Tag Archives: Lot

Kejadian 11:27-32

「Keturunan Terah」

Oleh Dr. S.W. Patrick Tsang
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 11:27-32 [ITB])
27 Inilah keturunan Terah. Terah memperanakkan Abram, Nahor dan Haran, dan Haran memperanakkan Lot. 28 Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di Ur-Kasdim. 29 Abram dan Nahor kedua-duanya kawin; nama isteri Abram ialah Sarai, dan nama isteri Nahor ialah Milka, anak Haran ayah Milka dan Yiska. 30 Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak.
31 Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. 32 Umur Terah ada dua ratus lima tahun; lalu ia mati di Haran.

Kejadian 11:27-32 yang kita baca hari ini menggambarkan generasi kesembilan dari Sem yakni Terah, anak cucunya, dan menantu perempuannya meninggalkan Ur menuju Tanah Perjanjian Kanaan dan kematiannya di Haran.

Alkitab tidak secara langsung memberi tahu kita mengapa Terah ingin keluarganya meninggalkan Ur di Kasdim, kota yang makmur dan beradab pada saat itu, dan pergi jauh ke Kanaan yang terbelakang. Sungguh luar biasa bagaimana penduduk yang menetap di kota berubah menjadi orang-orang nomaden tanpa tanah. Beberapa peneliti Alkitab berpendapat bahwa ini adalah akibat dari penyerangan dan penghancuran Ur oleh musuh, tetapi tidak ada bukti kuat untuk penjelasan ini.

Jika kita melihat Alkitab saja, Kejadian 11:28 bisa memberi kita beberapa petunjuk, Ketika Terah, ayahnya, masih hidup, matilah Haran di negeri kelahirannya, di Ur-Kasdim. Haran adalah anak bungsu Terah, Harlan meninggal diyakini telah menyebabkan penderitaan yang luar biasa bagi Terah. Bisa jadi Terah memutuskan untuk meninggalkan kota yang tragis ini karena kepedihan akibat kehilangan putranya. Dalam banyak kasus, pergi jauh juga merupakan pilihan untuk menemukan awal yang baru.

Kejadian 11:31, Lalu Terah membawa Abram, anaknya, serta cucunya, Lot, yaitu anak Haran, dan Sarai, menantunya, isteri Abram, anaknya; ia berangkat bersama-sama dengan mereka dari Ur-Kasdim untuk pergi ke tanah Kanaan, lalu sampailah mereka ke Haran, dan menetap di sana. Terah dan keluarganya meninggalkan Ur dan berjalan keHaran , yang berada di tengah-tengah antara Ur dan Kanaan;Haran sekarang terletak perbatasan antara Turki dan Suriah juga merupakan pusat lalu lintas penting ke Mediterania.

Mengapa keluarga Terah pergi ke Haran dan tinggal di sana dan tidak melanjutkan perjalanan mereka ke tanah perjanjian? Mungkin karena kota besar Haran bukan saja sejahtera dan nyaman, tapi juga pusat pemujaan dewa bulan, jadi Terah tinggal di sana. Kalau begitu, iman Terah juga belum dewasa. Tapi bisa juga Terah jatuh sakit saat sampai di Haran karena perjalanan yang jauh, dia dan keluarganya berhenti di sana, setelah ia meninggal baru melanjutkan perjalanan.

Adapun Abraham, situasinya sangat tidak ideal. Kejadian 11:30 Sarai itu mandul, tidak mempunyai anak. Bagi perempuan yang sudah menikah di zaman Perjanjian Lama, mandul adalah tragedi besar, karena perempuan setelah menikah maka selain merawat suaminya, satu-satunya tugasnya yang lain adalah membesarkan anak. Jika keluarga tidak memiliki anak, maka tidak akan mampu memenuhi tanggung jawab untuk meneruskan garis keturunan. Suatu saat, ketika suami dan istri semakin tua, tidak akan ada anak yang merawat mereka. Jika seorang wanita tidak bisa melahirkan anak, dia akan kehilangan rasa aman dan akan dibenci oleh orang lain. Mandul juga merupakan masalah besar bagi Abraham dan istrinya.

