutkan bahwa dari antara segala kaum di muka bumi TUHAN (Yahweh) hanya mengenal umat Israel, mengenal adalah rahmat istimewa Allah bagi orang-orang Israel, yang mencakup makna pengakuan, perhatian, dan cinta kasih, meskipun kata pilihan tidak digunakan, tetapi terdapat makna tersebut. Mengenal adalah kata yang sering digunakan dalam pernikahan, yang berarti bahwa Allah memperlakukan orang-orang Israel sebagai istri, khusus mencintai mereka dan memilih mereka. Dari semua bangsa, Allah terlebih dahulu memilih Abraham, tetapi dari satu pemilihan tunggal ini dengan jelas Allah menunjukkan bahwa pilihan-Nya adalah untuk membuat Abraham menjadi berkat bagi semua bangsa (Kej. 12:1-3), dan kemudian anugerah yang memberkati semua bangsa-bangsa ini diwariskan kepada keturunan Abraham (Kej. 22:18).

Pilihan Allah membawa anugerah, tetapi pada saat yang sama juga membawakan tanggung jawab. Nabi Amon membangkitkan perhatian orang Israel dengan yang diucapkan TUHAN tentang kamu (lih. juga beberapa terjemahan Inggris dan CUV the LORD has spoken against you (ayat 1a), dan memperingatkan orang-orang Israel dengan Aku akan menghukum kamu karena segala kesalahanmu (ayat 2b).

Dalam dua ayat ini, nabi mengulangi kata segenap / segala sebanyak tiga kali. Frasa segenap kaum yang telah Kutuntun keluar dari tanah Mesir menekankan semua orang dalam keluarga Israel. Segala kaum di muka bumi mengacu pada semua bangsa-bangsa yakni semua umat manusia di dunia. Tuhan juga pasti akan mengejar kejahatan mereka, segala kesalahanmu, hukuman Allah akan datang kepada semua orang Israel.

Renungkan:
Ketika orang percaya mengingat kembali tentang anugerah keselamatan dari Tuhan, tentu saja kita mengingat kasih tanpa syarat dari Kristus, kita diselamatkan bukan karena kebaikan kita atau tindakan kita, tetapi karena kasih Kristus. Ketika kita adalah orang berdosa, kasih Allah dinyatakan kepada kita. Tetapi ketika kita sudah diselamatkan, kita harus menjadi kudus karena Allah adalah kudus, apakah kita ada berbuat dosa kehilangan kekudusan, identitas sebagai umat milik Allah? Kita akan diminta tanggung jawab oleh Allah. Penghakiman atas Israel, hal pertama: Konsekuensi dari Anugerah

Karena Tuhan memberkati Abraham dan menjadikannya sebagai berkat bagi semua bangsa, demikian juga keturunan Abraham agar menjadi berkat bagi semua bangsa di bumi. Kita orang percaya sebagai keturunan Abraham juga harus menjadi berkat semua bangsa di bumi dan memperluas jangkauan anugerah Allah kepada bangsa-bangsa. Apakah kita dalam hal Amanat Agung telah kehilangan kesaksian kita dan mengabaikan perintah Kristus kepada setiap orang percaya ini?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 2:6-16

Penghakiman atas Israel
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 2:6-16 [ITB])
6Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Israel, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka menjual orang benar karena uang dan orang miskin karena sepasang kasut; 7mereka menginjak-injak kepala orang lemah ke dalam debu dan membelokkan jalan orang sengsara; anak dan ayah pergi menjamah seorang perempuan muda, sehingga melanggar kekudusan nama-Ku; 8mereka merebahkan diri di samping setiap mezbah di atas pakaian gadaian orang, dan minum anggur orang-orang yang kena denda di rumah Allah mereka.
9Padahal Akulah yang memunahkan dari depan mereka, orang Amori, yang tingginya seperti tinggi pohon aras dan yang kuat seperti pohon tarbantin; Aku telah memunahkan buahnya dari atas dan akarnya dari bawah. 10Padahal Akulah yang menuntun kamu keluar dari tanah Mesir dan memimpin kamu empat puluh tahun lamanya di padang gurun, supaya kamu menduduki negeri orang Amori; 11Aku telah membangkitkan sebagian dari anak-anakmu menjadi nabi dan sebagian dari teruna-terunamu menjadi nazir. Bukankah betul-betul begitu, hai orang Israel? demikianlah firman TUHAN. 12Tetapi kamu memberi orang nazir minum anggur dan memerintahkan kepada para nabi: Jangan kamu bernubuat! 13Sesungguhnya, Aku akan mengguncangkan tempat kamu berpijak seperti goncangan kereta yang sarat dengan berkas gandum. 14Orang cepat tidak mungkin lagi melarikan diri, orang kuat tidak dapat menggunakan kekuatannya, dan pahlawan tidak dapat melarikan diri. 15Pemegang panah tidak dapat bertahan, orang yang cepat kaki tidak akan terluput dan penunggang kuda tidak dapat meluputkan diri. 16Juga orang yang berhati berani di antara para pahlawan akan melarikan diri dengan telanjang pada hari itu, demikianlah firman TUHAN.

Penghakiman akhirnya datang ke Israel, nabi Amos menuliskan kesalahan mereka satu per satu. Jika bangsa-bangsa asing dihukum karena dosa-dosa mereka, sedangkan umat kerajaan Allah memiliki hukum Allah dan anugerah Allah di masa lalu dan masih melakukan kejahatan, bukankah terlebih lagi patut dihukum?

Berbeda dengan tujuh kerajaan lainnya, nabi Amos menyebutkan bagaimana Allah telah dengan anugerah memperlakukan orang Israel di masa lalu (ayat 9-11). Pertama, Allah membawa bangsa Israel keluar dari perbudakan di Mesir dan memimpin mereka di padang belantara selama empat puluh tahun, menyediakan manna dan burung puyuh, membuat pakaian dan kasut mereka tidak menjadi rusak di kaki mereka, merupakan mukjizat dari Tuhan yang luar biasa. Kedua, Allah menghancurkan musuh-musuh mereka yang kuat seperti orang Amori yang juga seperti pohon besar juga dicabut sampai ke akar, musnah seluruhnya, dan tanah orang Amori juga diberikan kepada umat Israel untuk tinggal di dalamnya; nabi Amos menyebutkan bahwa Allah membangkitkan para nabi dari antara umat Israel, untuk terus menyampaikan Firman perkataan Allah, menyampaikan perintah dan hukum dari Allah kepada orang Israel, dan terlebih lagi mengadakan orang nazir, yang dipisahkan untuk dikuduskan dan bekerja untuk Tuhan, yang selama masa nazarnya tidak minum alkohol, menjaga kesalehan dan kekudusan. Dalam ayat 11, nabi secara khusus menyatakan, demikianlah firman TUHAN, TUHAN telah memberikan perincian rahmat anugerah-Nya kepada orang Israel.

