Tag Archives: Kitab Amos

Amos 6:1-7

「Penghakiman Ke-3 atas Israel, (5) Musuh Umat Allah」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 6:1-7 [ITB])
1Celaka atas orang-orang yang merasa aman di Sion, atas orang-orang yang merasa tenteram di gunung Samaria, atas orang-orang terkemuka dari bangsa yang utama, orang-orang yang kepada mereka kaum Israel biasa datang! 2 Menyeberanglah ke Kalne, dan lihat-lihatlah; berjalanlah dari sana ke Hamat yang besar itu, dan pergilah ke Gat orang Filistin! Adakah mereka lebih baik dari kerajaan-kerajaan ini, atau lebih besarkah daerah mereka dari daerahmu? 3 Hai kamu, yang menganggap jauh hari malapetaka, tetapi mendekatkan pemerintahan kekerasan; 4 yang berbaring di tempat tidur dari gading dan duduk berjuntai di ranjang; yang memakan anak-anak domba dari kumpulan kambing domba dan anak-anak lembu dari tengah-tengah kawanan binatang yang tambun; 5 yang bernyanyi-nyanyi mendengar bunyi gambus, dan seperti Daud menciptakan bunyi-bunyian bagi dirinya; 6 yang minum anggur dari bokor, dan berurap dengan minyak yang paling baik, tetapi tidak berduka karena hancurnya keturunan Yusuf! 7 Sebab itu sekarang, mereka akan pergi sebagai orang buangan di kepala barisan, dan berlalulah keriuhan pesta orang-orang yang duduk berjuntai itu.

Nabi Amos sekali lagi menggunakan kidung ratapan untuk memberikan peringatan kepada orang-orang terkemuka di Israel, kali ini selain memberikan peringatan kepada para pemimpin kerajaan Utara dan orang kaya di gunung Samaria, pada saat yang sama juga kepada para pemimpin kerajaan Selatan Yehuda yang berada di Yerusalem, meskipun tujuan utama kitab Amos adalah ditujukan kepada kerajaan Utara yakni Israel, tetapi di antaranya juga ada bagian yang terkait kerajaan selatan Yehuda (Amos 1:1-2; 2:4-5). Pada waktu itu, para pemimpin di Samaria dan kota Yerusalem berpikiran optimis bahwa mereka aman secara militer karena ada penghambat geografis sebagai perlindungan — Gunung Sion dan Gunung Samaria, serta negara juga makmur dan kuat, kerajaan-kerajaan sekitar tidak dapat menjadi ancaman terhadap mereka, sehingga mereka dapat memandang diri mereka sebagai kepala bangsa-bangsa; lalu mereka merupakan kaum elite di antara umat pilihan, maka orang-orang Israel menghormati mereka, mengandalkan dan menaruh harapan pada mereka. Nabi Amos berseru kepada mereka agar pergi melihat ke kota Kalne, kemudian menuju utara ke kota besar Hamat, dan juga ke kota Gat di wilayah orang Filistin di selatan (kota Gat adalah salah satu dari lima kota terkenal di Filistin, satu-satunya kota yang tidak disebutkan dalam Amos 1:6-8 yang berbicara tentang penghakiman atas empat kota Filistin). Keadaan yang sama dengan pasal 3 yang berbicara tentang Israel, nabi Amos menyerukan pemimpin Mesir dan Filistin untuk melihat keadaan kota Samaria (Amos 3:9), apa yang mau dilihat? Apakah melihat keadaan kerajaan Israel yang menang atas mereka? Apakah wilayah mereka lebih besar dari wilayah kerajaan Israel? Jawaban atas kedua pertanyaan itu adalah tidak, inilah yang membuat Israel secara keliru percaya bahwa Hari TUHAN adalah hari turunnya berkat dan bukan turunnya bencana, sehingga mereka tidak menganggap apa yang mereka lihat sebagai peringatan, tetapi malah membawa kekerasan ke dalam pemerintahan mereka, menindas orang miskin, sewenang-wenang menarik pajak yang tinggi, menerima suap dan bahkan membengkokkan integritas, dengan kejam memerintah atas rakyat Israel.

Nabi Amos menggambarkan para pemimpin ini hidup sebagai orang kaya, mereka berbaring dengan nyaman berjuntai kaki di atas tempat tidur gading yang mahal, memakan domba yang gemuk, dan anak-anak sapi yang dibesarkan secara khusus; itu benar-benar pemborosan sia-sia dibandingkan makanan rakyat jelata yang hanya gandum dan buah-buahan, miskin atau cenderung kurang kenyang. Tidak hanya demikian, mereka bahkan menikmati kesenangan, mengarang musik untuk diri mereka sendiri, menambahkan iringan instrumen musik, bersukaria, mereka membandingkannya dengan lagu karangan Daud, tetapi lupa bahwa Daud membuat kidung dan mazmur adalah untuk menyembah dan meninggikan TUHAN, tetapi mereka menikmati diri dalam dosa dengan kepuasan. Mereka minum anggur bukan dalam cangkir, tetapi dari bokor (mangkuk besar), mabuk-mabukan dan ketergantungan pada anggur pasti akan terjadi. Pada zaman itu, mengurap diri dengan minyak adalah untuk melindungi kulit, rakyat jelata menggunakan minyak zaitun biasa, hanya orang kaya yang menggunakan minyak zaitun yang ditambahkan rempah-rempah untuk membuatnya menjadi minyak yang berkualitas tinggi, diseka ke tubuh dengan alasan kesehatan dan juga faktor kosmetik, yang berarti lebih banyak kesenangan dan pesta pora. Kehidupan hedonis mereka dibangun di atas kekayaan yang diperoleh dengan menindas orang miskin, menarik pajak yang tinggi, dan menerima suap menghancurkan integritas, mereka tidak sedih dengan penindasan orang miskin, apalagi cemas atau peduli atas penghakiman yang akan datang ke Israel, ini adalah yang dibenci oleh Allah, merupakan peringatan yang diberitakan nabi Amos.

Nabi Amos telah menubuatkan Israel akan ditawan (Amos 5:5, 27), di sini juga jelas ditunjukkan bahwa para pemimpin harus ditawan terlebih dahulu, ketika musuh-musuh asing menyerbu dan kota ini penuh perang, perjamuan mewah mereka tidak akan ada lagi, apa yang akan datang mengikuti adalah hidup penuh penghinaan, kelaparan, pakaian yang tidak cukup menutupi tubuh dan perbudakan.

Renungkan:
Pada waktu itu, kehidupan orang-orang kaya dan penguasa Israel kaya demikian rusak, menindas orang miskin, tindakan mereka sangat dicela oleh nabi Amos; masyarakat di masa kini mengejar keunggulan, dan banyak elite mengejar tren kehidupan, kenikmatan dan pengetahuan, orang-orang percaya juga terseret mengikuti arus tren, yang tampaknya tidak membuat perbedaan besar. Apakah yang dianggap sebagai kesuksesan bagi pengikut Kristus? Bagaimana seharusnya orang Kristen memandang kekayaan? Bagaimana menerapkan prinsip mendapat lebih banyak pemasukan, lebih banyak menabung, lebih banyak mempersembahkan?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 5:21-27

「Penghakiman Ke-3 atas Israel, (4) Ibadah yang Tidak Diperkenan TUHAN」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 5:21-27 [ITB])
21 Aku membenci, Aku menghinakan perayaanmu dan Aku tidak senang kepada perkumpulan rayamu. 22 Sungguh, apabila kamu mempersembahkan kepada-Ku korban-korban bakaran dan korban-korban sajianmu, Aku tidak suka, dan korban keselamatanmu berupa ternak yang tambun, Aku tidak mau pandang. 23 Jauhkanlah dari pada-Ku keramaian nyanyian-nyanyianmu, lagu gambusmu tidak mau Aku dengar. 24 Tetapi biarlah keadilan bergulung-gulung seperti air dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir.

25 Apakah kamu mempersembahkan kepada-Ku korban sembelihan dan korban sajian, selama empat puluh tahun di padang gurun itu, hai kaum Israel? 26 Kamu akan mengangkut Sakut, rajamu, dan Kewan, dewa bintangmu, patung-patungmu yang telah kamu buat bagimu itu, 27 dan Aku akan membawa kamu ke dalam pembuangan jauh ke seberang Damsyik, firman TUHAN, yang nama-Nya Allah semesta alam.