Allah memilih Terah dan putranya Abram sebagai rencana Allah untuk melaksanakan keselamatan, membentuk kelompok baru untuk menggantikan kelompok yang tersebar di Menara Babel, dan menjadi pelaksana tugas membawa berkat bagi semua bangsa, dari sudut pandang manusia pilihan Allah ini sungguh berisiko. Tetapi jalan Allah lebih tinggi dari jalan manusia, dan rancangan-Nya jauh lebih tinggi dari rancangan manusia. Bahkan keluarga atau orang yang lemah, bermasalah, dan tidak sehat dapat menyelesaikan misinya selama mereka bersedia membiarkan Allah memakai mereka. Karena Allah senang menggunakan orang yang lemah, kuasa-Nya sempurna dalam kelemahan orang.

Renungkan:
• Tujuan hidup seharusnya adalah taat kepada Allah. Dalam perjalanan mengikuti Tuhan, jangan pernah berhenti setengah jalan di tempat yang Anda sukai. Terbaik yang kedua sering menjadi penghalang bagi terbaik kita!
• Terah dan keluarganya meninggalkan Ur untuk pergi ke tanah Kanaan, tetapi mereka menyerah di tengah perjalanan. Mereka meninggal di Haran dan tidak akan pernah pergi ke tanah perjanjian. Apakah Anda bersedia menaati Allah sepenuhnya, atau hanya taat setengahnya?


Renungan pemahaman Kitab Kejadian

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 1-11 ditulis oleh Dr. S.W. Patrick Tsang (曾錫華) dipublikasi pada bulan Maret 2021 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Amos 1:13-2:3

Penghakiman atas Amon dan Moab
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 1:13-2:3 [ITB])
1:13 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat bani Amon, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena mereka membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dengan maksud meluaskan daerah mereka sendiri, 14 Aku akan menyalakan api di dalam tembok Raba, sehingga purinya dimakan habis, diiringi sorak-sorai pada waktu pertempuran, diiringi angin badai pada waktu puting beliung; 15 dan raja mereka harus pergi sebagai orang buangan, ia bersama-sama dengan pembesar-pembesarnya, firman TUHAN.
2:1 Beginilah firman TUHAN: Karena tiga perbuatan jahat Moab, bahkan empat, Aku tidak akan menarik kembali keputusan-Ku: Oleh karena ia telah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi kapur, 2 Aku akan melepas api ke dalam Moab, sehingga puri Keriot dimakan habis; Moab akan mati di dalam kegaduhan, diiringi sorak-sorai pada saat sangkakala berbunyi; 3 Aku akan melenyapkan penguasa dari antaranya dan membunuh segala pembesarnya bersama-sama dengan dia, firman TUHAN.

Amon terletak di sebelah timur Israel, di sebelah selatan Gilead dan dekat bagian utara Moab. Kejadian 19:36-38 menyebutkan bahwa Moab adalah keturunan dari Lot keponakan Abraham dengan putri sulungnya, dan Amon adalah keturunan dari Lot dengan putrinya yang lebih muda, sehingga bangsa Amon, Moab dan Israel memiliki hubungan saudara.
Di sini, penghakiman TUHAN atas Amon jelas ditujukan kepada orang Amon (secara harfiah diterjemahkan sebagai putra Amon), yang berbeda dari empat penghakiman sebelumnya yang terhadap negara atau kota seperti Damsyik, Gaza, Tirus, dan Edom, di sini yang menjadi fokus Allah adalah orangnya.
Kejahatan orang Amon termasuk membelah perut perempuan-perempuan hamil di Gilead dan memperluas wilayahnya sendiri. Membelah perut perempuan-perempuan hamil adalah tindakan kejam dalam perang. Tidak hanya membunuh sang ibu, juga membunuh bayi janin, tetapi memiliki maksud untuk menakuti yang lemah, melampiaskan kekerasan, dan memusnahkan sumber calon tenaga tentara kelak. Tujuannya adalah untuk menduduki tanah Gilead dan memperluas wilayah negaranya sendiri; dosa Amon adalah sifat yang kejam dan tidak manusiawi. Demi memperluas perbatasan wilayahnya, bukan demi pertahanan, tetapi untuk memuaskan hasrat tamak yang tanpa henti, berkeinginan memperbesar wilayah maka menyerang Gilead. Mereka tidak peduli bahwa penduduk Gilead masih memiliki hubungan saudara, bahkan tidak hanya membunuh orang dewasa, tetapi bahkan juga tidak melepaskan tunas generasi yang tidak memiliki kemampuan bela diri, yang menunjukkan betapa kejam mereka membasmi sampai ke akarnya. Penghakiman Allah atas orang Amon tetap merupakan datangnya perang, yang digambarkan dengan jelas dan realistis, tidak hanya api yang membakar, tetapi juga ditambahkan angin badai puting beliung yang kejam, dan kemudian api yang antromorfis untuk menggambarkan ibukota Raba dibakar habis, sehingga istana purinya dimakan habis, pada akhirnya raja dan pemimpin Amon tidak bisa menghindari penawanan ke pengasingan.