Orang Israel dengan harga yang sangat murah — sepasang sepatu — menjual orang benar dan orang miskin sebagai budak, itu jelas melanggar hukum yang disampaikan melalui para nabi kepada mereka bahwa mereka tidak dapat memperlakukan orang sebangsanya secara permanen sebagai budak (Ul. 21:2), melanggar kehendak Allah agar umat-Nya memiliki hati yang berbelas kasih; ayah dan anak itu berzina dengan wanita yang sama; menggunakan pakaian orang miskin sebagai bantal sebelah altar berhala, pakaian yang seharusnya pada malam hari dikembalikan kepada orang yang berutang tersebut (Ul. 24:12-13), tetapi bukan saja mereka tidak mengembalikannya, bahkan berbaring di atasnya, sangat tidak menghormati hak-hak orang lain, ini bertentangan dengan perintah Allah kepada umat-Nya agar menjadi kudus; mereka juga minum dan berbuat mesum mengumbar nafsu di kuil-kuil para dewa lain, di sini menunjukkan bahwa Israel menyembah berhala, menista nama Allah, ditambah dosa perzinaan kemesuman, sungguh merupakan tindakan menghina nama Allah (6b-8). Selain tiga kejahatan ini, ada yang keempat, yaitu, mereka memerintahkan para nabi untuk tidak bernubuat, walaupun mereka adalah umat pilihan Allah, mereka tidak mau mendengar kata-kata yang disampaikan para nabi, dan mereka juga tidak ingin melihat kesaksian orang-orang nazir, memberi mereka minuman alkohol dan menghancurkan janji-janji nazar yang mereka buat, sehingga umat itu tidak memiliki contoh kekudusan dan kata-kata peringatan, sehingga mereka dikatakan telah melakukan kejahatan tiga kali bahkan empat kali berulang-ulang.

Akhirnya adalah bahwa hukuman pasti datang (ayat 13-16), tetapi hukuman untuk Israel di sini berbeda dari bangsa-bangsa ataupun Yehuda yang dibahas sebelumnya. Nabi Amos menubuatkan bahwa TUHAN akan menekan mereka seperti kereta yang sarat beban berat (mungkin akibat gempa bumi dahsyat itu), kereta itu berat, sepertinya sarat dengan berkas gandum, sepertinya saat panen, tetapi ketika hukuman datang maka orang yang dihukum termasuk yang larinya cepat, yang kakinya cepat, orang yang kuat, yang memiliki senjata, yang memiliki busur, penunggang kuda, pemberani dan pahlawan, tidak ada yang terhindar, dan tidak ada yang bisa melarikan diri.

Renungkan:
Peringatan apa yang diberikan kepada gereja dan orang percaya dewasa ini berdasarkan penghakiman TUHAN atas umat Israel ini? Bagaimana respons orang percaya terhadap keselamatan Allah menanggapi dengan kasih? Tuhan mengajar orang percaya melalui para hamba-Nya dan pengajaran dalam Alkitab, apakah orang percaya menaatinya sehingga mengasihi sesama dan mengasihi Allah.
Sudahkah Allah membangkitkan para hamba-Nya untuk berbicara di gereja hari ini? Bagaimana orang percaya memperlakukan suara mereka? Bagaimana orang-orang memperlakukan orang berkeinginan untuk bernazar kepada Tuhan? Kiranya kita mendengarkan suara Tuhan dengan cermat!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 2:4-5

Penghakiman atas Yehuda
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 2:4-5 [ITB])
4Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Yehuda, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menolak hukum TUHAN, dan tidak berpegang pada ketetapan-ketetapan-Nya, tetapi disesatkan oleh dewa-dewa kebohongannya, yang diikuti oleh nenek moyangnya, 5Aku akan melepas api ke dalam Yehuda, sehingga puri Yerusalem dimakan habis.

Nabi Amos berpindah fokus dari yang jauh kepada yang dekat, dari penghakiman atas negara-negara asing kini beralih kepada Yehuda. Kerajaan Yehuda tiga kali bahkan empat kali berulang-ulang melakukan kejahatan, sama seperti bangsa-bangsa lain, dan Allah pasti tidak akan menghindarkan penghukuman atas mereka. Tetapi tuntutan Allah terhadap Yehuda berbeda dari enam kerajaan sebelumnya di atas; penghakiman Allah atas enam bangsa asing itu berdasarkan pada tindakan mereka, karena mereka tidak melakukan keadilan kebenaran dan tidak memiliki belas kasihan, dan Allah mengejar Aram atas kekejamannya terhadap Israel; Allah menuntut orang Filistin atas kejahatan mereka menjual Israel sebagai tawanan perang kepada Edom; Allah menuntut Tirus atas kejahatan mereka meninggalkan perjanjian dengan Israel dan menjualnya kepada Edom sebagai tawanan perang tanpa pandang pria, wanita, anak-anak atau orang berusia tua, demi mendapatkan keuntungan; penghakiman terhadap Edom karena kemarahan mereka terhadap saudara mereka yakni Israel dan membunuh mereka sampai mati; Allah melakukan penghakiman terhadap Amon karena tidak memiliki belas kasihan terhadap wanita-wanita yang tak berdaya dan bayi yang belum lahir di antara Israel sebagai saudaranya sendiri; tuntutan terhadap Moab karena tindakan yang sangat tidak memiliki martabat terhadap mayat para raja, tindakan ini tidak dilakukan oleh orang-orang yang masih memiliki hati nurani. Meskipun masing-masing negara asing non Yahudi ini memiliki dewa berhala masing-masing, tetapi tuntutan Allah terhadap mereka sama sekali tidak menyebutkan kesalahan agama mereka, ketika mereka tidak mengenal satu-satunya Allah yang benar yang menciptakan langit dan bumi, Allah memberlakukan penghakiman terhadap mereka sesuai dengan hati nurani manusia.