TUHAN Allah di sini menjelaskan mengapa Ia melarang orang-orang Israel agar jangan pergi ke Betel, Gilgal, dan Bersyeba untuk mencari Dia, karena Allah tidak senang kepada hari raya mereka, hari perkumpulan raya, persembahan korban, nyanyian dan musik mereka, dan jijik dengan ritual agama dan ibadah mereka. Sejak keluaran dari Mesir, orang-orang Israel setiap tahun akan merayakan beberapa hari raya - hari raya Paskah, Roti tidak beragi, hari raya panen sulung, hari raya Tujuh Minggu (PB: hari Pentakosta), hari pendamaian dan hari raya Pondok Daun, dll. Setiap hari raya memiliki makna khusus untuk mengingatkan orang Israel tentang penebusan Allah bagi mereka, tanah dan segala kepemilikan yang telah Tuhan berikan kepada mereka, akan ada pertemuan kudus selama hari perayaan, di mana orang Israel akan mempersembahkan korban kepada Tuhan, bernyanyi memuji Allah, dan akan diiringi dengan alat musik. Tetapi ketika Tuhan menyebutkan korban yang mereka persembahkan, Ia hanya menyebutkan korban bakaran, korban sajian, dan korban keselamatan, tetapi tidak menyebutkan korban penghapus dosa dan korban penebus salah! Inilah tepatnya yang tidak dimiliki oleh orang Israel, mereka tidak memiliki hati yang tahu akan dosa dan mau mengaku berdosa kepada Allah. Meskipun kegiatan keagamaan dan upacara ritual Israel sangat megah, persembahan korban tampaknya sempurna, dan setelah selesainya hari raya perkumpulan mereka mengadakan perjamuan berbagi korban keselamatan dengan penuh sukacita, tetapi semua itu tidak ada artinya, karena mereka bukan saleh sejati, mereka tidak benar-benar menyembah Allah, tidak untuk mencari perkenan Tuhan.

Allah ingin mereka mengejar mencari kebaikan, Tuhan berharap bahwa ketika puncak Gunung Karmel mengering, keadilan dapat terlihat seperti air yang bergulung-gulung dan kebenaran seperti sungai yang selalu mengalir. Israel mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah (Amos 5:7). Kebenaran Allah tidak demikian, itu akan mengalir selamanya dan tidak akan mengering; keadilan Allah seperti banjir, menyirami tanah, menyuburkan ladang, membuat biji-bijian dan buah-buahan bertumbuh, dan kehidupan senantiasa makin menjadi besar. Allah ingin umat Israel tidak hanya sekadar memiliki tindakan ibadah, tetapi yang Allah minta dari mereka adalah kebenaran dan keadilan, sehingga orang miskin, terlantar, dan tertindas bisa mendapatkan keadilan. Jika mereka masih tidak bertobat, penghakiman Allah datang, ketika keadilan dan kebenaran Allah tiba, itu akan seperti banjir tanpa bendungan, dan tibalah kehancuran.

Allah mengingatkan orang Israel bahwa nenek moyang mereka tidak mempersembahkan korban sembelihan dan korban sajian kepada TUHAN ketika mereka meninggalkan Mesir. Di sini, kata kamu dan frasa empat puluh tahun di padang gurun itu digunakan untuk membuat orang Israel mengidentifikasi diri dengan leluhur mereka, mengingatkan mereka, bahwa walau para leluhur tidak memberikan persembahan korban tetapi hubungan mereka dengan TUHAN masih sangat erat. Meskipun nenek moyang mereka itu juga berdosa, Allah tidak meninggalkan mereka, dan masih menuntun mereka masuk ke tanah Kanaan. Sekarang orang Israel menggotong dewa-dewa berhala, tidak memiliki iman yang tulus kepada TUHAN, tidak peduli berapa banyak persembahan korban yang diberikan, berapa banyak hari raya dan perkumpulan raya, berapa banyak alat musik yang digunakan untuk mengiringi dan berapa banyak lagu pujian yang dinyanyikan, itu tidak akan bisa menghindarkan mereka dari nasib ditawan ke pembuangan jauh ke seberang Damsyik. Nubuat ini akhirnya digenapi ketika Asyur merebut kota Samaria, dan orang Israel dibawa ke Asyur di luar Damsyik.

Renungkan:
Apa yang diingatkan oleh Firman Allah kepada kita orang Kristen? Kita dapat beribadah di gereja setiap hari Minggu, mempersembahkan perpuluhan, bernyanyi kidung pujian memuji Tuhan, tetapi jika perilaku orang Kristen tidak berubah sejak dia percaya kepada Tuhan, tidak ada kebenaran keadilan, tidak ada belas kasihan, ketika Tuhan kembali, akan membuat kita terkejut: Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga. Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!(Mat. 7:21-23). Kiranya setiap orang percaya dapat bangun mengikuti Tuhan dan bertindak nyata.

Setiap hari raya orang Israel menyatakan rahmat anugerah dan keselamatan Allah, apakah orang percaya masa kini dalam hari perayaan memfokuskan untuk mengingat hubungan dengan Allah? Bagaimana dengan hari raya Kristen seperti Natal, Jumat Agung dan Paskah, juga Tahun Baru, ataupun hari raya tradisi daerah? Mari merenungkan tentang hubungan antara setiap hari perayaan dan Tuhan, dan merefleksikan bagaimana mewariskan hubungan intim dengan Tuhan kepada generasi berikutnya, sehingga dapat diteruskan dari generasi ke generasi.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 5:16-20

「Penghakiman Ke-3 atas Israel, (3) Tiba Hari TUHAN」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 5:16-20 [ITB])
16 Sesungguhnya, beginilah firman TUHAN, Allah semesta alam, Tuhanku: Di segala tanah lapang akan ada ratapan dan di segala lorong orang akan berkata: Wahai! Wahai! Petani dipanggil untuk berkabung dan orang-orang yang pandai meratap untuk mengadakan ratapan. 17 Dan di segala kebun anggur akan ada ratapan, apabila Aku berjalan dari tengah-tengahmu, firman TUHAN.
18 Celakalah mereka yang menginginkan hari TUHAN! Apakah gunanya hari TUHAN itu bagimu? Hari itu kegelapan, bukan terang! 19 Seperti seseorang yang lari terhadap singa, seekor beruang mendatangi dia, dan ketika ia sampai ke rumah, bertopang dengan tangannya ke dinding, seekor ular memagut dia! 20 Bukankah hari TUHAN itu kegelapan dan bukan terang, kelam kabut dan tidak bercahaya?

TUHAN secara resmi menyatakan hukuman-Nya, baik di kota atau di pedesaan Israel, tidak peduli di tempat-tempat umum di mana orang berkumpul, atau di pasar di seluruh negeri, bahkan di tanah pertanian pedesaan dan kebun-kebun anggur, semua akan penuh dengan suara meratap, dan semua orang berkata Wahai! Wahai! (Aduh! Aduh!). Keadaan tersebut begitu jauh dari situasi mereka saat ini, alun-alun dan gerbang kota adalah tempat yang ramai, penuh dengan suara orang berdagang. Pasar serta jalanan juga penuh dengan suara langkah kaki, suara kuda dan kereta yang sibuk, atau suara gembira anak-anak bermain serta saling berkejaran, tanah pertanian dan kebun-kebun anggur marak suara suka ria setelah panen. Tetapi di masa depan suara kesedihan akan menjadi sedemikian besar, selain mereka yang berprofesi khusus menyanyikan lagu ratapan, para petani (mungkin menganggur karena gagal panen) juga akan diundang untuk ikut menangis. Kenapa begitu? Karena TUHAN lewat di antara mereka, sama seperti dahulu Allah lewat di antara tanah Mesir ketika memimpin mereka keluar dari Mesir, setiap putra sulung Mesir terbunuh, dan setiap rumah penuh suara ratapan berduka, jeritan tangis (Kel 12:12, 30). Namun yang akan menjeritkan suara duka bukan lagi musuh Israel, tetapi umat TUHAN. Inilah saat tibanya Hari TUHAN.

Dalam pemikiran orang Israel tentang Hari Tuhan, mereka percaya bahwa mereka adalah umat pilihan Allah, tidak peduli apa pun yang terjadi Allah akan melindungi mereka. Hari TUHAN mengacu pada hari ketika Allah menyatakan diri, bagi orang Israel itu adalah hari penebusan. Di masa lalu, Allah campur tangan dalam pertempuran mereka dengan bangsa-bangsa lain, membawakan kemenangan kepada umat-Nya, sama seperti Gideon mengalahkan orang Midian (Hakim 7), atau Daud menang besar mengalahkan orang Filistin (2 Sam. 5:17-25), oleh karena itu, mereka berharap bahwa Hari TUHAN datang, mereka dapat mengalahkan musuh-musuh mereka, membebaskan diri dari penindasan, dan membawa keselamatan Allah. Nabi Amos justru mengingatkan mereka tentang aspek lain dari hari TUHAN, bahwa penghakiman Allah akan datang dan bahwa penghakiman itu akan dimulai dari rumah Tuhan (1 Petrus 4:17). Orang Israel berharap hari TUHAN adalah cerah dan penuh cahaya, penebusan Israel; tetapi nabi Amos malahan mengatakan bahwa hari TUHAN gelap dan suram, adalah saat Israel menghadapi penghakiman.