Kesalahan Moab adalah membakar tulang-tulang raja Edom menjadi abu. Pada zaman kuno, orang-orang mati menggunakan penguburan untuk menjaga sisa-sisa kenangan mereka, tetapi orang-orang Moab memecah makam mantan raja Edom dan mengambil tulang-tulang itu. Sangat tidak manusiawi untuk membakarnya sepenuhnya menjadi abu, dan merupakan penghinaan besar bagi orang mati. Praktik ini juga tidak dapat ditoleransi bagi Allah. Vonis atas Moab juga sama bahwa perang akan datang, dan puri istana di kota penting Keriot dihancurkan. Khususnya api akan dilepaskan ke dalam Moab, apakah ini berarti bahwa seluruh Moab dibakar? Seluruh Moab punah. Tidak hanya para pembesarnya terbunuh dan punah, tetapi juga segala hakim yang bertanggung jawab di dalam pengadilan di Moab juga akan dihakimi dan semuanya dimusnahkan (lih. ITL, KJV) (ITB terjemahkan sebagai penguasa).

Renungkan:
Amon tidak puas dengan tanahnya sendiri dan melakukan segala daya untuk memperluas, bahkan menghalalkan segala tindakan, melakukan kejahatan brutal yang tidak bermoral, menunjukkan bahwa keserakahan dapat membuat orang melupakan relasi saudara mereka, melupakan Tuhan, dan melakukan kejahatan yang membinasakan kemanusiaan. Mohon Tuhan untuk memeriksa hati kita dan memberi tahu kita bahwa segala sesuatu datang dari Tuhan dan mengucap syukur atas apa yang sudah dikaruniakan Tuhan, meskipun belum memiliki apa yang belum diberikan oleh Tuhan dan kita dapat melakukan yang terbaik untuk mengejarnya, tetapi harus berjalan di jalan Tuhan, mohon Tuhan membantu kita menyingkirkan keserakahan, dan dapat berserah atas hal-hal yang belum kita dapatkan.

Amon dan Moab menakuti yang lemah, mereka membunuh wanita hamil dan bayi yang belum lahir. Mereka juga menghina orang yang sudah mati (tidak berdaya apapun); mereka mengabaikan Allah yang adalah Tuhan bagi anak yatim dan janda, juga Tuhan yang penuh kasih sayang kepada yang lemah, Allah tidak akan melepaskan penindas yang lemah. Allah akan memberi upah kepada seseorang yang memberikan minum segelas air dingin kepada yang terkecil (Matius 10:42). Di saat ini, banyak komunitas yang kurang beruntung dalam masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan dalam banyak hal. Kiranya orang percaya menjadi peka terhadap kebutuhan mereka dan membantu mereka untuk hidup dalam masyarakat yang harmonis!


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Kejadian 19:36-38

「Moab dan Amon」

Oleh Lài Jiàn Guó (賴建國)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Kej. 19:36-38 [ITB])
30 Pergilah Lot dari Zoar dan ia menetap bersama-sama dengan kedua anaknya perempuan di pegunungan, sebab ia tidak berani tinggal di Zoar, maka diamlah ia dalam suatu gua beserta kedua anaknya.
31 Kata kakaknya kepada adiknya: Ayah kita telah tua, dan tidak ada laki-laki di negeri ini yang dapat menghampiri kita, seperti kebiasaan seluruh bumi. 32 Marilah kita beri ayah kita minum anggur, lalu kita tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. 33 Pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu masuklah yang lebih tua untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
34 Keesokan harinya berkatalah kakaknya kepada adiknya: Tadi malam aku telah tidur dengan ayah; baiklah malam ini juga kita beri dia minum anggur; masuklah engkau untuk tidur dengan dia, supaya kita menyambung keturunan dari ayah kita. 35 Demikianlah juga pada malam itu mereka memberi ayah mereka minum anggur, lalu bangunlah yang lebih muda untuk tidur dengan ayahnya; dan ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun.
36 Lalu mengandunglah kedua anak Lot itu dari ayah mereka. 37 Yang lebih tua melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Moab; dialah bapa orang Moab yang sekarang. 38 Yang lebih mudapun melahirkan seorang anak laki-laki, dan menamainya Ben-Ami; dialah bapa bani Amon yang sekarang.