Penghakiman Allah atas Yehuda tidak lagi terhadap kesalahan dalam suatu tindakan nyata, tetapi tertuju pada sumber kejahatan: tidak mau mematuhi dan membenci hukum-hukum Allah serta menyembah berhala. Orang-orang non Yahudi dapat menolak dengan berkata bahwa mereka tidak memahami isi hati dan tidak mengenal ajaran TUHAN tetapi Yehuda adalah umat pilihan Allah, dari Abraham hingga Amos selama lebih dari seribu tahun, yang telah mengalami banyak rahmat dan kepemimpinan Allah, dan Allah dengan jelas memberikan hukum Taurat dan pengajaran untuk dipelihara oleh mereka, tidak boleh mereka tinggalkan, Musa sendiri telah mengumumkan kepada orang Yehuda dalam kitab Ulangan bahwa jika mereka meninggalkan hukum Taurat Allah, maka Allah akan menurunkan bencana. Nabi Amos dalam tiga ayat singkat tentang kejahatan Yehuda, berbeda dengan penghakiman atas kejahatan tunggal dari masing-masing enam negara asing non Yahudi, di sini ia menunjukkan bahwa tiga kejahatan Yehuda adalah: membenci ajaran TUHAN, tidak mau mematuhi hukum Taurat, bahkan menjadi pengikut berhala. Selain melanggar hukum Taurat, juga di dalam hati bermaksud memandang hina, tidak suka dan menolak terhadap apa yang diperintahkan Tuhan. Perilaku adalah lahir dari hati, dan kejahatan perilaku menunjukkan adanya penyebab kejahatan yang lebih dalam. Karena orang-orang Yehuda memilih untuk mengikuti berhala-berhala palsu, mereka meninggalkan Allah yang benar, meminta nasihat dari berhala yang palsu alih-alih mengikuti Allah yang membawa mereka keluar dari Mesir ke Kanaan, sehingga mereka tersesat, mereka seperti sekali lagi tersesat di padang belantara, berjalan di jalan yang menyimpang sesat.

Hukuman Tuhan bagi mereka adalah bahwa istana Yerusalem dibakar dan seluruh Yehuda dibakar; di antaranya para pemimpin yang di istana tidak dapat lepas dari hukuman, dan rakyat pada umumnya juga tidak dapat melarikan diri dari hukuman karena masing-masing sudah memiliki hukum dan peraturan Tuhan tetapi tidak mematuhinya, tetapi tidak menyukai kata-kata Tuhan. Mereka tidak dapat berkelit berkata bahwa mereka tersesat karena kesalahan pemimpin, tetapi setiap orang menjadi pengikut berhala palsu, tidak taat mengikuti Allah yang sejati, setiap orang harus mempertanggungjawabkan tindakan diri sendiri mengambil jalan yang menyimpang dari kebenaran.

Renungkan:
Harapan Allah bagi umat-Nya adalah Hai manusia, telah diberitahukan kepadamu apa yang baik. Dan apakah yang dituntut TUHAN dari padamu: selain berlaku adil, mencintai kesetiaan, dan hidup dengan rendah hati di hadapan Allahmu? (Mikha 6:8). Misi besar Yesus Kristus adalah Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman (Matius 28:18-20) Apakah orang-orang percaya bosan dengan kedua petunjuk Allah ini? Sudahkah Anda taat mengikuti?

Allah itu kudus, jadi Allah mengharapkan orang percaya untuk menjadi kudus, dan orang percaya dipisahkan menjadi kudus untuk melayani Allah. Karena Allah adalah Allah yang cemburu, Allah tidak akan membiarkan orang percaya mengikuti berhala. Apakah Anda punya berhala hari ini? Apa yang merebut dan mengambil tempat Tuhan di hati Anda? Buanglah berhala itu!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:13-2:3

Penghakiman atas Amon dan Moab
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:13-2:3 [ITB])
1:13 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri, 14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung; 15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya, firman TUHAN.
2:1 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur, 2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi; 3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia, firman TUHAN.

Amon terletak di sebelah timur Israel, di sebelah selatan Gilead dan dekat bagian utara Moab. Kejadian 19:36-38 menyebutkan bahwa Moab adalah keturunan dari Lot keponakan Abraham dengan putri sulungnya, dan Amon adalah keturunan dari Lot dengan putrinya yang lebih muda, sehingga bangsa Amon, Moab dan Israel memiliki hubungan saudara.
Di sini, penghakiman TUHAN atas Amon jelas ditujukan kepada orang Amon (secara harfiah diterjemahkan sebagai putra Amon), yang berbeda dari empat penghakiman sebelumnya yang terhadap negara atau kota seperti Damsyik, Gaza, Tirus, dan Edom, di sini yang menjadi fokus Allah adalah orangnya.
Kejahatan orang Amon termasuk membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dan memperluas wilayahnya sendiri. Membelah perut perempuan-perempuan hamil adalah tindakan kejam dalam perang. Tidak hanya membunuh sang ibu, juga membunuh bayi janin, tetapi memiliki maksud untuk menakuti yang lemah, melampiaskan kekerasan, dan memusnahkan sumber calon tenaga tentara kelak. Tujuannya adalah untuk menduduki tanah Gilead dan memperluas wilayah negaranya sendiri; dosa Amon adalah sifat yang kejam dan tidak manusiawi. Demi memperluas perbatasan wilayahnya, bukan demi pertahanan, tetapi untuk memuaskan hasrat tamak yang tanpa henti, berkeinginan memperbesar wilayah maka menyerang Gilead. Mereka tidak peduli bahwa penduduk Gilead masih memiliki hubungan saudara, bahkan tidak hanya membunuh orang dewasa, tetapi bahkan juga tidak melepaskan tunas generasi yang tidak memiliki kemampuan bela diri, yang menunjukkan betapa kejam mereka membasmi sampai ke akarnya. Penghakiman Allah atas orang Amon tetap merupakan datangnya perang, yang digambarkan dengan jelas dan realistis, tidak hanya api yang membakar, tetapi juga ditambahkan angin badai puting beliung yang kejam, dan kemudian api yang antromorfis untuk menggambarkan ibukota Raba dibakar habis, sehingga istana purinya dimakan habis, pada akhirnya raja dan pemimpin Amon tidak bisa menghindari penawanan ke pengasingan.