Nabi Amos menggunakan pengalaman hidup di padang belantara untuk menggambarkan hari TUHAN. Ketika seseorang bertemu singa di hutan belantara, ia melarikan diri dengan panik, berusaha menghindarinya, dan akhirnya setelah susah payah melarikan diri, tetapi justru beruang datang menghampiri, ia berlari dengan sekuat tenaga; dengan tidak mudah ia masuk ke dalam rumah, sudah begitu lelah sehingga dia tidak bisa bernapas, dan kengeriannya baru sedikit mereda tenang, ia beristirahat dengan tangan menopang ke dinding, tetapi siapa yang mengira ular memagut tangannya. Hari TUHAN adalah seperti ini, melarikan diri adalah hanya sementara, pada akhirnya kematian dan kegelapan akan datang.

Renungkan:
Nabi Amos mengatakan bahwa hari TUHAN bisa menjadi penghakiman Israel atau penebusan Israel, bagaimana memilih bergantung pada bagaimana orang Israel mematuhi kehendak Allah dalam hidup. Bagi kita hari ini, datang kembalinya Yesus Kristus juga memiliki makna yang sama, hari kedatangan Tuhan bisa menjadi kesuraman penghakiman atau kemuliaan penebusan. Itu semua tergantung pada respons manusia, orang yang percaya dan taat kepada Tuhan Yesus Kristus akan bangkit dan mendapatkan hidup kekal ketika Tuhan datang kembali, orang-orang yang tidak percaya akan hidup selamanya di lautan api. Mereka yang percaya juga harus dihakimi atas apa yang telah mereka lakukan ketika mereka masih hidup di dunia, dan masing-masing harus menerima upahnya sendiri sesuai dengan pekerjaannya sendiri (1 Kor. 3:8). Bagaimana hari datang kembalinya Tuhan tergantung pada pilihan orang percaya hari ini. Apakah Anda siap untuk bertemu dengan Tuhan yang akan datang kembali?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 5:6-15

「Penghakiman Ke-3 atas Israel, (2) Carilah Kebaikan, Jauhi Kejahatan」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 5:6-15 [ITB])
6 Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup, supaya jangan Ia memasuki keturunan Yusuf bagaikan api, yang memakannya habis dengan tidak ada yang memadamkan bagi Betel. 7 Hai kamu yang mengubah keadilan menjadi ipuh dan yang mengempaskan kebenaran ke tanah! 8 Dia yang telah membuat bintang kartika dan bintang belantik, yang mengubah kekelaman menjadi pagi dan yang membuat siang gelap seperti malam; Dia yang memanggil air laut dan mencurahkannya ke atas permukaan bumi — TUHAN itulah nama-Nya. 9 Dia yang menimpakan kebinasaan atas yang kuat, sehingga kebinasaan datang atas tempat yang berkubu.

10 Mereka benci kepada yang memberi teguran di pintu gerbang, dan mereka keji kepada yang berkata dengan tulus ikhlas. 11 Sebab itu, karena kamu menginjak-injak orang yang lemah dan mengambil pajak gandum dari padanya, sekalipun kamu telah mendirikan rumah-rumah dari batu pahat, kamu tidak akan mendiaminya; sekalipun kamu telah membuat kebun anggur yang indah, kamu tidak akan minum anggurnya. 12 Sebab Aku tahu, bahwa perbuatanmu yang jahat banyak dan dosamu berjumlah besar, hai kamu yang menjadikan orang benar terjepit, yang menerima uang suap dan yang mengesampingkan orang miskin di pintu gerbang. 13 Sebab itu orang yang berakal budi akan berdiam diri pada waktu itu, karena waktu itu adalah waktu yang jahat.

14 Carilah yang baik dan jangan yang jahat, supaya kamu hidup; dengan demikian TUHAN, Allah semesta alam, akan menyertai kamu, seperti yang kamu katakan. 15 Bencilah yang jahat dan cintailah yang baik; dan tegakkanlah keadilan di pintu gerbang; mungkin TUHAN, Allah semesta alam, akan mengasihani sisa-sisa keturunan Yusuf.

Dalam pasal sebelumnya, nabi Amos lima kali menghela napas meratapi Israel yang tidak kembali kepada Allah (Amos 4:6, 8, 9, 10, 11), sehingga hukuman Allah akan datang. Dalam pasal ini, nabi Amos menunjukkan kepada orang Israel apa artinya kembali kepada Allah, dalam bagian kidung ratapan ini, nabi Amos mengemukakan lima kali carilah kepada orang-orang Israel, ia menunjukkan tiga arah yang benar bagi pencarian, Carilah Aku, maka kamu akan hidup(Amos 5:4),Carilah TUHAN, maka kamu akan hidup(Amos 5:6),Carilah yang baik … supaya kamu hidup(Amos 5:14); Arah pencarian yang salah, Jangan mencari Betel (Amos 5:5) dan Jangan mencari kejahatan (Amos 5:14). Amos menunjukkan bahwa mencari Allah bukanlah pergi ke tempat yang biasanya dipandang sebagai tempat kudus oleh orang Israel — Betel, untuk melakukan apa yang mereka pikir adalah untuk melayani Allah, tetapi apa yang harus mereka lakukan adalah mencari – Allah yang kudus dan adil benar, mencari kebaikan — untuk mencintai dan menjalani kebaikan yang dicintai Allah, sebaliknya bukan mencari kejahatan, tetapi membenci kejahatan yang dibenci Allah. Dengan cara ini, mereka tidak hanya akan hidup, TUHAN, Allah semesta alam akan menyertai mereka, dan akan mengasihani mereka.

Pada saat itu, orang Israel berpikir bahwa mereka adalah umat pilihan, adalah yang dipilih oleh Allah, jadi tidak peduli bagaimana pun, hidup keberadaan mereka tidak akan ada masalah, terlebih tidak perlu khawatir penyertaan dan belas kasih Allah. Pada masa ini, Israel kaya dan kuat, bukankah ini bukti kehadiran penyertaan dan belas kasih Allah? Mereka lupa peringatan yang diberikan kepada orang-orang Israel oleh raja Salomo ketika dia mempersembahkan Bait Suci: Tetapi jika kamu ini berbalik dan meninggalkan segala ketetapan dan perintah-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan pergi beribadah kepada allah lain dan sujud menyembah kepadanya, maka Aku akan mencabut kamu dari tanah-Ku yang telah Kuberikan kepadamu, dan rumah ini yang telah Kukuduskan bagi nama-Ku, akan Kubuang dari hadapan-Ku, dan akan Kujadikan kiasan dan sindiran di antara segala bangsa(2 Taw. 7:19-20). Di sini nabi Amos meratapi bahwa orang Israel tidak bertobat kembali kepada Allah, tetapi ia menunjukkan perubahan yang membawa harapan, yakni jika orang Israel bertobat dan kembali kepada Allah dan berbuat baik kepada bangsanya sendiri, Allah akan kembali, seperti yang mereka katakan yakni akan menyertai mereka, mereka juga akan menganugerahkan berkat kepada mereka,

Ketika nabi Amos memperingatkan orang-orang Israel untuk mencari TUHAN (Yahweh), jika mereka benar-benar mencari dari arah yang tepat, apa pun penghakiman yang akan mereka hadapi, mereka pasti akan selamat, dan inilah yang berulang kali dijanjikan TUHAN. Tetapi jika Israel tidak berbalik untuk mencari TUHAN dari arah yang benar, penghakiman TUHAN seperti api datang kepada kaum Yusuf (kerajaan Israel di Utara), dan kemarahan Allah seperti api membakar Betel (pusat keagamaan di Utara), keadaannya seperti yang disebutkan sebelumnya, seperti anak dara Israel jatuh terkapar di atas tanahnya tidak ada yang datang membantunya bangkit, demikian juga tidak ada yang datang untuk membantu memadamkan api.

