「Penghakiman Ke-3 atas Israel, (5) Musuh Umat Allah」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Amos 6:1-7 [ITB])
1「Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang! 2 Menyeberanglah ke Kalne, dan lihat-lihatlah; berjalanlah dari sana ke Hamat yang besar itu, dan pergilah ke Gat orang Filistin! Adakah mereka lebih baik dari kerajaan-kerajaan ini, atau lebih besarkah daerah mereka dari daerahmu? 3 Hai kamu, yang menganggap jauh hari malapetaka, tetapi mendekatkan pemerintahan kekerasan; 4 yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang; yang memakan anak-anak domba dari kumpulan kambing domba dan anak-anak lembu dari tengah-tengah kawanan binatang yang tambun; 5 yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya; 6 yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf! 7 Sebab itu sekarang, mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan, dan berlalulah keriuhan pesta orang-orang yang duduk berjuntai itu.」
Nabi Amos sekali lagi menggunakan kidung ratapan untuk memberikan peringatan kepada orang-orang terkemuka di Israel, kali ini selain memberikan peringatan kepada para pemimpin kerajaan Utara dan orang kaya di gunung Samaria, pada saat yang sama juga kepada para pemimpin kerajaan Selatan Yehuda yang berada di Yerusalem, meskipun tujuan utama kitab Amos adalah ditujukan kepada kerajaan Utara yakni Israel, tetapi di antaranya juga ada bagian yang terkait kerajaan selatan Yehuda (Amos 1:1-2; 2:4-5). Pada waktu itu, para pemimpin di Samaria dan kota Yerusalem berpikiran optimis bahwa mereka aman secara militer karena ada penghambat geografis sebagai perlindungan — Gunung Sion dan Gunung Samaria, serta negara juga makmur dan kuat, kerajaan-kerajaan sekitar tidak dapat menjadi ancaman terhadap mereka, sehingga mereka dapat memandang diri mereka sebagai kepala bangsa-bangsa; lalu mereka merupakan kaum elite di antara umat pilihan, maka orang-orang Israel menghormati mereka, mengandalkan dan menaruh harapan pada mereka. Nabi Amos berseru kepada mereka agar pergi melihat ke kota Kalne, kemudian menuju utara ke kota besar Hamat, dan juga ke kota Gat di wilayah orang Filistin di selatan (kota Gat adalah salah satu dari lima kota terkenal di Filistin, satu-satunya kota yang tidak disebutkan dalam Amos 1:6-8 yang berbicara tentang penghakiman atas empat kota Filistin). Keadaan yang sama dengan pasal 3 yang berbicara tentang Israel, nabi Amos menyerukan pemimpin Mesir dan Filistin untuk melihat keadaan kota Samaria (Amos 3:9), apa yang mau dilihat? Apakah melihat keadaan kerajaan Israel yang menang atas mereka? Apakah wilayah mereka lebih besar dari wilayah kerajaan Israel? Jawaban atas kedua pertanyaan itu adalah 「tidak」, inilah yang membuat Israel secara keliru percaya bahwa Hari TUHAN adalah hari turunnya berkat dan bukan turunnya bencana, sehingga mereka tidak menganggap apa yang mereka lihat sebagai peringatan, tetapi malah membawa kekerasan ke dalam pemerintahan mereka, menindas orang miskin, sewenang-wenang menarik pajak yang tinggi, menerima suap dan bahkan membengkokkan integritas, dengan kejam memerintah atas rakyat Israel.
Nabi Amos menggambarkan para pemimpin ini hidup sebagai orang kaya, mereka berbaring dengan nyaman berjuntai kaki di atas tempat tidur gading yang mahal, memakan domba yang gemuk, dan anak-anak sapi yang dibesarkan secara khusus; itu benar-benar pemborosan sia-sia dibandingkan makanan rakyat jelata yang hanya gandum dan buah-buahan, miskin atau cenderung kurang kenyang. Tidak hanya demikian, mereka bahkan menikmati kesenangan, mengarang musik untuk diri mereka sendiri, menambahkan iringan instrumen musik, bersukaria, mereka membandingkannya dengan lagu karangan Daud, tetapi lupa bahwa Daud membuat kidung dan mazmur adalah untuk menyembah dan meninggikan TUHAN, tetapi mereka menikmati diri dalam dosa dengan kepuasan. Mereka minum anggur bukan dalam cangkir, tetapi dari bokor (mangkuk besar), mabuk-mabukan dan ketergantungan pada anggur pasti akan terjadi. Pada zaman itu, mengurap diri dengan minyak adalah untuk melindungi kulit, rakyat jelata menggunakan minyak zaitun biasa, hanya orang kaya yang menggunakan minyak zaitun yang ditambahkan rempah-rempah untuk membuatnya menjadi minyak yang berkualitas tinggi, diseka ke tubuh dengan alasan kesehatan dan juga faktor kosmetik, yang berarti lebih banyak kesenangan dan pesta pora. Kehidupan hedonis mereka dibangun di atas kekayaan yang diperoleh dengan menindas orang miskin, menarik pajak yang tinggi, dan menerima suap menghancurkan integritas, mereka tidak sedih dengan penindasan orang miskin, apalagi cemas atau peduli atas penghakiman yang akan datang ke Israel, ini adalah yang dibenci oleh Allah, merupakan peringatan yang diberitakan nabi Amos.
Nabi Amos telah menubuatkan Israel akan ditawan (Amos 5:5, 27), di sini juga jelas ditunjukkan bahwa para pemimpin harus ditawan terlebih dahulu, ketika musuh-musuh asing menyerbu dan kota ini penuh perang, perjamuan mewah mereka tidak akan ada lagi, apa yang akan datang mengikuti adalah hidup penuh penghinaan, kelaparan, pakaian yang tidak cukup menutupi tubuh dan perbudakan.
Renungkan:
Pada waktu itu, kehidupan orang-orang kaya dan penguasa Israel kaya demikian rusak, menindas orang miskin, tindakan mereka sangat dicela oleh nabi Amos; masyarakat di masa kini mengejar keunggulan, dan banyak elite mengejar tren kehidupan, kenikmatan dan pengetahuan, orang-orang percaya juga terseret mengikuti arus tren, yang tampaknya tidak membuat perbedaan besar. Apakah yang dianggap sebagai kesuksesan bagi pengikut Kristus? Bagaimana seharusnya orang Kristen memandang kekayaan? Bagaimana menerapkan prinsip 「mendapat lebih banyak pemasukan, lebih banyak menabung, lebih banyak mempersembahkan」?
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Amos
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.