Kesalahan Moab adalah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi abu. Pada zaman kuno, orang-orang mati menggunakan penguburan untuk menjaga sisa-sisa kenangan mereka, tetapi orang-orang Moab memecah makam mantan raja Edom dan mengambil tulang-tulang itu. Sangat tidak manusiawi untuk membakarnya sepenuhnya menjadi abu, dan merupakan penghinaan besar bagi orang mati. Praktik ini juga tidak dapat ditoleransi bagi Allah. Vonis atas Moab juga sama bahwa perang akan datang, dan puri istana di kota penting Keriot dihancurkan. Khususnya api akan dilepaskan ke dalam Moab, apakah ini berarti bahwa seluruh Moab dibakar? Seluruh Moab punah. Tidak hanya para pembesarnya terbunuh dan punah, tetapi juga segala hakim yang bertanggung jawab di dalam pengadilan di Moab juga akan dihakimi dan semuanya dimusnahkan (lih. ITL, KJV) (ITB terjemahkan sebagai penguasa).

Renungkan:
Amon tidak puas dengan tanahnya sendiri dan melakukan segala daya untuk memperluas, bahkan menghalalkan segala tindakan, melakukan kejahatan brutal yang tidak bermoral, menunjukkan bahwa keserakahan dapat membuat orang melupakan relasi saudara mereka, melupakan Tuhan, dan melakukan kejahatan yang membinasakan kemanusiaan. Mohon Tuhan untuk memeriksa hati kita dan memberi tahu kita bahwa segala sesuatu datang dari Tuhan dan mengucap syukur atas apa yang sudah dikaruniakan Tuhan, meskipun belum memiliki apa yang belum diberikan oleh Tuhan dan kita dapat melakukan yang terbaik untuk mengejarnya, tetapi harus berjalan di jalan Tuhan, mohon Tuhan membantu kita menyingkirkan keserakahan, dan dapat berserah atas hal-hal yang belum kita dapatkan.

Amon dan Moab menakuti yang lemah, mereka membunuh wanita hamil dan bayi yang belum lahir. Mereka juga menghina orang yang sudah mati (tidak berdaya apapun); mereka mengabaikan Allah yang adalah Tuhan bagi anak yatim dan janda, juga Tuhan yang penuh kasih sayang kepada yang lemah, Allah tidak akan melepaskan penindas yang lemah. Allah akan memberi upah kepada seseorang yang memberikan minum segelas air dingin kepada yang terkecil (Matius 10:42). Di saat ini, banyak komunitas yang kurang beruntung dalam masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dalam banyak hal. Kiranya orang percaya menjadi peka terhadap kebutuhan mereka dan membantu mereka untuk hidup dalam masyarakat yang harmonis!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:9-12

Penghakiman atas Tirus dan Edom
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:9-12 [ITB])
9Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan, 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis. 11Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya, 12Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Tirus berada di barat laut Israel dan mewakili Fenisia. Selain sama seperti orang Filistin yang menyerahkan umat Allah seluruhnya kepada Edom, ditambah lagi kesalahannya tidak mengingat saudara perjanjiannya. Mereka merampok orang-orang Israel, dan menjual mereka ke Edom tanpa memandang usia, jenis kelamin, pada saat yang sama nabi Amos (mewakili TUHAN) juga meminta pertanggungjawaban mereka tidak mengingat perjanjian dengan Israel, perjanjian antara Tirus dan Israel, mungkin merujuk pada apa yang dimulai raja Hiram dan raja Daud (2 Sam. 5:11) berlanjut hingga Salomo juga memiliki janji dengan raja Hiram ketika ia membangun Bait Suci (1 Raj. 5:12), dan Ahab juga memiliki kontak dengan Tirus (1 Raj. 16:31). Sebenarnya, Israel dan Tirus memiliki agama dan politik yang berbeda, perjanjian tersebut dapat berupa bisnis yang saling menghormati dan saling menguntungkan. Perjanjian harus ditegakkan, termasuk dengan sikap mentalitas untuk menjaga dan memastikan dengan sikap positif. Tirus tidak memegang perjanjian, menawan Israel serta menjual ke Edom, menghancurkan perjanjian. Hukumannya juga bahwa kota Tirus dan istana terbakar dihancurkan.

Edom berada di bagian selatan Laut Mati, kata Edom memiliki arti mengandung warna merah, karena tanah dan batu pasir di sana berwarna merah. Edom adalah keturunan Esau merupakan kerabat Israel, jadi di sini mereka disebut saudara. Tetapi dimulai dari Esau, terdapat perebutan persaingan antara Esau dan Yakub, karena Yakub menipu hak sulung milik Esau, Esau berniat membunuh Yakub setelah menunggu kematian ayahnya, meskipun Yakub kemudian mengetahui dan melarikan diri, di rumah pamannya menerima berkat besar dari Tuhan, ketika kembali ke Kanaan kedua saudara tampaknya sudah berdamai, tetapi mereka masih saling menghindari dan tidak bisa benar-benar berdamai.

Di zaman nabi Amos, orang Filistin dan Tirus demi keuntungan maka menjual tawanan perang kepada Edom, sehingga Edom tanpa belas kasihan menganiaya umat Allah, bahkan lebih kejam daripada orang luar. Allah mengejar dua kesalahan dari Edom, yang pertama adalah bahwa mereka memendam amarah terhadap orang Israel, itu adalah kebencian jangka panjang, telah diturunkan dari generasi ke generasi, sehingga amarah di hati hendak diluapkan, kemarahan terus kambuh meletup, CUV menerjemahkan sebagai amarah mengoyak, sepertinya semua kebencian yang terakumulasi di masa lalu ditumpahkan kepada orang Israel saat itu juga. Dosa kesalahan kedua adalah kekejaman brutal mereka, Edom tidak hanya menggunakan pedang tetapi juga mengejar orang-orang Israel, sama sekali tidak menunjukkan belas kasihan, menyebabkan kerusakan besar terhadap orang-orang Israel. Edom menerima para tawanan orang Israel dari orang Filistin dan Tirus merupakan pelanggaran terhadap Allah, mereka tiga kali bahkan empat kali berbuat jahat, sehingga Allah menghukum mereka, Allah akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.

Renungkan:
Di dalam lingkaran gereja, meskipun kita saling menyebut saudara-saudari, tetapi banyak waktu perbedaan memisahkan kita seolah-olah jarak antara timur dan barat tidak dapat dijangkau, perbedaan politik, warna biru kuning, generasi, ekonomi, membuat sebutan saudara-saudari tidak dapat dihidupkan, meskipun tidak sampai saling kejar dengan pedang pisau, tetapi situasi terkoyak robek sangat disesalkan. Memohon Tuhan mengajar kita untuk menghargai persaudaraan ini, mengingat bahwa Tuhan Yesus Kristus adalah Tuhan dari setiap saudara dan saudari, dan berusaha keras untuk menjaga kesatuan Roh Kudus (Efesus 4:3).