Amos dengan cara yang bersilang bergantian membahas tentang TUHAN dan umat Israel, di ayat 6 ia memperingatkan orang-orang Israel agar mereka terus mencari TUHAN, lalu dalam ayat 8 – 9 dengan nyanyian pujian ia memuji kebesaran Allah yang berkuasa menghukum Israel, lalu dalam ayat 11 menuliskan Allah menghukum ketidakadilan ketidakbenaran Israel. Dalam nyanyian di ayat 8-9, nabi Amos sekali lagi menyatakan bahwa Allah adalah Tuhan Pencipta, dan Allah menciptakan semua jenis bintang di langit, Ia juga adalah Tuhan Pemelihara keberlanjutan, siang menjadi malam, dan malam menjadi pagi, ada dalam tangan kendali-Nya. TUHAN Allah juga dapat mengubah yang membusuk menjadi keajaiban, mengubah bayang-bayang kematian yang tanpa harapan menjadi cahaya pagi, menjadi sebuah awal yang baru; Allah juga dapat memanggil semua yang ada di alam, Ia tidak hanya dapat membuat angin, Ia juga dapat memanggil air laut, dapat memanggil air meninggalkan laut tempat ia berada sehari-harinya dan membanjiri daratan; orang yang kuat maupun benteng yang kuat tidak dapat melarikan diri dari kehancuran yang datang dari Allah; karena Ia adalah TUHAN (Yahweh) adalah Allah Maha Besar yang memegang kendali atas dunia. Di ayat 11, nabi Amos menunjukkan bahwa rumah kokoh dan indah serta kebun anggur indah yang didapatkan dengan cara jahat yang tidak adil dan tidak benar oleh Israel, semuanya sia-sia, mereka tidak akan dapat menikmatinya.

Di antara saling bersilangnya seruan dari TUHAN (Yahweh), keagungan, dan hukuman, di ayat 7 nabi Amos menyebutkan bahwa orang Israel meninggalkan keadilan dan kebenaran, di ayat 10 – 12 ia mendaftarkan kejahatan konkret orang Israel. Ipuh adalah rempah-rempah dengan rasa pahit, kebenaran pada dasarnya digunakan oleh mereka yang memegang kuasa untuk membangun tatanan sosial, sehingga orang bisa mendapatkan hasil dari apa yang telah mereka lakukan, jika terjadi ada gugatan, semua orang bisa berdiri meminta keadilan tanpa rasa takut. Sekarang keadilan telah berubah menjadi pahit, dan keadilan telah dicampakkan ke tanah; karena dalam ayat 10, nabi Amos menggambarkan pemimpin yang memegang kuasa ternyata membenci orang-orang yang bertanggung jawab memutuskan keadilan dan kebenaran di pintu gerbang kota, serta membenci keji kepada yang berkata dengan jujur tulus ikhlas; sehingga karena dia menerima suap, maka orang benar dianiaya, dan orang miskin dihina dan ditindas.

Secara mengejutkan, ayat 13 mengatakan bahwa orang bijak berakal budi akan berdiam diri di waktu yang begitu menyeramkan ini. Orang bijak memahami situasi saat ini dan memahami bahwa orang jahat akan dihukum, tidakkah seharusnya dia membuka mulut untuk berbicara tentang keadilan? Tidakkah ia harus seperti nabi Amos, secara terbuka berperang melawan kejahatan dan berbicara untuk orang miskin serta tertindas? Mengapa orang bijak tampaknya melindungi dirinya sendiri dan mencari kebaikan untuk dirinya sendiri saja? Apakah dia seperti Amos sudah melakukan semua yang dia bisa, apa yang harus ia katakan sudah ia bicarakan, yang bisa dia lakukan sekarang adalah dalam kesunyiannya ia menunggu penghakiman Tuhan datang, hanya dapat menunggu kehancuran bangsa Israel datang?

Renungkan:
Dalam perikop ini, Allah yang adil benar tampaknya saling berkonfrontasi dengan orang yang tidak benar; melihat masyarakat saat ini, sampai pada tingkat apa penindasan, penganiayaan, suap dan ketidakadilan institusional telah memengaruhi tempat Anda tinggal? Bagaimana cara orang-orang percaya bisa mengejar untuk hidup, mencari penyertaan Tuhan, dan memohon belas kasihan dari Tuhan?

Apa yang harus dilakukan orang bijak di zaman sekarang ini? Apakah Anda atau saya adalah orang bijak?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 5:1-5

Penghakiman Ke-3 atas Israel, (1) Mencari Allah, Pasti Hidup
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 5:1-5 [ITB])
1 Dengarlah perkataan ini yang kuucapkan tentang kamu sebagai ratapan, hai kaum Israel: 2 Telah rebah, tidak akan bangkit-bangkit lagi anak dara Israel, terkapar di atas tanahnya, tidak ada yang membangkitkannya.
3 Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH kepada kaum Israel: Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang. 4 Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: Carilah Aku, maka kamu akan hidup! 5 Janganlah kamu mencari Betel, janganlah pergi ke Gilgal dan janganlah menyeberang ke Bersyeba, sebab Gilgal pasti masuk ke dalam pembuangan dan Betel akan lenyap.

Ketika nabi Amos berbicara tentang berita penghakiman ketiga, nada tulisannya bergeser, dia dengan jelas menyanyikan kidung ratapan kepada umat Israel. Dalam dua ayat berikutnya, dia memanggil orang-orang Israel agar datang berkumpul untuk mendengarkan ratapan ini, agar mereka memahami keadaan mereka saat ini, tahu bahwa situasinya serius, mereka harus segera dengan cepat merespons.

Ratapan itu berkata, telah rebah, tidak akan bangkit-bangkit lagi anak dara Israel, umat Israel awalnya dimaksudkan sebagai perawan, Israel seperti seorang gadis, saat itu masih muda, penuh vitalitas hidup, masa depan tanpa batas, dan masih perawan. Sifat perawan ini dapat merujuk pada aspek politik, yang belum diinvasi oleh negara lain, dan masih merupakan kerajaan independen; atau secara aspek agama, belum sepenuhnya berbalik kepada Allah dan masih menyembah berhala dewa palsu. Lalu, kerajaan ini telah jatuh, dan jatuh rebah adalah perkataan nubuat dalam bentuk sudah selesai, yang dapat diterjemahkan sebagai rebah yang sudah pasti dan tak terhindarkan; nabi Amos tampaknya telah melihat kejatuhan Israel, tidak hanya sekadar jatuh, tetapi terlebih tidak bisa bangkit lagi, terkapar di tanah tanpa daya, tidak ada yang datang untuk membantunya berdiri, sehingga dia tampak seperti tumpukan mayat.

Nabi Amos dalam kata-kata Firman Allah menjelaskan situasi ini, yaitu perang akan datang, Israel dikalahkan hancur total, jika mampu mengutus seribu tentara hanya seratus yang tersisa, dan jika mampu mengutus seratus prajurit hanya sepuluh yang tersisa, hari kehancuran total sepertinya sudah tidak jauh.

Tepat di saat ini, nabi Amos menasihati umat Israel, memberitahukan kepada mereka bahwa masih ada kesempatan. Siapa yang akan datang membantu Israel? Apakah saudaranya, Yehuda? Apakah kerabat mereka Edom, Amon atau Moab? Apakah Tirus sekutu mereka? Apakah musuh mereka Aram atau orang Filistin? Jawabannya adalah tidak. Hanya TUHAN Allah yang membuat perjanjian dengan Israel, Dia yang memimpin mereka keluar dari Mesir, ke Kanaan, Dia yang menganugerahkan hukum dan peraturan. TUHAN memberitahukan kepada mereka bahwa jika mereka mencari Allah, maka masih akan ada titik balik. Dari awal kitab Amos hingga saat ini, pertama kali nabi Amos menunjukkan adanya kesempatan kepada umat Israel. Kesempatan ini dijanjikan Allah sendiri kepada umat Israel, sehingga benar-benar dapat dipercaya dan diandalkan. Meskipun apa yang digambarkan nabi Amos dan apa yang dikatakan Allah sangat keras dan serius, tetapi Allah berjanji bahwa jika umat Israel mencari Dia, yaitu, menyembah satu-satunya Tuhan yang benar, dan mematuhi apa yang diperintahkan Allah, mereka pasti akan selamat, bahkan sekarang ini masih belum terlambat, masih ada kesempatan perubahan. Tetapi TUHAN dengan jelas menunjukkan kepada Israel agar mereka tidak boleh pergi ke Betel, Gilgal, dan Bersyeba untuk mencari Dia, meskipun ketiga tempat itu memiliki makna yang besar dalam sejarah Israel.