Kedua kota Sodom dan Gomora dihancurkan oleh api dari TUHAN. hanya keluarga Lot yang diselamatkan oleh malaikat. Tetapi catatan tragedi inses antara Lot dan kedua putrinya bahkan lebih menyakitkan. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

(1) Meskipun mereka melarikan diri dari Sodom, bayangan Sodom masih ada. Lot pertama-tama memilih untuk melarikan diri ke kota terdekat Zoar, dan kemudian dia takut untuk tinggal di Zoar. Alasannya tidak diketahui. Mungkin takut Zoar akan dihancurkan seperti Sodom. Zor (ṣô’ar) di ujung selatan Laut Mati berarti kecil.

(2) Dua anak perempuan Lot berkomplot untuk membuat ayahnya mabuk dan tidur dengan ayahnya, agar memiliki keturunan dari ayahnya. Mereka memiliki ide ini, dan mereka mungkin terpengaruh oleh kejahatan orang-orang Sodom. Meskipun tahu itu salah, namun tetap tidak peduli. Ayahnya itu tidak mengetahui ketika anaknya itu tidur dan ketika ia bangun, secara tata bahasa, kata kerja mengetahui (yāda‘) menggemakan perbuatan jahat orang Sodom di paragraf sebelumnya supaya kami pakai (yāda’) mereka .

(3) Dua putri melahirkan nenek moyang Moab dan Amon. Putri tertua melahirkan seorang anak laki-laki bernama Moab (mô’āb), yang berarti dari ayahku, dia adalah nenek moyang orang Moab. Putri bungsu melahirkan seorang anak laki-laki bernama Ben-Ami (ben’ ammî), yang berarti anak dari kerabat saya, dan dia adalah nenek moyang orang Amon. Orang-orang kota Sodom hendak memperlakukan kedua malaikat itu dengan keji, kemudian ketika orang Israel meninggalkan Mesir dan melewati padang gurun, orang Moab dan orang Amon tidak menerima mereka. Bahkan orang Moab menyewa Bileam, seorang nabi asing, untuk mengutuk orang Israel, menggunakan strategi jahat untuk menjebak orang Israel melakukan perzinaan dengan wanita Moab, dan menyembah berhala asing mereka. Ini mungkin tidak terduga oleh Lot, dan Lot sendiri telah menghilang dari panggung sejarah

Sebaliknya, Abraham pagi-pagi pergi ke tempat ia berdiri di hadapan TUHAN itu, memandang ke arah Sodom dan Gomora serta ke seluruh tanah Lembah Yordan, maka dilihatnyalah asap dari bumi membubung ke atas sebagai asap dari dapur peleburan (Kejadian 19:27-28), ia berdiri di hadapan TUHAN seperti ketika orang-orang itu berpaling dan berjalan ke Sodom, tetapi Abraham masih tetap berdiri di hadapan TUHAN (Kej. 18:22). Berdiri di ketinggian spiritual, dari mata Allah dia melihat akhir dunia yang penuh dosa, yang dibakar dengan api dapur peleburan.

Renungkan:
Kesalahan Lot terjadi selangkah demi selangkah, ia memilih meninggalkan Tanah Perjanjian, dan juga memilih untuk meninggalkan berkat TUHAN, dan akhirnya menyebabkan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki. Sebaliknya, Abraham memilih untuk mengikuti TUHAN dengan saksama dan membawa berkat yang tiada habisnya kepada generasi yang akan datang.


Renungan pemahaman Kitab Kejadian 12-26

Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Kejadian 12-26 ditulis oleh Lài Jiàn Guó (賴建國) dipublikasi pada bulan Maret 2017 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.