Kebencian dapat menghancurkan pikiran seseorang, apakah Anda membiarkan kemarahan tetap ada di hati Anda? Apakah Anda membenci seseorang? Menyimpan kebencian di hati, adalah seperti membangun penjara di dalam hatinya sendiri, dan memasukkan orang yang dibenci itu ke dalam penjara di dalam hatinya itu, dan dengan sering membawanya keluar disalahkan, memukulinya beberapa kali, lalu memenjarakannya lagi di dalam hati. Setiap kali membawanya keluar, yang dilukai adalah dirinya sendiri, bukan melukai orang yang ia penjara dalam hatinya, orang itu bahkan tidak tahu dipenjara di dalam hati! Biarkan dia pergi, biarkan dirinya pergi! Mohon Tuhan membantu agar bisa melupakan dan mengampuni, sama seperti Tuhan telah mengampuni kita.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:3-8

Aram dan Filistin Menerima Penghakiman
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:3-8 [ITB])
3 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi, 4 Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis; 5 Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir, firman TUHAN.
6 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, 7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis; 8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin, firman Tuhan ALLAH.

Kerajaan pertama yang menerima penghakiman dari Allah adalah Aram di timur laut Israel, diwakili oleh ibu kota Damsyik, Aram sering berperang dengan Israel. Sedangkan Gilead terletak di sebelah timur Sungai Yordan, di seberang pegunungan Efraim, di sebelah timur berbatasan dengan Amon, sebelah utara adalah Manasye, berada berdekatan dengan Damsyik sehingga sering diserang oleh Damsyik.

Hanya satu kejahatan Damsyik yang disebutkan, yaitu mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi. Besi eretan pengirik adalah alat yang digunakan oleh petani untuk memukul (menebah) biji padi atau gandum agar terlepas dari tangkai batang, di sini bisa merujuk pada cara mereka menganiaya dan melecehkan orang-orang Israel benar-benar menggunakan besi eretan pengirik untuk membuat orang menderita, mungkin juga merupakan cara menggambarkan bahwa orang Israel seperti gandum, dianiaya oleh bangsa Aram dengan cara yang kejam.
Ketika Allah tidak lagi menoleransi Damsyik, Dia memakai api sebagai bencana hukuman. Api menunjukkan kepada kehancuran perang, pertama-tama datang ke rumah dan istana raja Hazael dan juga puri milik Benhadad yang berkuasa, dan gerbang-gerbang pelindung dihancurkan, tempat tinggal para penguasa dan bangsawan berkuasa dihancurkan, demikian juga penduduk yang tinggal di dataran Bet-Eden yang dikenal sebagai tempat tinggal orang-orang pemegang kekuasaan (Bet-Eden artinya Tanah aman makmur, tempat penyembahan dewa matahari), dilenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen tanah penuh kekayaan atau penyembahan berhala, dan akhirnya orang Aram dibuang ke Kir, menjadi penghinaan besar bagi kerajaan Aram. Penghakiman dimulai dengan raja, penguasa, dan akhirnya mencapai penduduknya, dan tidak ada yang selamat.

Orang-orang Filistin berada di bagian barat daya Israel, empat kota yang menerima penghakiman yakni Gaza, Asdod, Askelon, dan Ekron. Tiga kota pertama berada di pantai, dan Ekron adalah pedalaman. Gaza terletak di titik paling selatan dari Filistin, tidak jauh dari perbatasan Mesir. Di sini dikatakan bahwa mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, kata bangsa seluruhnya artinya mencakup semua orang-orang, yakni saat perang tanpa dipandang usianya dari yang kecil sampai yang tua, laki-laki atau perempuan semua diserahkan sebagai tawanan perang kepada Edom. Ini mungkin merujuk pada penjualan tawanan perang, praktik yang sangat kejam dan brutal, kejahatan yang tidak ditoleransi oleh Allah.
Hukuman dari Tuhan meliputi empat aspek:
– Menurunkan api dan membakar istana di Gaza: membakar Gaza dengan api berarti bahwa setelah perang, kota Gaza dibakar, istana terbakar habis, raja dan para pemimpin semuanya binasa.
– Menggunting lenyap penduduk Asdod dan pemegang tongkat kerajaan di Askelon: tidak hanya para pemegang kuasa kerajaan dilenyapkan, tetapi juga termasuk penduduk biasa, penghancuran yang benar-benar secara menyeluruh.
– Mengacungkan tangan melawan Ekron: adalah tindakan membalik tangan memukul (lih. KJV turn my hand against Ekron), atau bisa juga berarti berputar balik memukul.
– Membinasakan orang-orang Filistin yang tersisa: semua orang yang masih belum terkena hukuman juga akan dihancurkan. Di sini merupakan hukuman kehancuran total, sesuai dengan orang Filistin yang menyerahkan semua tawanan kepada Edom, pembalasan mata ganti mata, gigi ganti gigi.

Renungkan:
Besi yang semestinya untuk mengirik gandum yang digunakan untuk melayani dan memberikan kesejahteraan bagi manusia, tetapi digunakan sebagai alat untuk menganiaya dan melukai orang. Ini bisa dikatakan dosa dan kejahatan demikian besar. Apakah ada anugerah dan hal-hal baik yang diberikan Allah dipergunakan di tempat ketidakadilan? Sepatutnya kita mendapatkan pelajaran darinya!