Betel dan Gilgal adalah kursi tempat suci milik Israel (Amos 4:4-5), silakan merujuk kembali renungan Amos 4:4-5 sebelumnya. Betel adalah tempat di mana Yakub berubah (nama dia diubah) dan tempat di mana ia membuat perjanjian dengan Allah; Gilgal juga penuh dengan kenangan bersejarah tentang orang Israel memasuki Kanaan. Bersyeba juga merupakan tempat suci bagi bangsa Israel, itu adalah tempat di mana Abraham dan raja Filistin Abimelekh membuat perjanjian, karena Abimelekh melihat bahwa Allah menyertai Abraham, nama Bersyeba adalah memiliki arti perjanjian (Kej. 21:22-23). Kemudian Ishak tiba di Bersyeba, di mana Allah menampakkan diri kepadanya dan mengatakan kepadanya bahwa Allah akan menyertainya dan memberkatinya (Kej. 26:23-24). Bertahun-tahun kemudian, ketika Yakub mendapatkan pengaturan dari putranya yang telah lama hilang, Yusuf, dan sebelum berangkat ke Mesir, di Bersyeba Allah menampakkan diri kepadanya dalam sebuah penglihatan, berjanji akan menyertai dia pergi ke Mesir (Kej. 46:1-4). Bersyeba juga merupakan tempat di mana kedua putra nabi Samuel menjadi hakim (1 Sam. 8:2) dan tempat yang dilewati nabi Elia saat melarikan diri untuk menghindari pembunuhan Izebel (1 Raj. 19:3) Di sini Allah dengan sangat jelas sekali menjelaskan kepada orang Israel bahwa mereka harus mencari Allah, bukan sekedar mengenang masa lalu yang lewat. Mereka harus mencari Allah, tetapi bukan untuk menyembah dan memberikan persembahan korban kepada Allah, lalu apa yang Tuhan minta mereka lakukan? Orang-orang Israel masih harus melanjutkan mendengarkan.

Renungkan:
Sejarah keselamatan adalah pengalaman manis dan kenangan indah bagi setiap orang yang telah diselamatkan dan telah beralih dari kegelapan menjadi terang. Tetapi waktu tidak dapat berhenti pada sesaat ketika mendapatkan keselamatan, setelah mengalami keselamatan seseorang harus melanjutkan tiada henti mengalami hidup dalam iman dan mengenal realitas Allah, dan pada saat yang sama merealisasikan patuh pada panggilan Allah. Mari kita mengingat kembali karya yang telah Tuhan lakukan dalam hidup kita, sejak dari hari kita mulai mengenal Tuhan sampai sekarang, mari kita bersyukur, bertobat, memohon kekuatan, dan kemudian meminta Tuhan untuk terus menyertai dan berjalan bersama kita.


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 4:12-13

Penghakiman Ke-2 atas Israel, (4) Bersiaplah Bertemu Allahmu
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 4:12-13 [ITB])
12 Sebab itu demikianlah akan Kulakukan kepadamu, hai Israel. — Oleh karena Aku akan melakukan yang demikian kepadamu, maka bersiaplah untuk bertemu dengan Allahmu, hai Israel!
13 Sebab sesungguhnya, Dia yang membentuk gunung-gunung dan menciptakan angin, yang memberitahukan kepada manusia apa yang dipikirkan-Nya, yang membuat fajar dan kegelapan dan yang berjejak di atas bukit-bukit bumi — TUHAN, Allah semesta alam, itulah nama-Nya.

Ketika nabi Amos dengan terperinci menyebutkan tiga kejahatan: wanita Samaria yang berfoya-foya (Amos 4:1-3); Betel dan Gilgal tidak mematuhi perintah Allah mengadakan ibadah hanya untuk kesenangan mereka sendiri (Amos 4:4-5); menolak panggilan pertobatan dalam pesan penghakiman (Amos 4:6-11), nabi Amos memakai kata sebab itu untuk menyatakan bahwa Allah demikianlah akan melakukan untuk melanjutkan penghakiman dalam Amos 4:6-11, dan melaksanakan tiga bencana dinubuatkan dalam Amos 3:9-15; kemudian menasihati orang Israel untuk siap bertemu Allah mereka.

Kata Allahmu memunculkan hubungan antara Allah dan bangsa Israel, pada awalnya hubungan antara Allah dan manusia penuh cinta kasih dan kehangatan, pernyataan deklarasi yang sedemikian intimnya Aku akan menjadi Allahmu dan kamu akan menjadi umat-Ku, tetapi sekarang orang Israel telah meninggalkan Allah untuk mengikuti berhala-berhala mereka, menghancurkan hubungan mereka dengan Allah, tidak mengenal Allah sama seperti bangsa-bangsa asing.

Ketika umat Israel meninggalkan Mesir, Allah bertemu mereka di Gunung Sinai, Allah berfirman kepada Musa agar memberitahukan orang-orang untuk menguduskan diri, mencuci pakaian, dan tidak mendekati wanita, bersiap untuk bertemu dengan Allah (Kel. 19:10-11, 14-15) karena Allah adalah kudus dan agung megah. Ketika umat sudah siap, Musa memimpin mereka keluar dari perkemahan untuk menyambut Allah, pada saat itu ada guntur, kilat, dan awan padat di gunung. Allah kemegahan Maha Wibawa Allah datang kepada umat-Nya, dan gemetarlah umat Allah (Kel. 19:16-19) Sekarang nabi Amos seperti Musa, memberitahukan kepada orang Israel untuk bersiap bertemu dengan Allah. Apa yang bisa diharapkan orang Israel? Salah satu akibat yang mungkin mereka hadapi adalah menerima keputusan hukuman penghakiman, yang berarti penghancuran dan kebinasaan; tetapi mereka juga bisa sungguh-sungguh bertobat dan benar-benar kembali kepada Allah, ini berarti harapan. Karena Allah adalah Allah perjanjian, Ia setia, jika orang Israel sepenuh hati setia kepada Allah mereka, Allah tidak dapat dan tidak akan meninggalkan orang Israel. Allah sedang menunggu orang Israel untuk berbalik, bertobat, mengakui pelanggaran mereka, meninggalkan dosa-dosa yang dilakukan, dan kembali kepada-Nya. Nabi Amos, seperti Musa, memimpin umat Israel untuk bertemu Allah, yang berarti bahwa Allah Maha Tinggi di atas bersedia datang di antara umat-Nya. Ini adalah rahmat anugerah yang terbesar, karena Allah selain adalah Hakim tetapi juga Penyelamat dan Penebus Israel. Jika seseorang hanya mencintai dirinya dan mengutamakan dirinya sendiri dalam hidup, ia secara alami akan melanggar menyalahi Allah, dan ia akan kehilangan kasih Allah; tetapi jika ia mengasihi Allah, menempatkan Allah sebagai yang utama dalam kehidupan, maka akan ada kidung pujian himne yang indah.

Amos mengakhiri pesan ini dengan kidung pujian singkat, ia menunjukkan bahwa Allah adalah Tuhan Pencipta, seperti yang dikatakan dalam pasal Kejadian bahwa Allah adalah Tuhan yang menciptakan dari tidak ada, Allah juga seperti seniman membentuk segala sesuatu, benda-benda yang memiliki wujud seperti gunung merupakan ciptaan Tuhan, yang tidak berwujud seperti angin juga diciptakan oleh Allah; Allah juga adalah Allah yang memberikan wahyu, Dia membuat kehendak pikiran-Nya diketahui oleh manusia melalui kata-kata dan tulisan nabi Amos; Allah juga adalah Tuhan pemelihara, Dia menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, berhentilah Ia pada hari ketujuh, tetapi Dia tidak mencampakkan dunia, Dia masih memelihara berjalannya alam semesta, dari cahaya pagi menjadi gelap, dan berlanjut dari gelap ke terang pagi, dari terang menjadi gelap membawa kesedihan dan keputusasaan, tetapi dari gelap menjadi terang dapat membawakan harapan dan sukacita kegembiraan; Allah juga adalah Tuhan yang memegang kendali atas semua hal, Dia Maha Tinggi berjejak di atas bukit-bukit bumi, dalam kemenangan dan keagungan datang ke dunia, namanya adalah YAHWEH TUHAN semesta alam, berhala asing sedikitpun tidak bisa menyamai Dia.

