「Puasa yang Munafik」
Oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān)
Alliance Bible Seminary H.K.
(Yesaya 58:1-5 [ITB])
1 Serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukanlah kepada umat-Ku pelanggaran mereka dan kepada kaum keturunan Yakub dosa mereka! 2 Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalan-Ku. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya mereka menanyakan Aku tentang hukum-hukum yang benar, mereka suka mendekat menghadap Allah, tanyanya:
3 「Mengapa kami berpuasa dan Engkau tidak memperhatikannya juga? Mengapa kami merendahkan diri dan Engkau tidak mengindahkannya juga?」 Sesungguhnya, pada hari puasamu engkau masih tetap mengurus urusanmu, dan kamu mendesak-desak semua buruhmu. 4 Sesungguhnya, kamu berpuasa sambil berbantah dan berkelahi serta memukul dengan tinju dengan tidak semena-mena. Dengan caramu berpuasa seperti sekarang ini suaramu tidak akan didengar di tempat tinggi. 5 Sungguh-sungguh inikah berpuasa yang Kukehendaki, dan mengadakan hari merendahkan diri, jika engkau menundukkan kepala seperti gelagah dan membentangkan kain karung dan abu sebagai lapik tidur? Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?
Orang-orang Yehuda yang kembali dari pembuangan sangat memandang penting penyembahan Bait Suci, dan bersedia untuk memelihara hari raya sesuai dengan hukum Taurat Musa, mereka setiap hari mencari TUHAN, mau memahami firman Allah, dan ingin mengetahui tentang hukum-hukum yang benar, juga suka dekat dengan Allah (ayat 2). Namun ayat 2 menggunakan kata yang luar biasa perlu diberi perhatian, yakni kata 「seperti」 untuk menggambarkan kelompok umat ini: 「seperti bangsa yang melakukan yang benar」, ini menunjukkan bahwa mereka secara kulit luar tampaknya seperti warga negara yang menjalankan kebenaran, tetapi pada kenyataannya mereka tidak melakukannya, tidak memiliki manifestasi nyata yang merupakan ciri spesifik dari umat yang melakukan kebenaran, kesalehan mereka hanya di permukaan kulit luar saja, tetapi tidak ada perubahan dalam kehidupan dan perilaku. Situasinya seperti kita telah menghadiri banyak kelas pelajaran Alkitab, sangat tertarik untuk memahami perkataan Tuhan, dan sangat suka saat teduh dekat kepada Allah, tetapi hidup sama sekali tidak berubah. Walau aktif mengikuti kegiatan keagamaan di gereja, pada saat yang sama kehidupan sehari-hari hanya menghidupi aku (diri sendiri yang menjadi penentu apa yang benar dan adil), dan tidak menghidupi kebenaran dan keadilan yang diajarkan oleh Alkitab.
Ayat 3 mencatat suara-suara hati orang-orang Yehuda yang bersemangat dan rajin pergi ke Bait Suci untuk kegiatan keagamaan dan puasa: Mengapa Allah tidak melihat puasa mereka? Mengapa Tuhan mengabaikan kerja keras mereka? Di balik pertanyaan-pertanyaan seperti itu adalah masalah 「jasa」, yaitu, mereka berpikir bahwa puasa adalah transaksi jasa, karena mereka telah membayar harga untuk kerja keras, mereka berharap Allah memberi imbalan yang sesuai sebagai tanggapan atas puasa mereka, mentalitas imbal balik pertukaran kepentingan ini adalah puasa yang sungguh munafik. Selain itu, ayat 3-5 menunjukkan bahwa puasa mereka hanyalah manifestasi kebohongan, puasa adalah satu urusan lain dan hidup mereka adalah hal lain yang berbeda. Saat puasa mereka memukul orang, mengejar kepentingan diri sendiri, dan mengeksploitasi orang yang bekerja keras, mereka berpuasa sambil melakukan apa yang dinyatakan oleh hukum Taurat sebagai tindakan yang tidak adil dan tidak benar. Puasa seharusnya adalah doa merendahkan diri, puasa dan merendahkan diri adalah kata yang memiliki makna yang sama, tetapi saat mereka berpuasa tidak memperhatikan dan menolong masyarakat kelas bawah, dan hanya mengejar kepentingan diri mereka sendiri, dengan kerendahan hati yang di kulit mereka hendak membuat diri mereka tinggi, ini adalah kehidupan munafik.
Ayat 5 mengatakan 「Sungguh-sungguh itukah yang kausebutkan berpuasa, mengadakan hari yang berkenan pada TUHAN?」 Kalimat pertanyaan ini dengan sangat kuat dan tepat menjelaskan puasa yang mereka lakukan itu tidak dapat disebut sebagai puasa, dan tidak mendapatkan perkenan Allah. Ternyata di mata Tuhan, kegiatan keagamaan apa pun yang bertujuan membentuk pencitraan diri hanyalah merupakan sebuah pertunjukkan di muka orang, dan tidak ada kebutuhan yang nyata, Tuhan akan meminta tanggung jawab atas perilaku-perilaku menggunakan kesalehan lahiriah untuk mengejar kepentingan diri sendiri.
Renungkan:
Kehidupan dan pelayanan, kehidupan dalam dan luar saling terhubung, tetapi orang memisahkan keduanya demi ketenaran dan kekuasaan, dan menjalani kehidupan yang terbelah dan munafik. Bagaimanakah dengan hidup Anda? Renungkan apakah terdapat kegiatan keagamaan dalam kehidupan gereja Anda yang mirip dengan puasa yang dikatakan dalam perikop Kitab Suci ini? Apakah Anda memperhatikan banyak orang lemah di sekitar Anda yang membutuhkan bantuan?
Renungan pemahaman Surat atau Kitab yang lain
Renungan pemahaman Kitab Yesaya (1-55)
Renungan pemahaman Kitab Yesaya 56-66
Diterjemahkan dari 「爾道自建 Ěr Dào Zì Jiàn」, tema Kitab Yesaya 56-66 ditulis oleh 高銘謙 (Gāo Míng Qiān) yang dipublikasi pada bulan Mei 2020 merupakan hak cipta (copyright) Alliance Bible Seminary H.K (建道神學院 Jiàn Dào Shén Xué Yuàn).
Renungan untuk Kalangan Kristen.
Iklan yang ada bukan milik blog ini, tetapi milik WordPress penyedia fasilitas blog tanpa biaya.