Pengadilan dimulai dari raja sampai kepada rakyat biasa, mereka yang berada di atas seharusnya ekstra hati-hati, kepada yang diberi lebih banyak akan dituntut lebih banyak darinya, patut dijadikan peringatan bagi mereka yang memegang kekuasaan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:3-2:3

「Penghakiman atas Bangsa-bangsa」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:3-2:3 [ITB])
1:3 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Damsyik, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengirik Gilead dengan eretan pengirik dari besi, 4Aku akan melepas api ke dalam istana Hazael, sehingga puri Benhadad dimakan habis; 5Aku akan mematahkan palang pintu Damsyik dan melenyapkan penduduk dari Bikeat-Awen serta pemegang tongkat kerajaan dari Bet-Eden; dan rakyat Aram harus pergi sebagai orang buangan ke Kir, firman TUHAN.
6Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Gaza, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah mengangkut ke dalam pembuangan suatu bangsa seluruhnya, untuk diserahkan kepada Edom, 7 Aku akan melepas api ke dalam tembok Gaza, sehingga purinya dimakan habis; 8 Aku akan melenyapkan penduduk dari Asdod dan pemegang tongkat kerajaan dari Askelon; Aku akan mengacungkan tangan-Ku melawan Ekron, sehingga binasalah sisa-sisa orang Filistin, firman Tuhan ALLAH.
9Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Tirus, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka telah menyerahkan tertawan suatu bangsa seluruhnya kepada Edom dan tidak mengingat perjanjian persaudaraan, 10Aku akan melepas api ke dalam tembok Tirus, sehingga purinya dimakan habis.
11Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Edom, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia mengejar saudaranya dengan pedang dan mengekang belas kasihannya, memendamkan amarahnya untuk selamanya dan menyimpan gemasnya untuk seterusnya, 12 Aku akan melepas api ke dalam Teman, sehingga puri Bozra dimakan habis.
13Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri, 14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung; 15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya, firman TUHAN.
2:1Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur, 2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi; 3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia, firman TUHAN.

Meskipun nabi Amos sejak awal sudah ditetapkan untuk menyampaikan perkataan ilahi ini kepada Israel, tetapi di 1:3 – 2:3 ia terlebih dahulu mengabarkan penghakiman atas enam negara di sekitar, lalu kemudian terhadap Yehuda (2:4-5), dan pada akhirnya terhadap Israel (2:6-16) sebagai penutup. Bentuk berita terhadap masing-masing negara adalah sama, dimulai dengan Beginilah firman TUHAN dan diakhiri dengan kata penutup firman Tuhan ALLAH, hanya yang terhadap Tirus, Edom, dan Yehuda yang tidak ada kata penutup. Apa yang diungkapkan di sini adalah otoritas absolut dari TUHAN, perkataan dari Allah sendiri.

Enam negara yang dibahas oleh nabi Amos, yang pertama adalah Aram yang berada di timur laut Israel dengan Damsyik sebagai ibu kota, kedua adalah di barat daya orang Filistin dengan ibu kota Gaza, ketiga Tirus yang ada di barat laut, diikuti oleh Edom yang ada di selatan Yehuda, kemudian Amon di sebelah timur Israel, berikutnya Moab di sebelah timur Yehuda, dan akhirnya Yehuda, lalu Israel.

Setiap negara disebutkan nabi Amos dengan tiga perbuatan jahat bahkan empat, terhadap negara asing maupun Yehuda, atau Israel, tidak ada perbedaan. Bukan satu kali atau dua kali, tetapi tiga perbuatan jahat bahkan empat, artinya terus menerus, dan setiap kali makin berat, telah mencapai titik di mana tidak mungkin untuk mengampuni dan dibebaskan dari tanggungan atas dosanya, begitu banyak dosa dan kejahatan penuh berlimpah, tidak ada pengampunan.

Setiap penghakiman mencantumkan dosa-dosa masing-masing negara, dan kemudian menambahkan, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku ini menunjukkan bahwa dosa-dosa bangsa-bangsa asing ini telah membuat TUHAN tidak bisa diam saja, sehingga TUHAN mengatakan bahwa Ia tidak akan berubah pikiran, walau belum terjadi, tetapi hasilnya adalah sudah dipastikan, tidak dapat dihindarkan. TUHAN tidak menebus mereka, juga tidak membayar dosa-dosa mereka.

Terakhir nabi Amos merinci hukuman dari setiap negara, masing-masing harus berdiri di depan Allah dan mempertanggungjawabkan apa yang mereka lakukan. Ini tidak sama dengan teologi pemahaman mereka terhadap Allah pada waktu itu: teologi yang berlaku pada saat itu adalah membatasi allah merupakan dewa dari satu negara, tidak memiliki otoritas terhadap negara lain. Aram memiliki dewa negara Aram, Filistin memiliki dewa orang Filistin, dan dewa Yehuda dan Israel adalah TUHAN (Yahweh). Nabi Amos di sini menyatakan bahwa TUHAN bukan hanya Allah Israel dan Yehuda, Dia adalah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi, Dia juga Tuhan dari bangsa-bangsa di dunia, Dia dapat menghakimi dan menghukum bangsa-bangsa lain. Bangsa-bangsa non Yahudi ini belum menerima hukum Taurat Allah, dan Allah tidak pernah mengutus nabi di antara mereka, tetapi mereka bukan tanpa tanggung jawab moral, seperti yang dikatakan Paulus dalam Roma 2:14-15 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri. Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.

Orang-orang Yehuda dan Israel gembira dan bertepuk tangan melihat bangsa-bangsa asing itu dihukum setimpal dengan dosa-dosa mereka, tetapi ketika penghakiman secara bertahap bergerak mendekat dan akhirnya datang kepada kerajaan Yehuda serta Israel, mereka sendiri akan gentar dan ketakutan menghadapi hukuman Allah.

Renungkan:
Bagaimana Anda menanggapi formula nabi Amos yang mencantumkan penghakiman Allah (Allah berbicara → orang-orang non Yahudi melakukan dosa tiga kali bahkan empat kali → Allah menyatakan tidak akan menarik kembali keputusan-Nya → Allah mencantumkan hukuman atas bangsa-bangsa non Yahudi → ini adalah firman TUHAN)? Bagaimana umat Allah hidup di dunia yang berdosa, bagaimana tanggapan mereka atas orang berdosa dan yang ditindas dosa?

Allah mengadili dan menghukum orang-orang yang tidak mengenal-Nya, apakah ini mengingatkan orang-orang percaya untuk bekerja keras memberitakan Injil sehingga orang yang belum percaya dapat mendengar Allah yang benar dan memiliki kesempatan untuk percaya? Di antara teman dan saudara Anda, masih ada berapa banyak yang belum mengenal Allah sehingga masih terjebak dalam belenggu dosa? Berdoa mohon Tuhan memberi kekuatan agar orang percaya dapat meningkatkan pemberitaan kabar gembira Injil kepada orang yang belum percaya. Sebutkan nama orang-orang yang belum percaya yang Anda kenal, dan berdoa agar mereka dapat mengenal Tuhan.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:2

「TUHAN Mengaum」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:2 [ITB])
2 Berkatalah ia: TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya; keringlah padang-padang penggembalaan dan layulah puncak gunung Karmel.