Renungkan:
Setiap orang harus siap untuk bertemu Tuhan, tidak peduli apakah perilaku kita jelas dilihat mata atau dosa yang tersembunyi, semua tidak dapat lepas dari pandangan Tuhan, bagaimana kita bisa mempersiapkan diri? Mengapa harus bersiap? Kapan saya harus bersiap?
Apakah Allah yang Anda kenal adalah Pencipta, Pemberi Wahyu Firman-Nya, Pemelihara, Pemegang kuasa? Apakah ada aspek tersebut yang Anda kurang pahami tentang Allah?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 4:6-11

Penghakiman Ke-2 atas Israel, (3) Mengabaikan Peringatan」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 4:6-11 [ITB])
6 Sekalipun Aku ini telah memberi kepadamu gigi yang tidak disentuh makanan di segala kotamu dan kekurangan roti di segala tempat kediamanmu, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.
7 Akupun telah menahan hujan dari padamu, ketika tiga bulan lagi sebelum panen; Aku menurunkan hujan ke atas kota yang satu dan tidak menurunkan hujan ke atas kota yang lain; ladang yang satu kehujanan, dan ladang, yang tidak kena hujan, menjadi kering; 8 penduduk dua tiga kota pergi terhuyung-huyung ke satu kota untuk minum air, tetapi mereka tidak menjadi puas; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.
9 Aku telah memukul kamu dengan hama dan penyakit gandum, telah melayukan taman-tamanmu dan kebun-kebun anggurmu, pohon-pohon ara dan pohon-pohon zaitunmu dimakan habis oleh belalang, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.
10 Aku telah melepas penyakit sampar ke antaramu seperti kepada orang Mesir; Aku telah membunuh terunamu dengan pedang pada waktu kudamu dijarah; Aku telah membuat bau busuk perkemahanmu tercium oleh hidungmu; namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.
11 Aku telah menjungkirbalikkan kota-kota di antara kamu, seperti Allah menjungkirbalikkan Sodom dan Gomora, sehingga kamu menjadi seperti puntung yang ditarik dari kebakaran, namun kamu tidak berbalik kepada-Ku, demikianlah firman TUHAN.

Di sini nabi Amos lima kali menyebutkan demikianlah firman TUHAN, Allah menyatakan kepada orang-orang Israel bahwa Allahlah yang mengambil inisiatif untuk menjatuhkan berbagai hukuman terhadap Israel, tetapi respons orang Israel seperti yang Allah katakan kamu tidak berbalik kepada-Ku

Nabi menyebutkan hukuman Allah sebagai berikut: 1) kelaparan dan kekurangan makanan, gigi yang bersih tidak disentuh makanan di setiap kota, khususnya kota-kota padat penduduk dengan cakupan yang tidak kecil; 2) serangan kekeringan kemarau, tiga bulan sebelum panen, ketika tanaman menunggu datangnya hujan musim dingin, hujan justru berhenti, gandum tidak dapat dipanen. Kemurahan Allah masih ada, ada hujan di beberapa daerah tetapi di beberapa daerah tidak ada hujan, rakyat di tempat yang kekeringan pergi berdesak-desakan di kota yang ada air, sedemikian penuh kepanikan, tetap tidak cukup untuk minum; 3) Angin panas dari padang pasir (lihat ISH, CUV) – angin yang menghanguskan, penyakit gandum yang membuat tanaman berjamur dan membusuk, ditambah invasi belalang, sehingga kebun sayur, kebun anggur, pohon ara, dan pohon zaitun yang ada di antara orang-orang Israel gagal menghasilkan buah. Bencana mengerikan, meliputi pedesaan dan pertanian; 4) wabah (sampar) dan perang. Wabah itu begitu berat sehingga mereka teringat ketika mereka meninggalkan Mesir, tetapi kali ini wabah bukan datang kepada musuh mereka bangsa Mesir, mereka menyadari bahwa wabah itu menyebar di antara umat Allah, dan perang juga menyebabkan kematian dan kehilangan besar, kuda-kuda penting dalam pertahanan ataupun orang-orang muda harapan di masa depan semuanya terbunuh oleh pedang, mayat-mayat bergelimpangan di mana-mana, dan tempat tinggal mereka berbau busuk; 5) dijungkirbalikkan oleh Allah, ini mungkin merujuk pada kehancuran gempa bumi. Nabi Amos menggunakan Sodom dan Gomora yang dahulu dijungkirbalikkan oleh Allah untuk membandingkannya dengan Israel, bisakah orang Israel yang mendengarnya itu kemudian tetap tidak sadar atau sedih? Nabi Amos menggambarkan Israel sebagai sepotong kayu yang diselamatkan dan tidak terbakar musnah, mereka mendapat keselamatan itu adalah penuh keajaiban, seperti mukjizat.

Musa dalam kitab Ulangan (Ul. 4:23-31) telah sejak awal memperingatkan semua orang Israel saat masih berada di sebelah timur Sungai Yordan sebelum memasuki tanah Kanaan, bahwa jika mereka melupakan perjanjian dengan TUHAN Allah dan pergi untuk menyembah dewa-dewa lain, Allah akan membuat mereka musnah dengan cepat. Tetapi Musa menubuatkan mereka bahwa dalam keadaan putus asa, mereka harus mencari TUHAN, Allah mereka, bertobat kembali kepada TUHAN, dan mematuhi kata-kata-Nya, Allah adalah Tuhan yang berbelas kasih, Dia tidak akan pernah mencampakkan mereka, menghancurkan mereka, dan melupakan perjanjian yang Tuhan adakan dengan leluhur mereka. Raja Salomo saat membangun Bait Suci TUHAN di Yerusalem, ketika ia mempersembahkan Bait Suci, ia mengumumkan kepada mereka dan memberi mereka petunjuk, bahwa jika orang-orang Israel melanggar Allah, Allah menghukum mereka sehingga langit akan tertutup tidak menurunkan hujan, ada penyakit sampar, hama dan penyakit gandum, belalang, atau belalang pelahap, apabila musuh menyesakkan mereka di salah satu kota mereka, apabila ada tulah atau penyakit apapun, jika ada satu orang atau segenap umat Allah menadahkan tangannya ke Bait Suci Allah untuk berdoa maka Allah akan mendengar dan mengampuni, agar mereka seumur hidup mereka di bumi hormat takut akan Allah dan menaati Firman-Nya. Setelah itu, Allah juga menampakkan diri kepada raja Salomo, berjanji bahwa jika umat Allah merendahkan diri, berdoa, mencari wajah Allah, dan berpaling dari perbuatan jahat, maka Allah akan mendengar dan mengingat perjanjian dengan Daud, sehingga tidak akan terputus keturunan Daud memerintah atas Israel (2 Taw. 6:26-31; 7:13-18).

Nabi Amos di sini menuliskan hukuman Tuhan, sama seperti yang dikatakan Musa dan raja Salomo, tetapi sangat disayangkan bahwa orang-orang Israel tidak menanggapi, tidak bertobat, tidak meninggalkan dosa-dosa mereka dan meminta pengampunan Allah.

Renungkan:
Bencana alam dan bencana akibat ulah manusia melimpah di dunia saat ini. Kebakaran gunung sangat sulit diselesaikan, banjir dan gempa bumi tidak ada habisnya, serangan hama belalang, epidemi menyebar, dan perang masih sering terjadi … manusia berpikir untuk menggunakan metode teknologi dan politik untuk menyelesaikannya, apakah itu adalah satu-satunya arah yang benar? Atau apakah kita harus melihat apa yang kurang dari dunia ini? Allah mengharapkan pertobatan umat-Nya. Ketika Anda melihat situasi dunia saat ini, apakah Anda mau seperti Nehemia mengakui diri berdosa sama dengan mereka yang melanggar Allah (Neh 1:6) dan berdoa untuk mereka?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 4:4-5

Penghakiman Ke-2 atas Israel, (2) Ibadah Mencari Perkenan Manusia」
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 4:4-5 [ITB])
4 Datanglah ke Betel dan lakukanlah perbuatan jahat, ke Gilgal dan perhebatlah perbuatan jahat! Bawalah korban sembelihanmu pada waktu pagi, dan persembahan persepuluhanmu pada hari yang ketiga! 5 Bakarlah korban syukur dari roti yang beragi dan maklumkanlah persembahan-persembahan sukarela; siarkanlah itu! Sebab bukankah yang demikian kamu sukai, hai orang Israel? demikianlah firman Tuhan ALLAH.

Betel merupakan tempat penting dalam sejarah Israel. Ketika Abraham sampai di Kanaan, ia membangun sebuah mezbah bagi Allah di Betel (Kej. 12:8). Betel secara khusus terkait dengan Yakub leluhur Israel (ia juga bernama Israel); Esau ditipu hak kesulungannya menyebabkan dia hendak membunuh Yakub setelah Ishak ayahnya meninggal, dan Yakub melarikan diri dari rumah ayahnya ketika dia tahu hal itu. Di perjalanan, di Betel ia bermimpi bertemu utusan Allah, dan kemudian mendirikan sebuah mezbah di sana (Kej. 35:3). Ketika umat Allah terbagi menjadi dua kerajaan utara dan selatan, raja Israel Yerobeam dari Utara mendirikan tempat penyembahan di Betel, dia melakukan ini bukan karena dia mendapat perintah Allah, juga bukan karena dia memberikan perhatian bagi kesalehan dan kebaikan untuk umat Israel; Dia melakukannya karena dia takut orang-orang akan pergi ke tanah Yehuda (selatan) untuk menyembah TUHAN dan hati mereka berpaling kepada kerajaan Yehuda, yang pada akhirnya mereka akan membunuh dia. Dia ingin tempat penyembahan di Betel dan Dan menggantikan Bait Suci Yerusalem, ia juga membuat dua anak lembu emas (berhala), menentukan sendiri suatu hari raya, mengangkat sendiri para imam, dan ia sendiri naik tangga mezbah itu mengorbankan persembahan (1 Raj. 12:26-33), dia melakukan semuanya demi keuntungannya sendiri sehingga agama negara Israel (utara) sejak awal bercampur aduk, tidak menaati perintah Allah, tidak lagi seperti yang dilakukan umat Allah yang patuh ketika meninggalkan Mesir.

Gilgal adalah tanah perkemahan pertama ketika orang-orang Israel menyeberangi Sungai Yordan untuk memasuki Kanaan, di mana mereka mendirikan batu monumen untuk mengingat rahmat anugerah Allah (Yosua 4:20-24), di sana mereka disunat (Yosua 5:7-9) , Mereka ada di sana untuk pertama kalinya untuk merayakan Paskah setelah memasuki tanah Kanaan (5:10-12). Gilgal adalah tempat kudus yang memiliki makna sejarah penting dan bernilai bagi umat Israel.

TUHAN menunjukkan: orang Israel pergi ke Betel dan Gilgal untuk beribadah dan memberikan korban, kelihatannya mereka seperti menyembah Allah, tetapi kenyataannya mereka berdosa dan hanya menambah dosa karena motivasi mereka salah – untuk menyenangkan hati orang, bukan untuk menyenangkan Allah dan berkenan kepada-Nya.

Dalam hanya dua ayat saja sudah terdapat enam tindakan kamu, termasuk (kamu) datanglah ke Betel …, korban sembelihanmu, persembahan persepuluhanmu, bakarlah korban syukur(mu) dari roti yang beragi korban syukur dari roti yang beragi, persembahan-persembahan sukarela(mu), yang demikian kamu sukai, TUHAN melihat Israel pergi menyembah ke Betel adalah sebagai dosa, dan menekankan bahwa semua ini adalah korban persembahan orang Israel, dan tutup mulut sama sekali tidak menyebut itu sebagai pengorbanan yang berkenan kepada Allah. Korban-korban persembahan itulah yang dipandang berharga oleh orang-orang Israel ketika mereka pergi ke Betel atau Gilgal, setiap pagi mereka mempersembahkan korban, tiga hari setelah kedatangan mereka memberikan persembahan persepuluhan, sangat teliti tidak kurang satupun; menurut aturan Imamat, korban sajian kepada Allah harus tidak beragi (Im. 2:11). Dalam persembahan korban syukur, bagian yang dipersembahkan kepada Allah tidak beragi, tetapi bagian untuk dirinya dan imam harus menggunakan ragi (Im. 7:11-12); korban persembahan sukarela, daging yang dikorbankan dibagikan kepada orang, tetapi ketika mereka berbagi korban syukur dan korban sukarela, mereka menitikberatkan urusan berbagi itu dengan orang seolah-olah menyiarkan dan memaklumkan agar semua orang tahu, berharap semua orang mendengar, ini adalah alasan utama mereka pergi ke Betel dan Gilgal. Orang Israel melakukan apa yang mereka sukai, bukan untuk menyukakan hati Tuhan, titik awal beribadah yang salah, bukan saja tidak dapat berkenan menyenangkan hati Tuhan (tujuan ibadah yang sejati), mereka menumpuk rasa muak Tuhan kepada mereka. Apa yang berkenan kepada Tuhan? Apakah TUHAN itu berkenan kepada korban bakaran dan korban sembelihan sama seperti kepada mendengarkan suara TUHAN? Sesungguhnya, mendengarkan lebih baik dari pada korban sembelihan, memperhatikan lebih baik dari pada lemak domba-domba jantan (1 Sam. 15:22)

Renungkan:
Hari ini bagaimana sikap orang percaya menyembah Allah? Apakah kita melakukannya sesuai kehendak dan perintah Allah?Apakah kita memandang berharga ibadah mingguan? Apakah memberikan persembahan persepuluhan yang sepatutnya? Apakah kita mempersembahkan tubuh sebagai korban yang hidup kepada Allah?

Ketika orang percaya merancang dan memperbarui cara ibadah apakah demi menyenangkan diri sendiri atau Tuhan?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 4:1-3

Penghakiman Ke-2 atas Israel, (1) Menegur Wanita yang Kehilangan Pengaruh Baik
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 4:1-3 [ITB])
1 Dengarlah firman ini, hai lembu-lembu Basan, yang ada di gunung Samaria, yang memeras orang lemah, yang menginjak orang miskin, yang mengatakan kepada tuan-tuanmu: bawalah ke mari, supaya kita minum-minum! 2 Tuhan ALLAH telah bersumpah demi kekudusan-Nya: sesungguhnya, akan datang masanya bagimu, bahwa kamu diangkat dengan kait dan yang tertinggal di antara kamu dengan kail ikan. 3 Kamu akan keluar melalui belahan tembok, masing-masing lurus ke depan, dan kamu akan diseret ke arah Hermon, demikianlah firman TUHAN.

Laki-laki adalah kepala keluarga, tetapi perempuan adalah pilar penopang keluarga, terlepas dari tinggi atau rendahnya status mereka di masyarakat, perempuan memiliki pengaruh besar pada anak-anak, suami, dan pekerja yang ada di rumah, karena perempuan adalah bagian penting dari keluarga, sedangkan keluarga adalah struktur masyarakat yang paling mendasar, dampak mereka terhadap masyarakat tidak dapat diremehkan.

Basan adalah tanah tinggi di sebelah timur Sungai Yordan, tanahnya subur, rumput penggembalaan yang subur, dan sapi-sapi Basan sangat gemuk; nabi Amos di sini menggunakan sapi Basan di bukit Samaria untuk menggambarkan para wanita yang tinggal di kota Samaria, mungkin mereka adalah wanita kaya para bangsawan di ibu kota, istri para pejabat di istana, atau istri dan selir dari pengusaha kaya atau pemegang kuasa kedudukan di masyarakat, nabi Amos memanggil mereka untuk mendengarkan hukuman penghakiman Allah terhadap mereka. Mereka memiliki makanan dan tempat tinggal yang mewah yang dikumpulkan dari hasil menindas orang miskin. Mereka menggunakan kekuatan kepala rumah mereka (suami) untuk memeras darah dan keringat orang-orang miskin, mereka memerintahkan tuan-tuannya (para suami IMB, ISH, FAYH dan terjemahan Inggris, atau tuan keluarga / kepala keluarga CUV) mengambil anggur untuk berpesta pora, sikap arogan dan napas bicara yang besar, membuat orang merasakan kekejian yang menjijikkan.

Penghakiman didasarkan pada perjanjian Allah, Allah adalah kudus, umat-Nya harus kudus, tetapi para wanita di kota Samaria tidak berperilaku sebagai umat yang kudus, bahkan berbeda dua kutub yang sedemikian jauh, nabi Amos memperingatkan mereka akan datang masanya, dan hari itu justru adalah kebalikan dari pikiran benak Israel yang berpikir bangsa-bangsa asing akan rebah menyembah, dan Israel akan mendapat penebusan serta ditinggikan; justru kebalikannya yang terjadi, ketika hari itu tiba, Israel akan diadili karena dosa-dosa mereka, para wanita yang makmur seperti sapi betina Basan akan dikait oleh musuh dengan kail ikan, alat rapuh yang seperti itu akan dapat mengait mereka bersama-sama, para wanita ini satu per satu diseret keluar, bahkan tidak ada yang tersisa, mereka diseret keluar melalui tembok kota yang dirusak terbelah, diasingkan ke tanah Hermon, puncak salju sepanjang tahun di timur laut Samaria, tempat menangis dengan sedih, berseru-seru menjerit tanpa ada yang membukakan pintu.