Ayat ini adalah kalimat kunci dari seluruh buku Amos, ini adalah situasi yang sangat serius dan berat, dan tidak mudah bagi orang mengalami berada di tengah-tengahnya; paruh pertama ayat ini adalah tindakan dan paruh kedua ayat ini adalah akibatnya; Bagian pertama terdiri dari dua kalimat paralel yakni TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan paruh kedua ayat ini dari dua kalimat paralel yakni keringlah padang-padang penggembalaan dan puncak gunung Karmel layu.

TUHAN (Yahweh) adalah nama Allah, Ketika Allah menemui Musa di padang belantara, Allah meminta Musa melepas sepatunya karena Allah itu kudus. Musa menanyakan nama Allah (Kel. 3:13), dan Ia menunjukkan kepada Musa bahwa Dia memiliki keberadaan kekal-Nya sendiri – Yahweh; dalam Keluaran pasal 19, orang Israel mencapai gunung Sinai, Musa naik ke atas gunung, dan ada guntur, kilat, dan awan tebal di gunung. Allah memperingatkan umat-Nya untuk tidak mendekat, juga menguduskan (dipisahkan) para imam karena Allah itu kudus, umat-Nya juga harus kudus.

Sion awalnya menunjuk gunung Ophel, Bait Suci dibangun di punggung bukit ini. Belakangan, kota Yerusalem disebut Sion, karena Bait Suci dan takhta Allah ada di sini, dan itu adalah pusat keagamaan seluruh Israel. Ya, pada saat itu Betel dan Dan menjadi pusat keagamaan negara Israel, yang didirikan oleh Yerobeam I (1 Raj. 13:26-30), tetapi ini bukan kehendak asli dari Allah, tetapi Bait Suci di Yerusalem ibukota kerajaan Daud adalah yang sesuai kehendak Allah menjadi pusat agama, dan dari Yerusalem pusat agama yang sesuai perintah-Nya Ia memperdengarkan suara-Nya kepada umat Allah.

TUHAN Allah adalah Pencipta segala sesuatu, Dia adalah Allah yang berbicara (memperdengarkan suara-Nya) kepada manusia, Tuhan yang menghakimi dunia, Keselamatan manusia, dan Tuhan yang murah hati dan setia. Keempat kata kerja dalam ayat ini mengaum, memperdengarkan suara, keringlah, dan layu adalah dalam bentuk belum selesai (imperfect), menggambarkan situasi saat itu pada saat yang sama meluas ke masa depan. Di sini TUHAN mengaum dari Sion dan dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya menggarisbawahi bahwa penghakiman Allah yang serius dan berat sedang terus berlangsung; Allah sedang mengaum, dan Allah sedang berbicara. Kata mengaum sering digunakan untuk menggambarkan suara singa yang mengaum ketika lapar atau ketika memperoleh mangsanya (Amos 3:4), ketika raja binatang mengaum, seluruh hutan bergetar, dan semua binatang buas di hutan akan ketakutan dan melarikan diri ke padang belantara (Amos 3:8). Memperdengarkan suara adalah menggunakan suara guntur di alam untuk menggambarkan dinyatakannya kemuliaan dan kuasa Allah dalam penghakiman, yang membuat orang gentar dan takut.

Padang-padang penggembalaan mengacu pada tempat tinggal para gembala, bisa merujuk ke kampung halaman nabi Amos, di bawah pengaruh kemarau kering, rumput mengering, dan kehidupan para gembala penuh kesulitan membuat padang-padang penggembalaan penuh kesedihan (lih. ITL murunglah, KJV mourn / bersedih, ITB menggunakan kata keringlah), tanah selatan bersedih karena penghakiman Allah. Karmel dalam bahasa Ibrani artinya taman bunga atau kebun buah, dan Gunung Karmel terletak di Israel utara, dekat pantai Mediterania, gunung ini berkecukupan air hujan, tanah subur, pohon-pohon tumbuh dengan subur, tempat menanam pohon zaitun, anggur dan berbagai tanaman lainnya. Tapi sekarang puncak gunung Karmel kering, pemandangan kekeringan ekstrem, dan telah menyebar dari padang rumput penggembalaan di tanah selatan ke puncak gunung di utara. Rentang penghakiman yang luas dan membawakan efek sangat besar. Di bawah kondisi yang sangat kering, suara Allah terdengar seperti guntur, tetapi guntur tidak membawa air hujan yang membawa kelembapan, hanya suara guntur yang kering, karena banyak negara telah berulang kali berbuat dosa, kesabaran TUHAN telah mencapai puncaknya, dan penghakiman yang keras segera datang.

Renungkan:
Pada hari-hari ketika laut tenang dan damai, nabi Amos membawakan berita penghukuman Allah seperti auman singa dan guntur, dan menunjukkan bahwa akibatnya adalah penghancuran di mana-mana, pada saat itu, orang-orang Israel, orang-orang Yehuda, ataupun orang-orang di dunia tidak memperhatikan, dan tidak menanggapi. Apakah situasi di negara kita saat ini terdapat fenomena seperti kesedihan padang penggembalaan dan layunya puncak gunung Karmel? Dalam aspek ekonomi? Keretakan dalam masyarakat? Atau bahkan keretakan dalam gereja? Apakah Anda melihatnya? Bagaimana orang percaya hendak memberi tanggapan respons kepada Allah?

Suara Allah memperdengarkan penghakiman mulai dari di Bait Suci Yehuda di selatan sampai ke Israel di utara, menyiratkan bahwa melayani Allah harus dilakukan sesuai dengan kehendak dan instruksi Allah, bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan politik dan sosial, apakah ini memberikan peringatan kepada Anda?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 1:1

「Firman Ilahi yang Dinyatakan kepada Amos」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:1 [ITB])
1 Perkataan yang dinyatakan kepada Amos, salah seorang peternak domba dari Tekoa, tentang Israel pada zaman Uzia, raja Yehuda, dan dalam zaman Yerobeam, anak Yoas, raja Israel, dua tahun sebelum gempa bumi.

Ayat ini menetapkan waktu pemberitaan oleh nabi Amos, ketika zaman raja Uzia dari Yehuda dan Raja Yerobeam II dari Israel, itu adalah dua tahun sebelum gempa besar.