Renungkan:
Wanita adalah penjaga keluarga, dibandingkan wanita pada waktu itu yang korup, bagaimana Tuhan yang kudus mengharapkan wanita hari ini berperilaku berpadanan dengan anugerah panggilan? Amsal 31:10-31 tentang Isteri yang bijak adalah contoh yang baik, perlu sering-sering dibaca, direnungkan, dan dipraktikkan dalam kehidupan.

Para wanita perlu memikirkan tentang hubungan dengan suami, apakah Anda mengarahkan suami Anda saleh mencintai Tuhan dan menghidupi umat kudus Allah? Ataukah seperti wanita Israel di masa lalu, berdosa bersama-sama suaminya, bersama-sama menindas orang miskin, sehingga mengarah kepada penghakiman Allah?

Para wanita yang masih seorang diri, bagaimana Anda kehidupan di rumah rohani dan memengaruhi serta membentuk anak-anak rohani Anda?

Para pria, bagaimana Anda dapat memengaruhi para wanita di keluarga Anda agar mereka mengasihi Tuhan dengan saleh dan menjalani kehidupan Isteri yang bijak dalam Amsal 31:10-31?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.

Amos 3:9-15

Penghakiman 1 atas Israel, (3) Bangsa Asing Jadi Saksi
Oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi)
Alliance Bible Seminary H.K.

(Amos 3:9-15 [ITB])
9 Siarkanlah di dalam puri di Asyur dan di dalam puri di tanah Mesir serta katakan: Berkumpullah di gunung-gunung dekat Samaria dan pandanglah kekacauan besar yang ada di tengah-tengahnya dan pemerasan yang ada di kota itu. 10 Mereka tidak tahu berbuat jujur, demikianlah firman TUHAN, mereka itu yang menimbun kekerasan dan aniaya di dalam purinya. 11 Sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Musuh akan ada di sekeliling negeri, kekuatanmu akan ditanggalkannya dari padamu, dan purimu akan dijarahi!
12 Beginilah firman TUHAN: Seperti seorang gembala melepaskan dari mulut singa dua tulang betis atau potongan telinga, demikianlah orang Israel yang diam di Samaria akan dilepaskan seperti sebagian dari katil dan seperti sepenggal dari kaki balai-balai.
13 Dengarlah, dan peringatkanlah kaum keturunan Yakub, demikianlah firman Tuhan ALLAH, Allah semesta alam, 14 bahwa pada waktu Aku menghukum Israel karena perbuatan-perbuatannya yang jahat, Aku akan melakukan hukuman kepada mezbah-mezbah Betel, sehingga tanduk-tanduk mezbah itu dipatahkan dan jatuh ke tanah. 15 Aku akan merobohkan balai musim dingin beserta balai musim panas; hancurlah rumah-rumah gading, dan habislah rumah-rumah gedang, demikianlah firman TUHAN.

Dalam ayat 9, nabi Amos memberikan perintah kepada penguasa Samaria untuk mengutus orang ke istana musuh-musuh Israel di Asyur (lih. ITL Asdod ) dan Mesir, untuk menyiarkan berita, untuk mengumpulkan para penguasa asing datang ke pegunungan Samaria – gunung Ebal dan gunung Gerizim, untuk menyaksikan situasi di kota Samaria, orang-orang-orang bangsa asing ini harus menjadi saksi, dengan mata sendiri menyaksikan umat Allah melakukan tindakan-tindakan yang mengejutkan orang. Meskipun orang asing tidak memiliki hukum Taurat dan aturan Allah dan mereka tidak mengenal Allah, dan mereka sendiri terkenal jahat (Asdod juga diadili oleh Allah, juga Mesir dahulu yang memperbudak Israel), tetapi dibandingkan dengan Israel, mereka masih dapat bersaksi bahwa Israel terdaftar sebagai penjahat menurut standar internasional dan melihat penghakiman Allah atas Israel. Orang Israel tidak mau berusaha maju dan tidak memperkuat diri mereka di depan bangsa-bangsa asing yang diwakili oleh kedua bangsa ini, dan justru menjadi sasaran cemoohan serta penghinaan orang-orang non Israel. Apa yang dilakukan orang Israel di kota itu menyebabkan bangsa-bangsa asing terkejut.

Dosa kesalahan para penguasa Israel sangat besar, mereka mengganggu dan merampok, mengabaikan tatanan hukum, memperlakukan warga sipil dengan penindasan dan kekerasan, hanya peduli memperhatikan kepentingan mereka sendiri, mengumpulkan harta dengan cara tidak benar dan adil untuk diri mereka sendiri, tidak tahu bagaimana melakukan apa yang benar. Karena itu, musuh akan datang mengembalikan perlakuan diri mereka sendiri, mengepung tempat ini, seluruh negara bahkan istana telah menjadi obyek penjarahan. Nabi menggunakan pengalaman berbahaya dari gembala untuk menggambarkan situasi penjarahan yang mengerikan, ketika singa datang menyerang kawanan domba, gembala menjaga kawanan domba, berjuang dengan gagah berani untuk mendapatkan kembali dua kaki atau sepotong kecil telinga domba dari mulut singa, untuk menjadi bukti kepada pemilik kawanan domba bahwa domba-domba hilang karena binatang buas. Ketika orang asing datang untuk mengepung negara Israel, Israel akan dihancurkan, dan yang bisa diselamatkan hanya serpihan kenangan rusak dari tempat tidur dan peraduan yang indah, sebagai bukti kehancuran. Siapakah penjaga Israel? Siapakah tuan pemilik Israel?

Dalam enam ayat dari ayat 10 – 15, nabi Amos lima kali menggunakan firman TUHAN, demikianlah firman Tuhan ALLAH, firman Tuhan ALLAH, dan firman Tuhan ALLAH, Allah semesta alam yang menyatakan bahwa karena ketidakadilan sosial yang dilakukan Israel mengakibatkan pengepungan musuh atas Israel, keselamatan Israel dan hukuman Israel atas kegagalan kehidupan beragama, semuanya adalah inisiatif Tuhan ALLAH Israel, Allah semesta alam. TUHAN bukan hanya Tuhan, Dia juga Tuan Israel, Israel adalah umat milik TUHAN, patut melakukan apa yang Dia perintahkan, TUHAN adalah Allah semesta alam, Allah semesta alam (God of Hosts) dapat diterjemahkan sebagai Allah segala tentara (God who commands armies lihat NET, CUV) dapat merupakan segala tentara untuk berperang terhadap bangsa- bangsa asing, tetapi bahkan bisa menjadi segala tentara penghakiman terhadap bangsa Israel. Berita dalam pasal 3 ini menunjukkan bahwa penghakiman yang akan dialami orang Israel di masa depan semuanya diprakarsai oleh TUHAN, Ia yang memanggil bangsa-bangsa asing, yang menyiapkan hukuman juga adalah TUHAN.

Konsekuensi dari hukuman adalah penghancuran Betel dan penghancuran tempat kudus; mezbah adalah tempat untuk beribadah dan memberikan korban persembahan, dan mezbah juga merupakan tempat di mana orang mencari perlindungan, orang-orang yang memegang tanduk yang menonjol dari altar akan mendapatkan perlindungan (1 Raj. 1:50-51), namun tanduk-tanduk mezbah ini dipatahkan, orang-orang asing non Yahudi menyaksikan kehancuran negara Israel, balai rumah untuk menghindari musim panas, dan rumah-rumah gading yang megah juga akan dihancurkan semuanya.

Renungkan:
Pada masa itu bangsa-bangsa lain menyaksikan Israel adalah karena ketidakbenaran sehingga dihukum, hari ini apakah gereja menjadi kelompok yang dipandang rendah oleh orang-orang yang tidak percaya, apakah itu karena orang percaya berusaha keras menjaga perjanjian dengan Allah dan berbeda dari orang yang tidak percaya? Ataukah karena gereja telah kehilangan kuasa Tuhan dan tidak mengikuti misi yang diberikan oleh Tuhan?

Nabi Amos menggunakan metafora singa menyerang kawanan domba, gembala bertempur dengan gagah berani untuk menggambarkan situasi di Israel pada waktu itu. Di mana penjaga masyarakat saat ini? Di mana penjaga negara kita? Di mana penjaga orang percaya?


Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain

Renungan pemahaman Kitab Amos


Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Amos ditulis oleh 張美薇 (Zhāng Měi Wēi) yang dipublikasi pada bulan April 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).


Renungan untuk Kalangan Kristen.


Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.