Raja Uzia (juga dikenal sebagai Azarya) dari Yehuda naik takhta pada usia enam belas tahun, memerintah selama 52 tahun (2 Raj. 15:2), saat itu negara makmur dan tenteram, ia mendorong rakyat bertani dan ternak (2 Taw. 26:10), membangun menara untuk melindungi Yerusalem (2 Taw. 26:9), memperluas pasukan militer, menyerang orang Filistin, dan menghancurkan kota Gat, Yabne dan Asdod, dan mengalahkan orang Arab, Meunim, dan Amon (2 Taw. 26:6-8), memiliki kekuatan militer yang besar. Tetapi kitab 2 Raja-raja hanya menggunakan tujuh ayat (15:1-7) untuk mencatat kisah hidupnya; Alkitab juga mencatat bahwa setelah ia menjadi kuat, ia menjadi tinggi hati, berubah setianya kepada TUHAN, Allahnya, memasuki bait TUHAN untuk membakar ukupan di atas mezbah pembakaran ukupan. Alhasil ia dihukum oleh Tuhan, menyebabkan dia menderita kusta sampai hari kematiannya. Setelah kematiannya, dia hanya bisa dimakamkan di ladang dekat pekuburan raja-raja (2 Taw. 26:16-23).

Raja Yerobeam dari Israel memerintah selama 41 tahun, negara itu memiliki wilayah yang sangat luas, dari jalan masuk ke Hamat sampai ke Laut Araba (2 Raj. 14:25), Israel makmur di masa itu. Tetapi Alkitab hanya menggunakan ayat-ayat pendek (2 Raj. 14:23-29) untuk mencatat 41 tahun pemerintahannya, dan juga menunjukkan bahwa ia tidak meninggalkan semua perbuatan dosa Yerobeam I yang telah membuat orang Israel terjerumus dalam dosa (2 Raj. 14:24).

Kedua raja berkuasa untuk waktu yang lama, dan masyarakat pada saat itu makmur dan berkelimpahan, sementara itu Mesir dan Asyur yang ada didekatnya berada dalam keadaan lemah. Tidak banyak peperangan, Israel dan Yehuda berada di masa aman tenteram. Namun, kitab 2 Raja-raja hanya memakai masing-masing tujuh ayat untuk mencatat perbuatan mereka, menunjukkan bahwa Allah tidak memandang penting kehebatan dan keberanian manusia, maupun pencapaian-pencapaian besar, tetapi Allah menghargai kesetiaan manusia kepada-Nya. Ini menunjukkan bahwa cara penilaian Allah terhadap manusia sangat berbeda dengan cara penilaian manusia terhadap manusia.

Kitab Amos secara khusus menyebutkan dua tahun sebelum gempa bumi besar, yang disebutkan dalam Zakharia 14:5. Tanggal tepatnya sulit ditentukan, tetapi menurut data arkeologis, diperkirakan sekitar 760 SM. Firman itu diterima nabi Amos sebelum terjadinya gempa bumi, orang-orang yang menerima pemberitaan dari nabi Amos belum merasakan urgensi penghakiman karena gempa belum terjadi, mereka berada dalam keadaan semuanya aman dan stabil.

Amos hanyalah seorang gembala di Tekoa, tetapi Tuhan memilihnya, berbicara kepadanya, dan memberi pewahyuan (inspirasi), ini adalah pesan tertulis pertama dari nabi, dan dia memulai serangkaian kata-kata yang Allah ungkapkan kepada orang-orang melalui dirinya. Tekoa berada di kerajaan Yehuda, tetapi Allah meminta Amos untuk pergi berbicara di kerajaan Israel. Ia sebagai nabi harus pergi menjauh dari tempat yang ia kenal, pergi ke tempat asing bernubuat kepada orang-orang lokal di sana. Ketika manusia mendengar kata-kata Allah, orang perlu menanggapi Firman perkataan Allah. Kata-kata Tuhan bukan hanya untuk orang-orang untuk sekadar masuk ke telinga dan kemudian sekadar sebagai rujukan pertimbangan bagi mereka, tetapi Firman perkataan Allah menghendaki orang setelah mendengar harus memutuskan apa tanggapan yang hendak dilakukan. Firman perkataan Allah tidak akan gagal, jika seseorang mengabaikan peringatan Firman perkataan Tuhan dan tidak membuat perubahan yang sesuai, bencana akan datang, dan kemudian dia menyesalpun sudah terlambat.

Renungkan:
Dalam lingkungan di mana dunia semuanya tenang rata, keadaan secara politik, ekonomi, atau agama semuanya menunjukkan gambaran yang baik tiada banding, saat itu Amos mendapat pewahyuan perkataan ilahi dari Tuhan. Amos tahu siapa yang berbicara dengannya dan siapa yang menunjukkan kepadanya sebuah visi, tetapi bagaimana dia tahu? Pembaca tidak dapat mengetahui dan bukan fokus dari kitab ini, tetapi nabi Amos dengan jelas menyatakan bahwa ini adalah Firman perkataan ilahi dari Allah. Di seluruh kitab nabi, TUHAN berfirman diulang berkali-kali; juga dalam pasal 7-9 dijelaskan bahwa dia melihat penglihatan. Dalam versi RCUV, frasa Perkataan yang dinyatakan diterjemahkan sebagai penglihatan, apa yang diperhadapkan kepada nabi Amos bukan sekadar tindakan manusia, tetapi nabi Amos melihat makna di balik firman Allah. Pengingatan apa yang dilihat orang percaya dalam kondisi sosial, ekonomi, dan nasional sekarang?

Sebagai orang percaya membaca Alkitab dan saat teduh setiap hari, apakah Anda merasa bahwa perikop Alkitab yang dibaca merupakan Firman perkataan ilahi yang Allah tujukan kepada Anda? Pernahkah Anda berpikir bahwa Allah menyatakan perkataan-Nya ini kepada Anda? 2 Tim. 3:16-17 mengatakan bahwa Alkitab diilhamkan oleh Allah, sebagai orang yang membaca Firman Allah sepatutnya memberikan respons tanggapan bagaimana? Jika tanggapannya adalah tidak percaya bahwa ilham perkataan Allah ini benar, maka sama seperti Amazia (7:16), hukuman Allah akan datang. Bagi orang-orang percaya yang menghargai Firman Allah harus menggunakan Alkitab yang diilhamkan Allah sebagai dasar melakukan semua hal baik!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.